Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Articles
90 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2024)"
:
90 Documents
clear
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL KREATIF DAN INOVATIF BERBASIS STUDI KASUS MENGGUNAKAN CANVA BAGI GURU SMP
Latjompoh, Masra;
Mustaqimah, Nur;
Datau, Wilinda
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3856
Modul merupakan komponen krusial dari bahan ajar yang memerlukan inovasi. Pengembangan modul yang inovatif, baik dari segi konten maupun bentuk yang dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi, sangat penting agar peserta didik memiliki panduan yang jelas dalam proses pembelajaran. Namun, berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan di SMP Kecamatan Wonosari, ditemukan bahwa bahan ajar yang digunakan di sekolah sebagian besar hanya terdiri dari buku yang diterbitkan oleh beberapa penerbit dan guru-guru masih kurang mengembangkan modul ajarnya sendiri. Oleh karena itu, pelatihan penyusunan modul kreatif dan inovatif berbasis studi kasus dilakukan untuk menambah wawasan guru dalam membuat inovasi pada pengembangan bahan ajar dengan memanfaatkan teknologi berupa aplikasi Canva yang ada di SMP Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Kegiatan Pelatihan dilaksanakan di SMPN 1 Wonosari, dihadiri oleh 3 orang dosen dan 25 orang peserta yang merupakan guru SMP dari berbagai sekolah yang ada di Kecamatan Wonosari. Kegiatan dilaksanakan dengan melalui 3 tahapan mulai dari tanggal 26 Juni sampai 17 Juli 2023. Ketiga tahapan tersebut meliputi taha persiapan dengan mengidentifikasi masalah terkait keterampilan guru dalam mengembangkan modul ajar di SMP di Kecamatan Wonosari yang dilakukan dengan wawancara, kemudian tahap pelaksanaan dengan melaksanakan pelatihan penyusunan modul secara tatap muka dan tahap evaluasi dengan meminta peserta pelatihan agar mengisi kuisioner untuk mengetahui respon guru terhadap pelaksanaan pelatihan penyusunan modul. Pada tahap ini didapatkan hasil respon guru terhadap pelatihan penyusunan modul dengan rata-rata respon sangat baik. Respon ini diharapkan dapat menjadi gambaran bahwa pelatihan penyusunan modul kreatif dan inovatif berbasis studi kasus dengan canva dapat menambah wawasan guru dalam mengembangkan modul ajar yang inovatif
APLIKASI TEKNOLOGI BIO-DRYING UNTUK PROSES PENGERINGAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BAHAN BAKAR
Naryono, Eko;
Lusiani, Cucuk Evi;
Ariani, Ariani;
Sa'diyah, Khalimatus;
Asrori, Asrori
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3740
Desa Wringinsongo merupakan desa binaan dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) sejak tahun 2020 dan menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Berdasarkan hasil diskusi antara Jurusan Teknik Kimia, Polinema dan warga Desa Wringinsongo, salah satu masalah di desa tersebut yang dapat diselesaikan sesuai dengan bidang ilmu di Jurusan Teknik Kimia adalah pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Permasalahan sampah yang mencemari lingkungan di Desa Wringinsongo disebabkan banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung terutama di daerah wisata pemandian alam. Teknologi bio-drying melalui proses pengeringan sampah menjadi bahan bakar dapat digunakan sebagai alternatif solusi yang ramah lingkungan yang dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan PkM. Hal ini sejalan dengan Rencana Strategis Polinema (Renstra Polinema 2021-2025) di bidang pemeliharaan lingkungan hidup dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk Desa Binaan Polinema, Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Kegiatan PkM yang dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 berjalan lancar dan para peserta sangat antusias untuk mempraktikkan secara langsung pengeringan sampah organik dengan metode teknologi bio-drying untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif
PEMBUATAN MESIN PENGGILING PADI SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN EKONOMI BAGI MASYARAKAT KAMPUNG PASIR SALAM KABUPATEN BOGOR
Hartantrie, Rovida Camalia;
Lesmana, I Gede Eka;
Tatak K, Arif Riyadi;
Utomo, Satrio Nur;
Padorsi, Zouly Ficard
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3865
Kampung Pasir Salam desa Leuwisadeng merupakan salah satu wilayah yang memiliki sawah cukup luas di kabupaten Bogor. Kampung tersebut terletak di atas gunung dan memiliki jarak cukup jauh dari kampung terdekat. Sebagian besar warga kampung tersebut bekerja sebagai petani/ buruh tani. Kelompok petani di kampung tersebut belum memiliki mesin penggiling gabah untuk mengolah gabah menjadi beras. Setiap musim panen, para petani di kampung tersebut harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan akses jalan yang hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua jika ingin mengolah gabah menjadi beras. Untuk dapat meringankan beban para petani di Kampung Pasir Salam tim PkM bersama mahasiswa membuat mesin penggiling padi. Mesin penggiling padai dirancang dan disimulasikan menggunakan software solidworks kemudian di-manufacturing dan dilakukan pengujian. Setelah alat siap digunakan, sebelum diserahkan perwakilan kelompok tani diberi edukasi mengenai cara pengoperasian dan perawatan mesin tersebut secara mandiri. Berdasarkan hasil perancangan didapatkan mesin penggiling padi dengan kapasitas 250 kg/jam dan dari hasil edukasi 70% perwakilan kelompok tani mampu mengoperasikan mesin penggiling padi.
PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN SEBAGAI KERUPUK BERKALSIUM TINGGI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN KERUPUK
Muslimah, Muslimah;
Yusnawati, Yusnawati;
Amna, Ulil
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3680
Masyarakat Indonesia menyukai ikan bandeng karena rasanya yang enak dan gurih. Selain itu, harga jual ikan bandeng juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Ikan bandeng tergolong ikan dengan kandungan protein tinggi dan rendah lemak. Ciri khas lain dari ikan bandeng adalah tulang/durinya yang tersebar diseluruh tubuh ikan. Bandeng dimanfaatkan masyarakat sebagai lauk pelengkap nasi yang dikonsumsi sehari-hari. Kegunaan lainnya adalah pengolahan ikan bandeng tanpa tulang, yaitu membuang duri ikannya agar konsumen tidak tersedak saat mengonsumsinya. Kegunaan lainnya adalah ikan bandeng sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk. Pengrajin kerupuk di Kota Langsa memproduksi kerupuk dengan menggunakan bahan baku bandeng. Selama ini mitra hanya memanfaatkan daging ikan bandeng dalam pembuatan kerupuk, padahal ada tulang ikan yang mempunyai nilai gizi tinggi namun tidak dimanfaatkan dan dianggap sebagai limbah. Metode yang digunakan dalam pengabdian in adalah survei, demontrsasi, dan pendampingan penjualan. Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tulang ikan sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk ikan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah keuntungan mitra meningkat dari Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 99.000 per kilogram, karena produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah yang tinggi dan mampu bersaing dengan cemilan sejenis
PENYULUHAN MEREK DAGANG DAN PEMASARAN DIGITAL MADU LEBAH TRIGONA PADA DESA SENGGIGI
Wika Utary, Baiq Ishariaty;
Agustina, Fitria Ika;
Juhartini, Juhartini
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3912
Karena statusnya sebagai tempat wisata, Desa Senggigi memiliki potensi yang sangat besar, tetapi masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan saat ini. Agrowisata tanaman trigona, yang digunakan sebagai makanan lebah madu, adalah salah satu daya tarik Desa Senggigi. Program PkM ini membantu pengusaha UMKM memiliki merek dagang untuk produk mereka, sehingga masyarakat luas dapat membedakan merek yang satu dengan yang lainnya, dan produk tersebut menjadi hak milik yang tidak dapat diplagiasi oleh orang lain. Program ini juga memanfaatkan pemasaran digital untuk menjual produk tersebut, sehingga meningkatkan area pemasaran dan volume penjualan. Hasil evaluasi dan pengawasan yang dilakukan Tim PkM selama kegiatan penyuluhan dan pelatihan ditunjukkan oleh evaluasi dan pengawasan kemampuan anggota UMKM selama program penyuluhan dan pelatihan merek dagang dan pemasaran digital. Para anggota UMKM telah diajarkan tentang pentingnya merek dan legalitas merek serta bagaimana menggunakan media pemasaran online dengan Android. Setelah sosialisasi, UMKM dapat memilih media mana yang akan mereka gunakan untuk mempromosikan diri mereka dan melakukan pemasaran dan penjualan secara digital. Mereka juga dapat memaksimalkan kegiatan usahanya untuk menjadi lebih baik di masa depan
PEMBERDAYAAN DESA WANDANPURO: TRANSFORMASI LIMBAH BATANG TALAS MENJADI PELUANG EKONOMI BERKELANJUTAN
Fiasari, Sinta Nur;
Luthfi, Ahmad;
Yosika, Diana Rosa;
Mustikarini, Monika Grace;
Prayoga, Diki
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3771
Limbah batang talas (lompong) yang melimpah di Desa Wandanpuro, Kabupaten Malang, belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, membuatnya kehilangan nilai praktis. Namun, melalui pengelolaan yang tepat, limbah lompong memiliki potensi besar untuk diubah menjadi produk makanan berkualitas tinggi, menciptakan peluang pendapatan yang signifikan bagi warga lokal. kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih masyarakat Desa Wandanpuro dalam mengolah limbah batang talas bernilai ekonomis dan yang berkelanjutan kepada masyarakat, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, dan memperluas pemahaman tentang branding serta pemasaran digital. Dengan pendekatan partisipatif, melibatkan aktifitas masyarakat dalam semua tahapan, pengabdian masyarakat ini berhasil membangun pemahaman dan antusiasme di kalangan warga. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Desa Wandanpuro yaitu masyarakat paham akan manfaat dari batang talas sehingga mereka terampil dalam mengolah limbah batang talas menjadi produk yang memiliki nilai jual. Harapannya, melalui sosialisasi dan pelatihan yang diberikan, masyarakat akan terus mengembangkan inisiatif ini, menciptakan ekonomi yang berkelanjutan sesuai dengan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
PELATIHAN STARTUP E-COMMERCE DALAM MENJAGA SUSTAINIBILITY SOSIAL DAN EKONOMI DI KELURAHAN MARIANA
Austin, Trecy;
Prihatini, Lishapsari;
Lisdiana, Lisdiana;
Marleni, Marleni;
Pratiwi, Diany Putri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3635
Telah terjadi perubahan paradigma di pasar dengan munculnya teknologi digital, yang menempatkan perusahaan, industri, dan konsumen dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk bertahan dan tetap kompetitif, usaha kecil harus menyesuaikan strategi mereka untuk memenuhi tuntutan baru pasar digital. Wilayah Mariana mempunyai lahan yang luas, namun belum ada produk khas yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, potensi alam yang cukup tidak menjadi faktor pembangunan yang penting secara sosial dan ekonomi. Salah satu tujuan layanan ini adalah untuk memberikan pelatihan dan seminar tentang cara menggunakan dan memasarkan website. Metode penerapannya adalah edukasi, pelatihan langsung melalui ponsel dan brainstorming. Pelatihan masyarakat digital diselenggarakan untuk para peserta yaitu ibu-ibu PKK Kelurahan Mariana. Memberikan pelatihan dengan memberikan materi dan menjelaskan apa saja yang perlu dipersiapkan. Antara lain website toko online diperkenalkan pada pelatihan dan lokakarya tersebut. Pelatihan dimulai dengan pengenalan situs e-commerce, cara penggunaan, pembuatan akun dan masuk ke situs tersebut. Peserta akan berlatih mengakses website e-commerce. Peserta diminta mendaftar untuk membuat akun dengan mengisi beberapa informasi pribadi dan memilih tombol Daftar. Setelah registrasi, pengguna dapat memasukkan nama pengguna dan kata sandinya. Berkat pelaksanaan pelatihan ini, peserta akan dapat menggunakan situs e-commerce untuk pemasaran dan melaksanakan rencana yang dibahas bersama
PELATIHAN PENGAPLIKASIAN LOGO SEBAGAI IDENTITAS VISUAL PADA MEDIA PROMOSI UMKM DULANGKU.ID PALEMBANG
Yulius, Yosef;
Lubis, Hestia Rachmat Nunciata
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.4016
Seiring meningkatnya perkembangan digital marketing, para penggiat usaha harus bisa menerapkan promosi secara digital mulai dari penggunaan logo sebagai merek identitas usaha hingga pengaplikasian logo pada kemasan produk dan media promosi cetak maupun digital. Penggunaan logo sebagai identitas visual merupakan salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian agar target sasaran mudah mengenali dan mengidentifikasi suatu merek. Dulangku.id merupakan salah satu penggiat usaha di bidang kuliner yang menjual produk kue tradisional yang dikemas dalam media promosi dengan kearifan lokal. Identitas visual menjadi suatu problematika yang dihadapi oleh para penggiat usaha kecil menengah, karena pada umumnya secara manajerial belum adanya divisi promosi dan desain grafis. Penggunaan logo sebagai identitas visual belum menjadi perhatian khusus, hal ini berdampak pada kelangsungan citra sebuah penggiat usaha dalam pandangan publik. Berdasarkan hal tersebut Dulangku.id berusaha membangun identitas visual dengan melakukan pelatihan kolaboratif dengan tim pengabdian masyarakat tentang pengaplikasian logo pada media promosi yang baik. Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode design thinking lima tahap. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengedukasi mitra PKM yakni Dulangku.id yang dimana baru memiliki logo, agar mampu memahami akan pentingnya pengaplikasian logo sebagai identitas usaha yang baik dan benar guna mendongkrak penghasilan dari penjualan produk. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran ilmu desain komunikasi visual pada masyarakat awam terkait pemahaman dasar akan logo
MENUMBUHKAN KREATIFITAS DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH
Aeni, Nur;
Sari, Desy Nurhasanah;
Suprianti, Tuti;
Bahar, Hasrawati;
Ansyarif, Azmalaeni Rifkah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3326
Minyak goreng bekas yang sudah sering digunakan di rumah tangga atau yang dikenal sebagai minyak jelantah seringkali tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan malah dibuang sembarangan ke tanah atau sungai, yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Potensi limbah minyak jelantah sangat besar karena dihasilkan dari usaha seperti restoran cepat saji, jasa katering, warung makan, hotel, dan bahkan industri makanan yang besar. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Di SMKS Farmasi Syekh Yusuf Al-Makassari, masyarakat diberikan pelatihan mengenai cara memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar untuk membuat lilin aromaterapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperluas kreativitas siswa dan membantu mereka menciptakan usaha mandiri yang dapat meningkatkan ekonomi mereka sendiri dan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah menyampaikan materi, diskusi yang interaktif, dan melakukan praktik langsung dalam workshop. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan siswa dalam kewirausahaan meningkat secara signifikan, yang dibuktikan melalui posttest dengan hasil mencapai 90%. Selain itu, siswa sangat antusias dan mengikuti tahapan kegiatan pelatihan secara penuh
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BRIKET MELALUI KEGIATAN WORKSHOP DAN ANALISIS NILAI EKONOMINYA
Wilda, Saniatun;
Umam, Hilman Imadul;
Pambudi, Teguh
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.4001
Tingkat penggunaan bahan bakar fosil yang tinggi memiliki dampak yang sangat berbahaya terhadap bumi. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi serta mengadopsi sumber energi alternatif. Biomassa dianggap sebagai sumber bahan bakar yang menjanjikan karena ketersediaannya yang melimpah di alam. Desa Telukambulu yang memiliki luas lahan sawah 84% dari total luas wilayahnya sehingga tidak hanya menghasilkan produk hasil pertanian yang bisa diperjualbelikan, tetapi juga menghasilkan limbah pertanian yang cukup besar khususnya limbah sekam padi. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pelatihan dalam memanfaatkan limbah sekam padi menjadi bahan bakar alternatif berupa briket. Kegiatan dirancang melalui dua sesi pelatihan, yakni pelatihan terstruktur dan pelatihan partisipatif. Pelatihan terstruktur mencakup sosialisasi mengenai briket dan pemaparan materi mengenai analisis ekonomi produk briket dengan metode ceramah, sementara pelatihan partisipatif melibatkan demonstrasi langsung pembuatan briket. Hasil kegiatan pelatihan kemudian dievaluasi, hasilnya lebih dari 80% peserta sangat setuju bahwa pelatihan yang dilakukan memberi pengetahuan, memberi gambaran teknis pembuatan briket dari limbah sekam padi, serta memberikan pengetahuan terkait analisis nilai ekonomi dari produk briket ketika dikomersilkan. Selain itu, sekitar 75% peserta terdorong untuk melakukan pengolahan limbah sekam padi menjadi briket untuk dikomersilkan. Sehingga perlu ada upaya tindak lanjut secara berkala untuk memastikan pemanfaatan limbah tetap optimal. Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada peserta, tetapi juga membuka potensi baru bagi masyarakat desa dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan.