cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 75 Documents clear
Pelatihan Budi Daya Ikan Air Tawar pada Masyarakat Guna Mendukung Program Kampung Keren Kota Kediri Endang Sapta Hari Sosiawati; Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin; Asni Asni; Rini Oktavera; Trimardi Jaya Putra
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7649

Abstract

Pelatihan budidaya ikan air tawar di Kota Kediri- awa Timur bertujuan untuk mendorong tercapainya program pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Kampung “Keren” (kreatif dan independen). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode tutorial yang dilaksanakan secara luring dan diikuti oleh 53 peserta pada tanggal 15 sampai dengan 25 Desember 2022. Keberhasilan kegiatan ini diukur melalui evaluasi presensi peserta dan hasil pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan metode kuasi. Hasil yang diperoleh dari PKM ini adalah presensi peserta dalam mengikuti seluruh kegiatan diperoleh angka 95% aktif. Sedangkan berdasarkan hasil pre-test dan post-test terdapat peningkatan nilai pada 1). Keorganisasian dari 5% menjadi 60%, 2) budidaya ikan hias meningkat dari 25% menjadai 95%, 3) budidaya ikan nila dari 10% menjadi 75%, dan 4). Budidaya ikan gurami dari 10% menjadi 75% dan 5). budidaya ikan lele dari 50% menjadi 99%. Follow up dari kegiatan dilakukan dengan memberikan cenderamata berupa satu unit budikdamber, kartu NIB, kartu BPJS ketenagakerjaan, serta memberikan kesempatan kepada peseta yang lolos untuk mengikuti uji kompetensi berstandar BNSP. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta. Selain itu, pengetahuan peserta terkait budidaya ikan tawar meningkat secara signifikan. Dari pelatihan ini diharapkan setiap peserta pemula akan menjadi wirausahawan baru dibidang budidaya ikan air tawar serta bagi peserta yang telah memiliki usaha akan tumbuh dan berkembang dalam usahanya, sehingga mampu membentuk cluster wilayah berupa Kampung Ikan Air Tawar. Freshwater fish cultivation training in Kediri City, East Java, aims to encourage the achievement of community empowerment programs to create "Kampung Keren" (creative and independent). The method used in this activity was the tutorial method which was carried out attractively and was attended by 53 participants from 15 to 25 December 2022. The success of this activity was measured through participant presence and the pre-test and post-test results. In addition, data analysis was carried out descriptively with a quasi-method. The results obtained from this PKM are the presence of participants participating in all activities with an active 95% rate. Meanwhile, based on the pre and post-test results, there is an increase in value at 1). Organization from 5% to 60%, 2) ornamental fish farming increased from 25% to 95%, 3) tilapia cultivation from 10% to 75%, 4). Gourami cultivation from 10% to 75%, and 5). catfish farming from 50% to 99%. Follow up on the activities carried out by providing souvenirs in the form of a Budikdamber unit, NIB card, and BPJS Employment card, as well as providing opportunities for participants who pass to take the BNSP standard competency test. The conclusion obtained from this activity is that this training is very beneficial for the participants. In addition, participants' knowledge regarding fresh fish cultivation increased significantly. From this training, it is hoped that each novice participant will become a new entrepreneur in freshwater fish farming. Moreover, participants with a business will grow and develop their business to form a cluster area like a Freshwater Fish Village. 
Pelatihan Pemanfaatan Hidroponik Atraktif bagi PKK Desa Wajok Hilir Kabupaten Mempawah Nawawi Nawawi; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Mustika Sari; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7293

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap sayuran yang berkualitas dan aman semakin meningkat. Salah satu terobosan baru bagi pemenuhan pola hidup sehat dari pemenuhan kebutuhan makanan sehat adalah optimalisasi sayuran dengan memanfaatkan teknologi hidroponik. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Warga Desa Wajok Hilir mempunyai keinginan untuk membuat hidroponik di rumahnya. Akan tetapi warga masyarakat memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan warga dalam budidaya sayuran secara hidroponik. Maka permasalahan yang dialami mitra yaitu; 1) Masih Kurangnya pengetahuan mitra tentang intensifikasi pemanfaatan hidroponik sebagai alternatif budidaya tanaman di pekarangan rumah; 2) Kurangnya pengetahuan tentang konsep dasar hidroponik; 3) Kurangnya keterampilan mitra dalam pengolahan pasca panen dari budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pelatihan hidroponik. Sehingga tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya hidroponik bagi PKK desa Wajok Hilir. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Juni hingga Juli pada Tahun 2022, dimana pada tahap pertama dilakukan analisa situasi dan kebutuhan mitra, selanjutnya pada tahap kedua dilakukan pelatihan pengenalan hidroponik melalui pelatihan dengan materi: pengenalan hidroponik, pembuatan instalasi hidroponik sederhana di rumah, penanaman bibit sayuran organik, pembuatan nutrient, dan pengolahan pasca panen hasil tanaman hidroponik. Setelah pelaksanaan pengabdian di desa Wajok hilir, ibu-ibu PKK mengalami peningkatan pengetahuan tentang cara pembudidayaan hidroponik. Selain itu, masyarakat telah mampu mengoptimalkan lahan pekarangan rumah secara optimal melalui budidaya hidroponik. Public awareness of quality and safe vegetables is increasing. One of the breakthroughs for fulfilling a healthy lifestyle from fulfilling the need for healthy food is optimizing vegetables by utilizing hydroponic technology. Family Welfare Development (PKK) The Wajok Hilir Village residents desire to make hydroponics in their warehouses. However, community members have limited knowledge and skills in hydroponic vegetable cultivation. Then the problems experienced by partners are; 1) There is still a lack of partner knowledge about intensifying the use of hydroponics as an alternative to cultivating plants in the yard of the house; 2) Lack of knowledge about the basic concepts of hydroponics; 3) Lack of partner skills in post-harvest processing of vegetable cultivation with a hydroponic system. The service method used is to carry out hydroponic training. So that the purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge and skills of hydroponic cultivation for PKK in Wajok Hilir village. Activities carried out from June to July 2022, wherein the first stage, an analysis of the situation and needs of partners, is carried out. In the second stage, an introduction to hydroponics training is carried out through training with material: introduction to hydroponics, making simple hydroponic installations at home, caring for organic vegetable seeds, manufacturing nutrients, and post-harvest processing of hydroponic crops. After carrying out the service in the downstream Wajok village, PKK women experienced increased knowledge about cultivating hydroponics. In addition, the community has optimally optimised their home yards through hydroponic cultivation. 
Edukasi Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Konsumtif untuk Meminimalisir Terjadinya Gagal Bayar Kredit di Bank BPD Bali I Dewa Made Arista Apriadi; Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani; Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6328

Abstract

Bank BPD Bali merupakan salah satu usaha yang bergerak pada bidang jasa keuangan. Salah satu sumber pendapatan utamanya diperoleh dari penyaluran kredit kepada masyarakat. Meski demikian rendahnya tingkat literasi keuangan dan gaya hidup debitur yang tinggi menyebabkan seringkali terjadi gagal bayar. Pada akhirnya pendapatan yang diperoleh bank menjaid menurun. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Terkait dengan permasalahan yang diidentifikasi, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan debitur mengetahui literasi keuangan dan gaya hidup konsumtif melalui kegiatan edukasi sehingga dapat mengurangi tingkat gagal bayar kredit. Kegiatan pengabdian dilaksanakan mulai tanggal   5 Agustus 2022- 15 Agustus 2022 kepada 5 orang debitur dan calon debitur. Pelaksanaan kegiatan dilangsungkan di kantor Bank BPD Bali Cabang Pembantu Tohpati dan tempat usaha debitur. Melalui peggunaan metode observasi, Focus Group Disscussion (FGD), dan edukasi yang efektif, kegiatan pengabdian ini mampu mencapai tujuan yang disasar. Berdasarkan hasil evaluasi terjadi peningkatan pemahaman mitra sasaran mengenai literasi keuangan dan gaya hidup konsumtif.  Dengan tercapainya tujuan tersebut diharapkan proses pemberian kredit di bank BPD Bali semakin baik, tingkat gagal bayar dapat dikurangi dan dapat memberikan manfaat positif bagi keberlangsungan hidup bank BPD Bali di sektor perbankan.Bank BPD Bali operates in the financial services industry. Lending to the community is one of the primary sources of income. However, the debtor's high lifestyle and low financial literacy frequently lead to default. The bank's revenue ultimately decreases. As a result, a solution is required to resolve these issues. This service activity aims to reduce credit default rates by increasing debtors' knowledge of financial literacy and consumption habits through educational activities in response to the identified issues. Five potential debtors will participate in community service activities from August 5 to August 15, 2022. The activities were carried out at the debtor's place of business and the office of the Bank BPD Bali Tohpati Sub-branch. This community service project can achieve the intended objectives through effective education, Focus Group Discussion (FGD), and observation techniques. The evaluation's findings indicate that the target partners' understanding of financial literacy and a consumption lifestyle has improved. It is hoped that by achieving these goals, BPD Bali's credit-granting process will improve, the default rate will decrease, and BPD Bali's survival in the banking industry will benefit.    
Pengolahan Kompos Sistem Bokashi dari Sampah Organik Limbah Dapur sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Mohammad Imam Sufiyanto; Ihwana As’ad; Euis Amalia; Mulono Aprianto; Wuri Ratna Hidayani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7617

Abstract

Permasalahan serius di desa Bunder adalah belum terbentuknya pengolahan sampah organik. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memiliki tujuan untuk mengatasi pengolahan sampah yang ditimbulkan oleh banyaknya sampah organik yang dibuang setiap harinya. Metode demonstrasi digunakan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos. Waktu pelaksanaan adalah 14 Juni-9 Juli 2021. Sasaran kegiatan ini ialah  masyarakat sekitar desa Bunder. Melalui kegiatan ini didapatkan beberapa kendala yang menghambat proses pengomposan, adanya belatung serta bau dari kompos yang dihasilkan namun menjelang pada minggu ke tiga bau dan belatung mulai hilang seiring terbentuknya kompos siap pakai. Kegiatan pengabdian berupa pengolahan dari sampah organik menjadi pupuk kompos yang telah dilakukan bisa menjadi satu pemecahan masalah dalam mengurangi sampah di lingkugan lingkup terkecil yaitu rumah. Oleh karena itu diperoleh simpulan bahwa pengolahan kompos menggunakan bokashi efektif dalam mengurai sampah organik sehingga akan mengurangi jumlah sampah organik di setiap rumah yang ada di Desa Bunder.A serious problem in Bunder village is that organic waste processing has not yet been established. This Community Service aims to overcome the processing of waste caused by the large amount of organic waste disposed of every day. The demonstration method is used in processing organic waste into compost. The implementation time is June 14-July 9, 2021. The target of this activity is the community around Bunder village. Through this activity, several obstacles were found that hindered the composting process, the presence of maggots and the smell of the compost produced but towards the third week, the smell and maggots began to disappear as ready-to-use compost was formed. Community service activities in the form of processing organic waste into compost that has been carried out can solve the problem of reducing waste in the smallest environment, namely the house. Therefore, it is concluded that composting using bokashi effectively breaks down organic waste to reduce the amount of organic waste in every house in Bunder Village. 
Pemeriksaan Kesehatan (Kadar Gula Sewaktu dan Asam Urat) bagi Pengungsi Bencana Gempa Bumi di Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Bali Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi; Ayu Saka Laksmita W
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7509

Abstract

Gempa bumi yang berkuatan 4,8 skala richter (SR) terjadi di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Bali. Hal ini berdampak pada segala sektor, khususnya pada kesehatan pengungsi. Mayoritas pengungsi mengalami gejala seperti pusing, sakit kepala, nyeri badan, susah tidur, dan gatal-gatal. Kondisi kesehatan lingkungan yang buruk di tempat pengungsian perlu ditanggulangi agar tidak menyebabkan penyebaran penyakit yang berbahaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada 16 Desember 2021 di Balai Desa Ban bertujuan untuk membantu para pengungsi Desa Ban dalam skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu dan asam urat. Kegiatan ini diharapkan dapat mengetahui potensi resiko penyakit kronis, meliputi Diabetes Mellitus (DM) dan asam urat sedini mungkin sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 80 orang pengungsi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antar Program Studi di lingkungan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Bali Internasional. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan registrasi peserta kemudian seluruh peserta diperiksa gula darahnya dan beberapa orang yang memiliki keluhan nyeri sendi diarahkan untuk melakukan pemeriksaan asam urat. Dari hasil pemeriksaan kesehatan didapatkan bahwa sebagian besar pengungsi di Desa Ban kadar gula sewaktu yang masuk dalam kategori prediabetes dan memiliki kadar asam urat dalam kategori normal. Pemeriksaan kesehatan berlangsung lancar dan sangat didukung oleh aparat Desa. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala untuk meningkatkan derajat kesehatan para pengungsi yang terdampak bencana gempa bumi.An earthquake measuring 4.8 on the Richter Scale (SR) occurred in Ban Village, Kubu District, Karangasem Regency, Bali. This had an impact on all sectors, especially on the health of the evacuees. Most evacuees experienced dizziness, headaches, body aches, insomnia, and itching. Poor environmental health conditions in refugee camps need to be addressed so as not to cause the spread of dangerous diseases. The community service activity on December 16, 2021, at Ban Village Hall aims to assist Ban Village refugees in health screening, including checking blood sugar and uric acid. This activity is expected to determine the potential risk of chronic diseases, including Diabetes Mellitus (DM) and uric acid, as early as possible to prevent degenerative diseases. Eighty refugees attended this community service activity. This activity is a collaboration between Study Programs within the Faculty of Health Sciences, Bali International University. The health examination was carried out by registering participants. All participants were checked for blood sugar, and some people complained of joint pain were directed to do a uric acid test. From the health check results, it was found that most of the refugees in Desa Ban had blood sugar levels that fell into the prediabetes category and uric acid levels in the normal category. The health checks went smoothly and were strongly supported by the village officials. This activity is expected to be carried out regularly to improve the health status of refugees affected by the earthquake. 
Edukasi Jajanan Sehat dan Bergizi pada Anak Sekolah Menengah Akhir di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru Ainun Nisa; Desya Medinasari Fathullah; Adelia Salsabila
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7557

Abstract

Jajanan sehat dan bergizi sangat penting dalam berperan memberikan asupan energi dan gizi bagi anak khususnya usia sekolah. Namun seiring perkembangan zaman semakin banyak bahan kimia yang dikembangkan dan digunakan sebagai bahan tambahan dalam jajanan dan makanan. Rendahnya tingkat keamanan pangan jajanan  anak  sekolah masih  menjadi  isu  kritis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa melalui edukasi mengenai pentingnya jajanan sehat dan bergizi. Kegiatan dilaksanakan di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru, pada Kamis, 28 Juli 2022. Kegiatan berupa penyuluhan tentang pentingnya jajanan sehat dan bergizi dengan 2 (dua) orang narasumber. Untuk menilai keberhasilan edukasi ini dilakukan pengamatan langsung terhadap suasana diskusi kelas dan digunakan kuesioner berupa pertanyaan tertutup yang akan diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 23 orang siswa SMA mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari siswa kelas XI. Para peserta antusias memberikan pertanyaan dan ketika diberikan pertanyaan siswa mampu menjawab dengan benar. Hasil kegiatan menunjukkan, terdapat perubahan pengetahuan siswa mengenai jajanan yang sehat dan bergizi jika dibandingkan antara sebelum (90,4%) meningkat menjadi 91,3% sesudah dilakukan edukasi. Hasil monitoring dan evaluasi setelah diberikan edukasi diperoleh bahwa siswa lebih teliti dalam membeli jajanan makanan yang sehat dan bergizi. Implikasi dari kegiatan ini yaitu siswa sudah mulai menerapkan jajan makanan yang sehat dan bergizi.Healthy and nutritious snacks are very important in playing a role in providing energy and nutrition for children, especially school-aged children. However, more and more chemicals have been developed and used as additives in snacks and food. Low food safety for school children's snacks (PJAS) is still critical. This activity aims to increase students' knowledge through education about the importance of healthy and nutritious snacks. The activity was held at SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru on Thursday, July 28 2022. The activity was counselling about the importance of healthy and nutritious snacks with 2 (two) resource persons. To assess the success of this education, direct observation of the atmosphere of class discussions was carried out, and a questionnaire in the form of closed questions was used will be given to students before and after education. As many as 23 high school students participated in this activity consisting of students from class XI. The participants enthusiastically asked questions; when asked questions, the students could answer correctly. The activity results showed a change in students' knowledge about healthy and nutritious snacks compared to before (90.4%) increased to 91.3% after education. The monitoring and evaluation results after being given education showed that students were more careful in buying healthy and nutritious snacks. This activity implies that students have started implementing healthy and nutritious snacks. 
Workshop Pembuatan Buku Digital menggunakan Aplikasi Articulate Storyline bagi Guru SMPN 3 Tebat Karai Dewi Handayani; Muzanip Alperi; Salastri Rohiat; Rini Indriani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7653

Abstract

SMPN 3 Tebat Karai merupakan salah satu sekolah yang ada di Desa Tapak Gedung, Kabupaten Kepahiang yang memiliki sarana laboratorium komputer di sekolah.  Akan tetapi pemanfaatan laboratorium komputer di sekolah masih belum maksimal, oleh karena itu perlu diadakan workshop yaitu berupa pelatihan dan pendampingan tentang pembuatan media berbasis informasi dan Teknologi (IT). Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan guru dalam membuat dan merancang media pembelajaran khususnya bahan ajar digital berbasis android menggunakan aplikasi articulate storyline serta mengetahui respon guru-guru SMPN 3 Tebat Karai terhadap kegiatan workshop bahan ajar digital berbasis android menggunakan aplikasi articulate storyline. Metode yang digunakan untuk kegiatan pengabdian ini adalah pembekalan/workshop, praktik terbimbing dan evaluasi.  Peserta kegiatan adalah guru SMPN 3 Tebat Karai yang berjumlah 15 orang. Kegiatan pengabdian berlangsung dengan lancar, peserta sangat antusias terhadap materi yang disajikan tim. Sebanyak 75% peserta telah berhasil membuat bahan ajar menggunakan aplikasi articulate storyline. Dari angket yang disebarkan 100% guru sangat tertarik dengan materi pengabdian. 80% peserta memahami materi yang disampaikan tim pengabdian. Peserta berkomitmen untuk mencoba menerapkan bahan ajar yang telah dibuat kepada siswa di kelas setelah selesai kegiatan pengabdian berlangsung.SMPN 3 Tebat Karai is one of the schools in Tapak Gedung Village, Kepahiang Regency, which has computer laboratory facilities at the school. However, the utilization of computer laboratories in schools is still not optimal; therefore, it is necessary to hold workshops in the form of training and mentoring on creating Information and Technology (IT)-based media. This service aims to increase teacher motivation and knowledge in making and designing learning media, especially android-based digital teaching materials using the articulate storyline application, and to know the responses of SMPN 3 Tebat Karai teachers to Android-based digital teaching materials workshops using the articulate storyline application. The method used for this service activity is debriefing/workshop, guided practice and evaluation. The activity participants were 15 Tebat Karai SMPN 3 teachers. The service activities went smoothly; the participants were very enthusiastic about the material presented by the team. As many as 75% of participants have succeeded in making teaching materials using the articulate storyline application. From the questionnaires distributed, 100% of the teachers were very interested in the service material. 80% of participants understood the material presented by the service team. Participants are committed to applying the teaching materials made to students in class after the community service activities are finished.
Pendampingan Produsen Beton dalam Pengujian Kandungan Logam Berbahaya pada Limbah Mortar Sisa Batching Plant Beton di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Pinta Astuti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7322

Abstract

Batching plant beton biasanya menghasilkan limbah mortar sisa selama proses produksinya. Mortar sisa ini biasanya digunakan sebagai pelicin atau pencuci molen sebelum proses pengadukan dan distribusi ke lokasi proyek. Jumlah limbah mortar sisa tersebut sejumlah 20 m3 per hari atau tergantung dengan jumlah produksi harian di masing-masing pabrik. Adanya produksi limbah yang terus menerus mengakibatkan penumpukan dan memakan tempat. Pengelola mengharapkan agar material sisa tersebut dapat dimanfaatkan untuk lingkungan seperti tanah timbunan, bahan penyusun jalan, tempat parkir, dan lain-lain. Untuk pemanfaatan tersebut memerlukan data kandungan logam berbahaya dari limbah tersebut sehingga pengelola PT Aneka Dharma Persada menjadi mitra dalam kegiatan pendampingan uji kandungan logam berbahaya. Pengujian dilakukan dengan metode X-Ray Difraction (XRD) dan X-Ray Fluoeresence (XRF) pada sampel limbah yang lolos saringan 100. Kegiatan ini dilaksanakan pada November 2021- Februari 2022. Hasil dari pengujian didapatkan bahwa kandungan logam berbahaya seperti Al, Cr, Mn, Fe, Cu, Zn memiliki kadar yang lebih rendah dari ambang batas berbahaya. Oleh karena itu, limbah mortar sisa dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat seperti material timbunan. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan pengujian logam berbahaya pada mortar sisa ini dapat dijadikan alternatif solusi untuk meningkatkan pemahaman mitra dalam melakukan uji kandungan logam sebelum pemanfaatan limbah untuk lingkungan sekitar. Semua kegiatan berjalan dengan baik dan berdasarkan hasil evaluasi, pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan mitra dari 15,4% menjadi 91,8%.Concrete batching plants usually produce residual mortar waste during the production process. This residual mortar is usually used as a lubricant or washing powder before the mixing process and distribution to the project site. The amount of residual mortar waste is 20 m3 per day or depending on the daily production in each factory. The continuous production of waste results in accumulation and takes up space. The management hopes the leftover material can be used for the environment, such as embankment soil, road building materials, parking lots, etc. For this utilization, data on the hazardous metal content of the waste is required so that the manager of PT Aneka Dharma Persada becomes a partner in assisting activities for testing the content of hazardous metals. The test was carried out using the X-Ray Diffraction (XRD) and X-Ray Fluoresence (XRF) methods on the waste samples that passed the 100 filters. The activity was held from November 2021 – February 2022. Based on the test result, the AL, Cr, Mn, Fe, Cu, and Zn content was lower than the dangerous threshold. Therefore, the community can use the residual mortar waste directly as stockpile material. Therefore, testing assistance activities in these community services can be an alternative solution to increase partners' understanding of conducting metal content tests before utilizing waste for the surrounding environment. All activities went well, and based on the evaluation results, this community service could increase partners' knowledge from 15,4% to 91,8%. 
Pelatihan Pola Komunikasi Efektif dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Desa Wisata di Desa Kopo Cisarua Djudjur Rajagukguk; Yayu Sriwartini; Muhammad Farhan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7654

Abstract

Keterampilan berkomunikasi harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh setiap orang yang memberikan layanan kepada masyarakat. Salah satunya Desa Kopo Cisarua yang dijadikan desa wisata oleh pemerimtah setempat, tentu akan banyak pengunjung yang akan melihat keindahan desa tersebut dengan panorama yang asri dan udara sejuk.  Namun, hal ini akan terwujud dengan suatu komunikasi yang baik melalui layanan kepada masyarakat yang datang berkunjung. Tentunya memerlukan suatu bentuk komunikasi efektif untuk dapat menjelaskan kepada pengunjung mengenai desa wisata yang dikunjungi. Tujuan pengabdian ini yaitu 1) Memberikan dan menumbuhkan budaya komunikasi yang baik; 2) Memberikan pengertian komunikasi efektif kepada ibu-ibu PKK di Desa Kopo Cisarua; 3) Memberikan pengetahuan bahwa membaca berbagai informasi yang bermanfaat; 4) Memberikan penjelasan kepada Ibu-Ibu PKK bisa mengambil inti sari bacaan untuk di komunikasikan; 5) Memperkuat nilai kepribadian dengan memahami komunikasi efektif. Pengabdian dilakukan 11 Agustus 2022, di Ruang Aula Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kopo–Cisarua yang diikuti 17 peserta. Dimana metode pelatihan   di awali pre-test, pemberian materi, simulasi dan post-test. Sebagai desa wisata Desa Kopo Cisarua membutuhkan banyak pengenalan kepada masyarakat luas mengenai tempat untuk masyarakat rekrreasi. Selain bisa memperkenalkan melalui media online juga dapat memperkenalkan secara langsung. Sebutan desa wisata bahwa desa wisata bermakna sebagai kegiatan wisata yang dilakukan pada obyek wisata di desa tersebut. Karena itu obyek dan wisata desa adalah bentuk kegiatannya. Kedua adalah potensi besar yang dimiliki berbagai desa di Indonesia yang saat ini sedang semarak berkembang menjadi potensi peningkatan ekonomi pedesaan. Sehingga dibutuhkan komunikasi yang dapat menyampaikan pesan terhadap masyarakat. Tentunya, peserta menjadi mengerti penyampaian bahasa melalui kata dan kalimat.  Hal ini yang dilakukan Ibu-Ibu PKK dalam memperkenalkan Desa Kopo, yang akhirnya Desa Kopo sebagai tempat destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan lokal, maupun nasional bahkan international.Communication skills must be owned and mastered by everyone who provides services to the community. One of them is Kopo Cisarua Village which is used as a tourist village by the local government; of course, many visitors will see the beauty of the village with beautiful panoramas and cool air. However, this will be realized with good communication through services to the people who come to visit. It requires effective communication to explain to visitors about the tourist villages visited. The purpose of this service is 1) to provide and foster a good culture of communication; 2) to provide an understanding of effective communication to PKK mothers in Kopo Cisarua Village; 3) to provide knowledge that is reading various useful information; 4) Give an explanation to PKK mothers can take the core of reading to be communicated; 5) Strengthen personality values by understanding effective communication. The dedication was carried out on August 11, 2022, in the Kopo - Cisarua Village Welfare Development Hall (PKK) hall, which 17 participants attended. The training methods begin with a pre-test, providing material, simulation and post-test. As a tourist village, Kopo Cisarua village requires many introductions to the wider community regarding the place for the recruiting community. Besides being able to introduce through online media, it can also introduce directly. The term tourist village that the tourism village is meaningful as a tourist activity carried out on tourism objects in the village. Because of that, the object and tourism of the village is a form of activity. Second is the great potential possessed by various villages in Indonesia, which is currently lively, developing into a potential improvement of the rural economy. So that communication is needed that can convey messages to the community. Of course, participants understand the delivery of language through words and sentences. PKK mothers do this by introducing Kopo Village; finally, Kopo Village is a destination place that can be visited by local, national and even international tourists.
Optimalisasi Pengelolaan 3B (Bak, Bank Sampah, Basecamp Kerajinan) Menuju Go Green Madrasah di Lombok Tengah NTB Neneng Agustiningsih; Najah Sholehah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6840

Abstract

Sampah yang berasal dari aktivitas sehari-hari sangat besar jumlahnya, dan dapat menimbulkan bahaya terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik ditambah lagi kurangnya kesadaran masyarakat madrasah terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Tujuan pengabdian ini ialah; 1) untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat madrasah di Lombok tengah, NTB melalui bak sampah, bank sampah, dan basecamp kerajinan. 2) menemukan desain model pengelolaan bank sampah sebagai program inovasi madrasah Miftahul Ma’arif, Lombok Tengah. Metode pengabdian yang digunakan ialah Participatory Action Research (PAR). Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan mei hingga agustus 2022. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain: survey, focus group discussion, workshop, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Berdasarkan data hasil respon peserta bahwa 60% peserta mejawab sangat setuju dapat mengumpulkan sampah di tempat sampah, 80% sangat setuju dapat memilah dan membedakan jenis sampah, 92% sangat setuju sampah bermanfaat untuk didaur ulang dan bernilai ekonomi. 84% sangat setuju dapat menabung dari bank sampah, 84% sangat setuju dapat membuat kerajinan dari sampah anorganik, 88% sangat setuju dapat membuat pupuk kompos dari sampah organik, 96% sangat setuju melalui kegiatan workshop mengetahui pentingnya menjaga lingkungan bersih dari sampah, dan 92% sangat setuju menjaga lingkungan sekolah bersih dari sampah. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan diperoleh kesimpulan 1) masyarakat madrasah bisa membuang dan memilah sampah dengan adanya bak sampah, menabung di bank sampah, serta memanfaatkan jenis sampah organik dan anorganik melalui basecamp kerajinan, 2) model sistem pengelolaan sampah 3R yaitu pemilahan sampah, penyetoran di bank sampah, penimbangan, pencacatan, pengiriman sampah anorganik ke bank sampah utama, pengolahan sampah organik.The amount of waste from population activities is very large. It can pose a hazard to the environment if not managed properly, coupled with the lack of awareness of the madrasa community on environmental health and cleanliness. The purpose of this service is to determine; 1) to raise awareness of the madrasa community in central Lombok, NTB, through trash bins, garbage banks, and craft base camps and 2) find the design of the waste bank management model as a Miftahul Ma'arif madrasah innovation program. The service method used is Participatory Action Research (PAR). The activities war carried out from May to august 2022. The activities include surveys, focus group discussions, workshops, training, mentoring, and evaluation of the madrasah waste management structure for teachers and the madrasah community. Based on data from the responses of participants taken randomly from 25 participants that 60% of participants answered strongly agree that they can collect garbage in the trash,80% strongly agree to be able to sort and distinguish the types of waste, 92% strongly agree that waste is useful for recycling and has economic value, 84% strongly agree that they can save from a waste bank, 84% strongly agree that they can make crafts from an organic waste, 88% strongly agree that they can make compost from organic waste,96% strongly agree that through workshops they know the importance of keeping the environment clean from waste, and 92% strongly agree to keep the school environment clean from waste. Based on the activities carried out, it can be concluded that 1) the madrasah community can dispose of and sort waste with trash cans, save in the waste bank and utilize organic and inorganic waste types through craft base camps, 2) the 3R waste management system model, namely waste sorting, depositing in banks waste, weighing, marking, sending inorganic waste to the main waste bank, processing organic waste.