cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2021)" : 20 Documents clear
Pembinaan Teknik Dasar Latihan Cabang Olahraga Atletik National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Kalimantan Selatan Akhmad Amirudin; Sarmidi Sarmidi; M.Rafi'i M.Rafi'i
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2659

Abstract

NPC (National Paralimpic Committe) kalimantan selatan merupakan salah satu kontingen yang akan berlaga pada Pekan Paralympian Nasional XVI (PEPARNAS) XVI Papua. Atlet yang sering latihan di lapangan masih banyak yang tidak sesuai dengan teknik yang benar dalam melakukan teknik gerakan seperti berlari, melompat dan melempar, sehingga pelaksana pengabdian masyarakat bermaksud membimbing dan memperbaiki teknik dasar gerakan menjadi benar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan atlet dalam melakukan gerakan teknik berlari, melompat dan melempar. Metode yang digunakan berupa bimbingan dan latihan teknik dasar gerakan nomor atletik. Peserta kegiatan adalah atlet cabang olahraga Atletik NPC (National Paralimpic Committe) atau Paralympian Pelatprov Kalimantan Selatan berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan sebelum memberikan bimbingan teknis yaitu melalui tes.  Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif terhadap para atlet yaitu meningkatnya keterampilan dalam melakukan gerakan nomor atletik, Atlet berlari, melompat dan melempar sudah sesuai dengan teknik yang diharapkan, sehingga gerakan yang dilakukan lebih efektif dan efisien. The South Kalimantan NPC (National Paralympic Committee) is one of the contingents that will compete in the XVI National Paralympian Week (PEPARNAS) XVI Papua. Athletes who often practice in the field are still not following the correct technique in performing movement techniques such as running, jumping and throwing, so that community service implementers intend to guide and improve the basic techniques of movement to be correct. This activity aims to improve the athlete's skills in running, jumping, and throwing techniques. The method used is in the form of guidance and training in basic techniques of athletic number movement. Participants in the activity were athletes from the NPC Athletic (National Paralympic Committee) or Paralympian Pelatprov South Kalimantan, totalling 29 people. The instrument used before providing technical guidance is through a test. The results of this community service activity positively impact athletes, namely increasing skills in performing athletic number movements, athletes running, jumping, and throwing according to the standard technique so that the movements carried out are more effective and efficient. 
Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam Tanah Longsor melalui Konsep Fisika Terpadu di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Amiruddin Hatibe; Muslimin Muslimin; Muhammad Syarif; Haeruddin Haeruddin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2748

Abstract

Bencana longsor merupakan salah satu peristiwa alam yang paling umum terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan wawasan masyarakat tentang mitigasi bencana alam melalui kegiatan sosialisasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan fisika, teknik peringatan dini, dan mengenalkan faktor-faktor pendorong dan penghambat terjadinya bencana alam pada masyarakat Kecamatan Palolo. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi bencana alam tanah longsor. Hasil pengabdian ini adalah bertambahnya wawasan pemahaman masyarakat terhadap konsep fisika terpadu terhadap kondisi topografi Kecamatan Palolo, teknik peringatan dini dalam mitigasi terhadap ancaman bencana alam tanah longsor, dan menemukan faktor pendorong berupa sifat gotong royong dalam menangani bencana alam tanah secara tradisional yang sudah tumbuh dalam masyarakat sebagai suatu kearifan lokal dan menjadi perhatian dalam sosialisasi. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pentingnya konsep fisika yang sederhana pada masyarakat dalam menangani bencana tanah longsor, diperlukannya peringatan dini yang bersifat mitigasi dari tanda-tanda alam, dan tetap melestarikan kearifan lokal gotong royong untuk menyelesaikan masalah masyarakat desa, serta pentingnya perangkat desa memotivasi masyarakat pada setiap kali kegiatan sosialisasi atau pertemuan desa secara melembaga.  Landslides are one of the most common natural events in Indonesia. Therefore it is necessary to increase public knowledge about natural disaster mitigation through socialization activity. This community service aimed to broaden the knowledge of physics, early warning techniques and recognize the driving and inhibiting factors of natural disasters in the people of Palolo Subdistrict. Fifty people attended this community service. The method used was the socialization of landslide natural disasters. The results of this community service were increasing community understanding of integrated physics concept of the topographic conditions of Palolo District, early warning techniques in mitigating the threat of landslides, and finding driving factors in the form of cooperation in dealing with traditional land disasters that have grown in society as local wisdom and concern in socialization. Based on the community service that has been carried out, it can be concluded that the importance of simple physics concepts for the community in dealing with landslide disasters, the need for early warning that is mitigating natural signs, and still preserving the local wisdom of cooperation which has been in solving problems of the village community, as well as the importance of village officials motivating the community at every socialization activity or institutionalized village meeting.
Pendampingan Wirausaha Pengrajin Musik Panting P.I.X Musik Kota Banjarmasin di Masa Covid 19 Muhammad Najamudin; Benny Mahendra
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2386

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada mayarakat ini yaitu:  untuk memberikan pemahaman mengenai kewirausahaan pengrajin alat tradisional musik panting (P.I.X) musik Kota Banjarmasin tentang wawasan kewirausahaan, cara mempromosikan dimasa pandemi covid 19, yang dimana penurunan omset pengrajin menurun sejak bulan Februari sampai Juni 2020. Hal ini dikarenakan menurunya produktivitas pertunjukan musik. Kegiatan dilakukan melalui pendampingan wirausaha pengrajin musik panting P.I.X musik di Kota Banjarmasin dari produksi, pemasaran hingga pengurusan hak merek dagang Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Metode program pengabdian kepada masyarakat berbasis kemitraan. Bentuk kegiatan pendampingan meliputi tahapan-tahan sebagai berikut; memberikan materi konsep wirausaha, melakukan pendampingan pemanfaatan media promosi dalam pemasaran produk, dan terdaftar di Hak Kekayaan Intelektul (HKI) sebagai merek dagang dengan merek P.I.X musik. Simpulan dalam pengabdian kepada masyarakat ialah proses pendampingan kewirausahaan pengrajin musik panting P.I.X musik berjalan dengan lancar dan meningkat omset penjualannya hingga mendapatkan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) merek dagang.The purpose of this community service assistance activity is to understand the entrepreneurship of the PIX music craftsmen in Banjarmasin regarding entrepreneurial insight, how to promote during the Covid 19 pandemic, in which the decline in artisans turnover decreased from February to June 2020. This is due to decreased productivity—music show. The activity's objective is to provide entrepreneurship assistance for P.I.X music artisans in Banjarmasin from production, marketing and IPR. Partnership-based community service program methods. Mentoring activities include the following stages; providing material on entrepreneurial concepts, assisting in promotional media in product marketing, and intellectual property rights (IPR). The conclusion in community service is the process of entrepreneurship assistance for P.I.X music artisans to run smoothly, and their sales turnover increases until they get IPR (Intellectual Property Rights). 
Pengaplikasian Pompa Air Otomatis di Pasar Sudimampir sebagai Bentuk Dukungan Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Qamariah Qamariah; Wardiani Hiliadi; Setia Graha; Zuraidah Zuraidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2492

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah pengaplikasian pompa air otomatis di pasar Sudimampir sebagai bentuk dukungan pencegahan penyebaran virus covid-19 di daerah Banjarmasin serta mengedukasi masyarakat/ pengunjung pasar mengenai tata cara cuci tangan yang benar melalui papan informasi yang dipasang pada tempat yang ditentukan. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah dinas perhubungan wilayah pasar lima (sudimampir) dikarenakan tempat pengaplikasian pompa tersebut ada di depan dermaga/ pelabuhan yang termasuk tempat dengan aktivitas yang cukup tinggi di wilayah tersebut. Metode kegiatan yang digunakan meliputi: 1) observasi awal, 2) pengaplikasian kegiatan, 3) evaluasi, dan 4) refleksi. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan instrumen angket respon mitra dan pengunjung pasar terhadap kegiatan yang dilakukan. Adapun hasil kegiatan pengabdian ini berupa: 1) terpasangnya pompa air otomatis dan papan informasi tata cara mencuci tangan yang baik dan benar di daerah pasar serta 2) respon mitra dan pengunjung pasar terhadap kegiatan yang dilakukan 88,88% termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata sebesar 3,56 dari skor maksimal rata-rata 4. Indikator respon ini dilihat dari: 1) 86,67% termasuk dalam kategori sangat baik dalam keahlian dan kesiapan dari tim dalam kegiatan, 2) 92,50% termasuk dalam kategori sangat baik dari segi kegunaan dari alat yang diaplikasikan, 3) 97,50% termasuk dalam kategori sangat baik dalam kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, dan 4) 78,75% termasuk dalam kategori baik dalam hal kesesuaian kegiatan dengan harapan masyarakat (mitra dan pengunjung). This activity aims to apply an automatic water pump in the Sudimampir market to prevent the spread of the Covid-19 virus in the Banjarmasin and educate the public/market visitors about washing hand procedures through information on a board installed someplace. The partner of this service activity is the Department of Transportation of the Pasar Lima area (Sudimampir) because the pump application location is in front of the pier/port, a place with quite high activity in the area. The activity methods used include 1) initial observation, 2) application of activities, 3) evaluation, and 4) reflection. The evaluation is used quantitatively using a questionnaire instrument of the responses of partners and market visitors to the activities carried out. The results of this service include 1) the installation of an automatic water pump and an information board for proper and correct handwashing procedures in the market area and 2) the response of partners and market visitors to the activities carried out by 88.88% including in the very good category with a score an average of 3.56 from the average maximum score 4. This response indicator is seen from: 1) 86.67% is included in the very good category that showed the expertise and readiness of the team in activities, 2) 92.50% is included in the category very good that showed terms of the usefulness of the tools applied, 3) 97.50% is included in the very good category that showed accordance with community needs, and 4) 78.75% is in the good category that showed terms of the suitability of activities with community expectations (partners and visitors).  
Penguatan Mental dalam Bertanding Pada Pemain Sepakbola Desa Mandiangin Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Nurdiansyah Nurdiansyah; Ramadhan Arifin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2788

Abstract

Permasalah pada tim sepakbola Desa Mandiangin Kabupaten Banjar adalah sering merasa cemas saat memulai untuk bertanding, hal ini lah yang menjadi dasar untuk melaksanakan pengabdian masyarakat ini. Tujuan pengabdian msyarakat ini adalah penguatan mental dalam bertanding serta faktor-faktor yang mempengaruhi psikologis dalam pertandingan serta membentuk mental. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian ini yaitu metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Alat ukur yang digunakan dalam pengabdian ini berupa wawancara. Sasaran pengabdian masyarakat ini ada pemain sepakbola Desa Mandiangin Kabupaten Banjar yang berjumlah 18 orang. Hasil yang diperoleh yaitu diperolehnya pengetahuan dan cara untuk meningkatkan kepercayaan diri saat bertanding. Melalui kegiatan ini diperolehnya penguatan mental dalam bertanding serta faktor-faktor yang mempengaruhi psikologis dalam pertandingan serta membentuk mental.  The problem with the Mandiangin Village football team, Banjar Regency, is that they often feel anxious when competing; this is the basis for carrying out this community service. The purpose of this community service is mental strengthening in competing and the factors that psychologically affect the match and form mentality. The method used in implementing this service is the lecture, discussion and question and answer method. The measuring instrument used in this service is in the form of interviews. This community service is 18 people from Mandiangin Village, Banjar Regency. The results obtained are acquiring knowledge and ways to increase self-confidence when competing. Through this activity, mental strengthening in competition is obtained and factors that psychologically affect the match and form mentality.
Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak-anak di Masa Pandemi Dwimei Ayudewandari Pranatami; Hafidha Asni Akmalia; Ndzani Latifatur Rofiah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3643

Abstract

Kemunculan virus Corona yang diawali dari tahun 2020 lalu membuat semua segi kehidupan terdampak. Penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk menekan angka kasus covid-19 di Indonesia. Tujuan dilaksanakan edukasi pola hidup bersih dan sehat pada anak-anak adalah untuk membimbing agar anak-anak lebih sadar dan berhati-hati dalam melakukan kegiatan di tengah pandemi sebagai bentuk pencegahan terhadap virus Corona. Pada kegiatan ini dilakukan edukasi terhadap anak-anak dengan metode pemberian materi, games dan praktik mencuci tangan dengan benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% anak dapat menjawab pertanyaan dan menyusun kata terkait pola hidup bersih dan sehat sehingga anak-anak mengetahui cara cuci tangan dengan baik, memilah sampah dan menjaga perilaku hidup sehat di rumah, di lingkungan serta di sekolah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat secara umum untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat demi meminimasilasi dan mencegah penularan virus Corona; membantu pemerintah dalam menggalakkan program pola hidup bersih dan sehat di masa pandemi; dan menginisiasi keberlanjutan program pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. The emergence of the Coronavirus, which began in 2020, has affected all aspects of life. Implementing health protocols is one of the most effective ways to reduce the number of COVID-19 cases in Indonesia. The purpose of implementing clean and healthy lifestyle education for children is to guide them so that they are more aware and careful in carrying out activities during a pandemic as a form of prevention against the Coronavirus. In this activity, education was carried out for children to provide materials, games, and direct practice. After attending the education, the children become aware of washing their hands, sorting waste, and maintaining a healthy lifestyle at home, in the neighbourhood, and at school. This activity is also expected to encourage public awareness, in general, to implement a Clean and Healthy Lifestyle to minimize and prevent the transmission of the Coronavirus; assist the government in promoting the Clean and Healthy Lifestyle program during the pandemic, and initiate the sustainability of the Clean and Healthy Lifestyle program in the community. 
Bimbingan Teknis Penyusunan Bahan Ajar Biologi Berbasis Potensi Lokal Pada MGMP IPA-Biologi Kabupaten Hulu Sungai Tengah Noorhidayati Noorhidayati; Hardiansyah Hardiansyah; Mahrudin Mahrudin; Riya Irianti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3802

Abstract

Keberadaan potensi lokal perlu digali sebagai bahan ajar agar proses pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Keterbatasan pengetahuan guru yang tergabung dalam MGMP guru biologi SMA dan SMP se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah memerlukan bimbingan teknis penyusunan bahan ajar biologi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan memberi bekal dan bimbingan kepada guru-guru biologi sekolah menengah dalam menyusun bahan ajar berbasis potensi lokal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, workshop dan konsultasi daring serta penugasan mandiri. Berdasarkan kegiatan yang telah diselenggarakan, diketahui bahwa guru menunjukan antusiasme yang tinggi, sebagaimana terlihat dari proses tanya jawab dan diskusi yang berlangsung sangat dinamis. Banyak guru yang menyampaikan potensi lokal daerah, serta meminta saran dan masukan terkait bahan ajar apa yang dapat dikembangkan. Berdasarkan data yang masuk, terdapat 14 orang guru dari 20 peserta yang sudah mengajukan format pengembangan bahan ajarnya. Dari data 70% peserta yang telah mengajukan format pengembangan bahan ajar ini, menunjukkan peserta telah mendapatkan bekal pengetahuan dan memiliki motivasi tinggi untuk menyusun bahan ajar berbasis potensi lokal sebagai perangkat pembelajaran. Di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki berbagai jenis flora dan fauna, baik yang terdapat di perairan (sungai dan rawa) maupun di daratan. Potensi lokal ini dapat dikembangkan untuk  penyusunan bahan ajar Biologi. The existence of local potential needs to be explored as teaching materials so that the learning process is more contextual and meaningful. The limited knowledge of teachers who are members of the MGMP for biology teachers in SMA and SMP in Hulu Sungai Tengah Regency requires technical guidance in preparing biology teaching materials based on local potential. This activity aims to provide provision and guidance to high school biology teachers in preparing teaching materials based on local potential. This activity is carried out through lectures, discussions, workshops, online consultations, and independent assignments. Based on the activities that have been held, it is known that the teacher shows high enthusiasm, as can be seen from the very dynamic question and answer process and discussion. Many teachers convey the local potential of the area and ask for suggestions and input regarding what teaching materials can be developed. Based on the incoming data, 14 teachers from 20 participants have submitted the format for developing their teaching materials. The data of 70% of participants who have proposed this format for developing teaching materials shows that participants have gained knowledge and have high motivation to develop teaching materials based on local potential as learning tools. The Hulu Sungai Tengah Regency has flora and fauna, both found in waters (rivers and swamps) and on land. This local potential can be developed for the preparation of Biology teaching materials. 
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif Berbasis Pendekatan Saintifik bagi Guru PAUD di Kota Palembang Hasmalena Lena; Rukiyah Rukiyah; Syafdaningsih Syafdaningsih; Mahyumi Rantina; Febriyanti Utami; Anggun Karnita; Atthoyibah Munawaroh
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2480

Abstract

Alat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini memegang peranan penting sebagai media stimulasi, pembelajaran dan permainan, sedangkan bagi guru merupakan sarana yang membantu dalam penyampaian pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan agar guru PAUD dapat membuat APE serta untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan guru dalam membuat inovasi dalam pembuatan APE untuk anak usia dini. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2020 secara online melalui aplikasi Zoom Meeting. Materi yang disampaikan meliputi, (1) Hakikat alat permainan edukatif, (2) Jenis-jenis APE, (3) Keterampilan pembuatan APE, (4) Langkah-langkah pembuatan APE, dan (5) Praktik pembuatan APE dalam proses pembelajaran sesuai karakteristik anak. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting dengan jumlah 36 orang peserta guru PAUD. Model kegiatan yaitu pendampingan dan metode kegiatan yang digunakan presentasi dan peragaan serta unjuk kerja. Berdasarkan hasil evaluasi terjadi peningkatanan pengetahuan guru-guru PAUD setelah pelatihan, hal ini ditunjukkan dengan hasil bahwa guru mampu membuat rancangan alat permainan edukatif, , guru mempu menerapkan alat permainan edukatif walapun dilakukan secara daring dan guru mampu mengimplementasikan kepada anak tentang alat permainan edukatif berbasis pendekatan saintifik. Teaching aids/educational games (APE) for early childhood play an important role as a medium of stimulation, learning and games, while for teachers, it is a tool that helps in learning delivery. This training aims to make PAUD teachers make APE and develop teaching skills in making innovations in making APE for early childhood. This activity was carried out on Saturday, August 8, 2020, online through the Zoom Meeting application. The materials presented include (1) The nature of educational game tools, (2) Types of APE, (3) Skills for making APE, (4) Steps for making APE, and (5) Practice of making APE in the learning process according to children's characteristics. . The training activities were carried out through the Zoom Meeting application with a total of 36 PAUD teacher participants. The activity model is mentoring and activity methods used by presentations and demonstrations as well as performance. Based on the evaluation results, there was an increase in the knowledge of PAUD teachers after training, and this was shown by the results that teachers were able to design educational game tools, teachers were able to apply educational game tools even though they were done online. Teachers were able to implement to children about scientific approach-based educational game tools.
Pelatihan Penggunaan Learning Management System (LMS) bagi Guru Sebagai Mitra Asistensi Mengajar Program MBKM Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Sahrul Saehana; Muhammad Ali; Darsikin Darsikin; Nurgan Nurgan; Delthawati Is Ratnaningtyas
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.4333

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan program nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas output pendidikan dengan melakukan sejumlah aktivitas seperti asistensi mengajar di satuan pendidikan oleh mahasiswa. Learning management system (LMS) sangat dibutuhkan untuk melaksanakan program asistensi mengajar khususnya dalam melakukan evaluasi. Tujuan program ini adalah untuk melatih guru di sekolah mitra dalam menggunakan LMS sehingga dapat mendampingi mahasiswa dalam program asistensi mengajar.  Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dimana guru dilatih menggunakan LMS. Mitra kegiatan ini adalah SMP dan SMA di Propinsi Sulawesi Tengah. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan wawancara. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa guru dapat memanfaatkan dengan baik aplikasi evaluasi berbasis LMS yang dirancang oleh tim pengabdi. Hasil wawancara memperkuat hal ini, dimana guru tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi penilaian bagi mahasiswa program asistensi mengajar karena dilengkapi petunjuk yang jelas. The Independent Learning Campus Independent Program is a national program that improves scholarly output quality by carrying out activities such as teaching assistants in academic units by students. A learning management system (LMS) is needed to carry out teaching assistance programs, especially evaluations. This program aims to train teachers at partner schools in using the LMS so that they can assist students in teaching assistance programs. This activity is carried out in training where teachers are trained to use LMS. Partners of this activity are junior and senior high schools in Central Sulawesi Province. The instruments used are observation sheets and interviews. From the observations, it is known that teachers can make good use of the LMS-based evaluation application designed by the service team. The results of the interviews reinforce this, where the teacher does not experience difficulties in using the assessment application for students in the teaching assistant program because it is equipped with clear instructions.
Bimbingan Teknis Pembuatan Nata de piel batatas dari Kulit Ubi Jalar (Ipomoea batatas) Sri Amintarti; Aulia Ajizah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3844

Abstract

Kulit ubi jalar biasanya hanya dibuang sebagai limbah ke lingkungan, atau kadang dijadikan sebagai makanan ternak. Kulit ubi jalar sebenarnya masih menyisakan bahan-bahan yang dapat dijadikan medium biakan bakteri  Acetobacter xylinum untuk menghasilkan nata. Akan tetapi informasi dari sekolah yang disurvey umumnya belum memiliki pengetahuan langkah-langkah untuk memanfaatkan kulit ubi jalar tersebut dan keterbatasan alat serta bahannya. Telah dilakukan kegiatan Bimbingan teknis cara pembuatan nata yang berbahan dasar kulit ubi jalar kepada guru-guru biologi dan siswa-siswi SMA/sederajat se-kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya. Proses pembuatan nata mengacu pada teknik dasar pembuatan nata oleh (Saragih, 2004). Metode kegiatan bimbingan teknis dengan cara: 1) pemaparan materi tentang nata dan cara pembuatan nata; 2) Demonstrasi secara virtual pembuatan nata de piel batatas melalui tayangan video; Kegiatan diikuti oleh 68 peserta yang meliputi guru dan siswa dari 5 SMA Negeri dan 1 MAN serta dari Politeknik yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Hasil bimbingan menunjukkan bahwa peserta memahami cara membuat nata de piel batatas yang berasal dari kulit ubi jalar. Berdasarkan jawaban angket yang diberikan setelah bimbingan, sebanyak 74,2% peserta menyatakan memahami cara membuat nata de piel batatas yang berasal dari kulit ubi jalar dan sangat setuju dengan kegiatan ini. Peserta memberikan respon yang positif dan 71,2% berminat untuk mencoba membuatnya. Sweet potato skin is usually only dumped as waste into the environment or sometimes used as fodder. Sweet potato skin still leaves ingredients that can be used to breed bacteria Acetobacter xylinum to produce Nata. However, in school do not know measures to use the sweet potato skin and the limitations of tools and materials. Technical guidance on how to make sweet potato skin-based Nata has been conducted to biology teachers and high school students/equivalents in Tanah Laut and surrounding districts. Making Nata refers to the basic techniques of making Nata by (Saragih, 2004). Methods of technical guidance activities through: 1) exposure of material about Nata and how to make nata; 2) Virtual demonstration of the making of Nata de piel batatas through video viewing; The activity was attended by 68 participants including teachers and students from 5 public high schools and 1 MAN as well as from polytechnics in Tanah Laut Regency. Based on the evaluation after guidance, 74.2% of participants stated that they understood how to make Nata de piel batatas from sweet potato skins and strongly agreed with this activity. Participants gave a positive response, and 71.2% were interested in trying to make it. 

Page 2 of 2 | Total Record : 20