cover
Contact Name
Angga Nugraha
Contact Email
anggasosek2010@gmail.com
Phone
+6285649544287
Journal Mail Official
nia@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Universitas Kahuripan Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agriovet
ISSN : 26544792     EISSN : 27164403     DOI : https://doi.org/10.51158/agriovet.v3i2.545
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Agriovet merupakan jurnal yang mewadahi artikel hasil penelitian dan kajian bidang pertanian, peternakan, ketahanan pangan, kebijakan pertanian, ilmu tanah dan tanaman, teknologi dan industri pertanian, ekonomi pertanian, dan agribisnis.Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober
Articles 288 Documents
LIMBAH PASAR SEBAGAI SUBSTITUSI DEDAK DALAM RANSUM ITIK HIBRIDA FASE GROWER Erna Yuniati; Anifiatiningrum; Ardina Tanjungsari; Nur Solikin; Charisa Fitri Ramadhan; Melati Ariana
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/6c9q8178

Abstract

Feed costs are a major factor affecting the efficiency of duck farming. Market waste in the form of vegetable and fruit scraps has the potential as an alternative feed ingredient because it has a nutrient content that can be utilized by livestock and can reduce environmental pollution. The study aims to determine the effect of market waste with bran substitution on the performance of hybrid ducks in the grower phase. The study used 36 3-weekold hybrid ducks raised for 4 weeks with a Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 3 replications. The treatments consisted of Kontrol/P0 (100% bran), P1 (90% bran + 10% market waste), P2 (80% bran + 20% market waste), and P3 (70% bran + 30% market waste). The research indicators were ration consumption, livestock weight gain, and ration conversion. The results showed that market waste as a bran substitute affected ration consumption, but did not affect body weight gain and ration conversion. Market waste can be used as much as 30% without reducing the performance of hybrid ducks in the grower phase. Keywords: hybrid ducks, market waste, bran substitution, performance, feed  rations 
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT KESUKAAN TELUR ASIN DENGAN ESKALASI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) Vinata Rahmaningrum; Vian Dwi Chalisty; Aqil Adyatama
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/15z5hp53

Abstract

The research conducted aims to determine the effect of sappanwood and garlic escalation on the organoleptic quality and level of preference of salted eggs. The materials used in this study were duck eggs, sappanwood, garlic, bricks, and salt. The experimental design used (CRD) 5 treatments and 5 replications, namely P0 (without sappanwood and garlic), P1: Mix KS and BP 15 grams, P2: Mix KS and BP 30 grams, P3: Mix KS and BP 45 grams, P4: Mix KS and BP 60 grams. The scale seen in this study includes organoleptic tests of color, aroma, taste, texture and level of preference of 30 semi-trained lecturers. Data analysis was carried out using SPSS 26.0 with the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney test if there is a significant difference. The results of the research conducted were P0 = color (1.94 ± 0.24a), aroma (2.02 ± 0.74a), texture (2.27 ± 0.72a), taste (2.27 ± 0.72c), preference level (2.97 ± 0.48a). P1 = color (2.00 ± 0.00b), aroma (3.28 ± 0.72b), texture (3.05 ± 0.71b), taste (4.27 ± 0.59b), preference level (3.11 ± 0.32b). P2 = color (1.90 ± 0.30a), aroma (3.95 ± 0.81d), texture (4.00 ± 0.67c), taste (3.95 ± 0.71a), preference level (3.65 ± 0.48c). P3 = color (1.99 ± 0.12b), aroma (3.89 ± 0.82d), texture (3.89 ± 0.78c), taste (4.21 ± 0.50b), preference level (4.52 ± 0.50d). P4 = color (1.94 ± 0.24a), aroma (3.61 ± 1.07c), texture (4.05 ± 0.74c), taste (4.07 ± 0.54a), preference level (4.77 ± 0.42e). Based on the research that has been carried out, it can be concluded that salted eggs in P3 with a mix escalation of KS and BP 45 grams are the best treatment because they show the highest aroma, texture, taste and preference level, but have not yet produced the typical color of normal salted eggs. Keywords: salted eggs, sappanwood, garlic, organoleptic quality, preference level 
PROSES PRODUKSI DAN UJI MUTU BUBUK KOPI ARABIKA (Coffea arabica L) ASAL KABUPATEN DOGIYAI, PAPUA Desi Natalia Edowai; Afia E Tahoba
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis kopi yang tumbuh dan berkembang di daerah pegunungan Papua, khususnya di Kabupaten Dogiyai adalah kopi Arabika (Coffea Arabica L). Kualitas kopi bubuk yang dihasilkan, dapat dipengaruhi oleh proses panen dan pascapanen. Proses pascapanen yang tepat dapat menghasilkan bubuk kopi dengan kualitas yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, deskriptif dan uji Hedonik. Kopi bubuk yang dihasilkan di Distrik Mapia dan Distrik Moanemani, Kabupaten Dogiyai, memiliki proses panen dan pascapnen yang hampir sama. Panen dilakukan secara semi mekanis, sedangkan proses pascapanen dimulai dari pelepasan kulit serta daging buah, selanjutnya pengeringan dan pelepasan kulit tanduk, sortasi dan grading, sangrai, penggilingan dan pengemasan. Berdasarkan tingkat kesukaan Kopi bubuk dari daerah Bomomani, Distrik Mapia memiliki kualitas yang sedikit lebih baik dibanding Distrik Moanemani. Kata Kunci : Kopi Arabika, kualitas, panen dan pasca panen
PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL BONGGOL PISANG SEBAGAI BIOAKTIVATOR Wahyudin Wahyudin; Nurhidayatullah Nurhidayatullah
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi MOL bonggol pisang terbaik berdasarkan lama waktu pengomposan dan kualitas kompos. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan mevariasikan dosis MOL limbah bonggol pisang sebanyak Lima perlakuan (D1= 100 ml, D2= 150 ml, D3= 250 ml, D4= 500 ml) dan perlakuan tanpa MOL (D0) sebagai kontrol. Data diperoleh dari pengukuran dan pemantauan setiap perlakuan, serta hasil uji laboratorium. Analisis data dilakukan secara menyeluruh pada setiap parameter dengan memperhatikan standar baku mutu kompos. Hasil penelitian menunjukkan, lama waktu pengomposan paling cepat terdapat pada perlakuan D2 yakni selama 12 hari, sedangakan kualitas kompos terbaik terdapat pada perlakuan D4 dengan kandungan N-total 0,92%, P2O5 1,30%, dan K2O sebesar 1,67%. Kata Kunci : sampah organik, bioaktivator, MOL bonggol pisang, pengomposan
SEBARAN SPASIAL DAN KARAKTERISTIK HABITAT ANGGREK TANAH (Plocoglottis lowii Rchb.f.) TUMBUHAN OBAT PENAWAR RACUN ASAL SANGGAU KALIMANTAN BARAT Sigit Normagiat; Elliska Murni Harfinda; Sudirman Sudirman
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun penawar racun (Plocoglottis lowii Rchb.f..) merupakan satu diantara anggrek tanah yang terdata sebagai tumbuhan obat lokal yang dimanfaatkan oleh etnis Melayu Sanggau Kalimantan Barat. Pemanfaatan tumbuhan yang bersumber dari alam secara terus menerus beresiko pada kelestariannya, sehingga pada tahap awal perlu dipelajari karakteristik habitat tumbuhan tersebut yang digunakan sebagai dasar pengaturan lingkungan tempat tumbuh di areal budidaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey ekologi yang meliputi faktor vegetasi dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. Hasil penelitian ini menunjukkan P. lowii Rchb.f. dapat tumbuh dengan kenekaragaman vegetasi disekitarnya, populasi tertinggi terdapat pada plot di ketinggian 150 mdpl, memiliki kelembapan rata-rata 90%, dan tumbuh pada serasah dengan ketebalan lebih dari 12 cm. Kerapatan individu yang tertinggi berada di sekitar aliran anak sungai. Kata Kunci : Anggrek, habitat, Penawar racun, Plocoglottis lowii Rchb.f.
PENAMPILAN PRODUKSI AYAM BROILER PADA SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT PISANG (Musa Spp) Rico Anggriawan; David Kurniawan; Moh Aprillia Hatta
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang sangat potensial sebagai pakan karena mengandung zat gizi yang baik untuk ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung kulit pisang (Musa spp) terhadap pertambahan berat badan dan konversi pakan pada ayam broiler di Kabupaten Kediri. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging jantan strain Cobb CP 707 sebanyak 20 ekor ayam pada fase finisher dimulai saat ayam umur 3 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Terdapat 4 kombinasi perlakuan yaitu: P0 (Kontrol), pakan komersial tanpa penambahan kulit pisang; P1 = 20% kulit pisang; P2 = 10% kulit pisang; dan P3 = 5% kulit pisang. Data konsumsi pakan, konversi dan pertambahan bobot badan yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variant (Anova), kemudian bila terjadi perbedaan signifikan diteruskan dengan uji jarak berganda Duncan’s dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat badan ayam pedaging jantan menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata di antara perlakuan, sedangkan pada konversi pakan terdapat perbedaan yang nyata. Pemberian pakan tambahan tepung kulit pisang sebesar 5% pada pakan komersial fase finisher memberikan hasil nilai konversi pakan terbaik. Kata Kunci : Tepung Kulit Pisang, Pertambahan Berat Badan, Konversi Pakan.
STUDI AWAL KOMPONEN MINYAK BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) DARI KABUPATEN BENER MERIAH, PROVINSI ACEH MENGGUNAKAN GC-MS Asmeri Lamona; Salfauqi Nurman
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi awal ini bertujuan untuk mengetahui komponen minyak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Metode yang digunakan untuk mengekstrak minyak biji kopi adalah metode sokletasi dengan variasi waktu ekstraksi 90, 120, 150, 180 dan 210 menit. Rendemen optimal dihasilkan pada waktu ekstraksi 180 menit sebanyak 3,43% dengan berat jenis 0,9184 g/cm3. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan adanya asimetris CH2 pada 2923 cm-1, simetris CH2 pada 2854 cm-1, vibrasi C=O pada 1741 cm-1 dan Guntingan CH2 pada 1458 cm-1. Hasil analisis komponen menggunakan GC-MS menunjukkan bahwa minyak biji kopi arabika mengandung beberapa senyawa aktif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa minyak biji kopi arabika memiliki banyak kandungan senyawa aktif yang berpotensi untuk dianalisis lebih lanjut. Kata kunci: Bener Meriah, Biji kopi, GC-MS, Minyak
PENGARUH KONSUMSI PUPUK DAN LUAS AREAL PANEN PADI TERHADAP PRODUKSI BERAS DI INDONESIA Dwi Apriyanti Kumalasari
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merupakan makanan pokok masyrakat Indonesia. Menurut Firdaus dkk (2008) 90% lebih masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok mereka. Seiring bertambahnya populasi penduduk Indonesia, yakni dari 150,82 juta jiwa pada tahun 1980 menjadi 247,188 juta jiwa pada tahun 2013 (FAO (2013) dalam IRRI (2013), maka produksi beras harus ditingkatkan dalam rangka memenuhi konsumsi masyarakat. Beberapa faktor yang mampu mempengaruhi produksi beras yaitu konsumsi pupuk untuk budidaya padi dan luas areal panen padi. Penelitian ini akan membahas mengenai kondisi produksi beras Indonesia terhadap konsumsi pupuk dan luas areal panen padi. Sehingga mampu dianalisis seberapa besar pengaruh konsumsi pupuk dan luas areal panen padi terhadap produksi beras di Indonesia. Data penelitian ini bersifat data skunder mulai tahun 1980 hingga 2013. Analisis data yang dilakukan analisis regresi linier berganda secara historis. Hasil penelitian didapatkan terdapat ada pengaruh antara konsumsi pupuk dan luas areal panen padi secara simultan terhadap produksi beras di Indonesia. Produksi beras di Indonesia dapat dijelaskan sebesar 98,4% dari konsumsi pupuk dan luas areal panen padi di Indonesia, sedangkan sisanya 1,6% dipengaruhi variabel lain. Konsumsi pupuk 1 ton mampu meningkatkan produksi beras sejumlah 1.688 ton. Sedangkan penambahan luas areal panen sebesar 1 ha mampu meningkatkan produksi beras sebesar 4.152 ton. Kata Kunci : Beras, Luas areal, Produksi
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP BERAT UMBI DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascolonicum L.) Didik Joko Santoso
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

alah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah dengan menentukan penggunaan dosis pupuk kandang dan mengatur jarak tanam secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap berat umbi kering jemur per rumpun (gram/rumpun) dan produksi bawang per hektar (ton/ha) serta untuk mengetahui interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2017 di di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu : Dosis Pupuk Kandang (K) dengan 3 taraf, yaitu: K1 (5 ton/ha), K2 (10 ton/ha), K3 (15 ton/ha) dan Jarak Tanam (T) dengan 3 taraf, yaitu: T1 (10 cm x 15 cm), T2 (15 cm x 15 cm) dan T3 (20 cm x 15 cm) dengan 3 kali pengulangan, sehingga terdapat 27 petak percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap berat umbi kering per rumpun dan produksi bawang merah per hektar setelah panen (70 hari) dan bawang merah telah dikeringkan selama 7 hari.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penggunaan Dosis Pupuk Kandang sebesar 5 ton/ha (K1), 10 ton/ha (K2 ) dan 15 ton/ha (K3), dan Jarak Tanam T1 (10 cm x 15 cm), T2 (15 cm x 15 cm) dan T3 (20 cm x 15 cm) berpengaruh sangat nyata terhadap berat umbi kering per rumpun dan produksi bawang merah. Rata-rata tertinggi berat umbi kering didapatkan pada pemakaian dosis pupuk 15 ton/ha yaitu 38,02 (gram/rumpun), dan pada jarak tanam 20 cm x 15 cm yaitu 35,40 (gram/rumpun) serta tidak terdapat interaksi antara penggunaan dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap berat umbi kering per rumpun. Rata-rata tertinggi produksi bawang merah didapatkan pada penggunaan dosis pupuk sebesar 15 ton/ha, yaitu 12,51 ton/ hektar dan jarak tanam 15 cm x 15 cm, yaitu 13.37 ton/hektar, serta tidak didapatkan interaksi antara dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap produksi bawang merah. Kata Kunci : Bawang Merah, Dosis Pupuk Kandang, Jarak Tanam
PENGARUH PENAMBAHAN PASTA UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP ORGANOLEPTIK DONAT Nurul Fajri; Fadlan Hidayat; Juliani Juliani
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Donat adalah makanan selingan jenis roti yang memiliki bentuk khas dengan lubang di tengah dan dibuat dari bahan dasar tepung lalu digoreng. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan pasta umbi bit, lama fermentasi dan interaksi antara penambahan pasta umbi bit dan lama fermentasi terhadap mutu organoleptik donat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 kali ulangan.Faktor I penambahan pasta umbi bit (P) terdiri dari 3 level yaitu : P1 = 15%, P2 = 30 % , P3 = 45 % dan faktor II Lama fermentasi (L) terdiri dari 3 level yaitu : L1 = 60 menit, L2= 90 menit, L3 = 120 menit.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwapenambahan pasta umbi bit berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik rasa. Lama fermentasi berpengaruh terhadap organoleptik aroma. Interaksi penambahan pasta umbi bit dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik warna. Perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan penambahan pasta umbi bit 15% dan lama fermentasi 60 menit (P1L1) dengan organoleptik warna 4.07 (suka), aroma 3.37 (netral), rasa 3.87 (suka), tekstur 4.53 (sangat suka). Kata Kunci : Donat, Pasta, Umbi Bit, Lama Fermentasi