Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
420 Documents
PREVALENSI PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KOTA BENGKULU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
LAKSONO, HERU;
FEBRIYANTO, TEDY;
FITRIANY, EVI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Diabetes adalah penyakit gangguan metabolik dengan adanya hiperglikemia kronik dimana terjadi resistensi insulin atau gangguan sekresi yang menyebabkan komplikasi multiorgan termasuk komplikasi pada mata, ginjal, saraf, pembuluh darah, dan jantung. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya belum terdiagnosis sehingga terancam berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional yang bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu. Sampel pada penelitian ini adalah penderita DM yang berdomisili di Kota Bengkulu. Sampel diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling, yaitu penderita DM yang datang berkunjung ke puskesmas di Kota Bengkulu pada saat dilakukan penelitian. Puskesmas yang dipilih adalah puskesmas dengan jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Hasil dan Pembahasan: Beberapa factor yang berhubungan dengan kejadian penurunan tajam penglihatan pada penderita Diabetes yaitu: Umur (OR=3.467), jenis kelamin,Lama Sakit (OR=2.922), Merokok, Hipertensi, Keiasaan Minum Obat dan Kebiasaan periksa gula darah (OR=3.138). Kesimpulan: Beberapa factor yang berhubungan dengan kejadian penurunan tajam penglihatan pada penderita Diabetes yaitu: Umur (OR=3.467), Lama Sakit (OR=2.922) dan Kebiasaan periksa gula darah (OR=3.138).
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR
APRIANTI, DELTA;
RAMLIS, RAVIKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemantauan pertumbuhan anak merupakan alat untuk mengetahui status gizi anak balita. Salah satu status gizi balita yang mudah diketahui masyarakat yaitu dengan adanya garis merah di Kartu menuju Sehat (KMS) Balita. Masalah pertumbuhan balita akan bertambah lebih komplek, jika tidak dilakukan penanganan dengan cepat. Peranan dari keluarga khususnya para ibu harus memilki kesadaran dan memperhatikan hal-hal yang perlu dilakukan dengan pemberian asupan gizi pada anak dan mengikuti program pemerintah pemberian vitamin dan imunisasi dengan melakukan kunjungan di posyandu, untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan panduan KIA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Analisis Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Prasekolahh di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 338 responden. Besar sampel penelitian ini sebanyak 138 responden. Cara pengambilan sampel penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan mayoritas perkembangan anak yaitu kategori sesuai 148 responden (80,9%), meragukan 32 responden (17,5%), dan penyimpangan 3 responden (1,6%). Kemudian hasil penelitian pertumbuhan mayoritas anak kategori normal yaitu 176 responden (96,2%), kurus 3 responden (1,6), dan gemuk 4 responden (2,2%). Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki perkembangan yang sesuai dan pertumbuhan yang normal. Gambaran tumbuh kembang anak usia prasekolah mayoritas dalam kategori sesuai dan normal. Kepada orang tua diharapkan dapat memperhatikan tumbuh kembang anak untuk mencegah keterlambatan tumbuh kembang anak.
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN TENIS LAPANGAN PADA PETENIS DI DREZA TENNIS SCHOOL KOTA BENGKULU
SEPTRIAN DANI, EGU TEGUH;
FARIZAL, JON;
WELKRIANA, PUTRI WIDELIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Olahraga Tenis Lapangan menjadi salah satu aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah, mengakibatkan sensitivitas dari reseptor insulin meningkat sehingga glukosa darah yang dipakai untuk metabolisme energi semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan Guyton, glukosa masuk ke dalam otot kemudian glukosa dalam otot dibakar dengan aktivitas fisik untuk energi sehingga glukosa darah menurun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one-group pre test dan post test. Sampel penelitian berjumlah 31 responden dengan teknik total sampling. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan. Uji yang digunakan yaitu t-test dependent. Hasil : Hasil analisis menggunakan t-test dependent menunjukkan bahwa perbedaan rerata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan 0,097+18,611 dengan ρ Value=0,977 (0,977≥0,05) maka disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Kesimpulan : Adanya perbedaan rerata namun tidak signifikan terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Memberikan informasi kepada Masyarakat atau petenis mengenai kadar glukosa darah dalam tubuh sebelum dan setelah melakukan latihan tenis lapangan diperlukan asupan air gula yang cukup.
FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU
SINDI, REGITA TIARA;
MARYANI, DENI;
HIMALAYA, DARA;
PURNAMA, YETTI;
DESTRIANI, SRI NENGSI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Keluarga Berencana (KB) adalah suatu usaha untuk dapat mempermudah pasangan mengatur jarak antar anak, menghindari lahirnya anak yang belum di inginkan. Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kontrasepsi dengan kandungan hormon progestin saja yang mirip hormon progesteron alami dalam tubuh perempuan bertujuan untuk mengindari terjadinya ovulasi, memadatkan lendir, menipiskan dinding rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami, persepsi ibu dan peran tenaga kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel slovin yaitu sebanyak 74 orang. Hasil penelitian mununjukkan uji chi square diperoleh nilai dukungan suami (p-value = 0,03< 0,05) dan peran tenaga Kesehatan (p-value = 0,144>0,05). Hasil analisa multivariat faktor persepsi ibu dengan nilai (OR= 2,904). Kesimpulan diperoleh ada hubungan antara dukungan suami dan persepsi ibu terhadap pemilihan KB suntik 3 bulan dan tidak ada hubungan antara peran tenaga Kesehatan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan, dan faktor yang paling dominan adalah persepsi ibu (OR = 2,904) berarti persepsi ibu yang baik terhadap suntik 3 bulan berpeluang 2,904 kali lebih besar memengaruhi ibu untuk menggunakan kontrasepsi ini dibandingkan dengan persepsi ibu yang kurang.
GAMBARAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI DAERAH ENDEMIS KOTA BENGKULU
SUTRISNA, MARLIN;
WULANDARI, WULANDARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit Dengue masih belum terkendali dengan baik, terbukti dengan peningkatan angka kejadian Dengue secara bermakna di seluruh dunia serta wabah yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Penyebab penyakit in adalah nyamuk aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keberadaan jentik nyamuk di daerah endemis Kota Bengkulu. Metode: Desain dalam penellitian ini dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Tempat penelitian ini dilakukan di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini diambil di RT 12 dengan jumlah sampel sebanyak 70 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan accedental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Data di analisis dengan menggunakan uji deskriptif statistik. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini didapatkan dari 70 responden, terdapat 20 responden (28,6%) keluarga yang tidak ada jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah, sedangkan 50 responden (71.4%) keluarga yang terdapat jentik nyamuk diluar maupun didalam rumah. Kesimpulan: Keberadaan jnetik nyamuk dapat meningkatkan resiko penyakit infeksi salah satunya peyakit demam berdarah dengue.
PENULARAN INFEKSI HEPATITIS B MELALUI PASANGAN SEKSUAL PADA IBU HAMIL DI KOTA BENGKULU, INDONESIA
DINIARTI, FIYA;
ROMLI, HERLINAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan endemisitas hepatitis B tertinggi di Asia Tenggra, setelah Myanmar. Infeksi virus hepatitis B merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dikalangan ibu hamil diseluruh dunia. Virus hepatitis B sangat menular dan merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil. Informasi tentang penularan hepatitis B dikalangan ibu hamil diwilayah ini terbatas, oleh karena itu, penelitian ini memberikan informasi terkini tentang faktor penyebab penularan hepatitis B melalui pasangan seksual di kalangan ibu hamil di Kota Bengkulu. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case-control. Sampel sebanyak 50 orang dari data sekunder yang diapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan konsekutif sampling. Data pasangan seksual dan kejadian hepatitis B pada ibu hamil, diukur dengan menggunakan kuesioner yang divalidasi, analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif dan bivariat (Chi-Square). Hasil: Uji Chi Square diperoleh nilai asymp.sig (p) = 0,001 karena nilai p < 0.05, maka ada hubungan yang signifikan antara pasangan seksual dengan kejadian Hepatitis B pada ibu hamil dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 7.8 (95% CI = 2.07 – 29.94), artinya responden yang pasangan seksualnya lebih dari satu berisiko 7,8 kali untuk menderita Hepatitis B dibandingkan dengan responden yang pasangan seksualnya hanya satu pasangan seksual. Kesimpulan: Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai strategi pengendalian penularan hepatitis B pada ibu hamil malalui skrinning (HBsAg) untuk mencapai eliminasi global hepatitis B pada tahun 2030.
PERAWATAN SAAT KEHAMILAN PADA IBU DENGAN BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENURUNAN DAN JALAN GEDANG KOTA BENGKULU
ANNURIL, KHELI FITRIA;
ERVAN, ERVAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Secara global, satu dari empat anak (25%) berusia di bawah lima tahun mengalami keterlambatan perkembangan dan pertumbuhan (stunting). Dari anak-anak stunting ini, 90% tinggal di Sub-Sahara Afrika dan Asia (Tingkat dan Tren Malnutrisi Anak, WHO, UNICEF, Bank Dunia 2012). Stunting di negara-negara berkembang sering dimulai pada saat perkembangan janin di dalam rahim ibu dan tingkat keparahannya meningkat hingga mencapai usia dua tahun, yang dikenal dengan “1000 hari pertama kelahiran”. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai pengalaman dan perawatan ibu saat proses kehamilan balita stunting di Kota Bengkulu. Menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi pada 4 orang partisipan yang diambil secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Penuruna dan jalan Gedang. Tehnik analisis data menurut Colaizzi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Ada tiga tema utama yang dihasilkan dari penelitian ini , 1) Persepsi Ibu yang memiliki balita stunting di wilayah Kerja Puskesmas Penurunan dan jalan Gedang tentang kehamilan dan Stunting, 2) bentuk perawatan saat kehamilan, 3) Perilaku Pencarian Dukungan Kesehatan (Health Seeking Behaviour), 4) peran keluarga saat kehamilan. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman lebih dalam tentang upaya perawatan yang diterima ibu selama kehamilan dan merekomendasikan peningkatan layanan antenatal untuk mencegah stunting pada bayi.
PENGARUH PENDIDIKAN GIZI MENGGUNAKAN KARTU EDUKASI GIZI (KARZI) TERHADAP PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 27 KOTA BENGKULU TAHUN 2024
PRATAMA, MUTIARA ALYSA;
JUMIYATI, JUMIYATI;
NATAN, OKDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Permasalahan gizi di Indonesia merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang belum dapat ditangani hingga kini. Permasalahan gizi dapat berupa gizi kurang dan gizi lebih, yang dapat dialami oleh anak-anak. Konsumsi makanan yang mengandung energi dari karbohidrat sebanyak 50%-65%, protein 10-20%, dan lemak 20-30% dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan gizi menggunakan kartu edukasi gizi (karzi) terhadap pengetahuan gizi seimbang dan asupan zat gizi makro (protein, lemak, karbohidrat) pada anak sekolah dasar di SDN 27 Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental Design, racangan yang digunakan Pre-Post Test With Control Group, teknik mengambilan sampel purposive sampling, Instrumen penelitian terdiri dari angket identitas responden, kuesioner gizi seimbang, karzi, poster, formulir recall 2x24 jam, buku makanan. Hasil dan Pembahasan: Menunjukan bahwa gambar skor pengetahuan gizi seimbang responden sebelum diberikan karzi pada kelompok intervensi berada pada kategori baik yaitu 8,5%, setelah diberikan karzi pada kategori baik yaitu 54,2%. Skor pengetahuan gizi seimbang responden sebelum diberikan media poster pada kelompok kontrol berada pada kategori baik yaitu 12,8%, setelah diberikan media poster pada kategori baik yaitu 57,1%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan gizi seimbang menggunakan karzi dan poster pengaruh dengan kejadian Pendidikan gizi, asupan protein ada pengaruh dengan terhadap Pendidikan gizi menggunakan karzi, Sedang dengan menggunakan poster asupan karbohidrat ada pengaruh di SDN 27 Kota Bengkulu.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN (AKSI 2) KONVERGENSI DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN
ALIDI, MUHAMMAD SOLID;
SHUBUH, M.;
DUSIRIAH, DUSIRIAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8469
Latar belakang: Upaya percepatan penurunan stunting akan lebih tepat apabila dilakukan secara terintegrasi, holistik dan konvergensi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari tingkat desa sampai pusat. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas program penanganan stunting dan mengkaji faktor penghambat tercapainya efektivitas program penanganan stunting melalui aksi dua konvergensi di kabupaten Bengkulu Selatan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif dengan sumber data sekunder dan primer dengan melakukan analisis terhadap kelengkapan dokumen Aksi 2 dan wawancara mendalam kepada stakeholder. Hasil : Temuan dari penelitian ini bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan didalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting sudah sesuai Perpres 72/2021 tentan percepatan penurunan stunting dan Perka BKKBN tentang RAN PASTI serta didalam penyusunan rencana kegiatan pada Aksi 2 Konvergensi stunting sudah sesuai kode nomenklatur program/kegiatan yang relevan terhadap seluruh indikator dalam penyusunan rencana kegiatan pada Aksi 2. Kesimpulan: Program percepatan penurunan stunting dengan pendekatan penyusunan rencana kegiatan (aksi 2) konvergensi stunting di kabupaten Bengkulu Selatan sudah berjalan dengan efektif sesuai dengan standar dan indikator dan output yang telah ditetapkan. Namun, masih ditemukannya hambatan antara lain perbedaan persepsi, tagging pendanaan yang bersumber dari APBD atau APBN dan sumber lainnya, optimalisasi Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta ketepatan dalam pencataan dan pelaporan, serta ego sektoral dan program dari masing-masing OPD.
BIBLIOMETRIK DAN VISUALISASI ANALISIS PENGENDALIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI
JUBAIDI, JUBAIDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8470
Pendahuluan: Dengue adalah infeksi virus yang ditularkan nyamuk aedes aegypti yang telah menyebar ke seluruh dunia tropis selama 60 tahun terakhir dan sekarang mempengaruhi lebih dari setengah populasi dunia. Jangkauan geografis dengue diperkirakan semakin meluas karena fenomena global yang berlangsung termasuk perubahan iklim dan urbanisasi. Tujuan: untuk mengidentifikasi tren penelitian terkini mengenai pengendalian nyamuk aedes aegypti dan fokus pada publikasi dari berbagai negara, institusi, dan penulis. Metode: Penggunaan aplikasi bibliometric, RStudio dan VOSviewer diterapkan untuk melakukan analisis visualisasi serta mengevaluasi perkembangan pengendalian nyamuk aedes aegypti. Sumber data dari database Web of Scopus (WoS) tahun 1999 hingga Maret 2024 di bidang penelitian pengendalian nyamuk aedes aegypti. Hasil: Bibliometrik telah menganalisis artikel dari tahun 1999 sampai 2024 dan sebanyak 2.880 publikasi berhasil diidentifikasi. Sebanyak 598 sumber. Sebanyak 10.512 penulis dengan keyword yang digunakan pada studi ini sebanyak 12.822. Institusi terbanyak dalam publikasi adalah University of California sebanyak 214 penulis. Negara yang paling banyak dalam affiliasi adalah Amerika, Brazil dan India. Hasil analisis menunjukkan bahwa studi mengenai pengendalian nyamuk aedes aegypti menunjukkan tren yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, namun studi terbaru belum ada terutama tentang eliminasi Demam Berdarah dengan vaksinasi. Kesimpulan secara global Amerika menjadi bintang dalam menghasilkan publikasi dalam pengendalian nyamuk aedes aegypti. Peran penulis khusunya Indonesia diharapkan dapat semakin berkembang dan membuka wawasan baru serta inovasi baru dalam hal pengendalian nyamuk aedes aegypti.