cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 271 Documents
Implementasi Teknologi Hybrid Ecodry Serta Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Usaha Kerajinan Eceng Gondok Dalam Program TJSL Nawacita Ismail, Taufik; Insaniah, Cita; Jauhari, Jauhari; Algifari, M Zakky; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.455

Abstract

AbstractThe Pesona Walahar Creative Destination (Nawacita) program is implemented by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek in Walahar Village, Klari District, Karawang Regency. Walahar Village has a water area that originates from the Citarum River. Water hyacinths grow in abundance and are difficult to control, becoming part of environmental problems. Various work programs from 2020 to 2023 with the aim of reducing water hyacinth have been implemented, including reforestation of the Citarum watershed area and regular cleaning, formation of environmental awareness groups and Proklim, innovative use of water hyacinth as the main raw material for biogas energy sources, as well as innovation for craft raw materials. Utilizing water hyacinth as raw material for crafts is an effort to reduce water hyacinth which has added economic value. Before processing water hyacinth crafts, they need to be dried first. The previous process of drying water hyacinth used the heat of sunlight for 1000 kg of wet water hyacinth which could be dried in stages for up to 30 days and the results were not yet effective, and the stages of applying preservatives and coloring caused health risks so a solution was needed to increase the effectiveness of the drying process by creating technology. Hybrid Ecodry innovation for drying and mixing preservation and coloring materials. Hybrid Ecodry (capacity 10 Kg), every 1000 Kg of wet water hyacinth can increase the effectiveness of drying results over time by up to 50%, in terms of results of successfully dried water hyacinth the effectiveness increases to 31.25%, the economic value of dry water hyacinth increases to IDR 656,000 or 31.25%, and the economic value of water hyacinth products increased 31.25% to IDR 7,872,000. The social impact is increasing awareness and capacity of water hyacinth craftsmen in using PPE (Personal Protective Equipment) and APAR (Light Fire Extinguishing Equipment), as well as reducing the risk of health decline, while for the environmental impact the amount of water hyacinth waste reduction has increased to reach 24,000 kg/year.Keywords: Hybrid Eco Dry, Crafts, Water Hyacinth, HSE AbstrakProgram Pesona Walahar Creative Destination (Nawacita) yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Desa Walahar memiliki wilayah perairan yang bersumber dari Sungai Citarum. Eceng gondok tumbuh banyak dan sulit dikendalikan menjadi bagian dari permasalahan lingkungan. Berbagai program kerja dari tahun 2020 hingga 2023 ini dengan tujuan untuk mereduksi eceng gondok telah dilaksanakan yang diantaranya penghijauan area DAS Citarum dan pembersihan secara berkala, pembentukan kelompok sadar lingkungan dan Proklim, inovasi pemanfaatan eceng inovasi eceng gondok untuk bahan baku utama sumber energi biogas, serta inovasi untuk bahan baku kerajinan.  Pemanfaatan eceng gondok menjadi bahan baku kerajinan menjadi upaya reduksi eceng gondok yang memiliki nilai tambah ekonomi. Eceng gondok sebelum diproses kerajinan perlu dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan eceng gondok sebelumnya mengadalkan panas sinar matahari untuk 1000 Kg eceng gondok basah dapat dikeringkan secara bertahap hingga 30 hari dan belum efektif hasilnya, serta dalam tahapan pemberian bahan pengawet dan pewarnaan menimbulkan resiko kesehatan sehingga diperlukan solusi untuk meningkatan efektifitas dalam proses pengeringan dengan diciptakannya Teknologi Inovasi Hybrid Ecodry untuk pengeringan dan pencampuran bahan pengawetan serta pewarnaan. Hybrid Ecodry (kapasitas 10 Kg), setiap 1000 Kg eceng gondok basah dapat meningkatkan efektifitas hasil pengeringan secara waktu mencapai 50%, secara hasil eceng gondok yang berhasil dikeringkan efektifitasnya meningkat menjadi 31,25%, Nilai ekonomi eceng gondok kering meningkat menjadi Rp 656.000 atau 31,25%, dan nilai ekonomi produk eceng gondok meningkat 31,25% menjadi Rp 7.872.000.  Dampak sosial meningkatnya kesadaran dan kapasitas pengrajin eceng gondok dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan), serta menurunnya resiko penurunan kesehatan sedangkan untuk dampak lingkungan meningkatnya jumlah reduksi limbah eceng gondok mencapai 24.000 Kg/tahun.Kata kunci: Hybrid Ecodry, Kerajinan, Eceng Gondok, K3
Implementasi Revitalisasi Rumah Sakit Daerah Labuan Kabupaten Pandeglang Sebagai Pelayanan Kesehatan Ariyan, Said; Kencana, Agus Deni; Nuraeni, Siti Rahma; Mulyawan, Arief
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.448

Abstract

AbstractHospitals (RS) have a very important role in health services. Pandeglang Regency is an area that has a Regional General Hospital (RSUD) whose facilities need government attention in its services.  The implementation of Banten Provincial Government Policy in the context of Revitalization of Labuan Regional Hospital has never been carried out. Over time and seeing the situation of social development of the community that continues to experience shifts and changes in the quality of life and health, the Banten Provincial Government utilizes land that used to be the Labuan health center to build Labuan Regional Hospital.  This will be done by: identifying the implementation of the revitalization policy of Labuan Hospital as a public service facility and characterizing the inhibiting and supporting factors in the revitalization of Labuan Hospital so as to improve health services. The results of community satisfaction reached 55% for the revitalization of Labuan Hospital, impacting the community really hopes that Labuan Hospital will operate immediately so that health services are easy to reach and travel time will also be faster, especially for the people of Labuan District and Pandeglang in the South region in general.Keyword: Labuan; Pandeglang;  Public Services; Revitalization AbstrakRumah Sakit  (RS)  mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelayanan Kesehatan. Kabupaten Pandeglang adalah wilayah yang memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang fasilitasnya perlu perhatian pemerintah dalam pelayanannya.  Implementasi Kebijakan Pemerintah Provinsi Banten dalam rangka Revitalisasi RSUD Labuan, belum pernah dilakukan. Seiring berjalannya waktu dan melihat situasi perkembangan sosial masyarakat yang terus mengalami pergeseran dan perubahan kualitas hidup dan kesehatan, Pemerintah Provinsi Banten melakukan pemanfaatan lahan yang dulu merupakan puskesmas Labuan untuk dibangun RSUD Labuan.  Hal ini akan dilakukan dengan cara: mengidentifikasi implementasi kebijakan revitalisasi RSUD Labuan sebagai fasilitas pelayanan publik dan mengkarakterisasi faktor penghambat dan faktor pendukung dalam revitalisasi RSUD Labuan sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan. Hasil kepuasan masyarakat mencapai 55% terhadap revitalisasi RSUD Labuan berdampak masyarakat sangat berharap RSUD Labuan segera beroperasi sehingga pelayanan kesehatan mudah dijangkau dan waktu tempuh juga akan lebih cepat terutama untuk massyarakat Kecamatan Labuan dan Kabupaten Pandeglang wilayah Selatan pada umumnya.Kata Kunci: Labuan; Pandeglang; Pelayanan Publik; Revitalisasi
Dampak Pelaksanaan Program CSR PT. JNE-HI Jabar Bagi Kelompok Tani Disabilitas “Pratama Mandiri” di Kota Cimahi Nurwulan, Riany Laila; Nadila, Dini
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.456

Abstract

AbstractEconomic independence can be developed by increasing its ability to engage in productive activities, by forming groups. The “Pratama Mandiri” farmer group is one of the groups whose members are blind, physically disabled, and deaf people who are the target of the West Java HI institution as beneficiaries of PT JNE's CSR assistance. The purpose of the research is to find out the process and results of implementing activities in the corporate social responsibility program in the form of independence for persons with disabilities. The results of the research show that the CSR program of PT. JNE is carried out as an implementation of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies (“UUPT”) which regulates Social and Environmental Responsibility, in which companies carrying out their business activities in the field of and/or related to natural resources are required to carry out social and environmental responsibilities. Social and Environmental Responsibility. The implementation is in collaboration with the West Java Human Initiative (HI Jabar) with the target of beneficiaries with disabilities. The impact of program implementation is meeting the social needs of persons with disabilities and increasing social life which includes the ability to build self confidence, get social support, build social networks, and avoid negative stigma.Keywords: corporate social responsibility; food security; disability empowerment; social needs  AbstrakKemandirian ekonomi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kemampuannya untuk dalam aktifitas produktif, dengan membentuk kelompok. Kelompok tani “Pratama Mandiri” merupakan salah satu kelompok yang beranggotakan penyandang disabilitas netra, daksa, dan rungu wicara yang menjadi sasaran lembaga HI Jawa Barat sebagai penerima manfaat bantuan CSR PT JNE. Berdasarkan itu dimaksudkan untuk mengadakan penelitian “Dampak Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap kemandirian penyandang disabilitas”. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan dan hasil kegiatan pada program tanggung jawab social perusahaan PT. JNE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR PT. JNE dilaksanakan sebagai implementasi dari Pasal 74 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) yang mengatur mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, dimana Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pelaksanaannya bekerjasama dengan Human Initiative Jawa Barat (HI Jabar) dengan sasaran penerima manfaat penyandang disabilitas. Dampak dari pelaksanaan program adalah terpenuhinya kebutuhan social penyandang disabilitas dan meningkatnya kehidupan sosial yang mencakup kemampuan membangun kepercayaan diri, mendapatkan dukungan sosial, membangun jaringan sosial, dan menghindari stigma negatif.Kata Kunci: tanggung jawab sosial perusahaan; pemberdayaan disabilitas; kebutuhan sosial
Implementasi Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Marketing Di Neostation Creative Center, Live Cooking And Coffee Bar Wulandari, Tresia; Anisyahrini, Rini
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.449

Abstract

AbstractWe are currently entering the era of digitalization which has become the new prima donna in the world of business and marketing. As if entering a new era, business actors must be able to adapt to developments in information and technology. Many of us encounter business actors who cannot adapt, so they will sink by themselves. In fact, we are often surprised by extraordinary business changes. Anti-mainstream marketing strategies to digital transactions through applications that replace cash transactions. This requires all companies, from small scale to multinational, to compete more tightly to reach the market.Along with the times, the lifestyle of people, especially in the city of Bandung, seems to have evolved. Starting from unlimited creativity with the emergence of many content creators, fulfilling a lifestyle that is not just socialization with the proliferation of coffee shops in the city of Bandung. This opportunity was utilized by PT. Sarana Investindo by opening a business in that field. By carrying out the minimalist concept of creative space, NeoStation presents coffee shops, clothing districts, content creators, automotive enthusiasts, and fashion.Seeing that most of the target market from NeoStation is generation Z, namely students and business students must apply the Digital Marketing Concept to achieve targets. In this research, we will understand how traffic, conversion, and engagement are. The Internet has changed the way we do business and do marketing.The data collection technique is through in-depth interviews with figures from NeoStation, making observations at a location located at Jalan Mutumanikam No.69 Cijagra, Lengkong District, Bandung City, West Java, and reviewing the literature. The targeted output of this research is a national journal accredited Sinta 1-6. The proposed Level of Technology Readiness is 3. Objectives of The Technology Readiness Stage that will be produced by this research is at three levels namely, TKT 1, TKT 2 and TKT 3 with the first process knowing the basic principles of the technology that has been researched; the second is the formulation of the concept of technology and its application; the third is proof of concept in the relevant environment.Keywords: Digital Marketing, Coffee Shop, Creative Center, Creative Economy. AbstrakSaat ini kita memasuki era digitalisasi yang menjadi primadona baru dalam dunia bisnis dan pemasaran. Seolah memasuki era baru para pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perkembangan informasi dan teknologi. Banyak kita temui pelaku usaha yang tidak bisa beradaptasi maka akan tenggelam dengan sendirinya. Bahkan kita sering dikejutkan dengan perubahan bisnis yang luar biasa. Strategi pemasaran yang anti mainstream hingga transaksi digital melalui aplikasi yang menggantikan transaksi tunai. Hal ini menuntut  semua perusahaan, dari yang berskala kecil hingga multinasional, untuk bersaing lebih ketat meraih pasar.Seiring perkembangan zaman gaya hidup masyarakat khususnya di kota Bandung seolah ikut berevolusi. Mulai dari kreativitas yang tidak terbatas dengan munculnya banyak content creator, pemenuhan gaya hidup yang tidak hanya sekedar sosialisasi semata dengan menjamurnya coffee shop di kota Bandung. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh PT. Sarana Investindo dengan membuka bisnis dibidang tersebut. Dengan mengusung konsep minimalis creative space NeoStation menghadirkan diantaranya coffee shop, clothing distric, content creator, automotive enthusiast, dan fashion.Melihat sebagian besar target pasar dari NeoStation adalah generasi Z yaitu pelajar dan mahasiswa pelaku usaha harus menerapkan Digital Marketing Concept untuk mencapai target. Dalam penelitian ini akan dipahami bagaimana traffic, conversion, dan engagement. Internet mengubah cara berbisnis dan melakukan marketing.Teknik pengambilan data yaitu melalui wawancara mendalam dengan figures dari NeoStation, melakukan observasi di lokasi yang terletak di Jalan Mutumanikam No.69 Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, dan kajian pustaka. Luaran yang ditargetkan dari riset ini yaitu jurnal nasional terakreditasi Sinta 1-6. Tingkat Ketersiapan Teknologi yang diusulkan yaitu 3. Tujuan Tahap Kesiapan Teknologi yang akan dihasilkan oleh penelitian ini berada pada tiga tingkatan yaitu, TKT 1, TKT 2 dan TKT 3 dengan proses pertama mengetahui prinsip dasar dari teknologi yang telah diteliti; yang kedua formulasi konsep teknologi dan aplikasinya; yang ketiga adanya pembuktian konsep dalam lingkungan yang relevan.Kata kunci: Marketing Digital, Kedai Kopi, Pusat Kreatif, Ekonomi Kreatif.
Implementasi Inovasi Bank Jek (Pemanfaatan Jerami, Eceng Gondok, dan Keong Sebagai Pupuk Serta Ecoenzyme Untuk Pembibitan Mangrove) Pada TJSL Program Sedari Kang Hari Ismail, Taufik; Insaniah, Cita; Andhika, M.; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.457

Abstract

AbstractThe Sedari Kang Hari (Green, Sustainable and Independent Village) program is implemented by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek in Sedari Village, Cibuaya District, Karawang Regency. The program focuses on aspects of biodiversity, community empowerment and disaster response. One implementation is related to efforts to mitigate abrasion disasters by establishing conservation areas to protect biodiversity planted with mangroves. Mangrove planting is carried out using seeds that are nursed by the community. The problems that arise are the success rate of mangrove planting which is only 50% and the availability of seeds is still not sustainable. This problem was answered by implementing Bank Jek's innovation. Bank Jek's innovation is based on the problems and potential availability of raw materials in the form of waste straw, water hyacinth and snails to produce Bank Jek products, namely in the form of organic fertilizer and ecoenzymes which contain important nutrients for mangrove plants. Bank Jek's innovation provides value in the mutual cooperation involvement of various parties, including the government, community, conservation groups, and especially farmers in achieving program success. Changes in the behavior of farmers who previously burned straw waste and used chemical pesticides for snail pests have reduced their intensity, thus directly contributing to reducing greenhouse gas emissions and improving the condition of rice fields. The Bank Jek innovation produced has been marketed with the legality of product quality tests from the Sucofindo laboratory. Bank Jek's innovation with its product results is able to increase the availability of seeds in a sustainable manner and increase the success of mangrove planting to more than 70% as well as value conversion from the level of seeding and planting achievements and when compared with conditions before the implementation of the innovation with indicators of savings in purchasing / replacing seeds and maintenance as well as conversion of the use of fertilizer and ecoenzyme products results in IDR 13,000,000/year.Keywords: Bank Jek, Straw, Water Hyacinth, Snail, Mangrove AbstrakProgram Sedari Kang Hari (Kampung Hijau, Lestari, dan Mandiri) dilaksankan Oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Program berfokus pada aspek keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, dan tanggap kebencanaan. Salah satu implementasinya yaitu terkai dengan upaya mitigasi bencana abrasi dengan penetapan area konservasi perlindungan kenaekaragaman hayati yang ditanami mangrove. Penanaman mangrove dilakukan dengan menggunakan bibit yang dilakukan pembibitannya oleh masyarakat. Permasalahan yang timbul yaitu tingkat keberhasilan penanaman mangrove yang hanya 50% dan ketersedian bibit yang masih belum keberlanjutan. Permasalahan tersebut terjawab dengan diterapkannya inovasi Bank Jek. Inovasi Bank Jek didasarkan atas permasalahan serta potensi ketersedian bahan baku berupa limbah jerami, eceng gondok, dan keong untuk dihasilkan produk Bank Jek yaitu berupa pupuk organik dan ecoenzym yang mengandung unsur hara penting untuk tanaman mangrove. Inovasi Bank Jek memberikan value terhadap keterlibatan gotong royong berbagai pihak baik itu pemerintah, masyarakat, kelompok konservasi, dan khsusnya petani dalam mencapai keberhasilan program. Perubahan perilaku petani yang sebelumnya membakar limbah jerami dan menggunakan peptisida kimia untuk hama keong menjadi berkurang intensitasnya sehingga secara langsung berkontribusi terhadap penggurangan emisi gas rumah kaca dan perbaikan kondisi tanah persawahan. Inovasi Bank Jek yang diproduksi telah dipasarkan dengan legalitas uji kualitas produk hasil laboratorium Sucofindo. Inovasi Bank Jek dengan hasil produknya tersebut mampu meningkatkan ketersedian bibit secara berkelanjutan dan meningkatkan keberhasilan penanaman mangrove menjadi lebih dari 70% serta konversi nilai dari tingkat capaian pembibitan dan penanaman serta jika dibandingkan dengan kondisi sebelum penerapan inovasi dengan indikator penghematan pembelian / ganti bibit dan perawatan serta konversi penggunaan produk pupuk dan ecoenzym maka dihasilkan Rp 13.000.000/tahun.Kata Kunci: Bank Jek, Jerami, Eceng Gondok, Keong, Mangrove
The Influence of Content Quality on Social Media on Customer Loyalty Dapur Cokelat Products In Indonesia Lestari, Unik Dwi; Hasan, Manal Mohamed; Nadif, Muhammad Akhdan; Rojuaniah, Rojuaniah; Ikramina, Ikramina
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.452

Abstract

Abstract:This study aims to analyze the effect of content quality on customer loyalty and word of mouth through stickiness in Dapur Cokelat Indonesia customers. With this, it is hoped that it can provide input to the Management of Dapur Cokelat Indonesia in increasing customer loyalty through the quality of content on social media. This research will be conducted in Indonesia in July 2023. The data collection process is carried out by distributing questionnaires online through Google Forms. Furthermore, this study used purposive sampling to determine respondents. This research was conducted on 175 customers who had purchased Dapur Cokelat products online. The resulting data is analyzed using the Structural Equation Model (SEM) method. The results of this study show the positive influence of content quality on relationship quality, attitudinal loyalty, behavioral loyalty, and word of mouth. However, this study also shows that content quality does not have a positive effect on stickiness.Keywords: content quality, relationship quality, stickiness, attitudinal loyalty, behavioral loyaltyAbstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengaruh content quality terhadap loyalitas pelanggan dan word of mouth melalui stickiness pada pelanggan Dapur Cokelat Indonesia. Dengan ini harapannya dapat memberikan masukan kepada Manajemen Dapur Cokelat Indonesia dalam meningkatkan loyalitas pelanggannya melalui kualitas konten pada media sosial. Penelitian ini dilakukan di Indonesia pada bulan Juli 2023. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner secara online melalui Google Form. Selanjutnya penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk menentukan responden. Penelitian ini dilakukan pada 175 pelanggan yang pernah membeli produk Dapur Cokelat melalui online. Data yang dihasilkan dianalisa dengan menggunakan metode Structural Equation Model (SEM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengaruh positif dari content quality terhadap relationship quality, attitudinal loyalty, behavioral loyalty, dan word of mouth. Namun, pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa content quality tidak berpengaruh positif terhadap stickiness.Kata Kunci: kualitas konten, kualitas hubungan, kelekatan, loyalitas sikap, loyalitas perilaku
Implementasi Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) Kota Padang Panjang Ditinjau Dari Perspektif Maslahah Warman, Septia
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.458

Abstract

AbstractGender mainstreaming has an important role in national development which later gave birth to Mayor Regulation Number 26 of 2018 concerning references for the PUG program in the city of Padang Panjang. For the PUG program in Padang Panjang City, the Regional Government as the institution that regulates and is obliged to implement PUG in Padang Panjang City to create gender equality between men and women, one of which is women's issues, unequal rights and obligations of men and women in many aspects. The aim of this thesis is to find out: (1) Implementation of Mayor Regulation number 26 of 2018 concerning Gender Mainstreaming in the City of Padang Panjang (2) Perwako Padang Panjang Number 26 of 2018 concerning Gender Mainstreaming in the City of Padang Panjang viewed from a Maslahah perspective. This article is field research using descriptive methods, which provide a detailed description of the problem according to reality. The informants in this research are the Mayor of Padang Panjang, the Head of the Regional Apparatus Organization (OPD) which makes gender mainstreaming policies as well as experts and specialists in the field of gender mainstreaming. To obtain data the author used observation, interview and documentation techniques. In general, the policy formulation process that has been carried out by the Padang Panjang City Government is in accordance with the Gender-based policy formulation used by the OPD and the stages of policy formulation that have been implemented have met the PUG criteria. Apart from that, the issuance of Mayor Regulation Number 26 of 2018 has become evidence of gender mainstreaming efforts that have been implemented by the Padang Panjang City Government when viewed from a maslahah perspective.Keywords: Gender Mainstreaming, Maslahah, Regulations AbstrakPengarusutamaan gender mempunyai peranan penting dalam pembangunan Nasional yang kemudian melahirkan Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2018 tentang acuan program PUG di kota Padang Panjang. Untuk program PUG di Kota Padang Panjang, Pemda sebagai institusi yang mengatur dan berkewajiban untuk melaksanakan PUG di Kota Padang Panjang untuk meciptakan kesamaan gender antara laki-laki dan wanita yang salah satunya merupakan masalah wanita, ketidak setaraan hak dan kewajiban laki-laki dan wanita dalan banyak aspek. Tujuan tesis ini adalah untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan Peraturan walikota nomor 26 Tahun 2018 tentang Pengarusutamaan Gender kota Padang Panjang (2) Perwako Padang Panjang Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pengarusutamaan Gender Kota Padang Panjang ditinjau dari perspektif Maslahah. Tulisan ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif, yang memberikan gambaran secara terperinci terhadap permasalahan sesuai kenyataan. Informan dalam penelitian ini adalah Walikota Padang Panjang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)yang membuat kebijakan pengarusutamaan gender serta para ahli dan pakar di bidang pengarusutamaan gender. Untuk memperoleh data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara garis besar proses formulasi kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang Panjang sudah sesuai dengan formulasi kebijakan yang berbasis Gender yang digunakan oleh OPD dan tahapan perumusan kebijakan yang telah dilaksanakan sudah memenuhi kriteria PUG. Selain itu, dengan lahirnya Peraturan Walikota Nomor 26 tahun 2018 telah menjadi bukti dari upaya pengarusutamaan gender yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Padang Panjang apabila ditinjau dari perspektif maslahah. Kata Kunci:  Pengarusutamaan Gender, Maslahah, Peraturan
Baduy Indigenous People's Food Accessibility Through Social Forest Management Utami, Wahyu Kartiko; Mayrudin, Yeby Ma'asan; Irawan, Peri; Dewi, Ila Silviana
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.453

Abstract

AbstractFood Accessibility of the Baduy community through social forestry can increase the food security of the community, which in turn will also affect the welfare of the Baduy. In this study, food accessibility for the Baduy community is seen through physical accessibility which includes infrastructure and community facilities in fulfilling food security, while economic accessibility looks at the material capabilities of the community in accessing food. This research used a phenomenological approach, in which researchers try to understand the physical and economic accessibility of food through social forestry in promoting food security in the Baduy community. The results showed that the food accessibility of the Baduy community through social forestry was quite good and sufficient, where 124 Baduy farmers were members of the social forestry community group so that they had access to forest management and obtained rights to share the profits from the sale of social forest products. The closeness of the Baduy people to nature makes the Baduy people have a 'good' relationship with nature so that their food needs are fulfilled even though the majority of the people are farmers who have irregular incomes. The sale of social forest products from both short-term and long-term crops helps Baduy farmers meet their basic needs. By selling timber from the social forest, Baduy farmers can get a profit-sharing proportion of around 20-30%. The absence of a market in the Baduy community also does not make it difficult for them to obtain food/food because there are still small traders. The community's access to roads and bridges to food is quite adequate with the river as the Baduy community's main water source.Keywords: social forestry, Baduy community, food accessibility, food security AbstrakAksesibilitas pangan masyarakat Baduy melalui perhutanan sosial dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat masyarakat Baduy dan akhirnya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat Baduy. Dalam penelitian ini, aksesibilitas pangan masyarakat Baduy dilihat melalui aksesibilitas fisik yang meliputi sarana prasarana serta fasilitas masyarakat dalam memenuhi ketahanan pangan, dan aksesibilitas ekonomi yang melihat kemampuan material masyarakat dalam mengakses pangan. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, peneliti mencoba memahami aksesibilitas pangan baik fisik dan ekonomi melalui hutan sosial dalam mendorong ketahanan pangan pada masyarakat Baduy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pangan masyarakat Baduy melalui perhutanan sosial cukup baik dan memadai, tercatat sebanyak 124 petani Baduy yang tergabung dalam kelompok paguyuban perhutanan sosial sehingga membuat mereka memiliki akses dalam pengelolaan hutan serta mendapatkan hak untuk bagi hasil penjualan hasil hutan hutan sosial. Lekatnya masyarakat Baduy dengan alam membuat masyarakat Baduy memiliki hubungan ‘baik’ dengan alam sehingga masyarakat tercukupi kebutuhan pangannya meski mayoritas masyarakat merupakan petani yang memiliki pendapatan tidak tetap. Penjualan hasil hutan sosial baik dari tanaman jangka pendek dan tanaman jangka panjang senyatanya membantu petani Baduy dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka. Dengan penjualan kayu hasil hutan sosial, petani Baduy bisa mendapatkan proporsi bagi hasil sekitar 20-30%. Ketiadaan pasar dalam masyarakat Baduy juga tidak menyulitkan mereka mendapatkan bahan pangan atau pangan karena masih ada pedagang-pedagang kecil. Sedangkan akses masyarakat akan jalan dan jembatan menuju pangan cukup memadai dengan sungai sebagai sumber air utama masyarakat Baduy.Kata kunci: hutan sosial, masyarakat baduy, aksesibilitas pangan, ketahanan pangan
The Impact of Illegal Mine C Mining and Regulatory Reform in East Kalimantan Fitriani, Nur Annisa; Ahya, Urfan; Masjaya, Masjaya; Effendi, Safaranita Nur
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 2 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i2.490

Abstract

AbstractMining activities are activities that utilize natural resources that have a direct impact on the environment. Development activities that do not comply with regulations and are not sustainable have the potential to cause major damage to the environment. C Excavation Mining is a type of mining whose scope is smaller than mineral and coal mining. However, because its scope is smaller, this does not mean that Excavation C mining does not have an impact on the environment. As a region rich in natural resources, East Kalimantan is a province with enormous potential in the mining sector. With this great potential, regulations are important to regulate all types of mining operations. In 2022, authority over mining permits, which was previously in the hands of the center, will again be in the hands of regional governments. However, East Kalimantan in particular still does not have a PERGUB regulation regarding the Galian C mine, so there are several cases involving the illegal Galian C mine and its negative impact on the related environment. This article will briefly discuss how the absence of a PERGUB regulating the illegal mining of Excavation C has resulted in losses and hampered East Kalimantan's natural resource wealth, and what recommendations for regulatory reform the local government can carry out regarding this issue.Keywords: Galian C, Governor Regulation, East Kalimantan
Praktik State Censorship Terhadap Demokrasi Indonesia Ningrat, Shinta Ressmy Cakra; Paskarina, Caroline; Rahmatunnisa, Mudiyati
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 1 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i1.477

Abstract

AbstractDigital authoritarianism operates with various methods used by governments. What has been discovered in Indonesia in recent times is the use of censorship of freedom of expression carried out in the digital realm. This research tries to elaborate on these practices, starting from internet shutdowns and the formation of virtual police to repress citizens, to carrying out digital attacks on citizens. This research uses descriptive qualitative research methods using several theories and concepts, such as the concept of state censorship from Shadmer & Bernhardt, the concept of digital authoritarianism from Diprose and Power. This research proves that the findings of the practice of digital authoritarianism have a significant impact on the resilience, vulnerability and decline of Indonesian democracy. The government carries out the practice of digital authoritarianism through censorship to shape, control and manipulate citizens through cyberspace and is facilitated by communication technology.Key words: digital authoritarianism, internet shutdown, digital repression AbstrakOtoritarianisme digital berjalan dengan berbagai metode yang digunakan oleh pemerintah. Adapun yang sudah ditemukan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir adalah dengan menggunakan penyensoran kepada kebebasan berekspresi yang dilakukan di ranah digital. Penelitian ini mencoba mengelaborasi praktik-praktik tersebut, mulai dari internet shutdown dan pembentukan polisi virtual untuk merepresi warga negara, hingga melakukan serangan digital kepada warga negara. Penelitian ini mengenakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan beberapa teori dan konsep, seperti konsep state censhorship dari Shadmer & Bernhardt konsep otoritarianisme digital dari Polyakova & Meserole (2019). Penelitian ini membuktikan temuan-temuan praktik otoritarianisme digital berdampak signifikan pada ketahanan, kerentanan dan kemunduran demokrasi Indonesia. Praktik otoritarianisme digital melalui penyensoran dilakukan pemerintah untuk membentuk, mengontrol dan memanipulasi warga negara melalui dunia siber dan difasilitasi oleh teknologi komunikasi.Kata kunci: otoritarianisme digital, internet shutdown, represi digital