cover
Contact Name
Robet Perangin-angin
Contact Email
robert.peranginangin@gmail.com
Phone
+6285280618599
Journal Mail Official
robert.peranginangin@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Jl. Baru Tanjungpura-Klari, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 27159620     EISSN : 27209512     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/plgc
Core Subject : Agriculture, Social,
PELAGICUS merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan hasil inovasi, teknologi dan kajian penelitian terapan di bidang perikanan dan kelautan perairan tropis.
Articles 77 Documents
Optimalisasi Rendemen Gurita Beku Flower Type Menggunakan Metode Kaizen pada Unit Pengolahan Ikan di Sulawesi Tenggara Hidayah, Nur; Febrianti, Samila; Yuniarti, Taty
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10698

Abstract

Gurita beku bentuk bunga (flower type) merupakan salah satu produk olahan perikanan yang menjadi komoditas ekspor Indonesia. Rendemen yang rendah akan berdampak pada target perusahaan dan jumlah produk yang di ekspor. Penelitian dilakukan untuk mengetahui akar masalah dan memberikan solusi permasalahan untuk meningkatkan rendemen dan keuntungan perusahaan pengolahan gurita. Penelitian dilakukan dengan mengamati seluruh alur proses pengolahan dan penerapan metode kaizen hingga perhitungan estimasi keuntungan yang diperoleh perusahaan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendemen yang lebih rendah dari target perusahaan (<85%). Permasalahan ini disebabkan oleh tenaga kerja yang kurang kompeten, proses penyiangan menghabiskan waktu lama, kerusakan bahan baku saat penyiangan dan pisau yang tumpul. Tindakan perbaikan atas hasil analisis akar masalah: 1) Adanya pengawasan pada karyawan khususnya pada karyawan tahapan penyiangan, 2) perbaikan penanganan bahan baku pada saat penyiangan, 3) pengadaan pisau yang sesuai dengan spesifikasi dan perbaikan alat asahan sesuai dengan jumlah dan kualitas. Penerapan metode Kaizen dapat meningkatkan rendemen hingga 2%. Secara ekonomis peningkatan rendemen berdampak terhadap peningkatan pendapatan perusahaan hingga 2,4 %/tahun atau setara dengan Rp. 384.400.000,- /tahun. Hasil ini dapat menjadi acuan dalam peningkatan rendemen dan profit perusahaan.
Karakteristik Fisiko-Kimia Dan Proses Produksi Pakan Apung Ikan Lele (Clarias sp.) Sayuti, Mohammad; Dewi, Larasati Rama; Sofian, Achmad
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10485

Abstract

Salah satu komoditas unggulan pada budidaya ikan air tawar adalah ikan lele. Proses budidaya ikan lele membutuhkan ketersediaan pakan. Kebutuhan pakan masih didominasi pakan komersil dengan harga yang tinggi. Pakan buatan menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan pakan budidaya ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan kualitas yang terkandung pada pakan apung untuk ikan lele. Penelitian dilaksanakan dari 01 Maret 2021 sampai 30 Mei 2021 di KUB Timoer Mandiri, Jember, Jawa Timur. Observasi langsung dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan pakan. Pengujian pakan apung dilakukan dengan uji proksimat dan uji fisik pakan. Pengujian proksimat pada bahan dan pakan yang diproduksi sesuai standar AOAC 2005. Pengujian fisik pakan meliputi pengujian warna, bau, lama mengapung, kecepatan tenggelam, daya apung dan pengujian stabilitas pakan yang dilakukan tanpa aerator. Proses produksi pakan apung ikan lele meliputi persiapan bahan, penepungan, formulasi pakan, penimbangan, pencampuran, pencetakan, pengeringan, pendinginan, pengepakan dan penyimpanan. Hasil pengujian proksimat bahan baku pakan sudah memenuhi untuk pembuatan pakan. Pakan apung ikan lele memiliki kandungan protein 31.17%, abu 6.86%, lemak 5.29%, serat 6.17%, air 10.35%, BETN 39.76%, gross energy 3.891,43 Kcal/kg pakan dan digestible energy 31.131.419 Kcal/kg pakan. Pakan apung memiliki warna coklat cerah, bau menyengat, lama mengapung 424 menit, kecepatan tenggelam 0.39 cm/detik, daya apung 100% dan pakan hancur di dasar pada menit 480. Pakan apung ikan lele yang dihasilkan memiliki kualitas baik fisik dan kimia yang menyerupai dengan pakan komersial.
Kajian Formulasi Fortifikasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Karakteristik Mutu Snack Ekstrusi Aripudin, Aripudin; Mukhaimin, Iman; Juwita, Gita
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10706

Abstract

Snack cemilan sehat yang berbahan dasar ikan menjadi salah satu pilihan untuk menambah nilai gizi pada snack ekstrusi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan snack ekstrusi serta menentukan formulasi terbaik dengan menggunakan jumlah penambahan lumatan daging ikan nila yang berbeda-beda yakni 5%, 10% dan 15% berdasarkan parameter mutu uji hedonik, uji proksimat (kadar air, abu, protein, lemak) dan analisis total cemaran mikroba (angka lempeng total). Snack ekstrusi dibuat melalui tahap penerimaan bahan baku, penyiangan, pencucian, lumatan daging ikan nila, preparasi bahan tambahan dan penimbangan, pengadonan, penggilingan dan cetak, penggorengan, penirisan dan pengemasan. Hasil analisis formulasi P2 snack ekstrusi dengan penambahan 10% lumatan daging ikan nila merupakan formulasi yang paling disukai oleh 25 panelis dengan nilai rata-rata 6,5, kenampakan 7 (suka), aroma 6 (agak suka), rasa 7 (suka), dan tekstur 6 (agak suka). Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa jumlah penambahan lumatan daging ikan nila berbanding lurus dengan peningkatan kadar air, abu, protein dan lemak. Dimana formulasi P2, memiliki nilai uji proksimat kadar air 5,07%, kadar abu 1,81%, kadar lemak 31,47%, kadar protein 13,03%, dan nilai ALT <2,5 x 104 Cfu/ml.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Pasca Covid 19: Kasus Nelayan Jaring Insang Kota Bengkulu Kholis, Muhammad Natsir; Fraternesi, Fraternesi; Wahidin, La Ode
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10528

Abstract

Fluktuasi pendapatan yang tidak stabil akan membuat nelayan merubah pola hidup agar dapat bertahan hidup. Salah faktor yang membuat pendapatan nelayan tidak stabil yaitu pandemi COVID-19. Pandemic ini membuat kepanikan publik di seluruh dunia saat ini. Ketidakpastian kondisi pandemi COVID- 19 saat ini sangat membuat nelayan jaring insang Kota Bengkulu frustasi untuk menjalani hidup di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan prioritas strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2020 di Kota Bengkulu. Metode survei dipilih sebagai metode penelitian dan purpose sampling dipilih untuk teknik pengambilan data. Analisis yang digunakan yaitu strategi SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threaths). Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19 diprioritaskan pada strategi (ST) dengan memaksimalkan kelompok nelayan untuk lebih kreatif dalam melihat dinamika kondisi pandemi, bantuan pemerintah dan menjadikan keluarga dan agama sebagai motivasi agar mampu bertahan hidup pasca COVID-19. Bantuan tunai dari pemerintah sangat berguna untuk mengurangi beban hutang dan memberhentikan kegiatan illegal fishing seperti penggunaan alat tangkap trawl, sehingga saat musim ikan nelayan jaring insang mampu mengoptimalkan hasil tangkapannya.
Karakteristik Mutu Fisik dan Hedonik Serbuk Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata) Wulansari, Devi; Prasetyati, Sukma Budi; Ratnaningtyas, Susi; Anasri, Anasri; Holis, Nurur Rahmah
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10642

Abstract

Albumin berperan penting mengatur tekanan darah dalam pembuluh darah dan menjaga cairan yang terdapat dalam pembuluh darah tidak bocor ke jaringan tubuh sekitarnya. Ikan gabus mengandung albumin lebih banyak daripada ikan jenis lain. Stabilitas sediaan dalam bentuk cair cenderung kurang baik, tidak efisien, rasa obat yang tidak menyenangkan atau tidak enak dan menyebabkan penurunan mutu yang lebih besar dikarenakan mudahnya perkembangbiakan bakteri sehingga nilai nutrisinya menurun. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan mutu yaitu dengan cara menyerbukan ekstrak ikan gabus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik mutu fisik dan hedonik pada serbuk ekstrak ikan gabus dengan bahan pengisi laktosa pada konsentrasi yang berbeda. Ekstrak ikan gabus dikeringkan menggunakan laktosa dengan 2 kelompok konsentrasi A (25%) dan B (20%). Proses pengeringan dengan cara pendinginan dilakukan pada suhu 10˚C hingga kering. Pengujian yang dilakukan antara lain kadar albumin, uji waktu alir, uji sudut diam dan uji hedonik. Kadar albumin tertinggi terdapat pada kelompok A  sebesar 0,207 mg/ml. Hasil uji waktu alir dan sudut diam menunjukan bahwa kelompok B memenuhi syarat granul dengan skor uji waktu alir sebesar 4.64 detik dan uji sudut diam sebesar 39,35˚. Uji hedonik menunjukkan kelompok A lebih disukai oleh panelis. Kelompok dengan konsentrasi ekstrak 25% memiliki karakter mutu yang lebih baik namun perlu perbaikan formulasi untuk meningkatkan kualitas mutu fisik produk.
The Processing Characteristics of Canned Lemuru Fish (Sardinella lemuru) using Tomato Sauce Media Handoko, Yudi Prasetyo; Thabrani, Muhamad Prayogi
PELAGICUS Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i2.10761

Abstract

Lemuru fish have high economic value, and one of them is used as canned lemuru fish products. The purpose of this study was to determine the processing characteristics of canned lemuru fish including determine the flow of process, determine the quality of raw materials and final products, application of temperature, yield produced, employee productivity, application of GMP (Good Manufacturing Practices) and SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure), and application of waste management system. The research method used is descriptive and comparative. Primary data retrieval is done by participating in the production process, observing and interviewing employees, while secondary data is obtained from company archives/documentation. The canned lemuru was made in 18 processing stages, from raw material receiving to shipping. The results of the organoleptic test of raw materials and sensory tests of the final product showed a value of 9. Microbiological tests on raw materials and products have complied with the national standards. Chemical tests of raw materials and final products obtained histamine levels of 3.125 ppm and 3.625 ppm. The temperature of lemuru during processing has met the temperature standards by the company. The yield of lemuru at the pre-cooking stage was 83.95 ± 0.02%, and at the cutting stage it was 63.64 ± 0.01%. Productivity at the cutting stage reached 37.84 ± 1.07 kg/hour/person and 45.16 ± 5.60 kg/hour/person at the filling stage. Sanitation and Hygiene has been carried out well as evidenced by the existence of SSOP, GMP, and processing feasibility certificates. Solid waste in the form of coal waste, aval waste namely fish heads, tails, and entrails are processed into fish meal. The resulting liquid waste is processed in the IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Prototype Testing of Automatic Vessel Tracking System using Web-Based Visualization Nazzla, Rauzatul; Hestirianoto, Totok; Pujiyati, Sri
PELAGICUS Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i2.10609

Abstract

Automatic Tracking System is an example in the development of navigation technology that is needed in every means of transportation by land, water, or air. An example of its application in the field of fisheries management is the Vessel Monitoring System (VMS). The purpose of this study was to develop a telemetry technique particularly automatic vessel tracking system. In this study is expected to produce a prototype which can provide information about the movement of traditional fishing boats, especially in coastal areas. Prototype testing in this study was limited to the performance of a prototype based on the capability of the electronics and the resulting output data. Output data obtained by two methods: (1) the trial was stationary, and (2) mobile test. This study also examined the comparison between tracker prototype with GPS handheld. Mobile tracker marks the position automatically whenever the tool is turned on. The increasing distance between the transmitter unit to the receiver unit, the deviation would be even greater. This tool was sensitive in responding and quickly perform the recording every movement. When compared to handheld GPS, this tool has good accuracy and precision indicated by a 95% confidence interval.
Processing of Noodle Sticks with The Addition of Catfish Meat Flour (Clarias Sp.) Adi, Catur Pramono; Panjaitan, Pola Sabar Tumohom; Permadi, Aef; Agustin, Anis
PELAGICUS Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i2.10942

Abstract

The processing of this stick noodle with the addition of catfish flour aims to provide innovation and fortification of fisheries, increase the nutritional content, especially protein and the utilization of nutritious raw materials from fishery commodities, so that people can enjoy snacks with added nutritional value that is good for the body. The objectives of this study were: 1. Making catfish stick noodles from raw materials to the final product, and 2. Knowing the quality characteristics of catfish sticks with the addition of catfish flour. The results showed that: a. The process of processing stick noodles with the addition of catfish flour (Clarias Sp) with the following process flow: Making catfish meal (Weighing, Washing I, Weeding, Washing II, Separating meat, Leaching or washing in cold water 4˚C ± 5 minutes with water ratio 1:4 (2-3 times until clean from fat and blood), Squeezing, Steaming (80˚C ± 20 minutes), Baking (temperature 60˚C 10 hours), Milling and Filtering (blender until smooth 2-3 times) and preparation of ingredients (wheat flour, sago flour, catfish meat flour, eggs, salt and water), kneading (dough until smooth), dough formation (dough in sheet form using a roller machine until thin and evenly distributed, then in the shape of noodles using noodle printing machine), Drying (using an oven 50˚C ± 20 minutes), Frying (using low heat), b. The best formulation for making stick noodles with the addition of catfish flour with a percentage of flour. The catfish is 5% with an average of 6.6 which means it likes sample A5 quite a bit.
Estimated of Shelf Life Salem Fish Crackers (Scomber japonicus) with Polypropylene Plastic Packaging and Metalized Plastic in Poklahsar Mina Sejahtera, Tangerang Permadi, Aef; Afifah, Rufnia Ayu; Latifa, Dian; Hidayah, Nur; Salampessy, Randi B.S.; Handoko, Yudi Prasetyo; Maulani, Aghitia
PELAGICUS Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i2.11066

Abstract

Information on the shelf life of food products is one of the information that must be included on the label of food product packaging.  This study aims to obtain the estimated shelf life  of fried salem  fish cracker products  (Scomber japonicus)  packaged in polypropylene plastic  and metalized plastic.  Fried salem fish crackers (Scomber japonicus) are produced by Poklahsar "Mina Sejahtera" in Teluk Naga District, Tangerang Regency.  The estimated shelf life is carried out using the acceleration method with the critical moisture content model (Labuza model). The test results showed that the crackers had a water content of 2.67%. and a critical water content at the 9th hour with a water content of 6.53.%.   The permeability of polypropylene packaging and metalized plastic packaging is 0.0133 and 0.0032, respectively.  The results of the estimated shelf life of fried salem fish crackers (Scomber japonicus) packed with metalized plastic packaging with a thickness of 0.06 mm have a shelf life of 366 days and crackers packed with polypropylene packaging with a thickness of 0.08 mm have a shelf life of 130 days.  This shows that metalized plastic packaging has a better ability to maintain the durability of fried salem fish crackers.
Analysis of The Standard Quality of The Crude Solar Salt become The Health and Industry's Salt in Karawang District Pasaribu, Roberto Patar; Pranoto, Aris Kabul; Tanjung, Anasri; Waluyo, Waluyo; Suratna, Suratna
PELAGICUS Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i3.11336

Abstract

"Krosok" salt, or "Crude Solar Salt", is salt produced through the evaporation and crystallization of seawater. Some krosok salts have different qualities, and this is influenced by the quality of seawater as raw material, available production facilities and post-harvest handling. This krosok salt is mainly produced by salt farmers along the north coast of Karawang Regency. This study aimed to determine the quality of krosok salt obtained from salt farmers in Karawang Regency and to raise salt quality standards to increase the sale value of salt by creating healthy and industrial salt products. The method is to re-crystallize the "krosok" salt by adding binders or additives. Based on the results of the salt crystal test in the laboratory, it is known that the crystallization of "krosok" salt in Karawang Regency has a NaCl content of up to 99.35%; this value is already above the SNI quality standard of 98% as health salt. Meanwhile, for hazardous materials such as (Hg) and (As), the content is around 0.001%, below the SNI threshold of 0.1%.