cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+6285725630249
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127 | email : info@stikesmus.ac.id | web : www.stikesmus.ac.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Avicenna : Journal of Health Research
ISSN : 26156458     EISSN : 26156466     DOI : https://doi.org/10.36419
Core Subject : Health,
Avicenna : Journal of Health Research published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta. Published twice a year in March and Oktober. Contains the writings of research results with the theme health. ISSN print: 2615-6458, ISSN Online: 2615-6466. Avicenna : Journal of Health focuses on the main problems like Midwifery, Nursing, Radiology, Physiotherapy, Health Analyst, Nutrition, Health Management, Health Psychology, Anastesiologi and other related thopics. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewers and will go to the next selection by Blind Review Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. For each manuscript, peer reviewers will rate the substantial and technical aspects, peer reviewers who collaborate with Avicenna : Journal of Health Research.
Articles 241 Documents
Pengaruh terapi murottal terhadap penurunan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di Ruang Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak Dwi Agustin, Su’aidah; Nasriyah, Nasriyah; Wigati, Atun
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1748

Abstract

Latar belakang: Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar yang menyebabkan  nyeri selama proses persalinan. Terapi non- farmakologi menjadi salah satu mengalihkan fokus ke stimulus yang lain, salah satunya adalah murotal al-quran. Tujuan penelitian yaitu menganalisis terapi merotal terhadap penurunan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di ruang Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak. Metode: Jenis Penelitian kuantitatif dengan metode quasy experiment. Desain penelitian menggunakan two gorup pre-posttest with control design. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Responden adalah ibu bersalin merasakan skala nyeri 1 sampai dengan 3 pada kala 1 sejumlah 30 pasien terbagi 15 pasien kelompok kontrol dan 15 pasien kelompok intervensi dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi nyeri dan Standar Operasional Prosedur (SOP)  pemberian terapi murottal. Alat ukur yang dipakai untuk mengetahui tingkat nyeri. menggunakan visual analog scale. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test dan Mann Withney Test. Hasil: Ada pengaruh yang signifikan antara nyeri sebelum diberikan Murottal dan sesudah diberikan Murottal (p-value=0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skala nyeri pada pengukuran pertama dan pengukuran kedua. Penurunan skala nyeri pada kelompok intervensi jauh lebih baik di banding kelompok kontrol setelah di berikan terapi murottal dengan (p-value 0,00; mean kelompok intervensi= 9,57; mean kelompok kontrol=21,43). Simpulan: Intervensi pemberian terapi murotal memiliki pengaruh efektif dalam menurunkan tingkat nyeri. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendari terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri persalin kala I dengan skala 1 sampai dengan 3.
Status gizi sebagai faktor prediktor usia menarche pada anak perempuan Sekolah Dasar Sab’ngatun, Sab’ngatun; Zamani, Ahmad; Hanifah, Lilik
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1753

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi pada anak sekolah akan berdampak pada perkembangan fisik dan perkembangan organ reproduksi pada masa pubertas, rata-rata menarche normal terjadi pada usia 11-13 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan menarche pada siswi sekolah dasar.Metode: Rancangan penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan crossectional. Variabel independent status gizi, variabel dependentt adalah menarche. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi yaitu seluruh siswi kelas VI SDIT Taruna Teladan  Delanggu Klaten sebanyak 36 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan data primer. Analisis univariat mengunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan fisher exact. Hasil Penelitian: Karakteristik responden mayoritas berumur 12 tahun sebanyak 20 responden (55,6%), status gizi mayoritas normal sebanyak 30 responden (83,3%) dan jumlah responden yang belum haid dan sudah haid sama yaitu 18 responden (50%). Hasil analisis bivariat tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan menarche (p=0,658). Simpulan: Tidak ada hubungan antara status gizi dengan menarche. Saran: perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi menarche pada remaja putri, diharapkan perlu ada kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memberi penyuluhan tentang makanan sehat dan cara menjaga kebersihan organ kewanitaan.
Minat belajar farmakognosi sebagai faktor yang berhubungan dengan pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal bagi balita pada siswi SMK Farmasi Rustanbiyah, Rustanbiyah; Setiyani, Titin; Kostania, Gita
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1744

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan obat herbal pada balita masih banyak dilakukan sebagai bentuk pengobatan komplementer di masyarakat. Meskipun dianggap alami dan aman, penggunaan herbal tanpa pemahaman yang tepat mengenai dosis, indikasi, serta aspek keamanan berpotensi menimbulkan efek toksik, mengingat sistem metabolisme balita belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, calon tenaga kefarmasian perlu memiliki pengetahuan keamanan herbal yang memadai melalui pembelajaran farmakognosi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara minat belajar farmakognosi dengan pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 62 siswi kelas XI SMK Negeri 2 Magetan yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner minat belajar dan tes pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank (rs). Hasil: Seluruh responden berjenis kelamin perempuan (100%) dengan mayoritas berusia 16 tahun (69,40%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik antara minat belajar farmakognosi dengan pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal pada balita (rs = 0,982; 95% CI: 0,969–0,989; p = 0,001). Simpulan: Minat belajar merupakan faktor penting dalam membentuk pemahaman siswa mengenai keamanan penggunaan obat herbal pada balita. Penguatan motivasi belajar dalam pendidikan vokasi farmasi berperan strategis dalam mendukung keselamatan pasien pediatrik melalui edukasi penggunaan herbal yang rasional dan aman.
Implementasi metode kanguru pada bayi berat lahir rendah untuk optimalisasi pertumbuhan Arumresmi, Virayekti; Tristanti, Ika; Indrianingrum, Irawati; Azizah, Noor
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1749

Abstract

Latar belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi permasalahan kesehatan neonatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi, terutama pada bayi prematur. Salah satu intervensi yang direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas fisiologis bayi BBLR adalah metode kanguru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh optimalisasi metode kanguru terhadap peningkatan berat badan bayi BBLR. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pre–post one group, melibatkan 30 ibu yang memiliki bayi BBLR sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan penerapan metode kanguru sesuai protokol, dan pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan berat badan BBLR setelah dilakukan optimalisasi metode kanguru, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik antara berat badan sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05). Simpulan: metode kanguru berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan BBLR dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi perawatan neonatal yang efektif dan aplikatif untuk mendukung pertumbuhan BBLR di fasilitas pelayanan kesehatan.
Efektivitas model edukasi berbasis kelompok terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan reproduksi pranikah Rohmi, Rohmi; Nugraheny, Esti; Suryantara, Bima
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1754

Abstract

Latar Belakang: Angka kehamilan remaja di negara berpendapatan rendah dan menengah termasuk Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data WHO, 39% remaja menikah sebelum berusia 18 tahun dan 12% sebelum berusia 15 tahun. Disisi lain diketahui 10% remaja setuju terhadap perilaku seksual pra nikah. Sehingga diperlukan upaya untuk mengedukasi remaja salah satunya dengan model edukasi berbasis kelompok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model edukasi berbasis kelompok terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku Kesehatan reproduksi pranikah di SMP Negeri Tangen Kabupaten Sragen. Metode: peneltian ini merupakan penelitian quasy eksperimen. 297 sampel remaja terpilih dari 1.147 remaja yang dipilih dengan Teknik Simple Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini pengetahuan, sikap dan perilaku dengan variable dependen model edukasi (berbasis kelompok vs berbasis WA grup). Intervensi meliputi pemberian materi secara langsung 2 sesi edukasi kelompok teman sebaya dan 2 sesi edukasi klasikal. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dan telah melalui uji validitas reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan mann whitney. Hasil: uji statistik menggunakan mann whitney, pengetahuan pada kelompok kontrol maupun pada kelompok perlakuan diperoleh nilai dengan signifikasi 0,000 (sig < 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengetahuan seks pranikah remaja sebelum dan setelah diberikan edukasi. Simpulan: model edukasi berbasis kelompok dan grup WA dapat dijadikan alternatif model edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan reproduksi pranikah. Diperlukan pengembangan model edukasi berbasis kelompok secara berkesinambungan untuk dapat mengoptimalkan peningkatan sikap dan perilaku remaja mengenai kesehatan reproduksi pranikah.
Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman Yogyakarta Nani Zakiya Artiadi, Baiq; Mutiara Putri, Intan
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1745

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok remaja yang rentan terkena anemia. Anemia pada remaja bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit infeksi. Anemia akan terbawa hingga hamil yang bisa mengakibatkan perdarahan sebelum dan saat melahirkan yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayinya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian di Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman Yogyakarta. Variable bebas penelitian meliputi status gizi dan variable terikatnya adalah kejadian anemia. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas XI berjumlah 47 siswi dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat yang digunakan untuk pelngambilan data adalah timbangan pijak, alat ukur tinggi badan dan alat cek hemoglobin portabel digital yang sudah di lakukan uji kalibrasi oleh Laboratorium UNISA Yogyakarta. Analisis data univariat dan bivariate yakni Chi Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hasil siswi dengan status gizi tidak normal sebanyak 31 (66,0 %) responden, siswi dengan status gizi normal 16 (34,0%) responden, dengan status gizi tidak normal mayoritas mengalami anemia sebanyak 27 (57,4%) responden dan mayoritas responden dengan status gizi normal tidak mengalami anemia yakni sebanyak 13 (27,7%) responden. Simpulan: Studi ini menemukan hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia remaja putri. Diharapkan bidan dapat semakin aktif mendeteksi atau melakukan skrining rutin terkait status gizi dan kejadian anemia pada remaja putri dan memberikan pendidikan kesehatan terkait status gizi dan anemia remaja serta pemberian Tabel t Fe secara berkala.
Pengaruh palang merah remaja dalam pemberian edukasi kesehatan terhadap perilaku pencegahan anemia pada remaja putri Novita Sari, Ajeng; Purwanto, Budi; Hanifah, Lilik; Sih Prabandari, Anggraeni
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1750

Abstract

Latar Belakang: Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia melalui kegiatan edukasi kesehatan yang terstruktur dan mudah dipahami. Pemberian edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk perilaku pencegahan anemia yang lebih baik, sehingga risiko kejadian anemia pada remaja putri dapat diminimalkan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh Palang Merah Remaja dalam pemberian edukasi tentang anemia terhadap perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain pre-experimental dengan rancangan One Group Pretest-Postest. Metode:  Populasi penelitian ini siswa putri SMA N 8 Surakarta dengan sampel sebanyak 56 siswa dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perilaku pencegahan anemia dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Palang Merah Remaja dalam pemberian edukasi tentang anemia terhadap perilaku  pencegahan anemia pada remaja putri di SMA N 8 Surakarta. Hasil: menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Palang Merah Remaja dalam pemberian edukasi tentang anemia terhadap perilaku  pencegahan anemia pada remaja putri di SMA N 8 Surakarta. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi program penyuluhan kesehatan lainnya di sekolah, yang perlu mengadopsi pendekatan serupa dengan penyesuaian durasi dan eksplorasi metode tambahan untuk meningkatkan dampak pembelajaran. Simpulan: Edukasi tentang anemia yang diberikan oleh Palang Merah Remaja berpengaruh positif terhadap peningkatan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.
Inpatient-tailored diabetes self-management education and short-term glycemic change in type 2 diabetes: A pilot case series from RSUD dr. Darsono Pacitan Arifah, Kun; Widiastuti, Agung; Ernawati, Ucik; Dwi Kurniawan, Yanti
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1741

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) commonly presents with uncontrolled hyperglycemia among inpatients, where self-management gaps compound clinical instability. Diabetes Self-Management Education (DSME) is recommended, yet evidence for inpatient-tailored, short-horizon DSME remains limited. Objective: To evaluate the short-term effect of a ward-adapted DSME adjunct on capillary blood glucose and self-management behaviors in hospitalized adults with T2DM. Methods: purposive sampling (n=2) in the Wijaya Kusuma Inpatient Ward, RSUD dr. Darsono (July-August 2025). The intervention comprised individual bedside DSME (two sessions; 60-90 minutes total) plus discharge reinforcement, delivered by diabetes-trained nurses. Primary outcome: change in capillary glucose (mg/dL) from baseline to post-intervention over 4 days with consistent testing conditions. Secondary outcome: Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ-16; 0-64). Analyses emphasized descriptive trajectories; exploratory paired t-test/Wilcoxon and bootstrap 95% CIs were reported with α=0.05 (hypothesis-generating). Results: Baseline glucose was 837 and 511 mg/dL; by day 4, values declined to 130 and 120 mg/dL, respectively (absolute change -707 [-84.5%] and -391 [-76.5%]); no hypoglycemia/adverse events occurred. DSMQ-16 improved from 15 to 50 and 17 to 60 (poor to good). Exploratory tests were underpowered (paired t=3.47, p=0.18; Wilcoxon p=0.25), but the effect size was very large (Cohen’s d=2.46), consistent with observed trajectories. Conclusion: A ward-tailored DSME delivered over four days was feasible and associated with rapid, clinically meaningful glycemic improvement and substantial gains in self-management among acutely uncontrolled inpatients with T2DM. Findings are hypothesis-generating and support larger, controlled studies to confirm efficacy, durability post-discharge, and scalability.
Intervensi terintegrasi laktasi dan kesehatan mental pada ibu nifas awal: Scoping review Dewi Lieskusumastuti, Anita; Yuniarti, Tri; Lestari, Dwi; Noerlita Ningrum, Andriani; Nur Atika, Isna
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1755

Abstract

Latar belakang: Pada masa nifas, ibu sering menghadapi hambatan menyusui bersamaan dengan perubahan psikologis, terutama pada periode awal pascapersalinan. Kondisi ini dapat memengaruhi keberlanjutan menyusui sekaligus meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, sehingga dibutuhkan layanan postpartum yang lebih terpadu. Tujuan: Scoping review ini memetakan bukti ilmiah mengenai intervensi terintegrasi dukungan laktasi dan komponen kesehatan mental pada ibu postpartum/nifas, khususnya periode awal. Metode: Studi dilakukan mengikuti pedoman JBI dan PRISMA-ScR. Pencarian literatur menggunakan strategi MeSH dan kata kunci pada Wiley, ScienceDirect, dan PubMed untuk artikel tahun 2016–2026 berbahasa Indonesia/Inggris. Seleksi dilakukan bertahap (judul, abstrak, full-text) berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi. Data diekstraksi menggunakan formulir charting terstruktur dan kualitas studi dinilai menggunakan JBI. Hasil: Dari 2544 artikel yang diseleksi, 12 artikel memenuhi kriteria intervensi terintegrasi (luaran menyusui dan kesehatan mental). Mayoritas studi adalah RCT (75%), dengan kualitas didominasi grade A (58,3%) dan grade B (41,7%). Intervensi terkelompok dalam enam tema: intervensi segera setelah lahir, dukungan menyusui yang berdampak pada depresi postpartum, intervensi komunitas/kunjungan, intervensi digital/mHealth, coparenting, serta relaksasi/manajemen stres berbasis menyusui. Luaran menyusui umumnya membaik, sedangkan luaran mental lebih konsisten membaik pada intervensi dengan komponen psikologis aktif. Simpulan: Bukti intervensi terintegrasi pada nifas awal masih terbatas dan terkonsentrasi pada RCT serta intervensi berbasis fasilitas/digital. Penguatan layanan nifas awal perlu menekankan integrasi dukungan menyusui dan dukungan psikologis aktif, melibatkan keluarga, serta menyediakan alur tindak lanjut dan rujukan yang jelas agar keberlanjutan menyusui dan kesehatan mental ibu lebih terjaga.
Hubungan status gizi dengan kejadian menarche pada siswi SD Muhammadiyah Mantaran Sleman Yogyakarta Azzarah Putri, Madelia; Mutiara Putri, Intan
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1746

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja ditandai dengan kematangan organ reproduksi, yang secara signifikan direpresentasikan oleh fenomena menarche yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti status gizi, genetik, aktivitas fisik, dan paparan media. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian menarche pada siswi SD Muhammadiyah Mantaran Sleman. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yang melibatkan 53 siswi kelas V dan VI. Instrumen yang digunakan meliputi stadiometer, timbangan (IMT/U), dan wawancara, dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 50,9% responden memiliki status gizi baik dan 49,1% overweight. Mayoritas siswi (58,5%) telah mengalami menarche, didominasi oleh kategori menarche dini (≤ 11 tahun). Hasil : hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,034 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian menarche dengan tingkat keeratan rendah (coefficient contingency 0,279). Simpulan: Remaja dengan status gizi lebih memiliki kecenderungan mengalami menarche lebih awal. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi seimbang bagi orang tua dan remaja guna mencegah menarche dini dan mengoptimalkan pemantauan pertumbuhan.