cover
Contact Name
Harvina Sawitri
Contact Email
averrous@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
averrous@unimal.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl. Meunasah Uteunkot Cunda Lhokseumawe, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh
ISSN : 24775231     EISSN : 25028715     DOI : https://doi.org/10.29103/averrous
Core Subject : Health,
Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh (Averrous: Malikussaleh Journal of Medicine and Health - Averrous: MJMH*) is a peer-reviewed and open-access journal. Publishes by the Faculty of Medicine Universitas Malikussaleh in collaboration with the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh, which focuses on disseminating research findings that cover a wide range of subjects in medicine and health from basic medical and health sciences, applied sciences, and public health research. Original research papers, case studies, reviewed-articles are acceptable. Averrous: MJMH journals are published twice a year May and November. All research articles published in website Averrous: MJMH is free-downloaded according to the open access policy.
Articles 336 Documents
EKSISTENSI DAN PERANAN KEPALA DINAS KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI ACEH Cut Khairunnisa
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 2: No. 1 (Mei, 2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v2i1.402

Abstract

Kinerja pimpinan dan tenaga kesehatan merupakan masalah yang sangat penting untuk dikaji dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan pembangunan kesehatan. Dalam bidang kesehatan, salah satu pemimpin struktural dalam tatakelola pemerintahan daerah adalah Kepala Dinas Kesehatan yang berwenang menjalankan unit kerja Dinas Kesehatan sebagai institusi yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Eksistensi dan peranan kepala Dinas Kesehatan sangat penting dan berpengaruh terhadap pelaksanaan tujuan instansi tersebut. Dalam  aspek pelayanan kesehatan di provinsi Aceh, Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh (UUPA) memberikan kewenangan kepada pemerintah Aceh untuk mengatur dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan asas dan prinsip yang dianut oleh daerah tersebut. Pembangunan kesehatan di Aceh didasari pada nilai-nilai perikemanusiaan (humanity), pemberdayaan (empowerment) dan kemandirian (independency), adil dan merata (equity), pengutamaan (quality) dan manfaat (beneficiary) dengan target yang sejalan dengan kearifan lokal (syariat Islam dan adat istiadat) yang ada. Kepala Dinas Kesehatan harus mampu mewujudkan perubahan dilingkungannya, membangun komunikasi dan jaringan kerja yang efektif, mampu mempengaruhi orang, menerima keragaman, mempunyai komitmen, keteladanan, kedisiplinan, kepamrihan kerja, keoptimisan, tindakan saling mengasihi, dan kekonsistenan yang saling berdampak positif. Kepala Dinas Kesehatan di Aceh idealnya mempunyai kompetensi dibidang ilmu kesehatan sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik  karena salah satu efektifitas kerja pimpinan akan diukur dari kompetensi keilmuannya.
The Prevalence of Hyperuricemia and Associated Factors in Depok Eflita Meiyetriani; Hamzah Hamzah; Florensia Lima
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.444

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan kejadian hiperurisemia dan hal terakhir ini telah menarik perhatian karena berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup orang dewasa, bersama dengan hipertensi, diabetes dan dislipidemia. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan ada hubungan antara resistensi insulin dan hiperurisemia dengan metabolik sindrom.Belum ada data yang pasti mengenai besarnya angka kejadian hiperurisemia pada masyarakat Indonesia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hiperurisemia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilaksanakan di Kota Depok pada periode bulan Maret 2014 sampai Mei 2014.  Sebanyak 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden penelitian terlibat dalam penelitian ini.Uji kai kuadrat dilanjutkan dengan analisis multivariat uji regresi logistik dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperurisemia. Sebanyak 18,6% mengalami hiperurisemia dimana frekuensi yang lebih sering pada laki-laki, usia di atas 50 tahun, pendidikan akhir sekolah dasar, tidak bekerja dan memiliki riwayat mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin. Analisis multivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan dan riwayat konsumsi purin. Oleh karena prevalensi hiperurisemia yang relatif tinggi maka disarankan perubahan perilaku konsumsi makan dan kontrol terhadap kosumsi purin yang dapat meminimalisir terjadinya kondisi ini. Lebih lanjut disarankan untuk banyak minum dan makan buah-buahan, menghindari stress dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
KARAKTERISTIK PERILAKU MEROKOK MAHASISWA UNIVERSITAS MALIKUSSALEH 2019 Sawitri, Harvina; Maulina, Fury
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.6 : No.1 (Mei, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v6i1.2663

Abstract

Konsumsi rokok dikalangan remaja dan mahasiswa meningkat setiap tahunnya. Data The Tobacco Atlas menyebutkan Indonesia memiliki jumlah perokok remaja pria terbesar (66%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik serta faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa pria di Universitas Malikussaleh. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel 192 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa 71,4% responden berusia 20-24 tahun dan 28,5%  berusia 16-19 tahun. Sementara 62,5% responden menghabiskan 1-10 batang rokok per hari, 28,6% mengkonsumsi rokok 11-20 batang per hari, 5,2% mengkonsumsi 21-30 batang rokok per hari dan 3,6% mengkonsumsi >30 batang rokok per hari. Lamanya responden segera merokok setelah bangun tidur adalah >60 menit sebanyak 53,6%, 31-60 menit sebanyak 19,8%, 6-30 menit sebesar 12% dan dalam 5 menit sebesar 14,6%. Faktor yang mempengaruhi perilaku merokok dari persentase tertinggi adalah faktor kesenangan (55,7%), stress (51,6%), stimulasi (37,5%), pegangan (37%), sosial (35,4%), kebiasaan (31,3%) dan craving (28,6%). Kesimpulannya sebagian besar responden adalah berusia 20-24 tahun dengan sebagian besar konsumsi rokok 1-10 batang per hari serta lebih dari setengah responden mengkonsumsi rokok lebih dari 60 menit setelah bangun tidur dengan faktor yang paling mempengaruhi perilaku merokok adalah faktor kesenangan dan stres.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Mpasi Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti Mauliza Mauliza; Mardiati Mardiati; Juwita Sahputri; Noviana Zara; Siratul Wahyuni
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous Vol. 7 : No. 2 (November, 2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v7i2.5419

Abstract

Makanan Pendamping ASI (MPASI) merupakan suatu makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan zat gizi selain dari Air Susu Ibu (ASI). Adanya praktik pemberian MPASI terlalu dini, yaitu pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, menjadi perhatian yang serius dimana organ-organ pencernaan pada tubuh bayi belum tumbuh sempurna dan berakibat menimbulkan dampak bagi kesehatan bayi antara lain penyakit diare. Salah satu faktor yang menyebabkan ibu memberikan MPASI terlalu cepat yaitu karena pengetahuan ibu masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian MPASI dini di wilayah kerja puskesmas banda sakti. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi kurang dari 6 bulan yang memenuhi kriteria. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan cluster sampling dengan jumlah 90 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang didapatkan yaitu tingkat pengetahuan terbanyak adalah kategori kurang sebesar 56,7 %, sementara tindakan pemberian MPASI Dini terbanyak adalah kategori diberikan sebanyak 67,8 %. Kesimpulan Nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian MPASI Dini 
Disorder Of Sex Development : Ambiguous Genitalia, Partial Androgen Insensitivity Syndrome Rajuddin Rajuddin; Fauzan Fauzan
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.432

Abstract

Disorders of sex development (DSDs) also known as “intersex” are congenital condition by mismatch in which chromosomal, gonadal and anatomical. One in 4.500 infants is born with abnormalities of External genitalia, and mostly unexplained in molecular term. Androgen Insensitivity Syndrome (AIS) is a common cause of DSDs. Partial Androgen Insensitivity Syndrome (PAIS) is one of three broad subdivided phenotypes of AIS. Typically, characterized by evidence of feminization (i.e., undermasculinization) of the external genitalia at birth, abnormal secondary sexual development in puberty, and infertility in individuals with a 46,XY karyotype. In males characterized, Pais is common to observe a micropenis, hypospadias, and cryptorchidism. Individuals with PAIS that are characterized as women have been observe to have clitoromegaly and a fused labia during puberity . We reported a 13 year old child, with chief complaint primer amenorrhea. The patient admit as a girl but not yet got her menstruation. Patient was referred by Endocrinology Fertility and Reproductive Consultant of OBGYN, that has done Cromosomal and Hormonal analysis. We perform a laparascopy Exploratif and we get no uterus, fallopian tubal and ovarium that are exist. But, we found testis in inguinal canal.  Decision regarding gender assignment are still confronted between patient”s Family and medical staff. The prognosis is depends on the ambiguity of genital, Physical, and Physicosocial adjustment for sex assignment.
HUBUNGAN PEMBENTUKAN BIOFILM OLEH BAKTERI GRAM NEGATIF DENGAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA WANITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Juwita Sahputri; Dharma Lindarto; Ratna Akbari Ganie
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 1 (Mei, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v4i1.804

Abstract

Diabetes melitus (DM) memiliki efek jangka panjang terhadap sistem genitourinari yang menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien wanita dan umumnya bersifat asimtomatik. Bakteri gram negatif merupakan mikroorganisme penyebab tersering yang dapat membentuk biofilm sehingga sering menyebabkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara pembentukan biofilm bakteri gram negatif dengan resistensi antibiotik pada wanita diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik total sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 45 orang wanita DMT2 anggota Program Pengendalian Penyakit Kronis (PROLANIS). Pada semua responden dilakukan kultur urin porsi tengah, uji sensitivitas dan pemeriksaan biofilm terhadap isolat bakteri yang teridentifikasi.  Hasil kultur urin menunjukkan bakteriuria signifikan 14 (31%) responden. Identifikasi koloni menunjukkan bakteri penyebab ISK antara lain Escherichia coli (35,7%), Klebsiella pneumoniae (35,7%), Enterobacter sp (21,5%) dan Citrobacter sp (7,1%). Uji sensitivitas dijumpai 8 (57%) isolat resisten terhadap antibiotik, yaitu 2 (14,2%) isolat terhadap ciprofloksasin dan 6 (42,8%) isolat terhadap TMP-SMX. Bakteri gram negatif yang diisolasi 100% mampu membentuk biofilm dengan kategori weak. Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Rank Spearman correlation dapat disimpulkan bahwa terdapatnya hubungan yang sangat lemah antara pembentukan biofilm oleh bakteri gram negatif dengan resistensi antibiotik ciprofloksasin dan TMP-SMX.
KUALITAS PELAYANAN ANC DAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM MENCEGAH TERJADINYA BBLR DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2019 Nelly Andayani; Asfriyati Asfriyati; Destanul Aulia
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2084

Abstract

Kejadian bayi lahir denganberat badan lahir rendah (BBLR) disebabkan oleh banyak faktordan masih sering terjadi serta menjadi masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui perilaku ibu selama masa kehamilan. Kualitas pelayanan ANC diduga menjadi faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas pelayanan ANC dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Jenis penelitian ini survei analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 58 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan cara analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-squaredengan tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang menyatakan kualitas pelayanan ANC baik (55,2%), menyatakan kurang baik (44,8%). Perilaku pencegahan BBLR pada bayi menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku responden baik (60,3%), kurang baik (39,7%). Kualitas pelayanan ANC dengan perilaku ibu hamil dalam pencegahan BBLR pada bayi di Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, p = 0,000< 0,05. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara membuat leaflet yang disebarkan kepada setiap ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan, atau membuat poster yang ditempel di dinding sehingga mudah dibaca oleh pengunjung (ibu hamil) tentang pencegahan BBLR.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN MASSAL FILARIASIS DI KECAMATAN BAKTIYA ACEH UTARA Yuziani Yuziani; Mulyati Sri Rahayu; Wizar Putri Mellaratna
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous Vol. 7 : No. 1 (Mei, 2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v7i1.4728

Abstract

Filariasis atau kaki gajah adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial, yang menimbukan pembengkakan pada tangan, kaki dan genital. Filariasis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, salah satunya di Kecamatan Baktiya menjadi angka kejadian tertinggi. Salah satu strategi pemberantasan filariasis yang dilakukan dengan memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) filariasis. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang filariasis terhadap kepatuhan pengobatan massal filariasis di Kecamatan Baktiya Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 256 sample dan analisis data menggunkan uji Chi-Square dan Uji Kolmogorov Smirnov sebagai alternatif lain untuk pemenuhan syarat. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan massal filariasis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak didapatkan hubungan yang significan antara tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah kecamatan Baktiya Aceh Utara terhadap kepatuhan pengobatan pencegahan massal filariasis yang telah dilaksanakan di wilayah tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA PERNIKAHAN DINI DI DESA SUNGGAL KANAN KABUPATEN DELISERDANG Yulina Dwi Hastuty
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 2: No. 2 (November, 2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v2i2.417

Abstract

Dampak negatif yang ditimbulkan pernikahan dini pada remaja adalah kurang siapnya psikologi, putusnya akses pendidikan dan komplikasi kehamilan dan persalinan. Kehamilan remaja akan meningkatkan resiko dua hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan usia perempuan yang hamil pada usia lebih dari  20 tahun. Data dari United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) di Asia Selatan mendapati 48% dari 9,7 juta anak perempuan telah menikah sebelum usia 18 tahun sedangkan untuk tahun 2000 angka pernikahan dini hampir ditemukan di seluruh provinsi di Indonesia bahkan sekitar 10% remaja puteri  melahirkan anak pertamanya pada usia 15-19 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan pendidikan, tingkat ekonomi keluarga, dukungan keluarga dan sumber informasi dengan terjadinya pernikahan dini. Penelitian bersifat studi korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dan jenis data primer. Populasi sebanyak 136 responden dan sampel sebanyak 37 responden dengan menggunakan metode accidental Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Sphearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini memiliki hubungan cukup kuat dengan pendidikan dimana rho sebesar –0,369. Ditemukan hubungan cukup kuat dengan tingkat ekonomi keluarga dimana rho sebesar –0,476. Hubungan kuat dengan dukungan keluarga dimana rho sebesar –0,596 dan hubungan yang kuat juga ditemukan dengan sumber informasi dimana rho sebesar 0,691, sehingga dapat  disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor pendidikan, tingkat ekonomi keluarga, dukungan keluarga, sumber informasi dengan terjadinya pernikahan dini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP AYAH DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI PUSKESMAS SAMUDERA TAHUN 2016 Cut Asmaul Husna; Yuziani Yuziani
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 1 (Mei, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v3i1.450

Abstract

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) yang bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak akibat penyakit infeksi. Eradikasi penyakit Infeksi dengan upaya preventif imunisasi telah menunjukkan keberhasilan, meskipun cakupan imunisasi dasar lengkap belum tercapai. Cakupan imunisasi pada tahun 2014 menurun dibandingkan tahun 2013, 2014 angka cakupan imunisasi menurun dibandingkan tahun 2013, Aceh termasuk urutan ke sembilan provinsi dengan urutan cakupan imunisasi terendah tahun 2014. Banyak hal yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar pada balita salah satunya adalah dukungan keluarga. Peran ayah sebagai kepala keluarga, selain berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, juga sebagai penentu pengambilan keputusan dalam sebuah keluarga, termasuk kaitannya dalam kesehatan anak, salah satunya dengan keikutsertaan anak dalam imunisasi. Pengetahuan dan sikap ayah perlu di teliti lebih lanjut dalam hubungannya dengan pemberian imunisasi dasar pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan pengetahuan dan sikap ayah terhadap pemberian imunisasi dasar pada balita di puskesmas Samudera, kabupaten Aceh Utara tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode cross sectional dengan tekhnik simple random Sampling. Hasil penelitian didapatkan responden memiliki pengetahuan baik tentang imunisasasi sebanyak 68,9% dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 31,1%. Respoden  yang memiliki sikap setuju tentang imunisasasi sebanyak 64,4% dan yang memiliki sikap tidak setuju sebanyak 35,6% serta responde yang mengimunisasi lengkap anaknya sebanyak 22,2% dan tidak lengkap sangat banyak 77,8%. Uji chi square dengan ρ= 0,019 < 0,05 didapatkan sebesar 32,3% responden berpengetahuan baik dan kelengkapan imunisasi lengkap serta nilai ρ= 0,008 < 0,05 responden yaitu sebesar 34,5% bersikap setuju dan kelengkapan imunisasi lengkap dan responden sebanyak 65,5% bersikap setuju dan imunisasi tidak lengkap. Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi dan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan kelengkapan imunisasi.