Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

APLIKASI STATISTIK DALAM PENELITIAN KUANTITATIF SEBAGAI ALAT ANALISIS Subur, SUBUR
-
Publisher : akultas Ilmu Trabiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.  Statistic dapat digunakan dalam penelitian kuantitatif antara lain; (1) membantu peneliti untuk menentukan sampel, sehingga peneliti dapat bekerja efisien, tetapi hasilnya sesuai dengan objek yang diteliti, (2) membantu peneliti untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat, dan (3) membantu peneliti untuk melakukan interpretasi atas data yang terkumpul
PKM KELOMPOK USAHA PEMBUAT TAHU DAN TEMPE Subur, Subur; Murtatik, Sri; Siswantini, Tri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.31 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2900

Abstract

Minat warga RW 04 Kelurahan Krukut Kecamatan Limo Depok terhadap pengembangan usaha pembuatan tahu dan tempe  untuk menambah volume produksi dan pasar penjualan produk mereka sangat tinggi. Mereka masih terfokus hanya pada  proses peningkatan produksi dan penjualan tahu dan tempe sebanyak-banyaknya, sedangkan masalah yang berkaitan dengan pembukuan tidak diperhatikan. Banyak juga yang beranggapan jika selama usaha dikerjakan sendiri, uang tidak akan pergi kemana-mana dan menganggap bahwa pembukuan membuat mereka menjadi makin rumit dan makan waktu dalam mengelola usahanya. Melalui  metode ceramah dan praktek langsung yang dilakukan oleh para pengabdi untuk mengubah pemahaman mereka bahwa pembukuan bukanlah sesuatu yang menyusahkan dan menambah pekerjaan saja, tetapi pembukuan dapat mengontrol perkembangan usaha yang sedang berjalan dan perkembangan usaha selanjutnya. Dengan pembukuan kita akan mengetahui seberapa untung atau rugi yang dialami usaha yang sedang berjalan.  Evaluasi dari kegiatan ini adalah menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah melaksanakan abdimas, hasil jawaban didapat meningkatnya pemahaman para peserta abdimas terhadap manfaat dari pembukuan (90%), meningkatnya keyakinan para peserta abdimas bahwa  bisnis bisa berkembang dengan melakukan pembukuan (80%) dan peserta abdimas menghendaki adanya kegiatan abdimas dilakukan kembali dengan tema yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan selanjutnya
PKU Dengan Majelis DIKDASMEN PCM Salam: Kegiatan Pendampingan Pengelolaan Sampah Melalui Pendekatan Berbasis 3R Dalam Rangka Mewujudkan Sekolah Sehat di SMP Muhammadiyah Salam Imron, Imron; Nugroho, Irham; Subur, Subur
Community Empowerment Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.644 KB) | DOI: 10.31603/ce.v4i1.3121

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasi pengelolaan sampah, pendampingan pengelolaan sampah sehingga terwujudnya sekolah sehat sesuai dengan ketentuan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah No. 06/KTN/1.4/F/2013 tentang sekolah sehat. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Rural Apraisal (PRA). Metode PRA dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa yang mempunyai atau menghadapi masalah adalah mitra, oleh karena itu keterlibatan mitra secara aktif dalam penentuan pemecahan masalah sangat diperlukan. Tahapan persiapan meliputi ijin kegiatan, menyiapkan kelengkapan dan menyusun jadwal. Tahap pelaksanaan diantaranya manajemen pelaksanaan program meliputi FGD, sosialisasi, pelatihan, praktek, pendampingan, lomba kebersihan kelas dan pengelolaan sampah. Tahap pelaporan meliputi penyusunan dokumen monitoring pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan. Adapun hasil dari program kemitraan universitas dengan judul PKU Dengan Majelis Dikdasmen PCM Salam: kegiatan pendampingan pengelolaan sampah melalui pendekatan berbasis 3R dalam rangka mewujudkan sekolah sehat di SMP Muhammadiyah Salam adalah terbentuknya kebiasaan positif warga sekolah tentang kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana cara mengelola sampah yang baik dan benar. Hal tersebut terbukti dengan hasil monitoring yang dilakukan oleh tim dalam setiap tahap pelaksanaan PKU. Selain hal tersebut, kepala sekolah telah menetapkan kebijakan bahwa kegiatan lomba kebersihan kelas dan pengelolaan sampah menjadi kegiatan rutin tahunan dengan harapan berdampak pada kegiatan lomba sekolah sehat yang dilaksanakan terpusat oleh Majelis Dikdasmen yang sewaktu-waktu akan dilaksanakannya monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan tersebut, tim PKU akan senantiasa melakukan pendampingan bila sewaktu-waktu mitra membutuhkan
Akuntabilitas dan Transparansi Pengadaan Kapal Nelayan Pada Program Pengelolaan Perikanan Tangkap Di Kementerian Kelautan dan Perikanan Suyanti, Suyanti; Hernawati, Erna; Subur, Subur
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. April 2019 [DOAJ & SINTA Indexed]
Publisher : Program Studi Akuntansi FPEB UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrak.v7i1.15139

Abstract

Abstract. This research is an interpretive ethnometodology qualitative study which aims to determine the accountability and transparency of the procurement of fishing boats from the beginning of the procurement intended for community assistance and conformity to government procurement regulations. Accountability refers to the process of procuring fishing boats that have described responsibility for the management of APBN funds, while the transparency referred to is information disclosure to the public as a contributor to the state budget. Accountability and transparency can be realized if they comply with procedures and the existence of independent parties involved. The regulation in question is PP Nomor 16 Tahun 2018 concerning Government Procurement of Goods / Services and Government PP 27 Tahun 2014 concerning Management of BMN. The data sources used were interviews, observations and the presence of supporting documents such as the Berita Acara Serah Terima (BAST). The results of this study indicate that accountability and transparency have mostly been implemented and are in accordance with PP No. 16 Tahun 2018 and PP No. 27 Tahun 2014, however, the constraints of a lack of accountability occur from the external Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. Realization of fisheries facilities assistance is not fully in accordance with the target, because there are still recipients who deliberately misuse their use. Keywords. Accountability, PP No. 16 Tahun 2018, PP No. 27 Tahun 2014,  Procurement of Fishing Vessels, Transparency.  Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif etnometodologi interpretif yang bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan pengadaan kapal nelayan yang dari awal pengadaannya diniatkan untuk bantuan masyarakat dan   kesesuaian terhadap peraturan pengadaan barang/jasa pemerintah. Akuntabilitas yang dimaksud adalah proses pelaksanaan pengadaan kapal nelayan telah menggambarkan tanggungjawab atas pengelolaan dana APBN, sementara transparansi yang dimaksud adalah keterbukaan informasi kepada masyarkat sebagai penyumbang APBN . Akuntabilitas dan transparansi dapat terealisasi jika mematuhi prosedur dan adanya pihak independen yang terlibat. Peraturan yang dimaksud adalah PP Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan PP Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan BMN. Sumber data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan adanya dokumen pendukung seperti Berita Acara Serah Terima (BAST).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas dan transparansi sebagian besar telah diterapkan dan telah sesuai dengan PP Nomor 16 Tahun 2018 dan PP Nomor 27 Tahun 2014, namun, kendala dari kurangnya akuntabilitas terjadi dari pihak eksternal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Realisasi bantuan sarana perikanan belum sepenuhnya sesuai dengan sasaran, karena masih terdapat penerima yang sengaja menyalahgunakan pemanfaatannya. Kata kunci.  Akuntabilitas,  PP No 16 Tahun 2018, PP No 27 Tahun 2014, Kapal Nelayan, Transparansi.
Penguatan Kelembagaan dalam Meningkatkan Rasa Memiliki SDM Terhadap AUM di Lingkungan PCM Salam Nugroho, Irham; Qosim, Muhammad Nanang; Subur, Subur; Imron, Imron
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.639 KB) | DOI: 10.31603/ce.3619

Abstract

Kurangnya rasa memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di tempat tugas, ditengarai menjadi penyebab terhambatnya perkembangan AUM. Hal tersebut ditunjukkan dengan kurangnya perhatian pada pembinaan yang dilakukan oleh Majelis Dikdasmen dalam rangka peningkatan kualitas SDM. Menyadari bahwa SDM membutuhkan kontrol tentang diri mereka, Pimpinan Muhammadiyah Cabang (PCM) Salam dengan Majelis Dikdasmen perlu mengambil peran dalam memberikan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan untuk meningkatkan kualitas SDM baik dari segi layanan, pembelajaran dan memupuk rasa memiliki SDM terhadap AUM untuk penguatan kelembagaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Rural Apraisal (PRA). Tahapan kegiatan diawali persiapan meliputi ijin kegiatan, menyiapkan kelengkapan dan menyusun jadwal pelaksanaan meliputi FGD, penyusunan dokumen monitoring penguatan kelembagaan dan penyusunan laporan. Adapun hasil dari program kemitraan Universitas menunjukkan bahwa rasa memiliki SDM terhadap AUM di lingkungan PCM Salam dalam kategori cukup yang ditunjukkan dengan hasil monitoring keaktifan pendidik dan tenaga kependidikan dalam kajian ahad pagi dan kegiatan persyarikatan di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan demikian, diperlukan pendamping berkelanjutan untuk mewujudkan SDM yang unggul dan senantiasa meningkatkan rasa memiliki terhadap AUM.
Pelatihan dan Pendampingan Remaja dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Islami Subur, Subur; Muhammad F, Jery; Fuadi, Hamam; Firdausi, Atin Fadhli; Wachid, Ma’ruf
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.02 KB) | DOI: 10.31603/ce.3879

Abstract

Dusun Bulu memiliki potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang melimpah. Namun pengelolaan SDA dan SDM tersebut masih belum mencerminkan kualitas hidup yang Islami dalam kehidupan masyarakat. Hal itu dapat diketahui dari jumlah anak-anak dan remaja yang tidak mengaji secara rutin di TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran). Selanjutnya sampah menjadi salah satu permasalahan tersendiri di Desa Bulu karena belum dikelola dengan baik mulai dari pembuangan, pengangkutan dan pengolahan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat Dusun Bulu khususnya anak-anak dan remaja untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengaji di TPQ baik sebagai siswa maupun pengajar. Kemudian remaja juga diberikan pembekalan mengenai pentingnya hidup bersih dan pendampingan pengelolaan sampah. Strategi yang digunakan adalah dengan kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi emansipatoris (interaksi dan komunikasi), serta dialog dengan warga di Dusun Bulu. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 4 bulan dengan dua kegiatan yang berkesinambungan dengan melibatkan remaja sebagai fokus garapan dan masyarakat sekitar. Hasil-hasil kegiatan pengabdian yang diperoleh adalah menghidupkan kembali TPQ yang sudah beberapa lama berhenti dan membuat taman baca serta arena bermain di sekitar TPQ agar menjadi tempat yang menyenangkan. Selanjutnya sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pengelolaan sampah bagi masyarakat serta menjaga kebersihan lingkungan desa menjadi kegiatan yang utama. Dari dua kegiatan ini maka anak-anak, remaja serta warga desa Bulu dapat memperoleh kembali pendidikan di TPQ dan juga lingkungan desa yang bersih karena dikelolanya sampah di masing-masing rumah.
Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT): Otomasi Pembukuan dan Pengarsipan Perpustakaan Secara Online dalam Upaya Peningkatan Pemahaman Teknologi dan Informasi Subur, Subur; Andriany, Fina; Mustofiah, Alfiatul; Wahyuningsih, Laili; Hayati, Nur; Karunia, Safitri Dwi
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.344 KB) | DOI: 10.31603/ce.4327

Abstract

Dimasa Pandemi Covid 19 ini kegiatan Perpustakaan benar-benar menghadapi kendala mulai dari tidak adanya pengunjung yang datang karena kekhawatiran masyarakat akan terpapar virus. Kemudian pengelolaan yang masih manual khususnya dibidang pembukuan maka pengurus Perpusdes menginginkan agar adanya otomasi pembukuan perpustakaan mulai dari arsip buku dan sistem pinjam meminjam seta koleksi buku online menjadi harapan dari mitra. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempermudah anggota perpustakaan Desa Mangunsari dalam melaksanakan pembukuan dan pengarsipan buku buku di perpustakaan yang jumlah nya hamper 3000 buku. Dengan adanya pelatihan pembukuan dan pengarsipan online melalui sebuah aplikasi maka akan mempermudah dalam pengecekan dan penataan buku-buku yang ada di perpustakaan. Metode yang digunakan adalah Partisipatory Rural Appraisal yaitu metode yang mendorong masyarakat pedesaan untuk ikut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dalam konteks kondisi mereka sendiri agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan dan pengalaman kepada pustakawan di perpustakaan Desa Mangunsari tentang otomasi pembukuan dan pengarsipan secara online dan pengelolaan perpustakaan desa menjadi lebih tertata serta pendataan buku-buku lebih rapi. Beberapa kegiatan tambahan dalam pelaksanaan PPMT antara lain Pelatihan Otomasi di DISPUPA Muntilan, pelatihan kaligrafi untuk anak-anak SD,Kegiatan story Telling, sosialisasi tentang melaksanakan Prokes, peatihan membuat roti untuk ibu-ibu PKK.
Construction of Education Based on Religious Moderation: Role of Islamic Education Leadership in Promoting Tolerance and Social Harmony Wibowo, Adi; Roqib, Moh.; Subur, Subur; Aulia Kumala, Shofa
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 2 № 03 (2024): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v2i03.995

Abstract

This research focuses on the implementation of religious moderation-based education at An-Nawawi Berjan Purworejo Islamic Boarding School, with an emphasis on the role of Islamic education leadership, especially KH Ahmad Chalwani. In the era of globalisation and the complexity of multicultural society, Islamic educational institutions have an important role in building attitudes of tolerance and social harmony. The religious moderation approach is recognised as effective in developing inclusiveness, tolerance and respect for religious diversity. This research used a qualitative approach with a case study design, involving the leadership, teachers, and students of An-Nawawi Berjan Islamic Boarding School in Purworejo. Data were collected through interviews, direct observation, and document analysis, then analysed thematically to identify key patterns. The findings show successful integration of the principles of religious moderation in the curriculum, school policies, and daily teaching practices, which enhances students' understanding and participation in appreciating religious diversity. Discussion of the findings highlights the importance of religious moderation-based education in responding to the challenge of religious extremism. The contribution of Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo in promoting inclusive and tolerant education sets an example for other educational institutions in building a harmonious society amid increasingly complex religious diversity. This research confirms the relevance and essentiality of religious moderation-based education in the context of Islamic education, as well as providing practical guidance for stakeholders in strengthening the values of moderation, tolerance and diversity in education and society.
Islamic Parenting Sebagai Pendidikan Keluarga: Konsep Pendidikan Anak Usia 0 Tahun Sampai 12 Tahun Sesuai Metode Nabi SAW Setiasih, Ani; Subur, Subur
Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v12i2.10546

Abstract

Pendidikan keluarga adalah pendidikan pertama dan paling utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Untuk itu dalam proses mendidik anak kedua orang tua seharusnya memiliki ilmu dan wawasan terkait berbagai cara terbaik dalam mendidik anak terutama metode mendidik yang merujuk sesuai ajaran pada Nabi SAW. Karena untuk membentuk generasi muslim yang shaleh tidak akan terlepas dari dua pondasi Islam yaitu yang utama adalah Al - Quran dan hadis. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana mendidik anak sesuai ajaran Nabi yang dapat mewujudkan generasi muslim yang rebbani. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana cara keluarga mendidik anak usia 0 tahun sampai usia 12 tahun sesuai dengan ajaran Nabi SAW. Paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan atau library research. Hasil kajian menunjukkan bahwa : 1) konsep pendidikan Nabi adalah konsep pendidikan yang bersumber dari Wahyu Allah yaitu Al - Quran dan dinilai mampu mencetak generasi muslim yang sholeh baik secara individu maupun sosial, 2) Pendidikkan sesuai cara Nabi terdiri dari beberapa tahapan yang harus dipenuhi orang tua atau seorang pendidik. Untuk penentuan keberhasilannya para orang tua maka dituntut agar mendidik anak Sesuai dengan perkembangan dan perbedaan karakter yang mereka miliki, 3) Pendidikan sesuai metode Nabi SAW merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan dan membentuk aspek moral spiritual dan sosial anak. Hal ini dikarenakan kepribadian Nabi SAW merupakan uswah dalam segala hal baik dalam aspek ibadahnya, perkataannya, maupun perbuatannya.
Promoting Child-Friendly Schools through the Merdeka Curriculum: A Critical Evaluation of Magelang Regency, Indonesia Rasidi, Rasidi; Subur, Subur
International Journal of Contemporary Studies in Education Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/ijcse.v3i3.1138

Abstract

To promote Child-Friendly Schools through the Independent Curriculum in Magelang Regency, this research reveals several challenges and opportunities. The study used a sequential mixed methods approach to surveying 47 teachers and 100 students, in-depth interviews with 20 school principals and 20 key informants, and participant observation in 10 schools. The findings show that implementing a child-friendly school is still early, facing various obstacles such as limited understanding of teachers and school staff about the concept of a child-friendly school, limited resources, and a school culture that still needs to be fully supportive. Nonetheless, the Merdeka Curriculum offers significant opportunities to strengthen child-friendly schools by emphasizing child-centred learning, collaboration, and character development. Integrating child-friendly school principles into the Independent Curriculum and developing the capacity of teachers and school staff are crucial steps needed to create genuinely child-friendly schools. This research provides important insights for education stakeholders to improve and holistically increase the holistic implementation of child-friendly schools in Magelang Regency.