cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 2,483 Documents
Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Pada Literasi Baca Tulis di SDN 30 Ampenan Tahun Ajaran 2022/2023 Willy Santika Dewi; I Nyoman Karma; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.931

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program gerakan literasi sekolah pada literasi baca tulis di SDN 30 Ampenan, mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi program gerakan literasi sekolah pada literasi baca tulis di SDN 30 Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 kepala sekolah, 2 guru kelas, 3 peserta didik dari kelas 4, 5 dan 6. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model Miles & Hubberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Gerakan Literasi Sekolah pada literasi baca tulis di SDN 30 Ampenan cukup baik melalui tiga tahapan yaitu, tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Pada tahap pembiasaan melakukan literasi religius, membangun lingkungan fisik GLS, dan pelibatan publik. Pada tahap pengembangan melakukan membaca bersama dan membaca bergiliran. Pada tahap pembelajaran guru menggunakan strategi untuk memahami teks mata pelajaran dengan presentasi dan menggunakan buku garis tiga serta pemberian motivasi dan adanya Tim literasi. Faktor pendukungnya yaitu adanya kebijakan dari pemerintah, adanya bahan bacan yang dibaca oleh peserta didik, adanya dukungan dari orang tua, sumber dana yang memadai, terdapat area baca seperti perpustakaan, adanya mading, dan adanya Tim literasi sekolah. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya fasilitas seperti pojok baca di masing-masing kelas, kurangnya minat baca dalam diri peserta didik, dan perpustakaan yang kurang difungsikan secara optimal.
Keterampilan Guru dalam Menggunakan Variasi Pembelajaran di SDN 1 Sakra Selatan Windi Rosi Handayani; I Ketut Widiada; Khairun Nisa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.933

Abstract

Keterampilan variasi dalam pembelajaran yang dimaksud pada penelitian ini merupakan suatu keadaan yang diciptakan oleh guru agar tidak menimbulkan kebosanan didalam pembelajaran yang berupa gaya mengajar, penggunaan media dan alat pembelajaran, pola interaksi dan aktivitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru dalam melaksanakan variasi pembelajaran dan intensitas dalam melaksanakan variasi pembelajaran di SDN 1 Sakra Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan pedoman  observasi kepada guru dan siswa. Analisis data penelitian menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru melaksanakan variasi pembelajaran pada bagian gaya mengajar tergolong  dengan skor 82.5% termasuk ke dalam kategori sedang.  Bagian variasi dalam penggunaan media dan alat pembelajaran dengan skor 85% termasuk ke dalam kategori sedang. Sedangkan bagian variasi pola interaksi dan aktivitas siswa dengan skor 65% termasuk ke dalam kategori sedang. Apabila dihitung secara keseluruhan keterampilan guru dalam menggunakan variasi pembelajaran dengan skor 70% tergolong ke dalam kategori sedang.
Pengembangan Permainan Telur Pintar Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A di PAUD Al-Husna Gersik Tahun Ajaran 2021/2022 Nur Ainus Sofie; Fahruddin Fahruddin; Ika Rachmayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penggunaan media Telur Pintar untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A di PAUD Al-Husna Gersik Tahun Ajaran 2021/2022. Media telur pintar adalah media pembelajaran berbentuk seperti telur sungguhan yang terbagi dalam 5 warna. Metode pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan. Hasil penelitian ini media telur pintar yang terdiri dari rak telur dan telur plastic dibagi dalam 5 warna. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil dan berjalan dengan baik dalam  membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun. Kemampuankognitif anak usia 4-5 tahun yang dapat dikembangkan yakni (a)anak mampu telur mainan sesuai dengan warna baris tingkat telur, (b) anak mampu mengurutkan warna telur yang lebih sedikit ke banyak, dan sebaliknya (c) anak mampu mengelompokkan telur sesuai dengan warnanya dan menghitung setiap  kelompoknya, (d) anak mampu menunjukkan angka 1-5, (e) anak mampu menyebutkan warna-warna telur yang ada, (f) anak mampu menuliskan lambang bilangan 1-5. Kesimpulannya Pengembangan  Media Telur Pintar dapat Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A di PAUD Al-Husna Gersik dan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak.
Analisis Majas Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari Fitri Salwia; Syahbuddin Syahbuddin; Mahmudi Efendi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.937

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja jenis majas yang terdapat dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan majas yang terdapat di dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data adalah novel Pasung Jiwa karya Okkya Madasari yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2013 dengan tebal 328 halaman. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 30 penggunaan majas meliputi, (1) majas metafora, (2) majas litotes, (3) majas personifikasi, (4) majas metonimia, (5) majas sinekdok, (5) majas hiperbola, (6) majas paradoks. Dari 30 majas yang ditemukan, majas yang paling banyak dijumpai adalah majas personifikasi dan majas hiperbola. Sedangkan dari 30 majas majas yang paling sedikit ditemukan adalah majas metonimia dan majas sinekdok.
Pengembangan Media Big Book Berbasis Kearifan Lokal Untuk Penanaman Nilai Karakter Siswa Kelas II Sekolah Dasar Dinda Nurika; Khairun Nisa; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.940

Abstract

Media big book memiliki keistimewaan berupa gambar ilustrasi yang dilengkapi dengan cerita yang cocok untuk anak-anak. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui rancangan pengembangan media big book berbasis kearifan lokal dalam menanamkan nilai karakter siswa kelas II sekolah dasar, 2) untuk mengetahui kelayakan media big book berbasis kearifan lokal dalam menanamkan nilai karakter siswa kelas II sekolah dasar, 3) untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter siswa kelas II dalam pengembangan media big book berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: analysis, desain, development, implementation, dan evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 19 Mataram. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) pengembangan media big book berbasis kearifan lokal dengan model ADDIE memenuhi syarat untuk diuji cobakan di SDN 19 Mataram. 2) media big book berbasis kearifan lokal dinyatakan layak untuk menanamkan nilai karakter siswa kelas II sekolah dasar berdasarkan hasil penilaian oleh ahli media yang memperoleh skor 60 dengan persentase 80% kategori “layak” dan hasil penilaian ahli materi yang memperoleh skor 45 dengan persentase 86% kategori “sangat layak”. Serta Hasil angket respon siswa kelas II SDN 19 Mataram memperoleh nilai 144 dengan persentase 100% kategori “sangat baik”. 3) penanaman nilai karakter pada siswa kelas II menggunakan media big book berbasis kearifan lokal menekankan 2 nilai karakter, yaitu: gemar membaca dan tanggung jawab. Penanaman nilai karakter menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan sehingga nilai pendidikan karakter dapat tumbuh pada diri siswa.
Eksistensi dan Peran Elit dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah Sawaludin Sawaludin; Muhammad Mabrur Haslan; Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.941

Abstract

Nilai-nilai kearifan lokal yang di anut oleh masyarakat Sade memiliki kekhasan tersendiri dibanding dari masyarakat adat lainnya, ini bisa dilihat dari cara mempertahankan bentuk rumah, adat istiadat/kebiasaan sehari-hari, cara bertenun dan lainnya. Sehingga inilah yang menjadi tolak ukur nilai-nilai keraifan lokal masih terjaga dengan baik walaupun dilanda dengan arus modernisasi. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan dan menggambarkan kearifan lokal masyarakat Sade; (2) mengidentifikasi nilai-nilai filosofis kearifan lokal; (3) mengetahui peran elit dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat adat dusun sade di tengah arus modernisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Sade, baik yang berwujud nyata (Tangible) maupun yang tidak berwujud nyata (Intangible). Adapun yang Tangible digambarkan dalam tiga bentuk yaitu tektual (takepan), bangunan/arsitektur (bale, alang dan berugak), benda cagar budaya (gendang beleq, seni tari (tari presean, tari gendang beleq, tari tempenges, tari petuk, tari kayak, dan tari oncer), seni suara (tandak mare, tandak gawah, tandak tengak malem, tandak mataq, dan tandak najuk), menenun/nyensek (motif ragi genap, tapuk kemalu, kediri, beaq belating, beak sebie, batang empat, selutut, klungkung, banyu mas dan kembang komaq), senjata-senjata tradisional (keris, kelewang (pedang), candekan (tombak), tombak mamas (ter), dan lading kuning)). Sedangkan yang Intangible digambarkan melalui lima bentuk yaitu: awiq-awiq, sesenggak, lelakaq, kayaq, dan wewaran. Sekaitan dengan nilai-nilai filosofis yang terkandung dari berbagai kearifan lokal tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut (1) nilai kerohanian (nilai kebaikan dan nilai religius), (2) nilai etis (etika), (3) nilai toleransi (4) nilai estetik. Dalam hal inipun tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda sama-sama berperan dalam mempertahankan, melestraikam dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal yang ada kepada generasi selanjutnya, dalam setiap kegiatan para tokoh selalu memberikan pengarahan serta sosialisasi kepada elit muda yang ada untuk bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Budayawan, Pejabat serta berbagai instansi terkait seperti  DISPARBUD, Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan pusat agar kearifan lokal yang ada di Sade terus terjaga kelestariannya.
Penerapan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak kelompok B di TK Negeri 01 Sembalun Tahun Ajaran 2022/2023 Fitria Puspita Sari; Fahruddin Fahruddin; Ika Rachmayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.942

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat permainan tradisional “Engklek” agar dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 tahap pengembangan, yakni tahap pengembangan I, II, dan III yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan analisis kegiatan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Penelitian ini terdiri dari 6 kali pertemuan untuk ke tiga tahap pengembangannya. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 anak kelompok B di TK Negeri 01 Sembalun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak dapat meningkat melalui pengembangan permainan tradisional engklek Peningkatan kemampuan motorik kasar anak secara keseluruhan mengalami peningkatan dari tahap ke tahap. Pada tahap pengembangan I capaian kemampuan motorik kasar anak berada di kategori mulai berkembang persentase rata-rata sebesar 41,00%. Kemudian mengalami peningkatan pada tahap pengembangan II menjadi 68,00%. Selanjutnya dilakukan pengembangan tahap III dan mengalami peningkatan hingga mencapai persentase rata-rata sebesar 89,14 dengan kategori berkembang sangat baik dan telah melewati capaian yang ditargetkan yakni 76%.
Pengembangan E-Modul Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Kelas V SD Negeri 27 Ampenan Lulu' Qolbuani; Muhammad Tahir; Awal Nur Kholifatur Rosyidah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.944

Abstract

Pelaksanaan proses pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan pecahan bahan ajar kontekstual jarang digunakan karena materi didalamnya bersifat terbatas. Kompetensi siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan berdasarkan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan mengetahui kelayakan e-modul materi penjumlahan dan pengurangan pecahan kelas V ditinjau dari aspek kevalidan dan kepraktisan. Subjeknya yaitu siswa dan guru kelas V SD Negeri 27 Ampenan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni deskriptif dan kuantitatif. Hasil penilaian validator ahli materi menunjukkan bahwa materi dalam e-modul termasuk kualifikasi “baik” dan keterangan “layak/valid” dengan persentase skor 73,3%. Sementara hasil validasi dari ahli media menunjukkan bahwa e-modul termasuk kualifikasi “sangat baik” atau “sangat layak/sangat valid” dengan persentase skor 85%. Hasil penilaian pada uji coba kelompok kecil (6 siswa) dan uji coba kelompok besar (12 siswa) berturut-turut sebesar 77,3% dan 80,6% yang menunjukkan e-modul termasuk kategori “praktis”. Hasil penilaian guru menunjukkan e-modul termasuk kategori “sangat praktis” dengan persentase skor 90%. Berdasarkan hasil penelitian, e-modul pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan dapat dikatakan layak untuk digunakan ditinjau dari aspek kevalidan dan kepraktisan.
Analisis Gaya Bahasa Novel Badai Matahari Andalusia Karya Hary El-Parsia Nela Julia Maulida; Siti Rohana Hariana Intiana; Muh. Khairussibyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.948

Abstract

Karya sastra merupakan ciptaan untuk tujuan estetika. Rene Wellek dan Austin Warren (1989:3) mengatakan sastra adalah suatu kegiatan kreatif dalam sebuah karya seni. Dalam menyampaikan imajinasi dalam bentuk karya sastra, pengarang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Adapun salah satu ciri atau sifat bahasa sastra adalah penggunaan gaya bahasa. Gaya bahasa digunakan oleh pengarang untuk memperindah tulisannya. Penggunaan gaya bahasa dalam sebuah karya sastra bertujuan untuk memperoleh efek estetis atau keindahan, maka dari itu pengarang berusaha untuk menambahkan sebuah gaya bahasa di dalam sebuah karyanya sehingga pembaca akan lebih tertarik untuk membacanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan bagaimanakah makna gaya bahasa perumpamaan, personifikasi, alegori, hiperbola, paradoks, dan oksimoron dalam novel Badai Matahari Andalusia karya Hary El-Parsia. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis, Pada penelitian ini ditemukan gaya bahasa kiasan dan retoris dalam novel Badai Matahari Andalusia karya Hary El-Parsia. Adapun data yang ditemukan pada a) gaya bahasa kiasan meliputi perumpamaan 46, personifikasi 34, dan alegori 7; b) gaya bahasa retoris meliputi hiperbola 51, paradoks 10, dan oksimoron 7. Pada novel Badai Matahari Andalusia karya Hary El-Parsia didominasi dengan penggunaan gaya bahasa kiasan yaitu, perumpamaan dengan 46 kutipan, sedangkan gaya bahasa retoris didominasi dengan penggunaan hiperbola 51 kutipan. Pemakaian gaya bahasa dalam novel Badai Matahari Andalusia melalui kalimat atau ungkapan-ungkapan sebagai sarana untuk menarik minat pembaca. Dalam memahami makna penggunaan gaya bahasa dalam novel Badai Matahari Andalusia perlunya pemahaman dan ketelitian pembaca.
Penumbuhkembangan Karakter Toleransi Siswa SMP Negeri 14 Mataram Laelatul Alya Istiana; Lalu Sumardi; Dahlan Dahlan; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.951

Abstract

Karakter merupakan upaya dalam membentuk manusia intelek dan bermoral. Penumbuhkembangan karakter sangat penting termasuk karakter toleransi. Karakter toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan agama, ras, suku, pendapat, sikap dan perilaku orang lain yang berbeda dari diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara struktur, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara sekolah dalam menumbuhkembangan karakter toleransi siswa, yaitu; 1) selalu mengingatkan dan memberikan nasihat kepada siswa, 2) memberikan contoh kepada siswa, dan 3) mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penumbuhkembangkan karakter toleransi. Faktor pendukung dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) motivasi guru dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa, 2) kerjasama yang baik antara semua guru, dan 3) sekolah menyediakan sarana prasarana dalam menumbuhkembangkan toleransi. Faktor penghambat dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) kondisi siswa yang berbeda-beda, 2) lingkungan keluarga, 3) lingkungan sosial.

Page 55 of 249 | Total Record : 2483