cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu Jl. Merapi Raya No.Kel, Kebun Tebeng, Kec. Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu 38226
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
ISSN : 23387033     EISSN : 27220613     DOI : https://doi.org/10.37676/jnph.v8i1
Core Subject : Health,
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year.  Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ).  It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles 420 Documents
DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH PUTRI, SALSABILA; RAMADHANIAH, RAMADHANIAH; WARDIATI, WARDIATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi sering terjadi diakibakan kejadian diare. Di dunia 443.832 balita mati setiap tahun akibat diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kejadian diare pada balita usia 0-59 bulan di Puskemas Lampaseh Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 958 ibu balita secara keseluruhan, dan 91 dari mereka adalah sampel yang ditentukam menggunakan metode proposional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dari tanggal 4 hingga 15 Januari 2024. Analisi dengan uji chi-square dan aplikasi SPSS. Hasil studi menampilkan kejadian diare sebesar 58,2%, perilaku cuci tangan dengan sabun yang baik sebesar 72,5%, saluran pembuangan limbah kurang baik sebesar 75,8%, sarana pembuangan sampah yang baik sebesar 93,4%, sanitasi makanan yang baik sebesar 95,6%.Hasil: Uji perilaku mencuci tangan pakai sabun (p-value: 0,008), saluran pembuangan air limbah (p-value: 0,008), sarana pembuangan sampah (p-value: 0,034) dan sanitasi makanan (p-value: 0,110). Kesimpulan : Diperoleh determinan kejadian diare ada hubungan dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, saluran pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah hanya satu tidak berhubungan yaitu sanitasi makanan. Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk menerapkan perilaku hidup bersih dengan salalu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah memagang sesuatu, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan diare pada balita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN LANSIA BEROBAT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANGPIDIE MAQFIRAH, MONA HILOKA; SANTI, TAHARA DILLA; FAHDHIENIE, FARRAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang mencapai 140 mmHg sistolik dan 90 mmHg diastolik ataupun lebih. Prevalensi hipertensi di dunia akan meningkat dari 26,4% menjadi 29,2% pada tahun 2025. Kasus hiertensi di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2022 mencapai 897.116 kasus. Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki jumlah kasus hipertensi sebanyak 33.784 kasus. Puskesmas Blangpidie memiliki jumlah hipertensi paling tinggi di tahun 2022 sebanyak 5.942 kasus. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2024. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia umur 45-59 tahun yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie berjumlah 346 orang. Pengambilan sampel sebanyak 77 responden menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 03-14 Juli Tahun 2024 dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui aplikasi SPSS. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value 0,847), ada hubungan sikap (p-value 0,001), pengetahuan (p-value 0,000), akses pelayanan kesehatan (p-value 0,000), dukungan keluarga (p-value 0,015), peran petugas kesehatan (p-value 0,000) dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2024. Kesimpulan: Tidak ada hubungan tingkat pendidikan, ada hubungan sikap, pengetahuan, akses pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie. Disarankan kepada pihak puskesmas agar lebih banyak memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada lansia tentang bahaya Hipertensi, agar kualitas hidup lansia dapat meningkat menjadi lebih baik.
HUBUNGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC), KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BETUNGAN TAHUN 2024 GULTOM, KRISTAULI ELFRIDA; RAHMAWATI, DIYAH TEPI; LESTARI NURJANAH, NIMAS AYU
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal ibu hamil yang terkena anemia. Dampak dari anemia pada ibu hamil pada trimester pertama dapat mengakibatkan abortus, missed abortus, dan kelainan congenital dan pada trimester kedua dan ketiga dapat menyebabkan Persalinan premature, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin dalam Rahim, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), mudah terkena infeksi, Intetlligence Guotient (IQ) rendah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kunjungan antenatal care (ANC), konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu hamil trimester III sebanyak 31 ibu hamil diwilayahnya kerja puskesmas betungan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis Bivariat ada hubungan antara kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil dimana nilai p-value = 0,008 < α 0,05 dan nilai OR=11,6, ada hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dimana nilai p-value = 0,010 < α 0,05 dan nilai OR=11,2. Kesimpulan: Kunjungan antenatal merupakan upaya preventif ibu hamil untuk menghasilkan kehamilan yang sehat melalui pemeriksaan fisik, pemberian suplemen serta penyuluhan kesehatan ibu hamil Kunjungan antenatal yang teratur mengakibatkan segera terdeteksinya berbagai faktor risiko kehamilan, salah satunya anemia dan pemberian tablet Fe dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah selama masa kehamilan. Peneliti menyarankan kepada pihak Puskesmas Betungan dapat memberikan edukasi tentang anemia pada ibu hamil, tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet Fe dan datang ke puskesmas terdekat dan memeriksakan kehamilannya.
POLA MAKAN DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BARU KAB. LEBONG MAYDINAR, DIAN DWIANA; RATIYUN, RAFIDAINI SAZARNI; SINTIA, LARA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi yang mengandung nutrisi lengkap dan penting untuk tumbuh kembang bayi yang dapat memberikan kekebalan tubuh dan manfaat psikologis bagi kesehatan bayi. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Baru. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dimana variabel independent (pola makan ) dan variabel dependent (produksi ASI) diukur atau dikumpulkan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu menyusui dengan Usia bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Baru sebanyak 37 orang. Sampel dari penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi yang ada dijadikan sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 37 orang responden ibu menyusui terdapat 35 (94,6%) orang responden dengan pola makan dan produksi ASI cukup, dan 2 (5,4%) orang responden dengan pola makan dan produksi ASI kurang. Hasil analisis uji Exact Fisher’s menunjukkan didapat nilai p-value=0,002< 0,05 ada hubungan antara pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas kota baru Kab. Lebong dengan kategori hubungan sangat erat ( hubungan sempurna). Disarankan kepada petugas kesehatan Puskesmas Kota Baru untuk memberikan penyuluhan kepada ibu menyusui tentang pentingnya pola makan yang cukup untuk produksi ASI yang cukup.
STUDI KUALITATIF KELELAHAN KERJA PADA SOPIR BUS DI TERMINAL TIPE A BATOH KOTA BANDA ACEH TRIDIKA, RINDU; ARBI, ANWAR; ANDRIA, DEDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kelelahan kerja berhubungan dengan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan dari suatu pekerjaan termasuk sopir bus. Hal ini dapat dipicu oleh jam kerja yang panjang, aktivitas fisik dan mental yang berkepanjangan, kurangnya waktu istirahat, tidak cukup istirahat, stress yang berlebihan, kondisi kesehatan kronis, pekerjaan berulang-ulang, atau kombinasi dari semua faktor tersebut. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan informan berjumlah 7 orang yaitu 1 sopir bus Putra Pelangi, 1 sopir Bus Sempati Star, 1 sopir Bus Harapan Indah, 1 sopir Bus JRG 99, 1 sopir Bus PMTOH, 1 sopir Bus Anugrah dan 1 sopir Bus Pusaka. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya, sopir bus memiliki usia antara 27 hingga 51 tahun dengan masa kerja dari 3 hingga 22 tahun. Waktu istirahat mereka tidak selalu teratur dan tergantung pada jadwal perjalanan serta kondisi fisik, dengan beberapa sopir beristirahat setelah tugas pembersihan kendaraan atau saat menunggu pergantian shift. Solusi untuk kelelahan termasuk istirahat yang cukup, konsumsi vitamin, dan manajemen stres serta kelelahan yang bijaksana. Kesimpulan : Dari penelitian ini adalah Kelelahan kerja memiliki dampak signifikan terhadap performa kerja sopir, termasuk menurunnya konsentrasi, peningkatan risiko kecelakaan, dan penurunan kualitas pelayanan kepada penumpang. Disarankan agar manajemen memperhatikan penjadwalan istirahat yang lebih teratur dan memastikan adanya waktu istirahat yang cukup. Selain itu, menyediakan fasilitas kesehatan dan dukungan psikologis dapat membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan kinerja sopir.
LITERATURE REVIEW: DETERMINAN KEJADIAN HIV AIDS PADA KELOMPOK POPULASI BERISIKO ALFINO, DAFINA; ANGGRAINI, DESHEILLA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di kalangan populasi berisiko tentunya harus dijadikan perhatian serius. Perkembangan penularan HIV/AIDS yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun tentunya akan semakin dipercepat dengan adanya kelompok populasi berisiko yang melakukan perilaku seksual berisiko. Kelompok populasi berisiko tinggi tertular HIV pada umumnya adalah mereka yang berpotensi sebagai pelanggan penjaja seks ataupun penjaja seks itu sendiri, atau mereka yang melakukan hubungan seks berganti – ganti pasangan / bukan dengan pasangan resminya. Kelompok populasi berisiko tentunya dapat menjadi jembatan utama penularan dari kelompok populasi kunci ke masyarakat umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian literature review atau kajian naratif. Dimana ulasan, rangkuman, serta pemikiran dari beberapa sumber pustaka akan dibahas sesuai dengan topik yang ditentukan, Adapun rentang waktu yang dipilih dalam studi ini adalah 10 tahun terakhir (2013 – 2023). Hasil dan Pembahasan: Dari 6 artikel yang dibahas, maka dapat diketahui beberapa faktor yang berkontribusi terhadap determinan atau faktor risiko kejadian HIV/AIDS pada kelompok populasi berisiko adalah status pernikahan, pengetahuan, perilaku seksual berisiko, dan IMS. Kesimpulan: Dari penelitian penelitian yang ada tersebut ditemukan bahwa determinan penyebab kejadian HIV/AIDS pada kelompok populasi berisiko dipengaruhi oleh status pernikahan, pengetahuan, perilaku seksual berisiko, dan IMS.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA SUKA DATANG KECAMATAN TUBEI KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU ARAFAH, DHINILLAH; WAHYUNI, IKE DIAN; SAKTIAWAN, YUSUP
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: World Health Organizatation (WHO) tahun 2018 diketahui bahwa sebanyak 2,3 milyar orang di dunia masih memiliki keterbatasan untuk mengakses sanitasi dasar lengkap, sedangkan diketahui bahwa Buang Air Besar (BAB) secara terbuka atau open defecation masih dilakukan oleh 892 juta orang di dunia. Profil Kesehatan Indonesia (2022), persentase keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) di Indonesia tahun 2022 adalah 80,92%. persentase akses sanitasi layak Desa Suka Datang tahun 2020 (48,3%), 2021 (48,2%), 2022 (48%) dan 2023 (48%). Tujuan penelitian Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban di Desa Suka Datang, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Metode: Survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 kepala keluarga dengan Teknik pengambilan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Pengetahuan mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,002), Sikap mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,013), Ketersediaan Air mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,012) dan Peran Petugas Kesehatan mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,002). Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan, sikap, ketersediaan air dan peran petugas kesehatan dengan kepemilikan jamban di Desa Suka Datang, Kecamatan Tubei, Kabupaten lebong, Provinsi Bengkulu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR PADA PENAMPUNGAN MATA AIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA DONOK KARTIKA, INTAN WEDY; RUPIWARDANI, IRFANY; SARI, DEVITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sumber air bersih masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kota Donok sebagian besar (87%) adalah air dari penampungan mata air. Tahun 2020 diketahui tiga dari empat penampungan mata air memiliki kualitas mikrobilogi yang tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai Permenkes No.2 tahun 2023. Kualitas air yang kurang bersih tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobilogi air pada penampungan mata air. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu sebanyak 4 penampungan mata air. Analisa hasil penelitian untuk mengetahui pengaruhnya menggunakan uji Chi-squre. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan penelitian pemeriksaan kualitas mikrobiologi didapatkan bahwa: 3 dari 4 PMA tidak memenuhi syarat kesehatan dengan jumlah bakteri e.coli ≥76 MPN/100 ml dan coliform ≥116 MPN/100 ml. Berdasarkan hasil uji_Chi-square & kondisi fisik penampungan mata air ada pengaruh terhadap kualitas mikrobiologi penampungan mata air (p = 0,046) dan jarak sumber pencemar tidak ada pengaruh terhadap kualitas mikrobiologi penampungan mata air (p = 0,248). Kesimpulan: Dapat disimpulkan faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobiologi pada penampungan mata air adalah kondisi fisik penampungan mata air.
HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANG KOTA BENGKULU ALI, HAIDINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan. Beberapa faktor yang berkaitan dengan kejadian diare yaitu tidak memadainya penyediaan air bersih, air tercemar oleh tinja, kekurangan sarana kebersihan (pembuangan tinja yang tidak higienis), kebersihan perorangan dan lingkungan yang jelek. Berdasarkan data Puskesmas Kandang, jumlah penderita diare pada balita di Kelurahan kandang tahun 2015 sebanyak 181 balita, tahun 2016 sebanyak 293 balita, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 328 balita.Tujuan penelitian diketahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Metode Penelitian ini merupakan penelitian dalam bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan cross-sectional.Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.003 lebih kecil dari p,0,05 yang berarti bahwa ada hubungan antara cuci tangan dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu, Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.006 lebih besar dari p,0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan sarana air besih dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu, Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.006 lebih besar dari p,0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara jamban dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu, Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0.271 lebih besar dari p,0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara lantai dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas kandang Kota Bengkulu.Diharapkan Bagi Puskesmas Kandang penelitian ini dapat menjadi data dasar dan sumber informasi penting bagi petugas Puskesmas Kandang dalam program pemberantasan penyakit Menular Khususnya Diare.
ANALISIS PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SISTEM REPRODUKSI MELALUI SADARI DAN PEMERIKSAAN IVA METASARI, DES; RAHMAWATI, DIYAH TEPI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data IARC (International Agency For Research On Cancer) tahun 2023 dilaporkan 312.990 kasus kanker serviks dan kanker payudara serta sekitar 90% kematian akibat kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia, berdasarkan data GLOBOCAN pada tahun 2019 kanker serviks menduduki urutan kedua di Indonesia dengan mortalitas, serta kanker payudara dan kanker serviks menempati urutan pertama dan kedua sebagai penyebab kematian (Riskesdas, 2019). Pencegahan kematian dan keterlambatan pengobatan kanker dapat diatasi dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan merubah perilaku masyarakat menjadi perilaku sehat dengan SADARI, SADANIS dan test IVA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan WUS dengan perilaku deteksi dini kanker sistem reproduksi (kanker payudara dan kanker serviks) melalui SADARI dan IVA. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain crossectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang berkunjung ke PMB bidan Z. Muharramah, SST dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil dengan Teknik accidental sampling, dengan dilakukan uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini hampir setengah dari responden (46,7%) mempunyai pengetahuan yang baik tentang deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks melalui SADARI dan IVA, sebagian besar responden (60%) mempunyai perilaku yang cukup dalam deteksi dini kanker sistem reproduksi (kanker payudara dan kanker serviks) melalui SADARI dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku deteksi dini kanker sistem reproduksi (kanker payuadara dan kanker serviks) melalui SADARI dan IVA. Kesimpualan dalam penelitian ini, peningkatan pengetahuan sangat berakitan dengan upaya deteksi dini kanker sistem reproduksi untuk menurunkan mortalitas pasien kanker. sehingga disarankan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi tentang kanker sistem reproduksi melalui penyebaran informasi ke media sosial, cetak dna elektronik serta melakukan penyuluhan Kesehatan ke Masyarakat, melakukan Gerakan SADARI dan pemeriksana IVA gratis.