cover
Contact Name
BERTI ARSYAD
Contact Email
ajamiy@umgo.ac.id
Phone
+6285241468709
Journal Mail Official
bertiarsyad@umgo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Mansoer Pateda, Pentadio Timur, Telaga Biru, Gorontalo, Indonesia
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
ISSN : 22529926     EISSN : 26572206     DOI : http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy
Core Subject : Education,
'A Jamiy: Arabic Language and Literature Journal (p-issn: 2252-9926 and e-issn: 2657-2206) is a scientific journal that has published scientific papers since 2012. This journal is a Linguistics and Literature journal that is published twice a year in June and September by the Arabic Literature Study Program, Faculty of Cultural Sciences, Muhammadiyah University, Gorontalo. This journal discusses language problems that are examined in the branches of applied linguistics, such as sociolinguistics, discourse analysis, critical discourse analysis, pragmatics, stylistics, corpus linguistics, and others. In the field of literature, it includes literary history, literary theory, literary criticism, and others, which may include written texts, films, and other media. We only accept scholarly papers written in Bahasa Indonesia, Arab and English.
Articles 295 Documents
Al-mahārāt al-Asāsiyyah li al-Tarjamah (Suatu Kajian Teoritis Tantang Keterampilan Dasar Penerjemah) Cutri A Tjalau
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.97-103.2022

Abstract

The translation is an effort to replace the source language text material with equivalent and appropriate material in the target language. Current developments and advances in science and technology have implications for the need for reliable translators. This study will describe and describe in simple terms what competencies a translator must-have. This research is library research with a descriptive method. The research data are sourced from books on the theory of tarjamah, and scientific articles related to translation. The results of the study indicate that a translator must have the following skills; 1) master the source language and target language well, 2) master the translation methods, techniques, strategies, and procedures, 3) master the material or field of science from the translated text.
Intertektualitas Mahabatullah Terhadap Sya’ir Karya Imam Syafi’i Dan Buya Hamka (Adab Muqōron) fatimatuz zahro'; Tatik Mariyatut Tasnimah
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.179-191.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap bentuk intertekstual pada sya’ir puisi (istighfar wa taubah) karya Imam Syafi’I dan puisi berasal dari Indonesia berjudul “Taubat” karya Buya Hamka. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik yang menggunakan metode gabungan dan syarat tidak bertentangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teks memiliki kesamaan tema dan genre yaitu taubat yang berarti memohon ampunan. Melalui analisis bentuk terdapat enam bait qit’at terdiri dari bahr al-basiit dengan pola taf’ila dan mengalami perubahan di beberapa bait, zihaf khaban 4 kali dan taf’ilat zihaf tayyu tidak ada, dan taf’ilat berjumlah 48 yang mengalami illat qata’ jumlah 1. Puisi Hamka mempunyai tipografi yang konsisten. Perbedaan redaksi terdapat pada penulisan jenis bentuk taubat sufistik yaitu taubat inabah dan taubat istijabah. Hipogram syair “istigfar wa taubah” menjadi hipogram dalam penelitian kali ini dengan merujuk pada tahun terbitnya dan gerakan puisi klasik. Sedangkan puisi Buya Hamka adalah puisi modern. Transformasi pada puisi “Taubat” karya Buya Hamka ditunjukan dengan teks puisi yang mengalami pembalikan atau perubahan bentuk serta makna berserah diri dan memohon ampunan yang mengalami perluasan. Namun, hal tersebut tidak mengubah pokok kalimat dan intinya.
Makna Puisi Uhibbuki Karya Nizar Qabbani: Kajian Semiotika Riffaterre Nur Roudhatul Jannah; Muhammad Ichsan Haikal
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.60-67.2022

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai makna yang terkandung dalam puisi Uhibbuki karya Nizar Qabbani dengan menggunakan teori Michael Riffaterre. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data-data untuk menjelaskan isi dari puisi Uhibbuki karya Nizar Qabbani. Untuk mengungkapkan maka yang terkandung dalam puisi ini, peneliti menggunakan empat hal yang dapat digunakan dalam memaknai sebuah puisi, yaitu ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan heuristik dan hermeneutik, matrix atau kata kunci dan hypogram. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah menganalisi dengan menggunakan pembacaan heuristik, peneliti masih menemukan arti yang masih terpisah-pisah dan belum memusat. Setelah dilakukan pembacaan kedua yaitu pembacaan hermeneutik, peneliti mendapatkan bahwa puisi Uhibbuki karya Nizar Qabbani menceritakan tentang kisah cinta seorang pria dengan wanita yang bertepuk sebelah tangan. Adapun kata kunci atau matriks dalam puisi ini adalah Wa asy’uru annī  uassisu syaian dan Wa azro’u fi rohmi al-ardi syaian.
Transisi Sya’ir Jahili dan Sya’ir Awal Islam (Kajian Kritik Sastra) HASBI ULUMUDDIN
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.%p.2022

Abstract

Kritik sebagai alat untuk mengapresiasi terhadap suatu objek dalam hal ini sastra sebagai obejeknya. Kritik yang mengalami perubahan secara konseptual dari tataran praktis hingga metodelogis. Sastra Arab (sya’ir) menjadi produk kebanggan masyarakat Arab terutama masyarakat jahili, saling bantah argumen terjadi ketika menilai orsinalitas sya’ir jahili, pendapat yang satu meniadakan dan pendapat lain mengakui keberadaan sya’ir jahili. Tujuan penelitian ini adalah menemukan praktek kritik terhadap sya’ir antara dua zaman yaitu Jahili dan awal Islam, mengungkap diaketik para ilmuan Arab mengenai eksistensi sya’ir Jahili dan menemukan pudarnya salah satu jenis sya’ir jahili ketika masuk awal Islam. Artikel ini memakai penelitian kepustakaan dan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa transisi terjadi setelah Islam datang, nilai-nilai Islam bergema di daratan Arab namun tidak meninggalkan kecintaan terhadap sya’ir. Di masa Islam sya’ir hanya berubah pada isi dan tujuan saja, pokok menggunakan sya’ir sebagai syiar dalam futuhat Islam. Dari berbagai jenis sya’ir pada masa Jahiliyah hanya jenis sya’ir ghazal yang hilang pada masa awal Islam, sedangkan praktek kritik antara kedua zaman tersebebut berkisar tentang efektivitas penggunaan kata serta memberi apresiasi dengan berbagai cara, seperi memuji. 
Ibn al-Mu’tazz dan Teori al-Badī’; Pemikiran Balagah dalam Kritik Sastra Arab Mohammad Yusuf Setyawan; Tatik Mariyatut Tasnimah
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.1-15.2022

Abstract

This article aims to describe the contribution of Ibn al-Mu'tazz in the development of Arabic literary criticism. Through his book entitled al-Badi>', Ibn al-Mu'tazz has succeeded in gathering the characteristics of the new school of thought promoted by Abu Tammam. Ibn al-Mu'tazz wanted to prove that the badi' arts that complied with Abu Tammam's poetry were previously known to the Arabs and are often found in the Qur'an, hadith, the sayings of companions, and in both classical and new poetry. According to Ibn al-Mu'tazz, badi' art includes 5 types, namely isti'a>rah, tajni>s, mutha>baqah, radd a'ja>z al-kala>m 'ala> ma> taqaddamaha>, and al-madzhab al-kala>mi>. In addition to discussing the five badi' arts, Ibn al-Mu'tazz also introduces what he calls muhasin al-kalam to provide greater benefits to the reader. Ibn al-Mu'tazz's contribution should be appreciated because for his services, the characteristics of the new school can be ascertained, making it easier for Arab critics in the next generation to make comparisons between the old school and the new school. As the founder of badi>' knowledge, Ibn al-Mu'tazz has made balagah as a medium in enriching literary criticism in his time.
Implementing E-Learning on arabic Language Subject During Covid 19 Pandemic in Madrasah Aliyah Negeri 1 Boalemo Mukhtar I Miolo; Sinta Djafar; Damhuri Damhuri; Ratni Bt. Hj. Bahri
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.%p.2022

Abstract

The purpose of this study was to describe (1) the implementation of e-learning in Arabic subjects at MAN 1 Boalemo, (2) Supporting and Inhibiting Factors in the implementation of e-learning in Arabic subjects at MAN 1 Boalemo. The type of research used is descriptive qualitative. Methods of data collection using observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The informants in this study were 24 people consisting of four teachers, namely the Principal, Arabic Subject Teacher, Web-E-Learning Manager, Class Teacher and 20 class XI students.The results of this study indicate that the implementation of e-learning in Arabic subjects during the Covid-19 pandemic at MAN 1 Boalemo is very good and complete because all forms of questions in the form of images, videos, and sounds can be done through e-learning and as for features in e-learning consists of the homepage, absences, announcements, messages, teaching schedules, assignments, materials, achievement of basic competencies, group assignments, teacher filters, student filters and logout or exit. The implementation of e-learning is carried out in three stages, starting from (1) the preparation stage where teachers and students attend training on how to use e-learning so that at this stage students and teachers are more demanded to be able to use information and communication technology in the form of e-media. -learning. (2) the implementation stage, at this stage the e-learning learning during the covid 19 pandemic carried out by the Arabic language teacher was more to provide material in the form of videos or voice notes then work on Arabic language questions so that at this stage students are required to learn independent and easier for students to access material anytime and anywhere. (3) Evaluation Stage. At this stage, what is done is more about the results of learning values, both in terms of learning attitudes and the ability of learning outcomes. As for the supporting factors in the implementation of e-learning at MAN 1 Boalemo, most of them have been able to use e-learning media while the inhibiting factor is the limited internet quota for students. The solution to the inhibiting factor is that schools facilitate Internet and WIFI quotas for students.
Puisi Wuqūfu al-Mā‘i Yufsiduhu karya Al-Imām Al-Syāfi’īy: Analisis Semiotik Riffaterre Mufti Nabil Rafsanjani; Bermawy Munthe
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.68-82.2022

Abstract

Objek material tulisan ini adalah puisi Wuqu>fu al-Ma>‘i Yufsiduhu karya al-Ima>m al-Sya>fi’i> dan objek formalnya adalah semiotik Riffaterre. Dalam teori semiotik Riffaterre terdapat dua tahap pembacaan, yaitu pembacaan heuristik (pembacaan puisi berdasarkan sistem kebahasaan) dan pembacaan hermeneutik (pembacaan puisi berdasarkan sistem kesastraannya dengan mencari model, matriks, hipogram potensial dan aktual untuk mendapatkan kesatuan makna puisi). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa hasil pembacaan heuristik terhadap puisi Wuqu>fu al-Ma>‘i Yufsiduhu diperoleh makna leksikal saja, belum menunjukkan kesatuan makna, dan belum memberi sebuah pemahaman yang memusat yang menggambarkan sebuah kesatuan struktur. Dalam pembacaan hermeneutik, hipogram potensial menunjukkan gagasan bahwa seseorang jika menginginkan kebahagiaan dan kemuliaan dalam hidupnya, hendaknya ia merantau dan bekerja keras. Perihal merantau, dapat dianalogikan dengan air, singa, anak panah, matahari, biji emas dan kayu gaharu. Model puisi adalah fada’i al-awtha>na wa ightaribi “tinggalkanlah negeri dan merantaulah” dan wa inshab fa inna ladzi>dza al-‘aysyi fi an-nashabi  “bekerja keraslah, karena kelezatan hidup terletak pada bekerja keras”. Matriks puisi yaitu “pentingnya merantau dan bekerja keras dalam hidup”. Hipogram aktual yang menjadi latar terbentuknya matriks adalah Q.S. Al-Jumu’ah ayat 10, dan Q.S. Al-Insyirah ayat 7. Ayat pertama merupakan perintah supaya manusia mengembara di bumi untuk mencari karunia Allah. Ayat kedua merupakan perintah untuk bekerja keras dalam hal kebajikan. Kedua ayat ini selaras dengan puisi Wuqu>fu al-Ma>‘i Yufsiduhu yang menegaskan pentingnya merantau dan bekerja keras dalam hidup.
Uṣūl al-Naḥwi; Al-Qiyās dalam Rukun al-‘Illat dan al-Hukm Fatkur Rohman; Iis Susiawati; Dadan Mardani
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.137-150.2022

Abstract

Isytiqa>q or derivation technique is the origin of qiya>s in Arabic, known as s}arfiyah. Etymologically the word qiya>s means the same even though it comes from two root words. In terms of qiya>s means directing something that has no proof towards something that has proof, if it has the same meaning, or vice versa if it has the same meaning. Qiya>s is divided into two types, qiya>s istiqra>i and qiya>s syakli. There are four components in qiya>s, namely ashl, far', illat, and hukm. The purpose of this study is to describe Qiya>s in the pillars of 'llat and hukm. The approach and research method used is descriptive qualitative. Data collection is carried out based on existing data sources, namely the literature by reviewing and analyzing data findings with content analysis techniques, so that the data obtained can be presented in detail. As for the results, it can be concluded that 'illat and hukm are the elements that form the next qiya>s. Hukm in us}ul nahw has two meanings, namely hukm is the original rule in the science of nahwu which is closely related to qiyas istiqro'I; and hukm is a far'u discussion of the laws that exist in al-qaidah al-as}liyah, which is called qiya>s tafsiri or qiya>s hamli, or qiya>s syaqli or qiya>s a'qli. It is proven that qiya>s al-nahwi is the fruit of qiya>s (analogy), both qiya>s istiqro'i or qiya>s interpretation.
Tajdīd al-Naḥw : Probematika Naḥwu, Isu Sentral dan Upaya Tajdīd Mustiadi Mustiadi
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.16-31.2022

Abstract

AbstractThis research paper aims to describe several issues in the renewal of Nah}wu (tajdi>d al-nah}w) carried out by linguists. The problems presented are the problems that exist in Nah}wu, the central issue of tajdi>d and efforts to reform it (tajdi>d al-nah}w). This research is library research and uses a descriptive method. The results of this study are (1) the problems in Nah}wu include leniency in applying the qiya>s method, the exaggeration of 'a>mil lafz}i> and ma’nawi>, excessive cases of taqdi>r, the use of impractical examples, and multiple terms for a single issue (2) the central issue in the regard to tajdi>d is to leave the 'a>mil theory, i'ra>b taqdi>ri> and i'ra>b mah}alli>, and (3) there are several linguists who support the idea of tajdi>d, namely ibn Mad}a>' al-Andalusi>, Syauqi D{aif, Tamma>m H{assa>n, 'Abdu>h al-Rajih}i>, and Mahdi> Makhzu>mi>.Keywords: Ilmu Nah}wu, Problems of Nah}wu, Tajdi>d
At-Taqdīm wa Ta’khīr in the Verses of Musyāhadu as-Samā’ Fairuz Subakir; Abdul Hafidz Zaid; Hani'atul Mabruroh; Nurly Khalida Syamna
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 1: JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.11.1.83-96.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan ayat-ayat Al-Qur'an, yang meliputi At-Taqdīm wa Ta'khīr dalam ayat-ayat Musyāhadu As-Samā', untuk mengungkapkan jenis dan tujuan At-Taqdīm wa Ta'khīr dalam ayat-ayat Musyāhadu As-Samā'. Penelitian ini adalah penelitian literatur, peneliti mengambil metode analisis konten untuk mengetahui jenis At-Taqdīm wa Ta'khīr dalam ayat-ayat Musyāhadu As-Samā'. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan hasil ilmiah tentang tujuan At-Taqdīm wa Ta'khīr dalam ayat-ayat tertentu. Setelah analisis data, peneliti memperoleh hasil penelitian berikut: 1) Peneliti menemukan ayat-ayat Musyāhadu As-Samā' yang mencakup At-Taqdīm wa Ta'khīr, yang dalam 68 ayat tercantum dalam 39 surah, 2) dan peneliti menemukan bahwa variasi At-Taqdīm wa Ta'khīr menjadi lima jenis. 3) Peneliti menemukan bahwa tujuan At-Taqdīm wa Ta'khīr dalam lima tujuan: At-Takhsish di 43 lokasi, Al-Ihtimām bi At- Taqdīm wa At-Tasywīq Al-Muakhar di 25 posisi, At-Tanbīh di dua tempat, At-Ta'dzīm di 4 tempat, dan Al-Qosru di satu tempat.

Page 11 of 30 | Total Record : 295