cover
Contact Name
Hamidi, M.Pd
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
jcar@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Classroom Action Research
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26563460     EISSN : 26562340     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Classroom Action Reseach (Jurnal Penelitian Tindakan kelas) e-ISSN:2656-2340 , p-ISSN: 2656-3460 adalah jurnal yang memuat artikel hasil penelitian-penelitian kelas baik dari kalangan guru, dosen, maupun dari hasil penelitian mahasiswa. Journal of Classroom Action Reseach merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Journal of Classroom Action Reseach adalah jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil riset yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan. Semua isi/konten yang dipublikasikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
An Article Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Etnopedagogi Suku Sasak pada Materi IPAS Bab 5 Kelas IV Sirtufillaily, Amelisa; Tahir, Muhammad; Hasnawati
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6918

Abstract

Kurikulum merdeka menekankan pentingnya integrasi budaya lokal dalam materi pembelajaran di sekolah. Sementara itu, proses pembelajaran IPAS Bab 5 kelas IV di SDN 38 Cakranegara belum menunjukkan adanya integrasi budaya lokal dalam materi yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis etnopedagogi suku Sasak pada materi IPAS bab 5 untuk peserta didik kelas IV yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian Research & Development (R&D) dengan model 4D. Prosedur penelitian adalah sebagai berikut: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi ahli media dan materi serta angket respon guru dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Desain pengembangan modul pembelajaran berbasis etnopedagogi suku Sasak ini terdiri dari tiga bagian yakni pendahuluan, isi modul, dan penutup. Penelitian ini menunjukkan persentase hasil uji validasi ahli media sebesar 87,53% dengan kategori sangat valid, ahli materi sebesar 82,23% dengan kategori sangat valid, respon peserta didik sebesar 88,91% dengan kategori sangat praktis, dan respon guru sebesar 89,99% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil uji validasi ahli materi dan media yang diperkuat oleh hasil respon guru dan peserta didik dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis etnopedagogi suku Sasak pada materi IPAS bab 5 kelas IV dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Penerapan Budaya Sekolah Terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Ismatullah, Lutfiana; Tahir, Muhammad; Indraswati, Dyah
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6958

Abstract

Penguatan pendidikan karakter pada zaman sekarang merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Mengingat banyaknya peristiwa yang menunjukkan terjadinya krisis moral baik dikalangan anak-anak, remaja, maupun orang tua. Seperti masih banyak ditemukan perilaku siswa yang sering melawan dan bersikap tidak sopan kepada guru maupun dengan orang yang lebih tua, bolos sekolah, tawuran, minum minuman keras, bullying. Sikap dan perilaku siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Mamben Lauk yang menjadi permasalahan yaitu masih banyaknya siswa yang sering tidak mengucapkan salam pada saat keluar dan masuk kelas, tidak bersikap hormat dan sopan kepada bapak/ibu guru, sehingga diperlukan penanaman nilai-nilai karakter. Proses pembentukan karakter pada siswa diawali dengan pembiasaan. Proses pembiasaan inilah yang dikenal dengan budaya atau pembudayaan. Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. Penerapan budaya sekolah dilaksanakan untuk membentuk karakter religius pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Mamben Lauk. Karakter religius ialah suatu sikap atau tindakan yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap agama yang diyakini dan perilaku yang menunjukkan kepatuhan seseorang terhadap ajaran agama yang diyakini dalam menjalankan suatu ibadah pada kehidupan sehari-harinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan budaya sekolah terhadap pembentukan karakter religius siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya sekolah yang diterapkan yaitu budaya shalat dhuha bersama, pembacaan surah yasin dan ayat-ayat pendek bersama, imtaq, serta gemar berinfaq. Sehingga dari penerapan budaya tersebut dapat membentuk karakter religius pada siswa seperti, taat kepada Allah, disiplin, sopan santun, dan menghormati antar sesama.
Analisis Kompetensi Guru dalam Menyusun Soal HOTS pada Muatan IPAS Kelas IV dan VI Kiswandi, Yudi; Tahir, Muhammad; Hasnawati
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6963

Abstract

Kompetensi menyusun soal HOTS merupakan kompetensi yang sangat penting untuk dikuasai oleh seorang guru dalam mempersiapkan dan mengimplementasikan perencanaan penilaian yang berkesinambungan dengan tuntutan kompetensi pada abad ke 21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru kelas IV dan VI dalam menyusun soal HOTS pada muatan IPAS di SDN 25 Cakranegara dan upaya yang dilakukan guru kelas IV dan VI dalam meningkatkan kompetensi menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada muatan IPAS di SDN 25 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari guru kelas IV (perwakilan guru belum sertifikasi), guru kelas VI (perwakilan guru bersertifikasi), dan kepala sekolah di SDN 25 Cakranegara, serta objek dalam penelitian ini adalah kompetensi guru dalam menyusun soal HOTS muatan IPAS kelas IV dan VI di SDN 25 Cakranegara. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang telah dikuasai oleh guru kelas IV dalam menyusun soal HOTS yaitu kompetensi dalam menyusun kisi-kisi serta kompetensi dalam merumuskan indikator soal, sedangkan kompetensi yang belum dikuasai terdiri dari kompetensi dalam menentukan kompetensi dasar dan materi yang akan dinilai, serta kompetensi dalam menulis soal sesuai dengan kaidah penulisan soal. Sementara itu, guru kelas VI telah menguasai kompetensi dalam menentukan kompetensi dasar dan materi yang akan dinilai serta kompetensi dalam menyusun kisi-kisi, sedangkan kompetensi yang belum dikuasai adalah kompetensi merumuskan indikator soal dan kompetensi dalam menulis soal sesuai dengan kaidah penulisan soal. Upaya yang dilakukan guru kelas IV dalam meningkatkan kompetensi menyusun soal HOTS yakni dengan mempelajari materi tentang penyusunan soal HOTS, memperbanyak latihan menyusun soal HOTS, dan mencari topik permasalahan kontekstual yang berkesinambungan dengan materi, sedangkan upaya yang dilakukan oleh guru kelas VI yaitu berlatih menyusun soal HOTS dengan mengikuti workshop penyusunan soal HOTS dan belajar secara mandiri. Guru Kelas IV dan kelas VI perlu meningkatkan kompetensi menyusun soal HOTS yang tepat.
Pengaruh Kemandirian dan Kemampuan Komunikasi Matematis Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Relasi Dan Fungsi Suliyani, Anis; Amrullah; Eka Kurniawan; Nani Kurniati
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6965

Abstract

Kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika merupakan dua komponen kompetensi yang sangat penting yang harus dikuasai siswa serta sangat memengaruhi hasil belajar siswa. Namun, siswa di SMPN 4 Mataram memiliki kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis yang tergolong rendah. Akibatnya hasil belajar siswa yang diperoleh lebih dari 50% secara klasikal berada di bawah KKM. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada dua variabel yang memengaruhi hasil belajar yaitu kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasinya berjumlah 125 siswa kelas VIII dengan menggunakan Simple Random Sampling diperoleh sampel sebanyak 32 siswa. Data siswa kelas VIII SMPN 4 Mataram Tahun Ajaran 2023/2024 dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Dengan menggunakan analisis regresi diperoleh hasil 1) Ada pengaruh kemandirian terhadap hasil belajar siswa pada materi relasi dan fungsi sebesar 25,4%; 2) Ada pengaruh kemampuan komunikasi matematis terhadap hasil belajar siswa pada materi relasi dan fungsi sebesar 43,8% 3) Ada pengaruh kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa pada materi relasi dan fungsi sebesar 72,4%.
Profil Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Program Studi Pendidkan Guru Sekolah Dasar Pada Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup : Sebuah Studi Pendahuluan Fauziah, Nurul; Ningsyih, Suriya; Khusaini, Fakhri
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6971

Abstract

Literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Literasi sains berarti bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis tentang sains melainkan juga mengandung kemampuan untuk menerapkan  memproses, memberikan sikap yang tepat terkait konsep sains dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kompetensi dan level awal literasi sains mahasiswa program studi sekolah dasar serta mendeskripsikan kemampuan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan (elementary research). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan guru sekolah dasar yang memprogram mata kuliah pendidikan lingkungan hidup. Data pada penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi literasi sains mahasiswa pada menginterpretasi data dan bukti ilmiah, merangcang dan evaluasi penyelidikan ilmiah, dan menjelaskan fenomena ilmiah berturut-turut yakni: 27%, 50% dan 43%. Pencapaian level literasi tertinggi yakni pada level 1, sebesar 85,3 %, dan terendah pada level 5 sebesar 7,86 %. Hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa berdasarkan level soal masih sangat rendah.
Analisis Miskonsepsi Materi Biologi Menggunakan Soal Pilihan Ganda Dua Tingkat Anwari, Kasulasil; Muhlis; Bachtiar, Imam
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6972

Abstract

Miskonsepsi sering terjadi pada siswa, penyebab terjadinya miskonsepsi yaitu cara mengajar, buku teks dan peserta didik itu sendiri, maka dapat digunakan tes pilihan ganda dua tingkat untuk mendeteksi adanya miskonsepsi pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitataif yang bertujuan untuk mendeskripsikan persentase miskonsepsi dan mengidentifikasi letak kesalahan konsep. Subjek penelitian yaitu 47 siswa kelas XI IPA dan XI IPS di SMAN 1 Praya Barat Daya. Instrumen penelitian ini adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Analysis Miles and Huberman yang terdiri dari resuksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwan 30% peserta didik yang mengalami miskonsepsi pada pokok bahasan sistem pernapasan manusia dan hewan. Miskonsepsi siswa di kelas IPA sebesar 15% dan kelas IPS sebesar 41%. Letak kesalahan miskonsepsi siswa IPA dan IPS hampir sama yaitu pada konsep struktur dan fungsi sistem pernapasan manusia, proses pernapasan manusia, pertukaran gas O2 dan CO2, kelainan pada sistem pernapasan dan struktur dan fungsi sistem pernapasan hewan.
Kemampuan Belajar Mandiri Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam Pengalaman Belajar IPS Jannah, Miftahul; Ziaulhaq, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi level kemampuan belajar mandiri mahasiswa dalam pengalaman belajar IPS. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei kuantitatif dengan instrumen berupa angket dengan populasi 48 mahasiswa program studi PGSD. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa mahasiswa memiliki level kemampuan belajar mandiri yang tergolong baik yang dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan belajar mandiri yaitu 94,1875 dan berada pada kategori tinggi dengan persentase 46% dari total keseluruhan mahasiswa dengan jumlah mahasiswa sebanyak 22 orang dinyatakan memiliki kemampuan belajar mandiri yang baik. Sehingga menunjukkan bahwa pembelajaran mandiri efektif, dan tujuannya sekarang adalah untuk mempertahankan kemajuan dengan mengidentifikasi kekuatan dan metode dalam pembelajaran mandiri mahasiswa yang lebih efektif. Peneliti menyimpulkan bahwa bimbingan untuk melatih mahasiswa dalam keterampilan belajar mandiri masih dibutuhkan, implementasi pembelajaran IPS yang sudah terlihat bagus dan bermakna memberikan ruang kepada mahasiswa mengeksplorasi pengetahuan dan menanamkan nilai karakter dari pengalaman belajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) Terhadap Literasi Matematika Siswa Mursida, Putri Lusiana; Turmuzi, Muhammad; Nurmawanti, Iva
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.7016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap literasi matematika siswa kelas IV di SDN 1 Dasan Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi eksperiment design, dengan desain penelitian tipe non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Dasan Baru tahun ajaran 2023/2024.. Pupulasi dalam penelitian ini adalah 46 siswa yang terdiri dari dua kelas, yang terdiri dari kelas IV A (kelas eksperimen) dan kelas IV B (kelas kontrol). Metode yang digunakan dalam pengambalilan data adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas), uji hipotesis (uji Independent sampel t-Test), dan uji N-Gain. Hasil uji Independent sampel t-Test diperoleh nilai sig. 2-tailed sebesar 0,017 kurang dari 0,05 (sig. 2-tailed ≤ 0,05) artinya Ha diterima dan Ho ditolak, maka terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap literasi matematika siswa kelas IV di SDN 1 Dasan Baru.
Konsep dan Implementasi Inovasi Pendidikan Islam Pranata, Adi Surya; Setiawan, Yudhi; Ramdhani, Deddy
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.7040

Abstract

Inovasi pendidikan merupakan suatu ide, metode, media atau hal-hal lainnya yang diamati dan dirasakan sebagai sebuah kebaruan untuk pendidikan yang berupa hasil invensi atau discovery, yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau pemecahan masalah pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa konsep, tujuan, prinsip, dan model inovasi pendidikan serta implementasinya terhadap pendidikan Islam. Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, artikel, jurnal atau dokumen yang relevan tentang inovasi-inovasi pendidikan Islam. Hasil analisis data menemukan bahwa inovasi pendidikan agama islam harus mempunyai konsep dasar yang kokoh untuk mewujutkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Prinsip dan model inovasi pendidikan juga harus menjadi perhatian karena menjadi acuan untuk mengetahui berkualitas atau tidaknya suatu inovasi pendidikan. Implementasi inovasi pendidikan Islam mencakup 6 hal yaitu, inovasi strategi pembelajaran, metode, materi, sumber daya agama, media dan instrumen penunjangnya. Kegagalan inovasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia terjadi karena dua aspek yaitu terlalu simbolistik dan mengutamakan aspek kognitif. Inovasi pendidikan agama islam sangat penting untuk dilaksanakan agar pendidikan agama islam dapat memenuhi tuntutan dinamika masyarakat, perkembangan IPTEKs, dan pembengunan disemua aspek kehidupan berbangsa.
Kelayakan Modul Ajar IPAS Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Muntari; Purwoko, Agus Abhi; Bachtiar, Imam
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i3.7092

Abstract

Pembelajaran berpusat pada peserta didik didorong untuk menyiapkan kompetensi/kecakapan abad 21 (Collaboration, Communication, Creativity and Innovation, Critical thinking and Problem Solving) dan meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi (HOTS), serta meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Salah satu bentuk pembelajaran yang ditekankan di SMK adalah pembelajaran berbasis proyek. Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SMK berfungsi untuk membekali peserta didik agar mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan nyata pada abad 21 ini yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di sekitarnya secara ilmiah dengan menerapkan konsep sains. Guru dan peserta didik membutuhkan perangkat pembelajaran berbasis proyek dengan mengintegrasikan aspek-aspek IPAS untuk peningkatan HOTS dan pemahaman konsep peserta didik SMK. Di sisi lain, proses pembelajaran perlu mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Berbagai bentuk sumber belajar, termasuk dari internet dapat dimanfaatkan sebagai bagian terintegrasi di dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Pengembangan modul ajar IPAS berbasis proyek ini bertujuan untuk peningkatan kreativitas konsep peserta didik SMK. Metode pengembangan modul ajar IPAS berbasis proyek bagi peserta didik di SMK ini menggunakan model four-D (define, design, develop, dan disseminate). Penlitian ini hanya sampai pada tahap develop. Hasil penelitian menunjukkan modul IPAS memperoleh skor rata-rata 85% dengan kriteria sangat valid. Modul IPAS berbasis projek layak digunakan dalam pembelajaran.