Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
420 Documents
PENGARUH VIDEO EDUKASI BENCANA GEMPA OLEH TEMAN SEBAYA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA
NIZAM, MUHAMMAD;
EFFENDI, PAUZAN;
BUSTON, ERNI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8471
Terjadinya bencana gempa bumi tidak dapat di prediksi, oleh karena itu diperlukan kesiapsiagaan bencana sebagai upaya sangat diperlukan dalam mengantisipasi kemungkinan bencana yang akan terjadi, sehingga mengurangi risiko, mencegah risiko atau bahkan menghilangkan risiko bencana. Hal yang harus dilakukan untuk upaya mitigasi adalah peningkatan pendidikan pada anak. Kesiapsiagaan bencana merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan dapat mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dan juga melalui langkah yang tepat serta berdaya guna. Kesiapsiagaan bencana sangat perlu dilakukan karena merupakan suatu kegiatan pengurangan resiko bencana dan merupakan elemen terpenting pada fase pra bencana. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Untuk mengetahui pengaruh Vidio Edukasi Bencana Gempa Oleh Teman Sebaya Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SDN 38 Tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan pre-post test design with control group. Sampel pada penelitian ini berjumlah 54 orang yang terdiri dari 27 orang pada kelompok intervensi dan 27 orang pada kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Analisis menggunakan mann-whitney test dengan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh Vidio Edukasi Bencana Gempa Oleh Teman Sebaya Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SDN 38 Tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi.
PENERAPAN IMPLEMENTASI SENAM KAKI, AKUPRESUR DAN MASSAGE EFFLEURAGE PADA RISIKO DISFUNGSI NEUROVASKULER PERIFER PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN REJANG LEBONG
OKTASARI, DWI;
KHOIRINI, FATIMAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8472
Pendahuluan: Komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler merupakan penyebab dari Diabetes melitus. Hiperglikemik mengakibatkan kelainan metabolik, penurunan sensasi perifer dan kerusakan saraf ke otot pada kaki dan pengontrolan pembuluh darah pada sistem sirkulasi perifer. Pencegahan terjadinya gangguan vaskularisasi perifer dan gangguan sensasi dalam pilar pengelolaan diabetes melitus merupakan bentuk tindakan non farmakologis. Implementasi senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat menjadi solusi pada risiko disfungsi neurovaskuler perifer Metode : Studi kasus yaitu pasien diabetes mellitus yang menjalani perawatan rawat inap di Ruang Melati RSUD Kabupaten Rejang Lebong. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien. Intervensi yang diberikan berupa senam kaki, akupresur dan massage effleurage dilakukan selama 3 kali pertemuan. Setiap tindakan dilakukan selama 30 menit. Dilakukan pengukuran ABI dengan format tekanan tertinggi di pergelangan kaki dibagi dengan tekanan tertinggi dilengan kiri dan kanan. Hasil : hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan sirkulasi perifer pada kedua pasien, ditandai keadekuatan aliran darah pembuluh darah distal untuk menunjang fungsi jaringan membaik dengan ditunjukkan tanda-tanda dengan akral teraba hangat, CRT< 3 detik, turgor kulit baik, tidak ada pucat disekitar kulit area kaki, nyeri ektremitas menurun, nadi dorsalis pedis meningkat, nilai ABI meningkat. Pada Ny. M didapat nilai ABI sebelum diberikan intervensi 0.8 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 0,92. Sedangkan pada Tn. A sebelum diberikan intervensi 0.87 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 1,1 Kesimpulan: Senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat dilakukan pada pasien dengan diagnosa risiko disfungsi neurovaskuler perifer pada diabetes melitus.
PENERAPAN THERAPI DZIKIR, ASMAUL HUSNA DAN TERAPI BENSON TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST OP BPH DI RSUD SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU
SARI, ETRIKA PURNAMA;
KHOIRINI, FATIMAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8474
Pendahuluan: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran jinak prostat pada pria dewasa. pembedahan direkomendasikan pada pasien bph yang tidak menunjukkan perbaikan setelah terapi medikamentosa. selama operasi, jaringan prostat mengalami luka insisi. proses ini dapat memicu respons inflamasi yang menyebabkan nyeri di area tersebut implementasi yang dapat mengurangi nyeri dengan menerapkan therapi dzikir,asmaul husna dan terapi benson. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan tindakan therapi dzikir, asmaul husna dan terapi benson pada pasien post op bph dengan nyeri akut. Metode: jenis penelitian ini adalah studi kasus menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan penelitian melakukan asuhan keperawatan pada 2 responden dilakukan pengukuran nyeri sebelum dan setelah implementasi yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil dan Pembahasan: setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 hari pada kedua responden yaitu manajemen nyeri dengan pemberian terapi Relaksasi Benson, terapi dzikir dan terapi mendengarkan Asmaul Husna, terdapat penurunan skala nyeri yang signifikan yang menunjukkan perbaikan dan penurunan nyeri, pada responden 1 hari pertama post op mengalami nyeri dengan skala 6 setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari turun menjadi skala nyeri 2 dan pada responden 2 hari pertama post op mengalami nyeri dengan skala nyeri 6 setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari turun menjadi skala 1. Kesimpulan: implementasi therapi dzikir,asmaul husna dan terapi benson efektif untuk mengatasi nyeri pasien post op bph dengan nyeri akut. Berdasarkan hasil pengkajian kedua responden menunjukkan adanya perubahan pada verbalisasi rasa nyeri dimana keluhan nyeri menurun, ekspresi meringis menurun, gelisah menurun, kesulitan tidur menurun, tanda-tanda vital membaik.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA
SUSANTI, SUSI;
PUSPITA, YENNI;
PURNAMA EKA SARI, WENNY INDAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8486
Pendahuluan: ISPA adalah infeksi yang melibatkan organ saluran pernapasan yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dari infeksi ringan sampai berat. Perilaku orang tua yang kurang baik adalah faktor dominan terjadinya ISPA pada Balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku merokok orang tua terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan simple random sampling dengan jumlah sampel 74 responden, masing-masing 37 untuk kelompok kasus dan kontrol. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan lebih dari sebagian responden usia 36-60 bulan (59,5%), lebih dari sebagian responden berjenis kelamin laki-laki (51,4%), sebagian responden pendidikan orang tua rendah (50%), hampir seluruh pekerjaan orang tua wiraswasta/ petani (98,6%) dan lebih dari sebagian orang tua responden memiliki kebiasaan merokok (73%). Berdasarkan uji statistik menunjukan bahwa Ada hubungan perilaku merokok orang tua terhadap kejadian ISPA pada Balita dengan nilai OR 4,364 yang berarti Orang tua yang memiliki perilaku merokok berisiko meningkatkan kejadian ISPA sebesar 4,364 kali. Kesimpulan: Terpaparnya balita dengan asap rokok akan semakin tinggi pada saat berada dalam rumah, disebabkan karena anggota keluarga biasanya merokok dalam rumah. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan ISPA dengan penyuluhan Kesehatan tentang kebiasaan merokok orang tua.
EVEKTIFITAS VARIASI UMPAN ORGANIK ECO-FRIENDLY FLY TRAP TERHADAP LALAT RUMAH MUSCA DOMESTICA YANG TERPERANGKAP DI RUMAH POTONG AYAM SIMPANG KANDIS KOTA BENGKULU
NOVERA, TASYA TRI;
ALI, HAIDINA;
JUBAIDI, JUBAIDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8487
Latar Belakang: Lalat untuk mempertahankan kehidupannya dan daya tariknya terhadap bau-bau yang busuk. Biasanya tempat-tempat tersebut adalah tempat yang banyak berhubungan dengan aktivitas manusia, lalat banyak terdapat di berbagai habitat, diantaranya rumah pemotongan ayam, tempat pemerosesan akhir (TPA), tempat penampungan sementara (TPS), kandang ternak, pasar dan lain-lainnya.Tujuan Penelitian untuk Mengetahui efektivitas variasi umpan pada eco-friendly fly trap dengan perbandingan tiga jenis umpan terhadap lalat rumah (musca domestica) yang terperangkap di Rumah Potong Ayam simpang kandis Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment (eksperimen semu). Hasil uji univariat jumlah lalat rumah (Musca domestica) yang terperangkap yang dilakukan sebanyak 9 (Sembilan) kali pengulangan diperoleh sebanyak 327 ekor, Udang sebanyak 66 ekor, Limbah Ikan sebanyak 148 ekor, Dan Jeroan Ayam sebanyak 113 ekor.Saran : dapat mengaplikasikan dengan menggunakan perangkap lalat dengan variasi umpan agar dapat mengurangi dan mengendalikan kepadatan lalat yang tinggi yang ramah lingkungan, juga lebih sering membersihkan lingkungan.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) DINI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN
SUNDARI, ENDANG;
PUSPITA, YENI;
FEBRINA, LYDIA;
PURNAMA EKA SARI, WENNY INDAH;
SUSANTI, EVA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8488
Pendahuluan: Makanan pendamping ASI atau MPASI dapat didefinisikan makanan dan minuman yang diberikan setelah usia 6 Bulan. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak orang tua dan keluarga yang telah memberikan makanan tambahan sebelum anak berusia 6 bulan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian MPASI secara dini antara lain pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga, pendidikan, tradisi, pemaparan media, pendapatan keluarga, paritas, usia ibu, pengalaman, dan kecukupan ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan dukungan Keluarga terhadap pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini pada bayi usia 0-6 bulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bayi yang memberikan MPASI dini <6 bulan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster sampling. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu 92 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai karakteristik responden, kuesioner pengetahuan serta kuesioner dukungan keluarga. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden berpengetahuan kurang baik (92,4%) dan sebagian besar responden tidak mendapat dukungan keluarga (57,6%) terhadap pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini pada bayi usia 0-6 bulan. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat membantu ibu dan keluarga agar dapat lebih mengetahui mengenai pemberian MPASI pada bayi, sehingga pengetahuan ibu menjadi baik dan ibu mengetahui apa dampak buruk apabila memberikan MPASI secara dini.
ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI PT BUKIT ANGKASA MAKMUR (BAM) KABUPATEN BENGKULU TENGAH
INESTA, ARLINZA;
ALI, HAIDINA;
GUSTINA, MELLY
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8489
Latar belakang: Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan sekitar 2,3 juta kecelakaan kerja setiap tahun dengan lebih dari 6000 kematian setiap hari. Ada sekitar 340 juta kecelakaan kerja dan 160 juta korban penyakit di seluruh dunia. Tujuan: Mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) di PT. Bukit Angkasa Makmur (BAM) Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2024. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif, mengumpulkan dan menganalisis data dalam bentuk angka. Hasil: Penerapan SMK3 di PT. Bukit Angkasa Makmur (BAM) menunjukkan: Tingkat Awal Kategori memuaskan dengan nilai 99,46% dan ketidaksesuaian 0,54%. Tingkat Transisi : Peningkatan dengan nilai 99,72% dan ketidaksesuaian 0,28%. Tingkat Lanjutan: Nilai 99,39% dan ketidaksesuaian 0,61%. Kesesuaian ini memenuhi standar PP No. 50 Tahun 2012. Saran: Perlu menekankan keselamatan secara mandiri dan pengendalian terhadap pekerja PT. Bukit Angkasa Makmur.
INTERVENSI MOTIVASI KERJA PADA HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN SISTEM MENTORING TERHADAP KESELAMATAN PASIEN
IRIANTO, HELENA PARISIANNE;
HASYIM, HASYIM;
NUGROHO, NATSIR
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8490
Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan pada permasalahan dinamika kualitas pelayanan yang terjadi pada tahun 2020 - 2021 di mana setiap permasalahannya belum ada yang mencapai target sesuai ketetapan manajemen Rumah Sakit. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris pengaruh beban kerja dan sistem mentoring terhadap keselamatan pasien dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening dengan menggunakan desain cross sectional study dan menjadikan 67 perawat instalasi rawat inap sebagai unit analisa. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa sub struktur 1 membuktikan bahwa secara simultan dan parsial beban kerja dan sistem mentoring berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan hasil analisa sub struktur 2 membuktikan bahwa secara simultan dan parsial beban kerja, sistem mentoring dan motivasi kerja berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap keselamatan pasien, serta motivasi kerja berperan positif memediasi hubungan beban kerja dan sistem mentoring terhadap keselamatan pasien. Kesimpulan: Dengan adanya motivasi kerja, maka beban kerja dan keselamatan pasien dapat lebih tinggi mempengaruhi keselamatan pasien dibandingkan tanpa adanya motivasi kerja.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KERJASAMA TIM, DAN PENGETAHUAN TERHADAP BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RSUD MENGGALA LAMPUNG
IRIANTO, HENGKY PRABOWO;
RAMADHAN, YANUAR;
SAPTANINGSIH, AGUSDINI BANUN
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8491
Pendahuluan: Penelitian ini didasari oleh peningkatan insiden keselamatan pasien di instalasi rawat inap pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021, yang menunjukkan masalah kepatuhan perawat terhadap budaya keselamatan pasien. Penelitian bertujuan untuk mengkaji secara empiris pengaruh kepemimpinan transformasional, kerja sama tim, dan pengetahuan terhadap budaya keselamatan pasien. Metode: Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 95 perawat di instalasi rawat inap, dengan sampel berjumlah 77 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5% dan teknik probability sampling. Analisis dilakukan menggunakan three-box method dan regresi linier berganda. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kerja sama tim, dan pengetahuan secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya keselamatan pasien. Pengetahuan menjadi faktor dominan, karena merupakan modal utama bagi perawat dalam menjalankan tugasnya. Pengetahuan ini tidak hanya diperoleh dari pendidikan formal, tetapi juga dari pengalaman praktis yang membantu perawat memahami tindakan yang tepat. Selain itu, arahan dari pimpinan dan tim interprofesional turut memperkuat sikap perawat dalam menjalankan perannya. Kesimpulan: Proses ini membentuk nilai dan keyakinan akan pentingnya budaya keselamatan pasien, sehingga layanan keperawatan yang aman dapat terwujud dan keselamatan pasien terjamin.
PERAN MEDIASI WORK ENGAGEMENT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT
LESTARI, INTAN AYU;
INDRAWATI, RATNA;
NOFIERNI, NOFIERNI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8492
Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan bahwa sebagian besar kinerja perawat berada dalam kategori C (good) dengan persentase sebesar 36%, Temuan aspek kinerja perawat, 60% merasa perawat tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai target, dan 60% juga merasa perawat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa kesalahan, serta 70% menyatakan bahwa perawat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan quality of work life terhadap kinerja perawat di RS Unimedika Sepatan Tangerang melalui work engagement sebagai variabel intervening. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Populasi penelitian terdiri dari seluruh perawat pada RS Unimedika Sepatan Tangerang sebanyak 175 orang. Sampel penelitian ditetapkan menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 122 orang perawat sebagai sampel penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan Three Box Method dan analisis structural equation modelling (SEM) menggunakan PLS. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian kepemimpinan transformasional dan Quality of Work Life secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perawat di RS Unimedika Sepatan Tangerang melalui work engagement. Secara parsial, kepemimpinan transformasional dan Quality of Work Life berpenagruh terhadap work engagement dan kinerja perawat. Selain itu, work engagement juga berpengaruh terhadap kinerja perawat. Kesimpulan: Implikasi manajerial adalah memperbaiki sistem manajemen leadership dengan meningkatkan pelatihan etika profesi pengembangan karir.