cover
Contact Name
Theresia Evila Purwanti Sri Rahayu
Contact Email
theresiaevila05@gmail.com
Phone
+62282-533329
Journal Mail Official
jppl.ejournal@pnc.ac.id
Editorial Address
Jln. Dokter Soetomo No.1, Karangcengis Sidakaya Cilacap Jawa Tengah 53212Telepon: (0282) 533329
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL)
ISSN : 26866145     EISSN : 26866137     DOI : https://doi.org/10.35970/jppl
Core Subject : Social, Engineering,
a. Water pollution control b. Soil pollution control c. Air pollution control d. Liquid and solid waste control e. Bioprocess and biochemistry f. Biodiversity and bio monitoring g. Engineering design process h. Environmental chemistry i. Management of environmental pollution control
Articles 192 Documents
A Analisis Tempat Penampungan Sementara (TPS) Menggunakan Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kota Lhokseumawe Abbas, Rahmat; Cut Ayu Lizar; Satriawan, Halus
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2593

Abstract

Kota Lhokseumawe merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi memiliki jumlah penduduk yang padat, dengan indeks kepadatan penduduk sebesar 1.082,6 jiwa/km2. Pengelolaan sampah yang baik harus dilakukan untuk menjaga Kesehatan lingkungan, diantaranya pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sampah yang dibuang secara sembarangan menimbulkan Lokasi Pembuangan Sampah (LPS) ilegal yang bisa memicu berbagai penyakit dan menurunkan estetika lingkungan. Fokus dari penelitian adalah memetakan lokasi TPS serta LPS memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG), menganalisa pola persebaran TPS dan LPS menggunakan analisis nearest neighbour pada Software pengolahan citra, serta menganalisa kesesuaian kapasitas daya tampung TPS dengan volume sampah dari masyarakat Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian diperoleh fasilitas TPS yang terdapat di Kota Lhokseumawe adalah 18 TPS sedangkan LPS ilegal sebanyak 36 LPS. Pola persebaran TPS termasuk pola clustered dengan indeks penyebaran 0,69. Pola persebaran LPS termasuk pola clustered dengan indeks penyebaran 0,51 dan LPS tertinggi terdapat pada wilayah Kecamatan Muara Satu. Hasil analisa kesesuaian kapasitas TPS didapatkan ketersediaan TPS disetiap Kecamatan masih kurang untuk menampung timbulan sampah, Kecamatan Banda Sakti masih kekurangan 34 TPS, Kecamatan Muara Dua 23 TPS, Kecamatan Muara Satu 15 TPS, dan Kecamatan Blang Mangat 8 TPS. Kata kunci: TPS, Sistem Informasi Geografis, Sampah, Nearest Neighbor, Pemetaan
Pemodelan Ruang Terbuka Hijau untuk Reduksi CO2 di PT. Wilmar Nabati Gresik: Pendekatan SEM-PLS Sutanto, Riki; Santoso, Irwan Bagyo
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2604

Abstract

One of Sustainable Development Goals related to climate change is reducing greenhouse gas emissions, namely carbon dioxide (CO2) from human activities. Properly designed green open spaces impact human health and the environment. PT Wilmar Nabati Gresik is a large palm oil producer that produces emissions from the industrial sector. This study aimed to determine the value of ambient air CO2 absorption by green open spaces and its modeling at PT. Wilmar Nabati Gresik. Observations and measurements of ambient CO2 air samples were carried out every 1 hour for 24 hours in 6 days using a CO2 meter. Furthermore, the measurement results were analyzed using SEM-PLS to explore the correlation between variables and their indicators. The cumulative value of carbon dioxide (CO2) in ambient air or Net CO2 is used as an indicator of the amount of carbon dioxide reduction. The three latent variables of this study are CO2 concentration (C), plants (T) and land use (A). The indicators of this study are the minimum CO2 concentration (Cmin), maximum (Cmax), average (Cavg), percentage of tree vegetation, shrubs, grass, percentage of jetty land, office, plant and non-RTH land. The results showed the average CO2 concentration of ambient air in 6 days at PT. Wilmar Nabati Gresik was 521 ppm. Vegetation is dominated by trees and grass, and the smallest proportion of land and vegetation is plant clusters. Furthermore, a mathematical model was made for planning green open space vegetation. It was concluded that additional green open space is needed at PT. Wilmar Nabati Gresik by planting trees coverage of 2.46 ha to reduce Net CO2 to 0. Keywords: air emissions, carbon dioxide, modelling, green open space
Pengaruh Variasi Jenis Sampah dan Jumlah Larva BSF (Black Soldier Fly) pada Penguraian Sampah Organik Rumah Tangga Firstyaline, Jennycha Ananda Budhi; Oktaviananda, Cyrilla; Sriyana, Herman Yoseph; Rahayu, Lucia Hermawati
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2641

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk dan konsumsi rumah tangga mengakibatkan peningkatan volume sampah rumah tangga. Peningkatan volume sampah rumah tangga akan menjadi masalah yang serius jika tidak dilakukan upaya pengolahan. Bertambahnya volume sampah dengan proses pengolahan yang tidak optimal akan mengakibatkan terjadinya penumpukan volume sampah organik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah pada skala rumah tangga adalah dengan cara penguraian menggunakan larva BSF (Black Soldier Fly). Sampah rumah tangga pada umumnya terdiri dari sisa-sisa sayuran dan kulit buah. Sisa sayuran dan buah-buahan termasuk dalam sampah organik yang memiliki banyak kandungan unsur hara. Kandungan unsur hara ini dapat dimanfaatkan oleh larva BSF sebagai sumber makanan untuk perkembangbiakannya. Kemampuan larva BSF dalam memakan sampah organik menjadikan larva BSF sebagai salah satu agen biodekomposter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sampah dan variasi jumlah maggot terhadap efisiensi konversi pakan, indeks pengurangan limbah dan karakteristik maggot yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap dengan dua variabel bebas dan dua kali pengulangan. Karakteristik fisik maggot yang meliputi, efisiensi konversi pakan yang dicerna (ECD/Efficiency of Conversion of Digested Feed) Indeks pengurangan limbah (WRI/Waste Reduction Index), dan kadar protein pada maggot kering. Hasil penelitian dianalisis dengan metode sidik ragam dimana memberikan hasil bahwa jenis sampah tidak berpengaruh terhadap nilai efisiensi konversi pakan (ECD), berpengaruh nyata terhadap nilai indeks pengurangan limbah (WRI) dan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein.Kata kunci: Larva BSF, Maggot, Sampah Organik
Studi Persebaran Kontaminan Lindi Dalam Air Tanah di Sekitar Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) syahriawati, Retno; Mulananda, Arisessy Maharani; Mahmudah, Norma; Sulaeman, Yulia Azizah
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2649

Abstract

The waste in final disposal site that are not managed properly will have an impact the environment and human health. Leachate from rainwater infiltration or waste decomposition can contaminate groundwater due to leachate seepage into the soil. This research aims to determine the pattern of leachate contaminants migration and to predict the leachate contaminant in groundwater from wells of residents living near the landfill over a certain period. The method used is the Domenico analytical solution, where contaminant transport is influenced by advection, dispersion, retardation, and degradation. Source concentration of model simulation from laboratory tests of leachate samples where COD is 4,960 mg/L, hexavalent chromium is 3.5 mg/L, dissolved lead is 0.034 mg/L, and dissolved aluminium is 1.3 mg/L. The distribution pattern of leachate contaminants shows that the distribution of COD contaminants reaches ± 370 m in the longitudinal direction and ± 100 m in the transverse direction, while the distribution pattern of metal contaminants reaches ± 230 m in the longitudinal direction and ± 70 m in the transverse direction. When variations in the operational age of a landfill are 10, 25, and 50 years, the contaminant content of COD, hexavalent chromium, and aluminium exceeds the required quality standard thresholds, while lead is still within the required quality standard thresholds based on PP Nomor 22 Tahun 2021 (Kriteria Mutu Air Kelas II). Keywords: landfill, leachate, groundwater, analytical solution, contaminant transport.
Studi Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Menggunakan Metode IPCC Serta Arahan Pemanfaatan Sampah Organik Yang Dihasilkan Berdasarkan Aspek Teknis Di Kecamatan Balikpapan Barat Ris Dinda Anggraeny; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Ariani, Ismi Khairunnissa
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/53vg1t27

Abstract

Terdapat empat sektor utama yang diketahui berkontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca salah satunya yaitu sektor limbah padat. Aktivitas antropogenik memiliki potensi untuk melepaskan emisi GRK dan hal tersebut terdapat di Kecamatan Balikpapan Barat. Keberagaman aktivitas masyarakat Kecamatan Balikpapan Barat juga memicu peningkatan timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan guna mengidentifikasi timbulan, komposisi, karakteristik sampah organik, menginventarisasi emisi GRK, serta merekomendasikan arahan pengolahan sampah organik berdasarkan aspek teknis. Mengacu pada SNI 19-3964-1994, hasil pengukuran lapangan menyatakan bahwa besaran timbulan sampah pemukiman sebesar 0,145 Kg/orang/Hari dan 0,1 Kg/m2/Hari besaran timbulan yang dimiliki Pasar Pandansari. Sampah organik mendominasi hasil pengukuran komposisi sebanyak 80% dan berpotensi untuk dikomposkan. Karakteristik sampah Kecamatan Balikpapan Barat memiliki kadar air (90,1%), C-organik (43,89%), N-organik (2,19%), dan nilai rasio C/N adalah 20. Menurut data sampling yang didapat, dari sektor limbah padat Kecamatan Balikpapan Barat tahun 2022 berkontribusi melepaskan sejumlah emisi GRK hanya pada penimbunana sampah sebesar 2.073,57 CO2-eq Ton/Tahun. Perhitungan estimasi GRK dianalisis dengan dua skenario dimana skenario 1 diasumsikan 100% sampah yang dihasilkan diangkut ke TPA tanpa adanya upaya reduksi dan skenario 2 diasumsikan 70% diangkut ke TPA dan 30% dilakukan reduksi dari sumber. Skenario 2 merupakan alur terbaik untuk diadakan pengolahan sampah dimana selisih emisi GRK sebesar 622,07 CO2-eq Ton/Tahun saat hanya ditimbun di TPA dengan total emisi pada penimbunan sampah sebesar 1.451 CO2-eq Ton/Tahun dan pada pengomposan sebesar 179,52 CO2-eq Ton/Tahun. Sampah organik di Kecamatan Balikpapan Barat dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil analisis dan inventarisasi emisi GRK diantaranya sebagai kompos, biodigester, pengkonversian sampah menjadi energi listrik, dan penerapan 3R (reduce – reuse – recycle). Kata kunci : Gas rumah kaca, Karakteristik sampah, Komposisi sampah, Pemanfaatan sampah organik, Timbulan sampah
Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air Permukaan dan Biota di Sungai Air Hitam Kota Pekanbaru, Riau Darmayanti, Lita; Priyambada, Gunadi; Khairani , Ayu Dhea
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/5cjs1812

Abstract

Microplastics are plastic particles with a size of 1 μm – 5 mm that are widely present in surface water and sediments. Increased exposure to microplastics in water can affect food chain cycles, leading to bioaccumulation and biomagnification in fish. This study aims to analyze the abundance, types, and polymer types of microplastics in surface water and fish in the Air Hitam River, Pekanbaru City, Riau. Air Hitam River is one of the tributaries of Siak River which has a length of ±8,5 km. Determination of sampling locations for each segment using purposive sampling method based on existing conditions along the river flow by identifying sources of microplastic pollution. The results showed that the average abundance of microplastics in the waters of Air Hitam River was 330±150,3 particles/L. The average abundance of microplastics in 8 Chitala lopis was 0,86±0,24 particles/gram for meat samples and 4,35±0,4 particles/gram for gill and digestive tract samples. The types of microplastics found in this study are fragments, fibers, films, and pellets. The results of the Pearson Product Moment correlation analysis showed that there was a significant relationship between aquatic environmental parameters (temperature, pH, and flow velocity) and the abundance of microplastics in the Air Hitam River with a sig value. (0,005 < α 0,05) for temperature parameter, sig. (0,215 > α 0,05) for the pH parameter, and sig. (0,248 > α 0,05) for the flow velocity parameter. The polymer types identified based on the Differential Scanning Calorimetry (DSC) test results are Polycarbonate (PC) and Polypropylene (PP).
Efficacy of Liquid Waste Reduction using Anaerobic and Aerobic Median Biofilters in Tofu Factory X, Pematang Sulur, Jambi City Lailal Gusri; Karenina Juniska; Tri Syukria Putra
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/brxqtc84

Abstract

 Tofu is a popular soy-based food. Tofu manufacturing produces wastewater that can pollute the environment, and waste discharged into rivers must meet wastewater quality standards. Wastewater treatment can increase factory operating costs. The purpose of this study was to determine the effectiveness of reducing Tofu Factory X's wastewater parameters, namely BOD, COD, TSS, and pH. Research Methods 1) observation and data collection on water discharge for daily manufacturing operations, 2) calculation of equalization basin plan, anaerobic and aerobic biofilters, oxygen requirements and blowers, 3) raw water and wastewater quality testing from the design of the wastewater treatment plant of Tofu Factory X, and 4) calculation of the reduction efficiency of BOD, COD, TSS and pH and comparison with the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014. The research results obtained showed the reduction efficiency of BOD pollution by 30.75%, COD by 35%, TSS by 68.08% and pH by 4.55. The wastewater treatment in this study did not fully demonstrate the expected efficiency, as adjustments had to be made to the required air quantity, temperature, and residence time. Keywords: anaerobic and aerobic, biofilter, liquid waste, tofu factory, wastewater quality. 
Urgensi Pelarangan Penggunaan Air Mineral dalam Kemasan Plastik Sekali Pakai pada Seluruh Lingkungan Kantor Pemerintahan di Indonesia Suci, Saraswati Nirmala
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/c411ax10

Abstract

Sampah merupakan masalah yang tiada habisnya. Salah satu penyumbang sampah adalah kemasan air mineral plastik. Pemerintah memiliki komitmen untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Alangkah baiknya apabila tindakan yang diambil dalam mewujudkan komitmen tersebut dimulai dari internal pemerintah itu sendiri. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pelarangan penggunaan air mineral dalam kemasan plastik sekali pakai di lingkungan kantor pemerintahan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai literatur yang tersedia. Melihat urgensinya, pemerintah sangat perlu menerapkan kebijakan pelarangan penggunaan air mineral dalam kemasan plastik sekali pakai ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia. Selain itu, penerapan kebijakan ini juga dilakukan dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Keberlanjutan yaitu tujuan ke-12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta tujuan ke-14 ekosistem lautan. Dalam penerapannya, pemerintah berpotensi akan menemui tantangan antara lain keengganan pegawai pemerintah sendiri untuk tidak mengonsumsi air mineral dalam kemasan plastik sekali pakai dan sulitnya pengawasan pemenuhan aturan.
Perhitungan Dan Pengelolaan Limbah Oli Bengkel Motor Tidak Resmi di Samarinda Utara Muhammad Andika Hari Wardana; Hidayat; Dina Hayati Putri; Dijan Sunar Rukmi
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/4q9dpx60

Abstract

Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Samarinda turut meningkatkan jumlah bengkel motor, termasuk bengkel tidak resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan volume limbah yang dihasilkan oleh bengkel motor tidak resmi, menyusun metode perhitungan dan pengolahan limbah yang ramah lingkungan, serta menganalisis dampak lingkungan akibat limbah yang tidak terkelola. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung di beberapa bengkel motor tidak resmi di Samarinda, dengan data primer diperoleh melalui pengukuran volume oli bekas dan pencatatan frekuensi penggantian oli harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bengkel 1 menghasilkan 200 liter oli bekas per bulan dengan 189 liter tertampung dan 11 liter tercecer; Bengkel 2 menghasilkan 100 liter, hanya 30 liter tertampung, 6 liter tercecer, dan 64 liter tidak tercatat; sedangkan Bengkel 3 menghasilkan 200 liter dengan 188 liter tertampung dan 12 liter tercecer. Penelitian menyimpulkan bahwa limbah oli bekas merupakan jenis limbah B3 yang dominan dihasilkan oleh bengkel motor tidak resmi di Samarinda, dengan pengelolaan yang masih belum optimal karena sebagian limbah tercecer ke lingkungan atau tidak tercatat dengan baik. Kata kunci: Bengkel tidak resmi, limbah oli bekas, limbah B3, pengelolaan limbah, pencemaran lingkungan.
Pemanfaatan Limbah Dapur Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Serta Efetivitasnya Pada Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Deswita Kanahaya; Devi Pebriyanti; Royani, Amelia; Annisa Mawardini
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/8mbw6t40

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga yang belum tertangani secara optimal mendorong adanya solusi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis, salah satunya dengan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah dapur sebagai POC serta menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica Juncea L.). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan membandingkan pertumbuhan sawi pada: kelompok kontrol (tanpa POC) dan kelompok perlakuan (diberi POC). POC dibuat dari limbah sayuran rumah tangga melalui proses fermentasi selama tiga minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman sawi yang diberi POC mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dan signifikan dibandingkan dengan tanaman sawi yang tidak mendapatkan POC. Perbedaan tinggi tanaman dan jumlah daun yang mencolok terlihat pada hari ke-14. POC terbukti meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, meskipun tidak memengaruhi warna daun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa POC dari limbah dapur efektif digunakan sebagai alternatif pupuk alami dalam budidaya tanaman sawi dan berpotensi sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.