cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 2,483 Documents
Karakteristik Soal Literasi Sains Programme for International Student Assesment (PISA) Tahun 2015 Syahrial Ayub; Joni Rokhmat; Agus Ramdani; Aliefman Hakim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1039

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan karakteristik dengan menganalisis soal literasi sains PISA 2015. Metode yang diterapkan dengan memaparkan soal literasi sains PISA 2015 yang pokok bahasannya adalah soal literasi sains PISA 2015. Ciri-ciri yang dapat diturunkan dari soal literasi sains PISA: Literasi sains PISA 2015 meliputi kualitas lingkungan, global atau bahaya lokal, batas, kesehatan dan penyakit, dan sumber daya alam, serta pemecahan masalah kolaboratif dan fenomena ilmiah di alam. dan lingkungan. untuk lingkungan. Soal literasi sains PISA 2015 berbasis komputer dan terdiri dari kombinasi format soal pilihan ganda dan pilihan ganda lainnya serta deskripsi terstruktur.
Pengaruh Permainan Puzzle Terhadap Perkembangan Kognitif, Motorik Halus dan Sosial Emosional Pada Anak Kelompok B di TK Aisyiyah Labuhan Haji Gea Fawita Akbar; I Wayan Karta; I Made Suwasa Astawa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1042

Abstract

Pendidikan  anak usia dini dilakukan untuk pembinaan kepada anak dengan memberikan rangsangan pendidikan sejak awal untuk membantu memaksimalkan pertumbuhan dan pekembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh permainan puzzle terhadap perkembangan kognitif, motorik halus dan sosial emosional pada anak kelompok B di TK Aisyiyah Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji, sampel yang digunakan berjumlah 34 anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu eksperimen dengan bentuk group pretest–posttest design. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji t-test dengan taraf signifikan 5%. Adapun hasil nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan data pre-test dan post-test terhadap perkembagan kognitif, motorik halus dan sosial emosional. Nilai t pada perkembagan kognitif thitung sebesar 32,171, motorik halus thitung sebesar 19,933 dan sosial emosional thitung sebesar 20,613 sedangkan ttabel dengan nilai df 33 yaitu sebesar 2,042. Dengan demikian nilai thitung > ttabel maka dapat disimpulkan ada pengaruh permainan puzzle terhadap perkembangan kognitif, motorik halus dan sosial emosional pada anak kelompok B di TK Aisyiyah Labuhan Haji.
Impelementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Inpres Palama Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2022/2023 M. Ahwan; Muhammad Makki; Heri Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1044

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah proses penyempurnaan diri yang dilakukan oleh manusia secara terus-menerus, karena pada dasarnya manusia memiliki kekurangan dan keterbatasan dalam hal ilmu pengetahuan maupun karakter diri manusia. Melalui proses pendidikan, manusia dapat memiliki bekal untuk membentuk karakter positif dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Inpres Palama Kabupaten Bima Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik. Adapun objek dari penelitian ini adalah situasi implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Inpres Palama dilaksanakan dengan cara (1) Pengembangan kurikulum sekolah meliputi program pengembangan diri, pengintegrasian dalam mata pelajaran, dan budaya sekolah. Program pengembangan diri meliputi kegiatan rutin piket dan Sabtu Kerja Bakti, kegiatan spontan, keteladan, dan pengkondisian sekolah. Pengintegrasian diupayakan dalam semua mata pelajaran. Budaya sekolah melalui tamanisasi, fasilitas, motivasi kepada peserta didik, dan pengembangan karakter peduli lingkungan, kepedulian, dan tanggungjawab. (2) Pengembangan proses pembelajaran kelas dengan praktek dan pengamatan langsung, sekolah dengan pengarahan, dan tidak ada kegiatan luar sekolah yang dilaksanakan. (3) Pengembangan kesehatan sekolah meliputi pemeliharaan ruang dan bangunan, pencahayaan dan ventilasi udara ruang kelas yang memadai, pengelolaan fasilitas sanitasi, pengelolaan kantin, pencegahan lingkungan dari jentik nyamuk, larangan dan penyuluhan bahaya rokok, dan sanitasi dengan poster serta himbauan/ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya.
Kesiapan Guru dalam Melaksanakan Kegiatan Literasi dan Numerasi di SDN 1 Selebung Nunung Oktafiani; A. Hari Witono; Ida Ermiana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1049

Abstract

Kesiapan guru terhadap proses belajar mengajar  merupakan hal mendasar yang dapat mempengaruhi kemampuan peserta didik. Kemampuan tersebut diantaranya kemampuan literasi dan numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan  guru dalam melaksanakan Literasi dan Numerasi pada program Semua Anak Cerdas (SAC) di SDN 1 Selebung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam melaksanakan perencanaan, pelaksanaan pembelajaran pada komponen modul literasi dan numerasi terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan utama yaitu menginovasi cara mengajar serta meningkatkan level kemampuan literasi dan numerasi. Peningkatan level kemampuan literasi siswa pada level pemula ditunjukkan dengan adanya peningkatan ke level huruf, berdasarkan data awal terdapat 45 siswa kemudian berkurang menjadi 26 siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 42% dari siswa mengalami peningkatan. Sedangkan kelompok belajar numerasi pada level 4 mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan kemampuan siswa dalam mengoperasikan bilangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru dalam melaksanakan program literasi dan numerasi di SDN 1 Selebung cukup baik sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Pengembangan Kegiatan Finger Painting Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Raudhatul Jannah Tahun Ajaran 2022 Qiqi Quranni; Nurhasanah Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Ika Rachmayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kegiatan finger painting yang tepat dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek dalam penelitian ini menggunakan anak kelompok A RA Raudhatul Jannah yang terdiri dari 16 anak. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi dengan tekhnik analisis kualitatif deskriptif.. Hasil penelitian ini adalah kegiatan finger painting dengan penerapan menggunakan tahapan  persiapan yaitu menyiapkan alat dan bahan, menyampaikan cara bermain kegiatan finger painting, pelaksanaan yaitu Anak mengambil kertas yang berisi gambar sesuai tema, Anak mewarnai gambar yang ada dengan bubur warna, penutup yaitu Guru dan anak mendiskusikan kegiatan yang sudah dilakukan, Guru dan anak menyanyikan lagu bersama- sama.  Hal ini melalui tahap pengembangan I kemampuan motorik halus anak mencapai rata-rata 44,5% dan berada pada kategori mulai berkembang, sedangkan pada tahap pengembangan II mulai mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 70,7% dan berada pada kategori berkembang sesuai harapan, dan pada pengembangan III meningkat secara optimal dengan nilai rata-rata presentase 91% dan berada pada kategori berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan finger painting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di RA Raudhatul Jannah tahun Ajaran 2022.
Pengembangan Kegiatan Meronce Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Mekar Sari Kota Mataram Nuraya Nuraya; Nurhasanah Nurhasanah; I Nyoman Suarta; I Made Suwasa Astawa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Mekar Sari Kota Mataram dan cara memainkan kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan subjek 5 anak di kelompok A. Metode pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kegiatan meronce yang terdiri dari bahan alam yaitu daun mangga dan bahan buatan yaitu manik-manik dan potongan sedotan dengan penerepan menggunakan tahapan persiapan yaitu menyiapkan alat dan bahan, mengkondisikan anak sebelum kegiatan dimulai, kesepakatan kegiatanan main; penerapan yaitu anak mengambil manik-manik dengan tangan kanan menggunakan dua jari dan memasukan tali ke lubang manik-manik dan merapatkan; penutup yaitu merapikan alat kegiatan meronce,  menanyakan perasaan selama kegiatan. Hal ini melalui tahap pengembangan I kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak mencapai presentase nilai akhir 60,5% dengan kategori mulai berkembang (MB), pada tahap pengembangan II kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus meningkat menjadi 77% dengan kategori berkembang sesuai harapan (BSH), dan tahap pengembangan III kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus mencapai 92% dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Dengan  demikian  dapat  disimpulkan  bahwa  pengembangan  kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Mekar Sari Kota Mataram dan kegiatan meronce dapat digunakan sebagai alat stimulasi dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak.
Aplikasi Konsep Gelombang dalam Menentukan Struktur Bawah Permukaan Persawahan Sembalun Bumbung bagi Mahasiswa Calon Guru Syahrial Ayub; Muhammad Zuhdi; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan aplikatif konsep gelombang pada mahasiswa calon guru dalam menentukan struktur bawah permukaan persawahan Sembalun Bumbung. Dalam penelitian ini, geophone digunakan untuk menangkap gelombang seismik yang memancar dari bawah permukaan bumi. Gelombang yang ditangkap oleh geophone diubah menjadi data seismik yang dapat dibaca oleh seismograf. Data seismik yang terbaca oleh seismograf sudah tersimpan di unit utama PASI 16S24-P sebagai data digital.  Struktur bawah tanah yang teridentifikasi berdasarkan hasil analisis data seismik di sawah Sembalu Bumbung adalah: a) Penerapan konsep gelombang adalah menentukan struktur permukaan bumi menggunakan gelombang seismik yang dibiaskan, b) Terdapat 2 lapisan dengan ketebalan 1,8 meter dan 8,2 meter, c) Lapisan pertama merupakan lapisan tanah dan lapisan kedua lapisan pasir halus kering yang permeabel terhadap air, dan d) metode yang dapat digunakan dalam menerapkan pembelajaran aplikatif adalah kuliah lapangan, serta respon mahasiswa terhadap kuliah lapangan matakuliah pengantar geologi dan geofisika sangat baik.
Analisis Kemampuan Literasi Sains Biologi Peserta Didik SMA Kelas X di SMAN 1 Kuripan Fitria Rahmadani; Dadi Setiadi; M. Yamin; Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1059

Abstract

Kemampuan literasi sains merupakan salah satu dari 16 keterampilan yang harus dimiliki seseorang di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains biologi peserta didik kelas X di SMAN 1 Kuripan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dipilih menggunakan metode sampling non-probabilitas dengan jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes literasi sains biologi dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kemampuan literasi sains biologi peserta didik di SMAN 1 Kuripan pada kategori sedang sebanyak 34%, dan kategori rendah sebanyak 66%. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan literasi sains biologi peserta didik adalah kegiatan pembelajaran yang digunakan masih kurang dalam melatih peserta didik untuk meningkatkan kemampuan literasi sains biologi. Berdasarkan hasil data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains biologi peserta didik kelas X SMAN 1 Kuripan secara keseluruhan dalam kategori rendah.
Analisis Kemampuan Literasi Sains (KLS) Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Sains Fitri Puji Astria; K. Sri Kusuma Wardani; Nurwahidah Nurwahidah; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1064

Abstract

Kemampuan Literasi Sains (KLS) merupakan salah satu kompetensi yang dipriotitaskan dalam pembelajaran abad ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan KLS siswa Sekolah Dasar (SD) kelas V pada pembelajaran Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN 21 Ampenan dengan jumlah responden 31 siswa. Data KLS di kumpulkan menggunakan instrument tes literasi sains dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berupa presentase dan penjelasan secara kualitatif. KLS  siswa SDN 21 Ampenan yang dianalisis terdiri dari tiga katagori diantaranya: katagori tinggi, katagor sedang dan katagori rendah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat KLS siswa SDN 21 Ampenen secara keseluruhan berada pada katagori  rendah dengan persentase sebesar 45,16 %, selanjutnya katagori sedang sebesar 35,48 % dan presentase terendah pada katagori tinggi hanya 19,35 %.  Adapun hasil analisis tiap indikator di peroleh rata-rata kemampuan literasi sains pada indikator kemampuan menjelaskan fakta ilmiah berada pada kategori sedang, indicator kemampuan merancang dan mengevaluasi percobaan ilmiah berada pada kategori rendah dan terakhir  indikator kemampuan menafsirkan data dan bukti ilmiah berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan rata-rata tingkat KLS Siswa kelas V SDN 21 Ampenan berada pada kategori sedang.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Pujut Baiq Lili Kartin Aprilia; Jamaluddin Jamaluddin; Tri Ayu Lestari; Baiq Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1065

Abstract

Gaya belajar berkaitan dengan cara siswa dalam memperoleh informasi saat proses pembelajaran, terdiri dari gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Siswa yang mengenali gaya belajarnya akan meningkatkan hasil belajar. Setiap siswa memiliki kecenderungan pada salah satu gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kecenderungan gaya belajar siswa dan 2) Mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMAN 1 Pujut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaitf. Data penelitian diperoleh menggunakan angket tertutup untuk variabel gaya belajar dan soal tes untuk variabel hasil belajar. Subjek penelitian sebanyak 152 responden terdiri dari 93 siswa kelas X dan 59 siswa kelas XI MIPA yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan siswa di SMAN 1 Pujut cenderung memiliki gaya belajar auditorial sebanyak 83 siswa dari 152 siswa dengan persentase 55%. Sebagian besar siswa memiliki gaya belajar visual dengan kategori tinggi (53%), gaya belajar auditorial dengan kategori cukup tinggi (60%) dan gaya belajar kinestetik berada dengan kategori cukup tinggi (61%). Hasil belajar kognitif biologi sebagian besar siswa berada pada kategori cukup tinggi yaitu dicapai oleh 109 siswa dengan persentase 72%. Hasil analisis data diperoleh nilai F regresi = 5.183, R² = 0.095 dan p = 0.002. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMAN 1 Pujut secara bersama-sama. Gaya belajar memberikan kontribusi sebesar 9,5% terhadap hasil belajar siswa.