cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 2,483 Documents
Penerapan Metode Demonstration Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang Fachreza Fachreza; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1102

Abstract

Proses pembelajaran sosiologi sangat erat kaitannya dengan fenomena sosial sebagai bahan kajian, masyarakat dapat secara langsung mengajak siswa untuk belajar dan mengalami interaksi di lingkungannya. Artinya dalam pembelajaran sosiologi diperlukan keterampilan tertentu untuk mengembangkan dan mengevaluasi argumentasi untuk memecahkan suatu masalah tertentu, untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu, keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang melalui penggunaan metode demonstrasi berbantuan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari 3 langkah yaitu reduksi data, pemaparan data dan kesimpulan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, peningkatan dari Siklus I ke Siklus II dapat ditunjukkan sebagai berikut: 1) Pada siklus pertama proses berpikir kritis siswa sebesar 64%, kemudian meningkat menjadi 80% pada siklus kedua. 2) Data nilai tes berpikir kritis siswa pada Siklus pertama menunjukkan ketuntasan 68%, kemudian ketuntasan Siklus kedua meningkat menjadi 84%. 3) Pelaksanaan metode demonstrasi yang didukung media gambar pada siklus pertama sebesar 87,5%, setelah itu meningkat menjadi 100% pada siklus kedua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Demonstration berbantuan Media Gambar dapat meningkatkan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode dan media pembelajaran tersebut untuk meningkatkan pemikiran kritis siswa terhadap materi dan topik penelitian.
Penerapan Model Two Stay Two Stray (TSTS) Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XII IPS 2 MA DH NW Kalijaga Nurul Yuliatul Mi'rojah; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1107

Abstract

Kompetensi Inti Kurikulum 2013 meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan kemampuan merupakan derajat kemahiran yang diperlukan untuk memenuhi standar kompetensi lulusan seorang siswa pada setiap jenjang kelas. Sedangkan Kompetensi Dasar adalah keterampilan dan jumlah pengetahuan minimal yang harus diperoleh peserta didik untuk suatu mata pelajaran di setiap satuan pendidikan yang sesuai dengan keterampilan inti. Dengan menerapkan model Two Stay Two Stray (TSTS), penelitian ini berupaya untuk meningkatkan tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII IPS 2 MA DH NW Kalijaga. Perencanaan, tindakan, observasi, analisis, dan refleksi merupakan empat tahapan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, dokumentasi, dan observasi. Tiga tahapan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dibagi menjadi dua siklus yang masing-masing memiliki dua pertemuan. Berdasarkan temuan tersebut, pembelajaran dengan model Two Stay Two Stray (TSTS) terlaksana dengan persentase 93% pada Siklus I dan 100% pada Siklus II. Aktivitas belajar sebanyak 19 (59%) siswa pada siklus I dan 27 (84%) siswa pada siklus II memenuhi indikator. Sebanyak 21 (66%) siswa pada siklus I dan 29 (90%) siswa pada siklus II mencapai KKM 75. Dengan demikian, penerapan model Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XII IPS 2 MA DH NW Kalijaga.
Model Supervisi Akademik Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Se-Kota Mataram 2021-2022 Subki Ali; H. Fahrurrozi; M. Harja Efendi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis model supervisi akademik Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Se-Kota Mataram 2021-2022, dan 2) Menganalisis tahap-tahap supervisi akademik Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Se-Kota Mataram 2021-2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Model Supervisi Akademik Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Se-Kota Mataram 2021-2022 adalah model supervisi klinis, dimana Kepala MIN 1 Mataram lebih menekankan kepada kemampuan/keterampilan guru dengan pendekatan personal yang formal dan terjadwal, sedangkan Kepala MIN 2 Mataram lebih menekankan kepada manajerial serta akademik secara berkala dan terjadwal, dan Kepala MIN 3 Mataram lebih menekankan kepada manajerial serta administrasi secara pendampingan terhadap guru sesuai dengan apa yang telah dijadwalkan, dan 2) Tahap-tahap Model Supervisi Akademik Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Se-Kota Mataram 2021-2022, secara umum yaitu: tahap pertemuan awal, tahap observasi, dan tahap perternuan akhir atau tindak lanjut. Dimana secara khusus tahap-tahap model supervisi Kepala MIN 1 Mataram yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi, sedangkan Kepala MIN 2 Mataram yaitu tahap sosialisasi dengan terjadwal (perencanaan), tahap pelaksanaan supervisi, tindak lanjut (evaluasi), dan pelaporan hasil supervisi, dan Kepala MIN 3 Mataram yaitu menyusun perencanaan program supervisi, sosialisasi supervisi, menyusun jadwal supervisi, pelaksanaan supervisi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Model Supervisi Akademik Kepala MIN Se-Kota Mataram 2021-2022 menggunakan model supervisi klinis, dengan tahapan-tahapan Model Supervisi Akademik Kepala MIN Se-Kota Mataram 2021-2022 yaitu: tahap pertemuan awal, tahap observasi, dan tahap perternuan akhir atau tindak lanjut.
Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Power Point terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Batukliang Tahun 2022 Widya Nartika Sari; M. Yamin; Khairuddin Khairuddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1122

Abstract

STAD merupakan model pembelajaran yang menekankan adanya kerjasama secara berkelompok untuk memecahkan masalah. PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan/melibatkan masalah yang berhubungan dengan dunia nyata siswa dalam belajar. Power point merupakan program pada Microsoft Office yang digunakan sebagai media presentasi yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan power point pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batukliang Tahun 2022. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasy eskperiment) dengan desain pretest-postest non-control group desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batukliang dengan jumlah 111 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling sehingga diperoleh kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen I (PBL) dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen II (STAD). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif berupa pilihan ganda. Data hasil belajar Biologi diperoleh dari hasil pretest dan postest. Analisis data uji hipotesis dilakukan dengan teknik Independent Sample t-Test pada taraf signifikansi 5% dengan bantuan SPSS 2.0 for Windows. Hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata pretest kelas ekperimen I yaitu 35,0 dan kelas eksperimen II sebesar 32,5. Sedangkan hasil postest menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen I diperoleh nilai rata-rata 83,7 dan nilai rata-rata kelas eksperimen II yaitu 80,2. Dengan demikian hasil belajar siswa yang diajar dengan model PBL berbantuan power point lebih baik daripada model STAD berbantuan power point. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa (p < 0,05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dismpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Biologi pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran PBL berbantuan power point pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batukliang Tahun 2022.
Uji Kelayakan Perangkat Pembelajaran Model Generatif Berbantuan Video Simulaasi Fluida Dinamis untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik Widianti Widianti; Joni Rokhmat; Aris Doyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1139

Abstract

Penguasaan konsep merupakan syarat dalam mencapai keberhasilan belajar fisika, dengan demikian pembelajaran fisika bukan hanya untuk mengahafal tetapi lebih menuntut peserta didik untuk memahami dan mampu mengaplikasikan konsep-konsep yang sudah dipelajari. Penelitian pengembangan (Research and Development) ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran model generatif berbantuan video simulasi fluida dinamis yang layak untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik. Model penelitian yang digunakan sesuai desain pengembangan dari 4D yang terdiri dari tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Produk yang dikembangkan yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), instrumen tes penguasaan konsep serta video simulasi pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi. Validasi produk dinilai oleh tiga validator ahli dan tiga validator praktisi. Hasil penilaian dari semua produk oleh validator ahli dan praktisi berturut-turut sebesar 83,67% dan 92,75% dengan kategori cukup valid dan sangat valid. Nilai rata-rata hasil analisis reliabilitas untuk keseluruhan produk sebesar 93,87% dengan kategori reliabel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Videoscribe Pada Materi Momentum dan Impuls Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Ayu Listari; Aris Doyan; Syahrial Ayub; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1140

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi media pembelajaran perlu terus dikembangkan agar kualitas pendidikan bisa semakin baik. Videoscribe merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan dan keefektifan dari media pembelajaran fisika berbasis videoscribe yang  telah dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman konsep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang terdiri dari tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (perluasan). Kelayakan ditinjau oleh 6 validator yaitu 3 validator ahli dan 3 validator praktisi. Bagian kepraktisan dianalisis dari keterlaksanaan pembelajaran dan hasil respon peserta didik. Untuk bagian keefektifan dianalisis melalui hasil uji coba terbatas pada X kelas di SMAN 1 Alas Barat. Instrumen penelitian terdiri dari videoscrib, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran , angket respon  peserta didik, lembar validasi, dan dan tes pemahaman konsep. Teknik analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan uji N-gain. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ini layak digunakan dengan rata-rata 3,4 yang termasuk  kategori sangat baik serta reliabilitas penelitian mencapai >75% yang termasuk kriteria reliabel. Berdasarkan rata-rata skor N-gain yaitu 0,60 dengan kriteria sedang maka penelitian termasuk dalam kategori efektif karena adanya peningkatan pemahaman konsep peserta didik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat dikatahui bahwa media pembelajaran fisika berbasis videoscribe layak, efektif, dan praktis untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep pada materi momentum dan impuls.
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah Sawaludin Sawaludin; Muhammad Mabrur Haslan; Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1164

Abstract

Kajian civic culture dalam kearifan lokal masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat secara luas akan pentingnya menjaga budaya dan mampu mempertahankan budaya tersebut dalam masyarakat itu sendiri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah  (1) mendeskripsikan kearifan local dan mengidentifikasi civic cultur yang terkandung di dalamnya, (2) mengidentifikasi cara pelestarian kearifan lokal di masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis etnografi. Pengumpulan data menggunakan wawancara, obeservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sade memiliki banyak kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik, dan di dalam kearifan lokal yang dimaksud memiliki kadungan civic culture atau budaya kewarganegaraan. Adapun kearifan lokal yang dimaksud adalah takepan, bangunan rumah, karya seni, awiq-awiq, sesenggak, lelakak/pantun, dan wewaran. Kearifan lokal ini memiliki nilai-nilai yang luhur dan ditandai dengan adanya sikap warga negara yang mencerminkan civic culture, seperti nilai religius yang berupa nilai ke-Tuhanan, kekeluargaan, tanggung jawab, saling menghormati, kepedulian sosial, demokratis, gotong royong, partisipasi, solidaritas dan peduli lingkungan. Berkaitan dengan upaya masyarakat Sade dalam proses pelestarian kearifan lokalnya dapat dilihat ketika mereka melakukan upacara adat, penyambutan tamu, pemberian sanksi bagi pelanggaran awiq-awiq dan lain-lainnya. Selain itu masyarakat Sade juga menanamkan kearifan lokal sejak dini pada generasi mudanya dengan cara mengikutsertakan dalam semua kegiatan adat, memberikan kepercayaan penuh pada mereka untuk mengelola dan mengembangkan diri serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam rangka pelestarian kearifan lokal tersebut.
Academic Text Quality Improvement By English Department Students of University of Mataram : A Study on Pre-Editing of Google Neural Machine Translation Baiq Chunafa Diza Farhana; Baharuddin Baharuddin; Lalu Ali Wardana; Santi Farmasari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1186

Abstract

This study aims to determine the quality of students in pre-editing academic text input to GNMT. The participants in this study were students of the English Language Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, the University of Mataram, who took the "Translation and Interpreting" course in semester five of the 2021/2022 Academic Year. This data was collected from assignments completed by 20 students. Supporting information is collected through observation by sitting while learning takes place. Data were analyzed using content analysis procedures such as identifying, categorizing, describing, and explaining. The results of this study indicate that almost all students have good quality results in pre-editing, but it could be better, and some students fail to pre-edit text. The pre-edited output looks like a revised version of the text. Pre-editing shows how the source text changes, especially in language structure, word choice, and punctuation. The good or bad quality of the GNMT translated text represents the student's ability in pre-editing the source text. Thus, the more effort is put into pre-editing the text context, the more likely it is to produce text with better translation quality by GNMT.
Faktor Penghambat Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia Edy Kurniawansyah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1188

Abstract

Pembelajaran daring merupakan metode pembelajaran/pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan berbagai sumber atau bahan ajar yang dapat diakses secara online oleh siapa saja yang mempunyai akses, kapan saja, dan dimana saja dengan menggunakan teknologi internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor penghambat pembelajaran daring pada mata kuliah system politik dan pemerintahan Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan gejala atau fenomena yang terjadi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Program Studi PPKn FKIP Unram. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan-pertanyaan yang dibagikan dengan menggunakan google form. Teknik Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, tahap display data dan tahap penarikan kesimpulan. Luarannya adalah Publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi Sinta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Faktor penghambat pembelajaran daring pada mata kuliah sistem politik dan pemerintahan Indonesia di Program Studi PPKn FKIP Unram adalah 1) sinyal atau jaringan internet yang tidak lancar dan suka mengalami gangguan, 2) paket internet atau kuota yang terbatas 3) Kurangnya minat dan motivasi mahasiswa, 4).Kurang penguasan materi. Empat faktor inilah yang merupakan faktor penghambat mahasiswa dalam proses pembelajaran daring berlangsung.
Relation between Ocean Literacy and Science Learning Outcomes of Class IX SMPN 04 Keruak, Lombok Timur 2022 Ummi Auliya’ Amalina; Karnan Karnan; Tri Ayu Lestari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1190

Abstract

Ocean has abundant resources which if we manage properly, can support the sustainability of life and ecosystems. Managing the ocean requires good ocean literacy. Ocean literacy is knowledge about the sea. Ocean literacy needs to be developed in a learning system to increase the next generation's knowledge about the sea. In addition, science learning outcomes are important to know as a measure student's mastery of science to understand natural phenomena both land and sea, it is also important to see how the relationship between ocean literacy and science learning outcomes. This study aims to see how the level of student's ocean literacy, science learning outcomes, and how the relationship between ocean literacy and science learning outcomes at SMPN 4 Keruak. The results showed that the literacy level of class IX students at SMPN 04 Keruak was 24.49 then the results percentaged to 24% which was very low. Student learning outcomes obtained an average of 34.1 in the low category, no students had scores above the standard point so that the value P more than 59. The relationship between ocean literacy and learning outcomes obtained a significant correlation value of 0.065 which is not correlated with a correlation coefficient of 0.240 which has a weak correlation. If viewed from the significance value, it is not correlated because the value obtained is greater than the rtable, but the difference is very small, it is just 0.01 so that when viewed from the correlation coefficient it can be categorized as weakly correlated, not uncorrelated at all