BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Articles
2,259 Documents
Menggali Kearifan Lokal: Pendampingan Masyarakat untuk Meningkatkan Literasi Al-Qur'an dan Bahasa Arab
Ahmadi Ahmadi;
Ismail Ismail;
Kabul Suprayitno
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7941
Kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul "Menggali Kearifan Lokal: Pendampingan Masyarakat untuk Meningkatkan Literasi Al-Qur'an dan Bahasa Arab" ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar dan meningkatkan pemahaman dasar bahasa Arab di Desa Purwoasri. Melalui program pendampingan selama enam bulan, kami mengadopsi pendekatan berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan metode tradisional dengan teknik pembelajaran modern. Program ini mencakup berbagai sesi pelatihan intensif yang meliputi teknik tajwid, pengenalan tata bahasa Arab, serta penerapan metode hafalan berbasis cerita-cerita lokal. Evaluasi kualitatif dan kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan membaca Al-Qur'an dan pemahaman bahasa Arab di kalangan peserta. Hasil survei pasca-program menunjukkan bahwa peserta berhasil membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar dan memahami dasar-dasar bahasa Arab. Selain itu, terdapat peningkatan antusiasme dalam pembelajaran Al-Qur'an, terutama di kalangan remaja dan anak-anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan kultural dalam pembelajaran agama dan bahasa, yang tidak hanya meningkatkan keterampilan tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan keagamaan dalam komunitas. Program ini memberikan model pembelajaran yang dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut untuk komunitas lain dengan karakteristik serupa.
Gerakan Membangun Desa Secara Gotong Royong
Sri Ayu Andayani;
Dewi Lailatul Badriah;
Dinar Dinar;
Abdul Kholiq;
Ine Aprianti;
Muhammad Dadi Priadi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7955
Pendukung kegiatan dalam kegiatan KKN LLDIKTI wilayah IV dengan kerjasama beberapa Perguruan Tinggi beserta PEMKAB Sumedang salah satunya yaitu kegiatan pengabdian Guru Besar dan para dosen dalam mendukung 3 program utama KKN yaitu pengendalian stunting, peningkatan produk unggulan desa serta pengentasan kemiskinan. Gerakan membangun desa secara gotong royong dalam mendukung program KKN merupakan tema dari kegiatan pengabdian. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang oleh Dosen Universitas Majalengka dan Universitas Sanggabuana Bandung dengan keterlibatan mahasiswa KKN. Tujuan dari kegiatan ini selain mengedukasi dan memotivasi masyarakat dalam menggali potensi Desa dalam membangun Desa yang dikaitkan dengan program KKN juga meningkatkan kemampuan dan skill mahasiswa dalam bermasyarakat dan mendorong gotong royong masyarakat untuk mengembangkan potensi sumber daya yang ada di Desa. Metode yang dilakukan yaitu edukasi, ceramah, penyuluhan, problem solving, dan diskusi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat dianggap baik dengan respon para peserta yang aktif dalam bertanya dan berdiskusi untuk membangun wilayah mereka yang dikaitkan dengan program KKN. Dengan kegiatan pengabdian ini diharapkan kegiatan gotong royong dapat dibangun terus di Desa jembarwangi dengan menghasilkan produk unggulan yang dapat dipasarkan secara keberlanjutan dan menggali potensi desa lainnya dalam mendukung kegiatan pengentasan kemiskinan serta masyarakat dapat menjaga lingkungan yang sehat bersih dan sadar asupan gizi sehat sehingga stunting dapat dihindari.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Modifikasi pada Balita Gizi Kurang dan Peningkatan Pengetahuan Ibu
Kartika Pibriyanti;
Agus Tri Ariefianto;
Loviana Maria Santoso;
Rifda Hanifa At-Tamami;
Khofifah Harahap;
Nur Farida Rahmawati;
Mitha Airina Findiyani;
Safna Khoirunnisaa;
Terang Ayudani;
Lulu Luthfiya;
Susi Nurohmi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7956
Masalah stunting merupakan permasalahan gizi yang dihadapi negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai dengan usia 24 bulan. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Masyarakat belum menyadari stunting sebagai suatu masalah di bandingkan dengan permasalahan kurang gizi lainnya. Salah satu cara untuk mengurangi resiko kejadian stunting yaitu dengan pemenuhan asupan zat gizi melalui pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari bahan pangan lokal. Tujuan kegiatan yaitu pemberian PMT modifikasi dan edukasi melalui media video dan booklet untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita. Sehingga diharapkan ibu balita dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi balita dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan, terjangkau dan tentunya memiliki nilai gizi yang tinggi. Metode yang digunakan adalah edukasi menggunakan media video, booklet dan pemberian PMT modifikasi pada dua kelompok ibu balita. Setiap kelompok terdapat 15 ibu balita. Pengukuran tingkat pengetahuan dengan kuesioner berisi 15 pertanyaan. Pretest diberikan sebelum kegiatan edukasi guna mengukur pengetahuan sebelum edukasi, dan setelahnya diberikan posttest guna mengukur perubahan pengetahuan. Pemberian PMT dari empat bahan lokal telur, ayam, lele dan patin. Hasil yang diperoleh tidak terdapat perbedaan rerata hasil pengetahuan antara kelompok yang diberikan intervensi menggunakan media edukasi video dan booklet. Akan tetapi, terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian media edukasi dengan media booklet dan juga media video. Untuk hasil dari pemberian PMT bahwa tidak terdapat perbedaan antara PMT bahan pangan lokal dengan 4 sampel. Simpulan terdapat cara untuk mengurangi resiko terjadinya stunting yaitu dengan meningkatkan pengetahuan melalui media dan pemenuhan zat gizi balita dengan pembuatan PMT dari bahan pangan lokal.
Sosialisasi Dampak Pencemaran Sampah Plastik Terhadap Biota Laut Pada Masyarakat Desa Banabungi Buton Selatan
La Aba;
Didin Adri;
Muhammad Iksan;
Dyah Pramesthy I.A.;
Yanti Yanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7962
Sampah plastik merupakan masalah besar, bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Pencemaran sampah plastik tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Namun dapat menimbulkan dampak yang sangat berbahaya bagi biota laut. Mikroplastik yang tertelan oleh biota laut dapat menyebabkan gangguan metabolisme, iritasi sistem pencernaan bahkan menyebabkan kematian. Kandungan mikroplastik yang terakumulasi pada organisme laut dapat berpindah ke tubuh manusia melalui rantai makanan. Sampah plastik diyakini menjadi penyebab penyakit terumbu karang. Upaya pencegahan pencemaran sampah plastik harus dilakukan secara holistik dan melibatkan pastisipasi masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah sosialisasi mengenai dampak pencemaran sampah plastik terhadap biota laut dan kesehatan manusia kepada masyarakat pesisir. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah plastik, sehingga dapat meningkatkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan pencemaran sampah plastik dan pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan 17 orang mahasiswa dan dosen program studi pendidikan biologi, 15 orang mahasiswa peserta KKA dan diikuti oleh 37 orang warga desa Banabungi sebagai mitra. Kegiatan ini meliputi koordinasi, sosialisasi, aksi pengumpulan dan reduksi sampah dan evaluasi melalui quisioner. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman masyarakat meningkat sebesar 15,2%. Keberhasilan kegiatan juga terlihat pada partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan
PELATIHAN TRANSFORMASI MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATHERAPY: LANGKAH INOVATIF MENGURANGI LIMBAH
Diki Herdiansyah;
Muhammad Lh. Fawad Fagwa;
Reissa Pradhita Healtha Pramudya;
Annisa ’Nurrohiim;
Mupidah Mupidah;
Mima Nuraeni;
Ipul Iwandi;
Risma Yuliarti;
Windy Wirdo Ningrum;
Nur Fatimah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7968
Sampah menjadi permasalahan yang tidak kunjung selesai setiap tahunnya. Permasalahan sampah menjadi salah satu permasalahan Indonesia yang paling memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak penggunaan dan pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk berbahan dasar minyak jelantah daur ulang dan memberikan contoh cara mentransformasikan minyak goreng jelantah menjadi perlengkapan rumah tangga yang ramah lingkungan seperti lilin. Adapun metode yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi metode sosialisasi, diskusi, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini yaitu warga dapat memiliki pemahaman tentang bahaya minyak jelantah jika dibuang sembarangan dan masyarakat dapat mempraktikan secara mandiri proses pembuatan lilin aromaterapi
PENGEFEKTIFAN (Klampid New Generation) KNG MELALUI PROGRAM KALIMASADA di KELURAHAN KARAH
Nadila Salsavira;
Marseto Marseto;
Riko Setya Wijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7978
Kependudukan yang dinamis, jika tidak dikelola dengan baik, akan berdampak pada permasalahan perekonomian, masyarakat, dan bidang lainnya.Oleh karena itu, peran pemerintah memerlukan percepatan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan dan pengembangan inovasi pelayanan publik di kementerian dan pemerintah daerah.Sesuatu bisa disebut inovasi atau dengan kata lain, inovasi dalam pengelolaan kependudukan harus mampu menciptakan lingkungan pengelolaan yang tertib apabila menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat dinikmati manfaatnya oleh semua orang.,maka dari itu inovasi administrasi kependudukan harus dapat menciptakan lingkungan yang tertib akan administrasi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan pengelolaan kependudukan melalui berbagai inovasi,salah satu inovasi yang dapat dirasakan saat ini adalah peluncururan Aplikasi Klampid New Generation (KNG) dan menjalankan program KALIMASADA guna memberikan kemudahan pengurusan administrasi kependudukan kepada warga yang bersifat transparansi,efisiensi dan efektif.Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurusan administrasi kependudukan merupakan hasil dari upaya pengefektifan program KALIMASADA yang dilakukan oleh penulis dan petugas kelurahan Karah
Pendampingan Masyarakat Dalam Pengolahan Mie dan Teh Daun Kelor
Freddi Sarman;
Yudi Apriyanto;
Nadia Cantika;
Wina Gusey Nova Gulo
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7985
Daun kelor merupakan daun yang memiliki berbagai fungsi dan manfaat bagi kehidupan. Zat-zat yang ada di dalam daun kelor dapat seperti zat besi dapat mencegah kanker. Kegiatan pendampingan pada masyarakat dalam pembuatan teh dan mie daun kelor bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat setempat dalam pengolahan daun kelor sehingga lebih memiliki nilai jual. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah dengan pendampingan pelatihan kepada masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya antusias masyarakat dan kreativitas masyarakat di bidang wirausaha
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING UNTUK PENINGKATAN POTENSI LOKAL DI DESA FAFINESU B
Yasinta Oktaviana Legu Rema;
Risald Risald;
Krisantus Jumarto Tey Seran;
Fetronela Rambu Bobu;
Budiman Baso
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.7986
Desa Fafinesu B terletak di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Desa ini memliki banyak potensi di bidang pertanian dan peternakan tetapi potensi yang ada tidak terserap dengan baik dikarenakan kurangnya informasi pemasaran. Produk masyarakat lokal dihargai dengan harga rendah karena pembelinya juga terbatas. Pemanfaatan teknologi secara tepat, diharapkan dapat menunjang perkembangan dan kemajuan desa terutama dalam pemasaran produk lokal dan potensi yang dimiliki desa. Menurut Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang desa menegaskan bahwa desa berhak memperoleh akses yang lebih besar untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi pembangunan. Berdasarkan Undang-Undang ini, maka Pemerintah Daerah wajib mengembangkan sistem informasi desa dan pembangunan Kawasan Pedesaan secara mandiri atau bekerjasama dengan institusi yang terkait. Pengabdian ini dimaksudkan untuk merealisasikan website desa yang berisi tentang rencana-rencana kerja pemerintah desa dan juga pemasaran potensi desa dengan melatih aparat di Desa Fafinesu untuk mewujudkan pelayanan Sistem Informasi Potensi Desa Berbasis Website. Pelatihan website Desa Fafinesu dilaksanakan dengan metode workshop dan pendampingan. Pengabdi telah mengembangkan modul pelatihan menggunakan Content Management Systems (CMS). Dengan metode ini diharapkan perangkat desa dapat membuat dan memasukan konten secara berkelanjutan dan website yang telah dibuat terus terbaharui informasinya
Pelatihan Mengenal Data Biner Untuk Representasi Beragam Data
Eko Darwiyanto;
Yudi Priyadi;
Rio Nurtantyana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.8016
SMP PGRI Arjasari adalah sebuah sekolah swasta dengan nomor pokok sekolah 20227721 yang berlokasi di Jalan Raya Arjasari No. 05, Provinsi Jawa Barat. Guru SMP PGRI Arjasari. Terdapat perumusan masalah mengenai pengenalan data biner, data ASCII yang belum diketahui peranannya dalam proses ICT. Sehingga pengenalan data biner untuk representasi beragam data diperlukan untuk dikenalkan kepada Bapak Ibu/Guru tersebut. Solusi yang dilakukan pada Abdimas adalah memberikan pendampingan/penyuluhan/pelatihan pengenalan data biner untuk representasi beragam data mengenai bilangan biner untuk bulat positif, biner untuk bulat negatif, biner untuk pecahan, biner (code ASCII) untuk text, biner (Unicode) untuk text, biner untuk gambar, dan biner untuk suara. Pada kegiatan abdimas ini diikuti oleh 15 orang guru yang telah berhasil mengikut “Final Test”, sebagai bentuk pengukuran pemahaman terhadap materi pelatihan dengan 3 orang guru (20%) yang menjawab “benar semua” dari semua soal yang diberikan. Selain itu, terdapat persentase sebesar 73,33% yang melakukan evaluasi kegiatan ini “sangat setuju” mengenai keberlanjutan abdimas di SMP PGRI Arjasari.
PELATIHAN POSITIVE PARENTING PADA MASYARAKAT PESISIR
Amalia S.J Kahar;
Husnul Hasanah N. Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v5i1.8018
Pengasuhan merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak selama masa perkembangannya yang merupakan unsur penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Orangtua membutuhkan pengetahuan tentang pengasuhan sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Pada masyarakat pesisir, dengan kondisi geografisnya membuat literasi tentang pengasuhan kurang sehingga masyarakat melakukan pengasuhan dengan mengikuti pengasuhan sebelumnya. Orang tua merupakan forum pendidikan yang pertama dan utama dalam sejarah hidup sang anak yang menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter manusia itu sendiri. Untuk menciptakan karakter yang kuat dan jiwa baik pada anak didalam keluarga, diperlukan terciptanya suasana keluarga yang harmonis dan dinamis, hal tersebut dapat tercipta jika adanya pola asuh yang baik dari orangtuanya. Masalah yang muncul yaitu ketika pengasuhan tersebut berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Untuk itu, dilakukan pelatihan pengasuhan yang positif atau positive parenting untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam pengasuhan sehingga dapat memberikan dampak yang positif terhadap tumbuh kembang anak. Metode pelaksanaan PKM Tingkat Universitas ini melalui metode ceramah dalam bentuk penyuluhan atau sosialisasi dalam satu hari dengan melibatkan tokoh Masyarakat di Kelurahan Tadena, Kecematan Moti Kota Ternate. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah, Sebagian besar Masyarakat Tadenas memiliki pola asuh yang patriaki sehingga membuat orangtua pihak Wanita lebih banyak dilanda stress dan melampiaskannya kepada anak.