cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
Analisis Tingkat Pengetahuan Tenaga Teknis dan Non Teknis Universitas X terhadap Vaksin Covid-19 M. Rusdi; Gemy Nastity Handayany; Nur Asma; Munawwarah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51021

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Pandemi COVID-19 menjadi masalah utama yang dihadapi dunia saat ini. Pandemi tidak hanya mempengaruhi sektor kesehatan tetapi juga mempengaruhi aspek sosial, ekonomi dan pendidikan termasuk di Universitas X. Untuk menanggulangi pandemi COVID-19 pemerintah melaksanakan program Vaksinasi COVID-19. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan Tenaga teknis dan Non teknis Universitas X terhadap vaksin COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah Tenaga teknis dan Non teknis Universitas X dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan 100 orang. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner yang diberikan kepada tenaga teknis dan non teknis Universitas X. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan aplikasi SPSS 26 dan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga teknis dan non teknis Universitas X berdasarkan hasil analisis univariat yaitu dari 100 responden, dengan 64% memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan 36% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup. Berdasarkan hasil analisis SEM didapatkan yaitu berdasarkan indicator pernyataan yang paling dominan yaitu pernyataan ke 16. Kesimpulan: Tenaga teknis dan Non teknis Universitas X memiliki pengetahuan yang baik tentang vaksin COVID-19 Kata kunci: COVID-19, Survey, Tingkat Pengetahuan, Vaksin, Analisis Structural Equation Model
Analisis Perbandingan Angka Bakteri Coliform antara Air Minum Isi Ulang Langsung di Depot dengan Air Minum Isi Ulang yang Beredar di Pasaran Muhammad Rifqi Abdillah; Arsul, Muhammad Ikhlas; Afrisusnawati Rauf; Mukhriani
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51026

Abstract

Pendahuluan: Depot air minum isi ulang (DAMIU) merupakan tempat pengisian air minum atau industri penyedia air bersih siap minum. Berdasarkan keputusan Menteri perindustrian dan perdagangan DAMIU hanya boleh mengisi wadah yang dibawa konsumen dan tidak boleh melakukan stok air yang sudah dikemas dalam wadah karena beresiko tercemar bakteri, namun saat ini banyak depot yang melakukan stok bahkan mengedarkan air isi ulang ke toko. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan angka cemaran bakteri Coliform air minum yang diambil langsung dari depot dan air minum isi ulang yang diedarkan ke toko. Metode: Penentuan cemaran bakteri Coliform dilakukan dengan teknik filtrasi membran. Sampel pada penelitian terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok depot dan kelompok toko yang masing-masing kelompok memiliki 10 sampel. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel uji mengandung bakteri coliform. Berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok sampel uji. Kesimpulan: Hasil yang diperoleh menunjukkan resiko cemaran mikroba tinggi yang tidak memenuhi peryaratan BPOM, sehingga perlu dilakukan pengujian secara berkala dan melakukan standarisasi persyaratn hygiene untuk memperolej kualitas air minum yang berkualitas, bersih, bebas mikroba dan sehat untuk masyarakat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia terhadap Penanganan Pertama Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 Wahyuddin, Munifah; Alifia Putri Febriyanti; Nurshalati Tahar; Khaerani; Andi Arwini Puspitasari
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51028

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Di Indonesia sedang mengalam krisis pandemi COVID-19 dan kelompok geriatri merupakan kelompok yang rentan atau mudah terjangkit virus COVID-19 ini. Solusi yang diberikan pemerintah yaitu adanya perlakuan vaksinasi sebagai pencegahan penyebaran virus. Namun setelah pemberian vaksin terdapat gejala-gejala yang tidak dapat dihindari, gejala tersebut dinamakan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan geriatri terhadap penanganan pertama KIPI vaksin covid-19. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel lansia yang memenuhi kriteria sebanyak 162 responden. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sekitar 54 responden (33.33%) dengan kategori baik pada pengetahuan dan penanganan KIPI, 97 responden (59,9%) dengan kategori cukup pada penanganan pertama KIPI dan 11 responden (6.8%) termasuk kategori kurang pada pengetahuan dan penanganan KIPI. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan p value =0,000 < 0,05 yang artinya adanya hubungan yang bermakna terhadap Tingkat pengetahuan dengan penanganan pertama Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan memiliki peranan yang penting dalam penanganan pertama kejadian ikutan pasca imunasasi (KIPI), sehingga informasi dan edukasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengenai manfaat, efek samping dan penanganan yang tepat terkait vaksin COVID-19 terutama pada lansia. Kata Kunci: Covid-19, Geriatri, KIPI, Tingkat Pengetahuan, Vaksin.
Pengaruh Islamic Home Pharmacy Care terhadap Kualitas Hidup pada Pasien Geriratri Diabetes Melitus Tipe 2 Alifia Putri Febriyanti; Wahyuddin, Munifah; Khaerani; Nurul Afia Wardhani
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51043

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau berkurangnya kemampuan tubuh untuk merespon kerja insulin secara efektif. Apoteker mempunyai kewajiban dan tanggung jawab bahwa pasien mengerti dan memahami serta patuh dalam menggunakan obat sehingga diharapkan mampu meningkatkan angka keberhasilan terapi khususnya kelompok pasien lanjut usia dan pasien dengan penyakit kronik seperti DM, salah satunya dengan menjalankan program pelayanan kesehatan pemerintah yaitu Homecare Rasulullah saw sebagai sosok teladan yang dapat dicontoh perilaku dan tingkah lakunya yang dapat kita lihat dari banyak hadist terutama membahas soal kehidupan sehari-harinya yang berdampak baik terhadap kesehatan. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Islamic Home Pharmacy Care terhadap kualitas hidup pasien geriatri Diabetes Melitus Tipe 2 di salah satu Puskesmas di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian bentuk metode quasi experiment, dengan teknik pre dan posttest. Teknik pengambilan sampel berupa nonprobability sampling dengan jumlah responden sebanyak 26 responden. Hasil: Islamic Home Pharmacy Care mengajarkan pada pasien pola hidup seperti yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW yang dimana pasien DM harus melaksanakan perlakuan tersebut selama kurang lebih sebulan yaitu anjuran membaca Al-Quran setiap hari, berzikir setiap saat, melaksanakan puasa senin-kamis, anjuran untuk tidur setelah melaksanakan sholat isya agar bisa bangun sholat malam dan dilanjutkan sholat subuh, tidur menghadap kanan sesuai ajaran Rasulullah, saat sedang makan dan minum harus duduk, mencuci tangan sebelum makan, membaca basmalah sebelum makan dan minum, makan dengan menggunakan tangan kanan, tidak membiasakan meniup makanan, ketika sedang makan agar tidak berbicara, dan makan tidak berlebihan. Kegiatan tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kesimpulan: Islamic Home Pharmacy Care berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup pasien geriatri diabetes melitus tipe 2 dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai signifikan 0.010 (P value < 0.05) Kata kunci: Islamic Home Pharmacy Care, Kualitas Hidup, Diabetes Melitus, Geriatri
Pengaruh Manajemen Pelayanan Kefarmasian terhadap Kualitas Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Beberapa Puskesmas Kota M Ismail, Asrul; Gemy Nastity Handayany; Nurshalati Tahar; Auliah Aliah Pertiwi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51051

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Pelayanan Kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas TM, Puskesmas JY, Puskesmas BR dan Puskesmas MS. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik simple random sampling. Domain diamati berdasarkan lima aspek kualitas pelayanan, yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti langsung. Data dianalisis dengan SPSS 22 dan SEM AMOS 22. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa di Puskesmas TM pelayanan paling berpengaruh adalah empati dengan loading factor 1.09, Puskesmas JY yang pelayanan paling berpengaruh adalah kehandalan dengan loading factor 1.10, Puskesmas BR pelayanan yang paling berpengaruh adalah bukti langsung dengan loading factor 1.04 dan Puskesmas MS pelayanan yang paling berpengaruh adalah bukti langsung dengan loading factor 1.26. Kesimpulan: Manajemen pelayanan kefarmasian di Puskesmas TM, Puskesmas JY, Puskesmas BR dan Puskesma MS memiliki bagi kualitas kepuasan pasien Kata kunci: Pelayanan Kefarmasian, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, Puskesmas.
Studi Pustaka Uji Sitotoksik Rimpang Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet (L) Smith) Doloking, Haeria; Wahyuddin, Munifah; Nurwana
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51053

Abstract

Pendahuluan: Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, memiliki banyak tumbuhan obat yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, termasuk rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet L. Smith) yang dikenal kaya akan senyawa aktif seperti zerumbone. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sitotoksik dari lempuyang gajah, karena meskipun memiliki banyak manfaat farmakologis, efek sitotoksiknya terhadap sel kanker belum banyak diteliti. Metode:  Jenis Penelitian yang dilakukan ialah studi literatur. artikel ilmiah atau jurnal ilmiah baik internasional atau nasional diperoleh sebanyak 96 Jurnal dan artikel ilmiah dari tahun 2003 sampai 2020 yang diidentifikasi dan belum dieksplorasi relevansinya dengan masalah yang akan diteliti. Metode yang paling sering digunakan dalam uji sitotoksik adalah MTT assay, yang mengukur pembentukan kristal formazan sebagai indikator viabilitas sel. Hasil: Berdasarkan kajian studi pustaka menunjukkan bahwa ekstrak Zingiber zerumbet memiliki potensi sitotoksik yang kuat, dengan nilai IC50 yang rendah pada berbagai sel kanker. Senyawa zerumbone terbukti memiliki aktivitas antiproliferatif dan antikanker, yang terutama bekerja melalui mekanisme apoptosis dan penangkapan siklus sel. Kesimpulan: Zingiber zerumbet, khususnya zerumbone, memiliki potensi sebagai agen antikanker yang signifikan, yang mendukung pentingnya penelitian lebih lanjut untuk pengembangan obat- obatan berbasis tanaman ini.
Studi Pustaka Evaluasi Polifarmasi pada Pasien Geriatri Diabetes Melitus Alifia Putri Febriyanti; Wahyuddin, Munifah; Ummu Khairunnisa Azzahra
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51056

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Proses menua menyebabkan banyak perubahan pada tubuh lansia seperti perubahan psikologis, sosial dan penurunan fungsional tubuh. Hal ini menyebabkan lansia biasanya lebih rentan terhadap berbagai penyakit sehingga akan terjadi polifarmasi. Polifarmasi sering didefinisikan sebagai penggunaan rutin dari lima obat atau lebih. Polifarmasi pada lansia telah dikaitkan dengan banyak hasil kesehatan yang merugikan. Faktor utama yang berhubungan dengan polifarmasi adalah Penggunaan obat yang tidak tepat atau PIMs (Potentially inappropriate medications). Tujuan: Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menelaah instrumen yang bisa digunakan untuk mengevalusi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus. Metode: Studi literatur berupa analisis artikel jurnal yang memiliki hubungan atau kata kunci yang berkaitan dengan evaluasi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus dengan menggunakan metode PICOS. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Prevalensi PIM yang diresepkan untuk pasien geriatri mengalami peningkatan ketika di evaluasi menggunkan instrumen seperti STOPP / START criteria v2, Beer’s criteria 2019, European list of PIMs (7), The Swedish quality indicators, dan the PRISCUS list. Kesimpulan: Dari analisis beberapa jurnal, instrumen yang bisa digunakan untuk mengevaluasi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus yaitu STOPP / START criteria v2, Beer’s criteria 2019, European list of PIMs (7), The Swedish quality indicators, dan the PRISCUS list. Kata kunci: Evaluasi Polifarmasi, Geriatri, Diabetes Melitus, PICO
Identifikasi Senyawa Flavonoid Ekstrak Daun Heredong Bulu (Clidemia hirta (L) D. Don) dengan Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis dan FTIR Suprapto Prayitno; Doloking, Haeria; Ludgensia Indradewi Kurniati
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51060

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Daun heredong bulu secara empiric dipercaya mampu menyembuhkan bisul, dapat mengobati luka, mengobati infeksi karena memiliki kandungan kimia flavonoid, tanin, saponin, serta steroid. Senyawa flavonoid dan tanin berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi golongan dan karakteristik senyawa flavonoid Ekstrak Daun Heredong Bulu (Clidemia hirta (L) D. Don). Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstak etanol difraksinasi menggunakan pelarut H2O dan etil asetat. Uji skrining fitokimia Ekstrak Daun Heredong Bulu (Clidemia hirta (L) D. Don) menunjukan positif mengandung flavonoid, dengan penambahan pereaksi NaOH, H2SO4 dan HCl pekat+serbuk Mg yang ditandai dengan warna merah dan kuning. Identitifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen N-Heksan:Etil Asetat (6:4), (7:3), (8:2), (9:1). Penampakan noda yang baik yang dielusi dengan eluen N-Heksan:Etil Asetat (7:3), selanjutnya dilakukan pemisahan dengan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) menggunakan eluen N-Heksan:Etil Asetat (7:3), diperoleh 6 fraksi. Hasil: Penelitian ini diperoleh uji identifikasi dengan menggunakan KLT dua dimensi dengan eluen N-Heksan:Etil Asetat (7:3) menghasilkan isolat pada fraksi 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 adanya serapan panjang gelombang yang menujukan bahwa adanya senyawa flavonoid dengan gelombang yang berbeda pada tiap fraksi. dan pada spektro FTIR adanya gugus fungsi O-H. C-H, C=O, C-O dan C=C yang terkandung pada fraksi 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Kesimpulan: ekstrak daun heredong memilik senyawa flavonoid yaitu golongan flavom, flavonol, auron, antosianidin dan flovanon. Kata Kunci: Ekstrak Daun Heredong, Flavon, Flavonol, Auron, Antosianidin, Flovanon, Spektro UV-Vis, FTIR
Studi Literatur Tanaman Buni (Antidesma Bunius L. Spreng) Sebagai Antidiabetik Ismail, Asrul; Mukhriani; Muh. Ikhlas Arsul; Rezky Aulia
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51080

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Obat tradisional banyak digunakan di masyarakat sebagai pengobatan alternatif karena sudah teruji khasiatnya. Pemanfaatan tanaman buni (Antidesma Bunius L. Spreng) sebagai antidiabetes belum banyak diketahui oleh masyarakat, kandungan yang terdapat dalam tanaman buni (Antidesma Bunius L. Spreng) mendorong peneliti untuk mengidentifikasi secara ilmiah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan dan aktivitas farmakologi tanaman buni sebagai antidiabetes. Metode: Jenis penelitian ini ialah studi literatur dengan analisis jurnal atau artikel ilmiah menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Antidesma bunius L. Spreng dan Antidesma bunius L. Spreng for antidiabetes menggunakan metode PICOS melalui kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil: Berdasarkan kajian studi literatur diperoleh gambaran bahwa daun buni (Antidesma Bunius L. Spreng memiliki kandungan flavonoid, tannin, fenol, alkaloid, saponin, steroid, protein, dan triterpenoid yang memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, sebagai inhibitor enzim glucosidase, antibakteri dan antikanker. Kesimpulan: Dari analisis beberapa jurnal, tanaman buni secara umum memiliki kandungan flavonoid, steroid, saponin, tanin, alkaloid, polifenol serta triterpenoid. Senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah senyawa flavonoid. Kata kunci: Antidabetik, Obat Tradisional, Tanaman buni (Antidesma bunius L. Spreng), PICOS
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Botto-Botto (Chromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Helicobacter pylori H Sanda, Ummu Kalsum; Munifah Wahyuddin; Khaerani; Indah; Muh. Rusdi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.50698

Abstract

Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml, 60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif sebesar 17 mm, konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p= <0,05) sehingga dilakukakn uji lajutkan dengan uji Tukey yang diperoleh nilai ialah p=0,051 (p= >0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%. Keywords: Daun botto-botto, Antibakteri, Helicobacter Pylori, Flavonoid, Tanin, Saponin