cover
Contact Name
Mimi Sutrawati
Contact Email
dharmaraflesia@gmail.com
Phone
+6281373315732
Journal Mail Official
dharmaraflesia@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR. Supratman, Kandang Limun, Kec. Muara Bangka Hulu, Sumatera, Bengkulu 38371
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 16938046     EISSN : 26154544     DOI : 10.33369
Journal of Community Service is an important part of the community service process, which has the function of disseminating the results of community service. Aside from being a medium for scientific communication, this service journal is also a benchmark for various community service activities and results. Dharma Raflesia is published regularly, articles of service to communities with the theme of Appropriate Technology, Aquaculture, Agro-Industry, Animal Husbandry, Counseling and Training, Learning Methods, Socialization and other topics. Articles that enter the editor are selected first.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 335 Documents
Pelatihan Produksi Minuman Probiotik Tepache dan Cuka Nanas dari Buah Nanas untuk Peningkatan Ekonomi Kreatif Ibu PKK Desa Arga Mulya RISKY H WIBOWO; Agustin Zarkani; Salprima Yudha S; Etriyanto Arman; Putri Lisya Anggraini; Evan Vria Andesmora; Thoriqul Hidayah; Rangga Ardiansyah; Rindiyani; Livia Rayani Sinaga
DHARMA RAFLESIA Vol 24 No 1 (2026): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v24i1.45139

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) merupakan salah satu komoditas buah unggulan yang banyak dibudidayakan di Desa Arga Mulya, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Melimpahnya hasil panen menghasilkan limbah kulit nanas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah kulit nanas menjadi produk fermentasi bernilai tambah dan bernilai jual, yaitu minuman probiotik tepache dan cuka nanas. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan, pendampingan produksi, dan evaluasi. Respons positif dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil menjadi solusi aplikatif dalam meminimalisir limbah pertanian sekaligus mampu meningkatkan ekonomi kreatif di desa. Melalui program ini, ibu-ibu PKK diharapkan mampu memproduksi minuman probiotik secara mandiri sebagai peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta sebagai minuman sehat untuk masyarakat yang dapat dikonsumsi setiap hari. Hasilnya, peserta memahami cara membuat dan manfaat tepache serta cuka nanas, menunjukkan keberhasilan kegiatan dan respons positif dari peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi pengolahan buah nanas sekaligus menambah wawasan masyarakat setempat, dengan harapan ibu-ibu PKK mampu menghasilkan minuman probiotik bernilai jual tinggi yang dapat mengurangi ketergantungan pada obat kimia.
Pencegahan Delayed Diagnosis dan Peningkatan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Betungan Mirna Mirna; Sipriyadi; Enny Nugraheni
DHARMA RAFLESIA Vol 24 No 1 (2026): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v24i1.48177

Abstract

Tuberkulosis adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Epidemiologi tuberkulosis Indonesia berdasarkan laporan WHO tahun 2022 mencapai angka 9,2% dari 10,6 juta kasus. Kesulitan dalam menurunkan angka kejadian Tuberkulosis adalah delayed diagnosis. Sehingga perlu peningkatan kesadaran minum obat yang didampingi oleh pendamping dalam hal ini PMO bisa berasal dari keluarga atau kerabat dekat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi dan evaluasi. Setelah dilakukan edukasi dinilai dengan kuisioner tentang pendampingan keluarga. Pada kegiatan ini terdapat 50 peserta yang terdiri dari pasien TB dan juga pendamping pasien TB. Sebagian besar pasien TB berjenis kelamin perempuan dan pendamping pasien 24 orang wanita. Pasien terdistribusi sebagian besar berusia 46-50 tahun sedangkan pendamping pasien sebagian besar berusia 36-40 tahun. Status pendamping sebagian besar adalah keluarga namun bukan kandung. Pesrta diberikan kuisioner sebelum dan setelah edukasi yang terdiri dari beberapa pertanyaan terkait indikator delayed diagnosis dan kepatuhan minum obat. Nilai rata-rata sebelum edukasi 44,4, dan setelah edukasi 80. Kesimpulan pada kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta sebelum dan setelah dilakukan edukasi dalam mendampingi pasien TB.
Pengabdian kepada Masyarakat melalui Gerakan Literasi Sekolah bagi Guru Bahasa Indonesia dan Tenaga Perpustakaan Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur Arono Arono; Irma Diani; Catur Wulandari; Nadrah Nadrah; Ade Sissca Villia
DHARMA RAFLESIA Vol 24 No 1 (2026): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v24i1.48519

Abstract

Rendahnya minat baca siswa, keterbatasan bahan bacaan, sinergisitas unsur sekolah dan masyarakat, serta lingkungan sekolah dalam mendukung gerakan literasi, perpustakaan sekolah yang kurang memadai, serta pembelajaran yang masih kurang maksimal dalam menerapkan gerakan literasi sekolah. Tujuan pengabdian ini untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan implementasi gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan pengabdian masyarakat gerakan literrasi model APTE melalui pelibatan guru dan tenaga perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa, dan evaluasi kegiatan pengabdian gerakan literasi sekolah dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa  kebutuhan literasi: Pemahaman guru tentang literasi tergolong sedang (60% menyatakan baik), namun keterlibatan aktif dalam pembelajaran masih rendah (48%). Ketersediaan sumber bacaan di perpustakaan sekolah juga masih terbatas (36%). Implementasi GLS: Kegiatan pelatihan dan pendampingan berjalan efektif. Guru memperoleh keterampilan baru dalam strategi membaca dan menulis kreatif, sementara pustakawan mampu mengelola pojok baca dan katalog digital sederhana. Program membaca 15 menit serta lomba menulis berbasis kearifan lokal berhasil meningkatkan motivasi siswa. Respon peserta: Sebanyak 72% responden menilai kegiatan sangat bermanfaat, 20% menilai baik, dan sebagian kecil menilai cukup. Peserta juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam konten literasi digital.
Pengenalan Teknik Perbanyakan Koloni Trigona Sp. Ke Sarang Buatan di Desa SumberAgung Bengkulu Utara Sempurna Ginting; Dwinardi Apriyanto; Ariffatchur Fauzi; Priyatiningsih
DHARMA RAFLESIA Vol 24 No 1 (2026): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v24i1.48914

Abstract

Lebah Trigona sp. memiliki peran penting sebagai penyerbuk tanaman serta penghasil madu dan propolis yang berkhasiat. Dalam habitat alaminya, Trigona sp. umumnya membangun sarang di batang dan cabang pohon, lubang di bawah tanah, celah-celah batu, serta retakan pada dinding bangunan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemindahan koloni Trigona sp. ke sarang buatan (stup). Selama ini, proses pemindahan dilakukan dengan cara mengambil sarang yang berada di celah dinding rumah, lubang pohon, atau dengan membongkar bagian pohon untuk memperoleh ratu. Pengenalan teknik perbanyakan koloni ke dalam sarang buatan dilakukan dengan metode sistem “topping”, yaitu dengan menempelkan stup di atas sarang Trigona sp. yang terdapat di alam. Kegiatan pengabdian pengenalan teknik perbanyakan koloni Trigona sp. mendapatkan respon yang positif dari warga desa Sumber Agung,  Hambatan utama dalam budidaya lebah trigona di desa tersebut adalah pengetahuan masyarakat minim tentang teknik budidaya lebah Trigona (85%), setelah dilakukan pendampingan hingga akhir pelaksanaan pengabdian.
Mewujudkan Generasi Sehat Digital dengan Edukasi Bahaya Screen Time Berlebih pada Anak Usia Dini di Keluharan Kandang Limun Kota Bengkulu Indria Asrinda; Syeri Febriyanti; Hesty Rhauda Ashan
DHARMA RAFLESIA Vol 24 No 1 (2026): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v24i1.49551

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa manfaat sekaligus tantangan, khususnya bagi anak usia dini yang semakin terbiasa menggunakan gawai. Screen time berlebihan terbukti dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak, termasuk gangguan tidur, obesitas, serta keterlambatan bicara. Kondisi ini menjadi isu penting di Kelurahan Kandang Limun, Kota Bengkulu, di mana edukasi mengenai bahaya screen time belum pernah diberikan secara sistematis kepada anak-anak maupun pendidik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak usia dini mengenai bahaya screen time berlebih serta pentingnya pola hidup sehat digital. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif melalui media presentasi, video edukatif, permainan, dan flyer sederhana yang ramah anak. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman anak mengenai dampak screen time berlebih. Selain itu, dihasilkan materi edukasi visual yang dapat digunakan kembali oleh lembaga PAUD dan TK sebagai bentuk keberlanjutan program. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan institusi pendidikan tinggi dalam membentuk ekosistem digital sehat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di era digital.