cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 199 Documents
MITIGASI RESIKO PADA AKTIVITAS RANTAI PASOK PUPUK ORGANIK (Studi Kasus pada PT. Agro Subur Anugerah) Sihombing, Arthur; Dewi, Novia; Arifudin, Arifudin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1378

Abstract

Dalam aktivitas rantai pasok (supply chain) selalu berpotensi timbulnya resiko, sehingga manajemen resiko sangat dibutuhkan untuk menangani penyebab resiko. PT. Agro Subur Anugerah adalah salah satu produsen pupuk organik yang dalam aktivitas rantai pasoknya memiliki peluang timbulnya resiko. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis resiko, evaluasi resiko dan mitigasi resiko untuk menangani penyebab resiko yang timbul pada aktivitas rantai pasoknya. Pemetaan aktivitas supply chain pada penelitian ini menggunakan model SCOR (supply chain operation reference) yang terdiri dari plan, source, make, deliver dan return. Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model HOR (House of risk) yang terdiri dari 2 fase. Fase pertama, yaitu mengidentifikasi kejadian resiko (risk event) dan penyebab resiko (risk agent) yang kemudian dilakukan pengukuran tingkat severity dan occurance serta perhitungan nilai Aggregate Risk Priority (ARP) untuk menentukan prioritas penyebab resiko. Fase kedua, yaitu merancang aksi mitigasi dan menentukan prioritas aksi mitigasi.Dari hasil pemetaan aktivitas rantai pasok menggunakan model SCOR, teridentifikasi 25 risk event dan 22 risk agent. Hasil analisis HOR fase 1, didapatkan empat penyebab resiko (risk agent) prioritas untuk dilakukan aksi mitigasi, yaitu pasokan bahan bakar terganggu, terjadinya kerusakan mesin, penerapan kriteria supplier tidak akurat, dan pengecekan kualitas bahan baku yang tidak teliti. Terdapat enam aksi mitigasi yang dapat diterapkan untuk menangani risk agent prioritas pada aktivitas rantai pasok pupuk organik berdasarkan perhitungan pada HOR fase 2, yaitumelakukan stock opname secara berkala, melakukan maintenance secara berkala, menetapkan kriteria supplier, menerapkan quality control incoming, melakukan pengelolaan suku cadang, dan melakukan forecasting.
POTENSI BERANAK KEMBAR SETELAH MENDAPATKAN PERLAKUAN PAKAN DALAM USAHA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK: SAPI BALI SEBAGAI MODEL Fitriyah, Abyadul; Isyaturriyadhah, Isyaturriyadhah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v6i2.1269

Abstract

Daging sapi dan sapi bakalan yang masih diimport di Indonesia dalam jumlah besar, merupakan suatu keadaan yang kurang mendukung Program Swasembada Daging Sapi nasional, sehingga harus segera dicarikan solusi pemecahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pengaturan pakan dan perkawinan pada sapi Bali dapat meningkatkan potensi beranak kembar secara alami, sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi peternak. Dengan demikian metode ini dapat dimanfaatkan sebagai solusi meningkatkan produksi daging sapi untuk mendukung percepatan program pemerintah NTB yaitu Bumi Sejuta Sapi (NTB-BSS).         Penelitian dilakukan di Pulau Lombok di tiga (3) Kabupaten yaitu Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Barat dan Kab. Lombok Utara, mengamati performans produksi 20 ekor induk sapi Bali yang punya sejarah beranak kembar (BK); 20 ekor anak kembar sapi Bali (AK); 20 ekor induk sapi Bali beranak tunggal (BT) dan 20 ekor anak tunggal sapi Bali (AT) selama 6 bulan. Variabel yang diamati : Konsumsi pakan dan performan produksi induk sapi Bali dan performan produksi anak sapi Bali (bobott badan, kadar hormon FSH dan LH yang ada di dalam darah). Data yang diperoleh di analisis menggunakan t-test.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata konsumsi nutrien induk sapi Bali, tampak berada dibawah kisaran kebutuhan ternaknya, yaitu 9,2% kebutuhan protein kasar (PK) untuk BK dan 9,0% untuk BT; kebutuhan TDN baik BK maupun BT sekitar 55%, sedangkan pada kebutuhan berat kering (BK) yaitu 3,5% untuk BK dan 3,2% untuk BT.  Kejadian beranak kembar secara alami nyata (P0,01) menurunkan bobot badan BK dibandingkan BT yaitu rerata BB BK = (221,25±48,72) kg lebih rendah dibandingkan  BT = (223,05±57,31) kg, tetapi nyata (P0,01) meningkatkan kadar hormon (mlU/ml) FSH dan LH di dalam darah BK dibanding BT : (FSH = 0,46±0,08 vs 0,38±0,06 dan LH = 0,13±0,12vs0,12±0,09). Disimpulkan, beranak kembar meningkatkan efisiensi produktivitas sapi Bali induk dan meningkatkan pendapatan bagi peternak sapi sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat program swasembada daging.
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN DAN MANAJEMEN STRATEGIS PEMASARAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT DI KABUPATEN MUARO JAMBI Sophia, Sophia; Asaibani, Asaibani; Meiliani, Endang; Afriantoni, Afriantoni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i2.1214

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui karakteristik petani kelapa sawit, 2) Menganalisis efisiensi saluran pemasaran tandan buah segar kelapa sawit, 3) Menganalisis tingkat keuntungan pemasaran tandan buah segar kelapa sawit, dan 4) Mengetahui manajemen strategis pemasaran tandan buah segar kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi.Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Muaro Jambi dengan pertimbangan bahwa di daerah ini memiliki beragam bentuk saluran pemasaran dan lembaga pemasaran aktif yang memiliki manajemen dan fasilitasi pemasaran kelapa sawit dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data mengenai saluran pemasaran kelapa sawit. Metode analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur petaniyang memasarkan kelapa sawit adalah 49 tahun, rata-rata pendidikan petani adalah tamatan Sekolah Dasar (SD), rata-rata jumlah tanggungan keluarga sebanyak 4 orang, dan rata-rata pengalaman berusahatani selama 13 tahun. Pemasaran kelapa sawit di daerah penelitian dinyatakan sudah efesien dengan nilai efesiensi sebesar 8,46%. Keuntungan pemasaran yang diperoleh lembaga pemasaran dalam hal ini KUD sebesar Rp.34,13/kg. Unit usaha pemasaran kelapa sawit telah menerapkan manajemen strategis yang baik, mengutamakan keuntungan dan kesejahteraan anggota, membangun sistem informasi pemasaran yang transparan, dan memilih saluran pemasaran kelapa sawit yang tepat.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP IKAN SALAI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Firdaus Alam Budi; Novia Dewi; Yeni Kusumawaty
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v6i2.923

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap ikan salai di Kabupaten Kuantan Singingi. Masih rendahnya konsumsi ikan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi membuat stakeholder terkait harus mengupayakan peningkatan konsumsi ikan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan minat masyarakat terhadap produk olahan ikan yaitu ikan salai. Pemahaman mengenai persepsi konsumen terhadap ikan salai akan memberikan informasi penilaian-penilaian terhadap atribut yang melekat pada produk ikan salai yang akan menentukan pilihan konsumen terhadap ikan salai. Pemilihan tempat pada penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Pasar Tradisional Berbasis Modern Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai pasar pusat tradisional. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 100 responden. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis Multi Dimensional Scalling menggunakan program software IBM SPSS (Statistical Product and Service Solutions) Statistic 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap ikan salai di Kabupaten Kuantan Singingi berdasarkan penilaian konsumen terhadap atribut yang melekat pada ikan salai, untuk penilaian terbaik konsumen terhadap atribut rasa yaitu produk ikan baung salai, kemudian untuk atribut aroma yaitu produk ikan patin salai, selanjutnya atribut tekstur yaitu produk ikan patin salai, untuk atribut warna yaitu produk ikan patin salai, untuk atribut ukuran yaitu produk ikan patin salai, dan atribut tulang/duri yaitu produk ikan pantau salai. Penilaian konsumen terhadap atribut yang melekat pada produk-produk ikan salai, dapat dijadikan sebagai infromasi tambahan dalam melakukan pengembangan pemasaran ikan salai di Kabupaten Kuantan Singingi. Kata kunci : Persepsi Konsumen, Ikan Salai, Multi Dimensional Scalling ABSTRACT This study aims to determine consumer perceptions of smoked fish in Kuantan Singingi Regency. The low consumption of fish by the community in Kuantan Singingi Regency has forced relevant stakeholders to strive to increase fish consumption. One way is to increase public interest in processed fish products, namely smoked fish. An understanding of consumer perceptions of smoked catfish will provide information on the evaluations of the attributes attached to smoked fish products which will determine consumer choices for smoked fish. The choice of place in this study was carried out purposively, namely at the Teluk Kuantan Modern-Based Traditional Market, Kuantan Singingi Regency as the central traditional market. The sampling method in this study was purposive sampling, with the number of samples taken as many as 100 respondents. The data sources used in this study are primary data and secondary data. The data analysis method used in this study is Multi-Dimensional Scalling analysis using the IBM SPSS (Statistical Product and Service Solutions) Statistic 2 software program. The results showed that the consumer's perception of salai fish in Kuantan Singingi Regency was based on the consumer's assessment of the attributes attached to the salai fish, for the best consumer assessment of the taste attribute, namely the salted baung fish product, then for the aroma attribute, namely the salai catfish product, then the texture attribute namely smoked catfish products, for color attributes, namely smoked catfish products, for size attributes, namely smoked catfish products, and bone/thorn attributes, namely smoked catfish products. Consumer evaluation of the attributes attached to smoked fish products can be used as additional information in developing the marketing of smoked fish in Kuantan Singingi Regency. Keywords: Consumer Perception, Smoked Fish, Multi Dimensional Scalling
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI TERHADAPKINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MOJOKERTO Wasista, Yudha Eka; Yuliati, Nuriah; Widayanti, Sri
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto, mendeskripsikan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto, dan menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan penelitian kuantitatif. Metode pengolahan data dalam penelitian ini adalah dengan persamaan permodelan structural equation modeling (SEM). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif yang mengadopsi Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto secara umum berkompetensi tinggi yang terdiri dari 12 indikator sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 91/Permentan/OT.140/9/2013. Penyuluh Pertanian di Kabupaten Mojokerto secara umum mempunyai kinerja yang tinggi sesuai dengan pedoman Departemen Pertanian tahun 2009 yang terdiri dari 9 indikator. Kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto.
ANALISIS MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA II KEBUN TANJUNG GARBUS Sinaga, Tri Eva Maria; Saprida, Saprida; Siregar, Robert Tua; Syaifuddin, Syaifuddin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i2.1220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan kerja (SMK3) sehingga  dapat mengoptimalkan kinerja pegawai, dan faktor-faktor yang menghambat penerapan sistem keselamatan kerja (SMK3) di PT. Perkebunan Nusantara II Kebun Tanjung Garbus. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan analisis manajemen system keselamatan kerja (SMK3). Salah satu caranya yaitu dengan menerapkan alat pelindung diri maupun perlengkapan yang digunakan sesuai fungsinya guna untuk tercapainya keselamatan dan Kesehatan dalam bekerja. Penelitian ini telah dilaksanakan dibulan Mei 2023 – Juni 2023 di PT. Perkebunan Nusantara II Kebun Tanjung Garbus. Metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pertanyaan kuesioner, wawancara, data primer dan sekunder. Terdapat 4 tahap dalam menjawab kuesioner ini yaitu bagian ketersediaan alat, keselamatan kerja, Kesehatan kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan valid oleh pengujian data melalui program spss, sistem manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja (SMK3) di PT.Perkebunan Nusantara II Kebun Tanjung Garbus dinyatakan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.
KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA STUNTING DARI PENDEKATAN GSR DI KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN Gusriati, Gusriati; Murnita, Murnita; Febrianthy, Febrianthy; Sumarno, Wawan
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1379

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Standar WHO terkait prevalensi stanting harus kurang dari 20%. Penyebab stanting adalah malnutrisi dalam jangka panjang. Provinsi Sumatera Barat  merupakan salah satu Provinsi dengan  prevalensi stunting yang cukup  tinggi yaitu 25,2% pada tahun 2022 dan Kecamatan Batang Kapas merupakan wilayah dengan prevalensi stunting no 2 tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat.Pada tahun 2022 Kabupaten Pesisir Selatan prevalensi stantingnya 29,8%.   Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting dari pendekatan GSR dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting di Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini telah dilakukan pada Bulan Juni-Juli 2023. Metode dasar  penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga stunting, dengan jumlah 130 rumahtangga kasus stunting. Sampel diambil secara sensus. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 2020. Hasil penelitian  : Tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting termasuk kategori rumah tangga kurang sejahtera dengan nilai GSR 1,417. Faktor- faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kesejahteraan rumah tangga stunting  adalah  pengeluaran pangan, dan  pengeluaran non pangan dan yang  berpengaruh tidak signifikan yaitu  imunisasi anak, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat umur ibu, jumlah tanggungan kepala keluarga, dan pengetahuan gizi. Secara simultan yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan rumah tangga stunting adalah imunisasi anak, pengeluaran pangan, pengeluaran non pangan, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat umur ibu, jumlah tanggungan kepala keluarga, dan pengetahun gizi.
AKSELERASI PEMBERDAYAAN PEKARANGAN BERBASIS PRODUKSI PANGAN DAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN AGROWISATA KECAMATAN RUMBAI BARAT KOTA PEKANBARU Niken Nurwati; Mufti Mufti
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v6i2.919

Abstract

ABSTRAK Lahan pekarangan merupakan lahan yang berada di sekitar rumah tangga, biasanya memiliki hubungan kepemilikan dengan pemilik rumah. Di Kelurahan Agrowisata, terdiri dari 5 Rukun Warga (RW) berada dalam 17 Rukun Tetangga (RT). Dalam konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1). Mengetahui penggunaan lahan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru 2). Menghitung Produksi pangan dan pendapatan dari Pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru.3). Memetakan minat terhadap pemberdayaan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. 4). Mengetahui hambatan dalam pemberdayaan pekarangan Di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru Penelitian dilaksanakan dengan metode survey. Unit analisa dalam penelitian ini adalah rumahtangga. Penarikan sampel secara purposive pada RW terpilih. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian dapat disimpulkan :1). Sebagian besar rumah tangga sampel mengusahakan komoditi tanaman tahunan buah-buahan (79,17% ) dan tanaman industri (16,67%)) di lahan pekarangan. Hanya sebagian kecil rumah tangga sampel yang mengusahakan tanaman sayur. (2).Produksi dan pendapatan dari lahan pekarangn relatif rendah karena kurang intensifnya dalam pengelolaan pekarangan.(3).Minat rumah tangga sampel terhadap pemberdayaan pekarangan guna peningkatan produksi pangan rumah tangga serta peningkatan pendapatan cukup tinggi pada komoditi sayur (37,50%) dan tanaman pangan (16,67%), dengan potensi tenaga kerja keluarga sebesar 101 HKP/Tahun. (4).Hambatan dalam pemberdayaan pekaranagan guna peningkatan produksi pangan rumah tangga serta peningkatan pendapatan antar lain; kekurangan modal, dan lahan yang relatif sempit pada beberapa rumah tangga sampel. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, wawancara dan analisis data, maka disarankan untuk : 1. Diperlukan edukasi kepada masyarakat dan pendampingan dalam kegiatan pemberdayaan pekarangan. 2. Diperlukan pelatihan tentang pembuatan pupuk organik, dan budidaya pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan. 3. Diperlukan bantuan untuk peningkatan pemberdayaan pekarangan Kata Kunci : Pangan, Pekarangan, Pemberdayaan, Pendapatan ABSTRACT Yard land is land that is around the household, usually has an ownership relationship with the owner of the house. In the Agrotourism Village, there are 5 neighborhood associations (RW) within 17 neighborhood associations (RT). In the concept of Sustainable Food Homes (RPL). The purpose of this research is to: 1). Knowing the use of yard land in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City 2). Calculating food production and income from the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. 3). Mapping interest in the empowerment of the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. 4). Knowing the obstacles in empowering the yard in the Agrotourism Village, West Rumbai District, Pekanbaru City The research was carried out using a survey method. The unit of analysis in this study is the household. Purposive sampling in selected RWs. The data collected in this study includes primary data and secondary data. The results of the study can be concluded: 1). Most of the sample households cultivate annual fruit crops (79.17%) and industrial crops (16.67%) in their yards. Only a small number of sample households cultivate vegetables. (2). Production and income from yards is relatively low due to the lack of intensive management of yards. (3). Sample households' interest in empowering yards to increase household food production and increase income is quite high for vegetable commodities (37.50%) and food crops (16.67%), with a potential family workforce of 101 HKP/year. (4). Obstacles in empowering pekarangan to increase household food production and increase income among other things; lack of capital, and relatively narrow land in some sample households. Based on the results of field observations, interviews and data analysis, it is suggested that: 1. Community education and assistance are needed in the yard empowerment activities. 2. Training is needed on the manufacture of organic fertilizers and agricultural cultivation in accordance with the conditions of the land. 3. Assistance is needed to increase the empowerment of the yard Keywords: Food, Yard, Empowerment, Income
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN MASYARAKAT PESISIR SEKTOR PARIWISATA DI PANTAI NAMBO KOTA KENDARI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hasrudin, La Ode; Limi, Muhammad Aswar; Fyka, Samsul Alam
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i2.1290

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya pandemi Covid-19 pada sektor pariwisata. Kebijakan pemerintah mengenai penutupan kawasan objek wisata Pantai Nambo berdampak pada pendapatan masyarakat pesisir yang bekerja di Pantai Nambo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan masyarakat pesisir sektor pariwisata di pantai nambo Kota Kendari Selama Pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan analisis pendapatan, uji normalitas dan uji t berpasangan. Hasil penelitian diketahui bahwa pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap pendapatan masyarakat pesisir sektor pariwisata di Pantai Nambo dimana terdapat perbedaan pendapatan masyarakat pesisir yang signifikan sebelum dan pada saat pandemi Covid-19.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI KOPI BUBUK DI NAGARI KOTO TUO KECAMATAN SUNGAI TARAB KABUPATEN TANAH DATAR Syabena, Muhammad Farrel; Yonariza, Yonariza; Nofialdi, Nofialdi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i2.1215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan internal dan faktor lingkungan eksternal dan merumuskan strategi pengembangan usaha pengolahan kopi bubuk di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Metode data penelitian ini dianalisis secara kualitatitf  dan kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Berdasarkan hasil penelitian, perumusan strategi yang dihasilkan pada analisis SWOT adalah sebagai berikut : 1) memfasilitasi  dalam peningkatan produk dan memperluas pasar yang sudah ada 2) memberdayakan lembaga penunjang dengan melakukan kerja sama dengan dinas terkait dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dan melakukan pengolahan dengan teknologi yang lebih maju,3) meningkatkan keterampilan pengolah kopi dalam mengolah dan memproduksi kopi bubuk dengan menggunakan teknologi yang lebih modern, dan 4) memperluas pasar melalui kegiatan promosi untuk bisa bersaing. Sedangkan hasil analisis QSPM, yang menjadi strategi prioritas yaitu strategi kedua yakni memberdayakan lembaga penunjang dengan melakukan kerja sama dengan dinas terkait dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dan melakukan pengolahan dengan teknologi yang lebih maju dengan nilai TAS yaitu 6,2. Di samping itu, disarankan membentuk suatu lembaga penunjang yang dapat memfasilitasi pengadaan bahan baku dan mengelola produk hasil olahan kopi bubuk di Nagari Koto Tuo untuk pengembangan usaha serta dibutuhkan suatu teknologi yang tepat guna dan modern sehingga dapat meningkat hasil dan  kualitas dalam pengolahan kopi bubuk.