cover
Contact Name
Vita Meylani
Contact Email
meylani.vita@yahoo.co.id
Phone
+6285327122811
Journal Mail Official
meylani.vita@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Metaedukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27147851     DOI : -
Metaedukasi mempublikasikan hasil penelitian pendidikan mencakup Evaluasi Pembelajaran, Model Pembelajaran dan Media Pembelajaran.
Articles 105 Documents
Analisis Faktor Penghambat Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar di Era Society 5.0 Alip, Sugianto; Sahronih, Siti
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i1.7982

Abstract

Di era society 5.0 perkembangan teknologi yang sangat pesat dapat proses belajar anak. Beberapa memberikan dampak positif namun ada pula ada yang memberikan dampak negatif yang menjadi penghambat proses belajar anak belajar pada era society 5.0. Kemudahan mengakses teknologi membuat anak – anak semakin penasaran dengan dunianya sendiri , tanpa pengawasan dan bimbingan baik dari orang tua atau guru membuat anak menjadi malas untuk belajar, malas berdiskusi berkaitan dengan mata pelajaran, kurang termotivasi untuk belajar, kurang dapat berkomunikasi dan mengendalikan emosi dengan baik, serta kurang dapat berpikir kreatif, inovatif dan berintegritas. Di era society ini orang tua dan guru ikut serta menjadi pengawas keberhasilan anak dalam mendukung kegiatan pembelajaran yang modern. Terdapat beberapa cara untuk menerapkan pembelajaran digital, salah satunya melalui pembelajaran daring. Pada pembelajaran daring, anak perlu memiliki kemampuan untuk memperhatikan dengan seksama bagaimana tindakan seseorang mempengaruhi orang lain, meluangkan waktu untuk merenungkan sebuah konten sebelum mengirimnya, menganalisis cara merepresentasikan diri saat melalui media online dalam membangun dan memberikan jejak digital yang positif, serta  tanggap dalam mengevaluasi sumber dengan strategi literasi digital termasuk memahami berbagai perspektif. Dengan menggunakan metode studi literatur penelitian ini menemukan beberapa faktor penghambat belajar anak sekolah dasar yang meliputi faktor kesehatan, psikologis, kejenuhan, intelektualitas, rendahnya minat dan motivasi belajar, sikap, perilaku, dan kesiapan belajar siswa, serta kendala teknis. Faktor-faktor penghambat tersebut perlu menjadi perhatian pendidik dan orang tua untuk mendukung anak belajar dalam konteks digital serta mengasah pola berpikir anak untuk memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada.
Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Islam di Sekolah Menengah Atas Tasikmalaya (Tinjauan terhadap Program Salat Duha dan Dampaknya) Fakhrulloh, Rif'an Haqqi; Setyawan, Panji; Kurniawan, Barkah
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 6, No 1 (2024): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v6i1.10970

Abstract

Perilaku keagamaan remaja khususnya fenomena perilaku pelajar masa kini banyak yang tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan, kehidupannya yang bebas dan tidak disiplin sehingga berujung pada perilaku kekerasan seperti tawuran dan seks bebas, serta penghinaan terhadap orang tua, guru, dan teman. Situasi ini sangat mengkhawatirkan bagi dunia pendidikan dan tentu saja bagi semua orang yang terlibat, sebab generasi mudalah yang menjadi korbannya yang merupakan cikal bakal pemimpin dan penerus di masyarakat bahkan penentu masa depan bangsa dan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: tujuan, proses,  dan dampak pembiasaan perilaku keagamaan peserta didik melalui program Salat Duha di sekolah menengah atas Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui library research (studi pustaka). Sumber data yang digunakan dalam artikel ini adalah referensi dari artikel dan jurnal yang membahas suatu permasalahan terkait.  Subjek penelitian ini adalah tinjauan program Salat Duha  dan dampaknya dengan objek siswa di sekolah menengah atas Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan pembiasaan siswa berperilaku religius yaitu untuk menumbuhkan akhlak terpuji peserta didik, membiasakan perilaku disiplin peserta didik, dan menanamkan nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan dari penelitian ini proses intinya adalah pelaksanaan Salat Duha sedangkan proses pendukungnya antara lain kegiatan pembacaan Asmaul Husna, Istigfar, tahmid, tahlil, dan KULTUM. Keberhasilan proses ini ditandai dengan efektifnya pelaksanaan program Salat Duha dan keberhasilan dari segi manfaatnya yaitu untuk membentuk dan membiasakan peserta didik melakukan hal-hal positif.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Berbantuan Media Monopoli Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ditinjau Dari Gender Maulana, Fiqri; Sadiah, Ati; Nurdianti, Raden Roro Suci
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i1.8517

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di SMAN 1 Ciamis yaitu rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model make a match berbantuan media monopoli dalam meningkatkan hasil belajar siswa, perbedaan hasil belajar sesuai gender, dan interaksi model pembelajaran terhadap gender pada mata pelajaran ekonomi materi kerjasama ekonomi internasional. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan jenis eksperimen semu, dengan desain menggunakan desain faktorial 2x2, serta teknik pengumpulan data melalui tes berbentuk pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Ciamis pada tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 117 siswa. Sampel yang digunakan yaitu kelas XI IPS 2 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas kontrol dengan pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji anova dua jalur dengan α 0.05. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa laki-laki dan perempuan. Dan terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan gender.
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTs) Siswa SMAN 16 Bandar Lampung Berdasarkan Perbedaan Level Akadmik Maulina, Dina; Rohali, Aulia; Rakhmawati, Ismi
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 4, No 2 (2022): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v4i2.8398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Higher Order Thinking Skills (HOTS) berdasarkan tingkat kemampuan akademik berbeda peserta didik kelas X pada materi virus di SMA Negeri 16 Bandar Lampung. Desain yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas X.6, X.7 dan X.8 berjumlah 103 peserta didik yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data pada penelitian ini berupa data kuantitatif yaitu data HOTS yang dikumpulkan melalui tes kognitif pada materi virus berbasis HOTS dan data tingkat kemampuan akademik dikumpulkan melalui Tes Potensi Akademik (TPA). Data tersebut dianalisis dengan uji Anova satu jalur untuk mengetahui perbedaan HOTS berdasarkan tingkat kemampuan akademik berbeda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa HOTS perserta didik berkatagori rendah memiliki persentase 82,5% dan rata-rata nilai tes 59. Data hasil TPA terbagi menjadi tiga katagori dengan kemampuan tinggi sebesar 26%, kemampuan sedang sebesar 47%, dan kemampuan rendah sebesar 27% dengan rata-rata nilai TPA 50. Data HOTS dan Kemampuan Akademik diuji mengunakan One-Way Anova dengan perolehan sig. 0,005 0,05, dengan rata-rata HOTS pada kemampuan akademik tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 56,87; 59,83; dan 50,44. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan HOTS berdasarkan tingkat kemampuan akademik yang berbeda.
Implementasi Filsafat Pendidikan Pancasila Sila Ke Tiga sebagai Landasan Karakter Siswa Kelas 5 Di SDN Gili Barat Miristianti, Cindy Nur; A'yun, Dya
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i2.9371

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang implementasi Pancasila sebagai landasan karakter siswa sekolah dasar. Berpacu pada Pancasila Sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia. Permasalahan karakter seringkali terjadi pada anak usia sekolah dasar, diantaranya akibat pemahaman sikap benar dan salah yang minim dan kurangnya arahan dari pihak kedua yakni sekolah terkait pendidikan karakter. Pancasila sebagai ideologi memegang peranan penting dalam membangun karakter masyarakat Indonesia, sehingga Pancasila harus bisa dipahami dan ditanamkan pada diri bangsa melalui nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila apalagi pada sila ketiga yakni persatuan indonesia agar anak atau siswa dapat meningkatkan persatuan dan kestauan antar sekolah dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Pancasila pada sila ke-3, yang mana penumbuhan karakter siswa sekolah dasar dapat dikembangkan dengan cara meningkatkan suatu persatuan dan kesatuan antar siswa di sekolah khususnya pada siswa kelas 5. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dipilih seorang guru untuk diwawancarai yaitu guru kelas 5 di SDN Gili Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai Pancasila sila ke-3 dapat membentuk karakter anak sekolah dasar yaitu dapat meningkatkan atau menumbuhkan kembali rasa persatuan dan kesatuan terhadap bangsa, melalui implementasi dalam pembelajaran dan disertai dengan pembiasaan melakukan bela negara berdasarkan arahan dari guru.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Fluida Dinamis Ilema, Resty; Aripin, Aripin; Rizal, Rahmat
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i1.8233

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah tuntutan pembelajaran yang harus relevan dengan perkembangan abad 21 dan rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif TPS terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida dinamis serta mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang ditunjukkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA yang berjumlah 172 siswa dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 2 dengan jumlah 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 4 yang berjumlah 35 siswa untuk kelas kontrol. Teknik sampel penelitian menggunakan cluster random sampling. Tes yang digunakan dalam penelitian ini ialah tes pilihan ganda beralasan terbuka yang dikembangkan secara mandiri dan memenuhi kriteria valid. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji normalitas dan uji homogenitas, hasil tes dari kedua kelas tersebut dikatakan normal dan homogen. Hasil uji hipotesis dengan uji t diperoleh nilai thitung 4.50 lebih besar sama dengan dari ttabel yaitu 1,67, maka H0 ditolak. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh pada penggunaan model pembelajaran TPS terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI MIPA di salah satu SMA negeri Kota Tasikmalaya. Selain itu dengan menggunakan perhitungan rata-rata N-Gain ditemukan bahwa peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa adalah sebesar 0,70 dengan kategori sedang.
Pengembangan Media Pembelajaran Magic House Untuk Mata Pelajaran PAI di Sekolah Dasar Binasdevi, Misbah; Habibah, Kamaliya; Dzulqodah, Ira Hawa; Sadewa, Adam Capri; Munawwarah, Khusniatul; Aen, Stevanny Naimatul
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 6, No 1 (2024): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v6i1.11424

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan di sekolah dasar, proses pembelajaran belum sepenuhnya menggabungkan media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa dan menciptakan suasana kelas yang interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pemahaman siswa setelah memanfaatkan media Magic House dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan (RD), yaitu upaya untuk membuat atau memperbaiki produk agar dapat dipertanggungjawabkan. Model ADDIE dipilih untuk prosedur penelitian ini karena kesederhanaannya, alur kerjanya yang jelas, dan kesesuaiannya dengan karakteristik pembelajaran. Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation adalah lima langkah yang membentuk model ADDIE. Setelah implementasi dilakukan pada siswa, angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang kepraktisan Magic House. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang diujicobakan pada siswa mendapatkan persentase tertinggi sebesar 98% dan dianggap sangat praktis.
Implementasi Pembelajaran Saintifik Melalui Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Optik Geometri Rahmawati, Iis; Kuntadi, Dedi; Mulhayatiah, Diah
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i2.8681

Abstract

Penelitian dilakukan karena rendahnya pemahaman konsep siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik atau 5M, dengan menerapkan analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) di kelas eksperimen dan menerapkan pembelajaran konvensional di kelas kontrol, serta mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi optik geometri. Metode quasi exsperimental dengan the nonequivalent control group design digunakan dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Plus Ulumul Qur'an Al Mustofa dengan jumlah 23 orang setiap kelasnya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen CoRe, instrumen PaP-eRs, RPP, lembar AABTLT with SAS, serta pretest dan posttest berupa 7 soal esai yang mengacu pada indikator pemahaman konsep. Hasil penelitian menujukan bahwa kemampuan PCK guru dikategori maturing PCK (level 3) hal tersebut berdasarkan dari instrumen PaP-eRs di kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata sebesar 90,2 %. Sedangkan kesesuaian instrumen CoRe dan RPP di kelas eksperimen pada setiap pertemuan memiliki nilai rata-rata sebesar 94% dengan interpretasi sangat baik. Keterlaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik tiap pertemuan di kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki persentase rata-rata sebesar 79  dan 51 , adapun perbedaan persentase antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 28 . Meningkatnya pemahaman konsep pada materi optik geometri dikategorikan sebagai peningkatan rata-rata sedang berdasarkan analisis N-gain di kelas eksperimen dengan skor rata-rata sebesar 0,62, sedangkan di kelas kontrol dengan skor rata-rata sebesar 0,36.Kata Kunci: PCK, Pendekatan Saintifik, Pemahaman Konsep, CoRe dan PaP-eRs,Optik Geometri
Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Cahyani, Desi Yati Wulan; Bakar, M Yunus Abu
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 4, No 2 (2022): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v4i2.6169

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu kegiatan penanaman nilai-nilai budi pekerti, akhlak, moral kepada peserta didik sebagai upaya untuk melahirkan insan kamil generasi muda Islam yang bertakwa kepada Allah dan berakhlakul karimah. Terwujudnya seseorang yang berkarakter (Akhlaqul Karimah) melalui pendidikan karakter merupakan salah satu alternatif penyelesaian persoalan karakter anak yang bersifat preventif dan kuratif. Oleh  karena itu, pendidikan karakter akan terlaksana jika selaras dengan system pendidikan yang tepat. Adapun tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai pendidikan karakter dalam persepektif filsafat pendidikan Islam. Penulisan Artikel ini menggunakan Studi pustaka. Berdasarkan pembahasan pada artikel ini, dapat disimpulkan bahwa dalam perspektif pendidikan Islam, pendidikan karakter yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan sangat relevan dengan pendidikan karakter yang diajarkan dalam pendidikan Islam. Nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan karakter yang meliputi moral atau akhlak yang mana hal itu juga diajarkan dalam pendidikan Islam yang mengacu pada nilai-nilai karakter Rasulullah SAW (siddiq, amanah, tabligh dan fathanah). Tidak hanya itu, pendidikan karakter yang diajarkan dalam pendidikan Islam juga mencakup karakter yang didasarkan pada sifat-sifat mulia Allah (Asmaul Husna) seperti kasih sayang, pemaaf, menghormati, memuliakan orang lain, lemah lembut, santun, suka menolong, bijaksana, peduli, adil, memberi manfaat dan sabar. Karakter-karakter ini diharapkan dapat dimiliki oleh setiap perserta didik setelah mereka menempuh pendidikan Islam dan dapat mengaplikasikan karakter-karakter tesebut di tengah masyarakat
Penerapan Karakter Gotong Royong di SDN Gili Barat dalam Implementasi nilai sila ke 4 Pancasila Sri Kusmiati, Indah Shofiatin; A'yun, Dyah
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v5i2.9377

Abstract

Saat ini banyak anak-anak di SD yang karakter gotong royong dan tanggung jawabnya itu masih rendah hal tersebut dikarenakan oleh kemajuan teknologi salah satunya gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi sila ke-4 pancasila yaitu gotong royong pada diri siswa melalui metode pembiasaan di SDN Gili Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Artikel ini mengeksplorasi secara mendalam penerapan karakter gotong royong di Sekolah Dasar Negeri  Gili Barat sebagai strategi integral dalam mengimplementasikan nilai sila ke-4 Pancasila, yaitu gotong royong. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana pendekatan gotong royong dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam lingkungan pendidikan, khususnya di SDN Gili Barat, dengan melibatkan peran aktif siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Temuan menunjukkan bahwa penerapan karakter gotong royong di SDN Gili Barat bukan hanya sebatas slogan, melainkan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di sekolah tersebut. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong kolaborasi antar-siswa dan membangun kesadaran akan pentingnya gotong royong dalam mencapai tujuan bersama.Penerapan nilai sila ke-4 Pancasila dalam konteks gotong royong di SDN Gili Barat menciptakan karakter yang mana siswa merasakan kebersamaan dan saling membantu. Kegiatan gotong royong tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga melibatkan keterlibatan aktif dengan komunitas sekitar. Hal ini memberikan dampak positif tidak hanya pada perkembangan karakter siswa tetapi juga pada hubungan sekolah dengan masyarakat.Artikel ini memberikan wawasan tentang relevansi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di Indonesia, khususnya melalui pendekatan gotong royong. Implikasi praktis dari temuan ini dapat menjadi panduan bagi lembaga pendidikan lainnya untuk memperkuat nilai-nilai luhur dalam pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, artikel ini tidak hanya mengeksplorasi realitas kontemporer pendidikan di SDN Gili Barat, tetapi juga memberikan kontribusi pada wacana lebih luas mengenai peran sekolah dalam membentuk generasi yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. 

Page 8 of 11 | Total Record : 105