cover
Contact Name
Yusuf Adam Hilman
Contact Email
journal.mayadani@gmail.com
Phone
+62 81296125801
Journal Mail Official
545471adamongis@gmail.com
Editorial Address
Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Masyarakat Berdaya dan Inovasi
ISSN : -     EISSN : 27218228     DOI : 10.33292
Masyarakat Berdaya dan Inovasi embodies multy discipline research articles including: 1. Education 2. Economy 3. Social and Politic 4. Public Healthy 5. Agriculture 6. Law
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024)" : 27 Documents clear
Sosialisasi Pilar I Pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat untuk Anak Usia Dini Wardini, Agnisa Shafa Aulia; Putri, Athala Rania; Sevira, Britta
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.178

Abstract

Stop BABS atau Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan pilar pertama dalam STBM. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan dengan penayangan video dan pemaparan materi Stop BABS pada anak-anak TPQ Al-Fatah Dusun Wulung. Landasan dilakukannya kegiatan penyuluhan ini adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman anak-anak terkait dengan pentingnya tidak melakukan BABS. Metode pengumpulan data yang digunakan sebagai indikator keberhasilan dalam penyuluhan ini adalah kuisioner pretest dan posttest. Dalam survey awal yang dilakukan, hasil menunjukkan angka 70%, yang berarti bahwa masih terdapat 30% anak yang tidak mengetahui tentang pentingnya Stop BABS. Setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan, hasil menunjukkan angka 100%, yang berarti bahwa seluruh anak-anak telah memahami tentang pentingnya Stop BABS serta bahaya dari BABS itu sendiri. Hasil ini menunjukkan bahwa tujuan dari dilaksanakannya kegiatan penyuluhan Stop BABS ini berhasil.
Sosialisasi Pilar II Sanitasi Total Berbasis Masyarakat untuk Anak Usia Dini Putri R, Fadhila Veby; Ahsani, Irfan; Hapsari, Pradipta; Widiatmo, Tahta Aulianti; Mulyaningsih, Tri
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.179

Abstract

STBM memiliki 5 pilar, dimana pilar keduanya adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan dengan pemaparan materi dan penayangan video terkait langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar. Video yang dipilih adalah video berisi langkah-langkah cuci tangan sambil diiringi lagu, sehingga diharapkan anak-anak akan mudah dalam mengingat langkah-langkah yang benar dalam melakukan CTPS. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah siswa kelas 1-3 SD Negeri Soronalan 1. Kurangnya pemahaman anak-anak terkait dengan pentingnya CTPS menjadi landasan dilakukannya kegiatan ini. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi, penayangan video, kemudian dilanjutkan dengan praktek cuci tangan bersama-sama. Kegiatan penyuluhan CTPS ini menunjukkan hasil yang baik, anak-anak memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini. Respon positif ini ditunjukkan dengan peran aktif anak-anak dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Selain itu, anak-anak juga telah mampu dalam mempraktekkan langkah-langkah CTPS dengan baik dan benar.
Pemanfaatan Sampah Organik Dengan Pembuatan Komposter Simatupang, Endah Wulanjani; Rahmwati, Nishfia; Haidar, M. Za’im; Sudaryanto, Sigid
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.180

Abstract

Sampah merupakan sumber dari permasalahan yang tidak terpisahkan dari kondisi alam yang semakin menurun. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya organik, seperti sisa makanan atau sampah yang bersifat basah, kering, abu plastik. Sampah dari tempat umum yang dimungkinkan banyaknya orang berkumpul dan melakukan kegiatan serta mempunyai potensi yang cukup besar dalam memproduksi sampah termasuk tempat perdagangan seperti pertokoan dan pasar. Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari limbah padat, seperti daun kering, daun hijau, sisa sayuran, limbah rumah tangga dan kotoran hewan yang telah melalui proses pengomposan dengan cara penguraian atau pembusukan dengan memanfaatkan mikroorganisme hidup seperti bakteri, fungi, dan sejenisnya. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan mengompos, diantaranya mengurangi jejak karbon dari kendaraan pengangkut sampah, menutrisi tanah dan makhluk didalamnya, mengurangi resiko bencana alam, menjaga kualitas air dan tanah, hingga menghasilkan tanaman yang lebih subur. Terdapat berbagai jenis komposter, tumpuk, drum, gerabah, worm bin, biopori. Jenis-jenis komposter dibedakan dari tempat pembuatannya, jenis pengurainya, dan jenis sampah organik yang akan diuraikan. Dalam pemanfaatan sampah organik, pelatihan komposter telah berjalan sesuai rencana dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Sehingga, masyarakat mau mencoba untuk melakukan di setiap rumah masing-masing untuk mengurangi sampah rumah tangga dan juga dapat menjaga lingkungan sekitar.
Evaluasi Pembelajaran Praktik: Uji Kompetensi Pengetahuan Otomatisasi Manajemen Perkantoran Avianti, Widiya
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.181

Abstract

Pentingnya evaluasi pada setiap akhir kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung memiliki tujuan untuk menilai siswa dan siswi di Sekolah Menengah Kejuruan dengan klasifikasi Belum Kompeten, Kompeten dan Sangat Kompeten. Hasil Uji kompetensi menjadi suatu kesiapan khususnya siswi SMKN 3 Sukatani dalam menghadapi kompetisi di dunia kerja dan industri. Otomatisasi dan tata Kelola perkantoran memiliki sejumlah kriteria dalam penilaian yaitu : Mengelola Dokumen Kantor, Membuat Presentasi menggunakan aplikasi Power Point, Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja, Mengelola Jadwal Kegiatan Pimpinan, Mengelola Arsip, dan Melakukan Transaksi Perbankan Sederhana. Perlunya dukungan organisasi dalam hal ini pihak sekolah dalam memberikan program khusus peningkatan hard skill dan soft skill bertujuan untuk membentuk keahlian serta kepercayaan diri siswi dalam melakukan pekerjaan, berkomunikasi dan menyampaikan pendapat, gagasan dan ide kreatif. Kata Kunci: Kompeten; Sekolah Menengah Kejuruan; Uji Kompetensi
Pendampingan Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Gondang Winangun Kec. Ngadirejo, Kab.Temanggung, Jawa Tengah. Budiarto, Dekeng Setyo; Adhivinna, Vidya Vitta; Diansari, Rani Eka; Darajuanti, Rafini
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.183

Abstract

Dana desa adalah dana yang diperuntukkan untuk penyelenggaraan dan pemberdayaan masyarakat desa. Akuntabilitas merupakan landasan pengelolaan dana desa pada pemerintahan desa. Kinerja seseorang, badan hukum, dan pemimpin organisasi dimintai pertanggungjawaban atas tindakan dan kinerjanya oleh orang lain yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban. (Fitriani, 2022). Akuntabilitas menjadi isu krusial terutama dalam pengelolaan dana desa (By NeoGov, 2020). Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Gondang Winangun, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan dan pendampingan pelatihan terkait implementasi akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas perangkat desa agar mampu melaksanakan pengelolaan ADD dengan baik dan membantu pemerintah untuk mensukseskan implementasi Undang Undang No.6 Tahun 2014 guna terciptanya kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan hingga di tingkat desa. Metode yang digunakan berupa sharing untuk mengetahui kondisi real yang ada pada perangkat desa, pemberian materi mengenai laporan keuangan desa yang akuntable dan pelatihan implementasi akuntabilitas pengelolaan dana desa dengan metode ceramah. Pengabdian ini berdurasi waktu 2 jam setiap sesinya pada jam kerja perangkat desa sesuai dengan kesepakatan. Hasil dari pendampingan menunjukkan bahwa perangkat desa mampu memahami dan mengidentifikasi pentingnya akuntabilitas pengelolaan dana desa, dan mencoba mengimplementasikannya dalam kegiatan pengelolaan dana desa di desa Gondang winangun.
Program Peer Modeling untuk Pencegahan Stunting pada Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Sahaja di SMP N 1 Gamping, Yogyakarta Suryani; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dyorita, Andhita
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.186

Abstract

Remaja dengan status gizi yang buruk menjadi awal mata rantai kasus stunting. Kelompok PIK-R yang dikembangkan di sekolah dapat menjadi model intervensi untuk meningkatkan strategi pencegahan perkawinan anak berbasis komunitas. Kegiatan yang dilaksanakan PIK-R di sekolah bertujuan meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi remaja, seksualitas, kehamilan berisiko, BBLR dan stunting. Kelompok PIK-R di SMPN 1 Gamping sudah terbentuk dengan nama PIK-R Sahaja namun kurang berkembang secara optimal karena kurangnya kemampuan dan kepercayaan diri remaja pengurus PIK R Sahaja. Selain itu, pengelolaan program PIK R Sahaja belum berjalan karena belum jelasnya alur PIK R dan fasilitas yang dibutuhkan belum tersedia dengan memadai. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali kegiatan PIK-R Sahaja dengan membekali pengurus dengan ilmu konseling, gizi, dan edukasi berbasis peer group. Pengadaan fasilitas standar yang memadai untuk konseling juga akan dilakukan. Hasil dari kegiatan tersebut adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus dan kader sebagai peer modeling dalam melakukan peer educator, peer counselor, penilaian status gizi dan kesehatan mental yang baik untuk mencegah stunting sejak dini. Pengurus dan kader PIK-R antusias dalam pelaksanaan peergroup serta mampu memanfaatkan fasilitas yang disediakan untuk kegiatan PIK-R. Simpulan kegiatan ini adalah pelatihan PIK-R mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PIK-R SMP N 1 Gamping.
Pemberdayaan Guru Melalui Backward Design Lesson Plan Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Probosari, Riezky Maya; Indriyanti, Nurma Yunita; Utami, Budi; Fakhrudin, Isma Aziz; Khasanah, Annisa Nur
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.196

Abstract

Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan pada semua jenjang pendidikan dasar sampai menengah di Indonesia sejak tahun ajaran 2022/2023, namun demikian, masih banyak guru mata pelajaran yang menyampaikan kendala dalam pelaksanaannya, terutama untuk memastikan apakah mereka sudah mengambil langkah yang tepat dalam implementasinya. Sebagai pengajar, perangkat pembelajaran menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran di kelas, sehingga alur tujuan yang ingin dicapai dan dievaluasi harus diidentifikasi dengan jelas. Hasil observasi menunjukkan masih banyak miskonsepsi mengenai modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka sehingga pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberdayakan keterampilan guru melalui backward design lesson plan sebagai implementasi Kurikulum Merdeka. Backward design merupakan suatu metode perencanaan pelajaran yang berakar dari tujuan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan tidak sekedar berfokus pada standar nasional.   Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMPN 3 Cepogo Satu Atap, Boyolali, Jawa Tengah.  Jumlah peserta pengabdian adalah 21 guru.  Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah guru membuat perangkat pembelajaran sesuai alur backward design dan mengimplementasikannya di mata pelajarannya sesuai dengan semangat kurikulum Merdeka.

Page 3 of 3 | Total Record : 27