cover
Contact Name
Miftahus Surur
Contact Email
surur.miftah99@gmail.com
Phone
+6285258173692
Journal Mail Official
edusaintek@stkippgri-situbondo.ac.id
Editorial Address
Jalan Argopuro Gg. VII Mimbaan Panji Situbondo 68322 Telp. (0338) 4591781 Hp. 085258173692
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : 1858005X     EISSN : 26553392     DOI : -
Jurnal pendidikan sains dan teknologi diterbitkan oleh STKIP PGRI Situbondo sebagai wadah bagi civitas akademika STKIP PGRI Situbondo serta kalangan guru, dosen, peneliti, praktisi dan pemerhati pendidikan yang peduli terhadap perkembangan penelitian tentang Teknologi pembelajaran, Media Pembelajaran, Pendidikan Virtual, Perangkat lunak pendidikan, Teknologi digital dalam pendidikan, Pembelajaran Multimedia, ELearning ,Massive Open Online Course (MOOC), Rapid Learning.
Articles 494 Documents
STUDI KASUS TENTANG PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS (IOT) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI ENERGI DI BANGUNAN PINTAR Adhicandra, Iwan
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i3.1297

Abstract

Penggunaan Teknologi Internet of Things (IoT) dalam meningkatkan efisiensi energi di bangunan pintar telah menjadi topik penelitian yang semakin mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran dan potensi IoT dalam meningkatkan efisiensi energi di berbagai jenis bangunan. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi IoT memungkinkan bangunan untuk menjadi lebih cerdas dalam memantau, mengelola, dan mengoptimalkan penggunaan energi. Berbagai aplikasi praktis IoT dalam manajemen energi bangunan, seperti penggunaan sensor pintar dan sistem manajemen energi terintegrasi, telah membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan penghematan energi yang signifikan. Meskipun demikian, tantangan seperti keamanan data, biaya investasi awal, dan kurangnya pemahaman teknis masih menjadi hambatan dalam penerapan IoT. Oleh karena itu, kolaborasi antar pemangku kepentingan dan upaya dalam penyediaan pelatihan dan edukasi yang lebih luas sangat diperlukan untuk memastikan kesuksesan implementasi IoT di masa depan.
MANAGEMEN BLOG GEMPA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LITERASI SD PASCA GEMPA BUMI DI KECAMATAN CUGENANG CIANJUR Kusnandar, Nandang; Sopandi, Sopandi; Taufik, A. Mokh.; Aisyah, Ai; Susi, Susi; Yoseptry, Ricky; Wasliman, Eva Dianawati
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1300

Abstract

Rapor pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai standar mutu pendidikan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses dan output pembelajaran. Dalam rapor pendidikan memuat capaian kompetensi literasi dan numerasi. Capaian literasi pada raport pendidikan sekolah dasar di Kecamatan Cugenang masih kurang. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pengawas sekolah di kecamatan Cugenang adalah melalui Blog GEMPA. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen Blog Gempa dalam upaya meningkatkan kualitas literasi Sekolah. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif dengan tehnik pengumpulan data wawancara, studi dokumentsi dan observasi lapangan. Kesimpulan hasil penelitian tahap Perencanaan Program terdiri dari analisis kebutuhan, analisis sumber daya, desain blog, sosialisasi dan bimbingan teknis. Pengorganisasian program memuat pembagian tugas dari kordik, pengawas, kepala sekolah, guru dan Operator sekolah. Tahap pelaksanaan dimulai dari koordinasi, sosialisasi, pendampingan, unggah hasil tulisan. Evaluasi Program memuat ketercapaian tujuan, target, sasaran, dan kendala. Kendala yang ditemui yaitu rendahnya kompetensi guru dalam penggunaan teknologi, kurangnya sarana dan prasarana, keterbatasan aplikasi Blog gempa serta jaringan internet yang masih kurang stabil. Solusi yang dilakukan oleh para pengawas bina diantaranya melakukan komunikasi kepada kepala sekolah dan guru, bimbingan dan monitoring secara periodik.
MANAJEMEN GURU PENGGERAK DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN SD Mulyati, Deuis; Maryati, Neneng Meri; M, Novi Khusnainy; Saripah, Saripah; Yoseptry, Ricky; Wasliman, Eva Dianawati
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1301

Abstract

Latar belakang penulisan ini adalah adanya pertanyaan pada masyarakat apakah ada perbedaan antara guru yang telah mengikuti Pendidikan Program Guru Penggerak dengan guru yang belum mengikuti Program Guru Penggerak, jika ada apakah perbedaan tersebut, juga banyak pertanyaan yang timbul dalam masyarakat apakah perubahan yang signifikant yang dilakukan oleh Guru Penggerak dalam proses pembelajaran di kelas, apakah dampak yang dapat dirasakan oleh Guru Penggerak itu sendiri, oleh Murid, atasan, rekan sejawat yang pada akhirnya apakah Guru Penggerak memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Tujuan penelitianini adalah untuk menganalisis dampak guru penggerak terhadap peningkatan kualitas pendidikan, metode yang dilakukan adalah dengan melakukan observasi kelapangan yaitu mengamati proses pengajaran yang dilakukan oleh guru penggerak, peneliti juga melakukan wawancara dengan sasarannya yaitu, murid, guru, kepala sekolah dan orang tua siswa.hasil penelitian adalah bahwa seorang guru yang telah mengikuti pelatihan guru penggerak mempunyai dampak sangat significant dalam melakukan proses pembelajaran. Guru penggerak mempunyai pemikiran yang berbeda kepada peserta didik, dimana guru penggerak tidak menganggap murid sebagai objek tetapi guru penggerak memperhatikan suara dari setiap murid, dalam mengajar guru penggerak menyadari bahwa setiap peserta didik itu berbeda sehingga guru penggerak mengajar menggunakan modul ajar yang berdiferensiasi.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Prialita, Arianti; Yudiaka, Deki; Hendi, Hendi; Medawati, Rina; Armando, Rio; Yoseptry, Ricky; Wasliman, Eva Dianawati
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i3.1302

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana manajemen sarana prasarana pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan Agama Islam di MTs Yaspi Al- Falah Cibeber. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan manajemen sarana dan prasarana Pendidikan untuk meningkatkan kualitas belajar Pendidikan PAI di Sekolah MTs Yaspi Al-Falah Cibeber. Metode penelitian dengan kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Teknik pengumpula data: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan data: reduksi, penyajian data dan penyimpulan. Teknik keabasahan data: kredibelitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan: rapat analisis kebutuhan sarana dan prasarana. (2) pengadaan: membeli barang yang utamakan untuk kebutuhan pembelajaran.(3) pendistribusian: sarana dan prasarana didistribusikan dengan baik untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar PAI. (4) inventaris: mencatat barang pada buku inventaris. (5) Pengunaan: digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan SOP dalam kegiatan pembelajaran PAI (6) pemeliharaan: membersihkan saran akelas dan pemeliharaan gedung. (7) penghapusan: membuang barang yang tidak layak dan tidak sesuai dengan kurikulum dengan ketentuan yang berlaku.
PENGARUH PEMBELAJARAN AKIDAH TERHADAP PERILAKU PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH NURUL ISLAM CIANJUR Zimbalist, Laras Octawa; Hariyana, Heri; Nurhyani, Rina; Anisah, Anisah; Yoseptry, Ricky; Wasliman, Eva Dianawati
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i3.1303

Abstract

Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran akidah terhadap perilaku peserta didik. Saat ini sudah marak tindakan kenakalan remaja seperti miras, tawuran, perundungan, dan perilaku menyimpang lainnnya. Hal itu terjadi karena pergeseran nilai-nilai norma kesopananan dan kesusilaan dan juga pengaruh negatif dari media sosial . Mengingat hal tersebut, peneliti ingin melihat bagaimana pengaruh pemebelajaran akidah terhadap perubahan perilaku peserta didik di tingkat Madrasah Aliyah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan cara membuat instrumen wawancara, kuisioner yang disebarkan kepada peserta didik. Daftar pertanyaan wawancara yang ditujukan untuk kepala Madrasah Aliyah Nurul Islam bertujuan untuk menggali informasi lebih lanjut tentang program sekolah yang sesuai dengan mata pelajaran akidah. Pihak yang terlibat dan perannya. Selain kepada kepala madrasah,waawancara juga dilakukan kepada guru mata pelajaran akidah. Peneliti mengajukan pertanyaan terbuka ditujukan selama wawancara. Dalam sesi wawancara tersebut, guru akidah mengatakan bahwa adanya perubahan perilaku peserta didik setelah mempelajari akidah. Berdasarkan pengamatan yang didapat berkurangnya angka kenalakan remaja dan pelanggaran peraturan sekolah. Hal tersebut diperkuat dengan adanya laporan dari babinsa dan babinkantibmas tentang keamanan dari RT/RW setempat. Berdasarkan informasi yang didapat dari angket yang disebar kepada peserta didik, Penelitian kualitatif mengambil sampel 30 peserta didik. Dari kelas XI IPA ada 15 orang, dari kelas XI IPS ada 15 orang. Sebagian besar peserta didik keals XI IPS menyukai mata pelajaran akidah dengan alasan guru yang familiar dan ramah. Ada 18 orang di kelas XI mengisi point 3 bahwa pelajaran akidah mudah dipahami. Ada 15 orang peserta didik yang mengisi point 3 mereka mendapatkan bimbiingan khusus bagi yang belum memahami materi pelajaran akidah. Sebanyak 17 orang peserta didik di kelas XI mengisi point 3 (sesuai) termotivasi saat mengikuti pelajaran akidah. Sebagian besar peserta didik di kelas XI mengisi point 3 (sering) dalam menerapkan pelajaran akidah saat berinteraksi dengan guru dan teman di lingkungan sekolah.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY ( TEFA ) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN PADA SMK NEGERI PERTANIAN PEMBANGUNAN CIANJUR Muharam, Chepi Septiana; Kusnendi, Nanang; Fauzi, Moch. Irfan; Yoseptry, Ricky; Wasliman, Eva Dianawati
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) terhadap Peningkatan Kualitas Lulusan yang diterapkan pada Siswa Kelas XI Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan terhadap manajemen produksi. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif. Objek penelitian ini adalah usaha SMK Negeri Pertanian Pembangunan Cianjur yang berlokasi di Jalan Raya Cibeber Km.5 Pasirsembung sirnagalih cilaku, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Kuesioner dari beberapa metode pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran sistem Efektivitas Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) memang cukup mempengaruhi pada Peningkatan Kualitas Lulusan pada model Pembelajaran ini walaupun dengan sistem Metode pembelajaran tefa yang sederhana dan terbilang masih kurang.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENCEGAHAN PERUNDUNGAN Ginanjar, Ledy; Sugandi, Liawati; Gunawan, Guntur; Suwandi, Haris; Yoseptry, Ricky; Wasliman, Eva Dianawati
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1305

Abstract

Perundungan di kalangan anak-anak dan remaja telah menjadi masalah serius yang mempengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, dan akademis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran manajemen pendidikan karakter dalam upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif yang menggunakan wawancara mendalam dan analisis konten, kami meneliti persepsi guru, siswa, dan orang tua tentang efektivitas program-program pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah dalam mengatasi perundungan. Temuan kami menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter yang komprehensif, meliputi pembentukan nilai-nilai karakter, pembinaan sikap positif, dan promosi lingkungan sekolah yang inklusif, memiliki dampak positif dalam mengurangi kasus perundungan. Namun, tantangan yang signifikan muncul dalam mengimplementasikan program-program ini secara konsisten dan berkelanjutan. Implikasi praktis dan teoretis dari temuan ini dibahas, bersama dengan rekomendasi untuk penelitian dan praktik lanjutan dalam bidang manajemen pendidikan karakter dan pencegahan perundungan.
EFEK MOTIVASI INTRINSIK DARI STRATEGI ELEMEN GAMIFIKASI PEMBELAJARAN Febriansah, Aris Triwahyu; Syifa’ul Qolbi, Muhammad; Soepriyanto, Yerry; Purnomo, Purnomo
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i3.1309

Abstract

This study aims to examine and analyze the differences in intrinsic motivation of learners based on Point+Leaderboard (PL) and Point+Badge (PB) gamification element strategies. The research sample was 84 undergraduate students of the Department of Educational Technology, State University of Malang. Data was collected using the Intrinsic Motivation Inventory (IMI) questionnaire which consists of 4 variables: interest/enjoyment (EJ), perceived competence (PC), effort (EF), and pressure (PR). The research method used the Independent T-Test to test the difference in intrinsic motivation between OT and PB groups. The t-test results showed significant differences in EJ and EF variables between OT and PB groups. This shows that PL is more effective in increasing learners' enjoyment/interest and effort compared to PB. However, there is no significant difference in PC and PR variables between OT and PB groups. This means that both PL and PB are equally able to give positive effects on the sense of competence and do not cause negative effects on learners' stress. This study shows that Point+Leaderboard strategy is more effective in increasing learners' intrinsic motivation compared to Point+Badge strategy
MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PROFESSIONAL CAPITAL: TANTANGAN DAN PELUANG Rahmaningtyas, Wisudani
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i3.1311

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu investasi modal manusia yang menjadi predictor kuat dan krusial dalam pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kajian literature terkait dengan peluang dan tantangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui professional capital (guru sebagai pendidik professional). Metode atau pendekatan penelitian menggunakan literature review yang didasarkan pada pencarian dan analisis artikel ilmiah, buku, dan publikasi lain yang relevan dengan topik human capital investment khususnya dalam aspek pendidikan, economics growth, dan sustainability development. Pencarian dilakukan melalui basis data akademik secara elektronik melalui beberapa publisher seperti Google Scholar, Emerald, ScienceDirect, Elsevier, dan ResearchGate dengan menggunakan kata kunci seperti "human capital investment," "professional capital," "education," "quality of educators," dan "economic growth.". Hasil dari kajian literatur menunjukkan bahwa pendidikan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Tantangan investasi pendidikan di Indonesia lebih terkait dengan aspek pendanaan dan sarana prasarana serta hambatan budaya (berhubungan dengan sikap mental, norma dan seperangkat system nilai yang dianut dan dimiliki masyarakat khususnya para pelaku pendidikan). Lebih lanjut peluang Indonesia dalam inventasi pendidikan yaitu adanya program mentor dan mentee yang mendorong guru untuk lebih mudah dalam pengembangan keprofesian melalui mentoring.
IMPLEMENTASI PEMASARAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DI MTSN 1 TUBAN JATIM Wahib, Abd.
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i3.1314

Abstract

Pengelolaan lembaga pendidikan menjadi sangat penting, di mana pertumbuhan dan perkembangan lembaga dipengaruhi oleh kemampuan administrator dalam melakukan scaning lingkungan eksternal, kompetitor lembaga lain, memperhitungkan kompetensi internal dan harus dapat menciptakan strategi yang mumpuni untuk memenangkan persaingan tanpa meninggalkan esensi dari pendidikan itu sendiri serta diperlukan pemasaran. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui implementasi pemasaran lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas pelayanan di MTsN 1 Tuban Jatim Penelitian kualitatif dengan Melihat permasalahan dan tujuan penelitian yang hendak dicapai maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologis. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis Data dengan melakukan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitiannya: implementasi pemasaran lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas pelayanan di MTsN 1 Tuban Jawa Timur dilakukan dengan: 1) Product (Produk) Madrasah: produk/jasa madrasah yang ditawarkan berkualitas, program pembiasaan karakter, kurikulum kemendiknas, kementerian agama dan muatan lokal serta bidang ekstrakurikuler madrasah 2) Price (harga) Madrasah: Biaya administrasi pendaftaran ringan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penetapan biaya jasa madrasah ada bulanan dan tahunan. 3) Place (tempat/lokasi): Lokasi di madrasah tsanawiyah sangat mudah akses, dengan jalan yang tidak rentan macet. Tidak bising sehingga kegiatan belajar mengajar tetap kondusif dan nyaman. 4) Promotion (promosi) Madrasah: promosi dengan kunjungan ke SD/MI, pemasangan baliho dan spanduk, penyebaran brosur madrasah, promosi lewat ekstrakurikuler yang sering menjuarai atau tampil di beberapa event dan promosi media sosial seperti facebook, website, instagram, maupun youtube madrasah.