Jurnal Kebidanan Indonesia
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles
382 Documents
THE INFLUENCE OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION ON BREASTFEEDING BEHAVIOR IN MOTHERS: A PATH ANALYSIS
Juwita, Septiana;
Parwatiningsih, Sri Anggarini
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1448
Exclusive breastfeeding during the first six months of life is a global recommendation that has been proven to provide optimal benefits for infant health and development. However, the coverage rate of exclusive breastfeeding in Indonesia has not yet met the national target. This study aims to analyze the influence of knowledge and motivation on maternal breastfeeding behavior, both directly and indirectly, using a path analysis approach.This research employed a quantitative cross-sectional design involving 129 breastfeeding mothers within the working area of the Surakarta Health Office. Data were collected through a questionnaire and analyzed using the AMOS program.The findings revealed that knowledge significantly influenced motivation (β = 0.873) and breastfeeding behavior (β = 0.765), while motivation also had a significant effect on behavior (β = 0.249). The total effect of knowledge on breastfeeding behavior was β = 0.983, including an indirect effect through motivation amounting to 0.218.These findings highlight that knowledge is the dominant factor in shaping breastfeeding behavior, with motivation acting as a partial mediator. Integrated educational and motivational interventions are therefore necessary to enhance the success of exclusive breastfeeding.
Pendekatan kolaboratif kebidanan dan farmasi dalam penatalaksanaan anemia pada kehamilan: scoping review
Setyorini, Catur;
Hanifah, Lilik;
Sab’ngatun, Sab’ngatun;
Pradana Putri, Anggie;
Joko Yulianto, Dwi;
Nur Atika, Isna
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1685
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan maternal yang prevalensinya masih tinggi, terutama di negara berkembang, dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Kolaborasi kebidanan dan farmasi menjadi pendekatan strategis dalam upaya penanggulangan anemia sebagai bagian dari penyakit tidak menular. Tujuan: Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait pendekatan kolaboratif kebidanan dan farmasi dalam penatalaksanaan anemia pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan Arksey dan O’Malley serta pelaporan mengikuti pedoman PRISMA-ScR. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian primer yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir, berbahasa Inggris dan relevan dengan topik. Sebanyak tujuh artikel terpilih dianalisis secara tematik dan dinilai kualitasnya menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Hasil: Sintesis data menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) beban dan faktor risiko anemia pada kehamilan, (2) peran intervensi kebidanan dan farmasi dalam pencegahan dan terapi anemia, serta (3) kolaborasi interprofesional bidan dan farmasis dalam edukasi, terapi, dan keamanan obat. Simpulan: Kolaborasi kebidanan dan farmasi merupakan pendekatan yang efektif dan esensial dalam penatalaksanaan anemia pada kehamilan. Integrasi peran bidan dan farmasis dalam pelayanan antenatal berpotensi meningkatkan kualitas asuhan, kepatuhan terapi, serta keselamatan ibu dan janin.
Pengaruh yoga dan edukasi kelas ibu hamil terhadap penurunan kecemasan kehamilan trimester III saat menghadapi persalinan di Kabupaten Klaten
Hartina, Hartina;
Subaris Kasjono, Heru;
Ashari, H.M Any
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1625
Latar belakang: Kecemasan pada ibu hamil trimester III sering muncul menjelang persalinan akibat perubahan fisik dan psikologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah yoga dan edukasi kelas ibu hamil. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh yoga dan edukasi kelas ibu hamil terhadap penurunan kecemasan pada ibu hamil trimester III saat menghadapi persalinan di Kabupaten Klaten. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest-post test with control group design. Kelompok eksperimen yaitu 60 responden mendapatkan pemberian yoga dan edukasi kelas ibu hamil sedangkan kelompok kontrol yaitu 57 responden diberikan edukasi kelas ibu hamil. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner STAI (State-Trait Anxiety Inventory). Uji statistik menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian: menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok yoga dan edukasi kelas ibu hamil (0,000 < 0,05) terdapat perbedaan signifikan tingkat kecemasan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan yang menunjukkan bahwa kombinasi yoga dan edukasi kelas ibu hamil lebih efektif menurunkan kecemasan dibanding edukasi saja. Kesimpulannya: Yoga dan edukasi kelas ibu hamil terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III saat menghadapi persalinan. Program ini direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis di fasilitas pelayanan kesehatan maternal.
Inovasi Media Pena Bicara “Stuntia” untuk Peningkatan Pengetahuan Stunting pada Ibu dengan Balita
Suparmi, Suparmi;
Ngadiyono, Ngadiyono;
Salikun, Salikun
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1530
Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 melampaui target WHO 20% karena angka stunting di Indonesia adalah 19,8%. Meski demikian, masih terdapat sebanyak 26 provinsi yang mengalami stunting dan hal ini terkait dengan rendahnya literasi stunting. Penelitian ini mengembangkan pena berbicara dengan nama “Stuntia” sebagai alternatif media edukasi. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh pena bicara terhadap peningkatan pengetahuan ibu dengan balita. Penelitian eksperimen ini dilakukan dengan jumlah responden 30 orang di Posyandu Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Kelompok intervensi sebanyak 15 orang diberikan edukasi menggunakan pena berbicara “Stuntia”, sedangkan kelompok kontrol sebanyak 15 orang menggunakan metode ceramah menggunakan Power Point (PPT). Analisis penelitian dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk melihat signifikansi pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pena berbicara berpengaruh pada peningkatan pengetahuan ibu terkait dengan pencegahan stunting dengan nilai p-value 0,03. Meskipun pada kelompok kontrol dengan metode ceramah memiliki pengaruh yang signifikan (p-value 0,027), namun pena berbicara memiliki nilai praktis yang lebih dibandingkan dengan metode ceramah menggunakan PPT yang memerlukan instrumen lain untuk dapat dilakukan edukasi.Media edukasi ini diharapkan dapat memudahkan tenaga kesehatan atau kader untuk melakukan edukasi dengan praktis dan efektif.
COMPARISON OF PERINEAL WOUND HEALING WITH CHERRY LEAF EXTRACT GEL AND MORINGA LEAF EXTRACT GEL
Dwi Aprianti, Rike Wahyuni;
Nuraini, Indria;
Khoirul Waroh, Yuni
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1627
Background: Perineal rupture can increase the risk of infection due to bacterial entry through the torn tissue if not properly treated. Cherry leaf extract gel (Muntingia calabura L.) and moringa leaf extract gel (Moringa oleifera) are natural treatment alternatives that contain flavonoids with anti-inflammatory and antimicrobial properties, which can accelerate tissue regeneration and perineal wound healing.Methods: This study aimed to determine the difference in effectiveness between cherry leaf extract gel and moringa leaf extract gel in healing perineal wounds. This quasi-experimental study used a pre-posttest two-group design with purposive sampling involving 32 respondents.Results: The intervention was administered twice daily after bathing at a dose of 5 grams for 7 days. The results showed that in the cherry leaf extract gel group, 12 respondents (75%) had good wound healing with an average REEDA scale of 0.50. Meanwhile, in the moringa leaf extract gel group, 7 respondents (43.8%) showed good healing with an average REEDA scale of 3.18. Normality and homogeneity tests indicated the data were normally distributed and homogeneous (p > 0.05). The paired t-test showed a significant difference before and after the intervention in both groups (p < 0.05). The independent t-test revealed a significant difference in effectiveness between the two groups (p = 0.035).Conclusion: In conclusion, cherry leaf extract gel is more effective than moringa leaf extract gel in accelerating perineal wound healing. It is recommended that healthcare services consider the use of these non-pharmacological therapies for postpartum mothers experiencing perineal rupture. Keywords: Cherry leaf extract gel; moringa leaf extract gel; perineal wound;postpartum mother; REEDA
Pengaruh Pregma (Pregnancy Massage) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di PMB Kartasura
Pradani, Juwita Eka;
Widyastuti, Deny Eka;
Maretta, Megayana Yessy
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1445
AbstrakLatar belakang: Pregnancy Massage merupakan teknik pemijatan dengan metode efflurage yang dilakukan dalam titik tertentu pada tubuh ibu hamil. Dalam hal ini ibu hamil trimester III mengeluhkan takut dalam menghadapi persalinan. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil yaitu menggunakan terapi non-farmakologi berupa Pregnancy Massage. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian pregma (pregnancy massage) terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di PMB Kartasura. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi-Eksperimental Design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Populasi yang diambil dalam penelitian ini berdasarkan rata-rata pada bulan Agustus-Oktober 2024 sebanyak 35 responden. Teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Diperoleh sampel sejumlah 37 responden. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat pengaruh yang bermakna pada Pregma (pregnancy massage) terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di PMB Kartasura (p-value 0,05). Kesimpulan: Teknik Pregma (pregnancy massage) dapat berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III.Kata Kunci: Pregnancy Massage, Kecemasan, Ibu Hamil Trimester III AbstractBackground: Pregnancy Massage is a massage technique with an efflurage method that is carried out at a certain point on the body of pregnant women. In this case, pregnant women in the third trimester complained of fear in facing childbirth. One of the efforts to reduce anxiety in pregnant women is to use non-pharmacological therapy in the form of Pregnancy Massage. Objective: To determine the effect of giving pregma (pregnancy massage) on reducing anxiety levels in pregnant women in the third trimester at PMB Kartasura. Methods: This type of research uses quantitative research with a Quasi-Experimental Design research design with the One Group Pretest-Posttest Design model. The population taken in this study is based on an average of 35 respondents in August-October 2024. Data collection technique with purposive sampling. A sample of 37 respondents was obtained. The data collection tool in this study used the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) questionnaire. Data analysis was carried out using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: There was a significant effect of Pregma (pregnancy massage) on reducing anxiety levels in pregnant women in the third trimester at PMB Kartasura (p-value 0.05). Conclusion: The Pregma (pregnancy massage) technique can have an effect on reducing the level of anxiety of pregnant women in the third trimester.Keywords: Pregnancy Massage, Anxiety, Pregnant Women in the Third Trimester
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN BOOKLET TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENGENAI PEMAKAIAN SWADDLING PADA BAYI
Agussafutri, Wahyu Dwi;
Pangesti, Christiani Bumi;
Mustikarani, Innez Karunia
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1628
Latar belakang: Kemenkes RI melaporkan bahwa angka kematian bayi baru lahir di Indonesia masih cukup tinggi. Pada tahun 2021, angka kematian bayi baru lahir mencapai 47 per 1.000 kelahiran hidup, yang menunjukkan pentingnya penanganan yang tepat dalam perawatan neonatal. Salah satu teknik yang sering digunakan dalam perawatan bayi baru lahir adalah swaddling. Pendidikan kesehatan yang efektif sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai teknik swaddling yang benar. Dalam konteks ini, media edukasi seperti booklet dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menyampaikan informasi yang relevan dan mudah dipahami mengenai swaddling. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet terhadap perubahan tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai pemakaian swaddling pada bayi. Metode Penelitian: desain penelitian ini adalah quasi eksperimen, menggunakan 1 kelompok yang akan dilakukan pre test dan post test dengan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon test. Hasil: hasil penelitian untuk tingkat pengetahuan p value (0,000) < 0,05 dan sikap p value (0,002) < 0,05 sehingga bisa disimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet terhadap perubahan tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai pemakaian swaddling. Kesimpulan: booklet efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu mengenai pemakaian swaddling pada bayi.
Studi Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Di Kota Surakarta
Nurrohmah, Anjar;
Indarwati, Indarwati;
Rahmawatie Ratna Budi Utami, Dyah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1556
Latar belakang: Anemia remaja merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi. Data Riskesdas (2018) menyebutkan bahwa kejadian anemia remaja putri berada pada 32 %. Masalah gizi pada remaja putri berimplikasi serius terhadap kesejahteraan generasi di masa kini maupun masa depan. Tujuan menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh(IMT) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode Penelitian ini adalah analitik survey dengan pendekatan cross sectional. Responden remaja putri kelas 7,8 dan 9 dari SMP Muhammadiyah di kota Surakarta sebanyak 105 orang. Data dikumpulkan bulan Mei 2025, Instrumen penelitian berupa Timbangan injak, microtoice, alat dan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan stik Hb(Hb meter). Data analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Sebanyak 34,3% remaja putri mengalami anemia. Proporsi anemia lebih tinggi pada remaja dengan IMT kurang (69,4%) dibandingkan IMT normal (25,0%). Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan kejadian anemia (p-value = 0,002). Remaja dengan IMT kurang memiliki risiko anemia 1,8 kali lebih tinggi Simpulan:Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian anemia pada remaja putri, di mana status gizi kurang merupakan faktor risiko tertinggi.
SKRINING KECEMASAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN MENGGUNAKAN PRENATAL ANXIETY SCREENING SCALE
Afifah, Ramadhana Alya Nuur;
Wulandatika, Darmayanti;
Fatimah, Siti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i1.1639
Latar Belakang: Kehamilan merupakan suatu proses bermakna untuk mencapai peran sebagai ibu. Dalam proses ini tentunya ada hambatan dan tantangan karena adanya perubahan yang terjadi pada diri ibu baik dari fisik maupun psikologisnya yang bisa menyebabkan terjadinya masalah kesehatan mental seperti kecemasan. Tujuan: Tujuan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi prevalensi kecemasan selama kehamilan di kota Banjarbaru dan mengidentifikasi hubungan antara usia, paritas, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan terhadap kecemasan selama kehamilan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan melibatkan 33 partisipan yang diambil secara purposive sample. Prenatal Anxiety Screening Scale (PASS) digunakan dalam pengumpulan data dalam hal menilai kejadian kecemasan selama kehamilan. Analisis yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi kejadian kecemasan sebesar 57,6% dan adanya hubungan antara usia, paritas, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan terhadap kecemasan selama kehamilan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya skrinning awal terhadap kecemasan selama kehamilan.