cover
Contact Name
Parea Rusan Rangan
Contact Email
pareausanrangan68@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journaldynamicsaint@gmail.com
Editorial Address
Jalan Nusantara No. 12 Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Dynamic SainT
ISSN : 23554169     EISSN : 27225364     DOI : https://doi.org/10.47178
Journal Dynamic SainT is a scientific journal in Engineering Fields consist of lectures, researchers and practitioners which is published by Engineering Faculty of Universitas Kristen Indonesia Toraja since 2014. This journal publishes including : Regional and Spatial Planning, Civil Engineering and Environment, Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Information Technology, Industrial Engineering
Articles 163 Documents
Teknik Pengolahan Air Bersih Sistem Saringan Pasir Lambat (Downflow) Leksi Batong; Setiawan Tolanda; Dominggus Pangli; Sindi Sepo; Yulius Bakkara
Journal Dynamic Saint Vol. 6 No. 2 (2021): Jilid 6 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v6i2.1426

Abstract

Sungai Panggala Rindinggalo merukan sungai yang menjadi sumber air di kecamatan RIndingallo, Penelitian yang dilakukan kementrian lingkungan Hidup pada tahun 2014 bahwa 70 – 75% sungain di 33 provinsi Indonesia telah tercemar. Salah satu alternative untuk meningkatkan kualitas air berish menggunakan sistem saringan pasir lambat(SPL). SPL adalah sistem pengolahan air berish denhan media pasir dan kerikil. Penelitian ini bertujuan menganalisa kualitas air yang bersumber dari sungai Pangala dengan parameter Bau, pH dan kekeruhan sesuai dengan standar nasional Indonesia, Menganalisa Ketebalan pasir pada sistem SPL dengan ketebalan pasir 65 cm dalam mengolah air bersih dan berapa lama waktu yang diperlukan SPL dalam Mengolah air berish. Hasil Penelitia  belum menunjukkan Nilai pH yang signifikan penyaringan ketebalan pasir dengan ukuran 65 cm merupakan penyaringan yang efektif karena dapat menaikkan nilai pH. Untuk parameter kekeruhan dengan ukuran 65 cm mengurangi kekeruhan dari 66 NTU menjadi 22 NTU  dengan debit air 0,0264 m3/jam dan kecepatan 0,21 m/jam. Hal ini menunjukkan ketebalasan Pasir untuk sistem SPL sangat berpengaruh untuk mengetahui efektivitas saringan dalam mengolah air menjadi jernih terutama pada parameter kekeruhan.
Efektivitas Lubang Resapan Biopori terhadap Laju Resapan (Infiltrasi) di Kampus 2 UKI TORAJA Gisto Paembonan; Julio Joshua T; Joey Andreanto Kombong Padang; Ardi Prokhorus; Frengkiy; Dian Pranata Putra Ambali
Journal Dynamic Saint Vol. 6 No. 2 (2021): Jilid 6 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v6i2.1435

Abstract

Di sekitaran area kampus 2 UKI TORAJA kecematan Tallunglipu sering di temukan genangan air akibat terjadinya curah hujan yang cukup tinggi dan juga laju resapan tanah terhadap air yang kurang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju resapan tanah terhadap air dengan menggunakan efektifitas lubang resapan biopori dan tanpa biopori,dengan menggunakan alat berupa pipa dengan diameter 18 cm yang di masukkan ke dalam lubang sedalam 80 cm.Resapan adalah proses masuknya air ke dalam permukaan tanah,dengan mengetahui laju resapan tanah terhadap air kita dapat menanggulangi permasalahan yang sering terjadi yaitu lambat nya laju resapan.Peneltian di lakukan dengan pengambilan data selama 30 menit,laju resapan tercepat untuk lubang tanpa biopori terjadi di minggu ke-2 tepatnya terjadi di 5 menit pertama yaitu sedalam 15,8cm dan untuk lubang dengan biopori terjadi di minggu pertama tepatnya di menit ke-5 sedalam 7cm,dan untuk lubang tanpa biopori resepan paling lambat terjadi di menit ke-20 tepatnya di minngu ke-2 sedangkan untuk lubang dengan biopori laju resapan paling lambat terjadi di menit ke-30 minggu pertama dengan penurunan hanya sebesar 0,3cm.Berdasarkan hasil penelitian di atas di temukan bahwa lubang resapan tanpa biopori laju resapan nya lebih cepat di bandingkan dengan lubang resapan dengan biopori.Faktor yang mempengaruhi ketidakakuratan data adalah alat dan bahan yang masih sangat minim ditambah lagi faktor tanah yang kurang presisi dan beberapa faktor eksternal lainnya.
Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Pengelolaan Sumber Daya Air Di Rumah Asvin Embongbulan; Cici Parinding; Eflin Sharies; Sherryl S. Ema; Satrio Pademme; Dian Pranata Putra Ambali
Journal Dynamic Saint Vol. 6 No. 2 (2021): Jilid 6 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v6i2.1440

Abstract

Pemanenan air hujan (PAH) merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan dari atap rumah, atap gedung atau di permukaan tanah pada saat hujan. Sebagai salah satu sumber air bersih, pemanfaatan air hujan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air bersih, mengurangi volume air limpasan hujan dan mengisi kembali air tanah terutama di perkotaan. Pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan memicu konsekuensi bahwa terjadi penurunan debit air tanah karena konsumsi yang berlebihan yang diperparah dengan pengurangan lahan tangkapan air hujan karena banyak lahan terbuka dikonversi menjadi areal bangunan.  Hal ini akan memicu terjadinya kelangkaan air tanah sekaligus memicu terjadinya banjir. PAH merupakan salah satu alternatif untuk  mengurangi terjadinya hal tersebut.  Dengan cara ini suplai air bersih dari PDAM  maupun dari air tanah dapat dihemat dan kelebihan airnya dapat diresapkan di sumur resapan sehingga dapat membantu pengisian kembali air tanah. Penelitian ini dilakukan selama tiga hari. Penampungan air dilakukan sekitaran dari pukul 15: 17 – 16:05 selama tiga hari. Jumlah air hujan yang dapat tertampung dalam sehari adalah 98 liter (0,098 m3). Sehingga jumlah air yang tertampung selama tiga hari adalah 0,098 m3 x 3 = 0,294 m3. Penampungan yang dugunakan pada penelitian ini adalah penampungan air dengan kapasitas 120 liter (digunakan untuk menampung air hujan) serta satu tendon untuk  sumur bor dengan kapasitas 1200 liter  yang menjadi sumber air kontrakan dan nantinya akan menjadi media tamping. Karena kebutuhan air bersih penghuni kontrakan dalam sehari adalah 0,48 m3
Tinjauan Perencanaan Struktur Gedung Hotel di Tana Toraja Jufri Manga'; Parea Rusan Rangan
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i2.1855

Abstract

Perencanaan struktur gedung tahan gempa harus direncanakan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM), dimana diharapkan suatu bangunan dapat berperilaku daktail yang nantinya akan mentransfer gaya gempa serta meringankan beban gempa yang bekerja pada struktur. Pada penelitian ini akan ditinjau struktur gedung 5 lantai Hotel Airy Rooms Botang Tana Toraja dengan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang dihitung berdasarkan SNI 2847–2013 dan SNI 1726–2019. Hasil analisis struktur menggunakan bantuan software SAP 2000 versi 22 untuk menentukan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur, dan selanjutnya digunakan untuk menghitung tahap desain penulangan dan pengecekan kapasitas penampang pada struktur. Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang sudah dilakukan, maka didapatkan pada struktur plat lantai dengan ketebalan 120 mm menggunakan tulangan pada daerah lapangan D12-200mm sedangkan pada daerah tumpuan D12-100mm. Struktur balok induk dengan dimensi (250 x 350) mm menggunakan tulangan pokok pada daerah lapangan 4D16 & 2D16 sedangkan pada daerah tumpuan 6D16 & 4D16, balok anak dengan dimensi (200 x 300) mm menggunakan tulangan pohon pada daerah lapangan 2D12 & 4D12 sedangkan pada daerah tumpuan 2D12 & 2D12. Struktur kolom terdapat 2 tipe yaitu K1 dan K2, pada kolom K1 dimensi terbesar yaitu 350x350 mm dengan menggunakan tulangan pokok 12-D14, sedangkan tulangan sengkang daerah lapangan 4D8 – 140mm & daerah tumpuan 4D8 –100mm, untuk kolom K2 dimensi terbesar yaitu 300x300 mm dengan menggunakan tulangan pokok 12 D14, sedangkan tulangan sengkang daerah lapangan 4D8 – 140mm & daerah tumpuan 4D8 –100mm.
Studi Perilaku Sambungan Balok Kolom Baja Struktural Akibat Beban Siklik Israel Padang; Hernita Matane
Journal Dynamic Saint Vol. 6 No. 2 (2021): Jilid 6 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v6i2.1863

Abstract

Pengujian elemen struktur yang dikenai beban siklik merupakan pengujian yang sangat penting untuk mengetahui perilaku komponen struktur. Pembebanan siklik dalam hal ini termasuk beban dinamik yang dapat menyebabkan keruntuhan. Keruntuhan ini dinamakan keruntuhan lelah (fatigue failure) yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang salah satunya adalah jumlah siklus pembebanan yang berulang-ulang. Fenomena kegagalan fatik ini dapat terjadi saat siklus tegangan pada struktur belum mencapai batas elastis, namun dapat menyebabkan kegagalan pada komponen hingga keruntuhan global struktur, keruntuhan tipe ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan adanya deformasi sebagai peringatan bahaya pada struktur dan sangat sulit untuk menemukan retak fatik sampai pertumbuhan retak benar-benar terlihat. Dalam beberapa kasus, retakan merambat ke dalam kolom sehingga menghasilkan fraktur kolom. Banyak koneksi sistem struktur tersebut gagal pada tingkat stres yang relatif rendah dan di bawah beberapa siklus getaran yang signifikan, di mana diharapkan mereka pada dasarnya tetap elastis. Untuk mendapatkan hasil pengujian yang representatif, pengujian harus dilakukan dengan menggunakan peralatan yang dapat memberikan beban berulang, alasan biaya dan keterbatasan waktu untuk penelitian tentang perilaku sambungan, analisis elemen hingga adalah pendekatan secara numerik yang dapat mendekati akurat mensimulasikan perilaku struktur. Dari hasil analisis menggunakan Abaqus sambungan kolom HWF 400.400.13.21 dengan IWF 500.200.10.16 aman untuk menerima beban siklik.
ANALISIS FUSE CUT OUT SEBAGAI PENGAMAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI TEGANGAN 20 KV MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i2.1880

Abstract

Dalam sistem tenaga listrik sering kali terjadi gangguan sehingga perlu untuk menggunakan pengaman yang tepat pada disetiap peralatan distribusi agar mampu mengamankan setiap peratalan dalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai gangguan pada saat transformator dalam keadaan kelebihan beban (overload), melakukan simulasi pada software ETAP 19.01, serta menentukan kapasitan rating fuse link pada Fuse Cut Out (FCO). Hasil penelitian menunjukkan nilai rating fuse link ditentukan melalui arus gangguan hubung singkat yang timbul. Nilai gangguan yang timbul pada transformator 50 KVA sebesar 2.017 KA dengan rating fuse link yang digunakan 2 A, transformator 100 KVA sebesar 4.016 KA dengan rating fuse link 4 A, transformator 160 KVA sebesar 6.227 KA dengan rating fuse link 6 A, dan transformator 200 KVA sebesar 7.738 KA dengan fuse link 7 A. Untuk mengoptimalkan kinerja dari sebuah pengaman atau FCO, penentuan nilai fuse link yang digunakan harus lebih kecil dari nilai arus gangguan yang timbul sehingga mampu bekerja dengan baik dan meminimalisir daerah gangguan secara luas
Pengaruh Penambahan Serbuk Kaca Pada Beton yang Direndam dengan Larutan Asam Sulfat Terhadap Kuat Tekan Israel Padang
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i2.1894

Abstract

Penggunaan beton pada lingkungan agresif sangat berpengaruh pada keawetan dan nilai kuat tekan beton. Lingkungan tanah yang terkontaminasi dengan unsur kimia agresif dapat merusak bagian bawah tanah. Struktur beton yang kontak langsung dengan senyawa asam sulfat akan mempengaruhi kualitas kuat tekan beton karena asam sulfat dapat membuat beton menjadi korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk kaca pada beton yang direndam larutan asam sulfat pH3. Larutan asam sulfat merupakan larutan yang bersifat korosif terhadap beton. Proses pembuatan beton dilakukan dengan menambahkan serbuk kaca sebagai pengganti sebagaian pasir dengan kadar 10 % dan 20%. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15cm x tinggi 30 cm sebanyak 45 sampel yang akan diuji pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 setelah direndam larutan asam sulfat pH3. Penelitian eksperimental di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia Toraja menunjukkan bahwa kuat tekan beton yang berusia 28 hari dengan penambahan 20 % serbuk kaca sebagai pengganti sebagian pasir memiliki kuat tekan optimal. Hasil yang didapat dari penambahan 20 % serbuk kaca pada umur 28 hari sebesa 20,75 MPa. Kuat tekan terus meningkat seiring penambahan kadar serbuk kaca dan umur dari beton yang direndam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan serbuk kaca pada beton bisa menjadi alternatif untuk mengatasi serangan sulfat pada beton
Sistem Kontrol Kadar Nutrisi Tanaman Hidroponik Berbasis Arduino UNO
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i2.1895

Abstract

Tanaman holtikultura yang awalnya dikenal sebagai tanaman perkebunan rakyat mulai berkembang pesat dengan perkembangan teknologi saat ini. Metode budidaya dengan hidroponik mulai digemari karena dianggap lebih efisien pada penggunaan lahan dan perawatan. Pemberian nutrisi pada tanaman sayuran hidroponik merupakan kewajiban yang harus dilakukan secara berkala dengan cara mengukur nutrisi yang ada pada larutan hidroponik secara konvensional. Hal tersebut dapat ditunjang dengan penggunaan teknologi mikrokontroller. Pada penelitian ini dibuat rancang bangun alat kontrol kadar nutrisi dalam air pada sistem hidroponik dengan Total Disollved Solid (TDS)”. Pengujian dilakukan dengan mempompa nutrisi terlarut AB mix dan air baku kedalam wadah penampung sampai sensor TDS meter dan sensor HY-SRF05 mendeteksi nilai kondisi tertentu. Selanjutnya disirkulasikan ke talang pipa tanam yang menjadi kebutuhan tanaman sawi. Hasil pengujian tersebut kemudian dibandingkan yaitu pemberian larutan nutrisi dengan alat TDS & EC antara sensor TDS meter selisih paling rendah adalah 0,05 atau sebesar 4,9 % sedangkan yang paling tinggi adalah 0,36 atau sebesar 36,3 %.
Pengaruh Penambahan Abu Cangkang Keong Bakau Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Hernita Matana
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i2.1897

Abstract

Pengurangan faktor air semen (fas) dan penambahan admixture pozzolanic seperti (silicafume) sering digunakan untuk memodifikasi komposisi beton dan mengurangi pori-pori. Di Indonesia penambahan material tambahan pada campuran beton telah banyak digunakan. Bahan-bahan limbah di sekitar lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Salah satu pemanfaatan material alternatif seperti limbah cangkang keong bakau. Keong bakau (Telescopium telescopium) banyak di jumpai di perairan payau dan merupakan hama di tambak. Cangkang keong bakau mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dalam kadar yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan batu gamping, cangkang telur, keramik, atau bahan lainnya. Penelitian ini menguji kuat tekan dan tarik belah beton dengan menggunakan cangkang keong bakau yang dibakar lalu di tumbuk hingga jadi abu dan di ayak dengan menggunakan saringan no. 200 sebagai bahan tambah dalam dalam pembuatan beton. Pembuatan benda uji ini dilakukan dengan menggunakan silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan variasi penambahan abu cangkang keong bakau 3%, 7% dan 10% dan akan dilakukan pengujian pada hari ke 3,7,14 dan 28 . Berdasarkan analisis data dari hasil pengujian diperoleh kuat tekan pada umur 28 hari sebesar (33,404 MPa) pada variasi 10%, (29,818 MPa) variasi 7%, (27,648 MPa) variasi 3%, dan normal (25,855 MPa). Pada pengujian kuat tarik belah beton diperoleh hasil sebesar (3,090 MPa) variasi 10%, (2,807 MPa) variasi 7%, (2,689 MPa) variasi 3%, dan normal (2,642 MPa), menunjukkan bahwa penambahan abu cangkang keong bakau pada beton dapat menambah kuat tekan dan kuat tarik belah beton.
ANALYSIS OF STABILITY OF SLOPE AND EMBANKMENT AT LANDFILL USING THE 2012 GEOSTUDIO SLOPE/W PROGRAM Eka Priska Kombong; Harni Eirene Tarru; Marchelina Rante
Journal Dynamic Saint Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i2.1899

Abstract

The increase in waste production every year continues to increase along with the increasing rate of population growth in Indonesia so that the construction of landfills is something that needs special attention from the government. The disaster that has occurred related to landfills is the landslide disaster at the Leuwijgajah landfill, West Java, which claimed up to 156 people. Therefore, landfill slope stability analysis is a very important parameter in determining the feasibility of a landfill construction. This study aims to analyze the stability of slopes and embankments at the Banjar Bakula Regional Waste Landfill, South Kalimantan using Slope/W. The analysis was carried out using two models, namely using the initial planning design and analyzing based on the PUPR Ministerial Regulation 03/PRT/M/2013 concerning the Implementation of Waste Infrastructure and Facilities in the Handling of Household Waste and Types of Household Waste. The results of this study indicate that the slopes of the landfill and embankments at the Banjar Bakula Regional Landfill are declared safe with a safety factor value above 1.5, namely 1.558 – 1.651 for modeling with the initial planning design and 2.052 – 2.068 for modeling based on the PUPR Ministerial Regulation 03/PRT/M/2013, and 1.943 – 2.168 for the safety factor from embankment.