Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
42 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 2 (2024)"
:
42 Documents
clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA SUKA DATANG KECAMATAN TUBEI KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU
ARAFAH, DHINILLAH;
WAHYUNI, IKE DIAN;
SAKTIAWAN, YUSUP
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: World Health Organizatation (WHO) tahun 2018 diketahui bahwa sebanyak 2,3 milyar orang di dunia masih memiliki keterbatasan untuk mengakses sanitasi dasar lengkap, sedangkan diketahui bahwa Buang Air Besar (BAB) secara terbuka atau open defecation masih dilakukan oleh 892 juta orang di dunia. Profil Kesehatan Indonesia (2022), persentase keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) di Indonesia tahun 2022 adalah 80,92%. persentase akses sanitasi layak Desa Suka Datang tahun 2020 (48,3%), 2021 (48,2%), 2022 (48%) dan 2023 (48%). Tujuan penelitian Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban di Desa Suka Datang, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Metode: Survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 kepala keluarga dengan Teknik pengambilan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Pengetahuan mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,002), Sikap mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,013), Ketersediaan Air mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,012) dan Peran Petugas Kesehatan mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,002). Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan, sikap, ketersediaan air dan peran petugas kesehatan dengan kepemilikan jamban di Desa Suka Datang, Kecamatan Tubei, Kabupaten lebong, Provinsi Bengkulu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR PADA PENAMPUNGAN MATA AIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA DONOK
KARTIKA, INTAN WEDY;
RUPIWARDANI, IRFANY;
SARI, DEVITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Sumber air bersih masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kota Donok sebagian besar (87%) adalah air dari penampungan mata air. Tahun 2020 diketahui tiga dari empat penampungan mata air memiliki kualitas mikrobilogi yang tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai Permenkes No.2 tahun 2023. Kualitas air yang kurang bersih tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobilogi air pada penampungan mata air. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu sebanyak 4 penampungan mata air. Analisa hasil penelitian untuk mengetahui pengaruhnya menggunakan uji Chi-squre. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan penelitian pemeriksaan kualitas mikrobiologi didapatkan bahwa: 3 dari 4 PMA tidak memenuhi syarat kesehatan dengan jumlah bakteri e.coli ≥76 MPN/100 ml dan coliform ≥116 MPN/100 ml. Berdasarkan hasil uji_Chi-square & kondisi fisik penampungan mata air ada pengaruh terhadap kualitas mikrobiologi penampungan mata air (p = 0,046) dan jarak sumber pencemar tidak ada pengaruh terhadap kualitas mikrobiologi penampungan mata air (p = 0,248). Kesimpulan: Dapat disimpulkan faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobiologi pada penampungan mata air adalah kondisi fisik penampungan mata air.
HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANG KOTA BENGKULU
ALI, HAIDINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyakit diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan. Beberapa faktor yang berkaitan dengan kejadian diare yaitu tidak memadainya penyediaan air bersih, air tercemar oleh tinja, kekurangan sarana kebersihan (pembuangan tinja yang tidak higienis), kebersihan perorangan dan lingkungan yang jelek. Berdasarkan data Puskesmas Kandang, jumlah penderita diare pada balita di Kelurahan kandang tahun 2015 sebanyak 181 balita, tahun 2016 sebanyak 293 balita, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 328 balita.Tujuan penelitian diketahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Metode Penelitian ini merupakan penelitian dalam bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan cross-sectional.Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.003 lebih kecil dari p,0,05 yang berarti bahwa ada hubungan antara cuci tangan dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu, Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.006 lebih besar dari p,0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan sarana air besih dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu, Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.006 lebih besar dari p,0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara jamban dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu, Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.271 lebih besar dari p,0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara lantai dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu.Diharapkan Bagi Puskesmas Kandang penelitian ini dapat menjadi data dasar dan sumber informasi penting bagi petugas Puskesmas Kandang dalam program pemberantasan penyakit Menular Khususnya Diare.
ANALISIS PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SISTEM REPRODUKSI MELALUI SADARI DAN PEMERIKSAAN IVA
METASARI, DES;
RAHMAWATI, DIYAH TEPI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Data IARC (International Agency For Research On Cancer) tahun 2023 dilaporkan 312.990 kasus kanker serviks dan kanker payudara serta sekitar 90% kematian akibat kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia, berdasarkan data GLOBOCAN pada tahun 2019 kanker serviks menduduki urutan kedua di Indonesia dengan mortalitas, serta kanker payudara dan kanker serviks menempati urutan pertama dan kedua sebagai penyebab kematian (Riskesdas, 2019). Pencegahan kematian dan keterlambatan pengobatan kanker dapat diatasi dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan merubah perilaku masyarakat menjadi perilaku sehat dengan SADARI, SADANIS dan test IVA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan WUS dengan perilaku deteksi dini kanker sistem reproduksi (kanker payudara dan kanker serviks) melalui SADARI dan IVA. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain crossectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang berkunjung ke PMB bidan Z. Muharramah, SST dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil dengan Teknik accidental sampling, dengan dilakukan uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini hampir setengah dari responden (46,7%) mempunyai pengetahuan yang baik tentang deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks melalui SADARI dan IVA, sebagian besar responden (60%) mempunyai perilaku yang cukup dalam deteksi dini kanker sistem reproduksi (kanker payudara dan kanker serviks) melalui SADARI dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku deteksi dini kanker sistem reproduksi (kanker payuadara dan kanker serviks) melalui SADARI dan IVA. Kesimpualan dalam penelitian ini, peningkatan pengetahuan sangat berakitan dengan upaya deteksi dini kanker sistem reproduksi untuk menurunkan mortalitas pasien kanker. sehingga disarankan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi tentang kanker sistem reproduksi melalui penyebaran informasi ke media sosial, cetak dna elektronik serta melakukan penyuluhan Kesehatan ke Masyarakat, melakukan Gerakan SADARI dan pemeriksana IVA gratis.
PREVALENSI PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KOTA BENGKULU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
LAKSONO, HERU;
FEBRIYANTO, TEDY;
FITRIANY, EVI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Diabetes adalah penyakit gangguan metabolik dengan adanya hiperglikemia kronik dimana terjadi resistensi insulin atau gangguan sekresi yang menyebabkan komplikasi multiorgan termasuk komplikasi pada mata, ginjal, saraf, pembuluh darah, dan jantung. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya belum terdiagnosis sehingga terancam berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional yang bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu. Sampel pada penelitian ini adalah penderita DM yang berdomisili di Kota Bengkulu. Sampel diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling, yaitu penderita DM yang datang berkunjung ke puskesmas di Kota Bengkulu pada saat dilakukan penelitian. Puskesmas yang dipilih adalah puskesmas dengan jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Hasil dan Pembahasan: Beberapa factor yang berhubungan dengan kejadian penurunan tajam penglihatan pada penderita Diabetes yaitu: Umur (OR=3.467), jenis kelamin,Lama Sakit (OR=2.922), Merokok, Hipertensi, Keiasaan Minum Obat dan Kebiasaan periksa gula darah (OR=3.138). Kesimpulan: Beberapa factor yang berhubungan dengan kejadian penurunan tajam penglihatan pada penderita Diabetes yaitu: Umur (OR=3.467), Lama Sakit (OR=2.922) dan Kebiasaan periksa gula darah (OR=3.138).
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR
APRIANTI, DELTA;
RAMLIS, RAVIKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemantauan pertumbuhan anak merupakan alat untuk mengetahui status gizi anak balita. Salah satu status gizi balita yang mudah diketahui masyarakat yaitu dengan adanya garis merah di Kartu menuju Sehat (KMS) Balita. Masalah pertumbuhan balita akan bertambah lebih komplek, jika tidak dilakukan penanganan dengan cepat. Peranan dari keluarga khususnya para ibu harus memilki kesadaran dan memperhatikan hal-hal yang perlu dilakukan dengan pemberian asupan gizi pada anak dan mengikuti program pemerintah pemberian vitamin dan imunisasi dengan melakukan kunjungan di posyandu, untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan panduan KIA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Analisis Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Prasekolahh di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 338 responden. Besar sampel penelitian ini sebanyak 138 responden. Cara pengambilan sampel penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan mayoritas perkembangan anak yaitu kategori sesuai 148 responden (80,9%), meragukan 32 responden (17,5%), dan penyimpangan 3 responden (1,6%). Kemudian hasil penelitian pertumbuhan mayoritas anak kategori normal yaitu 176 responden (96,2%), kurus 3 responden (1,6), dan gemuk 4 responden (2,2%). Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki perkembangan yang sesuai dan pertumbuhan yang normal. Gambaran tumbuh kembang anak usia prasekolah mayoritas dalam kategori sesuai dan normal. Kepada orang tua diharapkan dapat memperhatikan tumbuh kembang anak untuk mencegah keterlambatan tumbuh kembang anak.
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN TENIS LAPANGAN PADA PETENIS DI DREZA TENNIS SCHOOL KOTA BENGKULU
SEPTRIAN DANI, EGU TEGUH;
FARIZAL, JON;
WELKRIANA, PUTRI WIDELIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Olahraga Tenis Lapangan menjadi salah satu aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah, mengakibatkan sensitivitas dari reseptor insulin meningkat sehingga glukosa darah yang dipakai untuk metabolisme energi semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan Guyton, glukosa masuk ke dalam otot kemudian glukosa dalam otot dibakar dengan aktivitas fisik untuk energi sehingga glukosa darah menurun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one-group pre test dan post test. Sampel penelitian berjumlah 31 responden dengan teknik total sampling. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan. Uji yang digunakan yaitu t-test dependent. Hasil : Hasil analisis menggunakan t-test dependent menunjukkan bahwa perbedaan rerata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan 0,097+18,611 dengan ρ Value=0,977 (0,977≥0,05) maka disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Kesimpulan : Adanya perbedaan rerata namun tidak signifikan terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Memberikan informasi kepada Masyarakat atau petenis mengenai kadar glukosa darah dalam tubuh sebelum dan setelah melakukan latihan tenis lapangan diperlukan asupan air gula yang cukup.
FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU
SINDI, REGITA TIARA;
MARYANI, DENI;
HIMALAYA, DARA;
PURNAMA, YETTI;
DESTRIANI, SRI NENGSI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Keluarga Berencana (KB) adalah suatu usaha untuk dapat mempermudah pasangan mengatur jarak antar anak, menghindari lahirnya anak yang belum di inginkan. Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kontrasepsi dengan kandungan hormon progestin saja yang mirip hormon progesteron alami dalam tubuh perempuan bertujuan untuk mengindari terjadinya ovulasi, memadatkan lendir, menipiskan dinding rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami, persepsi ibu dan peran tenaga kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel slovin yaitu sebanyak 74 orang. Hasil penelitian mununjukkan uji chi square diperoleh nilai dukungan suami (p-value = 0,03< 0,05) dan peran tenaga Kesehatan (p-value = 0,144>0,05). Hasil analisa multivariat faktor persepsi ibu dengan nilai (OR= 2,904). Kesimpulan diperoleh ada hubungan antara dukungan suami dan persepsi ibu terhadap pemilihan KB suntik 3 bulan dan tidak ada hubungan antara peran tenaga Kesehatan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan, dan faktor yang paling dominan adalah persepsi ibu (OR = 2,904) berarti persepsi ibu yang baik terhadap suntik 3 bulan berpeluang 2,904 kali lebih besar memengaruhi ibu untuk menggunakan kontrasepsi ini dibandingkan dengan persepsi ibu yang kurang.
GAMBARAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI DAERAH ENDEMIS KOTA BENGKULU
SUTRISNA, MARLIN;
WULANDARI, WULANDARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit Dengue masih belum terkendali dengan baik, terbukti dengan peningkatan angka kejadian Dengue secara bermakna di seluruh dunia serta wabah yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Penyebab penyakit in adalah nyamuk aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keberadaan jentik nyamuk di daerah endemis Kota Bengkulu. Metode: Desain dalam penellitian ini dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Tempat penelitian ini dilakukan di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini diambil di RT 12 dengan jumlah sampel sebanyak 70 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan accedental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Data di analisis dengan menggunakan uji deskriptif statistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini didapatkan dari 70 responden, terdapat 20 responden (28,6%) keluarga yang tidak ada jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah, sedangkan 50 responden (71.4%) keluarga yang terdapat jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah. Kesimpulan: Keberadaan jnetik nyamuk dapat meningkatkan resiko penyakit infeksi salah satunya peyakit demam berdarah dengue.
PENULARAN INFEKSI HEPATITIS B MELALUI PASANGAN SEKSUAL PADA IBU HAMIL DI KOTA BENGKULU, INDONESIA
DINIARTI, FIYA;
ROMLI, HERLINAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan endemisitas hepatitis B tertinggi di Asia Tenggra, setelah Myanmar. Infeksi virus hepatitis B merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dikalangan ibu hamil diseluruh dunia. Virus hepatitis B sangat menular dan merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil. Informasi tentang penularan hepatitis B dikalangan ibu hamil diwilayah ini terbatas, oleh karena itu, penelitian ini memberikan informasi terkini tentang faktor penyebab penularan hepatitis B melalui pasangan seksual di kalangan ibu hamil di Kota Bengkulu. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case-control. Sampel sebanyak 50 orang dari data sekunder yang diapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan konsekutif sampling. Data pasangan seksual dan kejadian hepatitis B pada ibu hamil, diukur dengan menggunakan kuesioner yang divalidasi, analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif dan bivariat (Chi-Square). Hasil: Uji Chi Square diperoleh nilai asymp.sig (p) = 0,001 karena nilai p < 0.05, maka ada hubungan yang signifikan antara pasangan seksual dengan kejadian Hepatitis B pada ibu hamil dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 7.8 (95% CI = 2.07 – 29.94), artinya responden yang pasangan seksualnya lebih dari satu berisiko 7,8 kali untuk menderita Hepatitis B dibandingkan dengan responden yang pasangan seksualnya hanya satu pasangan seksual. Kesimpulan: Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai strategi pengendalian penularan hepatitis B pada ibu hamil malalui skrinning (HBsAg) untuk mencapai eliminasi global hepatitis B pada tahun 2030.