cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 199 Documents
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PETANI SAWIT TERHADAP JASA KOPERASI BANGUN SETIA DI KECAMATAN TABIR KABUPATEN MERANGIN Afrianto, Evo; Marini, Marini; Asminar, Asminar; Pitriani, Pitriani; Suryani, Lili
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan petani sawit terhadap penggunaan Jasa Koperasi Bangun Setia di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, dan untuk mengetahui pengaruh kepuasan petani sawit terhadap penggunaan jasa koperasi Bangun Setia di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin.Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 28 Agustus 2020 sampai dengan 2 September 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Koperasi Bangun Setia yang berjumlah 510 orang dengan sampel sebanyak 77 orang dari 15% jumlah populasi. menggunakan metode proporsional random sampling yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan cara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif yaitu skala likert dan mean, serta analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan petani sawit terhadap jasa Koperasi Bangun Setia di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin yang terdiri dari 4 variabel, yakni (1) tingkat kepuasan petani sawit terhadap penggunaan jasa koperasi Bangun Setia adalah tinggi. (2) variable Kualitas pelayanan (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani pada Koperasi Bangun Setia. (3) variabel Kepercayaan anggota (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan petani pada Koperasi Bangun Setia. (4) variabel harga penawaran (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan petani pada Koperasi Bangun Setia. diperoleh persamaan regresi Y = 18,97 + 0,02x1 + 0x2 + 0,55x3
KINERJA PENGRAJIN PELEPAH PISANG DENGAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) DI UD. BAROKAH TANI Pratiwi S, Aprilia Desi; Setiawan, Budi; Andriani, Dwi Retno
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1630

Abstract

UD. Barokah Tani merupakan salah satu home industry atau perusahaan di Desa Prambatan Kecamatan Balen, Bojonegoro yang bergerak dalam pengolahan batang pelepah pisang menjadi kerajinan.Mayoritas pengrajin di UD. Barokah Tani adalah petani yang menganggap kerajinan pisang hanya sebagai pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Hal ini mengganggu kinerja ranatai pasok yang berimbas pada keterlambatan pemenuhan pesanan oleh pengrajin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja rantai kerajinan pelepah pisang di UD. Barokah Tani. Responden dipilih menggunakan purposive sampling dan merupakan pengrajin di UD. Barokah Tani sejumlah 26 responden. Variabel dipilih dengan mengacu pada Supply Chain Operation Reference atau SCOR 12.0. Variabel output yang digunakan adalah pemenuhan pesanan, variabel input yang digunakan berupa biaya bahan baku, biaya pengiriman, biaya tenaga kerja, cash to cash dan lead time. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian kinerja rantai pasok diukur mengacu pada supply chain operation reference atau SCOR 12.0. Nilai rata – rata pemenuhan pemesanan adalah 119,68% sedangkan nilai tertingginya adalah 141,78%. Menurut hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengrajin yang kinerjanya paling baik adalah pengrajin sokran dengan nilai prosentase pemenuhan pemesanan sebesar 141,78%.
SALURAN PEMASARAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT DI KECAMATAN MARDINDING KABUPATEN KARO Br Singarimbun, Nadia Anastasya; Nasution, Suhela Putri
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1598

Abstract

Penelitian ini mengkaji saluran pemasaran kelapa sawit di Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, yang terdiri dari dua saluran pemasaran utama. Saluran I melibatkan petani, pedagang besar, dan pabrik kelapa sawit, sementara Saluran II melibatkan petani, agen (supplier), dan pabrik kelapa sawit. Dengan Harga Jual petani ke Pedagang Besar Sebesar Rp 1.930/Kg, sedangkan harga jual petani ke PKS melalui agen (supllier) sebesar Rp 1.950/Kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya margin pemasaran kelapa sawit (TBS) pada Saluran I sebesar Rp 280/Kg dan pada Saluran II sebesar Rp 20/Kg. Farmer’s Share pada Saluran I tercatat sebesar 87,3%, sedangkan pada Saluran II sebesar 99%. Efisiensi saluran pemasaran juga dianalisis, dengan Saluran I memiliki efisiensi sebesar 25,1% dan Saluran II sebesar 17,4%. Kedua saluran pemasaran tersebut dinilai efisien, namun Saluran II lebih efisien dibandingkan Saluran I karena nilai efisiensi yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Saluran II merupakan saluran pemasaran yang lebih efisien untuk kelapa sawit di Kecamatan Mardinding.
PERANAN MODEL PENTAHELIX DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI: STUDI KASUS PADA KAMPUNG TEMATIK MANGGIS, PAUH, KOTA PADANG Paloma, Cindy; Hariance, Rika; Putri, Afrianingsih; Raesi, Syahyana; Yusmarni, Yusmarni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1626

Abstract

Model Pentahelix menggabungkan lima sektor utama yaitu pemerintah, akademisi, bisnis (ekportir), petani manggis dan media, sebagai kerangka kerja kolaboratif untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi petani manggis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang berfokus pada metode Focus Group Discussion (FGD) dalam mengevaluasi model pentahelix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan eksportir sangat penting dalam menyediakan akses pasar global untuk petani, seperti wilayah Abu Dhabi, India, Singapura dan Malaysia, sehingga meningkatkan potensi pendapatan petani. Dukungan pemerintah melalui subsidi pupuk, penyuluhan pertanian, pengolahan hasil, dan penyediaan bibit merupakan peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian. Hasil panen manggis menyumbang 59 persen pendapatan petani manggis di masa panen, sehingga akses pasar dan pertanian yang baik berkontribusi pada ketahanan ekonomi petani manggis. Model pentahelix jika didukung oleh inisiatif pemerintah dan keterlibatan aktif eksportir, akan meningkatkan pendapatan petani dan keberlanjutan kesejahteraan petani. Akademisi juga memiliki peran penting sebagai fasilitator komunikasi antara kebutuhan petani dan program pemerintah. Rekomendasi kebijakan pada penelitian adalah mengintegrasikan aspek agroindustri pada komoditas manggis guna meningkatkan kesejahteraan petani.
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAYA SAING PADI DI KABUPATEN ROKAN HULU Pita Gumelinsi, Putri Maulia; Hadi, Fajar Restu; Rifai, Ahmad
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1524

Abstract

Salah satu program pembangunan pertanian yang strategis adalah swasembadaya pangan. Swasembada ini disebut swasembada beras karena beras bahan pangan utama dalam swasembada pangan. Padi merupakan tanaman pangan strategis untu terciptanya swasembada beras di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya saing beradasarkan keunggulan kompetitif, komperatif, dan sensitivitas pada usaha tani padi di Rokan Hulu. Metode yang digunakan dalam penentuan sample dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menujukan bahwa usaha tani padi di Kabupaten Rokan Hulu memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif Hasil analisis dengan menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) menunjukkan bahwa nilai rasio sumberdaya domestik atau Domestic Resource Cost (DRC) dalam usahatani padi di Kabupaten Rokan Hulu adalah 0.47. Artinya, untuk menghasilkan satu unit devisa (nilai tambah) dalam usahatani ini, hanya diperlukan sumber daya domestik sebesar 47,09 persen. Hasil analisis PCR dan DRC pada usahatani padi di atas menunjukkan bahwa nilai PCR 1 dan DRC 1, yang berarti usahatani padi di Kabupaten Rokan Hulu memiliki daya saing dalam konteks nilai finansial dan juga dalam konteks nilai ekonomis (internasional). Hal ini menandakan bahwa usahatani padi tersebut memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif.
MODEL PENGEMBANGAN PETERNAKAN RAKYAT TERINTEGRASI YANG RAMAH LINGKUNGAN MENUJU PETERNAKAN BERKELANJUTAN DI NUSA TENGGARA BARAT (KAJIAN EPISTEMOLOGI DENGAN PENDEKATAN SISTEM) Alimuddin, Alimuddin; Sarjan, M; Heryanto, Hery; Anton, Anton; Mukhlis, Alis; Murad, Murad; Arifin, Zainal; Fahrudin, Fahrudin; Abdullah, Sirajudin H.; Priyati, Asih; Amudin, Amudin; Ali, Muhamad
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1646

Abstract

Pertanian berkelanjutan merupakan tujuan dan fokus sistem pembangunan pertanian dewasa ini. Maraknya pembangunan di segala bidang menyisakan permasalahan besar terkait keberlanjutannya. Intervensi model pembangunan pertanian yang ramah lingkungan menjadi urgent untuk dilakukan shingga dapat membantu mewujudkan pembangunan yang yang berkelanjutan. Sektor peternakan memiliki peran penting dalam menyediakan pangan dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Hal ini dapat dilihat dari tingkat permintaan produk-produk peternakan seperti telur, daging dan susu yang terus meningkat etiap tahun sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk. Keseimbangan faktor peningkatan produksi dan penanganan limbah adalah suatu keharusan untuk keberlangsungan usaha peternakan. Sistem pembangunan pertanian yang masih mengandalkan bahan kimia sebagai salah satu komponen input usaha pertanian telah turut memberikan kontribusi dalam menurunkan produktivitas lahan dan kualitas kesuburan lahan, begitu juga dengan industri peternakan tanpa disertai pengolahan limbah yang memadai sehingga meninggalkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, alih fungsi lahan yang tinggi menyebabkan daya dukung lahan untuk pertanian dan peternakan menjadi rendah. Kondisi ini membuat semua pihak brada pada titik “khawatir” akan kecukupan pangan untuk penduduk dunia pada tahun 2050. Manurut United Nation (2023), jumlah penduduk dunia pada tahun 2050 sebesar 9.6 milyar, maka dunia harus menyediakan pangan 60% lebih banyak dari jumlah sekarang. Konsep integrasi peternakan-pertanian yang berkelanjutan menjadi yang bisa menjawab tuntutan ini sehingga menjadi sangat penting dalam setiap pelaksanaan pembangunan di semua bidang termasuk bidang peternakan. Peternakan yang berkelanjutan  harus memiliki 3 (tiga) pilar utama yakni ekonomi, sosial dan lingkungan. Integrasi sistem pertanian yang mengutamakan ke-3 pilar tersebut membantu arah pengelolaan peternakan rakyat menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tulisan ini berisi tentang kajian epistemology model integrasi usaha peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah di NTB.
ANALISIS TATA KELOLA BUMDES DI PROVINSI RIAU Aulia, Marcha Annisa; Rifai, Ahmad; Rosnita, Rosnita
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Good Corporate Governance (GCG) BUMDes di Provinsi Riau. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga dipilih 680 BUMDes dari 10 Kabupaten di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GCG dari yang tertinggi hingga terendah secara berurutan adalah transparansi, responsibilitas, independensi, kewajaran dan akuntabilitas. BUMDes di Kabupaten Bengkalis menempati nilai penerapan GCG tertinggi yang dikategorikan sangat baik, sedangkan BUMDes di Kabupaten Rokan Hilir menempati nilai penerapan GCG terendah yang dikategorikan baik. Untuk meningkatkan kategori penerapan GCG, BUMDes di Provinsi Riau khususnya BUMDes Kabupaten Rokan Hilir harus menerapkan lima prinsip GCG yang terdiri dari transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BENIH PADI UNGGUL BERSERTIFIKAT DI PROVINSI JAMBI Sophia, Sophia; Tukidi, Tukidi; Laksono, Bangun Joko
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1627

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan eksternal dan internal, untuk menganalisis posisi produk benih padi bersertifikat serta untuk menganalisis strategi pemasaran dan distribusi benih padi unggul bersertifikat di Balai Benih Induk Padi Provinsi Jambi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan konsep manajemen strategi pemasaran dan mengevaluasi perhitungan perubahan lingkungan internal dan eksternal, dimana data dan informasi yang terkumpul diolah dan di analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk analisis posisi produk benih padi bersertifikat menggunakan Matrik BCG. Selanjutnya untuk strategi pemasaran benih padi unggul bersertifikat menggunakan Analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi lingkungan internal Balai Benih Induk Provinsi Jambi, memiliki nilai kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kelemahan. Sedangkan kondisi lingkungan eksternal Balai Benih Induk Padi Provinsi Jambi memiliki nilai peluang yang lebih tinggi dari pada nilai ancaman. Ini berarti lingkungan internal dan eksternal Balai Benih Induk Padi Provinsi Jambi sudah efektif. Kemudian dilanjutkan dengan analisis posisi produk benih padi unggul bersertifikat di Balai Benih Induk Padi Provinsi Jambi pada matriks BCG berada pada kuadran “Cash Cow”. Untuk strategi pemasaran benih padi bersertifikat di Balai Benih Induk Padi Provinsi Jambi, posisi yang telah diketahui dalam matriks posisi SWOT. Strategi pemasaran dan distribusi benih padi unggul bersertifikat di Balai Benih Induk Padi Provinsi Jambi saat ini secara ekonomis telah efisien.
PARTISIPASI GENDER DITINJAU DARI KEGIATAN REPRODUKTIF (REPRODUCTIVE ROLES), KEGIATAN PRODUKTIF (PRODUCTIVE ROLES) DAN KEGIATAN SOSIAL (COMMUNITY ROLES) DALAM AGROINDUSTRI MIE SAGU DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Risnawati, Devi; Rosnita, Rosnita; Arifudin, Arifudin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi gender ditinjau dari kegiatan reproduktif  (reproductive roles), kegiatan produktif(productive roles) dan kegiatan sosial(community roles)dalam agroindustri mie sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakanteknik cluster sampling. Peneliti memilih Cluster Sampling adalah teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas. Penelitian ini diambil satu kecamatan di Kepulauan Meranti yang memiliki populasi pelaku usaha mie sagu terbanyak. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi gender yang dilakukan pada pelaku usaha agroindustri mie sagu ditemukan bahwa pada reproductive roles atau kegiatan rumah tangga sebagian besar dilakukan secara bersama-sama, dalam analisis curahan waktu kerja diketahui bahwa pada kegiatan ini lebih dominan dilakukan oleh istri dengan curahan waktu sebesar 52,95 persen/bulan sedangkan suami hanya 25,54 persen/bulan. Productive roles atau kegiatan agroindustri sebagian besar dilakukan oleh suami, dengan curahan waktu sebesar 57,50 persen/bulan, sedangkan istri hanya 33,08 persen/bulan. Community role atau kegiatan sosial lebih besar dilakukan suami dengan hasil curahan waktu pada kegiatan sosial sebesar 16,96 persen, sedangkan istri hanya 13,97 persen/bulan.
ANALISIS PEMBIAYAAN SERTIFIKASI INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL (ISPO) OLEH PEKEBUN KELAPA SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN PELALAWAN Hamidi, M. Rasyid; Hadi, Syaiful; Septya, Fanny
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya sertifikasi awal pada ISPO di Kabupaten Pelalawan, Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode survey dengan melakukan wawancara langsung kepada responden. Sampel usaha perkebunan pada penelitian ini adalah Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Pelalawan Siak. Sampel penelitian ini adalah Asosiasi pekebun swadaya kelapa sawit Pelalawan Siak dengan pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu usaha perkebunan kelapa sawit swadaya yang melakukan sertifikasi menggunakan Permentan Nomor 38 Tahun 2020. Sampel area representatif diambil dari dua Kecamatan tersebar pada tiga desa yang menjadi Sampel Location yaitu Desa Sekijang, Desa Simpang Beringin, untuk Kecamatan Bandar Sei Kijang dan Desa Kerinci Kiri untuk Kecamatan Kerinci Kanan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sertifikasi ISPO yang dikeluarkan Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Pelalawan Siak sebesar Rp. 1.607.712.000 sehingga didapatkan Rp. 5.055.698 per pekebun peserta ISPO, yang merupakan total dari biaya pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi awal.