cover
Contact Name
Ence Surahman
Contact Email
ence.surahman.fip@um.ac.id
Phone
+6287821191948
Journal Mail Official
ence.surahman.fip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran (JINOTEP) Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran
ISSN : 24068780     EISSN : 26547953     DOI : 10.17977.um031
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran is a journal in the field of educational technology that contains literature review, action research, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational technology.
Articles 221 Documents
Pengaruh Strategi Pembelajaran (Pembelajaran Berbasis Proyek VS Pembelajaran Langsung) dan Motivasi Belajar Hakim, Abdul; Setyosari, Punaji; Degeng, Nyoman Sudana; Kuswandi, Dedi
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.246 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i12016p001

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji: 1) perbedaan hasil belajar pemahaman konsep antara mahasiswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berbasis proyek dan strategi pembelajaran langsung, 2) perbedaan hasil belajar pemahaman konsep mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah, 3) interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar pemahaman konsep, 4) perbedaan hasil belajar keterampilan motorik antara mahasiswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berbasis proyek dan strategi pembelajaran langsung, 5) perbedaan hasil belajar keterampilan motorik mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah, 6) interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar keterampilan motorik. Temuan penelitian menunjukkan: 1) ada perbedaan signifikan hasil belajar pemahaman konsep antara mahasiswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berbasis proyek dengan strategi pembelajaran langsung, 2) ada perbedaan signifikan hasil belajar pemahaman konsep mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah, 3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran berbasis proyek dan motivasi belajar terhadap hasil belajar pemahaman konsep, 4) ada perbedaan hasil belajar keterampilan motorik antara mahasiswa yang diajar dengan strategi pembelajaran berbasis proyek dan strategi pembelajaran langsung, 5) ada perbedaan hasil belajar keterampilan motorik mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah, 6) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran berbasis proyek dan motivasi belajar terhadap hasil belajar keterampilan motorik. Abstract: This study was to investigate the effects of two strategies of instructions namely: project-based learning and direct instruction on concept understanding and motor skills achievement. The Main Purpose of the study examined: (1) the difference on understanding concept achievement among students taught with project-based learning and direct instruction; (2) the difference on understanding concept achievement among students with high and low learning motivation; (3) the interaction between project-based learning and learning achievement on concept understanding achievement; (4) the difference on motor skills achievement among students taught with project-based learning and direct instruction; (5) the difference on motor skills achievement among students with high and low learning motivation; (6) the interaction between project-based learning and learning motivation on motor skills achievement. The findings of the study were us follows: (1) there was significant difference in understanding concept achievement among students taught with project-based learning and direct instruction; (2) there was significant difference in understanding concept achievement among students with high and low learning motivation; (3) there was no  interaction between project-based learning and learning achievement on concept understanding achievement; (4) there was significant difference in motor skills achievement among students taught with project-based learning and direct instruction; (5) there was significant difference in motor skills achievement among students with high and low learning motivation; (6) there is no interaction between project-based learning and learning motivation on motor skills achievement.
Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sebagai Kurikulum Muatan Lokal Ekopedagogi Dalam Membangun Karakter Siswa Di SDN Lowokwaru 2 Malang Hidayanti, Nia; Abidin, Zainul; Husna, Arafah
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.47 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i22018p106

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan, isi, sumber belajar, proses pembelajaran, dan penilaian pembangunan karakter dari kurikulum muatan lokal ekopedagogi PLH di SDN Lowokwaru 2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan uji kredibitasi dan uji dependability. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, penginterpretasian data, dan pengecekan keabsahan data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tujuan kurikulum muatan lokal ekopedagogi PLH di sekolah ini adalah menerapkan sekolah berbudaya peduli lingkungan dan membekali siswa supaya bertanggung jawab dalam kegiatan pelindungan, pelestarian, dan pencegahan perusakan lingkungan dan sumber daya alam, serta pelestarian fungsi lingkungan di sekolah. (2) Isi kurikulum muatan lokal ekopedagogi PLH adalah pengintegrasian materi mengenai lingkungan hidup dalam indikator pembelajaran dan kegiatan pembelajaran di berbagai mata pelajaran yang sesuai untuk diintegrasikan. (3) Sumber belajar yang digunakan pada saat Pendidikan Lingkungan Hidup adalah buku tematik, lingkungan sekitar, dan teladan perilaku guru. (4) Proses pembelajaran muatan lokal ekopedagogi PLH di SDN Lowokwaru 2 dilakukan secara terintegrasi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, penugasan, permainan, dan bermain peran.Namun penggunaan media pembelajaran di SDN Lowokwaru 2 belum dilaksanakan secara optimal. (5) Penilaian pembangunan karakter siswa dalam muatan lokal ekopedagogi PLH di SDN Lowokwaru 2 menggunakan penilaian otentik yang diambil dari nilai tugas, laporan, dan pengamatan kepada setiap siswa menggunakan catatan anekdot.Abstract: This study aims to describe the purpose, content, learning resources, learning process, and character development assessment of the local eco-pedagogy PLH curriculum in SD Lowokwaru 2. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The validity of the data was tested by the credibility test and dependability test. Data analysis activity starts from collecting data from observations, interviews, and documentation, interpreting data, and checking the validity of data. The results of the study show that: (1) The objective of the PLH local eco-pedagogy curriculum in this school is to implement environmentally-conscious culture schools and equip students to be responsible for protection, preservation, and prevention of environmental and natural resource destruction, and preservation of environmental functions in school. (2) Contents of the local content curriculum PLH eco-pedagogy is the integration of material about the environment in the indicators of learning and learning activities in a variety of suitable subjects to be integrated. (3) Learning resources used when Environmental Education is thematic books, the surrounding environment, and examples of teacher behavior. (4) The learning process of local eco-pedagogy PLH content at Lowokwaru 2 Elementary School is carried out in an integrated manner. The learning method used is the method of lecture, demonstration, discussion, question and answer, assignment, game, and role-playing. However, the use of learning media in SDN Lowokwaru 2 has not been optimally implemented. (5) Assessment of student character development in the local content of PLHE eco-pedagogy at Lowokwaru Elementary School 2 using authentic assessments taken from assignments, reports, and observations to each student using anecdotal notes.
Indonesian Language Teaching Based on Internet of Things (IOT) in Archipelago Muzaki, Ferril Irham
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.31 KB) | DOI: 10.17977/um031v5i22019p043

Abstract

Abstract: This study aims to (1) analyze the study of learning theory that is suitable to be applied in the archipelago in Indonesia, (2) conduct an analysis of the application of Mobile Learning -based learning in the learning process in the archipelago and (3) study the use of the Internet of Things (IoT ) on Indonesian language material in the archipelago. The method used is ethnographic research by taking islands in the East Java region that enter the Java Sea. The results of this study are (1) the application of Mobile Learning despite focusing on IoT, which pays attention to the availability of infrastructure, (2) Mobile Learning -based learning despite paying attention to learning designs that focus on offline learning media and (3) Mobile Learning -based learning even though directed students Centered Method in the development of Mobile Learning based learning. It is recommended to stakeholders to diversify the learning process.
Personalized Learning dan Multimedia Berbasis Komputer Masih Perlukah Guru? Mufdalifah, Mufdalifah
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.342 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i12014p050

Abstract

Abstrak: Sejak berkembangnya teknologi infomasi dan komunikasi, banyak klaim dari para teknolog pembelajaran bahwa peran guru akan semakin berkurang dan bahkan berakhir, namun klaim- klaim tersebut sampai saat ini tidak terbukti meskipun teknologi multimedia semakin canggih. Di samping itu model-model pembelajaran juga memberikan dukungan terhadap bentuk-bentuk pembelajaran yang semakin individual, salah satunya adalah personilezed learning yang memberi kesempatan setiap siswa untuk maju dan berkembang menurut kecepatan dan kemampuan masing–masing siswa dalam penguasaan materi dan belajar sesuai dengan keinginan dan kemampuannya masing-masing. Dengan demikian, gabungan antara kecanggihan teknologi multimedia interaktif dan meodel pembelajaran individu semakin menguatkan asumsi bahwa peran guru akan berakhir, oleh karenanya tulisan ini ingin mengakaji secara teoritik apakah kekhawatiran tersebut memang relevan secara teoritik praktik.Abstract: Since the development of information and communication technology, there have been many claims from learning technologists that the role of teachers will diminish and even end, but the claims to date have not been proven even though multimedia technology is increasingly sophisticated. In addition, learning models also provide support for increasingly individual forms of learning, one of which is personalized learning which gives each student the opportunity to progress and develop according to the speed and ability of each student in mastering the material and learning according to their wishes and their respective abilities. Thus, the combination of the sophistication of interactive multimedia technology and the model of individual learning further strengthens the assumption that the teacher's role will end, so this paper wants to theoretically assess whether these concerns are indeed theoretically relevant practices.
Pengembangan Sistem Pembelajaran Berbantuan Web dengan Mengaplikasikan Strategi Self-Regulated Learning Sofia, Dinda Aya
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.059 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i22016p292

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan internet di dunia pendidikan bukan lagi menjadi hal yang baru. Program elearning menjadi salah satu metode pilihan dalam pendidikan saat ini. Dengan konsep belajar ini, pebelajar dapat belajar dengan tak terbatas waktu dan tempat. Tetapi jika dilihat dari keefektifaannya, tidak banyak lembaga pendidikan menjalankannya dengan efektif. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sistem pembelajaran berbantuan web yang di dalamnya menerapkan strategi Self-regulated learning. Selain itu pengembangan ini juga bertujuan untuk menyediakan sebuah lingkungan belajar yang baru bagi pebelajar untuk berkesempatan melakukan interaksi dan diskusi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Adapun Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Lee&Owens. Produk pengembangan ini divalidasikan kepada Ahli Materi, Ahli Media dan Ahli Pembelajaran serta diuji-cobakan kepada mahasiswa Pascasarjana Program Studi Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang angkatan 2014 yang berjumlah 24 orang. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid sehingga layak digunakan. Berdasarkan hasil pengembangan, maka diharapkan adanya penelitianpenelitian lain yang sejenis. Misalnya penelitian untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas pembelajaran berbantuan web.Abstract: The use of the internet in the world of education is no longer a new thing. The e-learning program is one of the methods of choice in education today. With this learning concept, students can learn with unlimited time and place. But when viewed from its effectiveness, not many educational institutions run it effectively. The purpose of this development research is to produce a web-assisted learning system in which the Self-regulated learning strategy is applied. In addition, this development also aims to provide a new learning environment for students to have the opportunity to interact and discuss without being limited by time and space. The development model used is the development model of Lee & Owens. The product of this development is validated to the Material Experts, Media Experts, and Learning Experts and tested on the Postgraduate students of the Learning Technology Study Program of the State University of Malang in the year 2014 which amounted to 24 people. From the results of the validation and trials, it was concluded that the development of learning developed was declared valid so that it was worth using. Based on the results of development, it is expected that there are other similar studies. For example, research to determine the effect and effectiveness of web-assisted learning.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Interactive Whiteboard Mata Pelajaran Transmisi Manual Motorkelas XII Semester Genap Di SMK Negeri 9 Malang Prasetyo, Aditya Eko; Soepriyanto, Yerry; Ulfa, Saida; Toenlioe, Anselmus JE
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.213 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p205

Abstract

Abstrak: Metode presentasi sering dipakai guru untuk menyampaikan materi didalam kelas. Media presentasi yang sering dipakai adalah media slide proyektor, atau OHP. Pada saat ini telah dikembangkan sebuah media presentasi yang menggunakan teknologi IWB. Tetapi harganya cukup mahal, maka diciptakan sebuah tiruan IWB untuk meminimalis harga tersebut. IWB terdiri dari komputer yang terhubung pada sebuah proyektor atau papan layar sentuh besar yang menampilkan gambar terproyeksi, kemudian gembar tersebut dapat dipindahkan disekitar papan atau berubah bentuk dengan mudah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall, langkah-langkah pengembangan yaitu penelitian dan mengumpulkan informasi, perencanaan penelitian, pengembangan utama produk, Uji lapangan terbatas, revisi hasil uji lapangan terbatas, uji lapangan lebih luas dan revisi dan produk akhir. Subjek penelitian dalam pengembangan ini adalah siswa kelas XII SMK Negeri 9 Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif (instrumen ahli media, ahli materi, dan siswa). Pengembangan multimedia pembelajaran divalidasi oleh seorang ahli media, ahli materi dan diuji cobakan kepada 27 siswa, 7 siswa uji coba lapangan terbatas, 20 siswa uji coba lapangan utama. Berdasarkan hasil angket ahli media diperoleh total persentase 92.71%, hasil angket ahli materi diperoleh total persentase 92,00%, dari uji coba lapangan terbatas diperoleh total persentase 88,27% dan uji coba lapangan utama diperoleh total persentase 89,29%. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikaji bahwa multimedia ini valid dan layak untuk kegiatan pembelajaran.Abstract: Presentation methods are often used by teachers to deliver material in class. Media presentations that are often used are slide projector media or OHP. At present, a presentation media that use IWB technology has been developed. But the price is quite expensive, so an artificial IWB was created to minimize the price. The IWB consists of a computer connected to a projector or a large touch screen board that displays projected images, then the sheet can be moved around the board or easily deformed. This study uses the development model of Borg and Gall, development steps, namely research and information gathering, research planning, main product development, limited field testing, limited revision of field test results, broader field tests, and revisions and final products. The research subjects in this development were students of class XII of SMK Negeri 9 Malang. The type of data used is qualitative data (instruments of media experts, material experts, and students). Multimedia learning development was validated by a media expert, material expert and tested on 27 students, 7 students in limited field trials, 20 students in the main field trial. Based on the results of the media expert questionnaire obtained a total percentage of 92.71%, the results of the material expert questionnaire obtained a total percentage of 92.00%, from the limited field trials obtained a total percentage of 88.27% and the main field trials obtained a total percentage of 89.29%. Based on the results of the study, it can be studied that this multimedia is valid and feasible for learning activities.
Pengaruh Social Learning Network Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Athoillah, Mohammad Bariksah; Sulton, Sulton; Sulthoni, Sulthoni
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.717 KB) | DOI: 10.17977/um031v5i12018p024

Abstract

Abstract: The purpose of this study to know the influence of the use of social learning network to motivation and student learning outcomes. This research uses quasi experimental research method using posttest only control group design. Hypothetical test of research using t-test and T2 test. Result of hypothesis test The t-test of learning motivation obtained by Thitung -5,187 with Sig value. 0,000 (<0,05), conclusion H0 rejected and H1 accepted. Result of hypothesis test The t-test of learning result obtained by Thitung -2,950 with Sig value. 0,005 (<0,05), conclusion H0 rejected and H1 accepted. Result of hypothesis T2 test obtained value of F 1,307 with value of Sig. 0,000 (<0,05), conclusion H0 rejected and H1 accepted.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh penggunaan social learning network terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain posttest only control group. Uji Hipotesis penelitian menggunakan uji-t serta uji T2. Hasil uji hipotesis Uji-t motivasi belajar diperoleh Thitung -5,187 dengan nilai Sig. 0,000 (<0,05), kesimpulannya H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji hipotesis Uji-t hasil belajar diperoleh Thitung -2,950 dengan nilai Sig. 0,005 (<0,05), kesimpulannya H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji hipotesis T2 diperoleh nilai F 1,307 dengan nilai Sig. 0,000 (<0,05), kesimpulannya H0 ditolak dan H1 diterima.
Pengembangan Multimedia Mobile Learning Berbasis Smartphone Android Materi Huruf Madura untuk SD Negeri 1 Perante Kabupaten Situbondo Nurhidayat, Bayu; Wedi, Agus; Praherdhiono, Henry
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.376 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i22020p103

Abstract

Abstrak: Multimedia Mobile Learning merupakan suatu media pembelajaran yang menggunakan smartphone untuk menyajikan beberapa unsur media yaitu teks,gambar,animasi, dan video.Tujuan Pengembangan ini adalah menghasilkan produk aplikasi mobile learning pembelajaran berbasis smartphone android yang digunakan pada pelajaran Bahasa madura tentang materi huruf madura. Peneltian ini berfokus menghasilkan multimedia pemebalajaran mobile learning untuk meningkatkan pemahaman materi Bahasa madura di SDN 1 Perante Situbondo. Prosedur pengembangan multimedia pembelajaran mobile learning menggunakan model Lee, W.W., & Owens, D.L. (2004) dengan beberapa tahapan yaitu antara lain tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil yang diperoleh dari validasi oleh ahli media hasil keseluruhan yaitu sebesar 79.16% berdasarkan kriteria media termasuk valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil validasi oleh ahli materi diperoleh hasil keseluruhan yaitu sebesar 89,5.7% berdasarkan kriteria media termasuk valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. H Selanjutnya hasil uji coba pada siswa kelas V SDN 1 Perante Situbondo diperoleh hasil keseluruhan 97 % yang berdasarkan kriteria media termasuk valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil pre-test dan post-test siswa terdapat peningkatan nilai sebesar 100% yang berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan medi mobile learning berbasis smartphone termasuk dalam kriteria yang ekertif saat digunakan dalam proses pembelajaran. Saran untuk penelitian lebih lanjut diharapkan mampu membuat aplikasi yang lebih menarik siswa dengan materi yang lebih lengkap agar siswa termotivasi dalam menguasai materi.Abstract: This research focuses on producing multimedia learning for mobile learning to improve understanding of Madurese material in SDN 1 Perante Situbondo. The procedure for developing multimedia learning for mobile learning uses the models of Lee, W.W., & Owens, D.L. (2004) with several stages, namely among others the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results obtained from the validation by media experts as a whole result that is equal to 79.16% based on media criteria including valid and feasible to be used in the learning process. The results of the validation by material experts obtained overall results which amounted to 89.5.7% based on media criteria including valid and feasible to use in the learning process.Furthermore, the results of trials on class V students of SDN 1 Perante Situbondo obtained an overall result of 97% based on media criteria including valid and appropriate to be used in the learning process. Students' pre-test and post-test results have an increase in value of 100% based on predetermined criteria medi smartphone-based mobile learning is included in the strict criteria when used in the learning process. Suggestions for further research are expected to be able to make the application more attractive to students with more complete material so that students are motivated in mastering the material.
Tujuan Pembelajaran Berlandaskan Konsep Pendidikan Jiwa Merdeka Ki Hajar Dewantara Hendratmoko, Taufik; Kuswandi, Dedi; Setyosari, Punaji
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.133 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p152

Abstract

Abstrak: Penetapan tujuan pembelajaran idealnya mampu menampung aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sesuai dengan pandangan hidup suatu Negara. Ki Hajar Dewantara merupakan salah seorang tokoh pendidikan di Indonesia yang memiliki beberapa pemikiran tentang pendidikan yang Khas Indonesia. Diantara pemikiran beliau salah satunya membahas mengenai konsep pendidikan jiwa merdeka. Konsep pendidikan jiwa merdeka terkandung nilai-nilai penting dalam mambangun kualitas sumber daya manusia Indonesia kedepan.. Pada tulisan ini menyajikan bahasan konsep pendidikan jiwa merdeka Ki Hajar Dewantara dan penerapnnya kedalam tujuan pembelajaran.Abstract. Determination of learning objectives should ideally be able to accommodate aspects of knowledge, attitudes, and skills that are in accordance with the outlook on a country's life. Ki Hajar Dewantara is one of the educational figures in Indonesia who has several thoughts about typical Indonesian education. Among his thoughts, one of them discussed the concept of free soul education. The concept of independent soul education contains important values in building the quality of Indonesia's human resources in the future. In this paper presents a discussion of the concept of independent soul education Ki Hajar Dewantara and its application into the learning objectives.
Proptotype Seleksi Calon Kepala Sekolah Berbasis Psychological Testing (Study Determinan Factor Kepemimpinan Kepala SMA Di Jateng Tahun 2013) Nugroho, Nugroho
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.782 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p182

Abstract

Abstrak: Rendahnya mutu pendidikan sebagaimana yang dilansir oleh PISA dan sejenisnya tidak bisa dipisahkan dari rendahnya mutu sekolah. Menurut Mendiknas (Kompas, 23 Maret 2011) menyatakan bahwa 88.8% sekolah kita tidak 40.31% dibawah Standar Pelayanan Minimal; 48.89% berada pada SPM (Standar Pelayanan Minimal) dan hanya 10.15% memenuhi SNP (Standar Nasional Pendidikan). Rendahnya mutu sekolah tidak terlepas dari kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini melakukan inovasi dalam rekrut-men calon kepala sekolah yang selama ini hanya mengandalkan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela) dan Badan Pertimbangan Kenaikan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang penuh bias subyektivitas. Tujuannya untuk menemukan prototype selek-si calon kepala sekolah berbasis test psikologis yang bisa menjadi predictor determinan faktor penentu kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Populasi penelitian ini adalah kepa-la sekolah SMA di Jateng yang melamar menjadi calon kepala sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa determinan faktor kepemimpinan kepala sekolah adalah: Potensi akademik (30,9%),Wawasan Kependidikan (18,7%); Kecerdasan Emosi (14,3%); Problem Solving (14.1%); Kreativitas (13.8%). Rekomendasi kebijakan yang diusulkan adalah agar dalam rekrutmen calon kepala sekolah memperhatikan kelima faktor tersebut di atas yakni potensi akademik, wawasan kependidikan, kecerdasan emosi, problem solving dan kreativitas. Pengangkatan kepala sekolah yang hanya didasarkan kedekatan dengan penguasa tanpa melalui seleksi yang benar akan sulit diharapkan menghasilkan kepala sekolah yang mampu menigkatkan mutu sekolah yang dipimpin. Abstract: The low quality of education as reported by PISA and the like cannot be separated from the low quality of schools. According to the Minister of Education (Kompas, March 23, 2011) states that 88.8% of our schools are not 40.31% below the Minimum Service Standards; 48.89% were in SPM (Minimum Service Standards) and only 10.15% met SNP (National Education Standards). The low quality of schools is inseparable from the quality of leadership of the school principal. This research innovated in recruiting prospective school principals who all this time had only relied on PDLT (Achievement, Dedication, Loyalty and Not Despicable) and the Raising of Position and Rank (Baperjakat) Advisory Board which was full of subjectivity bias. The goal is to find a prospective school principal candidate prototype based on psychological tests that can be a predictor of determinants of school leadership determinants. The population of this study was the high school in Central Java who applied to become prospective school principals. The research findings show that the determinants of principals' leadership factors are: Academic potential (30.9%), Educational Insights (18.7%); Emotional Intelligence (14.3%); Problem Solving (14.1%); Creativity (13.8%). The recommended policy recommendations are so that in the recruitment of prospective school principals pay attention to the above five factors namely academic potential, educational insights, emotional intelligence, problem solving and creativity. Appointment of school principals that are only based on proximity to the authorities without going through correct selection will be difficult to expect to produce school principals who are able to improve the quality of the school being led.

Page 6 of 23 | Total Record : 221