cover
Contact Name
Galuh Pradian Y
Contact Email
jubitar.fik@unik-kediri.ac.id
Phone
+628113033977
Journal Mail Official
galuhpradian@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
http://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jubitar/index
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bidan Pintar (JuBiTar)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27213536     EISSN : 27213544     DOI : 10.30737/jubitar.v1i1.746
Jurnal Bidan Pintar adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri. Publikasi jurnal kebidanan yang memuat tulisan ilmiah hasil- hasil penelitian maupun kajian kesehatan di bidang ilmu kebidanan. Malalui wahana ini peneliti dan praktisi dalam bidang kebidanan dapat membagikan ilmu yang kuasi dan didapatkan dari hasil penelitian. Yang meliputi : Kesehatan Ibu - Kehamilan - Persalinan - Nifas Kesehatan Anak (Neonatus, Nayi, Anak dibawah 5 tahun) Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi - Kesehatan Reproduksi Remaja - Masa antara dan masa pra konsepsi - Kesehatan pra menopause - Wanita usia subur
Articles 125 Documents
EFEKTIFITAS PENERAPAN TOILET TRAINING TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN ENURESIS NOKTURNAL PADA ANAK USIA 3–5 TAHUN Asrofin, Binti; Dewi, Elok Sari
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v6i1.6465

Abstract

Abstrak Enuresis nokturnal atau mengompol pada malam hari merupakan masalah umum yang dialami anak usia prasekolah, terutama usia 3–5 tahun. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengurangi kejadian enuresis adalah dengan menerapkan toilet training secara tepat dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan toilet training secara efektif terhadap penurunan kejadian enuresis nokturnal pada anak usia 3–5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 anak yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (diberikan toilet training) dan kelompok kontrol (tidak diberikan intervensi), masing-masing berjumlah 10 anak. Data frekuensi enuresis dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi selama 2 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan dalam frekuensi enuresis nokturnal pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Ini menunjukkan bahwa penerapan toilet training secara efektif dapat menurunkan kejadian enuresis nokturnal pada anak usia 3–5 tahun. Penerapan toilet training yang tepat dan konsisten terbukti efektif dalam mengurangi kejadian enuresis nokturnal. Intervensi ini dapat menjadi bagian dari upaya promotif preventif untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.   Kata Kunci: Toilet training, enuresis nokturnal, intervensi perilaku
HUBUNGAN PEMAKAIAN BABY WALKER  PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DENGAN KEMAMPUAN BERJALAN Ummiyati , Muchlishatun; Joeliatin, Joeliatin
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v6i1.6466

Abstract

Abstrak Baby Walker  merupakan alat bantu berjalan untuk bayi yang dilengkapi dengan roda, di mana bayi ditempatkan dalam posisi duduk di dalamnya. Alat ini digunakan dengan tujuan membantu bayi untuk berpindah tempat. Banyak orang tua memilih menggunakan Baby Walker  karena dianggap dapat merangsang perkembangan motorik kasar agar bayi lebih cepat berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan Baby Walker  dengan kemampuan berjalan pada bayi usia 7–12 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 bayi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan Baby Walker , sedangkan variabel dependen adalah kemampuan berjalan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan Baby Walker  dan memiliki kemampuan berjalan baik sebanyak 2 bayi (6,25%), dan yang menggunakan Baby Walker  namun kemampuan berjalan kurang sebanyak 18 bayi (56,25%). Sementara itu, bayi yang tidak menggunakan Baby Walker  tetapi memiliki kemampuan berjalan baik sebanyak 2 bayi (6,25%), dan yang tidak menggunakan Baby Walker  dengan kemampuan berjalan kurang sebanyak 1 bayi (3,12%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan Baby Walker  dengan kemampuan berjalan pada bayi usia 7–12 bulan di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kab.Nganjuk, 2025. Dari hasil tersebut, disarankan kepada para ibu agar melatih kemampuan berjalan bayi sesuai dengan tahapan usianya guna menstimulasi perkembangan motorik kasar secara optimal, serta dianjurkan untuk tidak menggunakan Baby Walker . Kata Kunci: Baby Walker , kemampuan berjalan, bayi usia 7–12 bulan
PERAN TERAPI HERBAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS Aminah, Siti; Yanuaringsih, Galuh Pradian
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v6i1.6471

Abstract

Abstrak   HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan global, dengan dampak signifikan pada kualitas hidup Orang yang Hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Meskipun terapi antiretroviral (ARV) secara efektif mengendalikan replikasi virus, penggunaan jangka panjangnya sering kali menimbulkan efek samping yang menurunkan kesejahteraan fisik dan psikologis. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas terapi herbal, khususnya Curcuma longa (kunyit) dan Andrographis paniculata (sambiloto), dalam meningkatkan kualitas hidup ODHA yang menjalani terapi ARV di Klinik HIV/AIDS di Kota Kediri, Indonesia. Desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan kelompok kontrol pretest-posttest digunakan, melibatkan 40 peserta yang dibagi menjadi kelompok intervensi (herbal + ARV) dan kontrol (hanya ARV). Suplemen herbal diberikan dengan dosis 500 mg per kapsul, dua kali sehari, selama delapan minggu. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-HIV BREF, yang mencakup kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam semua domain kualitas hidup untuk kelompok intervensi, termasuk kesehatan fisik (55,3 hingga 70,2) dan kesehatan psikologis (50,7 hingga 67,4), dibandingkan dengan perubahan minimal pada kelompok kontrol. Tidak ada efek samping utama yang dilaporkan. Namun, keterbatasannya meliputi ukuran sampel yang kecil dan durasi intervensi yang singkat. Penelitian ini dibatasi oleh ukuran sampel yang kecil, durasi intervensi yang singkat, dan fokus pada pengukuran subjektif tanpa menyertakan parameter klinis objektif seperti viral. Penelitian ini berkontribusi pada integrasi terapi herbal ke dalam perawatan HIV/AIDS, memberikan bukti bagi dokter, pembuat kebijakan, dan peneliti untuk mendukung pendekatan kesehatan holistik bagi ODHA.   Kata kunci: Terapi herbal, ODHA, terapi ARV, kualitas hidup, Curcuma longa, Andrographis paniculata
PEMBERIAN KOMPRES DAUN SIRIH MERAH UNTUK MENGURANGI BENDUNGAN ASI IBU MENYUSUI Dewi, Mariza Mustika; Nirwana, Betanuari Sabda; Setiyowati, Widyah; Mularsih, Sri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v5i2.6676

Abstract

Abstrak Masalah menyusui yang tidak jarang terjadi adalah pembengkakan payudara atau bendungan ASI. Gejala yang muncul pada ibu menyusui dengan bendungan ASI antara lain adalah payudara bengkak, payudara terasa panas dan keras, dan terjadi peningkatan suhu tubuh ibu. Bendungan ASI terjadi karena adanya penyempitan pada duktus laktiferus maupun karena kelainan pada puting susu misalnya puting susu datar, terbenam, dan cekung. Bendungan ASI disebabkan karena air susu yang terkumpul tidak segera dikeluarkan sehingga menyebabkan sumbatan. Sumbatan tersebut dapat menimbulkan dampak yang serius jika tidak segera diatasi antara lain adalah mastitis dan abses payudara .Tujuan mengetahui pengaruh kompres daun sirih merah terhadap bendungan ASI pada ibu menyusui. Jenis studi quasy experimental one group pretest posttest design dengan 28 sampel. Uji statistik menggunakan dependen t-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan mayoritas ibu mengalami payudara yang terasa keras / tegas dan terasa sakit yaitu sebanyak 12 responden (42,8%), diikuti dengan payudara terasa keras / tegas dan terasa nyeri 9 responden (32,1%), dan payudara terasa keras / tegas dan terasa sangat sakit 8 responden (28,5%), sedangkan setelah perlakuan mayoritas ibu tidak mengalami gejala bendungan payudara yaitu 13 orang (46,4%), diikuti dengan payudara yang terasa keras / tegas dan tidak sakit yaitu sebanyak 8 responden (28,5%), payudara terasa keras / tegas dan terasa nyeri pada payudara 4 responden (14,3%), dan terdapat perubahan pada payudara 3 responden (10,7%). Uji statistik dependen t-tes menunjukkan nilai p-value<α (0,05) yang artinya ada pengaruh kompres daun sirih merah terhadap bendungan ASI pada ibu menyusui. Kesimpulan ada pengaruh kompres daun sirih merah terhadap bendungan ASI ibu menyusui. Kata kunci : bendungan ASI, kompres daun sirih merah, ibu nifas
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKLSUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Rofiah, Khofidhotur; Nirwana, Betanuari Sabda; Firdaus, Nikmatul; Viridula, Erike Yunicha; Nikmah , Anis Nikmatul
Jurnal Bidan Pintar Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v5i2.6920

Abstract

WHO menyatakan bahwa prevalensi balita Stunting yang ada di Indonesia cukup  tinggi. Indonesia termasuk dalam urutan ketiga negara dengan prevalensi tertinggi Stunting diwilayah Regional Asia Tenggara. di Indonesia Rata-rata prevalensi balita Stunting pada tahun 2005- 2017 mencapai 36,4%. Wilayah kerja Poskesdes Cerme Kabupaten Kediri Tahun 2024 merupakan rangking ke-2 dengan kasus stunting tertinggi di Kabupaten Kediri yaitu sebanyak 18%. Tujuan dari penelitian ini adalah adakah hubungan antara pemberian asi eklsusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan. Rancangan Penelitian Analitik Korelasi pendekatan Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh bayi yang berumur 31 bayi yang diambil dengan menggunakan total populasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data laporan gizi yang ada diposkesdes Cerme Kabupaten Kediri. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (74,2%) ibu memberikan ASI Ekslusif yaitu berjumlah 23 responden, sebagian besar (74,2%) responden tidak stunting yaitu berjumlah 23 respon, Berdasarkan analisa hubungan menggunakan Spearman rho mendapatkan hasil p value=0,002 < α=0,05, yang berarti Ho di tolak atau H1 diterima yang artinya ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting. Kekuatan hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting mendapatkan nilai (r) +0,543 dengan kekuatan hubungan sedang dengan arah hubungannya positif. Diharapkan ibu postpartum dapat memberikan ASI ekslusif sebagai langkah pencegahan dalam kejadian Stunting.  Kata Kunci: ASI Ekslusif, Stunting, Bayi 6-24 bulan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PREDIKTOR KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA MENJELANG PERSALINAN Sjahbuddin, Yulma; Muhamad, Zuriati; Ishak, Fifi; Yunus, Yuliandary
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6681

Abstract

Abstrak Kecemasan adalah masalah umum di kalangan ibu hamil, dengan 8-10% ibu mengalaminya dan angka ini meningkat tajam menjadi 12% menjelang persalinan. Peningkatan ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti perubahan hormon, kekhawatiran akan persalinan dan kesehatan bayi, serta kurangnya dukungan sosial, berdasar data World Health Organization tahun 2020. Tujuan penelitian,  untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga saat menghadapi persalinan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif dari para ibu hamil secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan yang sesuai dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor pemicu utama kecemasan, yaitu: ibu hamil yang belum memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya, kurangnya dukungan sosial, paparan media sosial, riwayat operasi caesar, dan riwayat medis tertentu seperti hipertensi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam bagi petugas kesehatan untuk merancang intervensi yang lebih efektif dalam membantu ibu hamil mengatasi kecemasan mereka. Kata kunci : Kecemasan ; Ibu hamil ; Trimester III ; Persalinan.    
FAKTOR-FAKTOR PELAYANAN KEBIDANAN YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN Isa, Setiawati; Ishak, Fifi; Zakaria , Fatma; Kum , Thamrin A
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6685

Abstract

Abstrak   Mutu pelayanan kebidanan merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien yang tinggi mencerminkan pelayanan yang berkualitas dan berdampak pada peningkatan penggunaan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pelayanan kebidanan yang mempengaruhi kepuasan pasien di Puskesmas Hulonthalangi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, bukti fisik, dan empati, dengan nilai p-value = 0.000 (<0.05). Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan yang mencakup aspek profesionalisme, responsivitas, fasilitas fisik, serta perhatian dan empati tenaga kesehatan berpengaruh nyata terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan kebidanan perlu menjadi prioritas untuk mencapai pelayanan yang lebih optimal.   Kata kunci : Kepuasan Pasien, Pelayanan Kebidanan
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN MASALAH EMOSI DAN PERILAKU PADA REMAJA Mooduto, Charmila; Zakaria, Fatmah; Yunus, Yuliandary; Sondakh, Levana
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6687

Abstract

Abstrak Remaja rentan mengalami masalah emosi dan perilaku yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan kehidupan sosial. Skrining masalah emosi dan perilaku pada remaja sangat penting untuk mengidentifikasi risiko gangguan mental sejak dini. Skrining intervensi yang tepat dapat dilakukan sebelum masalah berkembang lebih serius. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pola asuh dengan emosi dan perilaku remaja dengan melakukan skrining SDQ pada remaja di wilayah Puskesmas Dumbayabulan guna memberikan intervensi yang berbasis bukti untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Metode penelitian menggunakan desain penelitian Kuantitatif deskriptif Cross-Sectional. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang terstandar yaitu  kuesioner (Strengths and Difficulties Questionnaire/SDQ). Sampel dalam penelitian ini adalah 154 responden remaja yang diambil dari SMAN 1 Suwawa Timur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukan  ada hubungan pola asuh dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Dumbayabulan dengan hasil uji statistic (chi square) pValue=0.022<0.05. Kesimpulan Ada hubungan pola asuh dengan masalah emosi dan perilaku remaja di wilayah kerja Puskesmas Dumbayabulan. Kata kunci :: Pola Asuh, Emosi, Perilaku, Remaja, SDQ Abstract (Bahasa Inggris, spasi 1, font 11 Times New Roman, italic) Adolescents are vulnerable to emotional and behavioural problems that can have an impact on mental well-being and social life. Screening for emotional and behavioural problems in adolescents is very important to identify the risk of mental disorders early on. Appropriate intervention screening can be done before the problem develops more seriously. This study aims to identify the relationship between parenting patterns and adolescent emotions and behaviours by conducting SDQ screening on adolescent in the Dumbayabulan Health Centre area in order to provide evidence-based interventions to improve adolescent mental health. The research method uses a quantitative descriptive cross-sectional research design. This study uses a standardized measuring instrument, namely a questionnaire (SDQ). The sample in this study was 154 adolescent respondents taken from SMAN 1 Suwawa Timur. The sampling technique used was total sampling. The results of the study showed that there was a relationship between parenting patterns and emotional and behavioural problems in adolescent in the Dumbayabulan Health Centre work area with the results of statistical tests (Chi square) pValue=0.022<0.05. conclusion there is a relationship between parenting patterns and emosional and behavioural problems in adolescent in the Dumbayabulan Health Centre work area.   Keywords : Parenting Patterns, Emotions, Behaviour, Adolescents, SDQ
PENGARUH KONSUMSI PUTIH TELUR TERHADAP PENYEMBUHAN LASERASI PERINEUM DERAJAT II PADA IBU POSTPARTUM Warlin Saud, Izrin Abduulah; Nurdin , St Surya Indah; Melani , Nour Arriza Dwi; Yunus , Yuliandary
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6691

Abstract

Abstrak Dampak telrjadinya rupturel pelrinelum pada ibu antara lain telrjadinya infelksi pada luka jahitan, sellain itu juga dapat melnyelbabkan pelrdarahan bahkan jika pelnangananya lambat dapat melnyelbabkan kelmatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi putih telur terhadap penyembuhan laserasi perineum derajat II pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen dan rancangan two group posttelst only design. Melibatkan 30 responden yang terdiri dari 15 ibu postpartum yang mengkonsumsi putih telur dan 15 ibu yang tidak mengkonsumsi putih telur. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan dianalisis dengan uji mann whitney u dan perhitungan komputerisasi spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pelrbeldaan rata-rata yang signifikan antara waktu pelnyelmbuhan luka kellompok intelrvelnsi maupun kellompok kontrol dengan nilai (P value= 0,025). Maka dapat disimpulkan bahwa telrdapat pelngaruh konsumsi putih tellur telrhadap pelnyelmbuhan laselrasi pelrinelum delrajat II pada ibu postpartum. Kata kunci: ibu nifas, rupture perineum, putih telur     Abstract   The impacts of a perineal rupture on mothers include infection of the stitches and bleeding. In severe cases, if not handled quickly, it can even lead to death. This research aims to understand the effect of egg white consumption on the healing of second-degree perineal lacerations in postpartum mothers. This study uses a quantitative method with a quasi-experimental approach and a two-group post-test only design. It involves 30 respondents: 15 postpartum mothers who consumed egg whites and 15 mothers who did not. Data was collected through observation sheets and analyzed using the Mann-Whitney U test and computerized SPSS calculations. The results show a significant difference in the average wound healing time between the intervention and control groups, with a P-value of 0.025. Therefore, it can be concluded that consuming egg whites affects the healing of second-degree perineal lacerations in postpartum mothers.   Keywords : postpartum mother, perineal rupture, egg whites      
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN TANTRUM PADA ANAK Sulistyoningrum , Wahyu; Yulifah, Rita; Mas’udah, Endah Kamila
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6801

Abstract

Abstrak Tantrum merupakan perilaku destruktif yang dilakukan anak dalam mengekspresikan emosi, rasa frustasi, dan kecewa dikarenakan keinginannya tidak terpenuhi. Anak-anak di Indonesia umumnya mengalami tantrum saat berusia 1 tahun dan frekuensinya dapat meningkat dari 23% hingga 83% saat berusia 2 hingga 4 tahun. Akibat yang ditimbulkan anak akan mengalami cedera fisik saat terjadinya ledakan emosi, dan anak tantrum ketika dewasa akan mempunyai kontrol diri yang rendah dan mudah marah. Pengasuhan orang tua dapat memberikan dampak besar dalam kemungkinan anak untuk menjadi tantrum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian tantrum pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel merupakan total populasi sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji chi square dilanjutkan dengan fisher’s exact dengan hasil (ρ = 0,029 < 0,05) yang berarti ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian tantrum pada anak. Hampir seluruhnya anak yang tidak tantrum mendapatkan pola asuh demokratis dan pola asuh campuran (demokratis dan otoriter). Pemberian pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak dapat mencegah terjadinya tantrum. Disarankan pada orang tua untuk memberikan pola asuh sesuai dengan kebutuhan anak yang dalam penelitian ini pola asuh demokratis menunjukan hasil emosional anak yang baik.   Kata kunci : balita, pola asuh, tantrum

Page 10 of 13 | Total Record : 125