cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
Terapi Bekam dan Madu Pada Pasien Post Stroke Iskemik (Studi Literatur) Suryaningsi; Wahyuddin, Munifah; Maddeppungeng, Nurul Muhlisah; Naurah Nazifah Haery
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i2.37995

Abstract

Terapi bekam dan madu adalah salah satu terapi non farmakologi yang merupakan metode pengobatan Rasulullah Muhammad saw (thibbun nabawi) yang bermanfaat terhadap pengobatan pasien post stroke iskemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan terapi bekam dan madu pada pasien post stroke iskemik. Jenis penelitian ini adalah studi literatur, menggunakan pustaka primer berupa jurnal nasional dan internasional 5 tahun terakhir sebanyak 30 jurnal. Metode yang digunakan adalah PICO(T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Cara/metode terapi bekam untuk pasien post stroke iskemik adalah metode bekam basah dengan menggunakan alat jarum bekam dengan cara ditusuk pada titik-titik terapi di bagian kepala, pundak, leher, atau punggung untuk mengeluarkan darah kotor akibat penyempitan pada pembuluh darah; Terapi bekam bermanfaat menimbulkan respon emosional yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan motorik pasien post stroke iskemik, dapat meningkatkan kualitas hidup, dan melancarkan aliran darah daerah saraf ataupun jaringan yang tersumbat; Terapi madu memiliki manfaat dalam aspek pengobatan, terutama penyakit pada sistem saraf yang dapat memperbaiki kandungan oksidatif sistem saraf pusat dan dapat dianggap sebagai agen terapi alami untuk berbagai tujuan terapi pengobatan.
Rasionalitas Terapi Pasien Asma Rawat Jalan di Puskesmas Mandai Maros Khaerani; Indah Muhtar; Nurshalati Tahar; Irma Erviana
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i1.38006

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang ditandai adanya mengi, batuk, dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul terutama pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran pernapasan. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dihampir semua negara di dunia, diderita oleh anak-anak sampai dewasa dengan derajat penyakit dari ringan sampai berat, bahkan beberapa kasus dapat menyebabkan kematian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat yang meliputi nama obat, dosis obat, serta ketepatan obat pasien Asma Rawat Jalan di Puskesmas Mandai. Instrumen dalam penelitian ini adalah semua data rekam medis yang lengkap kasus asma pasien rawat jalan umur 21 – < 61 tahun di Puskesmas Mandai Kabupaten Maros bulan Januari – Mei 2018. Hasil penelitian yang diperoleh dari total sampel terdapat 30 pasien. Karakteristik Pasien berdasrkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 66,7% dan perempuan 33,3%. Karakteristik berdasarkan usia yang lebih dominan 41-60 tahun sebanyak 50%. Golongan obat yang digunakan kortikosteroid dan β2 adrenergik Rasionalitas tepat indikasi sebanyak 100%, tepat Pasien sebanyak 100%, tepat obat sebanyak 100% dan tepat dosis 86,7% dan tidak tepat dosis sebanyak 13,3%. Kata kunci: Asma, rasionalitas, terapi.
Studi Pustaka: Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kualitas Gelatin dari Ikan dengan Pretreatment Asam dan Basa Jaya, Adrian; Ismail, Isriany; Arsul, Muhammad Ikhlas
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i1.38150

Abstract

Pendahuluan: Gelatin ikan merupakan gelatin alternatif yang bersifat multifungsi yang diperoleh dari hidrolisis kolagen dari bagian ikan meliputi sisik, kulit maupun tulang dengan metode ekstraksi tertentu. Tujuan: Untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber literatur mengenai pengaruh metode ekstraksi gelatin ikan terhadap kualitas gelatin dalam upaya mengembangkan metode yang paling efisien dalam produksi gelatin ikan. Metode: Penulisan artikel ini adalah literature review yaitu sebuah pencarian literatur baik international maupun nasional yang dilakukan dengan menggunakan database pubmed, sciencedirect, dan google schoolar. Penelusuran dan analisis artikel menggunakan metode PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Hasil: Terdapt 28 artikel yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya dilakukan analisis dengan melihat metode ekstraksi gelatin dan karakteristik gelatin. Kesimpulan: Semakin tinggi suhu ekstraksi, semakin rendah nilai Gel strength dan kadar abu dari gelatin yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu ekstrkasi maka semakin tinggi nilai viskositas. Pada hasil analisis diperoleh bahwa pH optimum diperoleh pada ekstraksi gelatin berada pada kisaran 4,5-6,5.
Identifikasi Senyawa Flavonoid Daun Dempul Lelet (Glochidion rubrum BI) Firawati, Firawati; Hasrida
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i2.38763

Abstract

Dempul lelet (Glochiodion rubrum BI) still quite foreign to hear, but for women, this plant is quite popular because it can be used as cosmetics. Its use as a cosmetic indicates the presence of antioxidant compounds contained in the leaves so identification is carried out. The thin layer chromatography and infrared spectrophotometry methods used showed that the presence of flavonoids in fraction A was indicated by the presence of OH groups at an absorption of 3452.58 cm-1, aliphatic C-H at an absorption of 2954.94 cm-1, C=O group at an absorption of 1811.16 cm-1 , and C=C aromatic group at an absorption of 1643.35 cm-1.
Hubungan Resistensi Antibiotik Pada Pasien Sepsis dan COVID-19 : Literatur Review Amir, Nur Rezky Rutami; Sauma, Anis Khoirun; Kurnia Eryani; peppy dwi endraswari
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i1.42468

Abstract

Background: COVID-19 disease with secondary infection especially, and should be treated immediately with exact antibiotics related to the patient's condition to return the patient's hemodynamics. The consumption of antibiotics that are imprecise, and not based on method will cause antibiotic resistance, and it will increase the illness, elevating the complications, and mortality. Objective: This literature research is aimed to explore the relationship between the consumption of antibiotics toward sepsis and COVID-19 patients. Methods: This research applied a literature review method by using primary and secondary data and specifically using the database from article research such as Google Scholar Science Direct, MDPI, Elsevier, NCBI, Springer, Taylor and Francis, Oxford Academic, and Higher Press related on the inclusion. Results: During the data collection session, five articles were analysed specifically for entering the data PICO table (Population, Intervention, Comparison, and Outcome) and concluded each article. The result implies that the condition of patients who have COVID-19 in ICU/HCU is risky to have a secondary infection or co-infection such as sepsis, this condition requires precise antibiotics.Conclusion: The utilization of antibiotics that are used empirically or de-escalated can cause a risk for the application of various antibiotics and cause a risk of resistance. Several research indicate the resistance of antibiotics used by COVID-19 patients and sepsis due to the imprecise and overuse of antibiotics, the existence of co-infection, comorbid and the influence of intensive patient’s environment.
Pengaruh Penggunaan Pelarut terhadap Skrining Fitokimia dan Profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Ekstrak Daun Tobo-Tobo (Ficus septica Burm. F): bahasa indonesia Mukhriani, Mukhriani; Nur Azizah Syahrana; Nursyamsi Dhuha; Dwi Ariqoh Ridwan
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i2.45451

Abstract

Pendahuluan: Penelitian Pengaruh Penggunaan Pelarut terhadap Skrining Fitokimia Dan Profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Ekstrak Daun Tobo-Tobo (Ficus septica Burm. F). Tujuan daam penelitian ini adalah mengetahui kandungan Ficus septica Burm. F dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Metode: Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi secara maserasi dengan pelarut air, etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Profil fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid dengan KLT. Hasil: Adapun hasil yang didapatkan dari skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis menunjukkan kandungan senyawa bioaktif dalam ekstrak air adalah alkaloid, flavonoid, dan saponin, ekstrak etanol 96% adalah flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, ekstrak etil asetat adalah tanin, sedangkan ekstrak n-heksan tidak ditemukan kandungan senyawa yang diteliti. Identifikasi alkaloid dengan uji KLT pada ekstrak etanol 96% dengan nilai Rf 0,23, 0,43, 0,03 dan 0,25. Identifikasi flavonoid pada ekstrak etanol 96% dengan nilai Rf 0,2 dan 0,38, sedangkan ekstrak etil asetat dengan nilai Rf 0,38 dan 0,49. Identifikasi tanin pada ekstrak etil asetat dengan nilai Rf 0,63, sedangkan pada ekstrak n-heksan dengan nilai Rf 0,25, 0,58, dan 0,69. Identifikasi senyawa triterpenoid pada ekstrak etanol 96% dengan nilai Rf 0,58, 0,23 dan 0,4, pada ekstrak etil asetat dengan nilai Rf 0,63 dan 0,67, sedangkan pada ekstrak n-heksan dengan nilai Rf 0,18, 0,52, dan 0,65. Kesimpulan: Penggunaan pelarut yang berbeda dapat mempengarahui optimalnya penarikan senyawa metabolit sekunder pada daun tobo- tobo (Ficus septica Burm. F). Kata kunci: Ekstraksi, Skrining Fitokimia, KLT, Pelarut
Aktivitas Antimitosis dan Identifikasi Golongan Senyawa Aktif Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) terhadap Sel Telur Bulu Babi (Tripneustes gratilla Linn.) Doloking, Haeria; Ningsi, Surya; Nasrawati Basir
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i2.45721

Abstract

Abstract Introduction: Katuk leaves (Sauropus androgynus L.Merr) are a plant that contains a variety of phytochemicals that have the potential to be developed as cancer drugs derived from natural ingredients. Objective: to determine the antimitotic activity of soluble and insoluble ethanol extracts of n-hexane of katuk leaves towards inhibiting cell division. sea urchin (Tripneustus gratilla Linn) eggs and determined the IC50 value of the n-hexane soluble and insoluble fractions, as well as identifying bioactive compounds in the most active Sauropus androgynus fraction. Methods: extraction using 96% ethanol solvent then partitioning using n-hexane solvent using liquid-solid technique. The extract obtained was then tested for its antimitotic effect using sea urchin egg cells. Results: The hexane insoluble extract had antimitotic activity with an IC50 of 0.79 μg/ml and the n-hexane soluble ethanol extract 16.46 μg/ml. Fractionation of the n-hexane insoluble ethanol extract using vacuum liquid chromatography produced 15 fractions which were further divided into subfractions A, B and C. Each subfraction had an IC50 of 2.63 μg/ml, 0.06 μg/ml and 3.98 μg/ml respectively. Conclusion: Fraction B showed the best activity with an inhibition value of 0.06 μg/ml. The results of the identification of bioactive compounds in fraction B showed the presence of phenol, flavonoid, triterpenoid, and steroid compounds. Keywords: cytotoxic, flavonoids, terpenoids, anti-cancer, subfraction
Uji Aktivitas dan Analisis KLT Bioautografi Golongan Senyawa Aktif Antimikroba Fraksi Korteks Kelor (Moringa Oleifera) Ismail, Asrul; Haeria; Hurria
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i1.46131

Abstract

Introduction: Moringa oleifera is a plant from the Moringa genus which has many benefits because it contains many bioactive compounds, so it is often used as traditional medicine. Objective: to determine the antimicrobial inhibitory power of fractions from Moringa cortex extract against several pathogenic microbes including Escherichia coli, Bacillus subtillis, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermis, Streptococcus mutans, Pseudomonas aeureginosa, Salmonella typhi, Vibrio cholera and Candida albicans. Methods: Extraction was carried out using a multilevel maceration method according to the level of polarity, namely n-hexane, ethyl acetate and 70% ethanol, then the extract activity was screened until it was known that the ethyl acetate extract had the highest antimicrobial activity, so fractionation was carried out. The fractionation results then obtained fractions I, II, III and IV which were tested again for their antimicrobial activity with respective concentrations, namely 1000, 750, 500 and 250 μg/mL. Results: Fraction III had the highest activity as an antibacterial against the bacteria Eschericia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermis and Vibrio cholera. Conclusion: From the results of Bioautography TLC analysis, it was found that there were 3 clear zone spots which were known to be the class of compounds that were active as antibacterials in fraction III, namely triterpenes, flavonoids, and alkaloids.
Kajian Pustaka : Pemanfaatan Bahan Alam sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Blush On Nur Azizah Syahrna
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i1.49446

Abstract

ABSTRACT Introduction: Blush on is a beauty product known as blusher that can make the face look fresh and bright naturally. However, its main component, namely dyes, due to market competition encourages the misuse of dangerous dyes and can have side effects on its users. Objective: to obtain the content of active compounds from natural ingredients that can be used as natural dyes. Method: this study is a literature review of various research journals that have been published both nationally and internationally. Results: based on a literature review with the content of Anthocyanin compounds: Hibiscus sabdariffa L., Ipomoea batatas L. with Malus sp., Oryza nivara L, Rosa damascena P. Mill. Brassica Oleracea L. var. capitates f. rubra, Antidesma bunius L., Hylocereus polyrhizus, Tectona grandis LF, Garcinia mangostana L, Ixora paludosa (Blume) Kurz, Olanum betaceum, Fragaria vesca L, Syzygium cumini; Curcumin: Curcuma Longa; Betalain: Beta Vulgaris L; Kerotenoid: Gnetum gnemon L, Astaxanthin -Microalgae, Bixa Orellana L; and antarquinone; Morinda citrifolia L can be an alternative natural dye in blush on. Conclusion: the use of natural ingredients in the basic ingredients of blush on preparations can be used as a natural dye for the cheeks KEYWORDS: Blush on, coloring agent, natural dyes.
Potensi Tabir Surya Ekstrak Etil Asetat Rimpang Lempuyang Gajah (Zingibert zerumbert (L). Smith) Mukhriani; Doloking, Haeria; Dwi Wahyuni Leboe; Hariratul Jannah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51020

Abstract

Abstrak Pendahuluan:Tabir surya adalah suatu zat atau bahan yang dapat melindungi kulit terhadap radiasi sinar ultra violet. Efektivitas sediaan tabir surya didasarkan pada penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase eritema dan pigmentasinya, yang menunjukkan kemampuan produk tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi tabir surya dari ekstrak etil asetat rimpang lempuyang gajah. Metode: Metode spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk menentukan nilai IC50 dan nilai potensi tabir surya. Hasil: Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai IC50 sebesar 98,109 ppm dan vitamin C sebesar7,79 ppm. Hasil nilai %Transmisi eritema dapat dinyatakan bahwa konsentrasi 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm yang didasarkan pada nilai %Transmisi eritema berturut-turut sebesar 10,904%, 9,121%, 6,568% yang termasuk kategori Regular suntan yang berada pada range (6-12%), sedangkan untuk nilai %Transmisi pigmentasi pada konsentrasi 150 ppm dan 300 ppm sebesar 58,921%, 50,557% yang termasuk kategori Ekstra protection yang berada pada range (42-86%), untuk konsentrasi 450 ppm sebesar 40,720% yang termasuk kategori Total block yang berada pada range (3-40) dan untuk nilai SPF ekstrak rimpang lempuyang gajah memiliki nilai ratarara dari konsentrasi 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm sebesar 2,588, 2,967, dan 3,630 termasuk dalam kategori proteksi minimal. Kesimpulan: Ekstrak Rimpang lempuyang gajah (Zingibert zerumbert(L) Smith) dikategorikan sebagai suntan yaitu suatu bahan yang dapat menyerap sebagian besar UV-B dan menyerap sedikit UV-A. Kata kunci: Tabir surya, Antioksidan, DPPH, spektrofotometer UV-Vis, Zingiber zerumbet (L).