Articles
806 Documents
Pendidikan Gizi Prakonsepsi pada Pasangan Calon Pengantin di KUA Padang Utara
Fanny Ayudia;
Arfianingsih Dwi Putri
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.457
Kehamilan adalah suatu masa yang sangat dinantikan oleh setiap perempuan. Perlu diketahui, bahwa masa kehamilan adalah periode 1000 hari pertama kehidupan yang akan menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Status gizi kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut semakin jelas dengan adanya bukti bahwa status gizi dan kesehatan ibu pada masa prakonsepsi, saat hamil, dan menyusui merupakan periode yang sangat kritis. Gizi pada periode prakonsepsi merupakan faktor penting untuk mendukung kesehatan dan kelangsungan hidup ibu. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, kekurangan gizi dan masalah stunting (pendek) berhubungan dengan BBLR pada generasi berikutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan calon pengantin tentang status gizi prakonsepsi agar pasangan lebih siap dalam menjalani periode kehamilan dengan sehat dan anak yang dilahirkan juga cukup gizi seimbang. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan terhadap pasangan calon pengantin mengenai pendidikan gizi prakonsepsi.
Edukasi Pentingnya Pendidikan Katekisasi Sidi
Yosefo Gule;
Desra Vevalosa Ginting
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.462
Pendidikan katekisasi sidi merupakan salah satu bentuk pelayanan pendidikan Kristen yang dilakukan oleh gereja, yaitu mengajar atau membimbing seseorang supaya ia melakukan yang diajarkan kepadanya dan juga mengalami pertemuan dan persekutuan dengan Allah secara benar. Namun dalam kenyataannya masih banyak yang menganggap bahwa pengajaran katekisasi sidi hanyalah sebuah formalitas yang dituruti anak-anak oleh sebab tradisi gereja GMI menuntutnya. Sehingga banyak anak-anak yang mengikuti katekisasi sidi hanya sebagai formalitas untuk sekedar memasuki dan menamatkannya secara kebiasaan saja. Oleh sebab itu sangat penting untuk pemberian edukasi kepada anak-anak calon sidi tentang pentingnya pendidikan katekisasi sidi. Sehingga melalui edukasi ini pada akhirnya para anak-anak calon sidi memahami makna dan tujuan pendidikan katekisasi sidi itu sendiri dan dapat mengimplementasikannya dalam diri sendiri, dalam hidup bergereja dan bermasyarakat.
Sosialisasi Pentingnya Kartu Kunjungan Berobat Pasien di Puskesmas Ulak Karang Padang
Dewi Mardiawati;
Berly Nisa Srimayarti;
Linda Handayuni;
Dian Sari;
Hendra Nusa Putra;
Annisa Septina Fariza;
Aqia Defira Dinda
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 6 (2021): December Pages 1257-1486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i6.345
Kartu Kunjungan Berobat pasien merupakan identitas atau pengenal pasien pada saat berobat ke tempat layanan kesehatan. Puskesmas Ulak Karang menerapkan family numbering diketahui dimana kartu kunjungan berobat pasien digunakan oleh semua anggota keluarga sehingga dapat memperlama waktu pelayanan pendaftaran pasien, Ini terjadi jika pasien tidak membawa kartu kunjungan berobat, selain itu kondisi nya yang rusak dan tulisannya yang luntur sehingga menyulitkan proses identifikasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah bagaimana pentingnya membawa kartu kunjungan berobat agar pelayanan menjadi lebih bermutu. Pengabdian ini dilakukan di Puskesmas Ulak Karang Padang dimana yang menjadi audien adalah pasien yang datang berkunjung di waktu kami melakukan sosialisasi di puskesmas tersebut. Sosialisasi disampaikan melalui ceramah dengan batuan media audio visual, sehingga materi bisa di sampaikan dengan baik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi berjalan dengan lancar dan diharapkan peserta dapat menerima materi yang diberikan serta aktif dan bersemangat dalam penyuluhan. Kegiatan soasilisasi pentingnya kartu kunjungan/kartu identitas berobat merupakan indikator mutu pada pelayanan kesehatan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Lingkungan Sehat dan Tanggap Bencana Menuju Kelurahan Sadar Wisata di Kelurahan Kayu Merah Kota Ternate
Nur Upik En Masrika;
Abd Hakim Husen
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.384
Kota Ternate Provinsi Maluku Utara sangat tinggi keragaman hayati dan keindahan alamanya. Namun, seiring dengan perubahan iklim global dan erupsi akibat aktifnya gunung api tentu perlu kewaspadaan terhadap kekayaan yang kita miliki tersebut. Kewaspadaan menjadi semakin perlu diperhatikan terutama terhadap keselamatan masyarakat dan kekayaan hayati. Melalui pemberdayaan masyarakat dengan program lingkungan sehat, sadar wisata dan tanggap bencana di Kelurahan Kayu Merah Kota Ternate yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan pemahaman mitigasi bencana pada masyarakat dalam memberikan pertolongan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sehingga diharapkan mereka dapat terhindar dari infeksi bakteri dan kuman. Metode kegiatan ini berupa pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menuju Kelurahan sadar wisata. Hasil yang diharapkan agar masyarakat di Kelurahan Kayu memiliki peningkatan pengetahuan dan pemahanan sedini mungkin tentang PHBS, mitigasi bencana dan sadar wisata.
Upaya Mewujudkan Sehat Jiwa dalam Penggunaan Gadget Selama Pandemi Covid-19 di SMA Hang Tuah Surabaya
Hidayatus Sya’diyah;
Sukma Ayu Candra Kirana;
Lela Nurlela;
A.V. Sri Suhardiningsih;
Dya Sustrami;
Diyan Mutyah
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.397
Penerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus menyebabkan semua aktivitas dilakukan di rumah, salah satunya dibidang pendidikan yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Data menunjukkan 79 % orang tua memberi izin ke anak memakai gadget untuk kegiatan selain belajar online dan hanya 21% orang tua yang melarang anak memakai gadget selain untuk belajar online, sehingga perlu diimbangi dengan kesehatan jiwa untuk mendukung kegiatan tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran siswa mewujudkan sehat jiwa bagi remaja dengan penggunaan gadget yang sering selama pandemi Covid-19 di SMA Hang Tuah Surabaya. Kegiatan melibatkan guru penanggung jawab UKS dan Guru BP, dan siswa. Kegiatan melalui tiga tahap yaitu tahap awal yaitu sosialisasi, tahap ke dua adalah pelaksanaan dan tahap ketiga evaluasi. Tahap pelaksanaan yang meliputi edukasi, pendampingan siswa dan diakhiri tahap evaluasi kegiatan. Edukasi mewujudkan sehat jiwa remaja di masa pandemi dilakukan melalui Google Meeting. Kegiatan dilaksanakan dengan baik dan diperoleh keadaan kesehatan jiwa siswa SMA Hang Tuah Surabaya mayoritas tidak mengalami gangguan mental emosional. Kepala sekolah beserta jajaran SMA Hang Tuah Surabaya mendukung keberlanjutan program pendampingan upaya pencegahan masalah kesehatan jiwa bagi siswanya.
Edukasi Guru Sekolah Dasar dalam Penguatan Pendidikan Karakter di SD Negeri 1 Baadia Kota Baubau
Acoci Acoci;
Faslia Faslia;
Azaz Akbar
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.402
Karakter merupakan keniscayaan yang harus dimiliki setiap manusia. Pengaruh global memberikan pergesaran nilai yang terjadi pada masyarakat. Keadaan ini menuntut sekolah sebagai pihak yang cukup bertanggungjawab untuk menjawab tantangan tersebut. Perlunya melakukan pendampingan kepada guru untuk menciptakan iklim yang senantiasa membangun karakter siswa. Metode kegiatan pelaksaan edukasi ini terdiri dari beberapa tahapan, pada sesi pertama merupakan sesi guru dan pemateri saling berkenalan untuk membangun keakraban dan suasana kondusif dalam ruangan. Tahap kedua digunakan untuk persentasi, dimana pemateri menjelaskan hakikat, fungsi, dan manffat karakter. Tahap ini juga pemateri menjelaskan lima unsur nilai karakter yang perlu dikembangkan dan ditanamkan kepada para peserta didik. Tahap ketiga adalah pendalaman materi oleh para peserta, dan dilanjutkan dengan jawaban oleh pemateri. Pemateri menyampaikan bahwa sikap yang pertama dilakukan oleh guru untuk membentuk karakter siswa adalah dengan memberikan keteladanan yang baik oleh guru kepada peserta didiknya. Kegiatan ini berlangsung sesuai dengan yang diharapkan, dimana guru berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran untuk memberikan keteladanan berupa penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa.
Penyuluhan Pendidikan Hukum Tentang Pencegahan Perilaku Kenakalan Remaja
Nopiana Mozin;
Rasid Yunus;
Zulaecha Ngiu
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.413
Perilaku remaja yang sering kali menyimpang dari aturan dan norma yang ada, membuat kenakalan remaja ini pun dianggap menjadi masalah yang genting dan memerlukan penanganan yang tepat. SMKN 5 Gorontalo yang memiliki siswa yang merupakan remaja yang diharapkan sebagai penerus bangsa perlu memiliki pemahahaman dan pengetahuan tentang bahaya dan sanksi yang bisa ditimbulkan akibat kenakalan remaja. Faktor internal dan eksternal seperti ekonomi keluarga dan pergaulan yang salahpun diduga sebagai pemicu kenakalan remaja yang terjadi. Oleh sebab itu diperlukan dukungan dari sekolah khususnya guru melalui berbagai program/kegiatan intra maupun extra kurikuler di SMKN 5 Gorontalo, agar para siswa bisa mengefektifkan waktu untuk mengembangkan minat dan bakat serta terhindar dari perilaku menyimpang yang dapat menyebabkan kenakalan remaja itu sendiri. Selain itu bimbingan dari orang tua pun diperlukan untuk membentuk perkembangan pribadi remaja menuju kedewasaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kepada para siswa di SMKN 5 Gorontalo. Hasil dan simpulan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk kesadaran diri siswa di SMKN 5 Gorontalo terkait bagaimana mencegah perilaku kenakalan remaja melalui pemahaman dan pengetahuan tentang akibat dan sanksi yang dapat ditimbulkan dari perilaku kenakan remaja tersebut.
Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya kepada Sekaa Teruna-Teruni Desa Tenganan Dauh Tukad
Ni Nyoman Kertiasih;
I Nyoman Kardana;
Anak Agung Istri Manik Warmadewi;
Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.416
Sekaaa teruna-teruni adalah generasi penerus yang akan mewarisi budaya yang ada. Pengetahuan umum tentang budaya akan sangat penting, begitu juga bagi generasi muda di Desa Tenganan Dauh Tukad. Desa ini merupakan desa wisata yang dikenal dengan budaya yang unik. Pariwisata dan budaya merupakan komponen fundamental penyokong ekonomi desa ini, tentunya kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan. Bahasa merupakan komponen utama dalam komunikasi yang diperlukan dalam bidang pariwisata dan budaya yang unik dijadikan daya tarik utama wisata di desa ini. Pengabdian ini berkofus pada pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Budaya yang ditujukan untuk generasi muda atau sekaa teruna-teruni di Desa Tenganan Dauh Tukad. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode pembelajaran komunikatif. Selain itu kegiatan ini juga didukung dengan video pembelajaran, power point, dan penjelasan materi. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta yang kurang percaya diri dan kurang paham akan Bahasa Inggris menjadi percaya diri dan mampu menyampaikan penjelasan mengenai kebudayaan yang dimiliki dalam Bahasa Inggris dengan baik. Dengan pengajaran bahasa Inggris yang komuikatif rasa percaya diri peserta dapat ditingkatkan sehingga tidak takut salah dalam menggunakan Bahasa Inggris saat berhadapan dengan wisatawan secara langsung nantinya.
Sosialisasi Pakan Ternak Larva Lalat Black Soldier Fly (BSF)
Masni Veronika Situmorang;
Binsar Tison Gultom;
Gunaria Siagian;
Lois Oinike Tambunan
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.423
Meningkatnya harga sumber protein dan adanya ancaman ketahanan pakan ternak, tekanan lingkungan, dan meningkatnya permintaan protein di pasar menyebabkan harga protein berbasis hewan semakin mahal. Padahal pakan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam peternakan. Tujuan diadakannya pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan pakan ternak larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi untuk pakan ternak. Metode pelaksanaannya adalah dengan memperkenalkan lalat Black Soldier Fly (BSF), cara beternak lalat BSF, dan penggunaan maggot sebagai pakan ternak. Diadakan pula evaluasi untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan pengabdian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat di Kelurahan Pardamean antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan sosialisasi ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menekan biaya pembelian pakan ternak sekaligus mengurangi sampah organik yang dihasilkan rumah tangga.
Penyuluhan Tentang Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Hiperaktif
Maria Widijanti Sugeng;
Retno Dwi Wulandari;
Eva Diah Setijowati
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.424
Banyak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mempunyai gejala hiperaktif. Gejala ini sangat mengganggu proses belajar baik di sekolah maupun di rumah. Hiperaktifitas berkaitan dengan gangguan konsentrasi dan kemampuan untuk memahami materi pelajaran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ada hubungan antara makanan yang dikonsumsi ABK dengan gejala hiperaktifitas. Bahan makanan dapat mempengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan hiperaktifitas, pola tidur, kemampuan kognitif dan suasana hati (mood) seseorang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penyuluhan tentang makanan yang seharusnya diberikan untuk orang tua atau pihak yang bertanggungjawab menyediakan makanan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan tipe hiperaktif. Berkaitan dengan kondisi Pandemi Covid 19, maka penyuluhan ini dilakukan secara daring pada 98 peserta webinar yang terdiri dari orang tua ABK, orang tua non ABK, pengasuh anak, guru ABK, guru non ABK, mahasiswa jurusan kesehatan dan lain-lain. Dari hasil pos tes yang dilakukan sekitar 68% peserta bisa menjawab dengan benar pertanyaan seputar makanan yang dianjurkan untuk ABK yang hiperaktif. Semua peserta menjawab penyuluhan daring tentang nutrisi pada ABK hiperaktif ini bermanfaat.