Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles
675 Documents
KATA PENGANTAR JURNAL BAKTI MASYARAKAT INDONESIA VOL 1 NO 1
UNTAR, DPPM
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.5 KB)
Kata Pengantar Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SEBAGAI CARA MEMPERKENALKAN PRODI ILMU KOMUNIKASI UNTAR KEPADA SISWA SISWI DI SDS SUMBANGSIH
Muhammad Adi Pribadi;
Moehammad Gafar Yoedtadi;
Budi Utami;
Kurniawan Hari Siswoko
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (944.234 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7226
PKM Untar di SDS Sumbangsih membantu siswa/siswi dalam menjalani ekstrakurikuler reporter cilik “Jenius”. Ketika para guru perlu bantuan pengetahuan terkait dunia reporter kepada tim Jenius, dosen-dosen Prodi ilmu komunikasi Untar hadir untuk membantu para guru dan murid di tim Jenius. Kehadiran para dosen tidak hanya memberikan solusi bagi tim reporter cilik di SDS Sumbangsih tetapi mereka juga membangun kesan positif terhadap Untar secara umum dan prodi Ilmu Komunikasi secara khusus di masyarakat, keberhasilan Tim PKM Untar di SDS Sumbangsih menciptakan pengalam positif sehingga masyarakat ikut membicarakan hal positif terkait Untar di masyarakat. Program PKM yang dilakukan oleh para dosen dengan tim Jenius melalui proses transfer pengetahuan dari sisi teori, pengalaman dan praktek sehingga tim Jenius mendapatkan pengetahuan dalam menjalani kegiatan reporter cilik yang baik. PKM Untar yang memberikan kesan positif di masyarakat menunjukkan kehidupan merek Untar di hati masyarakat. Hal-hal seperti ini membuat Untar mudah untuk diingat masyarakat sehingga ketika mereka ingin belajar pada level strata satu, dua dan tiga, mereka akan memilih Untar sebagai lembaga pendidikan yang dipercaya oleh mereka. Ketika kesan positif terhadap Untar tumbuh didalam hati masyarakat, masyarakat akan merekomendasikan kepada orang-orang terdekatnya. Penyebaran informasi begitu cepat dengan keberadaan media digital yang berada digenggamannya. Informasi yang direkomendasikan dari orang yang telah dikenal oleh individu akan lebih mudah untuk dipercaya dibandingkan dengan iklan
PELATIHAN MEMBUAT KREASI BENDA FUNGSIONAL DARI BOTOL BEKAS MINUMAN UNTUK MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA DI RUMAH YATIM ASHOLIHIN
Husniati, Renny;
Pangestuti, Dewi Cahyani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.062 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2884
Banyaknya sampah botol yang ditinggalkan oleh ibu-ibu pengajian merupakan masalah untuk kebersihan lingkungan disekitar majelis taklim Assolihin belum dapat diatasi. Dengan pengabdian kepada masyarakat, mencoba mencari solusi bahwa sampah botol tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang bernilai ekonomis. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demontrasi langsung dipraktekkan oleh peserta, serta tanya jawab. Pelatihan ini melibatkan dosen Fakultas Ekonomi dan bisnis , mahasiswa FEB yang bermitra dengan Rumah Yatim Asholihin yang terletak di RT.02 RW 02 Desa Pasir Jambu Kec. Sukaraja Kab. Bogor yang berisi anak usia SD, SMP dan SMA Target luaran program pengabdian ini adalah (1) masyarakat mulai mengetahui bahwa barang bekas bisa didaur ulang, (2) masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang teknik pengolahan sampah jenis botol bekas minuman menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis, dan (3) terciptanya peran serta masyarakat secara aktif dalam memecahkan masalah sampah dengan memilah sampah an organik yang masih bisa mempunyai nilai ekonomis. Pelatihan membuat barang fungsional dari bahan botol plastik cukup berhasil sesuai dengan harapan, terlihat dari jumlah yang dihasilkan 80% produk dalam kategori baik, sehingga menumbuhkan jiwa wirausaha anak yatim dengan cara mengembangkan kreativitas dalam mengolah sampah an organik lainnya untuk dapat dijadikan barang yang bernilai ekonomis dan dapat dijual. Hasil penyebaran kuesioner sebagai evaluasi akhir terlihat ada dampak dari pemberian materi tentang pengetahuan berbentuk keterampilan, terbukti semua anak yatim dibawah asuhan majelis taklim Assolihin mengetahui dan menyadari Program 4 R-P yaitu reduce (mengurangi) reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), replace (mengganti ) dan participation (pelibatan masyarakat) sangat memberikan wawasan mereka dalam mengolah sampah organik maupun an organik. Sehingga dapat mengatasi timbunan sampah dari botol plastik yang ditinggalkan/dibuang peserta pengajian menjadi barang fungsional yang bernilai ekonomis, terbukti 86% menyatakan lebih percaya diri sebenarnya mereka mempunyai kemampuan untuk mengatasi sampah yang mengotori lingkungan di sekitar majelis taklim Assolihin.
DISKUSI MENGENAI PERAN HUMAS DALAM KOMUNIKASI INTERNAL PADA PERUSAHAAN
Setyanto, Yugih;
Anggarina, Paula T.
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.925 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2890
Komunikasi internal menjadi salah satu hal penting yang menunjang kinerja perusahaan. Melalui komunikasi internal, terjalin alur pesan di dalam perusahaan. Kelancaran komunikasi ini menjadi indikator baik tidaknya manajemen dijalankan. Banyak masalah yang timbul dikarenakan terhambatnya komunikasi yang terjadi di perusahaan. Komunikasi internal menjadi hal penting dalam menunjang manajemen perusahaan. Humas dalam fungsi manajemen menjadi pendukung dalam membangun komunikasi tersebut. Sampai sejauh ini belum semua perusahaan memahami pentingnya humas dalam membangun komunikasi internal. PT. Pupuk Kalimantan Timur merupakan salah satu BUMN yang berkantor pusat di Bontang, Kalimantan Timur. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki kantor perwakilan yang berada di Jakarta. Kantor ini memiliki peran yang vital sebagai jembatan komunikasi antara manajemen di pusat dan stakeholder di Jakarta. Kegiatan diskusi memberi masukan kepada perusahaan mengenai pandangan akademis mengenai komunikasi internal. Sehingga melalui fungsi kehumasan dapat membantu manajemen di Kantor PT Pupuk Kaltim perwakilan Jakarta.
FAKTOR RISIKO PEMUNCULAN AGRESI DAN PELANGGARAN MORAL PADA REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK
Naomi Soetikno;
P. Tommy S. Suyasa;
Florencia Irena
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.211 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7236
Remaja yang melakukan pelanggaran hukum seperti berbuat agresi yang mengakibatkan kematian, atau pelanggaran moral seperti perkosaan, maupun penyalahgunaan obat/narkotika dikenakan hukuman yang membawa mereka di Lembaga Pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan khusus anak atau disebut sebagai Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berada di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di Tangerang. Selama di dalam LPKA, anak didik (andikpas) disana masih sering juga melakukan pelanggaran aturan, seperti perilaku agresi, penyebaran terror, dan juga pelanggaran moral. LPKA membutuhkan adanya instrument untuk klasifikasi perilaku andikpas sehingga dapat membantu dalam menentukan tingkat pengamanan dan pengawasan yang diberikan dari tingkat minimum sampai pada maksimun pengamanan. Berpijak dari kebutuhan mitra mengenai adanya instrument yang dapat mengklasifikasikan perilaku pelanggaran andikpasmaka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan infromasi mengenai factor risiko andikpas melakukan pelanggaran agresi dan moral di dalam LPKA. Metode yang digunakan adalah focused group discussion pada petugas dan andikpas. Didapatkan hasil bahwa adanya factor internal dari andikpas yang menjadi factor risiko pemunculan agresi dan pelanggaran moral juga factor eksternal dari petugas, system, aturan, dan pengawasan, dan juga interaksi dengan sesame andikpas.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PIA SEBAGAI MAKANAN BERSUMBER DAYA ALAM LOKAL DARI SERABUT BUAH LONTAR UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT PULAU ROTE
Mahayasa, I N Widiartha;
Mahayasih, P.G.M Widyaswari;
Sirma, Nyoman;
S, Kartiwan.
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.004 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2896
Kelompok Oo Daro dan kelompok Ita Esa yang berada di Kecamatan Rote Barat Daya dan Kecamatan Lobalaen Kabupaten Rote-Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) telah umum melakukan usaha pengolahan produk dari buah lontar, yaitu gula cair dari nira buah lontar. Gula ini sangat digemari oleh masyarakat, bahkan sampai ke luar daerah. Disamping nira dari buah yang umum digunakan, buah lontar masak juga dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual yang baik, yaitu menjadi pia buah lontar. Pengolahan buah lontar masak menjadi berbagai jenis makanan (kue), bagi masyarakat Rote, merupakan suatu hal (teknologi) yang masih baru. Selama ini buah yang telah masak lebih banyak dibuang begitu saja. Oleh karena itu, masyarakat dari kelompok Oo Daro dan kelompok Ita Esa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan yang diadakan. Kegiatan dilakukan selama 2 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua kelompok ini telah memahami proses pengolahan buah lontar masak menjadi pia dan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendapatan mereka
EVALUASI ASPEK TRANSPORTASI TEMPAT PERISTIRAHATAN DI KM 88A TOL PURBALEUNYI
Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini;
MI Dewi Linggasar
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.883 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7241
Meningkatnya kepadatan penduduk dan jumlah pendapatan telah memberikan dampak pada meningkatnya mobilitas akibat variasi kegiatan dan tata guna lahan yang dapat dilihat dari pergerakan transportasi antar kota yang terus bertambah. Jalan Tol Purbaleunyi merupakan jalan alternatif untuk mengurangi kepadatan lalulintas di jalan arteri dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sekitarnya ke kota Bandung atau sebaliknya. Sehingga tol ini selalu ramai dilalui oleh kendaraan , akibatnya sering terjadi kepadatan bahkan macet. Padatnya lalu lintas serta panjangnya ruas jalan tol ini dapat menyebabkan pengemudi jenuh, lelah hilang konsentrasi dan bahkan mengantuk. Kondisi ini dapat membahayakan dirinya sendiri serta pengemudi lain, oleh karena itu perlu dibangun tempat peristirahatan sebagai fasilitas penunjang keselamatan di jalan tol. Hadirnya tempat peristirahatan km 88A Tol Purbaleunyi dapat membantu pengemudi yang lelah agar beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya kembali. Pelayanan serta fasilitas di dalam tempat peristirahatan tidak kalah penting agar pengemudi dan penumpang dapat memenuhi segala kebutuhannya seperti makan, minum dan beristirahat melepas lelah yang harus sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) peratitan menteri PUPR No. 16/PRT/M/2014. Metode yang akan dipergunakan adalah pengukuran kualitas layanan dengan importance performance analysis (IPA), dan juga SPM. Pengambilan data dengan cara observasi langsung dan kuesioner yang akan dibagikan kepada 100 responden dimana 50 sampel wawancara dan 50 sampel dengan online. Dari data 100 responden akan diperoleh data mean persepsi dan mean harapan dari diagram kartesius IPA. Dari hasil skor IPA, akan dibandingkan dengan kenyataan saat survei langsung dilapangan apakah sesuai atau ada perbedaan pada hasil penelitian tersebut.
PKM KELOMPOK USAHA PEMBUAT TAHU DAN TEMPE
Subur, Subur;
Murtatik, Sri;
Siswantini, Tri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.31 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2900
Minat warga RW 04 Kelurahan Krukut Kecamatan Limo Depok terhadap pengembangan usaha pembuatan tahu dan tempe untuk menambah volume produksi dan pasar penjualan produk mereka sangat tinggi. Mereka masih terfokus hanya pada proses peningkatan produksi dan penjualan tahu dan tempe sebanyak-banyaknya, sedangkan masalah yang berkaitan dengan pembukuan tidak diperhatikan. Banyak juga yang beranggapan jika selama usaha dikerjakan sendiri, uang tidak akan pergi kemana-mana dan menganggap bahwa pembukuan membuat mereka menjadi makin rumit dan makan waktu dalam mengelola usahanya. Melalui metode ceramah dan praktek langsung yang dilakukan oleh para pengabdi untuk mengubah pemahaman mereka bahwa pembukuan bukanlah sesuatu yang menyusahkan dan menambah pekerjaan saja, tetapi pembukuan dapat mengontrol perkembangan usaha yang sedang berjalan dan perkembangan usaha selanjutnya. Dengan pembukuan kita akan mengetahui seberapa untung atau rugi yang dialami usaha yang sedang berjalan. Evaluasi dari kegiatan ini adalah menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah melaksanakan abdimas, hasil jawaban didapat meningkatnya pemahaman para peserta abdimas terhadap manfaat dari pembukuan (90%), meningkatnya keyakinan para peserta abdimas bahwa bisnis bisa berkembang dengan melakukan pembukuan (80%) dan peserta abdimas menghendaki adanya kegiatan abdimas dilakukan kembali dengan tema yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan selanjutnya
PENGGUNAAN VISUAL DAN CERITA DALAM PROMOSI SECARA ONLINE UNTUK MEMPERKENALKAN BATIK CIPRATAN SLB NEGERI SEMARANG JAWA TENGAH
Noeratri Andanwerti;
Siti Nurannisaa P.B;
Niken Widi Astuti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1072.847 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7247
Dalam upaya mengenalkan suatu produk, dibutuhkan wawasan dan pengetahuan mengenai promosi. Konten visual dan cerita merupakan beberapa komponen yang perlu dimiliki dalam proses promosi. Media sosial saat ini telah mencakup semua saluran komunikasi dan alat media yang semakin sering digunakan untuk menghubungkan antar individu yang tersebar. Perkembangan media sosial ke dalam kehidupan sehari-hari telah mempengaruhi cara konsumen berinteraksi dan berperilaku di seluruh dunia. Media sosial bisa menjadi salah satu pilihan media dalam melakukan promosi. SLB Negeri Semarang adalah salah satu sekolah yang memiliki produk ungggulan yaitu Batik Cipratan. Batik tersebut telah dikenal masyarakat karena keunikan dalam teknik produksinya. Promosi produk Batik Cipratan saat ini masih menggunakan cara konvensional. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) melalui tim pengabdian masyarakat mencoba memfasilitasi kebutuhan SLB Negeri Semarang untuk menciptakan perencanaan promosi menggunakan media sosial secara online. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat mendukung proses pengenalan dan promosi produk Batik Cipratan. Kegiatan ini menggunakan metode belajar class room training yaitu memberikan pelatihan dalam ruang-ruang kelas sesuai dengan topik yang dibutuhkan. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan wawasan bagi SLB Negeri Semarang untuk dapat mengoptimalkan proses promosi yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk kedepan diperlukan langkah pembentukan tim khusus dari pihak sekolah dalam melakukan promosi lebih lanjut. Hasil dari pelatihan ini, para guru diharapkan memiliki pemahaman mengenai pengelolaan media dalam menyusun perencanaan promosi yang akan dilakukan dengan elemen visual dan cerita yang dapat jadi kekuatan dalam mengenalkan produk.
PELATIHAN MENGHITUNG HARGA POKOK DAN PEMBUKUANNYA BAGI PENGUSAHA DODOL DI DESA BOJONGGEDE KABUPATEN BOGOR
Renny Husniati;
Yoyoh Guritno;
Dewi Cahyani Pangestuti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.046 KB)
|
DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7254
Dodol adalah merupakan usaha yang telah lama dan turun temurun dilakukan oleh warga desa Bojonggede, dalam perkembangannya usaha ini jelas merupakan usaha pokok yang dilakukan warga desa Bojonggede dalam mendapatkan penghasilan, dengan demikian dodol merupakan produk unggulan dari wirausaha yang dilakukan. Namun mereka masih fokus terhadap proses produksi, jualan sebanyak-banyaknya, sedangkan tidak pernah memperhatikan dalam menghitung harga pokok ataupun melakukan pembukuan untuk mengetahui apakah usaha yang dilakukannya mengalami untung atau rugi, bahkan banyak juga yang beranggapan jika selama usaha dikerjakan sendiri, uang tidak akan pergi kemana-mana. Dengan metode ceramah dan praktek langsung dilakukan oleh para pengabdi untuk mengubah pemahaman mereka bahwa pembukuan bukanlah sesuatu yang menyusahkan dan menambah pekerjaan saja tetapi pembukuan dapat mengontrol perkembangan usaha yang sedang berjalan dimana kita akan mengetahui seberapa untung atau rugi yang dialami usaha yang sedang berjalan. Evaluasi dari kegiatan ini adalah menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah melaksanakan abdimas, hasil jawaban didapat meningkatnya pemahaman para peserta abdimas terhadap manfaat dari pembukuan (95%), meningkatnya keyakinan para peserta abdimas bahwa bisnis bisa berkembang dengan melakukan pembukuan (80%) dan peserta abdimas menghendaki adanya kegiatan abdimas dilakukan kembali dengan tema yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan selanjutnya. Peningkatan pengetahuan peserta pengabdian sangat signifikan yaitu 100 % meningkat dalam memahami apa yang dimaksud harga pokok produksi dan apa yang dimaksud pembukuan serta manfaat dari pembukuan itu sendiri.