cover
Contact Name
Rendika Vhalery / RDJE
Contact Email
rdje@unindra.ac.id
Phone
+6281271777755
Journal Mail Official
rdje@unindra.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tengah No.80, RT.6/RW.1, Gedong, Kec. Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE)
ISSN : 24069744     EISSN : 26571056     DOI : http://dx.doi.org/10.30998/rdje.v6i1
Core Subject : Education,
RDJE: Research and Development Journal of Education (ISSN 2657-1056 for the electronic version and ISSN 2406-9744 for the print version) first published in Oct 2014 is a double-blind peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing articles concerned with research, theory development, instructional methods, instructional strategy, instructional materials development, experiment, survey, and teacher development in Education Field. The journal is published by Universitas Indraprasta PGRI.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 674 Documents
EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH: IMPLIKASI BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI MALAYSIA DAN INDONESIA Nasution, Toni
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.22323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) serta implikasinya bagi pengembangan pendidikan di Malaysia dan Indonesia, dengan studi kasus di MIN 1 Medan dan Sekolah Indonesia Johor Bahru. Penelitian ini menggunakan metodologi kulitatif dengan desain studi kasus, data di kumpulkan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan melalui peningkatan hasil belajar siswa, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif. Penerapan MBS memungkinkan penyesuaian kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan peningkatan transparansi serta efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, yang mendukung pendidikan yang lebih berkualitas. Selain itu, MBS juga meningkatkan profesionalisme guru melalui partisipasi aktif mereka dalam proses pengambilan keputusan, yang berkontribusi pada pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas dalam menciptakan pendidikan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa MBS dapat menjadi model manajemen efektif dalam pengembangan pendidikan di berbagai konteks, khususnya di Malaysia dan Indonesia.
ANALISIS KUALITAS HAFALAN AL-QURAN SANTRI PONDOK PESANTREN AS-SALAM Athiyah, Ummu
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.26984

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas hafalan Al-Quran santri Pondok Pesantren As-Salam Naga Beralih yang menunjukkan pencapaian luar biasa melampaui ekspektasi teoritis, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan optimal tersebut. Fenomena ini menarik dikaji mengingat literatur akademik menggambarkan pencapaian kualitas hafalan optimal sebagai proses yang penuh hambatan dan jarang terjadi secara merata pada seluruh santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan ustaz pembimbing dan santri, serta dokumentasi program tahfiz. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dengan teknik triangulasi untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hafalan santri sangat tinggi pada tiga aspek utama: kelancaran bacaan yang konsisten tanpa terbata-bata, ketepatan makhraj dan tajwid yang sempurna, serta kemampuan mempertahankan hafalan jangka panjang dengan tingkat akurasi tinggi. Lima faktor berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan ini yaitu sistem pembinaan tahfiz yang terstruktur dan komprehensif, kompetensi serta dedikasi tinggi ustaz pembimbing, motivasi intrinsik kuat dari santri, lingkungan pesantren yang sangat kondusif, dan sistem evaluasi-monitoring yang ketat dan berkelanjutan. Integrasi holistik kelima faktor tersebut membentuk ekosistem pembelajaran optimal yang mampu mengatasi hambatan-hambatan teoritis dalam pendidikan tahfiz. Temuan ini berkontribusi pada pencapaian SDGs tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dengan menyediakan model pembelajaran tahfiz efektif yang dapat direplikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Quran dan pembangunan karakter generasi muda Indonesia.
DESAIN KURIKULUM TERPADU AGRI-PAUD LILBEE BERBASIS KARAKTER LUHUR & TOKKATSU Nurlela, Reni; Sardin, Sardin; Sudiapermana, Elih; Fahmi, Rahmat
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.22570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kurikulum terpadu Agri-PAUD Lilbee yang mengintegrasikan karakter luhur LDII dan model Tokkatsu dalam pembelajaran berbasis pertanian. Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan perkembangan karakter dan keterampilan hidup anak usia dini melalui kegiatan seperti menanam, merawat tanaman, dan rutinitas harian yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kebersihan, serta tanggung jawab. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap guru, kepala sekolah, orang tua, serta beberapa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum ini efektif dalam membangun karakter prososial anak, seperti berbagi, kerja sama, dan peduli terhadap lingkungan. Sistem penghargaan berupa pin setelah menyelesaikan kegiatan pertanian terbukti meningkatkan motivasi dan keterlibatan anak. Selain itu, rutinitas Tokkatsu seperti Asakai, O-soji, dan Kyushoku berperan penting dalam memperkuat karakter sosial anak. Kegiatan berbasis pertanian yang mengintegrasikan kearifan lokal juga memberikan dampak positif pada pengembangan keterampilan hidup, seperti kemandirian dan tanggung jawab. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperluas penerapan kurikulum berbasis karakter luhur dan Tokkatsu di PAUD lainnya sebagai model pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI METODE TALAQQI PADA PROGRAM TAHFIZ PONDOK PESANTREN ATTAUFIQ PETAPAHAN Safitri, Nopira
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.26923

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode talaqqi dan sistem murajaah terstruktur dalam menghasilkan kualitas hafalan Al-Qur'an yang tinggi di Pondok Pesantren Attaufiq Petapahan. Keberhasilan luar biasa pesantren ini menjadi anomali positif mengingat berbagai kendala teoretis yang umumnya dihadapi lembaga tahfiz, seperti minimnya waktu murajaah terstruktur, perbedaan kemampuan kognitif santri, dan kesulitan penerapan tajwid yang tepat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi program tahfiz. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi diimplementasikan melalui penyetoran individual dengan penilaian multidimensi mencakup kelancaran, tajwid, dan tahsin, didukung kompetensi ustadz yang mumpuni dan pendekatan pembelajaran personal-adaptif. Sistem murajaah terstruktur dilaksanakan pada waktu wajib setelah salat subuh, asar, dan magrib dengan bimbingan intensif ustadz dalam format halaqah, menggunakan variasi teknik murajaah (tartil, hadr, bil ghaib, binnadhar) dan terintegrasi dengan ibadah harian. Kedua komponen ini membentuk ekosistem pembelajaran komprehensif yang menghasilkan hafalan berkualitas tinggi dan terjaga dalam jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis berupa model pembelajaran tahfiz terintegrasi dan kontribusi praktis sebagai best practice yang dapat direplikasi lembaga tahfiz lainnya, sejalan dengan pencapaian SDGs goal 4 tentang pendidikan berkualitas.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER MELALUI PROGRAM “7 KEBIASAAN ANAK HEBAT” DI SD MUHAMMADIYAH 019 BANGKINANG Fadila, Nurul
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.23547

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi internalisasi nilai karakter melalui program "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" di SD Muhammadiyah 019 Bangkinang yang berhasil mencapai konsistensi perilaku siswa 92% dalam waktu kurang dari tiga tahun, melampaui prediksi teoritis yang menyatakan internalisasi nilai memerlukan minimal tiga tahun dengan berbagai hambatan struktural. Penelitian juga mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memfasilitasi sinergi efektif antara sekolah dan keluarga dalam mendukung internalisasi nilai karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua, serta analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai diterapkan melalui pendekatan bertingkat yang mengintegrasikan pengenalan kognitif multi-sensory, pembiasaan terstruktur harian melalui morning reflection, integrasi nilai dalam pembelajaran akademik, monitoring berkelanjutan melalui jurnal kebiasaan, penguatan positif berjenjang, keteladanan konsisten, diferensiasi pendekatan, dan periodisasi strategi sesuai zona perkembangan proksimal. Sinergi sekolah-keluarga difasilitasi oleh sepuluh faktor kontekstual meliputi kesamaan visi berbasis nilai keagamaan, parenting class transformatif, peer support group, sistem komunikasi terintegrasi, aksesibilitas sekolah, keterlibatan orang tua, struktur komite, homogenitas komunitas, bahasa accessible, accountability supportive, dan kepemimpinan visioner. Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian SDG 4 dan SDG 16 dengan menyediakan model konkret pembentukan karakter generasi muda sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat yang adil serta inklusif.
PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI TERHADAP PENGUATAN KARAKTER SISWA SMA Panigoro, Meyko; Maruwae, Abdulrahim; Koniyo, Rierind; Giasi, Devita; Lipuo, Sri Debi Yanti; Lamusu, Fadhilah; Ajis, Pendi
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.20600

Abstract

Di era digital, teknologi kecerdasan buatan semakin berkembang pesat dan telah merambah berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan. Namun, penerapan teknologi ini masih jarang dikaji dalam konteks penguatan karakter siswa, terutama di tingkat sekolah menengah atas yang menerapkan pembelajaran deep learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan deep learning berdampak pada penguatan karakter siswa di SMAN 1 Tilango Gorontalo. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 60 siswa dari kelas XI dalam satu kelompok pretest-posttest. Knowledge of Morality, Moral Feelings, and Moral Action adalah tiga indikator yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pengaruh pembelajaran mendalam terhadap karakter siswa ditentukan melalui analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan uji sampel t-paired. Hasil uji sampel t-paired menunjukkan nilai signifikansi yang menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam berpengaruh besar terhadap penguatan karakter siswa di sekolah menengah atas. Model pembelajaran berbasis deep learning dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter positif siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA MABAR PADA MATERI IPS KELAS IV MENURUT Q.S AN-NAHL AYAT 14 DI MIS NURUL HUDA Nafira, Tazkia; Yusnaldi, Eka
Research and Development Journal of Education Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v10i2.25908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media materi bergambar (Mabar) pada materi IPS sumber daya alam dan pemanfaatannya untuk kelas IV MIS Nurul Huda yang layak diuji cobakan. Penelitian ini menggunakan model 4D yang memiliki 4 tahapan yaitu : 1. Define, 2. Design, 3. Develop, 4. Disseminate. Subjek uji coba produk ini dilakukan oleh ahli media, ahli materi, ahli bahasa, 2 orang guru, dan 18 orang siswa kelas IV yang menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan metode Research and Development (R&D). Pengumpulan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Data yang dihasilkan berupa data penilaian kelayakan produk dan keberhasilan uji coba produk terhadap pembelajaran. Pada perolehan skor masing masing menggunakan skala likert yang kemudian dituangkan kedalam tabel kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Data Validitas produk media dari ahli media memperoleh nilai 3,5 dengan persentase 70% kategori valid sedangkan validitas dari ahli materi memperoleh nilai 4,6 dengan persentase 92% kategori sangat valid, dan validitas dari ahli bahasa memperoleh nilai 4,0 dengan persentase 80% kategori sangat valid. Uji keefektifan media Mabar dari Pre-Test memperoleh skor tertinggi 70 dan skor terendah 52. Sedangkan keefektifan media Mabar dari Post-Test memperoleh nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 74. Uji kepraktisan dari respon siswa memperoleh nilai 3,2 dengan kategori sangat praktis, sedangkan hasil dari uji kepraktisan respon pendidik memperoleh nilai 3,6 dengan kategori sangat praktis.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SUFISTIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER RABBANI SISWA DI MI MUHAMMADIYAH AL-HAQ PALU Vitansyah, Al; Rusdin, Rusdin; Basire, Jumri Hi. Tahang
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.24604

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi dan efektivitas model pembelajaran sufistik dalam membentuk karakter rabbani siswa di MI Muhammadiyah Al-Haq Palu, mengisi kekosongan literatur tentang penerapan pendidikan sufistik di tingkat madrasah ibtidaiyah yang selama ini dianggap prematur oleh perspektif teoretis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis dengan model analisis interaktif Miles-Huberman-Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran sufistik yang mengintegrasikan metode muraqabah, muhasabah, dan riyadhah berhasil diimplementasikan secara sistematis melalui pendekatan holistik dalam domain intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Efektivitas model terbukti signifikan dengan peningkatan kehadiran shalat berjamaah dari 45 persen menjadi 85 persen, penurunan kasus ketidakjujuran hingga 75 persen, peningkatan prestasi akademik 15 persen, dan transformasi karakter spiritual-moral yang terukur. Temuan ini membantah skeptisisme teoretis tentang ketidaksesuaian pembelajaran sufistik untuk anak usia MI, membuktikan bahwa adaptasi metodologis yang developmentally appropriate mampu menciptakan pengalaman spiritual autentik dan bermakna. Penelitian ini menghasilkan paradigma baru bahwa pembelajaran sufistik bukan prematur bagi siswa MI, melainkan fondasi krusial pembentukan karakter rabbani yang seimbang antara dimensi intelektual, emosional, dan spiritual. Kontribusi penelitian terhadap SDGs mencakup penyediaan model pendidikan berkualitas, penguatan kesejahteraan mental, pengurangan kesenjangan pendidikan, dan pembangunan generasi yang matang secara holistik untuk masyarakat yang damai dan sejahtera.
KESIAPAN GURU DAN ADAPTASI PEDAGOGIS TERHADAP PEMBELAJARAN YANG TERINTEGRASI DENGAN KECERDASAN BUATAN DALAM KURIKULUM MERDEKA Susilowati, Eni; Kristian, Nova; Prawerti, Ringgi Candraning
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.20599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan guru dan bentuk adaptasi pedagogis terhadap pembelajaran terintegrasi kecerdasan buatan (AI) dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Fenomena ini menjadi relevan mengingat percepatan digitalisasi pendidikan dan tuntutan penguasaan teknologi oleh guru di era pasca-pandemi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis, yang berfokus pada pengalaman subjektif guru dalam menghadapi perubahan paradigma pembelajaran berbasis AI. Penelitian dilaksanakan di beberapa sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka di Tulungagung pada periode Januari–Juni 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen seperti modul ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Partisipan terdiri atas 10 guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik (Braun & Clarke, 2021), yang menghasilkan tiga tema utama: (1) cognitive readiness — guru memahami dasar konsep AI namun terbatas pada penggunaan aplikasi sederhana; (2) pedagogical adaptation — guru mulai menyesuaikan strategi mengajar menggunakan alat AI seperti ChatGPT dan Quizziz; dan (3) emotional and ethical concerns — guru menunjukkan ambivalensi antara antusiasme dan kecemasan terhadap dominasi teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan guru terhadap pembelajaran berbasis AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh dimensi reflektif, etis, dan pedagogis. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kerangka TPACK berbasis AI, serta memberikan dasar bagi perumusan kebijakan dan pelatihan guru di era pembelajaran cerdas.
PENGARUH MEDIA PICTURE IN THE BOX TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPS DI MIN 12 MEDAN Pohan, Nur Aqila; Yusnaldi, Eka
Research and Development Journal of Education Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v10i2.25973

Abstract

Media pembelajaran merupakan hal yang penting bagi siswa dalam belajar, untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar, menanamkan rasa ingin belajar terus menerus pada diri siswa, namun tidak jarang banyak kelas atau siswa yang pada saat belajar terlihat diam dan tidak ingin tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media picture in the box terhadap berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ips di MIN 12 Medan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah angket berpikir kritis siwa dengan menggunakan media picture in the box. Data di analisis menggunakan uji valiitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji Paired Samples Statistik. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media picture in the box terhadap berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ips di MIN 12 Medan. Adapun Hasil penelitian ini yaitu dengan interval kepercayaan 95% yang berada dalam rentang -9.534 hingga -5.521, serta nilai t sebesar -7.616, disimpulkan bahwa perlakuan memiliki efek signifikan dalam meningkatkan nilai peserta. Karena nilai Sig. (0.000) lebih kecil dari 0.05, maka hipotesis nol (H?) ditolak, dan hipotesis alternatif diterima, yang berarti ada perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan.