cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 3,469 Documents
An Error Analysis in Using Past Tense in Writing Recount Text at the Tenth-Grade Students of MA Nurussalam Tetebatu in Academic Year 2024/2025 Ernawati Ernawati; Lalu Ali Wardana; Hartati Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4290

Abstract

This thesis investigates the types and dominant errors made by tenth-grade students of MA Nurussalam Tetebatu in the academic year 2024/2025 when writing recount texts, specifically focusing on their use of the past tense. Writing is identified as a challenging skill for English as a Foreign Language (EFL) students in Indonesia, often leading to grammatical errors, particularly in recount texts which necessitate the use of past tense to retell events. The study categorized errors into four main types: omission, addition, misformation (selection), and misordering. Employing a descriptive quantitative research design, the research involved a sample of 62 students from classes X.2 and X.4, selected using cluster sampling from a total population of 130 tenth-grade students. Data was collected through a writing test where students composed a recount text titled "My Past Holiday". The analysis involved identifying, describing, and explaining the observed errors to understand their underlying causes, such as first language interference or a lack of conceptual understanding. The findings revealed that misformation was the most dominant error type, accounting for 53.85% of all errors. This research provides valuable insights into the persistent challenges students face in mastering English grammar, particularly past tense forms, and aims to serve as a foundation for improving teaching strategies for writing recount texts.
Relevansi Filsafat Realisme dalam Pembelajaran Abad Ke-21 Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Nurul Afifah Ahqaf; Ismail Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4292

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang berakar pada realitas empiris dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, rasional, serta keterampilan menyelesaikan persoalan nyata. Filsafat realisme memposisikan realitas objektif sebagai sumber pengetahuan yang dapat diverifikasi melalui pengalaman dan observasi ilmiah. Prinsip tersebut memberikan arah bahwa proses pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi menekankan keterhubungan antara pengetahuan dan dunia faktual. Perspektif ini memiliki relevansi kuat dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), yang dirancang untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan peserta didik melalui kegiatan inkuiri, refleksi, kolaborasi, dan pengalaman belajar autentik. Artikel ini bertujuan menelaah relevansi filsafat realisme dalam penerapan CTL sebagai strategi pembelajaran modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur filsafat pendidikan dan pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa CTL merupakan representasi praktis dari nilai realisme, karena memungkinkan peserta didik menyusun makna melalui pengalaman langsung dan pemecahan persoalan faktual. Integrasi keduanya berpotensi menciptakan pembelajaran yang bermakna, ilmiah, adaptif, dan relevan dengan tuntutan perkembangan sosial serta teknologi. Pembelajaran berbasis realitas memberikan kontribusi terhadap pembentukan peserta didik yang mandiri, reflektif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Manajemen Mutu Pengembangan Sarana dan Prasarana Lembaga Pendidikan Islam Subhan Subhan; Muhammad Aminullah; S. Ali Jadid Alaydrus; Maimun Maimun
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4293

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji manajemen mutu dalam pengembangan sarana dan prasarana (sarpras) di lembaga pendidikan Islam melalui studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa sarpras memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Manajemen mutu sarpras dalam pendidikan Islam berlandaskan nilai-nilai ihsan, amanah, syura, istiqamah, dan profesionalisme. Pengembangan sarpras perlu direncanakan melalui analisis kebutuhan, penetapan prioritas, serta rencana pengembangan yang sejalan dengan visi-misi lembaga. Berbagai sumber pendanaan seperti BOS, dana masyarakat, wakaf produktif, dan CSR menjadi strategi utama dalam pengadaan sarpras yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan sarpras memerlukan perawatan berkala, inventarisasi digital, dan optimalisasi pemanfaatan aset. Implementasi mutu dilakukan melalui pemenuhan SNP, standar pesantren, monitoring-evaluasi, serta perbaikan berkelanjutan. Tantangan seperti keterbatasan dana, rendahnya kompetensi SDM, minimnya partisipasi masyarakat, dan kebutuhan modernisasi dapat diatasi melalui kolaborasi komunitas, pelatihan SDM, penguatan wakaf produktif, dan digitalisasi sarpras.
Validation of Physics Module on Energy: Integrating Palembang Local Wisdom and PhET Simulation Nurkholisa Fajriah; Hamdi Akhsan; Kistiono Kistiono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4294

Abstract

Rendahnya literasi sains di kalangan siswa Indonesia, khususnya dalam konsep fisika abstrak seperti energi potensial dan energi kinetik, menuntut pengembangan bahan ajar yang inovatif dan relevan secara budaya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi modul ajar fisika yang mengintegrasikan kearifan lokal Palembang, Problem-Based Learning (PBL), dan simulasi PhET. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) berbasis model 4-D (Define, Design, Develop), yang dihentikan pada tahap pengembangan. Validasi dilakukan oleh tiga ahli (materi fisika, pedagogi, dan media pembelajaran) serta diuji coba melalui uji one-to-one (n=2) dan uji kelompok kecil (n=4). Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan koefisien validitas isi Aiken’s V. Hasil menunjukkan bahwa modul memperoleh nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,87, yang dikategorikan sebagai “Sangat Valid”, dengan skor tertinggi pada aspek relevansi kearifan lokal Palembang (V = 0,93) dan penerapan PBL (V = 0,88). Tanggapan siswa menunjukkan bahwa 92–95% menyatakan modul mudah dipahami, relevan dengan konteks lokal, dan membantu memvisualisasikan konsep energi melalui simulasi PhET. Dengan demikian, modul ini dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran fisika yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Fungsionalisme Struktural: Fondasi, Perkembangan, dan Relevansi Dalam Analisis Sosial Kontemporer Serta Implikasinya Dalam Pendidikan Syamsu Andi Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4296

Abstract

Teori fungsionalisme struktural merupakan salah satu paradigma kunci dalam ilmu sosial yang menjelaskan bagaimana masyarakat mempertahankan keteraturan, stabilitas, dan integrasi melalui peran lembaga-lembaga sosial. Berakar pada konsep solidaritas sosial Durkheim dan kemudian disistematisasi oleh Parsons melalui skema AGIL serta diperkaya oleh Merton dengan konsep fungsi laten-manifest, pendekatan ini memiliki perkembangan intelektual yang panjang. Artikel ini bertujuan menelaah fondasi teoretis fungsionalisme struktural, kontribusi para tokoh utama, kritik terhadap paradigma ini, serta relevansinya dalam memahami fenomena sosial kontemporer. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur komprehensif terhadap karya klasik dan penelitian mutakhir yang menerapkan perspektif fungsionalis dalam berbagai konteks kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun dominasinya menurun akibat perkembangan teori konflik, perspektif kritis, dan pendekatan mikro, fungsionalisme struktural tetap menawarkan kerangka yang kuat untuk membaca keteraturan sosial, kebutuhan sistem, dan peran institusi dalam menopang keberlanjutan masyarakat. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan ini masih relevan untuk menganalisis dinamika sistem pendidikan, transformasi keluarga, regulasi sosial, birokrasi digital, serta tata kelola modern yang semakin kompleks di era teknologi. Dengan demikian, fungsionalisme struktural tetap menjadi kontribusi penting dalam pengembangan kajian sosiologi kontemporer.
BESENTULAK : Nilai dan Makna Simbolik Pengobatan Tradisional Suku Sasak di Dusun Sedau Barat Kecamatan Pemepek Kabupaten Lombok Tengah Muh Rizki Nugraha; Muhammad Ridwan Fadli; Hilmiaturrahmi Hilmiaturrahmi; Rahmi Rahmi; M. Samsul Hadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4297

Abstract

Tradisi Besentulak merupakan bentuk pengobatan tradisional suku Sasak yang masih dipraktikkan masyarakat dusun sedau barat, pemepek, lombok Tengah sebagai upaya menjaga kesehatan dan ketenteraman hidup. Ritual ini menjadi bagian dari sistem keyakinan yang terus diwariskan dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai dan makna simbolik pada setiap unsur ritual Besentulak serta memahami pemaknaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya nilai sosial dalam ritual Besentulak melalui kegiatan begibung yang mempererat hubungan antar warga, nilai spiritual yang tampak dalam penggunaan bunga rampe dan kemenyan sebagai media doa, serta nilai etika yang terlihat dalam penyusunan sesajen sebagai bentuk penghormatan. Setiap objek ritual seperti kue jongkong, dulang, dan ceret tanaq memiliki simbolisasi yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya menjaga harmoni lingkungan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Besentulak tetap menjadi tradisi penting dalam cara masyarakat Sasak memahami kesehatan, kebersamaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Penggunaan Media Digital Dalam Pembelajaran PPKn di Kelas IV SDN 1 Sesaot Azudin Nur; Daroe Iswatiningsih
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4304

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut pembelajaran PPKn di sekolah dasar agar lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan media digital dalam pembelajaran PPKn di kelas IV SDN 1 Sesaot. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu orang guru dan 25 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan media digital seperti video pembelajaran, presentasi interaktif, Kahoot, dan Wordwall. Media digital mampu meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta membantu pemahaman materi PPKn yang bersifat abstrak. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, perangkat belajar, dan literasi digital guru. Secara keseluruhan, penggunaan media digital berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn di sekolah dasar dan perlu didukung melalui penyediaan fasilitas serta peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Materi Elektrokimia Menggunakan Two Tier Multiple Choice (TTMC) Dyah Puspitasari Ningthias; Sukrina Pebrianti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi awal yang dialami oleh siswa pada materi elektrokimia kelas XII SMA. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yakni siswa kelas XII IPA di SMAN 2 Praya Tengah yang terdiri dari 66 siswa sebagai responden. Pengambilan data dilakukan setelah siswa selesai melaksanakan pembelajaran pada materi elektrokimia. Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah tes two-tier multiple choice (TTMC). Soal yang digunakan sebanyak 15 soal yang sudah melalui validasi empirik dan validasi ahli. Realibilitas untuk instrumen yang digunakan sebesar 0,89 dalam kategori tinggi. Pengelompokkan Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat miskonsepsi siswa pada materi elektrokimia dengan persentasi yang berbeda. Persentase miskonsepsi terendah yakni 6,06% dan tertinggi sebesar 42,4%.
TPACK Dalam Pembelajaran Sains Abad 21: Systematic Literature Review St. Fatima Kadir; Arifah Novia Arifin; Nurul Afifah Ahqaf; Muarifah Muarifah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran sains abad ke-21 yang mencakup 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 31 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2023 hingga 2025 melalui basis data Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian TPACK dalam pembelajaran sains mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir, yang mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap integrasi teknologi, pedagogi, dan konten dalam pendidikan abad ke-21. Analisis juga mengungkapkan bahwa Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) berkontribusi signifikan terhadap penguatan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi inovatif seperti augmented reality (AR), virtual laboratory, dan artificial intelligence (AI), serta strategi pedagogis yang berpusat pada peserta didik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terbukti dapat mendorong pembelajaran sains yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual, sekaligus memperkuat kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik.
Pengembangan LKPD Materi Keberagaman Budaya Berbasis Kearifan Lokal Suku Mbojo Kelas IV Sekolah Dasar Nurnaningsih Nurnaningsih; Siti Istiningsih; Muhammad Erfan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4318

Abstract

Pada saat proses pembelajaran, guru memainkan peran penting sebagai fasilitator dan pengaruh untuk mencapai tujuan pendidikan. Salah satu media yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran yaitu lembar lembar kerja peserta didik (LKPD). Pendidik maupun peserta didik membutuhkan media tambahan dalam pembelajaran seperti LKPD yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan LKPD yang layak dan praktis pada materi keberagaman budaya (IPAS). Model  pngembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development , Implementation  dan Evaluation.Subjek penelitian ini adalah kelas IV SDN 05 Sila. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, obsevasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan rumus presentase kevalidan dan presentase kepraktisan. Hasil penelitian dan pengembanga LKPD berbasis kearifan lokal suku mbojo berdasarkan aspek valid dan praktis: penilaian dari ahli media mendapat presentase sebesar 90% dengan kriteria sangat valid,  penilaian ahli materi mendapat presentase 96% dengan kriteria sangat valid, hasil respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil sebesar 92% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKPD materi keberagamn budaya berbasis kearifan lokal suku Mbojo dapat disumpulkan sudah layak dari aspek valid dan praktis untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dikelas IV sekolah dasar.