cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 271 Documents
Keberlanjutan Demokrasi Indonesia? Dua Tahun Pandemi COVID-19 yang Penuh Tantangan Agustino, Leo; Hikmawan, M Dian; Silas, Jonah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.444

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic provides trials as well as lessons for the democratic system in Indonesia. This article examines and discusses the sustainability of democracy in Indonesia by reflecting on the handling of the COVID-19 pandemic. The research method we use is qualitative with data collection techniques through observation, library research, and utilizing various online sources to analyze it. Our findings show that the government's strategy in anticipating the COVID-19 pandemic has reduced the level of democracy. This can be seen in the politicization of regulations which has led to the arrest and prosecution of civilians who disagree with the government. Second, the occurrence of executive aggrandisement by attracting opposition elites into the government so that there is no resistance in terms of handling COVID-19 and, third, the birth of a discourse on the perpetuation of executive power. If there are no efforts to correct the course of democracy, then Indonesian democracy will experience a deeper setback than during the COVID-19 pandemic.Keywords: COVID-19, Executive Aggrandisement, Democratic Regression, Authority AbstrakPandemi COVID-19 memberikan cobaan sekaligus pembelajaran terhadap sistem demokrasi di Indonesia.  Artikel ini membahas dan mendiskusikan keberlanjutan demokrasi di Indonesia dengan bercermin pada penanganan pandemi COVID-19.  Metode penelitian yang kami gunakan adalah kualitatif dengan teknik pengutipan data melalui observasi, library research, serta memanfaatkan berbagai sumber online untuk menganalisisnya.  Temuan Kami menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam mengantisipasi pandemi COVID-19 telah menurunkan kadar demokrasi.  Ini tampak pada politisasi regulasi yang berujung pada penangkapan dan penuntutan warga sipil yang berseberangan pandangan dengan pemerintah.  Kedua, terjadinya executive aggrandisement dengan cara menarik menarik masuk elit oposisi dalam pemerintahan agar tidak ada perlawanan dalam hal penanganan COVID-19 dan, ketiga, lahirnya wacana pengekalan kekuasaan eksekutif.  Jika tak ada upaya koreksi atas jalannya demokrasi, maka demokrasi Indonesia akan mengalami kemunduran yang lebih dalam dari masa pandemi COVID-19 lalu.Kata Kunci: COVID-19, Executive aggrandisement, Regresi demokrasi, Kuasa
Analisis Desain Kelembagaan Pengelolaan Program Bus Sekolah di Kota Surabaya Fadlur Rohman, Ahmad Zaki; Wiwoho, Theofilus Maharedi Aristyo
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.408

Abstract

AbstractThis research begins with an institutional study that wants to formulate an adapted design within the framework of an institution or institutions. This research attempts to explore the institutional design contained in the management of the Surabaya School Bus by looking at the institutional design contained in the Surabaya School Bus management program. These activities include routine pick-up and delivery activities for Surabaya City students every day along with additional activities such as incidental activities outside of routine activities. The existence of these activities is influenced by external variables which include Physical/Material Conditions, Community Attributes, and the Rules used. This study uses a qualitative research approach with the type of research adopted is a case study. While the theory used is the theory of IAD (Institutional Analysis Development) by Elinor Ostrom. The results found in this study indicate that the institutional design contained in the management of the Surabaya School Bus through external variables of physical/material conditions is known if the availability of route options and School Bus units has not been able to reach the entire city of Surabaya. Meanwhile, based on the community attribute variables reviewed through the management side, there is a loss in the number of actors with the workload handled. Then for the rule variable used it is known if the Surabaya School Bus does not yet have city-level regulatory rules regulated through a mayoral regulation. There are also several instructions that are inefficient in their implementation, such as regulations for repairs and limited land for refueling.Keywords: Institutional Design, Institutional Analysis and Development (IAD), Surabaya School Bus AbstrakPenelitian ini berawal dari studi kelembagaan yang ingin memformulasikan desain yang diadopsi dalam kerangka kerja suatu institusi atau kelembagaan. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri desain kelembagaan yang terdapat dalam pengelolaan Bus Sekolah Surabaya dengan melihat desain kelembagaan yang terdapat pengelolaan program dari Bus Sekolah Surabaya dapat dilihat dari aksi situasi yang terjadi pada saat aktivitas kegiatan Bus Sekolah Surabaya berjalan di Kota Surabaya. Aktivitas tersebut meliputi kegiatan giat rutin pengantaran maupun penjemputan siswa-siswi pelajar Kota Surabaya setiap harinya beserta kegiata-kegiatan tambahan seperti giat isidentil diluar dari giat rutin. Adanya kegiatan tersebut dipengaruhi oleh variabel eksternal yang meliputi atas Kondisi Fisik/Material, Atribut Komunitas, dan Aturan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang diadopsi ialah studi kasus. Sedangkan teori yang digunakan ialah teori IAD (Institusional Analysis Developmnet) oleh Elinor Ostrom. Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukan bahwasannya desain kelembagaan yang terdapat dalam pengelolaan Bus Sekolah Surabaya melalui variabel eksternal kondisi fisik/material diketahui jika ketersediaan pilihan rute dan unit Bus Sekolah belum mampu menjangkau keseluruhan Kota Surabaya. Adapun berdasarkan variabel atribut komunitas yang ditinjau melalui sisi pengelola, terdapat ketidakseimbangan jumlah aktor dengan beban kerja yang ditangani. Kemudian untuk variabel aturan yang digunakan diketahui jika Bus Sekolah Surabaya belum memiliki aturan regulasi tingkat kota yang diatur melalui peraturan walikota. Terdapat juga beberapa instruksi yang tidak efisien dalam penerapannya seperti regulasi untuk perbaikan dan terbatasnya lokasi untuk pengisian BBM.Kata Kunci: Desain Kelembagaan, Institutional Analysis and Development (IAD), Bus Sekolah Surabaya
Pemasaran Politik Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kota Tangerang Pada Pemilu 2019 Triwibawa, Adhe Taufiq Harry; Fuad, Anis; Mayrudin, Yeby Ma’asan
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.403

Abstract

AbstractThis study illustrates the political marketing strategy of the United Development Party (DPC) of the United Development Party (PPP) Board in winning the election contestation, political marketing carried out by the United Development Party is a way of winning political parties in gaining the power of legislative seats, this study specifically focuses on strategic issues marketing or the method used by the United Development Party in winning the election contestation by applying the concept of the Adman Nursal theory of push, pull, and pass marketing. This research uses a descriptive qualitative approach used to interpret the data in every book and informant who has conducted research on political marketing strategies. The results of this study revealed that the political marketing strategy adoptedby the PPP intheelection contestation did not provide an increase due to corruption cases that tarnished the name of the United Development Party so that there was adecline in votes in the 2019 elections. This did not rule out that for the placement of legislative seats the PPP gained three seats in Legislative power, by providing political education, utilizing cooperation with social media, and religious leaders in socializing through certain programs, this has become a way of increasing the existence of the 2019 United Development Party in the City of Tangerang.Keywords: Political Marketing Strategies, Legislative Power, Political Parties AbstrakPenelitian ini menggambarkan strategi marketing politik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam memenangkan kontestasi pemilu, marketing politik yang dilakukan Partai Persatuan Pembangunan merupakan suatu cara kemenangan partai politik dalam mendapatkan kekuasaan kursi legislatif, Penelitian ini secara khusus berfokus pada masalah strategi marketing atau cara yang dilakukan Partai Persatuan Pembangunan dalam memenangkan kontestasi pemilu dengan menerapkan konsep teori Adman Nursal yaitu push, pull, dan pass marketing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menginterpretasikan data dalam setiap buku dan informan yang telah melakukan penelitian terhadap strategi marketing politik. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi marketing politik yang diterapkan oleh PPP dalam kontestasi pemilu tidak memberikan peningkatan akibat kasus korupsi yang mencemari nama Partai Persatuan Pembangunan sehingga terjadi penurunan suara dalam pemilu 2019, Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa untuk penempatan kursi legislatif PPP mendapatkan tiga kursi dalam kekuasaan dilegislatif, Dengan memberikan pendidikan politik, pemanfaatan kerja samadengan media sosial, dan tokoh agama dalam bersosialisasi melalui program tertentu, Hal ini menjadi suatu cara dalam meningkatkan eksistensi Partai Persatuan Pembangunan pemilu 2019 di Kota Tangerang.Kata kunci: Strategi Marketing Politik, Kekuasaan Legislatif, Partai Politik
Human Security Implications and the Indonesian Diaspora in the Philippines Harakan, Ahmad; Said, Try Gustaf
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.407

Abstract

AbstractThe present research endeavours to explore the ramifications of the Indonesian diaspora in the Philippines on human security. It scrutinises the encounters of Indonesian migrants and their probable effects on the security dynamics of individuals, communities, and regions. This article employs an interdisciplinary methodology, utilising sources such as policy reports, and academic literature. The present study initiates by examining the underlying determinants that propel Indonesian migration towards the Philippines, including but not limited to economic prospects, social connections, and geopolitical dynamics. The subsequent discussion pertains to the difficulties encountered by the Indonesian diaspora, encompassing issues of assimilation into society, the availability of educational and medical resources, and instances of prejudice. The research subsequently analyses the implications of these challenges on human security, with a specific focus on three dimensions: (1) the security and well-being of individuals; (2) the cohesion of communities and social stability; and (3) the dynamics of regional security. The results underscore the interrelatedness of these aspects and underscore the necessity of a thorough and interdisciplinary strategy in tackling the human security issues that emerge from the existence of the Indonesian diaspora in the Philippines. The article concludes by underscoring the significance of a cooperative endeavour among the governments of Indonesia and the Philippines, civil society organisations, and the global community to alleviate the adverse effects of migration and advance the welfare of the Indonesian diaspora and the communities where they reside.Keywords: Human Security, Indonesian Diaspora, Social, Political Dimensions AbstrakPenelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi konsekuensi diaspora Indonesia di Filipina terhadap keamanan manusia. Ini meneliti pertemuan para migran Indonesia dan kemungkinan dampaknya terhadap dinamika keamanan individu, komunitas, dan wilayah. Artikel ini menggunakan metodologi interdisipliner, memanfaatkan sumber-sumber seperti laporan kebijakan, dan literatur akademik. Studi ini dimulai dengan mengkaji faktor-faktor penentu yang mendorong migrasi Indonesia menuju Filipina, termasuk namun tidak terbatas pada prospek ekonomi, hubungan sosial, dan dinamika geopolitik. Pembahasan selanjutnya berkaitan dengan kesulitan yang dihadapi oleh diaspora Indonesia, meliputi masalah asimilasi ke dalam masyarakat, ketersediaan sumber daya pendidikan dan medis, dan contoh prasangka. Penelitian selanjutnya menganalisis implikasi dari tantangan ini terhadap keamanan manusia, dengan fokus khusus pada tiga dimensi: (1) keamanan dan kesejahteraan individu; (2) kohesi komunitas dan stabilitas sosial; dan (3) dinamika keamanan kawasan. Hasilnya menggarisbawahi keterkaitan aspek-aspek tersebut dan menggarisbawahi perlunya strategi yang menyeluruh dan interdisipliner dalam mengatasi masalah keamanan manusia yang muncul dari keberadaan diaspora Indonesia di Filipina. Artikel ini diakhiri dengan menggarisbawahi pentingnya upaya kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Filipina, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas global untuk mengurangi dampak buruk migrasi dan memajukan kesejahteraan diaspora Indonesia dan masyarakat di mana mereka tinggal..Kata Kunci: Keamanan Manusia, Diaspora Indonesia, Dimensi Sosial dan Politik
Krisis & Aktor Populis: Fase Awal Krisis Pandemi Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta Nurzaman, Tedy; Sholihah, Ratnia; Djuyandi, Yusa
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.442

Abstract

AbstractCrisis conditions and populist actors in several literatures show a significant relationship, especially in crises that are endogenous or caused by human actions. In an exogenous crisis, the process of politicizing these situations and conditions becomes difficult, because the nature of the crisis is caused by accidental shocks or beyond human control, which tends to create uncertainty about what actions to take. Based on the theory developed by Bobba & Hubé (2021a), the relationship between populist actors and crisis situations and conditions is not only when action is needed to weaken or solve problems, furthermore, populist actors can also act as crisis facilitators whose role is to spread a sense of crisis (Bobba & Hubé, 2021a). Anies Baswedan is known as one of the populist actors who won the 2017 DKI Jakarta Provincial election. As a regional head, Anies Baswedan also has the responsibility to be able to handle the Covid-19 pandemic outbreak in DKI Jakarta Province. This article will analyze the response of populist actors, in this case Anies Baswedan, to the initial phase (January – March 2020) of the Covid-19 pandemic crisis. The results of this study indicate that Anies Baswedan as a populist actor, not only seeks to weaken crisis situations and conditions through regional quarantine or lockdown policy proposals, but also acts as an actor facilitating crisis situations and conditions, thus providing a foothold or legitimacy for the proposed policies.Keywords: Crisis, Populism, Pandemic Covid-19 AbstrakKondisi krisis dan aktor populis pada beberapa literatur menunjukan keterkaitan yang cukup signifikan, khususnya pada krisis yang bersifat endogen atau disebabkan oleh tindakan manusia. Pada krisis yang bersifat eksogen proses politisasi akan situasi dan kondisi tersebut menjadi sulit, karena sifat krisis yang disebabkan oleh guncangan tidak disengaja atau diluar kendali manusia, sehingga cenderung memunculkan kegamangan atas tindakan yang harus dilakukan. Berdasarkan teori yang dibangun oleh Bobba & Hubé (2021a), keterkaitan antara aktor populis dengan situasi dan kondisi krisis tidak hanya pada saat dibutuhkannya tindakan yang dapat melemahkan atau menyelesaikan masalah, lebih jauh dari itu, aktor populis juga dapat bertindak sebagai fasilitator krisis yang berperan untuk menyebarkan rasa krisis (Bobba & Hubé, 2021a). Anies Baswedan dikenal sebagai salah satu aktor populis yang berhasil meraih kemenangan pada pilkada Provinsi DKI Jakarta tahun 2017. Sebagai kepala daerah, Anies Baswedan juga memiliki tanggung jawab untuk dapat menangani wabah pandemi Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta. Artikel ini akan menganalisis bagaimana respon aktor populis, dalam hal ini Anies Baswedan, terhadap fase awal (Januari – Maret 2020) krisis pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Anies Baswedan sebagai aktor populis, tidak hanya berupaya untuk melemahkan situasi dan kondisi krisis melalui usulan kebijakan karantina wilayah atau lockdown, melainkan juga berperan sebagai aktor yang memfasilitasi situasi dan kondisi krisis, sehingga memberikan pijakan atau legitimasi atas usualan kebijakan yang diajukan.Kata kunci: Krisis, Populisme, Pandemi Covid-19
Potential Business Utilization of Liwungan Island Pandeglang Regency in Increasing Regional Original Revenue (PAD) Ariyan, Said; Nurdin, Ali; Nurlia, Elly
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.435

Abstract

AbstractThe Liwungan Island is located in Citeureup Village, Panimbang, Pandeglang Regency, and the east of Tanjung Lesung beach which is part of the special economic zone. The island has a special attraction for tourists so it can be used as a potential business by the government and the local community. The aim of this research is to identify the potential business utilization for Liwungan Island of Pandeglang Regency and whether the business utilization can increase the Regional Original Revenue (PAD) of Pandeglang Regency. This research used a simplified scenario planning approach and uses the SWOT (strength, weakness, opportunity, treatment) analysis method to comprehensively observe various aspects that might affect the scenario to be formulated. The potential business discovered in this study in increasing PAD is the main business in the form of tourist needs and the provision of places and services for tourists, and the form of cooperation and utilization by the government and the community.Keywords: potential, business, liwungan island, pad AbstrakPulau Liwungan terletak di Desa Citeureup Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, dan berada di sebelah timur pantai Tanjung Lesung yang merupakan bagian dari kawasan ekonomi khusus. Pulau ini memiliki daya tarik khusus bagi wisatawan sehingga dapat dijadikan potensi bisnis oleh pemerintah maupun masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana potensi pemanfaatan bisnis bagi Pulau Liwungan Kabupaten Pandeglang serta apakah pemanfaatan bisnis tersebut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan perencanaan skenario (scenario planning) yang disederhanakan serta menggunakan metode analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, treatment) untuk melihat secara komprehensif berbagai aspek yang mungmkin akan berpengaruh terhadap skenario yang akan dirumuskan. Maka potensi bisnis yang ditemukan dalam penelitian ini dalam meningkatkan PAD yaitu bisnis utama yang berupa kebutuhan wisatawan serta penyediaan tempat dan jasa layanan bagi wisatawan, serta bentuk kerja sama dan pemanfaatan oleh pemerintah dan masyarakat.Kata Kunci: potensi, bisnis, pulau liwungan, pad
Demokrasi Lingkungan Hidup Masyarakat Pulau Kodingareng: Konflik Penambangan Pasir Laut dan Masyarakat Nelayan di Sulawesi Selatan Mukarromah, Ayu; Mulyawati, Thiya
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.430

Abstract

AbstractSand mining carried out by PT. Royal Boskalis caused the community, especially fishermen on Kodingareng Island, South Sulawesi province, to stage a demonstration at the local government over the policies that had been made, namely Perda No. 2 of 2019 concerning RZWP3K which is legal protection for sand mining companies that cause damage to the sea and eliminate the livelihoods of local fishermen. This paper discusses the democratic rights of the fishing communities of Kodingareng Island in making a regional regulation on permits for sand miners for the Makassar New Port (MNP) project, looking at the existence of public control (popular control) and political equality. The theory used is democracy by David Beetham. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data were obtained from literature studies. Sand mining carried out by PT. Royal Boskalis has experienced a lot of conflict, especially in licensing issues which did not involve the community in it, namely in the formation of the Regional Regulation RZWP3K, and did not see what impact the community would receive, one of the impacts was that many people lost their livelihoods.Keywords: Democracy, Environmental Politics, sand mining conflict AbstrakPenambangan pasir yang dilakukan oleh PT. Royal Boskalis menyebabkan masyarakat khususnya nelayan di pulau kodingareng, provinsi sulawesi selatan melakukan demonstrasi pada pemerintah daerah atas kebijakan yang telah dibuat yaitu Perda No. 2 tahun 2019 tentang RZWP3K yang menjadi perlindungan hukum untuk perusahaan penambang pasir yang menyebabkan kerusakan laut dan menghilangkan mata pencaharian para nelayan sekitar. Tulisan ini membahas mengenai hak demokrasi masyarakat nelayan pulau kodingareng dalam pembuatan Perda perizinan penambang pasir untuk proyek Makassar New Port (MNP), melihat keberadaan kontrol publik (popular control) dan kesetaraan politik (political equality). Adapun teori yang digunakan adalah demokrasi oleh David Beetham. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Kualitatif, Data didapatkan dari studi literatur. Penambangan pasir yang dilakukan oleh PT. Royal Boskalis banyak menuai konflik terutama dalam masalah perizinan yang tidak melibatkan masyarakat di dalamnya yaitu dalam pembentukan Perda RZWP3K, dan tidak melihat dampak apa yang nantinya diterima masyarakat salah satu dampaknya adalah banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya.Kata kunci: Demokrasi, politik lingkungan, konflik penambangan pasir
Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Pada DPMPTSP Kota Serang Winata, Adam Sutisna; Arenawati, Arenawati; Riswanda, Riswanda
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.440

Abstract

AbstractThe government has launched a Risk-Based Online Single Submission (OSS) licensing system or OSS-Risk Based Approach (RBA). OSS-RBA is a one-door licensing application/portal that includes permits at the Regency/City, Province, Ministry/Institution (K/L) and Ministry of Investment levels. This is because so far many investors have been hesitant to invest in Indonesia because the licensing process is quite long and not simple. The research uses literature studies and interviews to look at complex issues regarding the process of licensing services and requires an in-depth meaning analysis. Implementation of Government Regulation Number 5 of 2021 Concerning the Implementation of Risk-Based Business Licensing (OSS RBA) in Serang City DPMPTSP has been going well. However, the socialization provided to the community or business actors has not been evenly distributed, only given to representatives of business actors, business associations and technical OPDs administering permits online and face to face. identify constraints in each sector for further solutions to be sought and coordinated with related parties.Keywords: Policy implementation, Licensing, OSS RBA, DPMPTSP Serang City AbstrakPemerintah telah meluncurkan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko atau OSS-Risk Based Approach (RBA). OSS-RBA merupakan aplikasi/portal satu pintu perizinan yang mencakup periznan di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Kementerian/Lembaga (K/L), dan Kementerian Investasi. Sebab selama ini banyak investor merasa ragu melakukan investasi di Indonesia karena proses perizinan cukup lama dan tidak sederhana. Penelitian menggunakan studi literatur dan wawancara untuk melihat permasalahan yang kompleks mengenai proses pelayanan perizinan dan membutuhkan analisis makna secara mendalam. Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS RBA) Pada DPMPTSP Kota Serang sudah berjalan dengan baik. Namun sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat atau pelaku usaha belum merata hanya diberikan kepada perwakilan pelaku usaha, asosiasi usaha dan OPD teknis penyelenggara perizinan secara daring dan tatap muka, diharapkan dapat membuka komunikasi dan koordinasi secara intensif untuk layanan konsultasi dan pendampingan untuk mengetahui progress penerbitan perizinan sekaligus mengidentifikasi kendala pada masing-masing sektor untuk selanjutnya dicarikan jalan keluarnya dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Perizinan, OSS RBA, DPMPTSP Kota Serang
Peranan Komunikasi Organisasi Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai Di PT. Sarana Investindo Aini, Rahmi; Susilawati, Yanti; Yudha, Arya Dwi Wira; Amantubillah, Rafina Damayanti
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.450

Abstract

AbstractThe role of communication in an organization is very important, because it will help establish good relationships and good coordination between fellow members in achieving organizational goals, besides that organizational communication will have an impact on increasing the work motivation of the members of the organization. Failure to communicate by PT. Sarana Investindo in the company can cause failure to achieve company goals and risk threatening the existence and good name of the company. This study examines the application of organizational communication at PT. Sarana Investindo to increase employee motivation. The research method used is qualitative-descriptive with a case study approach. Data collection techniques used through observation, interviews, and literature studies The results of the study explain that the role of organizational communication at PT. Sarana Investindo relies on mutual communication between leaders and employees to increase motivation at work, especially to meet physiological needs based on Maslow's theory for employees. From the results of the research team's interviews, the obstacles that the company has are namely: a) technical factors; b) human factors; c) semantic factors; and d) psychological factors. To deal with these obstacles, a. fulfill job satisfaction; b. provide training; and c. supervise, evaluate, and guide leaders.Keywords: The Role of Communication, Organizational Communication, Work Motivation AbstrakPeranan komunikasi dalam suatu organisasi sangatlah penting, karena akan membantu terjalinnya hubungan yang baik dan koordinasi yang baik antar sesama anggota dalam mencapai tujuan organisasi, selain itu komunikasi organisasi akan berdampak pada peningkatan motivasi kerja para anggota organisasi tersebut. Kegagalan komunikasi oleh PT. Sarana Investindo dalam perusahaan dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan perusahaan dan beresiko mengancam eksistensi dan nama baik perusahaan. Penelitian ini mengkaji penerapan komunikasi organisasi pada PT. Sarana Investindo untuk meningkatkan motivasi karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur Hasil penelitian menjelaskan bahwa peran komunikasi organisasi di PT. Sarana Investindo mengandalkan komunikasi timbal balik antara pimpinan dan karyawan untuk meningkatkan motivasi dalam bekerja, terutama untuk memenuhi kebutuhan fisiologis berdasarkan teori Maslow bagi karyawan. Dari hasil wawancara tim peneliti, kendala yang dimiliki perusahaan yaitu: a) faktor teknis; b) faktor manusia; c) faktor semantik; dan d) faktor psikologis. Untuk mengatasi kendala tersebut, a. memenuhi kepuasan kerja; B. memberikan pelatihan; dan C. mengawasi, mengevaluasi, dan membimbing pemimpin.Kata kunci: Peran Komunikasi, Komunikasi Organisasi, Motivasi Kerja
Analisis Networked Governance dalam Kebijakan P4GN di Kota Cilegon Tahun 2020 Aziz, Thoriq; Hikmawan, M Dian
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.443

Abstract

AbstractThis study aims to describe the structure of the P4GN policy implementation network, coordination within the policy implementation network, and identify influential actors in the program. To study this theme, researchers uses 2 theories, namely network governance theory and social network analysis theory. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of this study describe the structure of the P4GN network implementation policy which includes government, private, and community actors. The pattern of interaction between actors is seen through the frequency of contact which includes the actor's contribution, namely providing resources such as information-financial-skills, high intensity and utility obtained by the community in implementing programs such as life skills training and anti-drug counseling. The second dimension is trust between actors which is still low so that program implementation is sectoral or internal. The quality of information sharing is quite high. Exchange of resources in the P4GN policy is still limited. Coordination in the implementation of P4GN policies in the city of Cilegon uses a joint adjustment coordination mechanism.Keywords: network governance, social network analysis, P4GN AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dalam jaringan implementasi kebijakan P4GN, koordinasi dalam jaringan implementasi kebijakan, serta mengetahui aktor berpengaruh dalam program tersebut. Dalam pengkajian tema ini, peneliti menggunakan 2 teori yaitu teori network governance serta teori social network analysis. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini mendeskripsikan struktur dalam jaringan implementasi kebijakan P4GN yang meliputi aktor pemerintah, swasta, serta masyarakat. pola interaksi antar aktor dilihat melalui frekuensi kontak yang meliputi kontribusi aktor yaitu menyediakan sumberdaya seperti finansial-skill-informasi, durasi intensitas yang tinggi serta utilitas yang didapat oleh masyarakat dalam pelaksanaan program seperti pelatihan life skill dan penyuluhan anti narkoba. Dimensi kedua yaitu kepercayaan antar aktor yang masih rendah sehingga pelaksanaan program bersifat sektoral atau internal. Kualitas berbagi informasi yang cukup tinggi. Pertukaran sumberdaya dalam kebijakan P4GN masih terbatas. Koordinasi dalam implementasi kebijakan P4GN di kota Cilegon menggunakan mekanisme koordinasi mutual adjustment.Kata kunci: tata kelola jaringan, analisis jaringan sosial, P4GN.