BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Articles
312 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 1 (2024)"
:
312 Documents
clear
Penyuluhan Dan Pelatihan Pengolahan Rimpang Menjadi Jamu Instan Di Kelompok Wanita Tani Karya Agung
Zulkarnain Zulkarnain;
Maryati Maryati;
M. Adie Syaputra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7000
Tanaman obat merupakan tanaman dengan memiliki khasiat yang dapat digunakan sebagai obat-obatan dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit. Pasca Covid-19, masyarakat tetap mengkonsumsi obat-obat tradisional untuk menjaga kesehatan. Hal ini yang dimanfaatkan oleh KWT Karya Agung untuk tetap memproduksi jamu instan, dimana permintaan jamu instan yang terus meningkat. KWT Karya Agung memiliki kendala terkait dengan pembuatan produksi yang lebih baik dan peralatan yang digunakan masih sangat sederhana, oleh karena itu perlu pemberdayaan KWT Karya Agung supaya lebih maju lagi terutama dalam memproduksi jamu instan. Anggota KWT Karya Agung berjumlah 25 orang yang bertempat di jalan 9 dusun V RT/RW 005/002 Kampung Terbanggi Besar Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Pengabdian yang dilakukan menjadi 3 tahap yaitu Focus Group Discousion (FGD), Penyuluhan dan Pelatihan
Integrasi Ternak Kakao Kelompok Tani Saribatukarang Desa Lape dalam Menghadapi Tantangan di Era Perubahan IklimIklim
Abdul Rahim Saleh;
Galip Lahada;
Ratno Ratno
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7002
Komoditi Kakao yang merupakan komoditi andalan Kabupaten Poso sebagai sumber penghidupan masyarakat di desa Lape, Kecamatan Poso Pesisir. Produktivitas lahan kakao di desa Lape saat ini jauh dibawah rata-rata produktivitas Nasional, sebagai akibat kesuburan tanah menurun setelah dikelola secara tidak berkelanjutan. Tantangan semakin meningkat di Era Perubahan Iklim, sehingga dibutuhkan inovasi untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Limbah ternak kambing yang diusahakan oleh masyarakat petani didesa Lape tidak dimanfaatkan dan terbuang percuma. Kandang kambing yang ada tidak memungkinkan untuk pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Menggalakkan program agroforestri dengan berbagai jenis pohon pelindung seperti Gliricidia dan pohon buah yang dapat memberi penghasilan tambahan bagi petani. Pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik cair, melalui perbaikan kandang untuk dapat menampung limbah cair ternak sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic adalah solusi ditengah kondisi mahalnya harga pupuk anorganik. Kegiatan pengabdian ini mampu peningkatan produksi kakao, menambah keterampilan petani dalam mengelola limbah ternak kambing menjadi pupuk organik sehingga menambah nilai tambah bagi petani kakao. Program ini juga melibatkan mahasiswa UNSIMAR dalam pemberdayaan masyarakat memberikan pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas
Pelatihan Menulis Naskah Monolog Dengan Model Kooperatif Bagi Kelompok MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Ternate
Sulami Sibua;
Nasrullah La Madi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7007
Guru bahasa Indonesia SMA, SMK dan MA (SMA sederajat) dituntut untuk trampil menulis naskah drama yang di dalamnya termasuk naskah monolog. Walaupun sudah begitu banyak contoh-contoh naskah monolog yang bisa diunduh secara instan di internet, guru harus bisa membuatnya karena siswa tidak mungkin bisa membuat naskah monolog hanya dengan ditampilkan contoh-contoh naskah monolog tanpa menganalis dan mempraktekkan cara membuat naskah monolog. Pembelajaran tidak hanya mencakup aspek afektif dan kognitif saja tetapi pembelajaran bahasa Indonesia selalu menekankan pada aspek psikhomotor. Berdasarkan analisis situasi dapat dikelompokkan beberapa permaslahan mitra yang harus segera diatasi, yaitu: 1).kegiatan menulis naskah monolog jarang dilakukan guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Ternate; 2) kurangnya keterampilan dalam menulis naskah monolog mempengaruhi kreatifitas dan inovasi guru dalam mengelola pembelajaran monolog berbasis teks; dan 3) kurangnya kemampuan berekspresi saat monolog. Hasil pelaksanaan pelatihan yang telah dilakukan kepada seluruh anggota MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Ternate. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 28 s/d 29 Juli 2023 bertempat di SMA N 1 Kota Ternate. Adapun pelatihan yang diberikan adalah menulis nasakah monolog dengan model kooperatif yang berlangsung sebanyak 2 kali tatap muka. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah bervariasi, demonstrasi, dengan teknik permodelan, dan latihan. Berdasakan hasil pengamatan, narasumber menilai sebagian besar guru yang menulis naskah monolog sudah bagus. Hanya ada beberapa guru yang kelihatan kesulitan untuk mengungkapakan ide cerita dalam nasakah monolog. Selain itu hasil evaluasi menunjukan bahwa sebagian besar guru dalam menulis nasakah monolog terdapat 6 orang atau 33,3% guru yang termasuk dalam kriteria sangat baik, 11 orang atau 61,1% guru yang berkemampuan baik, 3 orang atau 5,5% yang masuk dalam kriteria kurang baik dalam menghasilkan naskah monolog, dan tidak ada guru atau 0% yang termasuk dalam kriteria sangat kurang. Nini menunjukan bahwa solusi atau harapan kegiatan pelatihan agar 75% guru yang ikut dalam pelatihan ini dapat menghasilkan naskah monolog dengan baik bias tercapai.
Pembuatan Dan Pelatihan Pengelolaan Profil Sekolah Sebagai Sarana Penunjang Informasi Dan Promosi Sekolah
Fitria Fitria;
Emy Iryanie;
Priyougie Priyougie
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7010
Dalam dunia pendidikan, fungsi teknologi informasi merupakan salah satu media promosi dan memberi informasi bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Saat ini SDN Alalak Tengah 4 masih belum memanfaatkan teknologi sebagai sarana promosi dan informasi. Disediakannya profil sekolah merupakan hal yang yang penting agar tercipta komunikasi antara sekolah dengan masyarakat luas, agar masyarakat dapat mengetahui informasi tentang sekolah. Pengabdian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi bagi sekolah dan membantu menyebarluaskan informasi sekolah bagi masyarakat agar lebih mengetahui informasi terkait kegiatan SDN Alalak Tengah 4 Banjarmasin. Dimulai dengan sosialisasi tentang pentingnya pemanfaatan teknologi dan penyerahan website serta memberikan pelatihan kepada admin sekolah sebagai pengelola website kedepan. Dari kegiatan ini sekolah memperoleh sebuah website untuk profil sekolah, bagaimana pengelolaan website dan ilmu tentang pentingnya pemanfaatan teknologi, selanjutnya diharapkan website ini dapat menjaring lebih banyak calon siswa baru bagi sekolah dan masyarakat luas lebih mengenal sekolah.
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Masjid Kecamatan Alalak BATOLA Berdasarkan ISAK 35
Julkawait Julkawait;
Nurul Qalbiah;
Rusman Irwansyah;
Hikmahwati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7012
Mesjid merupakan salah satu entitas yang menghimpun dana dari masyarakat. Maka pengelola mesjid bertanggung jawab atas dana yang dikelolanya. Pertanggung jawaban yang baik dapat terwujud dengan melakukan penyajian laporan keuangan masjid yang sesuai dengan standar akuntansi yang belaku umum. Standar yang mengatur tentang pelaporan keuangan entitas nonlaba adalah ISAK No. 35. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah yaitu untuk memberikan pemahaman lebih tentang penyusunan laporan keuangan masjid berdasarkan ISAK 35. Metode pelatihan yang digunakan adalah penyampaian langsung oleh narasumber untuk mensosialisasikan ISAK 35 sebagai dasar penyusunan laporan masjid. Hasil dari pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan tentang: pertama, bagaimana pengelolaan Keuangan Masjid yang tranparan dan akuntabel. Kedua, permasalahan pengelolaan keuangan masjid. ketiga, pengertian dan peran manajemen keuangan masjid. Keempat, sumber pendana masjid. Kelima, penggunaan/alokasi pemakaian dana masjid. Keenam, administrasi keuangan masjid yang akuntabilitas dan transparan. Bendahara keuangan mesjid rata-rata bukan orang yang memiliki latar belakang akuntansi, sehingga dalam mengikuti pelatihan sedikit terkendala. Namun selama pelatihan berlangsung peserta sudah mulai memahami pemahaman dasar tentang laporan keuangan dan prosedur penyusunan laporan keuangan.
Pelatihan Manajemen Dan Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal Dugdug Rempug
Sulaeman Deni Ramdani;
Herlina Siregar;
Haris Abizar;
Herlina Pratiwi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7032
Sampah merupakan sisa dari proses kegiatan manusia sehari-hari dan/atau proses alam. Secara umum sampah mengacu pada sisa bahan yang tidak diinginkan atau tidak berguna bagi manusia. Sampah dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan sungai sehingga menimbulkan bencana banjir. Hal ini terjadi di kelurahan kasemen kota serang provinsi banten. Berdasarkan observasi banyak permasalahan sampah yang perlu diselesaikan sehingga tujuan dari penulisan ini yaitu memberikan pelatihan manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 29 September 2023 dengan melibatkan 23 peserta. Berdasarkan hasil kegiatan mendapatkan data informasi peserta pelatihan memiliki rentang usia yang beragam dari umur 21 tahun sampai 58 tahun. Pekerjaan sehari-hari mayoritas merupakan sebagai buruh harian lepas dan profesi kedua terbesar yaitu sebagai petani. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui penyebaran angket keefektifan kegiatan pelatihan menghasilkan data yaitu Kriteria keefektifan mendapatkan skor 3,75 dan masuk kriteria sangat efektif sehingga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat terkait manajemen dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal dugdug rempug.
Menyiapkan Akreditasi Program Studi APS 4.0 Dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD)
Ahmad Fauzi;
Ahmad Lubab;
Upik Khoirul Abidin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7036
Penerapan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan objek perguruan tinggi sebagai sebuah lembaga secara holistik belum ada. Sebagai pelaksana tridharma, sudah seharusnya perguruan tinggi mengimplemntasikan teori-teori pengabdian kepada masyarakat ke dalam. Apalagi, perguruan tinggi didukung aset baik SDM maupun SDA yang sangat luar biasa. Tulisan ini menyajikan empat tahapan dalam metode ABCD yakni Discovery, Dream, Design, dan Destiny dalam menyiapkan dan menyusun akreditasi program studi APS 4.0. Hasil Pemetaan Aset Kampus ditinjau dari IAPS 4.0 diperoleh bahwa Aset Manusia inline dengan Kriteria 2 dan Kriteria 3, Aset Fisik selaras dengan Kriteria 1 dan Kriteria 4, Aset Sosial cocok dengan Kriteria 6 dan Kriteria 7, Aset Finansial tercermin dalam Kriteria 4, Aset Natural mencerminkan Kriteria 4. Selanjutnya brsama dengan komunitas disusun strategi dan timeline penyusunan Laporan Kinerja Progam Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri Program Studi (LEDPS). Pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang telah disepakati dilakukan oleh komunitas didampingi tim. Tahapan akhir dilakukan melalui simulasi atas isian komunitas. Hasil simulasi ini menjadi bagian yang sangat penting untuk melihat posisi prodi serta sebagai pijakan untuk menentukan langkah kongkret dalam meningkatkan mutu program studi
Peningkatan Ekonomi Lokal Petani Melalui Pendampingan Penanaman Benih Kopi Arabika Bersertifikat di Desa Pansur Napitu Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara
Rahmanta Rahmanta;
Samsuri Samsuri;
Siti Khadijah Hidayati Nasution
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7041
Usahatani kopi arabika di Desa Pansurnapitu Kecamatan Siatas Barita pada umumnya memanfaatkan lahan sendiri. Kondisi ini merupakan peluang sekaligus tantangan di masa depan dalam meningkatkan pemanfaatan lahan dan peningkatan kapasitas produksi kopi arabika bersertifikat. Produksi kopi arabika di Desa Pansurnapitu Kecamatan Siatas Barita belum mencapai hasil maksimal antara lain disebabkan kualitas bibit yang belum seluruhnya bersertifikat. Disisi lain, keberadaan kelompok tani dalam usaha tani kopi arabika sangat bermanfaat bagi petani karena membantu dalam keberlangsungan usaha dan adanya transfer keterampilan teknis dalam berusahatani. Namun, peran kelompok tani sebagai wadah belajar dan berusaha belum optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat mengusulkan upaya peningkatan ekonomi lokal petani melalui pendampingan penenanaman benih kopi arabika bersertifikat. Cara yang digunakan dengan melakukan penyuluhan, penyaluran benih kopi arabika bersertifikat dan pendampingan penanaman kopi arabika bersertifikat. Hasil kegiatan pendampingan adalah bertambahnya pengetahuan anggota kelompok tani tentang tatacara penanaman kopi arabika bersertifikat dan hibah bibit kopi arabika bersertifikat yang siap tanam oleh kelompok tani. Simpulan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan kelompok tani yang dilaksanakan di Desa Pansur Napitu berlangsung sukses, tanpa kendala apapun serta diharapkan penanaman kopi arabika bersertifikat dapat menjadi Desa Pansur Napitu sebagai Desa sentra kopi arabika dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pansur Napitu.
Penyuluhan Kebidanan Tentang Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil di Kantor Desa Benteng Gajah Maros
Feby Purnamasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7043
Masalah gizi yang umum terjadi pada ibu hamil adalah masalah kekurangan gizi, baik kurang gizi makro maupun mikro yang termanisfestasi dalam status kurang energi kronik (KEK) maupun anemia kurang zat gizi besi. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kematian mendadak pada masa perinatal atau risiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Melalui kegiatan pengabdian ini, ibu diberikan edukasi ataupun penyuluhan mengenai gizi seimbang bagi ibu hamil. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat, diantaranya observasi tempat pelaksanaan kegiatan, penawaran proposal, konsultasi dengan pihak setempat, persiapan surat menyurat, alat dan bahan yang diperlukan dan kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang sepakati. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di lokasi Kantor Desa Benteng Gajah Kec. Tompobulu Maros. Kegiatan yang dilaksanakan mendapat respon positif dari bidan desa, kader, dan masyarakat, pada saat penyuluhan kebidanan gizi seimbang bagi ibu hamil berlangsung, terjadi interaksi komunikasi yang cukup intensif
Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Pada Komunitas UMKM Karya Mapan Kota Salatiga
Saringatun Mudrikah;
Ida Nur Aeni;
Lola Kurnia Pitaloka;
Anna Kania Widiatami
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7068
Komunitas UMKM Karya Mapan merupakan komunitas UMKM yang terdiri dari beberapa anggota UMKM yang bergerak di bidang kuliner, bakery dan pastry, yang berada di Kota Salatiga. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemui beberapa permasalahan yang dihadapi oleh anggota komunitas UMKM ini seperti pelaku UMKM masih banyak yang mencampurkan harta pribadi dengan harta usahanya, belum mengelola arus kas dengan baik, belum melakukan pencatatan transaksi keuangan secara rutin, serta sebagian besar tidak menyusun laporan keuangan meskipun laporan keuangan sederhana, padahal laporan keuangan sangat dibutuhkan untuk memotret perkembangan usaha, menarik dana investor maupun perbankan supaya lebih percaya terhadap kemajuan usaha yang dijalankan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan teknologi digital. Metode pengabdian yang dilakukan yakni: Diskusi, Ceramah, Tutorial, Latihan, Monitoring dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini antara lain: (1) Mitra telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang pentingnya melakukan pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha dan mengaplikasikannya pada keuangan usaha yang dijalankan; (2) Mitra memiliki pemahaman yang memadai tentang pengelolaan arus kas yang efektif; (3) Mitra memiliki kemampuan membuat laporan keuangan usaha yang dijalankannya; (4) Mitra mampu mengoperasikan SIAPIK untuk pencatatan keuangan digital usahanya