cover
Contact Name
Wahyu Budi Sabtiawan
Contact Email
wahyusabtiawan@unesa.ac.id
Phone
+6281335090992
Journal Mail Official
jurnal.abdi@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya, Kampus Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 24605514     EISSN : 25026518     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/ja.v6n2
Jurnal ABDI – The ABDI Journal only accepts manuscripts which are based on community services. The journal was published by Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya. It is published periodically, twice a year, in June and January.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 426 Documents
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Alternatif Pengganti AB MIX Pada Perangkat Hidroponik Di SMA Kebangsaan Pondok Aren Yuni Astuti; Maryanti Setyaningsih; Suci Lestari; Devi Anugrah
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p6-11

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dari UHAMKA yang dilaksanakan pada tanggal  26 Januari dan 9 Februari  2019 di SMA Kebangsaan Pondok Aren, Tangerang Selatan ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi warga sekolah tersebut. SMA Kebangsaan merupakan sekolah menengah yang terdapat di Kota Tangerang Selatan yang dijadikan mitra. Sekolah ini dinilai cukup strategis sebagai sasaran kegiatan pengabdian ini karena letaknya dekat dengan pasar tradisional Ceger, dimana bahan dasar pembuatan POC berupa limbah sayur dan buah sangat melimpah. SMA Kebangsaan mempunyai instalasi hidroponik yang digunakan untuk pengaplikasian POC sebagai nutrisi alternatif pengganti AB-MIX. Tujuan pengabdian ini untuk memanfaatkan limbah pasar di sekitar lingkungan sekolah sebagai nutrisi alternatif pegganti AB MIX pada perangkat hidroponik. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan yang terdiri dari penyuluhan tentang konsep POC sebagai nutrisi alternatif penanaman secara hidroponik, praktik pembuatan POC,  dan latihan pengoperasian alat penunjang pembuatan POC, seperti pH meter, TDS/EC meter, dan timbangan digital. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah 98% peserta dapat mengolah limbah sayur dan buah menjadi POC.  Kegiatan pelatihan ini  memberikan kemudahan kepada guru dalam menerapkan proses pembuatan POC sebagai media pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi guru sebesar 85%. Kendala yang dihadapi adalah aroma asam yang menyengat dari POC yang mengganggu kenyamanan warga sekolah dan adanya belatung (larva lalat) pada POC yang membuat sebagian siswa merasa tidak nyaman untuk menggunakan POC pada instalasi hidroponik di sekolah.
SOSIALISASI PENGENDALIAN KERUSAKAN LAHAN AKIBAT PERTAMBANGAN RAKYAT DI KABUPATEN BANTUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Arifudin Idrus; Yuyun Prihatining Rahmah
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p12-17

Abstract

Kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan rakyat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sudah cukup mengkhawatirkan. Kerusakan lahan tersebut terutama diakibatkan oleh penambangan tanah liat pada sawah atau tegal produktif untuk pemenuhan bahan baku batu bata dan juga penambangan sirtu pada badan atau teras/bantaran sungai. Berlatarbelakang hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (PSLH UGM) menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup akibat kegiatan pertambangan rakyat yang dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Bantul. Metoda sosialisasi yaitu melalui Kegiatan Pendidikan Masyarakat berupa memberikan penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengendalian kerusakan lingkungan hidup untuk kehidupan yang lebih baik. Hasil kegiatan sosialisasi tersebut adalah pemahaman konsep-konsep penambangan yang baik dan benar (good mining practices), mulai dari tahap penyiapan lahan (pre-mining), tahap operasi penambangan dan tahap pasca penambangan. Pada tahap penyiapan lahan penambangan tanah liat misalnya harus mengamankan tanah pucuk (top soil), pada tahap menambangan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), meminimalisasi timbulnya berbagai dampak negatif terhadap aspek geofisik kimia biologi kesmas sosekbud yang berujung pada timbulnya konflik sosial, dan pada tahap pasca penambangan, lahan bekas tambang harus dilakukan penataan lahan (landforming), reklamasi dan revegetasi, serta direncanakan pemanfaatan lahan pasca tambangnya.
PKM KELOMPOK KERAJINAN BATIK DI KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN PROVINSI JAWA TIMUR yuliani, yuliani; Susanti, Susanti; Dewi, Sari Kusuma; Indah, Novita Kartika
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p%p

Abstract

Salah satu daerah penghasil batik di Pamekasan adalah kampung batik Pamekasan adalah dusun Banyumas desa Klampar kecamatan Proppo kabupaten Pamekasan. Di daerah ini terdapat  home industry kerajinan batik. Batik desa ini belum memiliki ciri khas produk batik kabupaten Pamekasan, dan produknya belum ada diversifikasi produk hanya berupa kain, selain itu  pewarna batik yang digunakan berpotensi untuk mencemari lingkungan. Tujuan PKM adalah 1) membuat desain batik bercorak khas potensi lokal Pamekasan dan membuat pewarna batik yang ramah lingkungan 2) melakukan diversifikasi produk batik sehingga produk unggulan  3) menata manajemen produksi baik pemasukan dan pengeluaran modal serta membantu pengelolaan pemasaran. Metode yang digunakan adalah   persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berbasis potensi lokal dan komprehensif.  Hasil PKM menunjukkan bahwa  1) desain batik Pamekasan yang dikembangkan berisikan motif kupu kupu dan jagung, dengan warna dominan coklat, kuning, gold, merah  dan hitam. 2) pengrajin batik memberikan respon positif sebesar 84,9 % terhadap motif batik yang dikembangkan dan untuk penjual batik sebesar 88 % dan menyatakan kalau motif yang dikembangkan bisa menjadi produk unggulan kabupaten Pamekasan. 3)respon  positif (82,3%) dari  pengrajin dan penjual batik pada pelatihan keuangan , 4) masyarakat sangat antusias terhadap pembekalan pewarnaan batik dan pemberian brosur untuk pemasaran.
PELATIHAN PEMASARAN ONLINE PADA PELAKU USAHA KERIPIK TEMPE DAN KERIPIK BUAH DESA SUKOREJO KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK Nurul Indawati; rosa prafitri juniarti; sista paramita; tias andarini indarwati
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p18-22

Abstract

UMKM Desa Sukorejo memiliki beberapa produk unggulan yang tergabung dalam BUMDes Podhojoyo Sukorejo. Banyaknya produk yang dihasilkan oleh UMKM setempat, mendorong masyarakat dan pengelola BUMDes Podhojoyo Sukorejo untuk belajar terkait pemasaran online. Kegiatan PKM ini berupaya memberikan pelatihan dan pendampingan pemasaran online dengan materi pelatihan mengenai konsep komunikasi pemasaran dan pengenalan aplikasi pendukung pemasaran online (Shopee). Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan serta monitoring evaluation agar proses pelaksanaan program PKM ini dapat berjalan sesuai rencana, memperoleh hasil sesuai harapan dan tuntas dilaksanakan. Hasil pelatihan pemasaran online menunjukan bahwa peserta menjadi lebih mengetahui besarnya peluang pasar melalui toko online. Selain itu, peserta juga lebih mengetahui proses memasarkan produk yang dimiliki pada toko online. Kata Kunci: pemasaran online, toko online, pelatihan dan pendampingan
PEMBUATAN MINUMAN EMPON-EMPON DAN WEDANG ALANG-ALANG BAGI IBU-IBU DESA MARENGAN LAOK, KECAMATAN KALIANGET, KABUPATEN SUMENEP Tukiran Tukiran; Suyatno Suyatno; Nurul Hidajati; Leny Yuanita
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p23-29

Abstract

Ibu-ibu warga Desa Marengan Laok, Kec. Kalianget, Sumenep diketahui bahwa mereka belum berpengalaman dalam membuat minuman kesehatan berbasis herbal dalam bentuk cair. Sementara itu bahan untuk membuatnya banyak ditanam di sekitar rumah warga atau dengan mudah dapat diperoleh di pasar terdekat. Banyaknya warung-warung makanan, toko, dan tempat penginapan yang berada di wilayah Desa Marengan Laok, Kec. Kalianget Sumenep ditambah lagi Sumenep sebagai kota wisata sangat mendukung penjualan produk minuman kesehatan berbasis herbal tersebut. Oleh karena itu, tim pelaksana mencoba memberikan kegiatan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga warga desa tersebut untuk meningkatkan keterampilannya dalam pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal yang hasilnya dapat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Pelatihan pembuatan berbagai minuman kesehatan berbasis herbal berbentuk cair yaitu sirup empon-empon dan wedang alang-alang yang siap dijual di warung dan toko jamu. Kegiatan PKM ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 dengan melibatkan 9 orang ibu rumah tangga desa Marengan Laok yang diawali dengan pemaparan materi pelatihan oleh Tim PKM, dilanjutkan dengan pendampingan praktek pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal, dan diakhiri dengan refleksi/umpan balik serta pemberian angket. Target kegiatan PKM ini adalah meningkatnya keterampilan ibu-ibu rumah tangga desa Marengan Laok dalam pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal. Adapun hasil angket dapat diketahui bahwa kegiatan PKM dinyatakan telah berjalan dengan baik dan peserta mampu memahami dan terampil dalam membuat minuman kesehatan berbasis herbal tersebut. Saran peserta antara lain lama waktu pelatihan hendaknya ditambah, frekuensi pelatihan hendaknya sesering mungkin, dan ragam minuman kesehatan berbasis herbal ditambah lagi.
Pelatihan Pengembangan Instrumen Penilaian KPS bagi Guru SMA Mapel Kimia di Kabupaten Sumenep Muchlis Muchlis; Rusly Hidayah
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p30-35

Abstract

Mata pelajaran kimia adalah salah satu dari mata pelajaran yang juga harus dilakukan penilaian. Namun yang sering dilakukan adalah penilaian produk dan sikap ilmiah. Sementara mata pelajaran kimia merupakan bagian dari sains, dan hakikat sains mencakup tiga hal yaitu 1) produk ilmiah, 2) proses ilmiah dan 3) sikap ilmiah (Mariana dan Praginda, 2009). Produk ilmiah dapat berupa konsep, prinsip, hukum dan teori. Proses ilmiah mencakup perumusan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, menganalisis data dan menyimpulkan. Keterampilan melaksanakan proses sains ini biasa dikenal dengan istilah keterampilan proses sains. Sikap ilmiah meliputi keteguhan hati, ketekunan, keingintahuan dan menyingkap rahasia alam.  Dengan demikian penilaian mata pelajaran kimia seharusnya tidak hanya produk dan sikap ilmiah, tetapi juga keterampilan proses sainsnya. Tujuan PKM ini adalah (1) mendeskripsikan pemahaman materi penilaian keterampilan proses sains peserta pelatihan, (2) mendeskripsikan kemampuan peserta pelatihan dalam mengembangkan instrumen penilaian keterampilan proses sains, dan (3) mendeskripsikan respon peserta pelatihan terhadap kegiatan pelatihan pengembangan instrumen penilaian keterampilan proses sains ini. Kegiatan pelatihan ini terdiri atas beberapa langkah: (1) Pembelajaran selama beberapa jam oleh tim PKM peserta pelatihan yaitu guru-guru Mapel Kimia SMA Kabupaten Sumenep dalam rangka  penyegaran materi penilaian keterampilan proses sains, (2) Tim PKM memberikan tes pemahaman peserta terhadap materi pengembangan instrumen penilaian KPS, (3) Tim PKM memberi tugas peserta untuk mengembangkan instrumen penilaian KPS, dan (4) Tim PKM memberikan angket kepada peserta untuk mendapatkan data respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan pengembangan instrumen penilaian KPS. Instrumen dalam kegiatan pelatihan ini meliputi (1) Tes tulis  untuk mengukur pemahaman peserta tentang penilaian keterampilan proses sains, (2) Lembar penilaian kemampuan peserta dalam mengembangkan instrumen penilaian KPS dan (3) Angket untuk mengukur respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan pengembangan instrumen penilaian keterampilan proses sains. Kesimpulan dari kegiatan PKM ini adalah 1) Pemahaman materi pengembangan instrumen penilaian KPS peserta pelatihan dinyatakan tuntas secara klasikal dengan ketuntasan 85,7%, 2) Ketujuh peserta pelatihan telah mengembangkan dengan baik instrumen penilaian KPS untuk satu topik pembahasan kelas X, XI dan XII mapel kimia, 3) Peserta memberikan respon secara baik terhadap pelatihan pengembangan instrumen penilaian KPS. Adapun saran untuk kegiatan PKM ini adalah 1) tugas pengembangan instrumen penilaian KPS terkait jumlah KPS-nya diperbanyak, 2) perlu pendampingan di kelas-kelas dalam rangka penerapan KPS dalam pembelajaran.
REVITALISASI KONSERVASI TOGA (Tanaman Obat Keluarga) UNTUK MEMBANGUN WISATA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI HIJAU Vega Candra Dinata; Dhita Ayu Permata Sari
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p36-43

Abstract

Kondisi alam Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto memiliki Landscape alam yang alami dan pernah menjadi wilayah unggulan Toga (Tanaman Obat Keluarga) hingga meraih juara Tingkat Nasional Tahun 2016. Kurangnya perhatian terhadap dukungan dari pihak-pihak terkait program pelestarian Toga menjadi terabaikan. Sementara itu, budidaya tanaman obatan-obatan mempunyai prospek yang menjanjikan untuk dapat meningkatan perekonomian masyarakat. Tanaman obat telah dibudidayakan oleh masyarakat Desa Kebontunggul, terutama jenis yang masih langka. Seiring dengan program Desa Kebontunggul untuk memaksimalkan potensi alam sebagai desa wisata alam, maka konservasi Toga sangatlah tepat untuk meningkatkan pencitraan publik sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat (perekonomian hijau). Prospek wilayah desa Kebontunggul ke depan akan dikembangkan menjadi wahana edukasi untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, stakeholder, mahasiswa, dan pengelola Wisata Lembah Bencirang. Hasil kegiatan ini adalah terwujudnya konservasi toga yang dilengkapi dengan katalog berbagai toga di Wisata Lembah Bencirang. Saran untuk pengembangan konservasi toga sebagai wujud wisata edukasi adalah mengembangkan rencana bisnis untuk mempromosikan konservasi toga dan produk-produk toga yang dapat dijual. Warga merespons positif terhadap kegiatan ini yang terlihat dari 92% warga mendukung, 97% warga memahami tema kegiatan, 100% warga merasakan kebermanfaatan kegiatan dan berharap kegiatan ini dilanjutkan di tahun berikutnya.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PIDATO UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY BERBICARA DI MUKA UMUM, PONDOK PESANTREN AL-FALAH, DESA MOJO, KECAMATAN PLOSO KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR Najlatun Naqiyah; Muhammad Farid Ilhamudin; Mutimmatul Faidah; Sjafiatul Mardliyah; M. Turhan Yani
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p44-49

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi beberapa permasalahan utama yang dialami oleh pondok pesantren, yakni meningkatkan self-efficacy berbicara di muka umum pada santri. Santri kurang bisa memanagemen latihan pidato yang sesuai dengan kondisi sekarang dan berkelanjutan. Sebagian besar santri merasa kurang percaya diri tampil berbicara di muka umum. Sedangkan harapan orang tua kepada anak-anaknya ialah menginginkan mereka menjadi pemimpin dan ahli dakwah ketika kembali ke daerah masing-masing. Permasalahan tersebut yang dialami oleh Pondok Pesantren mitra œAl-Falah, Kecamatan Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Untuk mencapai tujuan program PKM ini perlu dilakukan managemen latihan pidato bagi santri yang dilakukan setiap minggu. Serta adanya buku ajar keterampilan berbicara di muka umum sebagai pedoman saat latihan pidato. Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan antara bulan Juni hingga November 2019. Berdasarkan data hasil pre-test dan post-test yang diberikan oleh Tim PKM kepada peserta pelatihan pidato kemampuan santri pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri ketika berbicara di depan umum mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan niali rata-rata saat pre-test sebesar 68,55 sedangkan nilai rata- rata post-test sebesar 73,075. Serta Dari hasil pelaksanaan PKM nampak santri antusias dalam mengikuti pelatihan pidato dan terdapat beberapa masukan terkait kegiatan selanjutnya.
PENGUATAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA GURU-GURU PPKn DI MGMP MAGETAN Oksiana Jatiningsih; Siti Maizul Habibah; Agus Satmoko Adi; Totok Suyanto; Warsono Warsono
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p50-59

Abstract

Logical thinking is a way of thinking that leads a person to be able to make correct statements and decisions based on logic and rationale. This skill is indispensable in communicating and writing scientific papers. Based on preliminary observations made, this is one of the obstacles experienced by PPKn teachers in Magetan in scientific writing. Therefore, through this logical thinking exercise, efforts were made to strengthen the logical thinking skills of teachers who are members of the MGMP PPKn Magetan. In accordance with that, the purpose of this service activity is to increase teacher understanding of the rules of logical thinking and increase the ability of teachers to think logically in the context of scientific writing. The activity which was attended by 25 PPKn teachers was carried out at SMA Negeri 1 Magetan, with stages: revealing fallacy in thinking through exercises, discussions about logical thinking fallacies, strengthening logical thinking rules, and logic-based writing exercises. This service activity has been successful in improving the basics of the teacher's ability to think logically. The teacher better understands that in writing, careful thinking logic is needed, the ability to compose simple logical writing also increases, but to be able to write scientifically that can be published, further training and assistance is needed.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BAGI MASYARAKAT DESA TLUTUP, KECAMATAN TRANGKIL, KABUPATEN PATI Sri Murtini; Agus Sutedjo; Ketut Prasetyo; Murtedjo Murtedjo
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p60-66

Abstract

Sampah merupakan masalah klasik di masyarakat, termasuk di Desa Tlutup. Pengolahan sampah yang benar dapat membantu menjaga lingkungan dan memberi manfaat ekonomi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang proses mengolah sampah organik menjadi kompos dan mengetahui respon masyarakat terhadap kegiatan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Kelompok sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, karang taruna, dan perangkat desa yang berjumlah 50 warga. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 14 Juli 2019 di Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Pelatihan menggunakan komposisi 30% berupa pengenalan dan teori, serta 70% berupa praktek dan pemberian tugas. Teknik dan instrumen yang digunakan, yaitu pretest dan postest, angket dan observasi. Aspek yang dinilai meliputi proses dan hasil. Sedangkan kriteria keberhasilan, bila minimal 75% peserta memahami dengan baik dan minimal 75% peserta memberi respon positif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memahami dengan baik tentang materi kegiatan. Disamping itu, hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tlutup memberikan respon yang positif terhadap pelatihan. Bagi masyarakat yang sudah memahami diharapkan membantu memahamkan masyarakat yang belum paham. Disamping itu, bagi pemerintah desa harus mendukung program seperti mendanai pembelian peralatan dan mengkoordinir pengepulan sampah anorganik.