cover
Contact Name
Hamidi, M.Pd
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
jcar@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Classroom Action Research
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26563460     EISSN : 26562340     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Classroom Action Reseach (Jurnal Penelitian Tindakan kelas) e-ISSN:2656-2340 , p-ISSN: 2656-3460 adalah jurnal yang memuat artikel hasil penelitian-penelitian kelas baik dari kalangan guru, dosen, maupun dari hasil penelitian mahasiswa. Journal of Classroom Action Reseach merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Journal of Classroom Action Reseach adalah jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil riset yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan. Semua isi/konten yang dipublikasikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 761 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran IPAS Berbasis Articulate Storyline Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 16 Purwodadi Kabupaten Grobogan Vrida Fitammami; Desi Wulandari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14593

Abstract

Abstract: This study aims to develop learning media based on Articulate Storyline on the material of the process of changing the state of matter in science learning and to determine its feasibility, practicality, and effectiveness in improving the learning outcomes of fourth-grade students of SD Negeri 16 Purwodadi. This study used the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall model. The research subjects consisted of fourth-grade students of SD Negeri 16 Purwodadi. Data collection techniques included pretest–posttest, questionnaires, observation, interviews, and documentation. The results showed that the developed media was declared very feasible with a validation percentage of media experts of 94.2% and material experts of 89.28%. The practicality of the media was demonstrated through teacher responses of 97.5% and students of 95.8% with a very good category. The media was proven to be effective in improving learning outcomes, indicated by the results of the paired t-test with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 <0.05 and an N-Gain value of 0.7149 in the high category. Thus, Articulate Storyline-based learning media is feasible, practical, and effective for use in science learning in elementary schools.
Pengembangan E-Modul Berbasis Flipbook melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri Dowan Kabupaten Rembang Yazila Roofiqotul Ummah; Desi Wulandari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul berbasis flipbook yang terintegrasi dengan model Problem Based Learning (PBL) guna meningkatkan hasil belajar murid kelas V pada materi organ pencernaan manusia di SD Negeri Dowan, Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket validasi, serta tes hasil belajar (pretest dan posttest). Hasil analisis instrumen menunjukkan bahwa 20 dari 50 butir soal dinyatakan valid (r ≥ 0,404) dengan koefisien reliabilitas KR-20 sebesar 0,850 (kategori tinggi). Validasi ahli menunjukkan media berada pada kategori sangat layak dengan persentase 93,18% dari ahli media dan 86,6% dari ahli materi. Uji coba terhadap 25 murid menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 47,60 menjadi 84,80. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (t(24) = 21,87; p < 0,05) yang didukung oleh nilai N-Gain sebesar 0,71 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa E-Modul yang dikembangkan valid, layak, dan efektif serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran digital interaktif untuk mendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Puisi Anak Siswa Kelas IV SD Negeri Sekaran 01 Helmilia Qilla Qilla; Nugraheti Sismulyasih Nugraheti
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14602

Abstract

Pembelajaran memahami puisi anak di sekolah dasar masih menghadapi kendala berupa karakter materi yang bersifat abstrak, rendahnya keaktifan siswa, serta keterbatasan pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Hal ini membuat siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi dan memahami unsur-unsur pembangun puisi, seperti diksi, rima, bait, dan gaya bahasa. Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan media video animasi berbasis Teams Games Tournament (TGT) serta menilai kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan memahami puisi anak pada siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan subjek 28 siswa kelas IV SD Negeri Sekaran 01. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket respons pengguna, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh penilaian sangat valid dari ahli materi (90,91%) dan ahli media (95,45%). Kepraktisan media ditunjukkan oleh respons siswa sebesar 83,27% dan respons guru sebesar 90,62%. Keefektifan media dibuktikan melalui nilai N-Gain sebesar 0,7292 (kategori tinggi) dan hasil uji t berpasangan dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, media video animasi berbasis TGT layak, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan memahami puisi anak siswa sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis ZEP QUIZ untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Kelas IV SD Negeri Jatirunggo 01 Kabupaten Semarang Afina Anfa'ana; Galih Mahardika Christian Putra
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14618

Abstract

Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis gamifikasi menggunakan Zep Quiz untuk meningkatkan hasil belajar murid kelas IV, dengan menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Latar belakang penelitian adalah keterbatasan studi mengenai pengembangan media pembelajaran gamifikasi untuk mata pelajaran Pancasila, padahal fenomena ini berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan prestasi belajar di sekolah dasar. Penelitian melibatkan 28 murid dari SD Negeri Jatirunggo 01 Kabupaten Semarang, terdiri atas 8 murid untuk uji coba skala kecil dan 20 murid untuk uji coba skala besar. Data dikumpulkan melalui pretest posttest, angket validasi ahli, angket kebutuhan, dan angket tanggapan, dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, uji T sampel berpasangan, dan analisis N-Gain. Sebelum pelaksanaan penelitian utama, instrumen tes telah melalui uji validitas dan reliabilitas, menghasilkan butir soal yang valid dengan tingkat reliabilitas yang memadai (Cronbach's Alpha > 0,70), sehingga instrumen dinyatakan layak digunakan untuk mengukur hasil belajar murid. Hasil penelitian menunjukkan media Zep Quiz memperoleh validasi ahli dengan skor rata-rata 96% dalam kategori "Sangat Layak". Efektivitas media terbukti dengan peningkatan skor pretest 43,75 menjadi 86,12 pada posttest dengan tingkat ketuntasan 90% dan nilai N-Gain sebesar 0,78 (kategori Tinggi). Uji T Sampel Berpasangan menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (t = −17,574, df = 19, Sig. < 0,05), mengkonfirmasi efektivitas media secara statistik. Temuan ini berimplikasi bahwa integrasi platform digital berbasis gamifikasi seperti Zep Quiz dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat menjadi strategi yang praktis dan dapat direplikasi oleh guru sekolah dasar untuk meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan penguasaan nilai-nilai Pancasila pada murid, sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah di Indonesia. Kesimpulannya, media pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis Zep Quiz sangat layak dan efektif meningkatkan hasil belajar murid.
Keefektifan Model Pembelajaran PjBL terhadap hasil Belajar IPAS Materi Ekosistem Kelas V di SD Negeri Gugus Budi Utomo Kabupaten Pati Siti Lilik Ulya Arifah; Desi Wulandari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14663

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan model PjBL terhadap hasil belajar IPAS materi ekosistem pada peserta didik kelas V SD Negeri Gugus Budi Utomo, Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu nonequivalent control group. Populasi penelitian sebanyak 113 peserta didik, sampel berjumlah 40 peserta didik yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dalam bentuk pretest dan posttest. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji independent sample t-test, serta uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest dan posttest kelas eksperimen masing-masing sebesar 51,4 dan 86,6, sedangkan kelas kontrol sebesar 48,4 dan 72,2. Peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai N-gain kelas eksperimen sebesar 0,74 berada pada kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,45 berada pada kategori sedang. Hasil uji t  diperoleh nilai sig (2-tailed) 0,000 yang lebih kecil dari alpa 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik.
Pengembangan Media Pembelajaran Monopoli IPAS Pop Up Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SD Negeri 1 Arenan Kabupaten Purbalingga Wulan Nur Abidah; Desi Wulandari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14665

Abstract

Pembelajaran IPAS di kelas III SD Negeri 1 Arenan masih menunjukkan hasil belajar yang kurang optimal akibat terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Monopoli IPAS Pop Up untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dan melibatkan 19 siswa kelas III pada uji coba skala besar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket validasi ahli media dan ahli materi, angket tanggapan guru dan siswa, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Monopoli IPAS Pop Up dinyatakan sangat layak berdasarkan penilaian ahli media (95%) dan ahli materi (91,67%). Peningkatan hasil belajar siswa memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,47 dengan kategori sedang. Dengan demikian, media Monopoli IPAS Pop Up dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran IPAS yang mendukung pembelajaran aktif dan bermakna di sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Diorama Berbasis Augmented Reality (AR) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Kelas IV SDN 2 Punggelan Ratih Nurfadila; Dewi Nilam Tyas
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14666

Abstract

Berdasarkan data pra-penelitian di kelas IV SDN 2 Punggelan, diketahui bahwa pemahaman konsep murid terhadap materi IPAS tergolong rendah. Hal ini dikarenakan belum ada pengembangan media pembelajaran terutama Augmented Reality (AR) yang mampu menguji kelayakan dan keefektivan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS di kelas IV SDN 2 Punggelan. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) bermodel ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Instrumen penelitian menggunakan data non tes (wawancara, angket kebutuhan (murid, guru), angket validasi ahli (materi, media), respon (murid, guru), dan data tes (soal pre-test dan post-test). Data yang diperoleh dianalisis secara statistika deskriptif dan inferensial parametrik. Validasi oleh ahli materi dan media masing-masing menunjukkan kriteria layak (80%) dan sangat layak (90%), sehingga mampu diterapkan dalam uji coba. Hasil uji t adalah Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka, ada perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media. Perhitungan N-gain menghasilkan 0,498 dengan kriteria sedang. Dengan demikian, media diorama berbasis Augmented Reality (AR) yang telah dikembangkan layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep murid kelas IV SDN 2 Punggelan pada mata pelajaran IPAS.
Implementasi Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas VIII SMP IT Grafika Pesanggaran Pingki Dwi Setyawan; Imaratul Ulwiyah; Ade Irma Noviyanti
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14674

Abstract

Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya minat belajar siswa akibat tekanan sosial dan ekonomi, yang ditunjukkan melalui perilaku membolos serta munculnya pikiran irasional mengenai rendahnya pentingnya pendidikan. Tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan minat belajar siswa melalui pendekatan psikologis yang terstruktur. Tujuan khusus penelitian meliputi mengidentifikasi pikiran negatif siswa terhadap belajar, menerapkan teknik CBT dalam konseling individu, serta mengetahui perubahan minat belajar siswa setelah diberikan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII SMP IT Grafika Pesanggaran yang cenderung membolos sekolah karena bekerja melalui implementasi teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam layanan bimbingan individu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Single Subject Research tipe A-B. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket minat belajar (pretest dan posttest), serta wawancara sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan skor minat belajar pada kondisi baseline dan intervensi, yang diolah dengan bantuan program SPSS. Hasil utama menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor minat belajar di ketiga mata pelajaran, dari kategori rendah (skor 69, 81, dan 80) selama pra-uji ke kategori tinggi (skor 125, 129, dan 126) setelah intervensi CBT. Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa guru bimbingan dan konseling dapat mengadopsi teknik CBT sebagai intervensi terstruktur dan berbasis bukti untuk membantu siswa mengganti keyakinan irasional tentang pendidikan dengan pemikiran yang lebih adaptif, sehingga mengurangi ketidakhadiran di sekolah dan menumbuhkan minat belajar yang berkelanjutan.
Hubungan Penalaran Moral dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Kelas XII SMAN 1 Labuapi Menggunakan Pendekatan Isu Socio Scientific Pada Materi Sistem Reproduksi Sesy Dwi Oktadila; Agus Ramdani; Tri Ayu Lestari
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14676

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, namun dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi permasalahan degradasi moral remaja yang ditandai dengan meningkatnya kenakalan dan pelanggaran norma sosial akibat kurangnya penalaran moral dalam pengambilan keputusan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pembelajaran yang mengaitkan sains dengan isu sosial, seperti pendekatan socio scientific issues (SSI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Labuapi, dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel sebanyak 56 siswa dari kelas XII A dan XII B. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes penalaran moral yang diadaptasi dari teori penalaran moral sebanyak 8 soal, serta tes kemampuan pengambilan keputusan yang diadaptasi dari General Decision Making Style (GDMS). Data dianalisis menggunakan uji prasyarat, kemudian pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (r = 0,485; p = 0,000), yang berarti terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi sedang antara penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penalaran moral siswa, semakin baik pula kemampuan siswa dalam mengambil keputusan. Pembelajaran biologi menggunakan pendekatan socio scientific issues pada materi sistem reproduksi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk mengembangkan penalaran moral dan kemampuan pengambilan keputusan siswa.
Implementasi Model Pembelajaran Questioning Answering Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas V Materi Peta Di SDN Tunggulwulung 2 Angela Maria Melania Bere; Moh. Farid Nurul Anwar; Muh. Fauzy Emqi; Muh. Rifa'i
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14724

Abstract

Pembelajaran IPAS pada materi peta di sekolah dasar masih menunjukkan rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keaktifan dan pemahaman terhadap komponen peta seperti simbol, legenda, arah mata angin, dan skala. Permasalahan tersebut juga terjadi pada siswa kelas V SDN Tunggulwulung II, di mana sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Questioning Answering pada materi peta. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Questioning Answering mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada Siklus I, ketuntasan belajar mencapai 51,72% dengan rata-rata nilai 62.41. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 82,76% dengan rata-rata nilai 79,93, sehingga terjadi peningkatan ketuntasan sebesar 31,04%. Selain itu, siswa juga terlihat lebih aktif bertanya, menjawab pertanyaan, serta lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Dengan demikian, model pembelajaran Questioning Answering efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi peta dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.