cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENERAPAN MANAJEMEN STRESS SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER BAGI PENYINTAS KANKER DI KOMUNITAS KANKER INDONESIA Lina Ayu Marcelina; Angel Sri Yuliningtyas
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13467

Abstract

Cancer was a chronic and deadly disease in the world. A long period of cancer treatment effect the psychological of cancer patients, particularly stress. One of the complementary or non-pharmacological therapy for cancer is stress management. This community service activity aims to provide stress management as a complementary therapy for cancer patients to decrease stress levels. We conducted progressive muscle relaxation and guided imagery. This activity is carried out in 1 time (one meeting) and took place in the Indonesian Cancer Care Community (ICCC) and involved 15 cancer survivors and warriors. The media used in this activity are PPT and zoom meeting platform. They submitted pre and post-test, which were analyzed with Paired t-test. This study showed a different mean score of stress level between before and after stress management (Sig. 2 tailed <0.001, 95% CI). Based on the results of the stress score analysis of cancer survivors, it can be seen that there is a difference in the average stress before and after the administration of stress management techniques. Stress management was highly recommended for cancer patients to decrease stress levels during their treatments. It is hoped that this community service can be carried out on a wider scale so that more communities will benefit from this activity.ABSTRAK:Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang paling mematikan di dunia. Pengobatan kanker dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan beberapa efek samping yang mempengaruhi kondisi psikologis pasien, diantaranya stress. Terapi komplementer atau non farmakologis bagi pasien dengan kanker yang efektif salah satunya adalah manajemen stress. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan manajemen stress sebagai terapi komplementer bagi penyintas kanker untuk menurunkan tingkat stressnya. Manajemen stress yang diberikan adalah relaksasi otot progresif dan guided imagery. Kegiatan ini dilakukan dalam 1 waktu (sekali pertemuan)  dan berlangsung di Indonesian Cancer Care Community (ICCC) serta melibatkan 15 penyintas kanker yang tergabung di dalamnya. Media penyuluhan yang digunakan adalah PPT dan platform zoom meeting. Adapun para peserta mengisi pretest dan posttest yang diuji menggunakan Paired-t test. Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor stress sebelum dan setelah pemberian teknik manajemen stress (Sig. 2 tailed < 0.001, 95%C I). Berdasarkan hasil analisis skor stress penyintas kanker terlihat bahwa terdapat perbedaan rata-rata stress sebelum dan setelah pemberian teknik manajemen stress. Manajemen stress direkomendasikan bagi penyintas kanker sebagai  terapi komplementer untuk menurunkan stress selama pengobatan. Diharapkan, pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas agar lebih banyak komunitas yang merasakan manfaat dari kegiatan ini
PEMBEKALAN HUKUM MENGENAI HIBAH, WASIAT, DAN WARIS KEPADA JEMAAT PAROKI KEDOYA GEREJA ST. ANDREAS Benny Djaja; Nada Salsabila
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13440

Abstract

This Community Service aims to provide an understanding of property management through grants, wills, and heirs. Those are familiar to the public but still incomprehensively known, especially the explanations and the differences between one and another to the Kedoya Parish Congregation of St. Andrew’s Church which comes from various ethnicities, tribes, and origins in Indonesia. This Community Service is divided into 3 (three) phases, namely the preparation phase in the form of proposal submission and material making, the activity implementation phase in the form of material exposure with a question-and-answer session, and the final phase in the form of the arrangement and submission of the activity report. The Community Service provides legal counseling concerning grants, wills, and heirs using Zoom application to the Kedoya Parish Congregation of St. Andrew’s Church. They register through the google form link. The result of this Community Service is that 68 (sixty-eight) participants gained the information related to the material presented in the counseling session in the form of grants, including elements and exceptions. Wills include general wills, olographic wills, secret wills, heirs, and the 4 (four) groups of wills. The external result from the community service was conducted in scientific publication in an ISSN-based journal and publication in Kompas.com.ABSTRAKTujuan dilakukannya Pengabdian Masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan harta kekayaan melalui hibah, wasiat, dan waris yang sudah tidak asing di telinga tetapi masih belum diketahui benar penjelasan serta perbedaannya kepada Jemaat Paroki Kedoya Gereja St. Andreas yang berasal dari beragam etnis, suku, dan asal daerah di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap, pertama tahap persiapan berupa pengajuan proposal dan pembuatan materi, kedua tahap pelaksanaan kegiatan berupa pemaparan materi dan tanya jawab, serta tahap akhir berupa penyusunan dan penyampaian laporan kegiatan. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan hukum mengenai hibah, wasiat, dan waris secara dalam jaringan menggunakan aplikasi Zoom kepada Jemaat Paroki Kedoya Gereja St. Andreas. Mereka mendaftar melalui tautan google form. Hasil dari kegiatan yaitu sebanyak 68 (enam puluh delapan) peserta kegiatan memperoleh informasi mengenai materi yang disampaikan dalam penyuluhan berupa pengenalan mengenai hibah termasuk unsur-unsur dan pengecualiannya; wasiat yang meliputi wasiat umum, wasiat olografis, dan wasiat rahasia; serta mengenai waris dan 4 (empat) golongan ahli waris. Luaran yang dihasilkan dari pengabdian masyarakat ini berupa publikasi ilmiah pada jurnal ber-ISSN dan publikasi di Kompas.com.
PENDAMPINGAN RENCANA BISNIS GUNA PENGEMBANGAN USAHA KULINER JAJANAN TRADISIONAL KHAS JAMBI Lydiawati Soelaiman
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13294

Abstract

Every region certainly has their unique traditional snacks that reflect their identity and culture. Similarly, Jambi has its own unique traditional snacks which have the potential to generate economic growth. Traditional snacks not only meet the needs of the local community, but also demands at tourist destinations or as souvenirs. Unfortunately, many traditional snacks business owners have not realized the full potential of their products. They operate their business without much planning for product development. They are facing capital, product development, and marketing constraints which can be minimized with a robust business plan, which may contain strategic planning on marketing, capital, manufacturing, and human resources. Therefore, this community service program aims to assist SMEs in developing business plans for their future management and business development, in the areas of business strategy, marketing, management and organization, production, and finance. This activity is carried out online. In this PKM activity, business actors are assisted to outline a business development plan from business strategy, marketing aspects, management and organizational aspects, production aspects and financial aspects. As a result, entrepreneurs of Jambi traditional snacks would be able to devise their own business plans to improve their business performance and also can maximize profits and offers to run a business.ABSTRAKSetiap daerah tentunya memiliki jajanan tradisional yang mencerminkan identitas dan karakteristik budaya dari suatu daerah tertentu. Begitu pula halnya dengan Jambi yang memiliki jajanan khas Jambi sebagai produk yang berpotensi mendatangkan keuntungan secara ekonomis. Hal ini dikarenakan jajanan tradisional tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyakat lokal tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama di tujuan maupun sebagai oleh-oleh. Tetapi sayangnya para pelaku bisnis jajanan tradisional di Jambi belum menyadari potensi produknya. Mereka hanya menjalankan usahanya secara sederhana tanpa merencanakan pengembangan produknya. Padahal mereka dihadapi oleh kendala permodalan, pengembangan produk dan pemasaran yang sebenarnya dapat diminimalisir jika pelaku bisnis memiliki perencanaan bisnis yang menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini mencoba untuk melakukan pendampingan kepada UMKM untuk membuat suatu rencana bisnis yang dapat bermanfaat dalam pengelolaan dan pengembangan usaha ke depannya. Kegiatan pendampingan rencana bisnis ini dilaksanakan secara daring. Dalam kegiatan PKM ini, para pelaku usaha dibantu untuk menguraikan rencana pengembangan bisnis dari strategi bisnis, aspek pemasaran, aspek manajemen dan organisasi, aspek produksi dan aspek keuangan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan para pelaku usaha kuliner jajanan tradisional khas Jambi mampu menghasilkan suatu rencana bisnis yang dapat meningkatkan kinerja usahanya serta dapat memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko selama menjalankan usaha.
PELAKSANAAN RENOVASI EKSTERIOR MAJELIS TAKLIM AL MUSA’ADAH, DESA KABASIRAN, PARUNG PANJANG, BOGOR, JAWA BARAT Yunita Ardianti Sabtalistia; Sintia Dewi Wulanningrum
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.11699

Abstract

Majelis Taklim Al Musa'adah is one of the majelis taklim in Kabasiran village which is intended for women and children. The front view of the taklim assembly had a lot of damage to the walls and roof and there was no signboard. Based on the results of the PKM team survey, conditions in the field also needs a lot of improvement. There were many damaged tiles, broken roof tiles, unpainted plaster, and peeling paint. Based on these problems, the purpose of this PKM is to renovate the exterior of the damaged building elements and provide a nameplate. The method of implementing this PKM activity consists of 4 stages. The first stage is to paint the exterior walls. The second stage is the roof tile repair. The third stage is the repair and painting of lisplang. The fourth stage is the installation of the nameplate. The nameplate shows information about Majelis Taklim's name and location so that it is hoped that motorists passing Dago street can find out the whereabouts of Majelis Taklim. Before the renovation work is carried out, it is necessary to conduct discussions with the head of RT 04 Desa Kabasiran and the management of the Majelis Taklim Al Musa'adah  so that an agreement is reached to determine the priority of the renovation work to be carried out, the method of implementation, costs, and the work schedule. The result of this PKM activity is the model of Majelis Taklim Al Musa'adah which has been renovated for some of the damage that has occurred and the installation of a signboard. ABSTRAK:Majelis Taklim Al Musa’adah merupakan salah satu majelis taklim di desa kabasiran yang diperuntukkan  bagi kaum perempuan, baik itu ibu-ibu, remaja putri, dan anak-anak. Tampilan depan majelis taklim tersebut mengalami banyak kerusakan pada bagian dinding dan atap serta tidak adanya papan nama.  Berdasarkan hasil survei tim PKM, kondisi di lapangan juga perlu banyak pembenahan. Banyaknya genteng yang rusak, lisplang yang rusak, plesteran yang belum dicat, dan cat yang terkelupas. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan PKM ini adalah melakukan renovasi eksterior terhadap elemen-elemen bangunan yang mengalami kerusakan dan pemberian papan nama. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari 4 tahap. Tahap pertama dilakukan kegiatan pengecatan dinding eksterior. Tahap kedua dilakukan perbaikan genteng. Tahap ketiga adalah perbaikan dan pengecatan lisplang.  Tahap keempat adalah pemasangan papan nama. Papan nama menunjukkan informasi tentang nama Majelis Taklim dan lokasi sehingga diharapkan pengendara yang melewati jalan Raya Dago dapat mengetahui keberadaan Majelis Taklim. Sebelum dilakukan pekerjaan renovasi perlu dilakukan diskusi dengan ketua RT 04 Desa kabasiran dan pengurus Majelis Taklim Al Musa’adah agar tercapai kesepakatan untuk menentukan prioritas pekerjaan renovasi yang akan dilakukan, metode pelaksanaan, biaya, dan jadwal pekerjaan. Hasil kegiatan PKM ini adalah model Majelis Taklim Al Musa’adah yang sudah dilakukan renovasi atas beberapa kerusakan yang terjadi dan pemasangan papan nama.
PENDIDIKAN SEKSUAL PADA SISWA DI SEKOLAH BUDI MULIA, BOGOR Triyana Sari; Alya Dwiana; Susilodinata Halim
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13615

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. It is characterized by development of secondary sexual organs, changes in emotions and ways of thinking. It confused them and caused great curiosity. Itcan be fulfilled quickly through social media and close friends, because its the easiest sources to get, but can lead to risky sexual behavior. Budi Mulia Public High School Bogor has pretty much students and requires appropiatesexual education to prevent risky sexual behavior. The principal of Budi Mulia High School in collaboration with Faculty of Medicine, Tarumanagara University, held awareness in sexual education, specifically, adolescentpersonal health care. Method: This program was held on June 8–9, 2021 at 9–10 AM using Zoom meeting. Participants were grouped by gender, each group is given knowledge about sexual education. Results: Thisprogram was attended by 311 participants, from 15–19 years old, most othem received sexual education (93.9%) from parents/teachers/religious seminars (59.5%). From 91 participants who filled out pre-test, most of themthought that sexual education was important for health (96.7%), taught them to be responsible (96.7%), and able to make decisions about sexual behavior (85.7%). These results increase in the post-test. This indicates that continuingsexual education for adolescents is important. Suggestion: Sexual education needs to be held continuously according to the stages of human sexual development. Education to parents and teachers also important to remove taboos and myths in society. Capability to find proper information in cyberspace is very important. ABSTRAKLatar Belakang: Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Masa ini ditandai dengan terjadinya perkembangan organ seksual sekunder, perubahan emosi dan pola pikir. Perubahan ini membingungkan sehinggamenimbulkan rasa ingin tahu yang besar. Hal tersebut dapat dipenuhi denga cepat melalui media sosial dan teman, karena informasi yang paling mudah didapatkan, namun dapat menimbulkan perilaku seksual berisiko. Sekolah Menengah Umum Budi Mulia Bogor memiliki jumlah siswa yang cukup banyak dan memerlukan informasi pendidikan seksual yang tepat untuk mencegah perilaku seksual berisiko. Pimpinan SMU Budi Mulia bekerjasama dengan FK Universitas Tarumanagara mengadakan penyuluhan pendidikan seksual sebagai bagian dari pemeliharaan kesehatan pribadi remaja. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 8–9 Juni 2021 pukul 09.00–10.00 WIB melalui aplikasi zoom meeting. Peserta dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan diberikan pengetahuan mengenai pendidikan seksual. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 311 peserta, usia 15–19 tahun, mayoritas pernah mendapatkan pendidikan seksual (93,9%) dari orang tua/guru/seminar keagamaan (59,5%). Dari 91 peserta yang mengisi pre-test, sebagian besar  berpendapat bahwa pendidikan seksual penting untuk kesehatan (96,7%), mengajarkan mereka bertanggungjawab (96,7%), dan dapat mengambil keputusan akan perilaku seksual (85,7%). Hasil tersebut meningkat pada post test. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan seksual yang  berkelanjutan bagi remaja. Saran: Pendidikan seksual perlu diadakan terus menerus sesuai tahapan perkembangan seksual manusia. Pendidikan kepada orangtua dan guru juga penting untuk menghilangkan tabu dan mitos di masyarakat.  Kemampuan untuk mencari informasi yang tepat di dunia maya juga sangat penting
TRANSFER PENGETAHUAN NILAI BARANG RONGSOKAN UNTUK BENGKEL SAMPAHQU - TANGERANG SELATAN Helena Juliana Kristina; Rosehan rosehan; Ahmad ahmad; Suraidi suraidi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11821

Abstract

In the concept of circular economy, paradigm of garbage as something that has a meaning (material recovery) so as to lower production costs and save natural resources that are not renewable and maintain the environment. By using circular economy principle, where the value of products and materials are maintained and utilized for as long as possible, so that landfill can be limited as small as possible. In Indonesia itself, there are several ways of collecting electronic waste from community sources, such as channeled through dropbox and Waste Bank for recycling. In unraveling the problem of waste, there must be social and economic institutions that cooperate with each other in their activities, for the sustainability of the movement in the community, both social movements and social engineers in changing the paradikma of waste management in the community. Because household electronic waste from waste banks is almost always present in every weighing. The knowledge of workers in lapak is very minimal to ascertain whether the goods can still function if repaired or must be channeled for recycling. Therefore, SampahQu intends to set up a small workshop in lapaknya for the management of electronic waste from households, which will try to invite teenagers in their villages and participants of the SampahQu network, to participate in this activity, in the hope as one way to foster environmental concern to them. The solution offered by the PKM team to SampahQu Bp Posma is to make an approach to the participants to build their internal motivation first, that garbage has a high value if it can be managed correctly, while supporting the Reuse and Recovery program, by transferring knowledge of the value of junk goods. This activity is realized in the form of a workshop class program SampahQuABSTRAK:Dalam konsep circular economy, paradigma sampah sebagai sesuatu yang mempunyai arti (material recovery) sehingga mampu menurunkan biaya produksi dan menyelamatkan sumber daya alam yang tidak terbarukan serta menjaga lingkungan. Dengan menggunakan prinsip circular economy, dimana nilai produk dan material dijaga dan dimanfaatkan selama mungkin, sehingga timbunan sampah dapat dibatasi sekecil mungkin. Di Indonesia sendiri, ada beberapa cara pengumpulan sampah elektronik dari sumber masyarakat, seperti disalurkan melalui dropbox dan Bank Sampah untuk di daur ulang. Dalam mengurai masalah sampah harus ada lembaga sosial dan ekonomi yang saling bekerjasama dalam kegiatannya, demi keberlanjutan gerakannya di masyarakat, baik gerakan sosial ataupun perekayasa sosial dalam mengubah paradikma kelola sampah di masyarakat. Dikarenakan sampah elektronik rumah tangga dari bank sampah hampir selalu ada di setiap penimbangan. Pengetahuan pekerja di lapak sangatlah minim untuk memastikan apakah barang – barang rongsok itu masih bisa berfungsi jika diperbaiki ataukah harus disalurkan untuk didaur ulang. Oleh karena itu, SampahQu bermaksud mendirikan bengkel kecil di lapaknya untuk pengelolaan sampah elektronik dari rumah tangga, yang dimana akan mencoba mengajak orang muda di sekitar lapak dan partisipan jejaring SampahQu, untuk ikut dalam aktivitas ini, dengan harapan sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan kepada mereka.  Solusi yang ditawarkan tim PKM kepada SampahQu Bp Posma adalah membuat suatu kegiatan pendekatan kepada para partisipan untuk membangun motivasi internal mereka lebih dulu, bahwa sampah punya nilai yang tinggi kalau bisa dikelola dengan benar, sekaligus mendukung program reuse dan recovery, dengan melakukan transfer knowledge nilai barang rongsokan. Kegiatan ini direalisasikan dalam bentuk program kelas bengkel SampahQu.
PENGGUNAAN PERALATAN ELEKTRONIK DENGAN BENAR DAN AMAN BAGI WARGA KELURAHAN WIJAYA KUSUMA JAKARTA BARAT Rosalia Hongningsih Subrata; Susan Sulaiman; Rudy Setya Wahjudi; Sucipto Adi Suwiryo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12789

Abstract

Electronic equipment, especially those intended for households, can provide convenience for housewives, so it is not surprising that there are various types of household electronic equipment in the market, ranging from unique ones to those that are not really needed. Most of the existing household electronic equipment is in the form of automatic electronic equipment whose control is carried out automatically by an electronic circuit in the equipment. As users of household electronic equipment, housewives should have knowledge of how the equipment works so that it can function properly, be safely used, have a long life and do not cause harm. Therefore, the Community Service (PKM) program which is one of the Tridharma Higher Education activities entitled Training on the Use of Electronic Equipment in the Household is expected to increase public knowledge about the correct and safe use of household electronic equipment. PKM partners are residents of RT 005 RW 010, Wijaya Kusuma sub-district, Grogol Petamburan sub-district, West Jakarta, consisting of housewives and young women. Submission of PKM program material during the COVID-19 pandemic is done online through the TeamLink application. This PKM program is beneficial for participants, as seen from the results of the participant satisfaction survey where 82.4% of participants gave a score of 4 (good) and 17.6% of participants responded that the benefits of this training were very good by giving a score of 5 (very good) on the satisfaction scale. (scale value from 1-5). The results of this activity are in the form of posters and presentation modules registered with intellectual property rights in the form of Copyrights, procedures for applying appropriate technology for partners, and scientific articles published in national journals. ABSTRAK:Peralatan elektronik khususnya yang diperuntukkan bagi rumah tangga dapat memberikan kemudahan bagi ibu-ibu rumah tangga, maka tidak heran jika di pasaran beredar beraneka jenis peralatan elektronik rumah tangga mulai dari yang unik sampai yang tidak terlalu dibutuhkan. Peralatan elektronik rumah tangga yang ada kebanyakan berupa peralatan elektronik otomatis yang pengendaliannya dilakukan secara otomatis oleh suatu rangkaian elektronik di dalam peralatan tersebut. Sebagai pengguna peralatan elektronik rumah tangga hendaknya ibu-ibu mempunyai pengetahuan tentang cara kerja peralatan tersebut sehingga peralatan yang digunakan dapat berfungsi dengan baik, aman dan berumur panjang serta tidak menimbulkan kerugian. Karena itu program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi berjudul Pelatihan Penggunaan Peralatan Elektronik pada Rumah Tangga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan peralatan elektronik rumah tangga dengan benar dan aman. Mitra PKM adalah warga RT 005 RW 010 kelurahan Wijaya Kusuma kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri Penyampaian materi program PKM pada masa pandemi COVID-19 ini dilakukan secara daring melalui aplikasi TeamLink. Program PKM ini bermanfaat bagi peserta, terlihat dari hasil survei kepuasan peserta dimana 82,4% peserta memberi nilai 4 (baik) dan 17,6% peserta memberikan respon bahwa manfaat pelatihan ini sangat baik dengan memberi nilai 5 (sangat baik) pada skala kepuasan (nilai skala dari 1-5). Hasil dari kegiatan ini berupa luaran berbentuk poster dan modul presentasi yang didaftarkan pada hak kekayaan intelektual berupa Hak Cipta, prosedur penerapan teknologi tepat guna bagi mitra, dan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional.
MEMBANGUN BUDAYA ANTI-NARKOTIKA MELALUI PENINGKATAN PEMAHAMAN MENGENAI REGULASI DI BIDANG NARKOTIKA Imelda Martinelli; Ade Adhari; Luisa Srihandayani; Malvin Jati Kuncara Alam
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12724

Abstract

The country of Indonesia is facing a “Narcotics Emergency”. This is because the level of narcotics abuse in Indonesiais very high. Narcotics abuse is one of the threats to the progress of the civilization of the Indonesian nation. In orderto overcome this problem, it is necessary to increase understanding of the dangers of narcotics and various regulationson narcotics control in Indonesia. This is the goal of implementing PKM at SMAN 17. Jakarta. The stages of PKMimplementation consist of identifying problem, drafting proposals, managing PKM implementation permits,implementing PKM, compiling PKM outputs, compiling PKM progress reports and preparing PKM final reports.Partners also participate in PKM activities, namely by conveying information about the implementation of PKM atSMAN 17 Jakarta to XI students of SMA 17, coordinating with class leaders in each class XI SMA 17 to participatein PKM activities and arranging attendance required at the time of implementation of PKM at SMAN 17 Jakarta. Theresults of the PKM implementation show an increase in understanding of the anti-narcotics culture as conveyed bystudents after the implementation of PKM activities. The conclusion that can be put forward is that SMAN 17 studentsgain an understanding of the various laws and regulations used by the state to tackle narcotics. In addition, it isnecessary to strive for PKM activities that carry this theme in various other schools. ABSTRAK:Negara Indonesia tengah menghadapi kondisi “Darurat Narkotika”. Hal tersebut dikarenakan tingkat penyalahgunaannarkotika di Indonesia sangat tinggi. Penyalahgunaan narkotika adalah salah satu ancaman bagi kemajuan peradabanbangsa Indonesia. Dalam rangka mengatasi masalah ini perlu dilakukan peningkatan pemahaman mengenai bahayanarkotika dan berbagai regulasi penanggulangan narkotika di Indonesia. Inilah yang menjadi tujuan pelaksanaanpengabdian kepada masyarakat (PKM) di SMA 17 Jakarta ini. Tahapan pelaksanaan PKM terdiri dari tahap penggalianinformasi permasalahan, penyusunan proposal, pengurusan izin pelaksanaan PKM, pelaksanaan PKM, penyusunanluaran PKM, penyusunan laporan kemajuan PKM dan penyusunan laporan akhir PKM. Mitra juga ikut berpartisipasidalam kegiatan PKM, yaitu dengan menyampaikan informasi tentang adanya pelaksanaan PKM di SMAN 17 Jakartakepada siswa XI SMA 17, mengadakan koordinasi dengan ketua kelas di masing-masing kelas XI SMA 17 untukmengikuti kegiatan PKM dan menyusun absensi yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan PKM di SMAN 17 Jakarta.Hasil pelaksanaan PKM menunjukan adanya peningkatan pemahaman mengenai budaya anti-narkotika sebagaimanadisampaikan oleh para siswa pada saat setelah dilaksanakannya kegiatan PKM. Kesimpulan yang dapat dikemukakanadalah bahwa siswa SMAN 17 mendapatkan pemahaman mengenai berbagai peraturan perundang-undangan yangdigunakan oleh negara untuk menanggulangi narkotika. Selain itu, perlu diupayakan kegiatan PKM yang mengangkattema seperti ini di berbagai sekolah lainnya.
PELATIHAN PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PEGAWAI UNTUK SISWA-SISWI SMA BHINNEKA TUNGGAL IKA JAKARTA Tony Sudirgo; Syam Hafiva Thasya; Sharon Sharon; Audi Gibrillia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13387

Abstract

Not all high school graduates will continue their education or become entrepreneurs, some of them will become workers or employees. As employees they will get a salary or income which will be subject to Income Tax by the company or employer. In order to avoid mistakes in deducting or calculating the employee's income tax (usually known as PPh Article 21), this training is provided for high school students. We will provide them with knowledge about what income is classified as an income addition or not. Bhinneka Tunggal Ika High School as a PKM partner needs to enrich the students' insight related to the development of economics and taxation. This PKM activity has been carried out online through a zoom meeting because face-to-face implementation is still not allowed. In this training, the Employee Income Tax Calculation module has been distributed as an online PKM output so that it can be accessed and re-read by the high school students. The outputs of this activity will also be presented at SENAPENMAS and included in the PINTAR article. This implementation method is carried out with explanations and discussions as well as questions and answers which are all be carried out online. This PKM activity has been carried out by filling out the study schedule for Economics subjects and followed by teachers who are also in charge of these subjectsABSTRAK:Tidak semua lulusan SMAN akan melanjutkan pendidikan lanjutan atau menjadi wirausahawan, sebagian dari mereka akan menjadi pekerja atau pegawai. Sebagai pegawai mereka akan memperoleh gaji atau penghasilan yang tentu saja akan dikenakan Pajak Penghasilan oleh perusahaan atau pemberi kerja. Agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pemotongan atau perhitungan Pajak Penghasilan pegawai tersebut (lebih dikenal dengan istilah PPh Pasal 21), maka pelatihan ini diberikan untuk para siswa-siswi SMA. Kami akan membekali mereka dengan pengetahuan mengenai penghasilan apa saja yang diklasifikasikan sebagai penambah penghasilan atau tidak. SMA Bhinneka Tunggal Ika selaku mitra PKM ini membutuhkan pengayaan wawasan siswa-siswinya terkait dengan perkembangan ilmu ekonomi dan perpajakan. Dengan melaksanakannya PKM ini, target yang diharapkan dapat memberi pemahaman yang benar terkait Pajak Penghasilan Pegawai dan diharapkan dapat membekali siswa-siswi SMA Bhinneka Tunggal Ika dengan tujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi agar nantinya dapat menggunakan ilmu yang didapat di masa yang akan datang ataupun di dunia kerja nantinya. Kegiatan PKM ini telah dilaksanakan secara daring melalui pertemuan zoom karena masih belum diperkenankan pelaksanaan secara tatap muka. Dalam pelatihan ini  dibagikan modul Perhitungan Pajak Penghasilan Pegawai sebagai luaran PKM secara online sehingga dapat diakses dan dibaca kembali oleh siswa-siswi SMA tersebut. Hasil luaran dari kegiatan ini juga akan disajikan dalam kegiatan SENAPENMAS dan dimasukkan dalam artikel PINTAR. Metode pelaksanaan ini dilakukan dengan penjelasan dan diskusi serta tanya jawab yang seluruhnya dilaksanakan secara daring. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan mengisi jadwal belajar mata pelajaran Ekonomi dan diikuti oleh guru yang mengampu mata pelajaran tersebut juga
PASSION DAN PERENCANAAN KARIR Monika Monika; Virgie Nathania
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.18317

Abstract

Passion is a strong desire in a person to do activities that he likes. Knowledge of passion in every person, needs to be understood seriously, so that person can find meaning in his life. When a person carries out his work or activity according to his passion, that person will feel a great urge to keep trying and work better. Thus, it is important for everyone to understand this, especially for students who are planning their future careers. This seminar on “Understanding the Importance of Passion in Life” was given to students and parents of SMP and SMA X in Jakarta. The aim of this event is to recognize students’ passion, as a provision in planning their future careers. By attending this seminar, it is hoped that students and parents will gain knowledge and understanding about the importance of knowing oneself, especially the passion in each child, so that parents can support their children to know themselves and achieve their potential optimally. This seminar received good appreciation from students, parents, and teachers. After this seminar took place, there were students and parents who did career counseling to help students planning their career.ABSTRAK:Passion merupakan gairah atau hasrat yang kuat ada dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan atau aktivitas yang disukainya. Pengetahuan mengenai passion di dalam diri setiap orang, perlu dipahami dengan sungguh-sungguh, agar orang tersebut dapat menemukan kebermaknaan di dalam hidupnya. Ketika seseorang menjalankan pekerjaannya atau aktivitas yang ditekuninya sesuai dengan passion-nya, maka orang tersebut akan merasakan dorongan yang besar untuk terus berusaha dan berkarya dengan lebih baik lagi. Dengan demikian, hal ini penting dipahami oleh setiap orang, khususnya peserta didik yang sedang merencanakan karir ke depan. Seminar tentang “Memahami Pentingnya Passion dalam Hidup” ini diberikan kepada siswa dan orang tua siswa SMP dan SMA X di Jakarta, dengan tujuan agar mereka dapat mengenal passion mereka, sebagai bekal dalam perencanaan karir mereka pada masa yang akan datang. Dengan mengikuti seminar, diharapkan siswa dan orang tua siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya mengenal diri, terutama passion dalam diri setiap anak, sehingga akhirnya orang tua dapat mendukung anak mengenal dirinya dan mencapai potensi dirinya secara optimal. Seminar ini mendapatkan apresiasi yang baik dari siswa, orang tua, maupun guru-guru dari sekolah X, bahkan terdapat siswa dan orang tua yang melakukan konseling jurusan setelah acara seminar berlangsung, untuk membantu siswa lebih memantapkan dalam perencanaan karirnya.