cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Phone
+6281339859730
Journal Mail Official
nonformaljr@ummaspul.ac.id
Editorial Address
Jendral Sudirman No.17 Enrekang Sulawesi Selatan
Location
Kab. enrekang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL EDUKASI NONFORMAL
ISSN : -     EISSN : 27152634     DOI : 10.33487
Core Subject : Social,
Jurnal Edukasi Pendidikan Non Formal mempublikasikan hasil penelitian dan artikel dalam kajian pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan dalam setting pendidikan nonformal dan informal di Indonesia.
Articles 331 Documents
Pengaruh Interaksi Guru dan Murid terhadap Hasil Belajar Murid dalam Pembelajaran Matematik di MAN 1 Medan Sulthon Zulkarnain Siregar; Putri Nabila Lubis; Lutfia Humayra
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a learning activity carried out by a student with the aim that the nation's children become intelligent and also develop into complete human beings. So there are many things that become the determining factor in the success of an education, one of which is the teacher-student interaction. The teacher as a teacher is a determining basis in the formation of students to achieve the goals of education itself. Therefore the interaction that is given to students greatly influences the process of the education process. It is clear that the interaction between the teacher (teacher) and those who respond (students) is a determining factor in the success of learning. Which means that the interaction relationship will form an atmosphere or classroom climate that will support the success of learning. The atmosphere is in the form of a positive and negative atmosphere, if a positive atmosphere is created then learning will be comfortable for students. A negative atmosphere is an unfavorable atmosphere that exists during the teacher-student interaction process which will cause discomfort felt by students because the teacher only focuses on providing material and ignores student motivation and also pays attention to students which causes reduced student interest in the learning process. It is because of the problems mentioned above that we take the title of our research, so that we know how big the influence of this interaction is in determining student mathematics learning outcomes.
Penerapan Model Think Pair Share (TPS) Berbantuan LKPD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Nurul Fazirah Kasim; Nadar Nadar; Irman Syarif; Saleha Saleha; Elihami Elihami; Muhammad Junaedi Mahyuddin
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan LKPD di kelas IV UPT SDN Inpres Garessi Pinrang. Deskripsi fokus pada penelitian ini berupa proses dan hasil belajar. Pelaksanaan tindakan dilakukan selama 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mengetahui tingkat persentase keberhasilan peserta didik, peneliti menggunakan lembar observasi lembar kerja peserta didik (LKPD) dan tes hasil belajar disetiap siklusnya. Adapun subjek pada penelitian ini yaitu guru (peneliti) dan peserta didik kelas IV UPT SDN Inpres Garessi Pinrang tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang diterapkan terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Berdasarkan data yang diperoleh selama pelaksanaan siklus I dan siklus II, diperoleh bahwa ketuntasan belajar peserta didik sampai akhir pertemuan sudah mencapai harapan yang diinginkan. Hasil pengolahan data peserta kelas IV, diperoleh nilai rata-rata belajar 74 untuk siklus I, dan nilai rata-rata 85 untuk siklus II. Kemudian pada siklus I sebanyak 9 peserta didik mencapai ketuntasan belajar minimal. Sedangkan pada siklus II sebanyak 13 peserta didik mencapai ketuntasan belajar minimal. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV UPT SDN Inpres Garessi Pinrang setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Shate mengalami peningkatan yang signifikan.
Penerapan Pendekatan Komunikasi dalam Proses Keterampilan Berbicara untuk Meningkatkan Kemampuan Berceramah Siswa Kelas X SMA 5 Sungguminasa Abu Bakar Tumpu
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Pendekatan Komunikasi dalam Proses Keterampilan Berbicara untuk Meningkatkan Keterampilan berbicara Siswa Kelas X SMA Lima Sungguminasa Kabupaten Gowa Kecamatan Pallangga Provensi Sulawesi Selatan Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Rumusan masalah yang diteliti adalah bagaimana Penerapan Pendekatan Komunikasi dalam Proses Keterampilan Berbicara untuk Meningkatkan Keterampilan berbicara Siswa Kelas X SMA Lima Sungguminasa Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian tindakan kelas. Prosedur pelaksanaan dalam penelitian ini melalui dua siklus yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian ini berupa data proses dan hasil belajar Kemampuan Meningkatkan Keterampilan berbicara Siswa Kelas X SMA Lima Sungguminasa Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan cara berkomunikasi siswa dengan baik dan benar melalui tindakan yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Kemampuan komunikatif dalam berpidato siswa menin Meningkatkan Keterampilan berbicara Siswa Kelas X SMA Lima Sungguminasa Kabupaten Gowa, hal ini dapat dilihat pada siklus I tercatat rata-rata kemampuan berbicara dalam berpidato siswa adalah 76,3. Sudah mencapai KKM yang telah ditentukan 75. Sedangkan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 53,3% atau sejumlah 16 siswa dari 30 siswa kelas X SMA Lima Sungguminasa Kabupaten Gowa dapat dikatakan tuntas dan masih perlu ditingkatkan. Pada siklus II tercatat nilai rata-rata kemampuan berpidato siswa 83,2 sudah sangat mencapai nilai KKM pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 75. Dan ketuntasan mencapai sudah diatas 93,3%.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan Pendekatan Komunikatif Melalui Model Latihan, dapat meningkatkan hasil belajar dalam keterampilan berbicara untuk meningkatkan kemampuan berpidato siswa.
Upaya Kepala Sekolah dalam Penyelesaian Konflik Kinerja Tenaga Pendidik Melalui Manajemen Konflik Interpersonal di MTs Al Wasliyah Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Fitri Yulia
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya kepala sekolah dalam penyelesaian konflik kinerja tenaga pendidik melalui manajemen konflik interpersonal di MTs Al- Washliyah Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan oleh adalah alat perekam, panduan observasi dan wawancara serta buku catatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kepala sekolah dalam pendekatan penyelesaian konflik memiliki beberapa cara diantaranya yaitu berkomunikasi langsung dengan pihak yang terlibat konflik karena berkomunikasi yang baik dan memberi motivasi kepada anggota organisasi merupakan alat kepala sekolah agar bawahannya mau bekerja sama sesuai yang diharapkan, dengan berkomunikasi yang baik dan memberikan motivasi-motivasi dapat membantu kepala sekolah dalam memahami sikap dan karakter para anggota organisasi. Selanjutnya cara yang digunakan kepala sekolah dalam penerapan manajemen konflik disekolah yaitu dengan mengadakan rapat disekolah dengan yang terlibat konflik dan juga seluruh anggota organisasi yang tidak terlibat konflik untuk bisa membantu mencari solusi dalam memecahkan konflik yang terjadi yaang bisa membahayakan dan berdampak buruk pada organisasi.
Pengaruh Sikap Kasih Sayang Guru terhadap Prilaku Siswa Berbudi dan Hasil Belajar Siswa Azmi Yuliana; Supriono Supriono
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sikap kasih sayang guru Agama terhadap perilaku siswa yang berbudi pekerti dan hasil belajar siswa di SMP Negeri 3 Lubuk Pakam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 10% dari jumlah siswa-siswi SMP Negeri 3 Lubuk Pakam Tahun Pelajaran 2022/2023 dan diperoleh sampel 50 siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan angket, skala sikap, dan tes.Hasil analisis dari pengolahan data penelitian diketahui bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara sikap kasih sayang guru Agama terhadap perilaku siswa yang berbudi pekerti,semakin tinggi sikap kasih sayang guru Agama, maka semakin tinggi pula perilaku siswa yang berbudi pekerti contohnya, menanamkan rasa tolong menolong dan menghormati kepada siswa, serta pola hidup guru yang baik mampu meningkatkan kualitas karakter dan budi pekerti siswa dalam kehidupan sehari-hari. Serta ada pengaruh positif dan signifikan juga antara sikap kasih sayang guru Agama terhadap hasil belajar siswa, semakin tinggi pengaruh sikap kasih sayang guru Agama, maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa contohnya, kasih sayang guru mampu meningkatkan semangat belajar siswa dalam memahami soal dan tugas Agam dengan percaya diri, serta aktif dalam kegiatan diskusi di kelas.
Penerapan Metode Direct Instruction dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas XI SMKS YAPMI Makassar Erniati Erniati; Sri Ayuwandira; Andi Qur’atul Uyun
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi melalui metode direct instruction pada siswa kelas XI SMKS Yapmi Makassar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMKS Yapmi Makassar yang berjumlah 125 orang dan terbagi ke dalam empat kelas. Melihat keadaan populasi yang cukup besar maka dilakukan pengambilan sampel. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran dengan jumlah siswa 36 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 32 perempuan. Penarikan sampel dilakukan dengan cara klastering random samplingsederhana yaitu dilakukan pengundian secara acak. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai antara siklus I dan siklus II yang merupakan komponen yang saling berkaitan. Pengumpulan data melalui format observasi dan kemampuan menulis puisi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode direct instruction dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMKS Yapmi Makassar. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan skor rata-rata kemampuan menulis puisi berdasarkan unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri dari diksi, pengimajinasian, tipografi dan amanat dari siklus I yakni 52,50 kemudian meningkat sangat signifikan pada siklus II yakni menjadi 83,61. Sedangkan pencapaian ketuntas belajar pada siklus I sebesar 8,3% dan meningkat pada siklus II yakni sebesar 100%. Selain itu, aktivitas atau sikap siswa saat penerapan metode pembelajaran direct instruction dalam pembelajaran menulis puisi yang dilihat aktivitas mengamati dari siklus I sebesar 50% meningkat pada siklus II menjadi 61,11%, aktivitas menanya dari siklus I sebesar 55,55% meningkat pada siklus II menjadi 73,61%, aktivitas mencoba dari siklus I 62,50% meningkat pada siklus II menjadi 80,55% dan aktivitas menalar dari siklus I sebesar 69,44% meningkat pada siklus II menjadi 94,44%.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Menggunakan Media Video Dokumenter Kelas VII SMP Negeri 25 Makassar Erniati Erniati
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya kegiatan berbicara juga ditunjukkan dalam Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran bahasa Indonesia pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan KTSP, aspek kemampuan berbicara yang dipelajari siswa SMP kelas VII adalah berbicara dengan ragam sastra yaitu bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, mimik yang tepat, bercerita dengan alat peraga, dan menceritakan tokoh idola. Penelitian ini mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara menggunakan media video documenter kelas VII SMP Negri 25 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah redukasi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media video documenter dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek keterampilan berbicara dalam bentuk kegiatan bercerita dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Psychological Impact Evaluation of Early Marriage Ardha Aulia Rovica Br Sembiring; Eka Puji Safitri; Nenda Valentin Tarigan; Salamah Salamah; Muhammad Farid Afiq
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lower awareness of health knowledge, physical growth and development, women bearing children at early ages face higher risk of maternal health problems, disability and death, reinforces risking problems for their newborns as a result, early marriages are always being a very big issue in developing countries specially in primitive uncivilized districts of Asia including India, Pakistan and Bangladesh etc. Moreover it’s a controversial fact that in civilized society, evidences of getting married in early ages are greatly increased because of our religious beliefs, norms and social impacts. Due to early marriages young girls don’t have the ability to deal with responsibilities, early pregnancy and pregnancy-related mortality and morbidity, causing major physiological and psychological health issues in adolescent girls, resulting in losing relationship confidence and ability to maintain a healthy relationship. Purpose of the study was to evaluate the aspects of psychological disturbances occurring in married young girls along with depression rate and educational withdrawal, with comparison of unmarried young girls of the same age specifically there is a strong correlation between a woman’s age at marriage and the education that she receives. Uniformly across the countries, early marriage is associated with lower educational attainment. Observational study was conducted through multi logistic structured questionnaire and girls in b/w age of 13 to 35 were included. On the basis of above study it is concluded that early marriage, multiple responsibilities and early pregnancies are risk factors of depression and it is further evaluated that married girls are at higher level when compared with unmarried.
Evaluasi Program Kurikulum Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di MAS AL-Washliyah 22 Tembung Sri Andriani; Inom Nasution; Rismoninta Padang; Ihsan Saraini; Tria Indah Ristika; Bella Bunda; Suci Ramadani
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The evaluation of curriculum program in improving the quality of education is motivated by the development of increasingly sophisticated and globalized science and technology (IPTEK), so that it has an impact on almost all human life on earth today, including educational institutions. Educational institutions are required to be able to anticipate these changes by realizing quality education. In education management, curriculum management needs to be carried out by holding and applying the existing management principles so that the output produced is of quality. The purpose of this study was to determine how the evaluation of curriculum program in improving the quality of education at MAS Al-Washliyah 22 Tembung. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. The results of the research at MAS Al-Washliyah 22 Tembung are: (1) curriculum program planning in improving the quality of education at MAS Al-Washliyah 22 Tembung has been carried out collaboratively, meaning that by involving school personnel in all stages of curriculum planning; (2) the implementation of the curriculum program in improving the quality of education at MAS Al-Washliyah 22 Tembung has been carried out in accordance with the general principles of curriculum development; (3) the evaluation of the curriculum program in improving the quality of education at MAS Al-Washliyah 22 Tembung is carried out very well, as evidenced by the existence of a systematic effort in setting implementation standards.
Evaluasi Program Pendidikan Karakter dalam Meningkatkan Kualitas di Pondok Pesantren Al-Husna Marindal Inom Nasution; Nadia Anggraini; Clara Tri Putri; Elvi i Azizah; Sari Bulan Hasibuan; Yunita Aisyah
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

the implementation of character education aims to improve the quality of education which leads to the process of achieving the formation of the character of students as a whole, integrated and balanced, according to standards Graduate of. The success of character education can be measured through a thorough evaluation consisting of: 1) Evaluation of the context which includes the basis of the policy, the perception of the needs and objectives of the character education program; 2) input evaluation which includes planning, strategy, organizational structure design, Implementation procedures and availability of character education program resources; 3) Process evaluation which includes processes that include coordination, implementation and supervision of the implementation of character education programs; 4) Product evaluation which includes the achievement and impact of the character education program. Evaluation of character education programs is carried out to provide reinforcement, Improvement and measure the success of the implementation of character education programs carried out by education providers.