cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,180 Documents
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika Kelas V Di SDN 41 Cakranegara Sanutra, Sabran; Makki, Muhammad; Novitasari, Setiani; Hidayati, Vivi Rachmatul
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika kelas V di SDN 41 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 41 Cakranegara tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 15 siswa, dengan 5 siswa sebagai sampel penelitian untuk diwawancarai yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui tes, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen tes yang diberikan berjumlah 3 butir soal uraian pemecahan masalah matematika. Analisis data dalam penelitian ini berdasarkan analisis data menurut Miles and Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes dianalisis berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika dalam: 1) langkah memahami masalah kesalahan siswa diantaranya tidak menuliskan informasi mengenai hal yang diketahui dan ditanyakan, informasi mengenai hal diketahui dan ditanyakan tidak lengkap, serta siswa hanya menuliskan angka-angka yang diberikan dalam soal tanpa diikuti dengan penjelasannya; 2) langkah menyusun rencana kesalahan siswa diantaranya proses dalam menghubungkan informasi mengenai hal yang diketahui dan ditanyakan yang salah, serta penggunaan strategi dan rumus penyelesaian yang tidak tepat; 3) langkah melaksanakan rencana kesalahan siswa diantaranya tidak mengikuti alur penyelesaian secara teratur, siswa salah dalam melakukan operasi perhitungan, serta tidak menguraikan dan membuktikan hasil perhitungan yang berhasil diperoleh; 4) langkah melihat kembali kesalahan siswa diantaranya tidak menuliskan alternatif penyelesaian yang berbeda dalam membuktikan kebenaran hasil perhitungan yang diperoleh sebelumnya, siswa tidak menuliskan kesimpulan, serta kesalahan dalam memberikan penarikan kesimpulan.
Pengaruh Rekreasi sebagai Sarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa Siby, Robert; Kasingku, Juwinner Dedy
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.7851

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu bagian yang penting dalam mencapai kesejahteraan hidup manusia. Sementara banyak yang hanya berfokus pada menjaga kesehatan fisik saja, kesehatan mental seringkali diabaikan. Kesehatan mental yang optimal menggambarkan kesanggupan seseorang dalam mengontrol akan emosi, mengatasi tekanan, dan dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitarnya. Rekreasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai ketenangan, memiliki potensi untuk menurunkan stres, meningkatkan suasana hati, dan dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik. Namun, kurangnya kesadaran akan pentingnya rekreasi dapat dilihat dari data yang menunjukkan bahwa warga Indonesia memiliki frekuensi rekreasi yang rendah dibandingkan dengan negara lain. Kurangnya rekreasi dapat meningkatkan stress, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk menyelidiki pengaruh rekreasi sebagai sarana pendidikan dalam meningkatkan kesehatan mental siswa. Berbagai jenis rekreasi dibedakan berdasarkan tempat, jenis kegiatan dan objeknya. Rekreasi terbukti memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan mental. Penting bagi pendidik dan orang tua untuk dapat memahami dan menerapkan rekreasi sebagai salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental siswa.
Analisis Kesiapan Guru dalam Implementasi Asesmen Diagnostik di Sekolah Dasar Pengampon III Kota Cirebon Yolanda S, Monika; Isrokatun, I.; Sunaengsih, Cucun
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7856

Abstract

Kurikulum merdeka yang diluncurkan pada tahun 2022 memunculkan banyak tuntutan adminstrasi mengajar baru pada guru. Salah satunya adalah pada asesmen diagnostik. Pentingnya menekankan asesmen diagnostik untuk memahami profil belajar siswa dan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki kesiapan guru dalam mengimplementasikan asesmen diagnostik di SDN Pengampon III, Kota Cirebon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dua guru diwawancarai menggunakan pedoman wawancara untuk mengevaluasi pemahaman konsep asesmen diagnostik, keterampilan dalam menyusun instrumen, pelaksanaan proses asesmen, evaluasi hasil, serta cara menghadapi tantangan dalam penerapan asesmen diagnostik. Analisis data mengindikasikan bahwa kedua guru memiliki pemahaman konseptual yang kuat dan sering menggunakan asesmen diagnostik dalam praktik pembelajaran mereka. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam merancang asesmen yang dapat memenuhi kebutuhan siswa secara diferensial. Kesimpulannya, meskipun guru-guru telah menunjukkan kesiapan yang baik dalam mengimplementasikan asesmen diagnostik, perlu ditingkatkan lagi dalam hal diferensiasi instrumen asesmen untuk memastikan pembelajaran yang efektif dan adaptif sesuai dengan kurikulum merdeka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pelatihan yang lebih efektif bagi para guru untuk mendukung implementasi asesmen diagnostik yang sukses di SD Pengampon III, Kota Cirebon.
Kompetensi Guru dalam Mengajar: Sebuah Studi Kasus Pembelajaran Aksara Sunda di Sekolah Dasar Nurfadhillah, Nanda; Julia, J.; Sunaengsih, Cucun
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7944

Abstract

Aksara sunda sering sekali dianggap pelajaran yang sulit dimengerti. Hal ini menyebabkan pembelajaran aksara sunda jarang diimplementasikan di sekolah dasar dan kompetensi guru masih kurang pada pembelajaran aksara sunda. Oleh karena itu, melalui muatan lokal bahasa dan sastra sunda secara khusus aksara sunda dapat dipertahankan di SDN Sukamelang, selain itu juga diperlukan guru yang berkompeten untuk terciptanya pembelajaran aksara sunda yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kompetensi guru dalam pembelajaran aksara sunda di sekolah dasar. Kajian ini secara khusus berfokus pada mengidentifikasi kompetensi guru dalam persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran aksara sunda di Sekolah Dasar Negeri Sukamelang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif melalui studi kasus. Data dikumpulkan dari Guru Aksara sunda SDN Sukamelang. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara, obervasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Guru SDN Sukamelang memiliki kompetensi yang baik dalam persiapan pembelajaran aksara sunda, 2) Guru SDN Sukamelang sudah memiliki kompetensi yang baik dalam pelaksanakan pembelajaran aksara sunda 3) Guru SDN Sukamelang memiliki kompetensi yang baik dalam melaksanaan evaluasi pembelajaran aksara sunda, sehingga pembelajaran aksara sunda di SDN Sukamelang dapat berjalan dengan baik.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Aninditaningrum, Mira; Firmansyah, Dani; Adirakasiwi, Alpha Galih
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.7952

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa, dengan salah satu aspek pendukungnya adalah motivasi belajar. Penelitian ini mendeskripsikan kesulitan belajar matematika yang dialami oleh 36 siswa kelas VIII di SMP Negeri 37 Kota Bekasi. Menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 45 siswa dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes tulis, angket, dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika terbagi menjadi tiga kategori utama: 83% siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep, 100% siswa mengalami kesulitan dalam menggunakan prinsip, dan 33% siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk verbal. Selain itu, motivasi belajar siswa berada pada tingkat sedang dengan nilai rata-rata sebesar 59,4%. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun tingkat kesulitan belajar matematika bergantung pada masing-masing individu, motivasi belajar memiliki pengaruh positif dalam menurunkan tingkat kesulitan yang dialami siswa.
Perbandingan Persepsi Antara Guru MTS dan SMP Tentang Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Kohar, D. Abdul; Budiyanto, Cepi; Deni, Asep; Setiabudi, Dede Indra; Ramadhana, Ari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.7960

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi persepsi dan tantangan yang dihadapi guru MTs dan SMP dalam implementasi kurikulum merdeka di tingkat menengah pertama. Melalui angket dan wawancara dengan 8 guru dari SMP Nur Kautsar Bandung dan MTs Al-Ihsan Baleendah, ditemukan bahwa 88% guru mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka, sementara 1 guru MTs menolak karena keterbatasan akses internet. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru mencakup tingkat pendidikan, tempat mengajar, lama mengajar, dan pemahaman tentang kurikulum. SMP lebih siap menyediakan fasilitas pendukung dibandingkan MTs. Tantangan utama meliputi kebiasaan baru dalam pelaksanaan kurikulum, kesulitan membuat modul ajar yang sesuai, serta keterbatasan akses siswa terhadap gadget dan internet. Untuk mengatasi tantangan ini, disarankan agar guru lebih terbuka terhadap ilmu baru, dan fasilitas pendukung seperti internet ditingkatkan. Pemerintah juga diharapkan memberikan pelatihan dan dukungan yang merata bagi semua guru. Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan kurikulum merdeka dan memberikan panduan bagi pihak terkait untuk mendukung keberhasilan implementasi kurikulum ini. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi strategi implementasi kurikulum merdeka di Indonesia.
Analisis Faktor Kendala dan Hambatan Guru SD Dalam Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Wijayati, Arik; Tirtoni, Feri
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7961

Abstract

Kurikulum bebas yang lebih fleksibel dan lebih sederhana diharapkan dapat membantu pendidik fokus pada pelajaran penting dan memungkinkan peserta didik berpartisipasi lebih aktif dalam bidang yang mereka sukai, Sehingga Pendidik bisa dengan mudah membantu peserta didik mencapai tujuan belajarnya. Namun dengan adanya perubahan kurikulum ini para pendidik tidak dengan mudah dalam menyesuaikan proses pembelajarannya, maka dari itu tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi faktor penghambat pendidik dalam menerapkan kurikulum merdeka, kegiatan ini dilakukan menggunakan metode deskripsi dalam penelitian kualitatif dengan cara melakukan observasi langsung dan di bantu dengan literatur-literatur yang terpercaya. Penelitian akan melibatkan pendidik sekolah dasar di SDN Mindu Gading untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang masalah dan kesulitan yang mereka hadapi saat menerapkan kebijakan kurikulum bebas belajar. Adapun sasaran dari penelitian ini adalah para pendidik dari tingkat SD. Kendala-kendala tersebut antara lain terkait dengan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengaplikasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, terbatasa referensi bahan ajar, serta sumber daya manusia yang tersedia. Namun adanya upaya untuk menghadapi kendala-kendala tersebut yaitu, pelatihan dan pengembangan kompetensi pendidik dan staf pendidikan, peningkatan dukungan dari orang tua dan masyarakat, peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, peningkatan pengawasan dan monitoring, pengembangan kerjasama antar stakeholder pendidikan, dan dorongan untuk mengikuti program pendidik penggerak.
Analisis Pelaksanaan Supervisi Akademik Sekolah, Faktor Pendukung Dan Penghambatnya Kohar, D Abdul; Asep Abdullah; Destian, Irvan; Jahari, Jaja; Erihadiana, Mohamad
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.8147

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada analisis pelaksanaan supervisi akademik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya Tasilmalaya dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat nya. Pengambilan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Kepala dan wakil kepala bidang kurikulum menjadi partisipannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaaan supervisi akademik SMP Islam Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya secara teoritis telah sesuai dengan ciri-ciri supervisi yang bersifat ilmiah sistematis, obyektif, dan menggunakan instrument yang sesuai dengan regulasi dengan hasil memuaskan dengan bukti bernilai akreditasi A. Faktor pendukungnya adalah guru, kepala sekolah, dan pengawas. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu beban kerja kepala terlalu banyak, kendala psikologis kepala sekolah untuk melakukan supervisi akademik, belum optimalnya peran wakil kepala sekolah bidang kurikulum, masih terdapat guru hanya sekedar mentransfer ilmu, sebagian guru belum menguasai tehnik, metode, pendekatan, dan strategi serta pemanfaatan media dalam proses pembelajaran dan penilaian, sebagian guru melakukan pembelajaran konvensional, monoton, tidak inovatif, dan belum semua guru menguasai penggunaan teknologi untuk pembelajaran. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar penelitian selanjutnya yang meneliti dari ranah yang berbeda dan menjadi motivasi bagi steakholder untuk meningkatkan satuan pendidikannya khususnya dalam masalah akademik Kata kunci: Supervisi Akademik; Kepala Sekolah; Guru; Sekolah Islam
Manajemen Peserta Didik Pondok Modern Al-Aqsha Nahar, Agus Samsul; Ramadhana, Ari; Jahari, Jaja; Erihadiana, Mohamad
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.8161

Abstract

Manajemen peserta didik bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas dan pretasi pada Lembaga penbdidikan. Peserta didik dikelola dengan baik dan benar agar dapat di ukut keberhasilannya prestasi yang di dapatkan oleh peserta didik. Manajemen Peserta didik seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontiniu terhadap seluruh peserta didik dalam Lembaga pendidikan yang bersangkutan agar dapat mengikuti proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien demi tercapainnya tujuan pendidikan yang telah diterapkan, adapun kegiatan manajemen peserta didik pada penelitian in adalah perencanaan, pembinaan, evaluasi dan mutasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen peserta didik di SMA Plus Al-Aqsha. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena yang terjadi. Data yang diperoleh berupa hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa SMA Plus Al-Aqsha untuk dapat menunjang visi dan misi lembaga perlu mengkonsep manajemen peserta didik dengan matang dengan cara melakukan kegiatan perencanaan peserta didik, pembinaan peserta didik, evaluasi peserta didik dan mutasi peserta didik.. Kata Kunci: Manajemen, Peserta didik, Lembaga Pendidikan
Student Motivation And Interest In Learning: Strategi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mun'im Agus R, Abu Hasan; Khotimah, Husnul; Azizah, Ella Sofiatun; Naiesa, Sitti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah Ibtida’iyah Nurul Mun’im (selanjutnya disebut MINM) adalah sebuah lembaga pendidikan yang berlokasi di Paiton Probolinggo, lebih tepatnya di Jl. Jalan. KH. Zaini Mun'im disponsori oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Memiliki visi dan prestasi yang luar biasa, siap bersaing dan memiliki jiwa (akhlak) Islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (siswi) di Madrasah Nurul Mun’im. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, pengumpulan data berupa observasi lapangan pada Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’im Paiton Probolinggo kemudian melakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait yaitu: Madrasah, Bagian Mata Pelajaran Madrasah dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun’ im Analisis guru dan literatur untuk memahami pengalaman dan perspektif pihak-pihak yang terlibat dalam proses transformasi. Analisis Data Peneliti melakukan analisis data menurut metode B. Miles dan A. Michael Huberman yang terbagi dalam tiga tahap yaitu: Yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan kualitas siswa antara lain: kegiatan drum corps, penyelenggaraan organisasi sekolah keagamaan dan kepedulian sosial.

Page 99 of 118 | Total Record : 1180