Articles
200 Documents
Sosialisasi Bantuan Hukum dan Pelatihan Pembuatan Pledoi Sebagai Pemenuhan Hak Terdakwa di Rumah Tahanan Boyolali
Rizal Pambudi;
Winda Permata Sari;
Marisa Kurnianingsih;
Aristya Windiana Pamuncak;
Andria Luhur Prakoso;
Muchamad Iksan
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2021): April
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v2i1.58
Pledoi adalah suatu tahap pembelaan yang dilakukan terdakwa untuk dapat melakukan sanggahannya mengenai tuntutan yang dituntutkan oleh penuntut umum. Di dalam undang-undang telah mengatur mengenai pledoi didalam pemeriksaa sidang pengadilan, yakni pada pasal 182 ayat 1 KUHAP. Walaupun tidak secara menyeluruh pembahasannya, namun cukup jelas untuk dapat dimengerti. Pledoi ini dilakukan secara tertulis dan dibacakan di muka persidangan. Tujuan pledoi sendiri adalah untuk meminta putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum. Namun, dalam pakteknya masih dapat ditemui kesalahpahaman dalam melakukan pledoi ini, seperti isi dari pledoi itu sendiri hanya meminta keringanan hukuman saja dan juga masih terdapat pledoi yang dilakukan secara lisan dalam persidangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membantu memberi pemahaman kepada peserta mengenai hak terdakwa dan memberikan pemahaman mengenai pembuatan pledoi. Sosialisai ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi Terdakwa di Rumah Tahanan Kelas IIB Boyolali agar para Terdakwa mengetahui dan sadar betapa pentingnya Pembelaan/Pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Bahkan jika Terdakwa tidak didampingi oleh penasehat hukum pun mereka mampu memperjuangkan haknya untuk melakukan Pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Pemenuhan hak Terdakwa akan memberikan rasa keadilan dalam persidangan.AbstrackPlea is a stage of defense conducted by a defendant in order to be able to argue against the rebuttal by the public prosecutor. The law regulates plea in court, namely in article 182 paragraph 1 of the Criminal Procedure Code. Although not thoroughly discussed, it is clear enough to be understood. The plea was done in written and read out on the court. The purpose of the plea itself is to ask for an acquittal or release from all lawsuits. However, in practice there can still be misunderstandings in carrying out this plea, such as the contents of the plea itself only demanding for leniency and also there are plea that still carried out orally in the trial.Key Word : Law, Plea, Devendant
Pemberdayaan SDA Desa Wisata Tapak Gedung sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Dewi Handayani;
Rini Indriani;
Mega Ilhamiwati;
Abditama Srifitriani;
Tezar Arianto
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.88
Desa Tapak Gedung merupakan salah satu Desa Wisata di Provinsi Bengkulu, Indonesia yang mempunyai pesona air terjun yang indah dan potensi kopi dan SDA yang mendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan potensi SDA di Des ini sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat Desa Tapak Gedung. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara berdiskusi kepada aparat Desa dan masyarakat Desa Tapak Gedung. Kegiatan diikuti oleh 20 orang Masyarakat Desa Tapak Gedung, Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Indonesia. Metode yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah workshop yang terdiri dari kegiatan pembekalan, praktek langsung, dan pendampingan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada masyarakat desa Tapak Gedung. Pembekalan secara khusus ditujukan kepada masyarakat/kelompok petani kopi dan terung yang terdiri dari 20 orang per kelompok tani. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, masyarakat memperoleh pengetahuan dan skill tentang pengolahan limbah kulit kopi menjadi pakan ternak dan pupuk organik. Selain itu masyarakat juga dapat membuat manisan terung yang nantinya akan dijadikan oleh-oleh Desa wisata Tapak Gedung.
Keunikan lokal di desa global : wisata heritage di Tempur Jepara
Ratih Pratiwi;
Windi NR Wardhani;
Bagus Pambudi;
Ita Rahmania Kusumawati
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.89
Desa Tempur diberkahi dengan kekayaan alam yang indah dan peninggalan kawasan Candi Angin sebagai kawasan cagar budaya yang dapat dijadikan sebagai potensi untuk mengembangkan industri pariwisata. Desa Tempur mulai berbenah dan bergerak menghadapi tantangan globalisasi dengan keterbatasan antara lain aksesibilitas infrastruktur jalan dan infrastruktur digital yang belum memadai, sarana transportasi yang belum memadai, dan belum adanya fasilitas umum di destinasi wisata yang dimiliki di desa Tempur karena masih sangat tradisional. . Penelitian ini didasarkan pada analisis data sekunder yaitu artikel, jurnal, website resmi TIC Jepara, hasil kunjungan lapangan dan monitoring, wawancara dengan beberapa pelaku wisata di desa Tempur, hasil diskusi dengan instansi terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis SOAR. Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah adalah mengembangkan desa wisata Tempur dengan konsep pengembangan wisata heritage yang berkelanjutan; mengembangkan daya tarik wisata berbasis potensi wisata sejarah; ketiga, yaitu pengembangan fasilitas yang berorientasi pada konsep pelestarian lingkungan; dan strategi selanjutnya adalah mengembangkan potensi wisata desa Tempur sebagai atraksi kehidupan spiritual, edukatif dan tradisional bagi masyarakat setempat, melalui pengelolaan atraksi yang lebih kreatif, peningkatan fungsi kawasan, dan fasilitas berbasis budaya, alam, dan peninggalan sehari-hari. masyarakat pedesaan.
Literasi kewirausahaan pada petani kopi di Desa Benteng Alla Utara Enrekang
Muhammad Ilyas Thamrin Tahir;
Muhammad Hasan;
Faidah Azuz
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.90
Pemberdayaan merupakan salah satu upaya untuk mengaktualisasikan potensi individu atau kelompok untuk menjadi sumber kemandirian. Petani kopi menjadi faktor utama dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim PkM Internasional di desa Benteng Alla Utara karena kualitas dan kuantitas produksi biji kopi. Permasalahan dalam pengabdian ini adalah upaya yang dilakukan untuk memberikan pembinaan agar mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan kewirausahaan petani kopi dan keberdayaan petani kopi dalam meningkatkan produksinya. Hasil yang dicapai adalah: (1) petani kopi desa Benteng Alla Utara memiliki pengetahuan tentang kewirausahaan; (2) Petani kopi desa Benteng Alla Utara memiliki pengetahuan terkait karakter wirausaha; (3) petani kopi desa Benteng Alla Utara memiliki kemampuan membangun kerjasama kewirausahaan dengan stakeholders; dan (4) Meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi. Pengetahuan literasi kewirausahaan akan membantu para petani kopi untuk meningkatkan produksi kopi baik secara kualitas maupun kuantitas.
Pendampingan Belajar Online Dimasa Pandemi
Dwi Moni Estuti;
Nevita Yuniarti
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i2.64
Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan sesorang. Pendidikan lah yang menentukan dan menuntun masa depan dan arah hidup seseorang. Tetapi dengan adanya pandemi covid-19 saat ini yang menuntut siswa melakukan pembelajaran melalui daring. Hal ini menjadi salah satu kendala yang dirasakan oleh siswa biasanya adalah kesulitan dalam membuat tugas. Maka dengan itu pendampingan belajar sangat diperlukan. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran daring. Manfaat dari program kerja ini tentunya dapat memudahkan peserta didik yang kurang kurang menangkap materi dari pembelajaran daring.
Penyuluhan Kegel Exercise Terhadap Kemampuan Berkemih Pada Lanjut Usia di Posyandu Lansia Abadi III Gonilan Kartasura
Aifa Azzahra;
Isnaeni Herawati;
Dwi Rosella Komala Sari
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i2.65
Salah satu perubahan fisiologis pada lansia yaitu sistem perkemihan yang disebabkan oleh penurunan tonus otot vagina dan saluran kemih (uretra) yang mengakibatkan frekuensi buang air kecil meningkat atau yang disebut inkontinensia urine sehingga diberikan solusi terapi yang ditawarkan yaitu dengan kegel exercise. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai inkontinensia urin pada lansia serta pemahaman terhadap pencegahan dan penanganannya. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di posyandu lansia "Abadi III" Gonilan Kartasura menggunakan bantuan media sarana leaflet dan contoh video senam kegel yang diikuti oleh 26 orang peserta yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu persiapan sarana dan prasarana, penyuluhan materi inkontinensia urine untuk kesehatan lansia, pelatihan demonstrasi kegel exercise, dan terakhir evaluasi pasca kegiatan. Dari 26 peserta lansia yang melakukan kegel exercise secara rutin, memberikan dampak hasil positif dimana peserta lansia tersebut mengalami peningkatan kemampuan kontrol berkemih dengan baik, serta menurunnya kejadian keluarnya urin secara spontan tanpa disadari.Program tersebut terlaksana dengan baik yang dilakukan dengan berbagai rangkaian kegiatan dan persiapan untuk mengoptimalkan tingkat pengetahuan tentang inkontenensia urine serta mengajarkan cara melakukan kegel exercise secara tepat dan mandiri serta berhasil dengan kegiatan yang berdampak hasil positif bagi peserta.Salah satu perubahan fisiologis pada lansia yaitu sistem perkemihan yang disebabkan oleh penurunan tonus otot vagina dan saluran kemih (uretra) yang mengakibatkan frekuensi buang air kecil meningkat atau yang disebut inkontinensia urine sehingga diberikan solusi terapi yang ditawarkan yaitu dengan kegel exercise. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai inkontinensia urin pada lansia serta pemahaman terhadap pencegahan dan penanganannya. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di posyandu lansia "Abadi III" Gonilan Kartasura menggunakan bantuan media sarana leaflet dan contoh video senam kegel yang diikuti oleh 26 orang peserta yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu persiapan sarana dan prasarana, penyuluhan materi inkontinensia urine untuk kesehatan lansia, pelatihan demonstrasi kegel exercise, dan terakhir evaluasi pasca kegiatan. Dari 26 peserta lansia yang melakukan kegel exercise secara rutin, memberikan dampak hasil positif dimana peserta lansia tersebut mengalami peningkatan kemampuan kontrol berkemih dengan baik, serta menurunnya kejadian keluarnya urin secara spontan tanpa disadari.Program tersebut terlaksana dengan baik yang dilakukan dengan berbagai rangkaian kegiatan dan persiapan untuk mengoptimalkan tingkat pengetahuan tentang inkontenensia urine serta mengajarkan cara melakukan kegel exercise secara tepat dan mandiri serta berhasil dengan kegiatan yang berdampak hasil positif bagi peserta.
Aktifitas fisik remaja sebagai upaya Peningkatan kebugaran pada masa pandemi covid-19 Youth physical activity as an effort Improved fitness during the covid-19 pandemic
lailatuz Zaidah;
Agus Riyanto
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i2.66
Abstrak/AbstracLatar Belakang : COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus, yang menyerang pada pernafasan yang bisamengakibatkan kematian apabila tanda dan gejala yang terjadi tidak diatasi, upaya dalam mengurangi angkan penularan terhadap Covid-19, maka salah satunya adalah dengan meningkatkan kebugaran dengan melakukan  Aktifitas Fisik/Physical Activity (PA) merupakan salah satu aktivitas yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Aktivitas ini terutama dilakukan untuk menjaga fungsi anggota tubuh bekerja dengan baik. Olahraga, pada umumnya, bertujuan untuk menjaga otot dalam tubuh bekerja secara optimal dari hari ke hari. Metode : pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan edukasi penyuluhan dan diskusi tanya jawab kepada remaja-remaja yang ada di kampung samakan terkait aktifitas fisik yang tepat dimasa pandemic dengan tetap menjaga protocol Kesehatan. Tujuan: Bertambahnya pengetahuan para remaja tentang aktifitas fisik yang bisa dilakukan dimasa pandemi serta tertib melakukan protokol Kesehatan guna mencegah penularan virus corona
Peningkatan Resiliensi Guru dalam Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh Dengan Pelatihan Stress Management
Annisa Warastri
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.75
Terhitung sejak pandemi ini muncul di Indonesia, sudah ada beberapa keluh kesah guru yang muncul di social media terkait proses pembelajaran. Diantaranya, beberapa guru memiliki kesulitan yaitu untuk guru yang sudah berumur, kesulitan yang dialaminya yaitu menggunakan teknologi untuk PJJ. Sulitnya berkomunikasi dengan orang tua, sering terjadinya putus koneksi dengan orang tua siswa, menghadapi siswa yang juga tidak mengumpulkan tugas tepat waktu dan guru lebih susah mengkoreksi pekerjaan siswa karena harus dilakukan melalui handphone (Pane, 2020).Dari beberapa kondisi yang sudah digambarkan diatas, bahwa pandemi covid-19 bisa menjadi salah satu sumber stress bagi masyarakat, terutama dalam program ini adalah guru. Kesulitan-kesulitan yang dialami para guru dalam Proses Pembelajaran Jarak Jauh membuat para guru rentan mengalami stres. Individu tidak akan membiarkan efek negatif dari stres ini terus terjadi, ia akan melakukan suatu tindakan untuk mengatasinya. Tindakan yang diambil individu dinamakan coping strategy.Salah satu keterampilan yang bisa dipelajari dalam coping strategy adalah Pelatihan Stress Management. Dengan diterapkannya pelatihan manajemen stres, maka diharapkan individu lebih mampu mengelola stres dan memiliki daya tahan (resiliensi) yang lebih baik terhadap tantangan yang akan dihadapi di kemudian hari. Dalam kegiatan ini, maka diharapkan ketika guru dapat mengelola stres nya dengan baik, maka guru akan lebih siap dalam menghadapi stressor yang akan muncul dan akan lebih siap bekerja di bawah tekanan, sehingga kinerja pun semakin produktif.Dari kegiatan didapatkan hasil bahwa pelatihan Manajemen Stres cukup efektif diberikan kepada Guru-guru di sekolah. Hal ini terbukti dari guru-guru sudah mampu mengidentifikasi bentuk stres yang ada dan mampu berlatih secara mandiri teknik relaksasi emosi dan teknik mengelola stres.
Strategi Kewirausahaan Usaha Micro Kecil dan Menengah di Kecamatan Kampar Dimasa Pandemi Covid 19
Welasari Welasari;
Moris Adidi Yogia;
Mendra Wijaya
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.78
Pandemi Corona Virus disease (Covid 19) yang melanda masyarakat Indonesia pada April Tahun 2020 selain berdampak pada tingkat kesehatan juga berpengaruh terhadap keadaan ekonomi masyarakat. Adanya berbagai kebijakan penanganan Covid 19 dalam hal kesehatan seperti physical distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Berbagai kebijakan yang ada memberikan dampak pembatasan segala ruang lingkup gerak aktivitas masyarakat yang pada akhirnya menimbulkan dilema perekonomian. Masyarakat yang menjalankan kegiatan kewirausahaan usaha micro kecil dan menengah (UMKM) mengalami penurunan daya jual produk usahanya. Meskipun strategi yang dilakukan oleh masyarakat pelaku usaha micro kecil dan menengah adalah beralih dari metode penjualan konvensional ke metode online. Pada tataran praktis metode penjualan online untuk usaha micro kecil dan menengah yang berlokasi di wilayah kecamatan seperti halnya di kecamatan Kampar tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Kenyataannya usaha micro kecil dan menengah diwilayah Kecamatan Kampar relative masih dilakukan secara konvensional. Kondisi tersebut menambah problematika tersendiri bagi usaha micro kecil dan menengah di Kecamatan Kampar di masa pandemi covid 19. Hal ini tentunya membutuhkan perhatian dan pemikiran akademisi disamping dana bantuan yang diberikan pemerintah. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat akademisi berupaya mengatasi kondisi yang terjadi. Penggunaan metode penelitian dan pengembangan dijadikan sebagai strategi pemecahan masalah yang dihadapi usaha micro kecil dan menengah dimasa pandemi covid 19.Â
Peningkatan keterampilan siswa jurusan teknik kimia smk taruna persada dumai berbasis teknologi informasi
Wetri Febrina;
desyanti desyanti;
Febrina Sari
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.79
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu jenjang pendidikan menengah dengan kekhususan untuk mempersiapkan lulusannya memasuki dunia kerja. Karena itu lulusan SMK dituntut untuk memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk keahlian berbasis teknologi informasi. Keterbatasan sarana dan prasarana dibidang perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) membuat sebagian siswa kesulitan dalam memperoleh keahlian yang dibutuhkan. Karena itu campur tangan akademisi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sangat diperlukan, antara lain dengan memperkenalkan keahlian program dan aplikasi komputer yang mendukung pekerjaan seorang tamatan SMK jurusan Teknik Kimia saat bekerja kelak. Beberapa keahlian berbasis teknologi informasi yang diharapkan DUDI untuk dikuasai seorang lulusan SMK yang bekerja di pabrik, diantaranya adalah Microsoft Office, aplikasi statistik, aplikasi berbasis android dan aplikasi kimia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi pembekalan keahlian berbasis teknologi informasi berupa pelatihan penggunaan aplikasi statistic SPSS, aplikasi berbasis android, dan aplikasi CHEMCAD bagi para siswa kelas X dan XI Jurusan Teknik Kimia di SMK Taruna Persada, Kelurahan Bukit Timah, Kota Dumai. Manfaat dari kegiatan ini siswa Jurusan Teknik Kimia di SMK Taruna Persada Dumai mampu mengembangkan keahliannya di bidang aplikasi komputer sehingga mampu bersaing di dunia kerja nantinya. Kata kunci : teknologi informasi, aplikasi komputer, siswa SMK, DUDI