cover
Contact Name
Dinda Rakhma Fitriani
Contact Email
mediakom@gunadarma.ac.id
Phone
+622178881112 ext. 516
Journal Mail Official
mediakom@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25979841     EISSN : 2686469X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/mkm
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian di bidang komunikasi secara luas, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma
Articles 135 Documents
MERANGKUL INOVASI: MAKNA ADOPSI ARTIFICIAL INTELEGENCE DALAM PRAKTIK KEHUMASAN PROFESIONAL Herna, Herna; Wijaya, Widiastiana Vista
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2025.v9i1.14568

Abstract

The research aims to understand how the construction of Generation Z's social identity is formed through the process of intrapersonal communication when using ChatGPT as a medium of self-expression or virtual venting. The descriptive qualitative approach is an approach used in research with the constructivist paradigm.  This study explored the subjective experiences of six purposively selected Gen Z informants. The results of the study show that ChatGPT acts as a neutral reflective space for Generation Z. Generation Z interprets ChatGPT not just as a technological tool, but as a symbolic space that is safe, neutral, and supports self-reflection. The three main themes identified are: a safe space without judgment, privacy and control over personal information, and the free exploration of identity. Interaction with ChatGPT is a means of intrapersonal communication that helps Gen Z manage emotions, understand themselves, and form social identities authentically without social pressure. In this context, ChatGPT acts as a dialogue partner that supports emotional well-being and the search for self-meaning in the midst of the complexity of digital culture.
KONSTRUKSI IDENTITAS SOSIAL GENERASI Z MELALUI INTERAKSI DENGAN CHATGPT Salim, Salim; Rahmadiana, Rahmadiana; Zibran, Rifaldi; Fajriah, Nurul
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2025.v9i1.14458

Abstract

The research aims to understand how the construction of Generation Z's social identity is formed through the process of intrapersonal communication when using ChatGPT as a medium of self-expression or virtual venting. The descriptive qualitative approach is an approach used in research with the constructivist paradigm.  This study explored the subjective experiences of six purposively selected Gen Z informants. The results of the study show that ChatGPT acts as a neutral reflective space for Generation Z.   Generation Z interprets ChatGPT not just as a technological tool, but as a symbolic space that is safe, neutral, and supports self-reflection. The three main themes identified are: a safe space without judgment, privacy and control over personal information, and the free exploration of identity. Interaction with ChatGPT is a means of intrapersonal communication that helps Gen Z manage emotions, understand themselves, and form social identities authentically without social pressure. In this context, ChatGPT acts as a dialogue partner that supports emotional well-being and the search for self-meaning in the midst of the complexity of digital culture.
Front Matter Mediakom: Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 8 No 2, Desember 2024 Mediakom: Jurnal Ilmu Komunikasi, Editorial
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MODAL SIMBOLIS DAN KEKERASAN SIMBOLIK: KOMERSIALISASI ISLAMOPHOBIA OLEH AKUN INSTAGRAM @PERMADIAKTIVIS2 Rosadi, Didi; Swarnawati, Aminah; Sanjaya, Makroen
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2025.v9i1.13887

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of commercialization of Islamophobia carried out by the Instagram account @permadiaktivis2 using the symbolic capital and symbolic violence analysis approaches. Through qualitative and ethnographic methods, this study observes social interactions and cultural practices that develop around the account. Data were obtained through participant observation, in-depth interviews, and text analysis of the content, comments, and hashtags used. The research findings show that the @permadiaktivis2 account utilizes symbolic capital to build identity and authority among its followers and implements symbolic violence through symbols and narratives that demean Muslims. In addition, this account also posts provocative content to attract attention and increase interaction, which supports commercialization efforts through advertising, sponsorships, and Instagram's monetization features. This phenomenon exacerbates stereotypes and discrimination against Muslims and emphasizes the importance of creating an inclusive and hate-free social media environment. This study provides an understanding of how social media can be used to spread and commercialize Islamophobia, as well as its impact on public perceptions of Islam.
THRIFTING SEBAGAI REPRESENTASI GAYA HIDUP GENERASI Z: PERSPEKTIF INTERAKSI SIMBOLIK Sutanto, Vinnawaty; Setyowati, Irlisa; Rizka, Rizka; Hanifah, Hanifah
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2025.v9i1.15067

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait thrifting di sebagai representasi gaya hidup di kalangan Generasi Z. Latar belakang masalahnya adalah pergeseran perilaku konsumsi dari pembelian pakaian baru menuju pakaian bekas, yang didorong oleh keinginan untuk tampil unik, keterbatasan finansial, serta meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka teoritis Teori Interaksi Simbolik untuk memahami bagaimana individu memberikan makna pada thrifting dan bagaimana makna tersebut membentuk identitas sosial mereka. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan beberapa informan Generasi Z yang secara aktif melakukan thrifting., pedagang, dan juga melakukan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrifting bukan hanya kegiatan ekonomi, tetapi juga praktik sosial yang sarat makna. Pikiran (mind) para informan memaknai pakaian bekas sebagai "vintage," "unik," dan "berkualitas," yang bertolak belakang dengan citra produk fast fashion. Proses ini membentuk konsep diri (self) mereka sebagai individu yang kreatif, berhemat, dan peduli lingkungan. Lebih lanjut, masyarakat (society) dalam bentuk interaksi dengan teman dan media sosial memvalidasi dan memperkuat makna tersebut, menjadikannya bagian dari gaya hidup dan identitas sosial yang asli. Thrifting merupakan fenomena komunikasi yang kompleks, di mana individu secara aktif membangun makna dan identitas diri melalui simbol-simbol yang mereka temukan dan bagikan dalam interaksi sosial.
IMPLEMENTASI CONTENT CREATOR SANTRI DIFABEL DITINJAU MELALUI INTERPERSONAL RELATION ORIENTATION DAN SELF MOTIVATION Nuraeni, Yeni; Binastuti, Sugiharti; Sari, Diana; Harmadi, Ashur; Wulandari, Christiana
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2025.v9i1.14278

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi  santri difabel  dalam mewujudkan aspirasinya menjadi content creator difabel yang sepenuhnya didukung oleh pendidik, pengurus dan lingkungan sekitar pada pesantren Bimci. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan paradigma konstruktivis dengan hasil penelitian yang selaras dengan teori Fundamental Interpersonal Relations Orientations dan Motivasi Berprestasi (Need For achievement , Need for affiliation, Need for power). Inklusi tercermin dari upaya pendidik dan  pengurus  pesantren menciptakan lingkungan yang inklusif. Kontrol tercermin dalam tanggung jawab dan peran para santri. Afeksi tercermin pada pendekatan emosional, hubungan yang harmonis antara pendidik dan para santri difabel. Need For achievement, berbentuk Apresiasi, dukungan mental dan pengakuan. Need for affiliation berbentuk persahabatan, kekeluargaan, kehangatan lingkungan sekitar. Need for power berbentuk kepercayaan diri dalam memengaruhi khalayak media dan lingkungan sekitar agar tertarik dan mengakui keberadaan serta karya mereka dengan positif.
Front Matter Mediakom: Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 9 No 1, Juni 2025 Mediakom: Jurnal Ilmu Komunikasi, Editorial
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APAKAH ADIKSI INTERNET MEMPERBURUK KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI? STUDI META-ANALISIS Rahardjo, Wahyu; Mardianti, Mardianti
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.13460

Abstract

Keterampilan berkomunikasi menarik untuk dicermati dan diteliti mengingat irisannya terhadap disiplin ilmu psikologi dan ilmu komunikasi. Meskipun tidak terlalu banyak, namun beberapa riset terdahulu menemukan korelasi negatif diantara keduanya. Tujuan dari riset meta-analisis ini adalah mengukur dan memastikan secara empiris mengenai korelasi sesungguhnya dari relasi adiksi internet dan keterampilan berkomunikasi dengan mempertimbangkan effect size. Total sampel dalam penelitian ini adalah 12865 orang yang mayoritas berasal dari mahasiswa dengan latar belakang ilmu kesehatan. Studi yang layak yang digunakan dalam meta-analisis ini sebanyak 14 studi dari berbagai variasi negara. Temuan studi meta-analisis ini memperlihatkan bahwa adiksi internet berkorelasi secara negatif dengan keterampilan berkomunikasi dengan kekuatan korelasi di level lemah (r = -0.240; z = -3.774; p < .01; 95% CI [-0.364; -0.115]). Temuan lain memperlihatkan heterogenitas yang baik, sebaran skor yang dianggap simetris, serta tidak adanya bias publikasi. Temuan ini mengisyaratkan adanya variabel-variabel lain yang mungkin saja memiliki korelasi langsung lebih kuat terhadap keterampilan berkomunikasi, atau berposisi sebagai mediator atau moderator dalam mempengaruhi keterampilan berkomunikasi.
TREND PENELITIAN DIGITAL ADVERTISING AGENCY, ANALISIS BIBLIOMETRIK DENGAN VOSVIEWER Rivalda, Reza Zulfiqar; Junaedi, Fajar
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2025.v9i1.14635

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tren penelitian tentang digital advertising agency dalam literatur ilmiah global. Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometrik terhadap metadata publikasi yang diperoleh dari database Scopus selama periode 2019 hingga 2024. Data yang dianalisis mencakup 344 dokumen ilmiah yang kemudian diolah dengan perangkat lunak VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan kata kunci, distribusi jurnal, penulis, serta topik utama yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian bertema digital advertising agency mengalami perkembangan yang dinamis dengan puncak publikasi pada tahun 2024. Topik yang paling dominan adalah peran perusahaan dalam industri periklanan digital, yang tercermin dari kemunculan kata kunci “company” sebagai node terbesar dalam visualisasi bibliometrik. Selain itu, isu-isu terkait strategi industri, metode penelitian seperti survei dan analisis konten, serta aspek hubungan sosial dan teknologi juga menempati posisi penting. Visualisasi overlay menunjukkan munculnya topik-topik baru seperti framework, creativity, dan transformation sebagai arah tren penelitian masa depan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memetakan lanskap riset digital advertising agency dan dapat dijadikan pijakan untuk penelitian lanjutan dalam bidang komunikasi pemasaran digital.
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL PADA AKUN@TEMUKAMU.WHITEFOREST Winata, Aditya Kuspanca; Nasher, Ahmad
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.14859

Abstract

Banyaknya pengguna internet di Indonesia yang mencapai 215,63 juta orang serta dengan konten internet yang sering diakses merupakan media sosial maka melakukan pemasaran melalui internet tepatnya di media sosial merupakan hal yang sangat tepat. Seperti yang diterapkan oleh tempat usaha temukamu whiteforest yang ingin terus memperluas komunikasi pemasarannya dengan melalui media sosial instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Difusi inovasi yang diperkenalkan oleh Everett Rogers (1962) dan konsep intergrated marketing communication yang dikembangkan oleh Schrutz (1980an). Hasil yang Peneliti dapatkan dari wawancara dengan pihak temukamu whiteforest mengenai strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran telah menerapkan serta memenuhi lima karakteristik difusi inovasi yang digagas oleh Everett Rogers serta beberapa bentuk aktivitas intergrated marketing communication yang digagas oleh Schrutz, kelima bentuk yang digunakan tersebut yaitu advertising, sponsorship, public relation, personal selling, dan sales promotion. Terdapat satu bentuk yang tidak di gunakan yakni Sponsorship karena belum terlalu terfokus kearah tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran memiliki peran penting dalam menjalankan suatu bisnis yang dikomunikasikan melalui media sosial instagram.