cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 2,483 Documents
Kerangka Kerja TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam Perspektif Filsafat Ilmu Untuk Menyongsong Pendidikan Masa Depan Rindu Rahmatiah; Muhammad Sarjan; Agus Muliadi; Asrorul Azizi; Hamidi Hamidi; Iswari Fauzi; Muhammad Yamin; Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Bakhtiar Ardiansyah; Mulia Rasyidi; Sudirman Sudirman; Yusran Khery
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.1069

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak besar pada pembelajaran abad 21. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, guru perlu menguasai teknologi agar dapat memanfaatkannya sebagai alat penunjang kegiatan pembelajaran. Istilah PCK (Pedagogical Content Knowledge) berkembang menjadi TPCK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dengan tambahan “T” yaitu teknologi. Artikel ini membahas tentang "Kerangka Kerja TPACK dalam Perspektif Filosofis Pendidikan untuk Menyongsong Pendidikan Masa Depan ". Dari perspektif ontologi, kesadaran guru dan siswa akan meningkat melalui interaksi dalam proses pengajaran menggunakan IT dalam proses pembelajaran untuk membangun Indonesia maju dengan sumber daya manusia yang unggul. Dari perspektif epistemologis, kerangka kerja TPACK dapat menjadi referensi yang produktif untuk mempertimbangkan bagaimana guru dapat mengintegrasikan teknologi instruksional ke dalam kelas. Dari sudut pandang aksiologis, seorang guru yang berpengalaman harus mampu menciptakan hubungan kreatif antara apa yang dipelajari (konten), apa yang diajarkan (pedagogi) dan alat yang tepat (teknologi). Untuk melengkapi gagasan TPACK yang sangat baik dari Mishra dan Koehler (2006), guru membutuhkan moral yang baik sebagai panutan bagi siswa. Akronim TPACK dapat dirumuskan kembali sebagai "teknologi, pedagogi, akhlak (moralitas), konten, dan pengetahuan".
Pengembangan LKPD Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas X Linda Apriliani; Agus Ramdani; Syamsul Bahri; Mahrus Mahrus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.1071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar biologi peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti langkah pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Proses pengembangan LKPD berbasis inkuiri terbimbing terdiri dari 3 tahap berupa uji ahli, validitas empiris, dan uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilaksanakan menggunakan penelitian quasi experiment yaitu dengan pretest postest nonequivalent control group design. Subjek uji coba terbatas adalah semua peserta didik kelas X SMAN 1 Praya Barat tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga terpilih kelas X4 menjadi kelas eksperimen dan kelas X1 menjadi kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian ialah lembar validasi, perangkat pembelajaran, angket keterampilan proses sains, dan tes hasil belajar kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan sangat layak dengan perolehan skor rata-rata 3,46. LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan perolehan skor rata-rata N-Gain 0,77 dan efektif meningkatkan hasil belajar dengan perolehan skor rata-rata N-Gain 0,79.
Kecenderungan Riset Dosen Terhadap Isu Strategis Nasional: Menuju Pengembangan Pencapaian Visi FKIP Universitas Mataram Tahun 2025 Nuriadi Nuriadi; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.1073

Abstract

Guna mewujudkan visi FKIP Universitas Mataram: Menjadi LPTK berkualitas dan berdaya saing internasional berbasis riset tahun 2025, diperlukan pengembangan riset yang mendukung pembelajaran berkualitas dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Isu-isu strategis nasional hendaknya menjadi bahan perhatian dosen dalam topik penelitiannya. Jika dikaitkan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat isu strategis yang dapat dijadikan topik penelitian, yaitu tentang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang dapat dipotret dari banyak sudat pandang sesuai bidang keilmuan dosen di lingkungan FKIP Universitas Mataram. Selama ini pengembangan riset di FKIP Universitas Mataram sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah judul yang diterima di hibah kompetitif internal (PNBP) Universitas Mataram. Namun, selama ini juga belum ada catatan ataupun rekaman mengenai kecenderungan riset dosen terhahadap isu-isu strategis nasional. Padahal, hasil dari penelitian tersebut dapat menjadi bahan perbaikan kualitas pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun pencapaian visi lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kecenderungan riset dosen terhahadap isu-isu strategis nasional pada penelitian dua tahun terakhir yang hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan lembaga sebagai dasar pengambilan kebijakan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Alur penelitian melalui tahap pra lapangan, lapangan dan pasca lapangan. Lokasi penelitian di FKIP Universitas Mataram. Sumber data primer yaitu dosen pada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mengajukan penelitian PNBP tahun 2020 dan 2021 yang tersebar di empat jurusan, yaitu Jurusan Ilmu Pendidikan, Jurusan MIPA, Jurusan Bahasa dan Seni serta Jurusan IPS. Sumber data sekunder yaitu laporan dan artikel hasil penelitian PNBP tahun 2020 dan 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, display data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dosen FKIP Universitas Mataram tahun 2020 dan 2021 sudah melaksanakan penelitian berdasarkan bidang penelitian yang sudah ditetapkan oleh universitas. Terjadi peningkatan jumlah kesesuaian penelitian dosen FKIP Universitas Mataram dengan bidang Pendidikan, social, ekonomi, hukum dan humaniora antara tahun 2020 (94,32%) dan 2021 (98,25%). Sub topik di dalam bidang Pendidikan, social, ekonomi, hukum dan humaniora masih terlalu sempit sehingga dosen kesulitan dalam menyesuaikan dengan sub topik tersebut. Tidak ada dosen FKIP Universitas Mataram yang meneliti pada bidang ekonomi dan hukum pada tahun 2020 dan 2021, meskipun ada program studi yang bersinggungan. Terdapat dosen FKIP Universitas Mataram yang meneliti di luar bidang Pendidikan, social, ekonomi, hukum dan humaniora, baik di tahun 2020 maupun 2021.
Exploring the Learning Design on Learning Management System for Online Learning: A Case Study in Higher Education Wahyuddin Rauf; Abd. Rajab; Nashruddin Nashruddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1075

Abstract

E-learning has become a popular tool among 21st-century learners as the importance of lifelong learning has grown. However, most teachers find converting teaching and learning from face-to-face to online learning difficult. Current e-learning theories and practices are neither straightforward nor consistent, implying that this solution is implemented irregularly, arbitrarily, and with various degrees of success. Therefore, this study aims to discuss the Exploring the Learning Design on Learning Management System for Online Learning: A Case Study in Higher Education. This research's specific purposes are to determine how higher education teachers design their courses using LMS in an online teaching context. This research applied a qualitative approach with a case study to explore the implementation of the teaching approaches, methods, or strategies. Using purposive sampling, two lecturers who have been nominated in Online Learning System (SPADA) Award 2021 online were invited to participate as the subjects in this research. The data were gathered through interviews with open-ended questions developed by the researchers in data collection. The findings of this research show that the learning design on LMS basically can be done by stating the learning objectives. The well-defined learning objective plays vital roles since it determines the selection of activity and the learning content. Selecting learning activity, as the next phase, can be done by presenting blend materials such as text, audio, and interactive video. Providing a low-risk exercise after presenting the material is also important since it provides practice opportunities for students. The last phase is assessing the student’s performance. This activity, obviously, aims to evaluate the learning objective. So, the type of assessment, whether summative or formative, should be selected based on the learning objectives. It is important also to note that assessment may go hand-in-hand with its feedback, and the findings show that LMS enables us to apply immediate feedback for the students.
Penumbuhkembangan Karakter Kemandirian Santri Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat di Era 4.0 Sheila Briliana Fakhrunnisak; Lalu Sumardi; Muh Zubair; Mohammad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1077

Abstract

Indonesia telah mengalami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat pada abad ke-20 yang dikenal juga dengan era Revolusi industri 4.0. Pesatnya perubahan dan perkembangan teknologi di era 4.0 ini tentunya merubah tatanan dunia yang dimana bukan hanya dari segi positif saja melainkan juga terdapat dampak negatif yang menyertai. Keadaan negatif tersebut salah satunya berupa degradasi karakter yang dialami oleh kebanyakan kaum remaja hingga anak-anak. Oleh karena itu penumbuhkembangan karakter pada anak sangat penting, salah satunya yaitu karakter kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pondok pesantren dalam menumbuhkembangkan karakter kemandirian santri di era 4.0 beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Kemudian untuk metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan deskripsi data hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat dalam menumbuhkembangkan karakter kemandirian santri di era 4.0 dimulai dari proses tes kepondokan sebelum menjadi santri. Upaya tersebut dilakukan dengan beberapa metode yang efektif yaitu pembiasaaan, keteladanan, dan pendekatan spiritual. Faktor pendukung upaya penumbuhkembangan karakter kemandirian santri tersebut salah satunya yaitu lingkungan yang kondusif dan nyaman serta dukungan dari walisantri. Faktor pendukung lainnya yaitu melalui kegiatan-kegiatan kepondokan yang sifatnya membangun atau menumbuhkembangkan karakter kemandirian santri, misalnya kegiatan pramuka, muhadasah, muhadaroh, dan kegiatan pembersihan setiap pagi dan sebelum tidur. Selain faktor pendukung tentu juga terdapat faktor yang menjadi penghambat penumbuhkembangan karakter kemandirian santri yaitu peran orangtua atau walisantri. Selain menjadi faktor pendukung peran walisantri juga bisa menjadi penghambat dalam proses penumbuhkembangan karakter kemandirian santri karena terlalu memanjakan anak-anak mereka dan tidak mempercayai pondok sepenuhnya untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang mandiri.
Pengaruh Penggunaan Media Belajar Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Biologi Pada Materi Ekosistem Kelas X di SMA Negeri 1 Sape Uswatun Hasanah; Muhlis Muhlis; Syamsul Bahri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media belajar peta konsep terhadap hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem kelas X SMAN 1 Sape. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari 2 tahap yakni uji validitas oleh dosen ahli dan uji validitas empiris. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, tes hasil belajar kognitif peserta didik, lembar keterlaksanaan RPP dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah berupa analisis belajar kognitif  diperoleh dari uji  berupa soal pilihan ganda. penelitian ini mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata pada kelas eksperimen 39,03 dan 25,96 pada kelas kontrol, sedangkan  data hasil keterlaksanaan RPP diperoleh dari uji non-tes berupa lembar observasi yang diberi tanda cheek-list oleh observer dengan nilai maksimal 100 dan minimum 79,9. Uji hipotesis menggunakan Uji-test paired sample test pada taraf siginifikansi 0,05. Data penelitian menunjukan bahwa hasil belajar kognitif peserta didik pada kelas ekperimen yakni pre-test 33,23 dan post-test 72,09, sedangkan pada kelas Kontrol yakni Pre-test 33,39 dan Pos-test 58,71. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media belajar peta konsep meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem secara signifikan.
Practicality of Guided Inquiry Learning Models Based on Critical Questions (Intersistatic) to Improve Students' Critical Thinking on Temperature and Heat Materials Citron S. Payu; Ismail Pakaya; I Made Hermanto; Irsan Irsan; Muhammad Yunus
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1082

Abstract

The guided inquiry learning model is a learning model that is built based on learning concepts and connecting several concepts in the subject. This study aims to determine the practicality of the guided inquiry learning model based on critical questions (intersistatic) to improve critical thinking. This research method uses the Four D development model to define, design, develop, and disseminate. At the dissemination stage, a practicality test was carried out. The instruments used to measure practicality are observation sheets of the implementation of learning and questionnaires on the responses of model teachers and students. The limited testing results from applying the guided inquiry learning model based on critical questions to improve critical thinking have a very good level of practicality. In addition, applying learning models can trigger students' critical thinking skills. Therefore, the guided inquiry learning model based on critical questions can be implemented in learning to improve students' critical thinking.
Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Komik Digital Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Miftha Oktaviana; Sulistyani Puteri Ramadhani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1090

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu proses pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa masih kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran IPA berbasis komik digital untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Borg and Gall. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, angket, dan observasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan peserta didik kelas 5 SDN Kalideres 12 Pagi Jakarta Barat. Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran IPA berbasis komik digital menunjukkan bahwa; 1) potensi dan masalah, adanya permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan media pembelajaran. 2) pengumpulan data, merangkum hasil permasalahan. 3) desain produk, merancang storyboard. 4) validasi produk, mengetahui kelayakan produk. 5) revisi produk, penyempurnaan produk yang dibuat. 6) uji coba produk, mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran yang dibuat. 7) revisi produk, penyempurnaan kelayakan media pembelajaran. 8) uji pemakaian produk, melakukan uji coba bersama siswa kelas 5 SDN Kalideres 12 Pagi Jakarta Barat. 9) revisi produk, melakukan perbaikan media pembelajaran kembali untuk penyempurnaan media pembelajaran IPA berbasis komik digital. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran IPA berbasis komik digital terbukti sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran IPA berbasis komik digital yang dikembangkan ini dapat memotivasi siswa, dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Melalui penelitian yang telah dilakukan, diharapkan guru dapat termotivasi dalam menyediakan media pembelajaran bagi siswa yang lebih inovatif dan kreatif demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Model Pembelajaran Point Counter Point (PCP) Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Biologi di SMAN 1 Parado Nurwalidah Nurwalidah; Agil Al Idrus; Ahmad Raksun
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1092

Abstract

Model pembelajaran Point Counter Point (PCP) ialah model pembelajaran dengan teknik debat yang melibatkan peserta didik untuk beradu pendapat dalam mendiskusikan sebuah masalah yang dilihat dari berbagai sudut pandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar biologi peserta didik pada penggunaan model pembelajaran  Point Counter Point (PCP) di SMAN 1 Parado dan pengaruh penggunaan model pembelajaran  Point Counter Point (PCP) terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi di SMAN 1 Parado pada pokok bahasan keanekaragaman hayati. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain penelitian prettes –posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan data yang dikumpulkan adalah aktivitas belajar dan skor hasil belajar kognitif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji test independen sampel test dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian memperoleh nilai sig. (p) = 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan  bahwa model pembelajaran Point Counter Point (PCP) dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik SMAN 1 Parado pada mata pelajaran biologi dengan nilai rata-rata sebesar 81, 17% serta penggunaaan model pembelajaran Point Counter Point (PCP) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik SMAN 1 Parado pada mata pelajaran biologi.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS Pada Muatan IPS Kelas V di SDN 12 Ampenan Fida Hariani; Muhammad Tahir; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1096

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa untuk memperoleh pengetahuan yang luas dan kompleks dengan berbagai keterampilan termasuk keterampilan berpikir tingkat tinggi, keterampilan di tempat kerja, keterampilan media, informasi dan teknologi. Soal berbasis HOTS melatih siswa untuk terbiasa memecahkan masalah yang membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan siswa dalam menjawab soal HOTS pada muatan IPS kelas V di SDN 12 Ampenan. Pedekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari 27 siswa Kelas V. Teknik pengumpulan data diambil dengan tes dan wawancara. Adapun 15 soal pilihan ganda muatan IPS berbasis HOTS sebagai instrumen tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Milles dan Huberman diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 siswa memenuhi KKM dan 17 siswa tidak memenuhi KKM dengan nilai terendah 40 sedangkan nilai tertinggi 93. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa kesulitan yang dihadapi siswa dalam mengerjakan  soal HOTS diantaranya kesulitan memahami perintah soal, kesulitan memahami arti gambar, kesulitan memahami pilihan jawaban, kesulitan mengetahui arti kata, kesulitan menyesuaikan daftar kata pada soal dengan pilihan jawaban, kesulitan dalam memberikan saran atau solusi, kesulitan dalam menentukan pilihan jawaban, dan kesulitan konsentrasi dalam mengerjakan soal.