cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 271 Documents
Membangun Kepekaan Gender di Lingkup Perguruan Tinggi Jiwanda DL, Jatayu
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.404

Abstract

Abstract                                       This research contains reflections and analysis of research on building gender sensitivity within Sriwijaya Buddhist College. Gender issues are important considering the urgency of gender equality must continue to be pursued, especially in the scope of higher education. Gender sensitivity is important to become the mentality of each academic community so that gender injustice and discrimination can be avoided in the implementation of campus life activities. With gender sensitivity we become aware not to make or even criticize stereotypes that imply injustice or inequality as an assumption that should be done or a truth. With campus academic community informants, exposure is obtained regarding the forms and attitudes that can be a reference for building gender sensitivity in the campus environment. This type of research is descriptive qualitative through observation, interviews and documentation which will obtain an overview of the meaning, forms and attitudes needed to build gender sensitivity in the campus environment.Keywords:  gender, sensitivity, equality AbstrakPenelitian ini berisi tentang refleksi dan analisis penelitian membangun kepekaan gender di lingkup kampus STABN Sriwijaya. Isu gender adalah hal yang penting mengingat urgensi kesetaraan gender haruslah terus diupayakan khususnya dalam lingkup perguruan tinggi. Kepekaan gender penting menjadi mentalitas masing-masing sivitas akademik sehingga ketidakadilan maupun diskriminasi gender dapat dihindarkan dalam pelaksanaan kegiatan kehidupan kampus. Dengan kepekaan gender kita menjadi sadar untuk tidak menjadikan atau bahkan mengkritisi stereotipe yang menyiratkan ketidakadilan atau ketimpangan sebagai anggapan yang seharusnya dilakukan atau sebuah kebenaran. Dengan informan sivitas akademik kampus, maka diperoleh paparan mengenai bentuk dan sikap yang dapat menjadi acuan untuk membangun kepekaan gender di lingkup kampus. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang nantinya memperoleh gambaran mengenai makna, bentuk-bentuk dan sikap yang diperlukan untuk membangun kepekaan gender di lingkup kampus.Kata kunci: gender, kepekaan, kesetaraan.
Pemanfaatan Potensi Lokal Dalam Upaya Pencegahan Stunting Putri, Risya Ananda; Sulastri, Sri; Apsari, Nurliana Cipta
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.394

Abstract

ABSTRAKStunting dapat dicegah dengan memberikan memberikan makanan yang bergizi sesuai kebutuhan tubuh, membiasakan perilaku hidup bersih, dan memantau tumbuh kembang anak secara teratur. Selain itu, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan mendayagunakan potensi lokal yang ada. Tujuan dari kajian ini yaitu berfokus untuk mengetahui dan menambah wawasan mengenai bagaimana pemanfaatan potensi lokal diberbagai daerah dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia. Selain itu, kajian ini berusaha untuk membahas lebih dalam potensi lokal apa saja yang dapat dimanfaatkan oleh suatu daerah yang diharapkan dapat menjadi role model untuk daerah lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data literatur yang dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah Teknik analisis isi (content analysis) memungkinkan peneliti untuk memperoleh data dan informasi dari berbagai macam sumber tertulis. Hasil temuan peneliti yaitu pemanfaatan potensi lokal disuatu daerah dengan daerah lainnya akan berbeda seperti halnya masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Namun terdapat permasalahan yang sama diantara ketiga kategori wilayah ini yaitu adalah kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sehingga diolah menjadi olahan standar. Saran yang dapat penulis berikan yaitu perlu adanya studi lanjutan mengenai dampak spesifik zat gizi terhadap stunting, selain itu juga dengan melakukan pemberdayaan-pemberdayaan untuk melakukan sosialisasi mengenai cara pemanfaatan potensi lokal. Pemerintah juga perlu membuat pedoman secara khusus yang membahas mengenai pemanfaatan potensi lokal yang dibukukan dan sebarluaskan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) atau PKK setingkat desa. Kata kunci: Pencegahan Stunting, Pemanfaatan Potensi Lokal ABSTRACTStunting can be prevented by providing nutritious food according to the body’s needs, getting used to clean living behaviors, and monitoring children's growth and development regularly. In addition, stunting prevention can be done by utilizing existing local potential. The purpose of this study is to focus on knowing and adding insight into how to use local potential in various regions in efforts to prevent stunting in Indonesia. In addition, this study seeks to discuss more deeply what local potentials can be utilized by an area that is expected to be a role model for other regions. The method used in this study is the study of literature. The type of data used in this study is literature data collected from various written sources. The data collection technique used by researchers is the content analysis technique which allows researchers to obtain data and information from various written sources. The researcher's findings are that the utilization of local potential in one area with other areas will be different as well as people living on the coast, rural communities, and urban communities. However, there is the same problem between these three categories of regions, namely the lack of public knowledge in utilizing local potential so that it is processed into standard processing. The author can advise that there is a need for further studies on the specific impact of nutrients on stunting, in addition to carrying out empowerment to socialize how to utilize the local potential. The government also needs to make specific guidelines that discuss the use of local potential that are recorded and disseminated through the Family Assistance Team (TPK) or village-level PKK. Keywords: Stunting Prevention, Local Potential
Strategi Marketing Communication Brand Startup “Jujung” dalam Meningkatkan Awareness Fatmawati, Yeni; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.388

Abstract

AbstractJujung is a new brand in the Triple Play telecommunications industry (Internet, IPTV, Telephony) that focuses on customers in the residential segment. Jujung has an unfamiliar name in the internet industry and has limited marketing area coverage, but Jujung's service sales figures are quite good, Jujung's subscribers currently have nearly 40,000 subscribers. Jujung competes with other big brands such as Indihome, Biznet, First Media, Oxygen, Xl Home, etc. This study aims to find out how Jujung's marketing communication strategy increases brand awareness in the midst of competitive competition. This research is interpretive qualitative (interpretive) with the case study method. The results of this study are that Jujung has carried out a marketing communication strategy starting from re-branding from Jujungnet to Jujung, changing the logo, brand identity to make it look more attractive, creating unique selling points, positioning and communication for marketing communication plans. Jujung made improvements to the Website and Social Media before carrying out the campaign. Digital media (Google Ads) and social media (Instagram & Facebook Ads) are the main media for campaign activities with a segmentation approach according to Jujung's service area coverage. Jujung also carries out outdoor branding activities by placing billboards, billboards, banners, and exhibition activities (Open Booth) which are also segmented and collaborating with the mass media and related communities in the form of sponsorships and special events.Keywords: Jujung, Triple Play, Brand Awareness, Marketing Communication, Digital Marketing. AbstrakJujung adalah brand baru di industri telekomunikasi Triple Play (Internet, IPTV, Telephony) yang berfokus pada pelanggan di segmen perumahan. Jujung memiliki nama yang tidak familiar di industri per-internetan dan memiliki keterbatasan cakupan area pemasaran, namun angka penjualan layanan Jujung sangat baik, pelanggan Jujung saat ini telah hampir 40.000. Jujung berkompetisi dengan brand besar lainnya seperti Indihome, Biznet, First Media, Oxygen, Xl Home, dsb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi marketing communication Jujung dalam meningkatkan brand awareness di tengah persaingan yang kompetitif. Penelitian ini bersifat interpretif kualitatif (pemaknaan) dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah Jujung melakukan strategi komunikasi pemasaran mulai dari melakukan re-branding dari Jujungnet ke Jujung, mengubah logo, brand identity agar terlihat lebih menarik, membuat unique selling point, positioning dan communication untuk rencana komunikasi pemasaran. Jujung melakukan improvement pada Website dan Social Media sebelum melakukan campaign. Media digital (Google Ads) dan media sosial (Instagram & Facebook Ads) menjadi media utama kegiatan campaign dengan pendekatan segmentasi sesuai cakupan area layanan Jujung.  Jujung juga melakukan kegiatan outdoor branding dengan penempatan Billboard, Baliho, Spanduk, dan aktivitias exhibition (Open Booth) yang juga bersifat segmented dan menjalin kerjasama dengan media massa dan komunitas terkait dalam bentuk sponsorship dan special event.Keywords: Jujung, Triple Play, Brand Awareness, Komunikasi Pemasaran, Digital Marketing
Efektifitas Komunikasi InaRisk Personal Membangun Budaya Sadar Bencana Masyarakat Lomban, Ario Akbar; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.387

Abstract

AbstractIn the human life, humans will always face risks and hazards. Hazards can emerge from natural factors, human factors and technology. Hazards will become disaster risks, if they threaten human vulnerability. The constitution number 24 of 2007 concerning disaster management exists as an effort to reduce disaster risk from the geographical location of Indonesia's territory which is prone to geological, hydrometeorological, biological, technological, health and environmental degradation. Hazard as a trigger can transform into a disaster when the high vulnerability and low capacity meet causing an inability to respond the hazards. This inability can also be interpreted by understanding disaster knowledge. Hazard and risk potentials are something that can be predicted in a situation full of uncertainty and decisions that need to be taken either by individuals or organizations. In the context of disaster knowledge, InaRisk Personal is risk communication as an effort to convey messages about changing people's mindsets and behavior to manage potential disaster hazards for safety. InaRisk Personal is a mobile based information system prepared by the National Disaster Management Authority (BNPB) that displays disaster risk levels and recommendations for community safety actions in the pre-disaster, during and post-disaster. The qualitative method with literature study approach is used to explore and understand the considered meaning of social or humanitarian issues from an individual or a group of individuals (Cresswell, 2009) to describe BNPB's communication strategy in marketing the InaRisk Personal platform as an information system for preparedness community in facing disasters.Keywords: Disaster Risk, Risk Communication, System Information, Communication Strategy AbstrakKehidupan manusia selalu berhadapan dengan risiko dan bahaya. Bahaya dapat timbul karena faktor alam, manusia dan teknologi. Bahaya (hazards) akan menjadi risiko bencana (disaster risk), manakala mengancam variable kerentanan (vulnerability) manusia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana hadir sebagai upaya Pengurangan Risiko Bencana dari letak geografis wilayah Indonesia yang rawan bencana geologi, hidrometeorologi, biologi, teknologi, kesehatan dan penurunan kualitas lingkungan. Bahaya sebagai pemicu dapat berpotensi menjadi bencana, ketika faktor kerentanan tinggi masyarakat dan kapasitas (capacity) rendah bertemu menyebabkan ketidakmampuan merespon bahaya. Ketidakmampuan itu dapat diartikan terbatasnya pengetahuan kebencanaan. Bahaya dan risiko adalah sesuatu yang dapat diprediksi dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian dan perlu mengambil keputusan cepat dan tepat oleh individu ataupun organisasi. Dalam konteks kebencanaan, InaRisk Personal merupakan komunikasi risiko sebagai upaya menyampaikan pesan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat menyikapi potensi bahaya bencana untuk keselamatan. InaRisk Personal adalah sistem informasi berbasis mobile yang menampilkan tingkat risiko bencana dan rekomendasi keselamatan masyarakat pada fase prabencana, saat maupun pascabencana. Metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang dipertimbangkan dari masalah social dari individu atau sekelompok individu (Cresswell, 2009) untuk menggambarkan strategi komunikasi BNPB dalam memasarkan platform InaRisk Personal sebagai sistem informasi untuk kesiapsiagaan masyarakat  menghadapi bencana.Kata Kunci: Risiko Bencana, Komunikasi Risiko, Sistem Informasi, Strategi Komunikasi
Content Marketing Sebagai Alat Membangun Keterikatan Konsumen: Analisis Konten BTS di Media Sosial Youtube Handaningtias, Uliviana Restu; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.396

Abstract

AbstractDigital revolution started by the internet not only impact consumer live but also business activities. Communication and information technologies by no means impact on how we do business, how to promote and distribute a product, and also how to developing more deeper relationship with consumer that leads to brand loyalty. The use of content marketing (CM) connected with company motive to build a strong consumer keterikatan and create a brand value-in-use and service. BTS, a unique and phenomenal case showing themselves as a brand that reach high index on brand reputation from 2016-2022 in South Korea. BTS produce and create their own content and distribute it on social media youtube to create an keterikatan with their fans, ARMY. Through this content, BTS establish a unique experience for fans and with them. This simple research tried to build a CM framework that BTS develop in their own content by drawing the elements used to bonding-based attachment between BTS and ARMY, thus resulting in a deeper keterikatan. The result showed us how consumer behavior driven by their loyalty. This result also indicates that CM can be used to optimize keterikatan through content-generated values. We conclude that contents that produced to enhance consumer experience and their value-in-brand, increase consumer keterikatan that was shown by BTS and ARMY. Keywords: Content Marketing, Consumer Keterikatan, Consumer experience and value, Media Sosial, BTS AbstrakRevolusi digital yang diawali oleh kehadiran Internet tidak hanya memengaruhi kehidupan konsumen tetapi juga aktivitas bisnis. Teknologi informasi dan komunikasi telah berpengaruh pada bisnis, komunikasi, serta promosi produk dan distribusinya, serta keterlibatan jangka panjang konsumen dan kesetiannya terhadap merk. Pemanfaatan content marketing (CM) berhubungan langsung dengan motif perusahaan untuk membangun keterikatan yang lebih kuat dengan konsumen dan menciptakan nilai yang sama dengan merek dan servis yang ditawarkan perusahaan. BTS menjadi fenomena menarik dalam dunia marketing. BTS sebagai merk/brand mengukuhkan dirinya dengan index brand reputation yang tinggi sejak 2016-2022. Dengan menggunakan konten yang diproduksi oleh BTS, artikel ini berusaha untuk menganalisis bagaimana content marketing yang dilakukan oleh BTS di media Youtube dengan menggambarkan elemen-elemen apa saja yang mendorong keterikatan BTS dan ARMY. Lebih lanjut, hasil penelitian berupaya untuk memberikan gambaran tentang bagaimana perilaku konsumen yang di dorong oleh kuatnya loyalitas yang dilahirkan oleh kesamaan nilai diantara keduanya. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pendekatan CM dapat mengoptimalkan dan mendorong keterikatan melalui content-generated value. Konten yang diproduksi dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen atau penonton menghasilkan perspektif value-in-use konsumen yang berbeda dengan pemasaran tradisional. Konten yang telah dikonsumsi dan dibagikan ulang oleh konsumen dapat dipandang sebagai nilai merek atau servis dan dengan demikian memperdalam pengalaman konsumen dan pada akhirnya meningkatkan keterikatan yang kuat oleh BTS dan ARMY.Kata kunci: Content Marketing, keterikatan Konsumen, Nilai dan Pengalaman konsumen, Media Sosial, BTS
Desain Kelembagaan BUMDES: Menelaah Kerangka Kerja Analisis dan Pengembangan Kelembagaan BUMDES Maju Bersama, Kabupaten Malang Rohman, Ahmad Zaki Fadlur; Prantama, Muhammad Barqah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.397

Abstract

AbstractEnterprise, it has provided various kinds of benefits for the village community. This is because this Village Owned Enterprise is a socially oriented village-owned institution. In this study using a type of qualitative research with a case study approach. This research itself uses data collection techniques in the form of documentation, observation, and interviews. As an analytical tool, Elinor Ostrom's Institutional Analysis Development Theory is used to describe the institutional design of Maju Bersama Village-Owned Enterprises. First Biophysical Condition of Village-Owned Enterprise managers is able to optimize and make very good use of the potential that exists in their villages. The second is the Attributes of Community, the ability of managers to change community distrust into a trust that is profitable for Village-Owned Enterprises. And the last one is the Rules in Use, namely as an Ad and ART norm the Maju Bersama Village-Owned Enterprise can control the behavior of the actors by assigning roles and positions to each actor.Keywords: Village Owned Enterprises, Institutionalism Analysis Development, Elinor Ostrom AbstrakBadan Usaha Milik Desa merupakan sebuah pilar ekonomi yang tertelak pada tingkat desa. Keberadaan dari Badan Usaha Milik Desa ini sangat dibutuhkan bagi desa sebagai sebuah upaya guna meningkatkan perkonomian masyarakat dan juga Pendapatan Asli Desa. Salah satu Badan Usaha Milik Desa yang berada di Kabupaten Malang dan tidak bergerak pada bidang pariwisata adalah Badan Usaha Milik Desa Maju Bersama Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dengan berdirinya Badan Usaha Milik Desa Maju Bersama ini telah memberikan berbagai macam manfaat bagi masyarakat desanya. Hal tersebut dikarenakan Badan Usaha Milik Desa ini merupakan sebuah lemabaga milik desa yang berbasis social oriented. Dalam penelitian kali ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini sendiri menggunakan teknik pengambilan data berupa dokumetasi, observasi, dan wawancara. Sebagai sebuah pisau analisis maka Teori Institutional Analysis Development milik Elinor Ostrom digunakan dalam menggambarkan desain kelembagaan Badan Usaha Milik Desa Maju Bersama. Pertama Biophysical Condition para pengelola Badan Usaha Milik Desa mampu mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi yang ada didesa mereka dengan sangat baik. Kedua yakni Attributes of Community kemampuan dari para pengelola dalam merubah ketidak percayaan masyarakat menjadi sebuah kepercayaan yang menguntungkan bagi Badan Usaha Milik Desa. Dan yang terakhir adalah Rules in Use yakni sebagai sebuah norma Ad dan ART Badan Usaha Milik Desa Maju Bersama dapat mengendalikan prilaku para aktornya dengan memberikan peran dan posisi bagi masing-masing aktor.Kata Kunci: Badan Usaha Milik Desa, Institutionalism Analysis Development, Elinor Ostrom
Relasi Kuasa Dalam Politisasi Laut di Pelabuhan Karangantu Serang, Banten Utama, Arie Prastyo; Hikmawan, M. Dian
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.405

Abstract

AbstractThe emergence of local political elites has had a lot of influence on the process of managing natural, economic, social and political resources in Karangantu Serang Port, Banten. This group, which is commonly known as the local bok, has the power to regulate fishing business activities in the process of looking for fish to the selling process. This research seeks to see how the process of power relations created by local boss groups in managing marine resources to create a phenomenon of politicization of the sea in Karangantu Serang Port, Banten. This research was assisted by the theory of power relations by Faucoult and the theory of local bosses from Sidel, using the case study method to see this phenomenon directly and concretely, collecting data through observation and interviews which were written in the form of descriptive qualitative research. The results of the study show that the local boss groups use their social status, power and wealth to build a relationship with several fishermen groups in Karangantu, control and share fishing spots in the sea through the power relations they create with several fishermen groups, classifying themselves as group of investors for other fishermen, to create a cooperation that benefits them as a local boss group.Keywords: Power Relations, Local Politics, Maritime Politicization, Local Bosses AbstrakKemunculan elite politik lokal telah memberi banyak pengaruh pada proses berjalannya pengelolaan sumber daya alam, ekonomi, sosial dan politik di Pelabuhan Karangantu Serang, Banten. Kelompok yang biasa disebut dengan sapaan bos lokal ini memiliki kekuasaan yang mengatur akivitas bisnis nelayan dalam proses mencari ikan hingga proses penjualan. Penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana proses berjalannya relasi kuasa yang diciptakan oleh kelompok bos lokal dalam mengelola sumber daya laut hingga menciptakan sebuah fenomena politisasi laut di Pelabuhan Karangantu Serang, Banten. Penelitian ini dibantu dengan teori relasi kuasa oleh Faucoult dan teori bos lokal dari Sidel, menggunakan metode studi kasus untuk melihat fenomena tersebut secara langsung dan nyata, mengumpulkan data melalui proses observasi dan wawancara yang ditulis dalam bentuk penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok bos lokal menggunakan status social, power, dan kekayaan mereka untuk membangun sebuah relasi dengan beberapa kelompok nelayan di Karangantu, menguasai dan membagi spot tangkap ikan di laut melalui relasi kuasa yang mereka ciptakan dengan beberapa kelompok nelayan, mengklasifikasikan diri mereka sebagai kelompok pemodal bagi nelayan lain, untuk menciptakan sebuah kerjasama yang menguntungkan mereka sebagai kelompok bos lokal.Kata Kunci: Relasi kuasa, Politik Lokal, Politisasi Laut, Bos Lokal
Komunikasi Public Relations Politik Luar Negeri Rumania Prihartadi, Bambang; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.389

Abstract

AbstractPresident Klaus Werner Iohannis (KWI) implements strategic planning Public Relations for Romanian Foreign Policy (RFP). The obstacle of implementing RFP is the opposition from right and left populists using the issue of Euroscepticism. This paper will explain communications PR to overcome Euroscepticism and answer questions: How does President KWI uses communications PR for RFP?, How is Presiden KWI’s communications? and  what step of communications is used by Romanian Government? To encounter Euroscepticism, KWI does communications PR by means of electronic media, printed media, and new media. Theoretical framework used is ’’Strategic Planning for Public Relations 5th Edition”: phase one formative research; phase two strategy; phase three tactics; and phase four evaluative research. In this paper, communications PR uses Laswell’s concept of communications: ’Who, Says What, In what Channel, to Whom dan with What effect. KWI uses communications PR for foreign policy for Romanian and EU citizens. Lack of understanding the importance of being the EU member will improve Euroscepticism. This situation is taken advantage by right and left populists in Rumania and EU countries who are anti-EU integration. Therefore, Ministry of Foreign Affairs Romania together with other Ministries or government institutions have communications PR of foreign policy.Keywords: Communications Public Relations,  Romania Foreign Policy, European Union, and Euroscepticism.  AbstrakPresiden Klaus Werner Iohannis (KWI) melakukan strategi perencanaan komunikasi PR Politik Luar Negeri (Pollugri). Tantangannya adalah kelompok populis kanan/kiri yang menggunakan isu Euroskeptisisme. Paper akan menjelaskan komunikasi PR Pollugri dalam menghadapi Euroskeptisisme. Paper ini, menjawab pertanyaan tentang bagaimana Presiden KWI melakukan komunikasi PR pollugri? Seperti apa komunikasi PR tersebut? Apa langkah KWI dalam melaksanakan komunikasi PR? Untuk menghadapi Euroskeptisisme, KWI melakukan komunikasi PR Pollugri yaitu  melalui  media elektronik, cetak  dan media baru. Landasan teori yang diterapkan yaitu ‘’Strategic Planning for Public Relations 5th Edition”  yaitu  Phase one Formative Research; Phase Two Strategy; Phase Three Tactics; dan Phase Four Evaluative Research. Komunikasi PR, menggunakan konsep komunikasi dari Laswell yaitu ‘’Who, Says What, In what Channel, to Whom dan with What effect. Rumania menerapkan komunikasi PR  kepada WN Rumania dan WN UE. Tujuan komunikasi PR Pollugri adalah untuk mendapatkan dukungan WN (warga negara) Rumania dan WN UE. Kurangnya pemahaman pentingnya Rumania menjadi anggota UE dapat menumbuhkan Euroskeptisisme. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh kelompok anti-UE baik di Rumania dan di negara-negara UE. Kementerian Luar Negeri bersama sama dengan kementerian/lembaga terkait secara serempak melakukan komunikasi PR kebijakan pro UE.  Kata kunci: Komunikasi PR (Public Relations),  Politik Luar Negeri Rumania, Uni Eropa, dan Euroskeptisisme.
Potensi Deforestasi di Pulau Kalimantan: Pro dan Kontra Migrasi Berlianty, Tryanita; Meiliana, Trinita
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.426

Abstract

Abstract                            The development of IKN emerged an environmental issues which have now become one of the main concerns of Indonesian citizens, many predictions of IKN have the potential for environmental aspects. The surge in migrants on the island of Kalimantan is also included in the issue of environmental concerns that will disrupt and even damage the preservation of nature in Kalimantan, so that the existence of forest migrants reaps the pros and cons of the community which is considered to give rise to the potential for deforestation. So this research tries to analyze with the theory of Libertarian thought and Capitalism. Libertarian thinking is used to analyze the perspective of society that is pro towards the existence of migrants, while Capitalism's thinking is used to analyze the perspective of the state which is used as an investor for business capital. so that the results obtained can bring out various potentials generated from each perspective.Keywords: Business capital, migration, relocation of the national capital. AbstrakPembangunan IKN melahirkan isu lingkungan yang kini menjadi salah satu perhatian utama warga Indonesia, banyak prediksi IKN yang berpotensi pada aspek lingkungan. Lonjakan migran di Pulau Kalimantan juga termasuk kedalam isu lingkungan kekhawatiran yang akan mengganggu bahkan merusak kelestarian hutan alam di Kalimantan, sehingga keberadaan migran menuai pro dan kontra masyarakat yang dianggap akan melahirkan potensi deforestrasi. Maka penelitian ini mencoba untuk menganalisa dengan teori pemikiran Libertarian dan Kapitalisme. Pemikiran Libertarian digunakan untuk mengalisis perspektif masyarakat yang pro terhadap keberadaan migran, sedangkan pemikiran Kapitalisme digunakan untuk menganalisis perspektif negara yang dijadikan sebagai ladang modal usaha investor. sehingga hasil yang diperoleh dapat memunculkan berbagai potensi yang dihasilkan dari masing-masing perspektif.Kata Kunci: Modal usaha, migrasi, Pemindahan Ibu Kota Negara
Strategi Pemasaran Sosial Komunitas Sosial Blood for Life Nissa, Hairun; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.391

Abstract

AbstractThis study aims to describe the social marketing strategy implemented by the Blood for Life community in changing people's behavior to donate blood. Lack of blood stock is a very crucial issue in Indonesia. Blood for life is a social community that voluntarily helps others who are in need of blood for free. Blood for Life is a network of links between people who need blood and people who will donate blood. The literature review used to support this research analysis is social marketing strategies and non-profit organizations. The research approach uses a descriptive qualitative approach with the case study method. The research data were obtained through in-depth trainers to research informants, namely the founders of the organization, administrators and volunteers. Other data were obtained through researchers' observations of Blood for Life as well as documentation and uploads of activities uploaded via the internet. The results of this study indicate that the stages in social marketing such as analyzing the social marketing environment and selecting target adopters are carried out by Blood for Life, but are not structured. However it does not interfere with Blood for Life social marketing and activity settings and organizations can adjust accordingly. Blood for Life is able to change the behavior of its members to be more positive through education on empathetic values given to target adopters. The most effective social marketing promotion strategies are used to get and change prioritized member behavior through social media. Personal belief in the founder of Blood for Life's social media has become an effective and successful promotion strategy.Keywords: Social Marketing Strategy, Social Community, Behavior Change AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran sosial yang dilakukan oleh komunitas Blood for Life dalam mengubah perilaku masyarakat untuk mendonorkan darah. Kekurangan stok darah menjadi isu yang sangat krusial di Indonesia. Blood for life merupakan komunitas sosial yang secara sukarela membantu orang lain yang sedang membutuhkan darah secara cuma-cuma. Blood for Life menjadi jaringan penghubung antara orang yang membutuhkan darah, dengan orang yang akan mendonorkan darahnya.  Kajian pustaka yang digunakan untuk mendukung analisis penelitian ini adalah strategi pemasaran sosial dan organisasi nirlaba. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan penelitian yaitu pendiri organisasi, pengurus dan relawan. Data lainnya diperoleh melalui observasi peneliti terhadap Blood for Life serta dokumentasi dan unggahan kegiatan yang diunggah melalui internet.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan dalam pemasaran sosial seperti analyzing the social marketing environment dan selecting target adopter telah dilakukan oleh Blood for Life, akan tetapi tidak terstruktur. Namun tidak mengganggu jalannya pemasaran sosial dan aktivitas Blood for Life dan organisasi dapat menyesuaikan sesuai kebutuhannya. Blood for Life mampu mengubah perilaku anggotanya menjadi lebih positif melalui edukasi nilai-nilai empati yang diberikan kepada target adopter. Strategi promosi pemasaran sosial yang paling efektif digunakan untuk mendapatkan serta mengubah perilaku anggota diprioritaskan melalui media sosial. Adanya kepercayaan yang bersifat personal kepada media sosial pendiri Blood for Life menjadi strategi promosi yang efektif dan berhasil.Kata Kunci: Strategi Pemasaran Sosial, Komunitas Sosial, Perubahan Perilaku