cover
Contact Name
Anwar Ilmar Ramadhan
Contact Email
anwar.ilmar@ftumj.ac.id
Phone
+62818906231
Journal Mail Official
margono.mitrohardjono@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 25029398     EISSN : 25035126     DOI : 10.24853/tahdzibi
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta sejak 2016 (versi cetak dan online). Fokus dari Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam adalah Pengembangan kelimuan yang berwawasan Islam global, Manajemen pendidikan Islam, Pendidikan Islam, dan Manajemen Pendidikan. Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS). Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam terbit 2 kali dalam setahun. Secara berkala Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam terbit setiap bulan Mei dan November.
Articles 43 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN KARAKTER DALAM KEGIATAN KEPANDUAN HIZBUL WATHAN (HW) (Studi Kasus pada Sekolah Dasar Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru) Endang Listiowaty; Margono Mitrohardjono
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.4.2.103-110

Abstract

Karakter adalah inti dari pendidikan dan pengajaran karena pembelajaran adalah kegiatan utama pendidikan dan pengajaran, semua upaya guru dalam pendidikan dan pengajaran sehingga siswa belajar, karena melalui pembelajaran ini siswa dapat berkembang lebih optimal. Menurut Departemen Pendidikan Nasional 2010 pendidikan karakter bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yang Pancasila meliputi: (1) mengembangkan potensi siswa untuk menjadi manusia yang baik hati, berpikiran baik, dan berperilaku baik , (2) membangun bangsa dengan karakter Pancasila; (3) mengembangkan potensi warga negara untuk memiliki sikap percaya diri, kebanggaan terhadap bangsa dan negara mereka dan cinta untuk kemanusiaan. Karakter memang memanusiakan komunitas, karakter menjaga martabat manusia sehingga perilakunya tidak lebih buruk dari binatang. Orang pintar tidak bodoh, orang jahat jangan gegabah, orang kaya tidak serakah atau serakah dalam memahami agama juga tidak membodohi jemaat. Setiap anggota Hizbul Wathan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam mempraktikkan dan menyebarluaskan maksud dan tujuan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Gerakan ini bertujuan untuk mendidik anak-anak bangsa, terutama putra dan putri Muhammadiyah. Dalam upaya ini, semua jajaran jurnalis memprioritaskan peningkatan kualitas calon pemimpin. Hizbul Wathan sendiri berarti pembela negara. Hal ini dimaksudkan agar setiap anggota memiliki jiwa dan semangat nasionalisme yang tinggi, sehingga mampu mempertahankan dan mempertahankan tanah air Indonesia dari segala hal yang dapat mengancam keutuhan dan kedaulatannya.
DIKOTOMI DAN DUALISME PENDIDIKAN DI INDONESIA Abdul Basyit
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.4.1.15-28

Abstract

Pengdikotomian pendidikan di Indonesia terjadi disebabkan oleh banyak hal. Pertama, dikotomi ini merupakan warisan zaman koloni, yaitu para penjajah memberikan kebebasan dalam beragama, tapi mereka setengah-setengah memberikan kebebasan. hal ini terbukti misalnya pemberian kebebasan menempuh pendidikan hanya dibatasi pada anak bangsawan. Kedua, Setelah kemerdekaan, dulaisme yang diwariskan pemerintah kolonial Belanda tetap mengakar dalam dunia pendidikan kita. Pandangan beberapa pejabat yang menangani bidang pendidikan yang kurang menghargai sekolah-sekolah Islam mendorong sebagian pemimpin dan pengelola sekolah tersebut berpegang pada sikap semula: berdiri di kutub yang berbeda dengan sekolah Umum. Ketiga, kondisi riil dalam Negara kita, yakni adanya persoalan politis antara para pemegang kekuasaan.
STRUKTUR ORGANISASI PERGURUAN TINGGI YANG SEHAT DAN EFISIEN Asep Muljawan
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.4.2.67-76

Abstract

Setiap perguruan tinggi memiliki tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, lembaga perguruan tinggi membutuhkan struktur organisasi yang baik yaitu struktur organisasi yang sehat dan efisien. struktur organisasi merupakan hasil dari proses manajemen, dalam hal ini sebagai output dari proses pengorganisasian. Dalam proses pembentukan struktur organisasi, Tim harus memperhatikan dan menerapkan berbagai prinsip organisasi, yaitu perumusan tujuan yang jelas, departemenisasi, pembagian kerja, pendelegasian wewenang, rentang kendali, level organisasi, dan kesatuan perintah. Penerapan prinsip-prinsip ini dalam proses pengorganisasian dapat menghasilkan struktur organisasi yang sehat dan efisien.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DI PESANTREN ( STUDI KASUS DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR INDONESIA) Nurul Salis Alamin
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.5.1.33-48

Abstract

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapailah tujuan bersama kelompok itu. Dalam kenyataan hidup sosial, peran dan fungsi pemimpin sangatlah penting dalam mensukseskan setiap usaha bersama. Hal ini bisa disaksikan dalam berbagai lembaga sosial, baik politik, ekonomi, kemasyarakatan, keagamaan dan pendidikan. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah lembaga pendidikan pesantren yang mendidik para santrinya dengan penekanan orientasi kemasyarakatan dan kepemimpinan. Pondok ini telah berhasil menelurkan para alumni yang berkapasitas pemimpin dalam berbagai organisasi di semua segmentasi masyarakat dan dalam skala kepemimpinan yang berbeda-beda, mulai dari lingkup lokal, nasional, bahkan internasional. Untuk itu penting kiranya melakukan penelitian mendalam terhadap implementasi pendidikan kepemimpinan di Pondok Modern Darussalam Gontor, terutama mengenai methode pendidikan kepemimpinan yang diterapkan serta faktor-faktor pendukung penerapannya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) dimana untuk memperoleh data yang akurat serta obyektif, maka penulis datang langsung ke lokasi penelitian untuk mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data yang telah penulis peroleh dianalisa menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif. Dengan langkah-langkah berupa penyeleksian kelengkapan data, kemudian masuk tabulasi (menggolongkan kategori jawaban, memberikan kode terhadap item-item), kemudian dilanjutkan tahap akhir berupa kesimpulan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa metode pendidikan kepemimpinan yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor terdiri dari pengarahan, pelatihan, penugasan, pembiasaan, pengawalan, keteladanan, pendekatan (manusiawi, idealisme, program). Dengan didukung oleh faktor lingkungan, kegiatan keorganisasian dan nilai-nilai atau falsafah hidup yang ditanamkan dalam setiap kegiatan.
KEPEMIMPINAN BERKEMAJUAN UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH BERPRESTASI (Studi kasus di SD Muhammadiyah Meruyung) Muhtadin Muhtadin
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.4.2.111-110

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Mendiskripsikan proses peningkatan prestasi SD Muhammadiyah Meruyung melalui manajemen kepemimpinan berkemajuan. (2) Untuk mengetahui apakah penerapan kepemimpinan berkemajuan dapat mewujudkan SD Muhammadiyah Meruyung menjadi sekolah berprestasi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (Action Research) dengan pendekatan kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa metode yaitu: metode observasi, metode dokumentasi dan metode wawancara, adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh komponen aktif di lembaga SD Muhammadiyah Meruyung. Penulis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, berupa data–data dari subjek dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Untuk mempermudah pemahaman dalam mendeskripsikan data-data hasil tindakan sekolah, penulis menyajikannya dalam bentuk diagram. Setelah dilakukan dua siklus tindakan, terjadi peningkatan jumlah prestasi baik secara kuantitas maupun kualitas raihan prestasi yang diperoleh SD Muhammadiyah Meruyung. Peningkatan prestasi ini diukur dari jumlah, dan seluruh tingkatan ajang yang diikuti, oleh baik siswa  maupun pendidik di SD Muhammadiyah Meruyung mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I dan siklus II, meskipun ada penurunan pada prestasi tingkat kecamatan, namun ada peningkatan kualitas prestasi yang dapat dilihat dari mulai diraihnya penghargaan prestasi pada tingkatan yang lebih tinggi, untuk tingkat kota dari 3 (tiga) prestasi menjadi 31 (tiga puluh satu) prestasi di siklus II. Yang juga cukup signifikan adalah raihan prestasi internasional yang pad siklus I belum bisa meraih apa-apa, namun pada siklus II memperoleh penghargaan dan prestasi internasional sebanyak 13 (tiga belas) penghargaan.
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PEMIMPIN DALAM PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. ASURANSI JIWA SYARIAH BUMIPUTERA Margono Mitrohardjono; Anti Ningsihwati
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.4.1.29-40

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengethuan efektivitas kebijakan kepemimpina dalam pengelolaan asuransi syariah PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera Kantor Pemasaran Jakarta, agar mencapai kinerja yang optimal agar bias mencapai hasil yang maksimal. Faktor yang dianggap paling potensial dalam penyediaan keunggulan kompetitif  bagi organisasi adalah sumber daya manusia, serta terkait dengan bagaimana mengelola sumber daya ini, yaitu seperti sumber daya keuangan, produksi, teknologi, dan pemasaran tidak mendapat perhatian penuh karena faktor-faktor tersebut cenderung dapat ditiru. Kepemimpinan sering dikatakan sebagai inti dari manajemen, yang merupakan motor penggerak dalam suatu organisasi untuk mencapai efektivitas dalam melaksanakan tugas. Pengukuran kinerja digunakan untuk memberikan penilaian atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan/program yang telah ditetapkan dalam suatu sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi dari perusahaan. Faktor efektivitas kebijakan kepemimpinan, sangat mempengaruhi kinerja karyawan.  Kinerja atau potensi, yang dimiliki karyawan belum tentu bersedia untuk bekerja maksimal untuk mencapai hasil yang optimal sehingga masih diperlukan adanya pendorong agar seorang karyawan dapat di berdayakan seluruh potensinya. Fokus penelitian di PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera Kantor Pemasaran Jakarta adalah membuktikan Efektifitas kebijakan pemimpin yaitu konsep dasar yang dibuat oleh pemimpin berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuannya yang dijadikan dasar dalam melaksanakan tindakan-tindakan untuk mencapai suatu tujuan. Pemimpin sebagai daya pendorong anggota organisasi untuk mau dan rela mengerahkan kemampuannya dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya sehingga meaih prestasi kerja karyawan.
STRATEGI PERENCANAAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Muhamad Nuryasin; Margono Mitrohardjono
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.4.2.77-84

Abstract

Sampai saat ini aspek perencanaan pendidikan di lingkungan pendidikan Islam, baik secara makro maupun mikro, masih dipandang sebagai sesuatu yang tidak penting. Perencanaan pendidikan, yang seharusnya menjadi bagian integral dari manajemen penyelenggaraan pendidikan Islam seringkali diabaikan dan belum menjadi tradisi dalam pengembangan pendidikan Islam. Artikel ini menawarkan Strategi Perencanaan Pendidikan Islam, beserta berbagai kemungkinan dan alternatif yang mungkin dapat dilakukan dalam mengembangkan pendidikan Islam di masa yang akan datang, Artikel ini juga mencoba menawarkan beberapa alternatif model perencanaan pendidikan Islam, terutama dikaitkan dengan dinamika masyarakat yang menjadi stakeholders pendidikan. Artikel ini memiliki perencanaan harus memiliki tujuan untuk memahami; konsep, paradigma, strategi dan langkah-langkah perencanaan pendidikan Islam. Adapun hasil yang diharapkan dalam perencanaan ini adalah dapat merumusan tujuan yang ingin dicapai dan terkendali dijalankan secara efektif dan efisien. Pemilihan program yang tepat, untuk mencapai tujuan dan identifikasi serta pengerahan sumber yang jumlahnya selalu terbatas.
STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR LAYANAN PENDIDIKAN NONFORMAL PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT Ahmad Suryadi; Diah Mutiara
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.5.1.49-56

Abstract

Artikel ini membincangkan tentang strategi pencapaian standar layanan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga PKBM ini dikategorikan sebagai satuan pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan di luar sekolah seperti pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, pendidikan keterampilan bagi masyarakat.  Pencapaian standar layanan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) akan dapat tercapai dengan strategi yang baik. Akreditasi adalah proses penilaian kelayakan program dan satuan/lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal, termasuk PKBM. Hasil akreditasi menunjukkan bahwa strategi pengelolaan pelayanan pendidikan nonformal baru mencapai 67,79% dalam standar peengelolaan pendidikan. Strategi yang baik dapat dilakukan dengan melaksanakan langkah-langkah formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Standar layanan dapat diukur dengan kemampuan suatu lembaga menjadi lembaga yang efektif, dapat bertahan, berkelanjutan, dan kuat.
PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN PENERAPAN OPERASIONAL PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Miftahul Hudaa Depok) Tismat Tismat; Margono Mitrohardjono
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.3.1.7-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Miftahul Huda atas penerapan Total Quality Management  (TQM) dan didukung dengan penerapan dasar operasional pendidikan Islam di Madrahsah Aliyah Miftahul Huda Depok. Keberhasilan penerapan management mutu di Miftahul Huda Depok ditunjukkan oleh terus meningkatnya input MA Miftahul Huda Depok sampai melebihi kouta yang ditentukan, Demikian pula banyaknya output yang dihasilkan dalam bentuk prestasi yang dicapai oleh kepala sekolah, guru dan siswa, serta munculnya outcome yang memiliki daya  saing tinggi. Dengan menggunakan metode desktriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa keberhasilan peningkatan mutu pendidikan melalui TQM dan didukung oleh gaya kepemimpinan kepala madrasah dengan proses dari atas ke bawah secara terbalik, komunikasi yang baik antar-stakeholder lembaga pendidikan, anilis swot, dan adanya pengukuran mutu pendidikan yang dilakukan secara terus-menerus baik internal maupun eksternal.
PENGEMBANGAN KARAKTER SPIRITUAL KEAGAMAAN SISWA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Saiful Ibad; Margono Mitrohardjono
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.3.1.19-26

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendiskripsikan konsep Islam tentang karakter-karakter spiritual keagamaan apa saja yang seharusnya dimiliki dan dipraktekkan siswa di dalan dan di luar kelas agar terjadi hubungan baik antara siswa dengan siswa didik lainnya, dan antara siswa didik sebagai perseorangan dan sebagai kelompok dengan gurunya. Norma-norma keislaman yang bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits dan pandagan para ulama akan dikemukakan untuk memberikan solusi (syifa`) terhadap problem krisis moral siswa yang saat ini marak terjadi belakangan ini. Problem krisis moral siswa ini akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan tematik-normatif (thematic-normatif approach). Norma-norma keislaman yang bersumber pada al-Qur`an dan al-Hadits, dan pandangan para ulama (`aqwaal al-‘ulamaa) akan dijadikan alat untuk mengukur benar-tidak, baikburuk, dan patut-tidak patutnya sebuah problem secara tematik. Ditemukan, ada enam karakter spiritual keagamaan yang harus dimiliki dan dipraktekkan siswa di dalam dan di luar kelas yaitu pertama: ikhlas. kedua: menerapkan karakter profetik (shidiq, amanah, tablig, dan fathanah). Ketiga: fokus belajar dan haus ilmu pengetahuan. keempat; makan makanan halal secukupnya, tidak maksiat, dan banyak zikir.  Kelima: sedikit tidur dan berbicara.  dan keenam: menjaga rasa hormat terhadap guru.