cover
Contact Name
Ahmadhanif
Contact Email
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Phone
+6285706923121
Journal Mail Official
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran No. 53A Lamongan
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Akademika
ISSN : 20857470     EISSN : 26218828     DOI : 10.30736
Akademika: Jurnal Studi Islam merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan. Jurnal ini memiliki P-ISSN (2085-7470) dan E-ISSN (2621-8828) yang terbit dua kali setahun ini, bulan Juni dan Desember, berisi kajian-kajian keislaman baik dalam bidang pendidikan, hukum, keagamaan maupun ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
Melampaui Toleransi: Sintesis Tematik Realitas Sosial Masyarakat Multikultural Gresik Moch. Bachrurrosyady Amrulloh; Ahmad Hanif Fahruddin; Tasya Amelya Putri; Izzatul Laily Al Fa’iq
Akademika Vol 19 No 2 (2025): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v19i2.2674

Abstract

Keberagaman masyarakat Indonesia sering dipahami melalui konsep toleransi yang bersifat normatif. Pendekatan ini belum sepenuhnya menggambarkan realitas sosial keberagaman yang dijalani masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan mengkaji realitas sosial masyarakat multikultural dengan menempatkan moderasi beragama sebagai praktik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui sintesis tematik atas dua penelitian lapangan di Kabupaten Gresik, yaitu di Kelurahan Sukorame (Kampung Pancasila) dan Kelurahan Tlogopatut (Kampung Moderasi). Data dianalisis berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama terbangun melalui keberagaman yang dinormalisasi dalam kehidupan sosial, penguatan ruang sosial informal, partisipasi lintas agama, serta peran aktor lokal dalam menjaga harmoni. Temuan ini menegaskan bahwa moderasi beragama di tingkat masyarakat berfungsi sebagai etos sosial yang dihidupi bersama.
Penerapan Model Reciprocal Teaching Dalam Mengembangkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banyuwangi Shella Firdaus; Zainal Anshari
Akademika Vol 19 No 2 (2025): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v19i2.2676

Abstract

Keaktifan belajar siswa harus selalu dikembangkan, beberapa siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran fikih di kelas. Namun, ditemukan juga potensi keaktifan siswa di kelas 7i, sehingga mendorong diterapkannya model Reciprocal Teaching guna mengembangkan keaktifan belajar siswa dalam bertanya, berdiskusi, dan mencari informasi. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Reciprocal Teaching. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di MTsN 3 Banyuwangi dengan subyek guru mata pelajaran fikih dan siswa kelas 7i. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini melaporkan bahwa: 1) Dari pertemuan pertama dan kedua, terdapat 2 kelompok menunjukkan perkembangan frekuensi pertanyaan dari satu menjadi dua pertanyaan. 2) Pada pertemuan pertama, 6 kelompok terlibat aktif dalam diskusi, lalu keterlibatan aktifnya berkembang menjadi 8 kelompok pada pertemuan kedua setelah adanya scaffolding dari guru. 3) Pada pertemuan pertama siswa menggunakan buku UKBM sebagai sumber informasi. Pada pertemuan kedua, keaktifan siswa mencari informasi berkembang, terlihat dari inisiatif siswa membawa laptop untuk mencari informasi yang lebih luas. Disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching terbukti efektif dapat mengembangkan keaktifan belajar siswa. Sebaiknya guru mata pelajaran fikih lebih sering menerapkan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa selama proses belajar di kelas, salah satunya dapat melalui penerapan model Reciprocal Teaching.
Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Manajemen Sekolah Yang Efektif (Studi Multi Situs di UPT SD Negeri 94 GRESIK dan UPT SD Negeri 126 GRESIK) Luluk Ika Rahayu; A. Thohirin
Akademika Vol 19 No 2 (2025): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v19i2.2729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mewujudkan manajemen sekolah yang efektif pada dua lokasi studi di SD Negeri 94 Gresik dan SD Negeri 126 Gresik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain multi-situs case study, melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf sebagai informan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan yang adaptif (kombinasi demokratis, partisipatif, dan transformasional) mampu menciptakan kondisi manajemen sekolah yang efektif melalui keterlibatan warga sekolah dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengembangan budaya sekolah. Temuan ini sejalan dengan studi terdahulu yang menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh dalam keberhasilan implementasi manajemen sekolah yang efektif.
The Maqasid of Modern Philanthropy: Deconstructing al-Qardawi’s Istinbat and Its Institutionalization within the Indonesian Zakat Framework Muhammad Aziz
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/f8519t83

Abstract

The transition toward a globalized service economy has exposed a critical conceptual gap in classical Islamic philanthropy, which historically focused on agrarian wealth and physical commodities. This article investigates the deconstruction of Yusuf al-Qardawi’s istinbat (legal deduction) methodology regarding professional zakat (zakat profesi) and its subsequent institutionalization within the Indonesian legal landscape. Specifically, it addresses three critical analytical dimensions: (1) the jurisprudential reconceptualization of professional income as a modern productive asset under the Maqasid al-Sharia framework; (2) the process of legal transplantation of these reformist ideas into Indonesian Law No. 23 of 2011; and (3) the socio-legal trajectory of shifting from commodity-based to human-capital-based philanthropy. Employing a socio-legal approach and textual hermeneutics, the study deconstructs the logical bridge in al-Qardawi’s Fiqh al-Zakah, identifying growing wealth (al-nama’) as the effective cause (‘illat) that equates intellectual labor with classical gold and silver assets. The findings reveal that this methodology has been successfully institutionalized in Article 4 of Law No. 23/2011, providing definitive legal certainty for the state to manage zakat from modern professional services. This research argues that such methodological flexibility is essential for achieving distributive justice (al-‘adalah al-tawzi’iyyah) and correcting the historical agrarian bias in philanthropic burdens. Ultimately, the study demonstrates that the trajectory of social justice in Indonesian philanthropy is increasingly shaped by the synthesis of reformist jurisprudence and state statutory law
Transformasi Nilai Moderasi dalam Kurikulum Pendidikan Islam(Kajian Sejarah Sosial dari Pesantren Tradisional ke Pendidikan Modern) Fatnun Fajriyah; Reza Zanjabila; Nimatuz Zuhroh; Moh. Padil
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/74846q80

Abstract

Moderasi beragama menjadi isu penting dalam merespons dinamika sosial kontemporer yang ditandai oleh munculnya radikalisme, intoleransi, dan polarisasi sosial. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi yang berakar pada tradisi keilmuan pesantren dan berkembang dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi nilai moderasi dalam kurikulum pendidikan Islam melalui pendekatan sejarah sosial, khususnya dari tradisi pendidikan pesantren menuju sistem pendidikan Islam modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial serta studi literatur yang meliputi karya klasik ulama, dokumen kurikulum pendidikan Islam, dan penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional telah menanamkan nilai moderasi melalui pengajaran kitab klasik, praktik kehidupan santri, serta relasi sosial yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut mengalami transformasi pada era modern melalui integrasi kurikulum nasional, penguatan pendidikan karakter, serta pengembangan moderasi beragama dalam kebijakan pendidikan. Transformasi tersebut tidak menghilangkan tradisi pesantren, tetapi menempatkan kembali nilai moderasi dalam konteks pendidikan Islam modern. Dengan demikian, penguatan moderasi dalam kurikulum pendidikan Islam merupakan proses historis berkelanjutan yang berperan dalam membentuk sikap keagamaan inklusif, toleran, dan proporsional dalam masyarakat plural di Indonesia
Transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education M. Furqon Wahyudi; Taufiq Harris; Sri Sundari; Ahmad Hanif Fahruddin
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/4ewa0a23

Abstract

This study aims to examine the role of transformational prophetic leadership in building a culture of quality in higher education. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving university leaders, quality assurance personnel, and academic staff. The data were analyzed using an interactive model, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that transformational leadership contributes to the development of a quality culture through vision building, innovation, and active stakeholder engagement. At the same time, prophetic leadership reinforces ethical values such as honesty, trustworthiness, transparency, and wisdom, which serve as the foundation of organizational behavior. The integration of these two leadership approaches referred to as transformational prophetic leadership creates a holistic model that balances performance orientation with moral and spiritual values. Furthermore, the study shows that a sustainable culture of quality is achieved not only through formal quality assurance systems but also through leadership practices that foster trust, participation, and continuous improvement. This study contributes to the development of leadership theory by integrating transformational and value-based perspectives, and provides practical implications for higher education leaders in designing effective and ethical leadership strategies
Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 1 Lamongan Rokim Rokim; Abdul Manan; Lilik Mashfuhah
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ashb9x27

Abstract

Penelitian ini berjudul strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran fiqih di MAN 1 Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan islam berperan penting dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi ditengah masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu-ilmu Islam, akan tetapi, salah satu tugas pendidikan Islam adalah mengatasi isu-isu sosial yang berkaitan dengan pemahaman agama yang ada di masyarakat.  Moderasi beragama adalah sikap yang menggabungkan ajaran agama dengan kondisi sosial sehingga tidak mengarah pada ekstremisme atau intoleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa di MAN 1 Lamongan mengembangkan sikap moderasi beragama. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian tertuju pada guru dan siswa di MAN 1 Lamongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penanaman nilai nilai moderasi beragama dalam pembelajaran fiqih yaitu 1.) integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran 2.) integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam materi pembelajaran 3.) mengoptimalkan upaya pendekatan pada pembelajaran 4.) pembekalan diri terkait moderasi beragama. Dalam strategi penanaman nilai-nilai moderasi beragama di MAN 1 Lamongan terdapat faktor pendukung dan penghambat. faktor pendukungnya yakni sebagai berikut 1.) Pemerintah sudah Mengedepankan Moderasi Beragama 2.) Fasilitas yang Memadai 3.) Kualitas Guru yang Profesional. Sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu 1.) Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Belum Bisa Maksimal 2.) Kurangnya Pemahaman Siswa
Analisis Efektivitas Wordwall sebagai Media Evaluasi Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA Al Izzah International Islamic Boarding School Reza Zanjabila; Putri Ulia Rahma; Fatnun Fajriyah; Luthfiya Fathi Pusposari; Indah Aminatuz Zuhriyah
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/69nkxy04

Abstract

Transformasi digital dalam bidang pendidikan mendorong penggunaan media evaluasi pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), proses evaluasi diarahkan pada pengukuran aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang berkaitan dengan pembentukan nilai akidah akhlak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penggunaan media interaktif Wordwall dalam evaluasi pembelajaran PAI pada elemen Akidah Akhlak di kelas XI SMA Al Izzah International Islamic Boarding School. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan peserta didik kelas XI yang mengikuti evaluasi menggunakan Wordwall. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall yang disusun berdasarkan tujuan pembelajaran dan indikator evaluasi mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan evaluasi pembelajaran. Media ini membantu peserta didik memahami materi qada dan qadar melalui penyajian soal yang interaktif, variatif, dan dilengkapi umpan balik secara langsung. Penggunaan Wordwall turut membantu guru dalam mengidentifikasi capaian hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif dan afektif. Meskipun demikian, pengembangan tampilan visual masih diperlukan agar pengalaman belajar peserta didik menjadi lebih menarik dan beragam. Berdasarkan temuan tersebut, Wordwall berpotensi digunakan sebagai media evaluasi digital yang efektif dan relevan dalam pembelajaran PAI berbasis nilai akidah akhlak.
Integrating LEGO-Based Constructive Media to Foster Patience Character Development in Early Childhood: A Study at TK Miftahul Ulum 27 Pamekasan Shofiyana Shofiyana; Dewi Pusparini
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/d68zkb23

Abstract

This study examines the effectiveness of LEGO-based constructive media in fostering patience as a core dimension of self-regulation among early childhood learners at TK Miftahul Ulum 27 Pamekasan. Grounded in constructivist and socio-cultural learning theories, the research employs a qualitative case study approach to explore how experiential, play-based learning environments facilitate character development. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, involving teachers, school leaders, parents, and children aged 5–6 years. The findings reveal that LEGO-based learning significantly enhances children’s ability to regulate emotions, delay gratification, persist in tasks, and engage in cooperative social interactions. The implementation process, when systematically designed and supported by effective teacher facilitation, enables children to internalize patience through meaningful and repeated learning experiences. However, the effectiveness of the approach is influenced by multidimensional factors, including individual developmental differences, institutional support, and family involvement. The study further proposes a LEGO-based constructive learning model comprising instructional design, implementation processes, and character outcomes. This model highlights the importance of integrating play-based strategies with character education to achieve holistic development. The findings contribute to the advancement of early childhood pedagogy by emphasizing that character formation is most effective when embedded in authentic, experiential learning contexts.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Keagaman Siswa SMP Islam Asyafi'iyah Batealit Jepara Baihaqi Khakim; Fathur Rohman
Akademika Vol 20 No 1 (2026): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jtp9cs84

Abstract

The low religious literacy among students becomes one of the challenges in Islamic education, especially in shaping a strong religious character. In this situation, Islamic Education (PAI) teachers have a very important role in instilling Islamic values and guiding students to be able to understand and practice Islamic teachings thoroughly. This study aims to examine the role and strategies of PAI teachers in improving students' religious literacy at SMP Islam Asyafi’iyah Batealit Jepara. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The data analysis process refers to the Miles and Huberman model, which includes stages of data collection, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that PAI teachers act as educators, mentors, facilitators, as well as role models for students. The strategies implemented include the habituation of reading Asmaul Husna every morning, weekly memorization of the 30th Juz of the Qur'an, performing Dhuha sunnah prayer in congregation and obligatory Dhuhur prayer in congregation, holding istighosah activities together, implementing contextual learning, and utilizing the school library facilities. Supporting factors for the success of this program include the creation of a religious culture in the school environment and the existence of a pesantren program. However, there are some obstacles such as limited religious reading materials and low student interest in reading religious literature.