cover
Contact Name
Bisnis Tani
Contact Email
jurnal.bistan@utu.ac.id
Phone
+6285260174664
Journal Mail Official
jurnal.bistan@utu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Jl. Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bisnis Tani
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24773468     EISSN : 27147479     DOI : 10.35308
Jurnal Bisnis Tani (Bistan) merupakan majalah ilmiah yang terbit dua kali dalam setahun dibulan April dan Desember dan berisi artikel-artikel ilmiah dibidang sosial ekonomi pertanian dengan fokus pada kajian bidang agribisnis, ekonomi pertanian, komunikasi pembangunan pertanian dan pedesaan serta kajian makro dan mikro dari ilmu sosial ekonomi pertanian.
Articles 148 Documents
ANALISIS PENDAPATAN DAN PENERIMAAN INDUSTRI GULA MERAH TEBU DI DESA LINDUNG JAYA KECAMATAN KAYU ARO KABUPATEN KERINCI Endy Effran
Jurnal Bisnis Tani Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Bisnis Tani Volume 8 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v8i1.4307

Abstract

AbstractThis study aims to: (1) describe the general description of the brown sugar cane agro- industry business in the Protected Jaya Village, Kayu Aro District, Kerinci Regency. (2) Knowing the income and R/C ratio of brown sugar cane agroindustry in Lindung Jaya Village, Kayu Aro District in Kerinci Regency. The data collection in this thesis was carried out by observation and interview methods. Interviews were conducted with 5 agro- industries located in the Protected Jaya Village, Kayu Aro District in Kerinci Regency. The analytical method used is descriptive analysis, business analysis and R/C ratio. Based on the results of the study, there were 5 agro-industry that developed in the Lindung Jaya Village, Kayu Aro District, Kerinci Regency, (1) Lindung Jaya Village, Kayu Aro District, Kerinci Regency, which is a home industry center for brown sugar cane which is consumed as a natural sweetener in food in the form of plots. and made without preservatives. (2) The average income received by the brown sugar cane agroindustry is Rp. 5,067,013,- per month. The average fixed cost incurred is Rp. 225,137, - which consists of mill rental costs and equipment depreciation, and the average variable costs incurred per month are Rp. 1,504,950. The R/C value obtained by each brown sugar agroindustry >1 means that this brown sugar cane agroindustry is profitable and feasible to continue.Keywords: Sugar Cane, Agroindustry, Revenue
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI BERAS DI PROVINSI ACEH Meiza Aulia
Jurnal Bisnis Tani Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Bisnis Tani Volume 8 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v8i2.6527

Abstract

This research was conducted to know influence factors of rice consumption and how mauch the influence of these factors on rice consumption. This research was Ordinary Least Square (OLS) metodhology. Software was used by SPSS. The estimation result of the rice consumption showed that the changes in population with a coefficient of 0,082 have a t statistic value of 21,42 and the changes in the a mount of rice production with a coefficient of 0,041 have a t statistic value of 2,29, both variables significantly influence the changes in rice consumption because it have t statistics that is greater than t table (2,04).
ANALISIS VOLATILITAS HARGA KOMODITAS HORTIKULTURA STRATEGIS DI PROVINSI BENGKULU Hariz Eko Wibowo; Ridha Rizki Novanda
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i1.7229

Abstract

Economic growth was caused by unstable inflation which made it difficult for the public to carry out production, consumption and investment. Therefore, the purpose of this study is to analyze the level of volatility of strategic horticultural commodity prices in the Bengkulu Province which has an impact on inflation. The data used is monthly time series data for horticultural strategy commodity prices in Bengkulu Province from July 2017 to December 2022. The horticultural strategy commodities studied were shallots, red chilies and cayenne pepper. The data used is secondary data sourced from the National Strategic Food Price Information Center. Price volatility analysis uses a time series model with the help of R studio software. Forecast results using the ARIMA model for shallot prices, red chili prices, and cayenne pepper prices show relatively stable prices. The highest level of price volatility among horticultural commodity strategies in Bengkulu Province is red chili, followed by cayenne pepper, and then shallots. The volatility of the shallot price is 14.33%. Red chili price volatility is 20.83%. The price volatility of cayenne pepper is 18.66%. This shows that the volatility levels of shallot prices, red chili prices, and cayenne pepper prices are still under control and this is reinforced by the results that the model does not have an ARCH effect. Several anomalies such as prices that rose significantly in June 2022 were due to a decline in commodities due to farmers reducing the number of plants in line with high fertilizer prices, especially in Rejang Lebong Regency. This is also the impact of the post-pandemic.
MANAJEMEN RANTAI PASOK TAUGE DI PASAR KUTABLANG KABUPATEN BIREUEN naya desparita; Elfiana Elfiana
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i1.7251

Abstract

Rantai pasok merupakan semua kegiatan yang terkait dengan arus dan transportasi barang hingga sampai pengguna akhir, serta seluruh arus informasi terkait, atau jalan penciptaan nilai dari produsen dasar ke konsumen, termasuk semua transportasi dan layanan logistik yang terhubung di dalamnya. Dalam konteks manajemen rantai pasok pengukuran tidak hanya melibatkan proses internal pelaku bisnis, tetapi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen rantai pasok tauge di Pasar Kutablang Kabupaten Bireuen. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis desktiptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada usaha tauge milik bapak Muzakkir di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen diperoleh bahwa rantai pasok tauge pada usaha bapak Muzakkir di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen meliputi beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pengadaan bahan baku, produksi, pengelolaan tenaga kerja, dan distribusi. Perencanaan yang dilakukan oleh pemilik usaha tauge di Desa Meunasah Timu meliputi ; a) Jumlah Bahan Baku, b) Jumlah Produk yang akan diproduksi/ kebutuhan pasar, 3) Penggunaan tenaga kerja yang ideal dengan kebutuhan, dan 4) Aspek Pemasaran. Jumlah produk tauge yang diproduksi pada usaha bapak Muzakkir di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen adalah 396 kg/hari. Jumlah tersebut dihasilkan dari 66 kg bahan baku kacang hijau.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI KENTANG Muhammad Reza Aulia
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i1.6737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor bibit, pupuk, fungisida, dan tenaga kerja terhadap produksi kentang, mengetahui besar biaya produksi usahatani kentang per hektar/musim tanam dan  mengetahui biaya pendapatan bersih usahatani kentang per hektar/musim tanam di Desa Purba Tua Barung, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,948 menunjukkan bahwa 94,8 % variasi dependen (produksi) usahatani kentang dapat dijelaskan oleh variasi variable independent yaitu bibit (X1) pupuk ammoposh (X2) fungisida victory (X3) tenaga kerja (X4). Secara serempak bibit, pupuk Ammophos, fungisida Victory dan tenaga kerja berpengaruh nyata/signifikan terhadap produksi usahatani kentang. Secara parsial bibit dan pupuk Ammophos berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani kentang, sedangkan fungisida Victory dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata/signifikan terhadap produksi usahatani kentang. Biaya total produksi usahatani kentang di daerah penelitian sebesar sebesar Rp. 54.159.161,33/ha/MT. Pendapatan bersih usahatani kentang di daerah penelitian sebesar Rp. 32.685.481,53/hektar/MT.
RANTAI PASOK KAKAO DI KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE zakiah zakiah; Qhisthina Atikah
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i1.7086

Abstract

This study aims to analyze marketing channels, marketing margins and cocoa marketing efficiency in Tangse District, Pidie District, this research was conducted in January 2022 in Tangse District, Pidie District. The sampling technique used was the Snowball Sampling technique. The types of data in this study are primary and secondary. The analytical method used in this research is descriptive and quantitative analysis methods. The results showed (1) the cocoa marketing channel consisted of two types, namely channel I from farmers, village traders then after that to sub-district traders then exported to the processing industry and channel II, namely from farmers to village traders, collectors and sub-district traders then exported. to the processing industry (2) in channel I produce a marketing margin of Rp. 8,000/kg while channel II produces a margin of Rp. 8,400/kg, Farmer's share in channel I is 76.05% and channel II is 75.65%, this shows the largest share received by farmers is channel I but in the research area the most widely used channel is channel II (3) marketing efficiency of channel I is 4.22% while channel II is 5.21%, both types of channels are efficient because both types include efficiency criteria between 0-33%, but in the research location the most widely used is type II, when viewed from the farmer share and p efficiency. The marketing is better for type I, this is because in type II the most benefit is the collector traders while type II is the village trader. 
KONTRIBUSI PEREMPUAN PENGOLAH PLIK U TERHADAP EKONOMI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN Yusdiana Yusdiana; Naziratil Husna; Hikmah Hikmah; Riani Riani
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i1.7800

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jangka yang merupakan daerah produksi Plik U terbanyak di Kabupaten Bireuen. Adapun sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Simple Random sumpling. Jumlah sampel adalah 20 usaha Plik U, sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang merupakan pengolah Plik U (patarana). Kontribusi perempuan dalam usaha kecil tidak dapat diabaikan. Perempuan juga sangat disiplin dalam menjalankan usaha. Tingginya tingkat kebutuhan ekonomi dan rendahnya tingkat pendapatan keluarga menyebabkan perempuan yang seharusnya menjadi ibu dan mengurus rumahtangga, harus terjun yang sifatnya sederhana, padat karya, dan umumnya merupakan perluasan dari pekerjaan rumah tangga, dapat memberikan peluang usaha bagi perempuan, yang sesuai dengan peran domestiknya sehari-hari. Di samping itu, usaha kecil juga dapat menyerap tenaga kerja perempuan, memacu perkembangan ekonomi dan pada akhirnya dapat berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Usaha Plik U (patarana) memberi pendapatan sebesar Rp 1.422.009,79 yang mampu memberikan kontribusi 56 persen terhadap ekonomi rumah tangga. Nilai ini menunjukkan bahwa kriteria kontribusinya adalah sedang/cukup.
PERAN GENDER DALAM KEGIATAN AGRICULTURE PADA SUKU TENGGER DI DESA NGADISARI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Wulansari, Desy Fitria; Sofia, Sofia; Novikarumsari, Nurul Dwi; rokhani, Rokhani
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i2.8654

Abstract

Pembangunan pertanian merupakan salah satu aspek dalam pembangunan nasional. Pembangunan pertanian dapat dilakukan melalui optimalisasi sumber daya hayati guna menciptakan ketahanan pangan salah satunya melalui usahatani kentang. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah potensial dalam pengembangan kentang, salah satu desa yang menjadikan kentang sebagai komoditas ungulan adalah Ngadisari. Selain optimalisasi sumber daya hayai juga diperlukan optimalisasi sumber daya manusia yang tercermin dalam poin ke 5 SDGs, yakni kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gender dan alokasi waktu dalam keluarga petani kentang di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis Miles Huberman untuk memilahkan data yang digunakan dan tidak diguakan, serta analisis Havard untuk mengetahui pembagian peran serta alokasi waktu peran gender. Hasil penelitian menujukkan bahwa peran produktif gender didominasi oleh laki-laki, peran reproduktif didominasi oleh perempuan, dan peran sosial setara. Alokasi waktu menunjukkan bahwa laki-laki menggunakan waktu untuk peran produktif sebanyak 8jam/hari, sedangkan perampuan 6jam/hari, alokasi waktu reproduktif laki-laki sebanyak 13jam/hari dengan waktu istirahat sebanyak 10jam, sedangkan perempuan sebanyak 15jam/hari dengan waktu istirahat sebanyak 7jam, alokasi peran sosial antara laki-laki dan perempuan memiliki porsi sama yakni 3jam/hari. Kata kunci : Alokasi waktu, peran gender, usahatani kentang
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI BUAH DI KOTA MEDAN Siregar, Deasy Arryannur; Nasution, Komala Sari
Jurnal Bisnis Tani Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Bisnis Tani Volume 10 Nomor 1 April 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v10i1.9067

Abstract

Consuming fruit is the most important thing to fulfill your needs menu in balanced nutrition. Fruit is a source of food that has lots of vitamins and minerals. Fruit also functions to maintain physiology in the body. Lack of fruit consumption will have detrimental impacts on health, such as the body experiencing nutritional deficiencies. The aim of this research is to analyze what factors influence fruit consumption in Medan Selayang sub-district, Medan City. The research area was determined purposively and the sampling technique used accidental sampling of 100 people obtained through interviews. In this research, the analytical method used is multiple linear regression analysis. The results of research from several stages carried out show that the independent variables (family income, age, education and JAK) have a real influence simultaneously (simultaneously) on the dependent variable (fruit consumption) in the city of Medan. The independent variables (income, JAK and education) have a partial real influence on the dependent variable (fruit consumption) in the city of Medan, while the dependent variable (age) does not have a partial real influence on the dependent variable (fruit consumption) in the city of Medan. Konsumsi buah merupakan hal yang paling penting untuk bisa memenuhi menu dalam gizi seimbang. Buah merupakan salah satu sumber bahan makanan yang memiliki banyak vitamin dan mineral. Buah juga berfungsi untuk dapat mempertahankan fisiologis dalam tubuh. Kurangnya dalam mengkonsumsi buah akan memberikan dampak yang dapat merugikan bagi kesehatan seperti tubuh mengalami kekurangan zat gizi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi buah di kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Daerah penelitian ditentukan secara purposive dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 100 orang yang diperoleh melalui wawancara. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian dari beberapa tahapan yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel independent (penghasilan keluarga, umur, pendidikan dan JAK) memberikan pengaruh nyata secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (konsumsi buah) dikota Medan. Variabel independen (penghasilan, JAK dan pendidikan) memberikan pengaruh nyata secara parsial terhadap variabel dependen (konsumsi buah) dikota Medan sedangkan variabel dependen (umur) tidak memberikan pengaruh nyata secara parsial terhadap variabel dependen (konsumsi buah) di kota Medan.
POTENSI PENGEMBANGAN JAMUR MERANG UNTUK MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN DI PROVINSI ACEH Husna, Naziratil
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v9i2.8522

Abstract

Jamur merang adalah salah satu jenis jamur yang paling diminati oleh masyarakat, namun distribusi jamur merang masih belum memenuhi target pasar. Kurangnya minat petani dalam membudidayakan jamur merang menjadi permasalahan yang perlu diatasi. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Aceh dengan melihat perkembangan budidaya jamur merang. Metode analisis yang digunakan adalah motode analisis deskriptif adalah metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan literature review. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kegiatan budidaya jamur merang. Penelitian menunjukan bahwa dalam melakukan usaha budidaya jamur merang memiliki berbagai risiko yang perlu ditangani dengan baik oleh para petani agar terhindar dari kerugian. Pengetahuan dan ketrampilan para petani sangat berpengaruh terhadap hasil produksi jamur merang serta kualitas yang dihasilkan. Dukungan kemitraan sangat penting dalam pengembangan usaha seperti mitra pemasaran, mitra pemasok dan produksi,  serta mitra investor.